28 December 2016

Pengertian Apresiasi : Manfaat Apresiasi

Pengertian Apresiasi

Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya, sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. Dalam pengertian yang lebih luas, apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati, mengamati, menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni.

Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, apresiasi adalah setiap penilaian baik; penghargaan; seperti misalnya – terhadap karya – karya sastra atau pun karya seni.

Hornby

Menurut Hornby, dalam Sayuti, pengertian apresiasi mengacu kepada pengertian pengenalan dan pemahaman yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.

Aminuddin

Menurut Aminuddin, apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau pun kepekaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh pengarangnya.

Elliyati

Menurut Elliyanti, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-benar dalam.

Effendi

Menurut Effendi, pengertian apresiasi merupakan aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.

Albert R. Candler

Menurut Albert R. Candler, apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya. Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan kontemplatif dan intuitif).

Prayogi

Menurut Prayogi, apresiasi merupakan setiap aktivitas penghargaan yang dilakukan sebagai hasil penggunaan, peresapan, dan penilaian seseorang terhadap sebuah karya sastra atau pun karya seni tertentu. Apresiasi juga dapat diartikan sebagai bentuk rasa kagum atau pun kekaguman yang keluar dari diri pengguna atau pun penikmat karya seni atau pun karya sastra tertentu.

Alfred North Whitehead (Jarrett, 1991: 157) 

Mengemukakan bahwa dalam kegiatan pengapresiasian terhadap sesuatu yang dilakukan seseorang adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh sesuatu (untuk memahami sesuatu), berpartisipasi di dalamnya, dan penilaian secara keseluruhannya.
Jarret sendiri menyatakan bahwa apresiasi dapat berupa perhatian (attention) terhadap sesuatu (Jarrett, 1991: 153). Lebih lanjut, Jarrett (1991: 156) juga menyatakan bahwa pengapresiasian terhadap sesuatu tersebut dapat berupa ketertarikan (interesting), pemanfaatan (worthwhile), dan kesenangan (enjoyment) dalam mempelajarinya.

G. H. Hardy (Hardy, 2005: 15) 

Yang mengungkapkan seseorang yang appreciate terhadap sesuatu maka orang tersebut menikmati (enjoy) sesuatu tersebut (enjoyment).

John Dewey (Dewey, 2001: 248) 

Yang menyatakan bahwa apresiasi dapat dimaknai sebagai menikmati suatu pengalaman atau kesenangan (enjoyment) terhadap sesuatu. Dalam buku yang sama, John Dewey (Dewey, 2001: 262) juga mengungkapkan ”...appreciation; that is, to understanding and enjoyment of...”, yang mana apresiasi dapat dimaknai sebagai pemahaman (understanding) dan kesenangan (enjoyment) terhadap sesuatu. Lebih lanjut, John Dewey menyatakan bahwa pemanfaatan (worth) merupakan bagian yang penting dari apresiasi. Kegiatan pemanfaatan tersebut dapat berupa kegiatan pengulangan pengalaman dengan penuh makna (Dewey, 2001: 242).

Tingkatan Apresiasi

Apresiasi mempunyai tiga tingkatan, yaitu apresiasi empatik, apresiasi estetis, dan apresiasi kritis.

  1. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni.
  2. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam.
  3. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat, dengan analisis, interpretasi, dan peneilaian yang bertanggung jawab.

Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini, seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu.

Tujuan Apresiasi Dalam Kehidupan

  • Membuat Bahagia

Kebahagiaan adalah pondasi utama dalam pertumbuhan optimal. Apresiasi adalah sumber kebahagiaan bagi anak. Atmosfir yang menyenangkan membuat anak tumbuh dengan emosi positif. Hal ini secara luas akan menyehatkan bagi mental anak.

  • Mendatangkan Energi

Apresiasi membuat anak bergairah. Kesenangan dari mendapatkan pujian atau hadiah, mendatangkan energi bagi anak. Anak adalah sistem yang terbuka untuk masuknya energi. Penyerapan energi akan lebih optimal jika dalam keadaan senang, terutama jika perilaku atau hasil karyanya diapresiasi.

  • Menciptakan Sesuatu

Apresiasi sama dengan perayaan, atau boleh disebut juga syukuran. Merayakan keberhasilan sebenarnya bertujuan, agar keberhasilan tersebut dapat terulang. Memberikan apreasiasi atas perilaku atau hasil karya anak, membuat mereka akan mengulanginya. Jika kita tidak memberikan apresiasi, bahkan mencelanya, maka daya cipta anak akan mati.
Back To Top