12 November 2016

Pengertian Asuransi : Manfaat Dan Contoh Asuransi

Pengertian asuransi 

Jika dilihat dari asal katanya, yakni dari Bahasa Inggris insurance, maka pengertian asuransi adalah pertanggungan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua pihak. Pihak pertama berkewajiban untuk membayar iuran, sementara pihak kedua berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa diri atau barang milik pihak pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Berdasarkan pengertian asuransi tersebut, terdapat banyak hal yang dapat diasuransikan. Mulai dari benda dan jasa, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, jiwa, serta kepentingan-kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, atau berkurang nilainya.

Pengertian asuransi menurut Undang-Undang No.2 Tahun 1992 pun tidak jauh berbeda. Menurut undang-undang ini, pengertian asuransi dijabarkan lebih pada sisi pengertian asuransi sebagai sebuah bentuk badan usaha. Pengertian asuransi menurut Undang-Undang No.2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Menurut pengertian asuransi ini, pihak yang menyalurkan premi disebut sebagai tertanggung, sementara pihak yang menerima premi disebut penanggung. Menurut pengertian asuransi, premi adalah biaya yang dibayar oleh tertanggung kepada penanggung untuk resiko yang ditanggung. Perjanjian kedua pihak ini, masih menurut pengertian asuransi, disebut kebijakan. Kebijakan dalam pengertian asuransi dipahami sebagai sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi.

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pun memiliki pengertian asuransi tersendiri. Menurut pasal 246 KUHD, pengertian asuransi adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.

Unsur-Unsur Asuransi

Ada empat unsur penting dalam asuransi mekanisme perlindungan asuransi, yakni pihak tertanggung, pihak penanggung, perjanjian, dan premi.

  • Pihak tertanggung adalah seseorang yang melakukan kesepakatan dengan pihak asuransi dengan tujuan mengharapkan perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi pada dirinya. Atas perlindungan tersebut, pihak tertanggung menyatakan dirinya sanggup membayar sejumlah uang tertentu atau dikenal dengan premi.
  • Pihak penanggung adalah pihak yang memberikan perlindungan kepada pihak tertanggung berupa pembayaran sejumlah uang sebesar nilai yang dipertanggungkan.
  • Perjanjian/polis adalah sejumlah kesepakatan antara pihak penanggung dan pihak tertanggung dengan tujuan memberikan perlindungan.
  • Premi adalah sejumlah dana tertentu yang harus dibayar oleh pihak tertanggung sebagai konsekuensi dari disepakatinya perlindungan atau proteksi oleh pihak penanggung. Besarnya premi tergantung pada jumlah pertanggungan dan risiko atas pertanggungan tersebut.

Contoh Resiko Yang Di Jamin Asuransi

Dari penjabaran tentang syarat-syarat resiko yang bisa diasuransikan, berikut adalah sebagian contoh resiko yang bakal di setujui pihak asuransi bila Anda menginginkan mengalihkan potensi kerugiannya.

  1. Resiko cacat akibat mengendarai kendaraan bermotor.
  2. Resiko hancurnya kendaraan akibat kecelakaan.
  3. Resiko tidak bisa meneruskan pendidikan karena hilangnya pendapatan orangtua.
  4. Resiko terbakarnya bangunan akibat korsleting listrik.
  5. Resiko hilangnya pendapatan akibat wafat.
  6. Resiko rusahnya tempat tinggal, kendaraan, serta harta benda akibat kebakaran maupun bencana alam.
  7. Resiko kehilangan harta benda akibat pencurian.


Persyaratan Resiko Yang Bisa Di Jamin Asuransi

Dengan asuransi, Anda bisa terasa tenang serta terjamin lantaran bakal ada pereduksi resiko yang merugikan diri Anda. Tetapi yang butuh Anda kenali, tak semuanya resiko bisa diasuransikan. Terdapat banyak persyaratan yang perlu dipenuhi oleh resiko itu sampai pada akhirnya bisa dapat diasuransikan lewat cara pengalihan resiko.


  1. Mesti Termasuk Dalam Resiko Murni serta Termasuk juga Resiko Khusus : Dengan kata lain resiko itu nampak secara tak terduga serta bisa menerpa siapapun. Misalnya resiko kecelakaan ataupun resiko wafat dunia.
  2. Bisa Diukur dengan Uang : Hal Ini artinya pengalihan resiko dinilai dari sisi finansial, tidak dari emosional tertanggung. Misalnya pada asuransi jiwa, pihak asuransi cuma bisa memberi pengalihan berbentuk duit yang sudah dipertangunggkan, tanpa dapat menghidupkan kembali pihak yang wafat.
  3. Berwujud Sama serta Dalam Jumlah Besar : Banyaknya resiko serupa jadi penilaian pihak asuransi untuk memastikan perkiraan besarnya kerugian yang berlangsung. Beberapa hal spesial, seperti koleksi perangko, bakal susah diasuransikan lantaran pihak asuransi susah memastikan besaran nilai pertanggungan, Itu dikarenakan nilainya tergantung dari kegemaran subjektif.
  4. Berlangsung Secara Kebetulan serta Tak Disengaja : Pihak asuransi tidak ingin bertanggungjawab dalam pengalihan resiko dari kerugian yang mungkin saja muncul akibat kesengajaan. Sebagai contoh, tak ada nilai pertanggungan untuk seorang yang masuk rumah sakit akibat mencoba bunuh diri.
  5. Bisa Dibuktikan : Dalam soal ini pihak asuransi menuntut bukti yang sah dari kerugian yang Anda alami saat sebelum keluarkan ganti ruginya. Sebagai contoh, saat Anda kehilangan mobil yang sudah diasuransikan, Anda mesti mempunyai surat keterangan polisi yang menyebutkan kehilangan itu hingga pada akhirnya baru bisa ajukan klaim pada pihak asuransi.
  6. Mengandung Kerugian Untuk Tertanggung : Bahwa resiko yang Anda asuransikan sebaiknya menyangkut mengenai diri Anda sendiri. Bila resiko tersebut kenyataannya cuma beresiko pada orang lain, pihak asuransi tidak bisa mengalihkan resikonya. Sebagai contoh, Anda tidak bisa mengasuransikan motor tetangga Anda sebab bila motor itu hilang atau rusak, yang menanggung derita kerugian bukanlah Anda, tetapi tetangga Anda.

Menjadikan Asuransi Sebagai Pereduksi Resiko Anda

Asuransi memanglah tidak bisa menyingkirkan resiko yang mungkin saja muncul dalam kehidupan Anda. Tetapi dengan mempunyai asuransi, Anda bakal begitu terbantu bila resiko itu mendadak datang serta menyebabkan kerugian besar.

Dengan mempunyai polis asuransi, automatis Anda akan tidak memikul sendiri kerugian itu. Bakal ada pengalihan resiko yang membuahkan ubah rugi dari pihak asuransi pada Anda sebagai bentuk pertanggungan dari premi yang sudah Anda bayarkan.

Hidup Anda juga dapat selekasnya jalan normal tanpa ada mesti pusing pikirkan seberapa banyak saat serta cost yang diperlukan untuk melakukan perbaikan kerugian finansial yang muncul dari resiko itu.

Back To Top