13 October 2016

Pengertian Supervisi Dan Jenis Supervisi

PENGERTIAN SUPERVISI 

Supervisi adalah istilah yang akrab kita dengar sehari-hari. Dalam dunia kerja, jabatan supervisi seringkali diartikan sebagai jabatan yang berada di atas karyawan biasa, tetapi masih lebih rendah daripada jabatan “bos”. Sebenarnya, apa definisi dari supervisi?

Kata supervisi dapat didefinisikan menurut beberapa kategori. Secara etimologis, supervisi berasal dari bahasa Inggris supervision. Super berarti di atas, sedangkan vision berarti pengelihatan/melihat. Jika diartikan secara bebas, supervision dapat pula dimaknai sebagai melihat dari atas.

Arti kata supervisi ini tidak dapat dimaknai secara harafiah sebagai kegiatan melihat orang lain dari atas, tetapi lebih kepada makna mengawasi orang lain yang dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan tinggi ke orang yang memiliki jabatan lebih rendah.

JENIS KEGIATAN SUPERVISI 

Seorang supervisor memiliki pekerjaan yang tidak mudah. Ia harus mengawasi sekaligus membimbing orang-orang yang berada di bawahnya agar dapat bekerja sesuai dengan standar yang diatur perusahaan. Berikut adalah beberapa jenis kegiatan supervisi yang biasa dilakukan :

  • Reseach : Penelitian 


Seorang supervisor harus melakukan studi mengenai situasi perusahaan dan juga karyawan-karyawan yang berada di bawahnya. Kegiatan supervisi ini bertujuan supaya supervisor dapat merumuskan masalah melalui data yang ada sampai kini. Dengan cara ini, supervisor bisa mengumpulkan berbagai fakta dan opini sebagai bahan pertimbangan. Kegiatan supervisi ini bisa dilakukan dengan berbagai teknik, misalnya observasi wawancara serta angket.

Jika data telah terkumpul, supervisi dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan pengolahan data yang biasanya dibantu dengan perhitungan statistik. Setelahnya, supervisi dapat menarik kesimpulan tentang bagaimana keadaan sebenarnya dari situasi yang ada di perusahaan tersebut .

  • Evaluation : Penilaian 

Setelah berhasil melakukan penelitian, supervisi harus melakukan evaluasi atau penilaian secara kooperatif dengan karyawan yang ada di bawahnya. Kegiatan evaluasi itu antara lain :

  • Bersama-sama mencari beberapa aspek positif (kebaikan-kebaikan, beberapa kemajuan) yang telah dicapai ; 
  • Bersama-sama meninjau beberapa aspek negatif (sebagian kelemahan, kekurangan-kekurangan, atau beberapa hambatan) yang masih ada ; 
  • Bersama-sama menganalisa sebab-sebab masih adanya kekurangan-kekurangan/bebrapa hambatan yang dialami. 


  • Improvement : Perbaikan 


Tahap evaluasi memungkinkan supervisi mengetahui hal-hal apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan di kegiatan masa lalu. Melalui hal ini, supervisi dapat melakukan perbaikan yang bertujuan untuk mendapat hasil yang lebih baik ke depannya.

Tahap improvement dalam supervisi mencangkup :

  • Bersama-sama mencari cara untuk mengatasi kekurangan-kekurangan atau bebrapa hambatan yang dialami ; 
  • Bersama-sama mencari jalan mempertahankan yang sudah baik, bahkan meningkatkannya agar lebih baik lagi. 


  • Assistence : Bimbingan 


Supervisi memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan dan bimbingan (guidence) dan penyuluhan (counseling) kepada karyawan yang ada di bawah jabatannya. Berdasarkan jenis kegiatan ini, supervisi bertugas untuk :

  • Menyediakan waktu dan tenaganya untuk membantu mengadakan perbaikan-perbaikan 
  • Mengikhtiarkan sumber-sumber, baik sumber-sumber material maupun personil dan memperlihatkan jalan ke arah perbaikan ; 
  • Memberi bimbingan (guidence) serta penyuluhan (counseling) ke arah perbaikan situasi. 


  • Cooperation : Kerjasama 


Selain memberikan bantuan, salah satu kegiatan supervisi adalah menciptakan iklim kerjasama dan gotong-royong secara kekeluargaan di antara supervisor dan “supervisee” (orang yang disupervisi). Kegiatan supervisi ini tentunya bertujuan untuk membawa supervisee ke arah perbaikan situasi yang lebih baik.

SUPERVISI PENDIDIKAN

Dalam dunia pendidikan, supervisi tetap ada dan dibutuhkan. Bentuk supervisi ini biasanya dilakukan kepala sekolah kepada guru-guru yang ada di sebuah sekolah. Supervisi adalah proses bantuan, bimbingan dan pembinaan dari kepala sekolah kepada guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Bantuan dan bimbingan tersebut bersifat profesional dan dilaksanakan melalui dialog untuk memecahkan masalah pembelajaran.

Kepala Sekolah sebagai supervisi di dunia pendidikan bertugas untuk membantu dan membina guru sebagai mitra kerjanya agar lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya. Secara singkat, supervisi akademik dapt pula disebut sebagai sebuah kegiatan yang terencana, terpola dan terprogram dalam mengubah perilaku guru agar dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran.

SUPERVISI KLINIS

Konsep supervisi klinis awalnya diperkenalkan oleh Morris L. Cogan, Robert Goldhammer, dan Richarct Weller di Universitas Harvard pada akhir tahun 50an. Terdapat dua asumsi yang mendasari konsep supervisi klinis ini.

  • Pembelajaran adalah aktivitas kompleks yang memerlukan pengamatan dan analisis secara berhati-hati melalui pengamatan dan analisis.
  • Banyak karyawan (termasuk guru) yang ingin mengembangkan profesionalitasnya melalui pendekatan kolegial dibandingkan outoritarian.

Ciri-Ciri Supervisi Klinis:

  • Bantuan yang diberikan bukan bersifat instruksi atau perintah, tetapi tercipta hubungan manusiawi yang setara.
  • Kegiatan supervisi lahir dari permintaan orang yang berada pada tingkat bawah  kepada orang yang akan melakukan supervisi kepadanya.
  • Tingkah laku yang ditunjukkan merupakan satuan yang terintegrasi, sehingga supervisi dapat melihat kemampuan  dan ketrampilan apa yang secara spesifik harus diperbaiki.
  • Suasana dalam pemberian supervisi merupakan suasana yang penuh kehangatan, kedekatan, dan keterbukaan.
Back To Top