Pengertian Deposito : Jenis Dan Bentuk

Pengertian Deposito 

Pengertian deposito menurut Simorangkir (1985 : 92)
adalah : Deposito yaitu tiap jumlah uang yang bisa disetor oleh seorang debitur atau penyewa sebagai uang panjar atau uang muka, baik sudah dikredit ataupun bakal dikredit padanya atas nama deposito atau uang muka, baik jumlah itu bakal sudah dibayar pada creditur atau yang memiliki atau seorang yang lain, atau bakal sudah dilunaskan lewat pembayaran uang atau transfer atau lewat penyerahan beberapa barang atau mungkin dengan langkah lain.

Meurut Undang-Undang No. 10/1998, Pasal 1 ayat 7 (1998 : 7) yang memberi pengertian deposito yaitu sebagai berikut : Deposito yaitu simpanan yang penarikannya cuma bisa dikerjakan pada saat spesifik bersumber pada kesepakatan nasabah penyimpan dengan bank.

Sedang menurut Thomas Suyatno (1989 : 36), pengertian deposito yaitu : Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya cuma bisa dikerjakan kurun waktu spesifik menurut kesepakatan pihak ketiga dengan bank yang berkaitan.

Selain berfungsi sebagai tabungan berjangka, manfaat lain dari deposito yaitu sebagai salah satu produk investasi yang paling menguntungkan. Mengutip pendapat dari PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/5/2015), bahwa ternyata produk investasi berupa deposito memiliki rerata keuntungan yang relatif stabil dibanding produk lainnya seperti saham, emas dan obligasi pemerintah. Bahkan sampai 20 April 2015 ini, produk deposito menduduki rerata keuntungan nomor dua terbesar setelah saham, yaitu dengan persentase 7,21% dengan imbal hasil dari deposito adalah rata-rata bunga deposito 1 bulan. Artinya, peluang untuk berinvestasi berupa deposito masih memiliki peluang yang bagus dari tahun ke tahun.

Beberapa jenis Deposito 

Biasanya deposito bisa dikelompokkan menurut periode waktu menuju maturity. Beberapa penggolongan deposito tersebut yaitu sebagai berikut ini :

  • Permintaan deposit (Rekening Koran) 

Permintaan deposit (rekening koran) pada bank-bank di Amerika Serikat bisa dikelompokkan menjadi empat jenis, yakni :

  1. Inter bank deposit (deposito-deposito antar bank) yakni deposito yang disimpan, baik dengan bank yang mendepositokan ataupun untuk yang menerimanya
  2. Deposito-deposito pemerintah Amerika Serikat untuk bank-bank dagang disebut dengan oleh bank-bank sebagai rekening–rekening pajak serta pemberian utang (Tax and loan atau T & accounts), lantaran muncul beberapa sistem perpajakan serta pemberian utang. 
  3. Deposito negara sisi serta daerah, adalah deposito-deposito beragam jenis pembagian unsur politik termasuk juga distrik-distrik, sekolah dsb. 
  4. Deposito-deposito pemerintahan yang disimpan oleh beberapa individu firma-firma serta perusahaan-perusahaan yang berupa tubuh hukum. 


  • Time deposits 

Tidak seperti deposito-deposito rekening koran yang biasanya homogen jenisnya, deposito berjangka serta deposito tabungan di tawarkan dalam bermacam macam bentuk. Akan tetapi, ciri yang umum serta sama dari deposito-deposito itu yaitu keharusan bank membayar tingkat bunga lantaran nasabah membutuhkan periode waktu spesifik saat sebelum deposito-deposito itu dicairkan kembali.

Ada tiga jenis bentuk mendasar dari deposito berjangka dan deposito tabungan, yakni :

  1.  Deposito tabungan dan buku kas (pas-book) Adalah bentuk deposito yang paling di kenal di antara beragam jenis rekening simpanan dan tidak ada jatuh saat spesial untuk deposito itu, dan dalam prakteknya dana-dana yang didepositokan dalam rekening-rekening itu bisa ditambahkan dan ditarik kembali pada saat yang sesuai sama untuk depositonya. Deposito-deposito tabungan kekhasnya, yaitu membayar tingkat bunga yang lebih rendah dari pada deposito-deposito berjangka. 
  2. Sertifikat deposito berjangka Di lain pihak ada juga yang mendeskripsikan sertifikat deposito sebagai simpanan berjangka atas pembawa atau unjuk dengan izin otoritas moneter serta di keluarkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang bisa diperjualbelikan atau dipindahtangankan pada pihak ketiga. Dalam kaitan ini bunga dibayar dimuka dalam arti dipotong dari nominalnya pada saat sertifikat deposito itu dibeli. Umpamanya sertifikat deposito berjangka nominal Rp. 1. 000. 000 dibeli tunai dengan Rp. 940. 000, sesudah sertifikat jatuh tempo bakal di terima kembali duit sebesar Rp. 1. 000. 000. Sertifikat deposito bisa diperjualbelikan kurang dari 1 bln., 3 bln., 6 bln., 12 bln.. Bunga yang didapatkan dari tiap bank yang menerbitkan sertifikat tidak sama satu dengan yang lain. 
  3. Ketidaksamaan bergantung dari kekuatan serta keperluan bank berkaitan atas dana yang dikehendaki untuk ditarik dari orang-orang. Dari keterangan mengenai sertifikat deposito itu diatas bisa dikemukakan beberapa hal sebagai berikut ini : 


  • Sertifikat deposito bank yaitu bukti penerimaan beberapa duit yang di keluarkan oleh bank. 
  • Terikat pada sebuah periode waktu spesifik. 
  • Diberikan imbalan yang umumnya dibayar dimuka pada ketika beli sertifikat deposito. 
  • Bank yang keluarkan sertifikat deposito mempertanggungjawabkan semua harta kekayaannya. 
  • Di keluarkan atas unjuk. 
  • Bisa diperjualbelikan atau dipindahtangankan cuma lewat cara penyerahan. 
  • Pengeluaran sertifikat deposito sesuai sama Undang-undang yang berlaku di negara yang berkaitan. 
  • Bebas pajak atas bunga, deviden serta royalty. 
  • Bisa jadikan jaminan atas credit. 
  • Jadi kadaluarsa sesudah 30 th. mulai sejak tanggal periode waktunya. 

Tidak hanya itu di kenal juga arti sertifikat deposito yang dirundingkan serta sertifikat deposito yang tidak dirundingkan. Ketidaksamaan mendasar pada keduanya yaitu kalau sertifikat deposito yang bisa dirundingkan bisa di jual saat sebelum jatuh temponya oleh konsumen deposito asli (perdana), sedang pada sertifikat deposito yang tidak bisa dirundingkan, cuma konsumen asli yang disebut hanya satu orang yang bisa menguangkannya.

Deposito-deposito berjangka, rekening terbuka 

Kata terbuka dalam arti rekening terbuka memiliki arti beberapa deposan bisa meningkatkan jumlah barang pada deposito-deposito sesuka hatinya. Dalam arti kalau jumlah tidak ditetapkan oleh Bank. Tetapi pengembangannya sesuai sama prinsip deposito, tidak dapat ditarik saat sebelum waktunya. Deposito berjangka ini di keluarkan atas nama.

Seperti yang sudah dikemukakan diatas kalau deposito-deposito berjangka ini di keluarkan dalam beragam jenis oleh bank. Beberapa bentuk lain salah satunya yaitu :


  • Deposit on Call, yakni simpanan yang ada dalam bank sepanjang deposan membutuhkannya, tidak sama dengan deposito berjangka yang lain jika seseorang mau menarik simpanannya terlebih dulu dia mesti memberitahu pada bank, sesuai sama kesepakatan pada deposan dengan bank. Diluar negeri deposit on call ini banyak disenangi oleh beberapa nasabah. 
  • Deposit Automatic Roll-Over. Bila deposito yang sudah jatuh tempo, namun utang pokok belum diuangkan memiliki arti uang deposan menganggur tanpa duit bunga, namun tidak sekian perihal dengan deposit automatic roll over secara automatis diperhitungkan dengan bunganya sekian dengan juga deposito yang habis waktunya serta deposan terlambat menarik uang depositonya yang udah jatuh tempo.

Related Posts

Pengertian Deposito : Jenis Dan Bentuk
4/ 5
Oleh