Pengertian Pers : Fungsi Dan Teori Pers

PENGERTIAN PERS

Secara etimologis, kata Pers (Belanda) atau Press (Inggris), atau Presse (Prancis) semuanya berasal dari bahasa latin, Perssare dari kata Premere yang berarti “Tekan” atau “Cetak”. Secara terminologis, Pers adalah media massa cetak atau media cetak.

Pengertian Pers Menurut Para Ahli


  • R Eep Saefulloh Fatah


Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangaun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah.

  • Oemar Seno Adji

Pers dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata tertulis.
Pers dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya semua media mass communication yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.

  • Kustadi Suhandang

Pers adalah seni atau keterampilan mebcari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan, berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalm rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayak.

  • Wilbur Schramm

Dalam bukunya Four Theories of the pers, ia mengemukakan 4 teori terbesar pers yaitu the authotarian, the libertarian, the social responsibility dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru, dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka ditengah-tengah masyarakat.

  • McLuhan

Pers sebagai the extended man, yaitu yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain dan peristiwa satu dengan peristiwa lain pada moment yang bersamaan

  • Raden Mas Djokomono

Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang mampu membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak-hak bangsa indonsesia masa penjajahan Belanda.

  • Gamle dan Gamle

Pers adalah bagian komunikasi antara manuasia (human communication), yang berarti, media merupakan saluran atau sarana dalam memperluas dan memperjauh jangkauan proses penyampaian pesan antar manusia.

Dari beberapa pendapat ahli dan undang-undang dapat disimpulkan bahwa Pers adalah Media atau Sarana atau lembaga untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik yang membentuk pendapat umum dalam bentuk apapun sehingga dapat membantu memperluas jangkauan proses penyampaian informasi dan komunikasi serta mempunyai peranan yang penting dalam membangaun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah.

TEORI – TEORI PERS (The Four Theories of Press) 

Wilbur Scrhamm, Fred S. Siebert, dan Theodore Peterson dalam buku mereka yang berjudul Four Theories of the Press menyatakan bahwa pers didunia sekarang dapat dikategorikan menjadi empat, berikut teori-teorinya :

  • Teori Pers Otoritarian 

Teori ini muncul di iklim otoritarian, akhir zaman Renaisans pada abad 16 dan 17, setelah ditemukannya mesin cetak. Pers yang mendukung dan menjadi kepanjangan tangan kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa dan melayani negara. Teori ini muncul setelah mesin cetak modern ditemukan dan menjadi dasar perkembangan pers komunis soviet. Teori ini menganggap bahwa raja atau penguasa adalah pemilik kebenaran karena mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Kebenaran bukan berasal dari masyarakat, melainkan dari orang-orang bijak yang membimbing dan mengarahkan pengikutnya. Oleh karena itu, setiap orang yang menentang atau pun meragukan ideologi dari penguasa dapat dikenai hukuman. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pers ada tiga, yaitu menyensor materi yang akan dicetak atau disiarkan, menyuap editor agar mau mengikuti kemauan pemerintah, dan mengancam pers dengan hukuman penjara.

  • Teori Pers Libertarian 

Teori ini disebut juga teori kebebasan pers, di mana pers menuntut kebebasan yang sepenuhnya. Teori ini mengungkapkan bahwa manusia sudah dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan yang buruk. Kebenaran bukan lagi milik penguasa, melainkan merupakan hak asasi manusia untuk mencarinya. Oleh karena itu, disini pers berfungsi sebagai mitra untuk mencari kebenaran dengan cara memberikan bukti dan argumen untuk landasan dalam mengawasi pemerintahan serta menentukan sikap. Sehingga pers sendiri memiliki tujuan untuk menemukan kebenaran, memberi informasi, menafsirkan, serta menghibur orang-orang.
Munculnya teori ini pun didasari oleh beberapa asumsi mendasar filosofis sebagai berikut ini :

  1. Hakikat manusia 
  2. Dasar masyarakat 
  3. Hakikat negara 
  4. Hakikat pengetahuan dan kebenaran 

Ada tiga hal yang menyebabkan pers sangat menentang adanya proses penyensoran, yaitu sensor melanggar hak alamiah manusia untuk berekspresi dengan bebas, sensor bisa menguntungkan salah satu pihak dengan mengorbankan kepentingan masyarakat dan sensor menghalangi masyarakat untuk mencari kebenaran.

  • Teori Pers Tanggung Jawab Sosial 


Teori ini muncul pada abad ke-20 di Amerika Serikat. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa kebebasan itu juga mengandung tanggung jawab yang sepadan, dimana pers memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan, mendidik, dan memajukan masyarakat. Dan disini, media berperan dalam mengindikasikan satu cerminan tentang keanekaragaman dalam masyarakat dan juga sebagai akses untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Sehingga, opini masyarakat, etika, dan reaksi konsumen lah yang menjadi kontrol atas kinerja pers. Selain itu, tak jarang terjadi munculnya konflik yang dapat membawa masyarakat ke forum diskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

  • Teori Pers Soviet Komunis 

Teori ini muncul saat Uni Soviet masih berdiri, disertai dengan tradisi Marxis. Teori ini menganggap bahwa dalam sebuah masyarakat, orang-orang seharusnya tidak berbeda pandangan, musyawarah tanda kelemahan, dan hanya ada satu pandangan yang benar yang dapat dipertemukan dan dipertahankan, disebarkan, serta digalakkan.

Selain empat teori pers yang diungkapkan oleh Fred. S. Siebert, Theodore B. Peterson, dan Wilbur Schram dalam karangannya yang berjudul “Four Theories of The Press”, yang terbit pada tahun 1965, ada pula Willian A. Hachten yang mengungkapkan adanya lima sistem pers yang berlaku didunia. Hal ini disibakkannya dalam bukunya yang berjudul “The World News Prism”, yang terbit pada tahun 1981. Lima sistem pers tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. Otoritarian 
  2. Komunis 
  3. Revolusioner 
  4. Konsep Barat (merupakan gabungan dari sistem libetarian dan tanggung jawab sosial) 
  5. Pembangunan (merupakan gabungan dari sistem otoritarian, komunis, dan tanggung jawab sosial) 

FUNGSI PERS 

Menurut Mochtar Lubis, pers yang ada di negara berkembang mempunyai lima fungsi pers, yaitu : 
  1. Fungsi pemersatu 
  2. Fungsi mendidik 
  3. Fungsi public wact dog atau kepentingan umum 
  4. Fungsi penghapus mitos dan mistik 
  5. Fungsi sebagai forum berbicara masalah politik 

Fungsi pers secara umum dapat dibagi dalam beberapa bidang yaitu : 

  • Fungsi kontrol 

yaitu melalui karya-karya tercetaknya dengan segala isi, baik langsung atau pun tidak langsung dengan sifat keterbukaannya dan membantu masyarakat meningkatkan budayanya. 

  • Fungsi penghubung 

Melalui pers akan tumbuh saling pengertian atau dapat pula digunakan oleh beberapa lembaga kemasyarakatan untuk menumbuhkan kontak antar manusia agar tercipta saling pengertian dan saling ganti pandangan untuk perkembangan dan kemajuan hidup manusia. 

  • Fungsi pendidikan 

Melalui rubrik-rubrik dan kolom-kolom tertentu seperti tajuk rencana, pikiran pembaca, pojok dan lain-lain, merupakan suatu ruang untuk memberikan pandangan atau pikiran kepada khalayak pembaca. 

  • Fungsi pembentuk pendapat umum 

Pers berusaha melakukan bimbingan dan pengawasan kepada masyarakat tentang tingkah laku yang benar atau tingkah laku yang tidak dikehendaki oleh khalayak. 

  • Fungsi Ekonomi 

Pers dapat memanfaatkan keadaan disekitarnya sebagi nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil produksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri. 

  • Fungsi Media Informasi 

Pers memberi dan menyediakan informasi tentang pristiwa yang terjadi pada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena perlu informasi.

Related Posts

Pengertian Pers : Fungsi Dan Teori Pers
4/ 5
Oleh