06 December 2016

Pengertian Dongeng : Bentuk Dan Ciri

Pengertian Dongeng

Pengertian Dongeng yaitu narasi impian atau narasi yang tidak betul-betul terjadi. Dongeng umumnya berbentuk menghibur dan memiliki kandungan nilai pendidikan. Dongeng yaitu narasi yang dikarang serta dikisahkan kembali secara berkali-kali oleh beberapa orang. Narasi itu dapat di buat lantaran di inspirasi dari sebuah momen. Sedang pengertian dongeng menurut James Danandjaja, dongeng yaitu termasuk juga narasi rakyat lisan yang tidak dikira betul-betul terjadi oleh empunya narasi. Dongeng juga tidak terikat oleh tempat ataupun saat, lantaran dongeng dikisahkan terlebih untuk menghibur. Walau sekian, banyak juga dongeng yang diisi ajaran moral, menggambarkan kebenaran, bahkan juga ada juga bentuk dongeng yang memiliki kandungan sindiran.

Pengertian dongeng menurut website ensiklopedi wikipedia bahasa Indonesia :
Dongeng yaitu bentuk sastra lama yang bercerita tentang sebuah peristiwa yang mengagumkan berbentuk fiksi atau impian yang dikira adalah sebuah hal yang tidak mungkin saja terjadi.

Dongeng adalah bentuk narasi tradisional atau narasi yang di sampaikan secara terun-temurun dari nenek moyang yang mempunyai manfaat untuk mengajarkan nilai-nilai moral serta sebagai hibuaran.

Dari pengertian dongeng di atas, kita dapat mengambil point perlu kalau dongeng itu adalah satu diantara karya sastra yang bercerita sebuah hal fiktif untuk di ambil pelajaran serta sebagai hiburan untuk orang-orang.

Bentuk Tipe Dongeng 


  • Mite adalah dongeng yang menceritakan tentang kehidupan makhluk halus, setan, jin ataupun dewa-dewi. Misalnya yaitu dongeng dewi sri. 
  • Legenda adalah narasi yang lahir di dalam orang-orang yang terkait dengan keaadan atau sebuah momen yang terjadi pada saaat itu serta mehirkan sebuah asal usul sebuah satu nama daerah atau kondisi alam yang terjadi. Misalnya yaitu legenda banyuwangi, malin kundang, legenda danau toba dll 
  • Fabel adalah narasi yang mengangkat binatang sebagai tokoh serta bercerita mengenai kehidupan mereka. Misalnya Sang kancil 
  • Hikayat adalah satu dongeng yang bercerita mengenai kehebatan maupun kepahlawanan seorang komplit dengan kesaktian, keanehan dan mukjizat tokoh paling utama. Misalnya, Hikayat Si Miskin, Hikayat Sri Rama 
  • Parabel yaitu sebuah dongeng yang memakai perumpamaan yang memakai kiasan kiasan yang mempunyai tujuan untuk mendidik pembacanya. Misalnya sepasang selot kulit. 
  • Dongeng orang pendir yaitu dongeng yang berbentuk jenaka yang bercerita mengenai pengalaman pengalaman konyol ataupun perilaku sang tokoh yang cerdik dan jenaka. Misalnya dongeng abu nawas. 


Dongeng terbagi dalam beberapa bentuk. Menurut Thomson yang diambil Danandjaja (2007 : 86), Jenis-jenis dongeng kedalam empat kelompok besar yaitu:

  1. Dongeng binatang (animal tales) yaitu dongeng yang ditokohi binatang peliharaan serta binatang liar, seperti binatang menyusui, burung, binatang melata (reptilia), ikan, serta serangga. Binatang-binatang itu dalam narasi bentuk ini bisa bicara serta berakal budi seperti manusia.
  2. Dongeng umum (ordinary folktales) yaitu bentuk dongeng yang ditokohi manusia serta umumnya yaitu cerita sukai duka seseorang. Di Indonesia dongeng umum yang paling popular yaitu yang bertipe Cinderella. Dongeng umum yang bertipe Cinderella di Indonesia banyak. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur umpamanya yaitu dongeng Ande-ande Lumut, Si Melati, Si Kecubung, di Jakarta Bawang Putih dan Bawang merah, serta di Bali I Kesuna Ian I Bawang.
  3. Lelucon serta anekdot (jokes and anecdotes) yaitu dongeng-dongeng yang bisa menyebabkan rasa menggelikan hati, hingga menyebabkan ketawa untuk yang mendengarkannya ataupun yang meneritakannya. Meskipun sekian untuk kolektif atau tokoh spesifik, sebagai tujuan dongeng itu, bisa menyebabkan rasa sakit hati. Ketidaksamaan lelucon serta anekdot yaitu : Anekdot menyangkut cerita fiktif lucu pribadi seorang tokoh atau beberapa tokoh, yang betul-betul ada, lelucon menyangkut cerita fiktif lucu anggota sebuah kolektif, seperti suku bangsa, kelompok, bangsa, dan ras. Dapat dikira sebagai sisi dari kisah hidup fiktif pribadi spesifik, sedang lelucon bisa dikira sebagai karakter atau perilaku fiktif anggota sebuah kolektif tertentu.
  4. Dongeng berumus (formula tales) Dongeng yang strukturnya terbagi dalam pengulangan. Dongeng-dongeng berumus memiliki beberapa subbentuk, yaitu : 
  • Dongeng bertimbun banyak (cumulative tales)
  • Dongeng untuk mempermaikan orang (catch tales).
  • Dongeng yang yang tidak memiliki akhir (endless tales). 

Ciri-Ciri Dongeng yang Benar 

Dongeng termasuk juga narasi rakyat dan menjadi sisi kebiasaan lisan yang di sampaikan dari mulut ke mulut. Sastra lisan itu memiliki beberapa tanda atau ciri yang mengisyaratkan dongeng atau sastra lisan sebagai berikut ini.

Menurut Pudentia (1998 : 187) menyampaikan Ada dua ciri pokok yang bisa dipakai, yakni:

  1. Dapat dikatakan serta didengar.
  2. Kondisi tatap muka. Arti dari pendapat itu yang termasuk juga ciri sastra lisan yakni ada sebagai pembicara untuk menyampaikan atau mengemukakan serta ada juga sebagai pendengar dalam kondisi tatap muka tanpa ada panghalang saat.

Pendapat diatas, di jabarkan lebih komplit lagi menurut Danandjaja (2007 : 3) yang menyampaikan kalau ciri dongeng sebagai berikut ini :

penyebaran dan pewarisannya dikerjakan secara lisan, yaitu:

  • Disebarkan lewat bicara dari mulut ke mulut (atau mungkin dengan sebuah contoh yang dibarengi dengan gerak isyarat, serta alat pembantu pengingat), dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
  • Disebarkan di antara kolektif spesifik kurun waktu yang cukup lama ; 

Hal semacam ini disebabkan oleh langkah penyebaran dari mulut ke mulut (lisan) berbentuk anonim, yakni nama penciptanya udah tidak di ketahui orang lagi, umumnya memiliki bentuk berumus atau berpola seperti kata klise, ungkapan-ungkapan tradisional, kalimat-kalimat atau kalimat pembukaan serta penutup baku ;

  • Memiliki manfaat (function) dalam kehidupan berbarengan sebuah kolektif, sebagai alat pendidik, pelipur lara, memprotes sosial serta proyeksi hasrat yang terpendam ; 
  • Berbentuk pralogis, yakni memiliki logika sendiri yang tidak sesuai sama logika umum ; 
  • Jadi punya berbarengan dari kolektif spesifik. Hal semacam ini dikarenakan penciptanya yang pertama udah tidak di ketahui lagi, hingga tiap anggota kolektif yang berkaitan terasa memilikinya.
  • Berbentuk polos serta lugu, hingga kerapkali nampaknya kasar, sangat spontan. Hal semacam ini bisa dipahami kalau dongeng juga adalah proyeksi emosi manusia yang paling jujur manifestasinya 


pendapat diatas dapat di simpulkan kalau ciri dari dongeng yakni penyebarannya melaui lisan dari mulut ke mulut serta penciptanya tidak di ketahui lagi hingga jadi punya berbarengan, dan memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari
Back To Top