07 November 2016

Pengertian Amdal : Tujuan Dan Manfaat Amdal

Pengertian Amdal 

Pengertian Amdal  Analisis Mengenai Dampak Lingkungan| Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yaitu kajian perihal dampak besar serta penting suatu usaha dan/atau aktivitas yang direncanakan pada lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha dan/atau aktivitas di Indonesia. AMDAL ini di buat saat perencanaan suatu proyek yang diprediksikan dapat memberi pengaruh pada lingkungan hidup di sekitarnya.

Analisis mengenai dampak lingkungan muncul sebagai jawaban atas keprihatinan mengenai dampak negatif dari aktivitas manusia, terutama pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri pada tahun 1960-an. Mulai sejak itu AMDAL sudah menjadi alat utama untuk mengerjakan bebrapa aktivitas manajemen yang bersih lingkungan serta selalu melekat pada tujuan pembangunan yang berkepanjangan.

AMDAL pertama kalinya dikenalkan pada tahun 1969 di Amerika Serikat. Menurut UU No. 23 tahun 1997 mengenai pengelolaan Lingkungan Hidup serta PP no 27 tahun 1999 perihal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Bila Indonesia memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang perlu dibuat jika seseorang ingin membangun satu proyek yang diprediksikan akan memberi dampak besar serta penting terhadap lingkungan. AMDAL yaitu kajian tentang dampak besar serta penting satu usaha dan/atau aktivitas yang direncanakan pada lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha dan/atau aktivitas.

Dasar hukum AMDAL yaitu Ketentuan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 mengenai ‘Izin Lingkungan”. AMDAL sendiri adalah suatu kajian tentang efek positif serta negatif dari satu rencana kegiatan atau proyek, yang dipakai pemerintah dalam mengambil keputusan apakah satu kegiatan atau proyek layak atau tak layak lingkungan. Kajian efek positif serta negatif itu umumnya disusun dengan memperhitungkan aspek fisik, kimia, biologi, sosial- ekonomi, sosial budaya serta kesehatan masyarakat.

Satu rencana kegiatan bisa dinyatakan tak layak lingkungan, bila berdasar pada hasil kajian AMDAL, efek negatif yang timbulkannya tidak bisa ditanggulangi oleh teknologi yang ada. Demikian pula, bila biaya yang dibutuhkan untuk menanggulangi efek negatif lebih besar dari pada efek positif yang akan ditimbulkan, jadi rencana kegiatan itu dinyatakan tak layak lingkungan. Satu gagasan aktivitas yang diputuskan tak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.

Alasan diperlukannya AMDAL untuk diperlukannya studi kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah PIL (Penyajian informasi lingkungan), KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis dampak lingkungan), RPL ( Rencana pemantauan lingkungan), RKL (Rencana pengelolaan lingkungan).


Prosedural Amdal

Berkenaan dengan prosedur/tata laksana AMDAL, Ketentuan Pemeritah Nomor 27 Tahun 2012 sudah menetapkan mekanisme yang perlu ditempuh seperti berikut :
  1. Pemrakarsa membuat Kerangka Referensi (KA) untuk pembuatan dokumen AMDAL. Lalu di sampaikan pada Komisi AMDAL. Kerangka Referensi itu diolah selama 75 hari kerja mulai sejak diterimanya oleh komisi AMDAL. Bila lewat waktu yang ditetapkan ternyata Komisi AMDAL tak memberi respon, jadi dokumen Kerangka Acuan itu menjadi sah untuk dipakai sebagai dasar penyusunan ANDAL.
  2. Pemrakarsa membuat dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), lalu di sampaikan pada lembaga yang bertanggung jawab untuk diolah dengan menyerahkan dokumen tersebut pada komisi penilai AMDAL untuk dinilai.
  3. Hasil penilaian dari Komisi AMDAL di sampaikan kembali pada lembaga yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan ketentuan dalam periode waktu 75 hari. Jika dalam periode waktu yang sudah disiapkan, nyatanya belum diputus oleh instansi yang bertanggung jawab, maka dokumen itu tak layak lingkungan.
  4. Apabila dalam periode waktu yang sudah ditetapkan, nyatanya instansi yang bertanggung jawab mengeluarkan keputusan penolakan lantaran dinilai belum memenuhi dasar teknis AMDAL, maka pada pemrakarsa di beri peluang untuk memperbaikinya.
  5. Hasil perbaikan dokumen AMDAL oleh pemrakarsa diserahkan kembali pada instansi yang bertanggung jawab untuk diproses dalam memberi keputusan sesuai dengan Pasal 19 serta Pasal 20 Ketentuan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999.
  6. Apabila dari dokumen AMDAL bisa disimpulakan kalau dampak negatif tidak bisa ditanggulangi berdasar pada ilmu serta teknologi, atau biaya penanggulangan dampak negatif lebih besar dibanding dampak positifnya.
Pasal 16 UULH menyebutkan seperti berikut “Setiap rencana yang diprediksikan memiliki dampak penting pada lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya ditata dengan peraturan pemerintah”. Dari ketentuan pasal 16 UULH dapat disimpulkan dua hal yakni :
  1. Analisis mengenai dampak lingkungan adalah bagian dari proses perencanaan, serta instrumen pengambilan ketentuan.
  2. Tidak semua rencana kegiatan itu wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan, yang wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan hanyalah yang memiliki efek penting terhadap lingkungan.
Untuk mengukur atau memastikan dampak besar serta penting itu diantaranya digunakan kriteria mengenai :
  1. Besarnya jumlah manusia yang akan terserang dampak rencana usaha dan/atau kegiatan
  2. Luas wilayah penyebaran dampak
  3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
  4. Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak
  5. Sifat kumulatif dampak
  6. Berbalik (reversible) atau tak berbaliknya (irreversible) dampak.
Menurut PP No. 27 Tahun 1999 Pasal 3 ayat (1), usaha serta atau aktivitas yang kemungkinan bisa menyebabkan dampak besar serta penting pada lingkungan hidup meliputi :
  1. Pengubahan bentuk lahan serta bentang alam
  2. Eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui ataupun yang tidak terbaharui
  3. Proses serta aktivitas yang secara mungkin bisa menyebabkan pemborosan, pencemaran serta rusaknya lingkungan hidup, dan kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya
  4. Proses serta aktivitas yang hasilnya bisa memengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial serta budaya
  5. Proses serta aktivitas yang hasilnya akan memengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya
  6. Introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, serta jenis jasad renik
Beberapa jenis rencana usaha dan/atau aktivitas yang wajib dilengkapi dengan AMDAL bisa dilihat pada Ketentuan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 17 tahun 2001 mengenai Jenis Usaha dan/atau Aktivitas Yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL. Jenis usaha dan/atau kegiatan wajib AMDAL seperti pertahanan serta keamanan, pertanian, perikanan, kehutanan, kesehatan dan sebagainya.


Fungsi Amdal

Fungsi dari amdal antara lain, sebagai berikut :
1. Fungsi amdal yang pertama sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan suatu wilayah.
2. Fungsi amdal yang kedua untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan atas kelayakan sebuah lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan tertentu.
3. Fungsi amdal ketiga ialah membantu memberikan masukan dalam rangka menyusun sebuah rancangan yang terperinci dari suatu rencana usaha atau kegiatan.
4. Fungsi amdal yang keempat adalah membantu memberikan masukan dalam suatu proses penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
5. Fungsi amdal yang kelima yaitu Membantu memberikan informasi terhadap masyarakat tentang dampak-dampak  yang mungkin ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
6. Fungsi amdal yang selanjutnya adalah sebagai  rekomendasi utama untuk sebuah  izin usaha.
7. Fungsi amdal berikutnya ialah Scientific Document dan Legal Document.
8. Fungsi amdal yang terakhir adalah Izin Kelayakan Lingkungan.


Tujuan Amdal

Tujuan amdal merupakan penjagaan dalam rencana usaha atau kegiatan agar tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Adapun Fungsi AMDAL adalah sebagai berikut :
  1. Bahan perencanaan pembangunan wilayah
  2. Membantu proses dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  3. Memberikan masukan dalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  4. Memberi masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  5. Memberikan informasi terhadap masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan
  6. Tahap pertama dari rekomendasi tentang izin usaha
  7. Merupakan Scientific Document dan Legal Document
  8. Izin Kelayakan Lingkungan
Back To Top