15 January 2017

Pengertian Gempa Bumi : Penyebab terjadinya gempa bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran pada bumi yang berasal dari peristiwa-peristiwa di dalam kulit bumi. Gempa Tektonik diakibatkan oleh peristiwa patah dan bergesernya suatu massa batuan. Gempa Vulkanik disebabkan oleh gerakan magma menuju permukaan bumi. Disamping itu, ada pula gempa runtuhan atau terban. Gempa runtuhan atau terban adalah gempa yang disebabkan oleh runtuhnya gua-gua kapur atau terowongan tambang. Diantara tiga jenis gempa tersebut yang paling banyak terjadi adalah gempa tektonik, lebih dari 90%. Kekuatannya besar dan meliputi daerah yang sangat luas. Gempa vulkanik terjadi menjelang letusan gunung api dan hanya dirasakan di sekitar gunung itu sendiri.

Gempa runtuhan paling jarang terjadi dan hanya dirasakan disekitar runtuhan. Pusat timbulnya gerakan di dalam kerak bumi disebut hiposentrum (fokus). Titik pada permukaan bumi di atas hiposentrum disebut episentrum. Dari episentrum, gelombang permukaan merambat ke segala arah seperti gelombang air kolam yang hanya terjadi jika kita melempar batu ke dalamnya. Berdasarkan arah gelombang, gempa dapat dibedakan atas tiga jenis antara lain :
  • Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh letusan gunung api. Pada umumnya getaran yang kuat hanya ada di sekitar gunung api itu saja. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama letusan gunung api terjadi.
 Sebab sebab terjadinya gempa vulkanik yaitu :
  1. Tumbukan antara magma dengan dinding-dinding gunung api.
  2. Tekanan gas pada letusan yang sangat kuat.
  3. Perpindahan mendadak dari magma di dalam dapur magma.
  4. Gempa vulkanik hanya sekitar 7% dari seluruh gempa yang pernah terjadi di dunia.
  • Gempa runtuhan/ tanah terban, terjadi pada daerah yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah. Misalnya :
  1. Daerah kapur yang banyak sungai-sungai atau gua-gua di bawah tanah yang tidak sanggup lagi menahan atap gua.
  2. Daerah pertambangan yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah untuk mengambil bahan tambang. Pada daerah ini sering terjadi tanah terban. Gempa runtuhan / tanah terban ini jarang sekali terjadi dan hanya menempati 3 % dari jumlah gempa yang terjadi.
  • Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergeseran tiba-tiba di dalam kulit bumi dan hal ini sangat erat hubungannya dengan pembentukan pegunungan. Gempa tektonik disebut pula gempa dislokasi. Gempa tektonik terjadi jika terbentuk patahan-patahan yang baru, atau terjadi pergeseran-pergeseran di sepanjang patahan akibat ketegangan di dalam kerak bumi. Gempa tektonik meliputi 90 % dari gempa yang terjadi di bumi.
Getaran gempa bumi merambat sebagai gelombang sesuai dengan syarat-syarat dalam ilmu fisika. Perambatan gelombang gempa dapat disamakan dengan gelombang yang terjadi karena sebuah batu dijatuhkan di dalam air. Di tempat jatuhan batu gelombang yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan tempat lain.

Demikian pula gempa, pada tempat yang dekat dengan pusat gempa getarannya lebih kuat. Makin jauh dari pusat gempa getarannya makin lemah. Sumber gempa bumi yang terdapat di dalam bumi disebut hiposentrum sedangkan daerah yang tegak lurus dengan pusat gempa disebut episetrum. Kekuatan gempa tidak selalu sama walaupun terjadi dalam satu daerah.

Kekuatan gempa di suatu daerah selain dipengaruhi oleh jaraknya dengan episentrum, juga sangat tergantung pada kekuatan gempa itu sendiri dan kedalaman pusat gempa di dalam bumi. Makin dangkal hiposentrumnya, makin kuat gempa yang dirasakan di permukaan bumi.

Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, ada 3 jenis gempa bumi, yaitu :
  1. Gempa dangkal, dengan kedalaman hiposentrum kurang dari 60 km.
  2. Gempa menengah dengan kedalaman hiposentrum antara 60 km-300 km.
  3. Gempa dalam dengan kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km.
Gempa bumi sendiri memiliki berberapa macam macam gempa bumi. Macam macam gempa bumi dapat dilihat berdasarkan lokasinya, gelombangnya, penyebabnya, serta kedalamannya.

Berdasarkan Lokasinya

Gempa bumi berdasarkan lokasinya adalah, gempa bumi yang dibagi berdasarkan lokasi terjadinya. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu darat dan laut.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Darat

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi di darat. Gempa bumi ini, terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di darat. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, tetapi mampu menghancurkan gedung, bahkan membuat kebakaran pada kota.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Laut

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di dasar laut. Gempa bumi memiliki potensi menciptakan tsunama, akibat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah gempa, menyebabkan air menjadi naik, dan menciptakan tsunami (Baca: Penyebab Tsunami dan Akibatnya).

Berdasarkan Gelombang

Gelombang adalah salah satu penyebab terjadinya gempa bumi. Gelombang ini berasal dari pusat gempa yang disebut hiposentrum. Hiposentrum adalah titik utama dari gempa yang sedang terjadi. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu primer dan sekunder.

  • Gempa Berdasarkan Gelombang Primer

Gempa yang berdasarkan gelombang primer, adalah gempa yang bersifat merambat. Gelombang ini berasal dari pusat gempa dengan kecepatan hingga 14 km per detik. Gempa ini adalah gempa permulaan, sebelum gempa susulan.

  • Gempa Bumi Berdasarkan Gelombang Sekunder 

Gempa yang diakibatkan dari gelombang ini, sama dengan gelombang primer. Yang membedakan adalah, gempa ini meliki kecepatan yang lebih lambat. Kecepatan gelombang ini hanya sekitar 7 km per detik. Gempa ini biasanya susulan dari gempa pertama yang lebih kuat.

Berdasarkan Penyebabnya

Gempa bumi ini berasal dari sebab yang berbeda- beda. Gempa bumi dapat terjadi akibat kejadian alam, maupun kejadian yang diciptakan oleh manusia. Berikut ini 4 jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya.
  1. Gempa Tektonik  adalah gempa yang terjadi akibat bergesernya lempeng-lempeng tektonik. Lempeng tektonik adalah lempeng yang ada didunia. Lempeng- lempeng ini membentuk benua- benua di dunia. Gerakan lempeng- lempeng ini bisa saling mendekat maupun menjauh. Jika lempeng- lempeng ini saling bersinggungan, memiliki potensi menciptakan gempa bumi yang sangat besar.
  2. Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi pra dan pasca letusan gunung api. Letusan gunung api, berasal dari terjadinya tekanan panas di dapir magma yang ini keluar, mencari tekanan yang lebih rendah. Akibatnya, tekanan tersebut menggerakkan lapisan bumi, dan mengetarkannya. Gunung api yang mau meletus, akan mengakibatkan gempa bumi kecil yang terjadi berulang- ulang. Dan saat meletus, akan menghasilkan getaran yang kuat (Baca: Gejala Vulkanisme Gunung Berapi).
  3. Gempa Bumi Akibat Runtuhan dan Benturan adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya longsor. Longsor ini bisa diakibatkan oleh erosi atau gunung kapur yang runtuh (Baca: Proses Terjadinya Longsor dan Penyebabnya). Jatuhnya batuan dan tanah akibat longsor, menyebabkan getaran kecil pada kulit bumi. Selain itu, benturan dari meteor yang jatuh ke bumi, juga menyebabkan terjadinya gempa bumi.
  4. Gempa Bumi Akibat Manusia, Gempa bumi tidak hanya disebabkan oleh alam. Manusia juga memiliki kemampuan dalam menciptakan gempa bumi. Gempa bumi ini, terjadi akibat pemakaian bahan peledak berkekuatan besar. biasanya bahan peledak ini, dipakai untuk menghancurkan gedung- gedung yang sudah tidak terpakai, atau melubangi gunung yang dipakai untuk pertambangan. Pertambangan yang hancur, juga dapat menyebabkan gempa bumi.
Back To Top