19 November 2016

Tumbuhan Langka di Indonesia

Indonesia adalah negara yang begitu populer dengan kekayaan alamnya. Beragam jenis tanaman bisa tumbuh subur disini. Bahkan juga banyak dari tanaman itu yang berbentuk langka atau begitu susah sekali untuk diketemukan hingga mesti dilindungi.

Nah kesempatan ini lahiya. com bakal membahas beragam tumbuhan - tumbuhan langka di Indonesia. Beragam tumbuhan ini sangatlah tidak sering diketemukan hingga mesti dilindungi supaya tak terancam punah. Apa saja tumbuhan itu?

Tumbuhan - Tumbuhan Langka di Indonesia

  • Tengkawang



Tengkawang merupakan nama buah dan pohon dari genus Shorea. Tengkawang menghasilkan minyak lemak yang berharga nilai jual tinggi. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang berasal dari Kalimantan. Tengkawang terdiri atas 12 spesies yang sekarang dilindungi oleh pemerintah.
Minyak Lemak ini berasal dari biji tengkawang yang dijemur dan disalai untuk kemudian diolah menjadi minyak. Minyak tengkawang digunakan sebagai penyedap makanan dan obat tradisional. Selain itu dalam dunia Industri minyak tengkawang digunakan dalam pembuatan bahan kosmetik, lilin, sabun dsb.
  • Enau



Enau (Arenga pinnata). Enau atau aren (Arenga pinnata, suku Arecaceae) yaitu palma yang terutama sesudah kelapa (nyiur) lantaran adalah tanaman serba manfaat. Palma yang besar serta tinggi, bisa hingga 25 m. Berdiameter sampai 65 cm, batang pokoknya kukuh serta di bagian atas diselimuti oleh serabut berwarna hitam yang di kenal sebagai ijuk, injuk, juk atau duk.

Ijuk sesungguhnya yaitu sisi dari pelepah daun yang menyelubungi batang. Pohon enau membuahkan beberapa hal, yang membuatnya popular sebagai tanaman yang serbaguna, terlebih sebagai penghasil gula.
  • Mimba



Mimba (Azadirachta indica). Tanaman langka ini memiliki nama lain Mimbo atau Mimba. Tanaman langka ini adalah pohon yang tinggi (Arbor) batangnya bisa hingga 20 m bahkan juga lebih. Kulit batangnya tidak tipis, batang agak kasar, daun menyirip genap, serta berupa lonjong dengan pinggir bergerigi serta runcing, sedang buahnya adalah buah batu dengan panjang 1 cm.

Buah mimba dihasilkan dalam satu hingga 2 x satu tahun, berupa oval, apabila masak daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat serta didalamnya menempel kulit buah berwarna putih. Tanaman ini dapat dipakai sebagai pestisida nabati.

Lantaran daun mimba mengandung senyawa-senyawa yang bisa mengatur hama tanaman, salah satunya yaitu sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, teratur, azadirachtin, serta nimbine.
  • TEMBESU



Tembesu (Fagraea fragrans) termasuk juga dalam famili Loganiaceae. Daerah penyebarannya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Maluku, serta Irian Jaya. Tempat tumbuh pada tanah datar serta sarang atau tempat yg tidak becek, tanah liat berpasir, dengan tipe curah hujan A hingga B pada ketinggian 0–500 dpl.

Tinggi pohon tembesu hingga 40 m, dengan panjang batang bebas cabang hingga 25 m, diameter 80 cm atau lebih, dengan batang tegak serta tak berbanir. Kulit luar berwarna coklat hingga hitam, beralur dangkal serta sedikit terkelupas. Kayunya keras berwarna kuning emas tua atau coklat jingga, serta termasuk juga kedalam kelas awet satu.
  • EDELWEIS JAWA



Edelweiss Jawa atau Bunga Senduro adalah satu diantara type bunga yang sekarang ini sangatlah gawat keberadaannya. Bunga ini banyak hidup di daerah pegunungan di Jawa. Bahkan juga, bunga ini umumnya jadi tanaman yang pertama tumbuh sesudah terjadinya erupsi gunung berapi.

Bunga Edelweiss Jawa bisa tetaplah tampak fresh walau telah dipetik dari tangkainya. Hal itu bikin banyak pendaki yang mengambil bunga ini sebagai kenang-kenangan. Akhirnya, populasi bunga ini alami penurunan mencolok serta saat ini telah diambang kepunahan.

Bunga ini umumnya mulai bermekaran pada bln. April sampai Agustus. Bunga ini bisa mempunyai umur sampai 100 tahaun dengan tinggi batang sampai 8 mtr.. Kian lebih 300 serangga yang hinggap serta mengisap madu dari bunganya.

Sekarang ini Anda masihlah bisa lihat Edelweiss Jawa di lokasi-lokasi seperti Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), serta Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).
  • Raflesia Arnoldi



Raflesia arnoldii merupakan tumbuhan raksasa yang bersifat parasit obligat yang tumbuh pada batang liana dari genus Tetrastigma. Tumbuhan ini tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis dan mengambil nutrisi dari inangnya. Raflesia arnoldii memiliki bunga yang melebar dengan lima mahkota bunga. Tumbuhan ini tidak memiliki akar, daun dan batang. Pada saat bunga mekar, diameternya dapat mencapai 70-110 cm serta tinggi 50 cm dan berat berkisar 11kg. Organ reproduksi tumbuhan ini terdiri atas bunga sari dan putik dalam satu rumah yang terdapat dalam bagian tengah dasar bunga yang melengkung seperti gentong. Ancaman untuk Raflesia arnoldii yaitu tingginya laju penggundulan dan pembakaran hutan menjadikan ancaman serius bagi tumbuhan ini. Selain itu, ancaman pun datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putiknya untuk dijadikan obat tradisional.
  • Kantong Semar



Kantong semar merupakan salah satu tanaman pemakan serangga. Kantong semar menangkap serangga dengan meletakkan nectar di bagian tutup kantongnya. Hal ini berfungsi agar serangga mendatangi, mendekati dan pada akhirnya menjadi makanan kantong semar. Serangga yang terjebak akan diserap nutrientnya oleh kantong semar. Kantong semar di Indonesia dapat ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Ketika serangga telah terjebak di dalam kantong semar, maka kantong tersebut akan menutup. Fungsinya yaitu agar ketika kantong semar mencerna serangga tidak diganggu kawanan musuh yang merebut serangga tersebut.

  • Bunga Bangkai



Nama Bunga Bangkai berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai busuk. Bau tersebut berfungsi untuk menarik perhatian lalat dan kumbang untuk menyerbuki bunganya. Bunga Bangkai memiliki nama Latin Amorphophallus titanium .

Bunga Bangkai memiliki ukuran yang besar dan tinggi serta berbentuk seperti Lingga yang dikelilingi oleh seludang bunga yang berukuran besar. Bunga Bangkai berumah satu dan protagini. Maksudnya yaitu bunga betina reseptif terlebih dahulu kemudian diikuti dengan bunga jantan untuk mencegah peyerbukan sendiri. Bunga Bangkai Sumatera diketahui sebagai bunga bangkai tertinggi. Tinggi bunganya mampu mencapai hingga 5 meter. Sedangkan bunga bangkai titan arum berukuran pendek dan memiliki postur yang besar. Status Konservasi dari Bunga Bangkai yaitu terancam kepunahan.

  • Damar

Damar merupakan tumbuhan sejenis pohon yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Memiliki nama Latin Agathis dammara, tumbuhan ini tersebar di Maluku, Sulawesi hingga Filipina. Pohon ini memiliki tinggi 65 m, batang bulat dan silindris dengan diameter mencapai 1,5 m. Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200mdpl.
Damar dibudidayakan untuk diambil resinnya dan diolah menjadi kopal. Resin adalah getah yang keluar tatkala kulit atau kayu dammar dilukai.
  • Anggrek Tebu



Anggrek Tebu merupakan family dari anggrek raksasa. Berat dari Anggrek Tebu dapat mencapai 1 ton dengan panjang mulai 3 meter. Anggrek ini memiliki nama Latin Grammatophyllum speciosum. Selain itu, anggrek ini memiliki bunga berwarna kuning dengan bintik-bintik berwarna coklat, merah dan merah kehitaman. Keunikan dari bunga ini yaitu walaupun telah dipotong, bunganya dapat bertahan hingga 2 bulan. Anggrek ini dapat ditemukan di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
  • Cendana



Cendana merupakan sejenis pohon yang menghasilkan kayu cendana dan minyak cendana. Memiliki nama Latin Sandalum album. Kayunya dapat digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum serta sangkur keris. Konon, keharuman dari kayu cendana dapat bertahan hingga ratusan tahun. Di Indonesia, pohon cendana dapat di temukan di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.
  • Daun Payung



Daun paying merupakan sejenis tanaman palem yang mempunyai daun yang besar, lebar dan kuat. Memiliki nama Latin Johannesteijsmannia altifrons. Memiliki panjang daun antara 3-6 meter dengan lebar 1 meter. Tajuknya terdiri atas 20-30 daunan. Tanaman ini hidup di hutan tropis dengan daun yang lebar. Di Indonesia, tanaman ini dapat ditemukan di Pulau Sumatera tepatnya di Riau, Sumut serta di Lereng Gunung Leuser.
  • ANGGREK LARAT



Anggrek Larat yang dalam bhs Inggris di kenal sebagai Cooktown Orchid, berkerabat dekat dengan sebagian type anggrek yang lain seperti Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, serta Anggrek Kelembai. Dalam bhs latin tumbuhan ini di kenal sebagaiDendrobium phalaenopsis dengan persamaan kata Vappodes phalaenopsis, serta Dendrobium bigibbum.
  • ANGGREK HITAM (COELOGYNE PANDURATA)



Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), seperti namanya, memiliki ciri khas pada bunganya yang mempunyai lidah (labellum) berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bhs Inggris dikatakan sebagai “Black Orchid”. Sedang di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini memiliki nama lokal “Kersik Luai”.
  • ANGGREK HARTINAH



Anggrek Hartinah atau Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) adalah satu diantara type tumbuhan anggrek yang endemik (cuma tumbuh di daerah spesifik) Sumater Utara, Indonesia. Type anggrek yang diketahui pertama kalinya pada th. 1976 ini dapat diketahui di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Anggrek Tien Soeharto atau kerap dimaksud sebagai Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum) adalah anggrek tanah yang hidup merumpun
  • BULIAN (EUSDEROXYLON ZWAGERI)



Tinggi pohon sekitaran 36m dengan diameter batang 95cm. Dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 600m yang umumnya ada di lereng bukit dengan type tanah yang berpasir. Type kayu ini begitu kuat, tahan lama, serta dapat dipakai untuk konstruksi berat.

Pendistribusian di Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Filipina, serta Maluku. Populer dengan nama Belian, Belian Timun, Betian, Talion Bening, Tebelian Geriting, Telianoii, Teluyan, Ulin, Ulin Bening, Ulion.
  • JELUTUNG (DYERA SP)



ketinggian pohon dapat hingga 75m dengan diameter batang 159cm. Umum tumbuh di rimba dengan tanah berpasir serta perbukitan dengan ketinggian 400m. Getahnya dapat dipakai untuk bikin permen karet serta kayunya dapat dipakai untuk bikin perlengkapan. Distribusi di Thailand, semenanjung Malaysia, Sumatera, serta Kalimantan. Di Indonesia populer dengan nama Jelutong atau Pantung
  • AKAR KARAK (FICUS UNIGLANDULOSA WALL)



Tinggi pohon cuma sekitaran 14m dengan diameter batang sekitaran 15cm. Batangnya berwarna putih serta bergetah. Umum tumbuh di ketinngian 1700m. biasanya di selama aliran sungai serta lereng bukit. Kadang-kadang dapat juga diketemukan di batu kapur, tanah berpasir, serta tanah liat.

Distribusi tumbuhnya di burma, thailand, semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, serta Filipina. Populer dengan nama Akar Karak, Kara, atau Wa Punot.

Nah tersebut daftar tumbuhan langka di Indonesia yang sekarang ini telah mulai terancam keberadaannya. Dengan tahu beragam tumbuhan itu, diinginkan kita bisa lebih melindungi kelestarian alam serta tak merusaknya untuk kebutuhan pribadi.
Back To Top