13 October 2016

Pengertian Lingkungan : Konsep, Faktor, Dan Kelembagaan Lingkungan


Sebagai makhluk hidup, pastinya Anda sudah tidak asing lagi jika mendengar kata lingkungan. Lingkungan memang memiliki keterikatan yang kuat dengan tempat hidup semua makhluk hidup yang ada di dunia ini. Meskipun merupakan kata yang biasa dijumpai di masyarakat, masih saja ada sebagian orang yang belum memahami pengertian lingkungan dengan benar dan jelas. Mereka hanya mengetahui jika lingkungan memiliki keterikatan dengan tempat tinggal mereka. Padahal jika mereka mengetahui pengertian akan lingkungan dengan baik, mereka pasti akan lebih menghargai lingkungan tempat tinggal mereka. Mulai dari kebersihan hingga kesehatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Jika ditelisik lebih jauh, ada beberapa ahli yang memberikan pengertian akan lingkungan. Seperti Emil Salim yang berpendapat jika lingkungan merupakan kondisi dan keadaan di dalam suatu ruang yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia seperti faktor ekonomi, keadaan alam dan sosial. Sedangkan pengertian lingkungan menurut Soedjono didefinisikan sebagai tempat hidup berupa lingkungan fisik yang ada di alam. Dengan kata lain, lingkungan fisik merupakan makhluk yang ada di dunia, yaitu manusia, hewan beserta tumbuh-tumbuhan. Selain kedua ahli tersebut, ada ahli lainnya yang membahas akan lingkungan yaitu Munadjat Danusaputro yang mengatakan lingkungan terdiri dari lingkungan budaya dan fisik. Pendapat lainnya juga dikemukaan oleh Otto Soemarwoto. Ia berpendapat jika lingkungan merupakan hal yang berada di sekitar kita yang keberadaannya dapat mempengaruhi kehidupan manusia di berbagai aspek kehidupan.

Konsep lingkungan di Indonesia

Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut “lingkungan”. Misalnya UU no. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan adalah kesatuan dengan segala sesuatu ruang, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilaku, yang mempengaruhi kelangsungan mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. AFA Memahami lingkungan dapat digambarkan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk manusia atau hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan interaksi kompleks antara komponen dengan komponen lainnya.

Pada lingkungan, ada dua komponen penting pembentukannya, menciptakan ekosistem yang merupakan komponen dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik lingkungan meliputi semua makhluk hidup di dalamnya, yaitu, hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan makhluk hidup lainnya. sementara komponen abiotik adalah benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan makhluk hidup di lingkungan yang meliputi tanah, air, api, batu, udara, dan sebaiganya lainnya.

Memahami lingkungan lebih dalam Nomor 23 tahun 2007 adalah kesatuan dengan semua hal ruang atau kesatuan makhluk hidup termasuk manusia dan semua perilaku oleh-mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain di sekitarnya.

Kerusakan lingkungan hidup

Kerusakan lingkungan akibat dua faktor Fator baik secara alami atau karena tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan dapat membuat ekosistem dan bukan maksimum hidup di lingkungan itu.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat kerusakan lingkungan yang mendalam.

  • Faktor alami
Jumlah bencana alam dan cuaca tak terduga ke dalam penyebab kerusakan lingkungan. Ini bisa menjadi bencana alam banjir, tanah longsor, tsunami, tornado, badai, letusan gunung berapi, gempa bumi atau. Selain berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya, bencana ini akan menciptakan kerusakan lingkungan.

  • Faktor buatan

Manusia sebagai makhluk yang cerdas dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari gaya hidup sederhana yang mengarah ke kehidupan modern. Dengan perkembangan kehidupan, tentu saja, juga perlu sangat diperluas, termasuk eksploitasi sumber daya alam perlu berlebihan.

Kerusakan lingkungan akibat faktor manusia dapat menjadi penenbangan liar yang menyebabkan banjir atau tanah longsor, dan pembuangan limbah di tempat terutama aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.

Upaya pelestarian


  1. Penanaman kembali hutan gundul
  2. Pencegahan limbah dan sampah di sembarang tempat
  3. Sanksi tegas terhadap pelaku pencemar lingkungan
  4. Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
  5. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian tanah, air, udara dan lingkungan

Kelembagaan

Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (sebelumnya: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal. Sementara di Amerika Serikat adalah EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu, Pada tanggal 31 Agustus 2013, pada saat Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 62/2013 membentuk Badan usaha REDD + (Pengurangan Emisi dan Deforestasi dan Degradasi Hutan.
Back To Top