05 January 2017

Pengertian Laporan Keuangan : Macam, Pengguna Dan Tujuan Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi pada suatu periode akuntansi Pengertian, Jenis/Macam-macam, dan Tujuan Laporan Keuangan yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan/organisasi tersebut. (Wikipedia)

Laporan keuangan adalah informasi yang disajikan untuk membantu stakeholders dalam membuat keputusan sosial, politik dan ekonomi sehingga keputusan yang diambil bisa lebih berkualitas (Mahmudi, 2007:11).

Laporan keuangan merupakan ringkasan dari proses pencatatan, yang merupakan ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh pihak manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan kepadanya oleh pemilik perusahaan (Baridwan, 1997).

Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 komponen diantaranya :

  • laporan laba rugi, 
  • laporan perubahan modal, 
  • neraca, 
  • laporan arus kas, 
  • dan catatan atas laporan keuangan.  
Perusahaan dianjurkan untuk menyajikan laporan keuangan yang menjelaskan karakteristik utama yang mempengaruhi kinerja keuangan, posisi keuangan perusahaan dan kondisi ketidakpastian (IAI, 2007).

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

  • SOFYAN S. HARAHAP

Laporan keuangan merupakan laporan yang menggambarkan kondisi keuangan serta hasil usaha dari sebuah perusahaan pada periode tertentu. Lapkeu juga dapat menjadi gambaran kapabilitas sebuah perusahaan, apakah perusahaan tersebut dalam kondisi manajemen yang baik atau tidak.

Di samping itu, adanya laporan keuangan juga sangat membantu perusahaan untuk menentukan kebijakan ekonomi bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan tersebut.

  • MUNAWIR

Laporan keuangan ialah data historis yang juga merupakan laporan kemajuan suatu perusahaan. Lebih lanjut lagi, beliau memaparkan bahwa lapkeu terdiri dari data yang merupakan kombinasi fakta-fakta, prinsip keuangan, kebiasaan dalam akuntansi, serta pendapat pribadi.

  • ZAKI BARIDWAN

Laporan keuangan merupakan rangkuman transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode buku yang bersangkutan.

Macam-Macam Laporan Keuangan

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi, adalah laporan keuangan yang menyajikan detail atau rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan atau mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian pada periode tersebut.

  • Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Laporan perubahan modal, adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi, berfungsi untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang.

  • Neraca (Balance Sheet)


Neraca, adalah laporan keuangan yang menunjukkan jumlah harta, utang, dan modal dari sebuah perusahaan selama satu periode akuntansi di perusahaan tersebut.

  • Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Laporan arus kas, adalah laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui arus kas masuk dan kas keluar, dan juga melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode. Arus kas masuk seperti pendapatan atau pinjaman dari pihak lain sedangkan arus kas keluar seperti biaya-biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan.

  • Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan, adalah laporan keuangan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan lain yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi atau penjelasan secara rinci atau detail yang dianggap perlu terhadap laporan keuangan yang ada. Tujuannya agar pengguna laporan keuangan menjadi jelas dengan data yang disajikan.

Pengguna Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya hanya digunakan oleh segelintir orang saja. Tidak semua orang mau dan juga diperbolehkan untuk menggunakan laporan keuangan sebuah perusahaan. Beberapa pihak yang biasanya menggunakan laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Investor

Para penanam modal alias investor memiliki kepentingan untuk mengetahui laporan keuangan perusahaan tempat mereka menanamkan modalnya. Laporan keuangan dapat membantu para investor untuk membuat keputusan apakah mereka harus membeli atau menjual investasi tersebut.

  • Karyawan

Laporan keuangan juga dapat memberikan gambaran mengenai stabilitas keuangan perusahaan kepada para karyawannya. Melalui lapkeu, para karyawan dapat memperkirakan serta menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan upah, kesempatan kerja, dan manfaat pensiun.

  • Pemerintah

Pemerintah melalui lembaga-lembaga yang mewakilinya juga memiliki hak untuk mengetahui laporan keuangan suatu perusahaan. Hal tersebut berkaitan dengan alokasi sumber daya serta menetapkan kebijakan pajak yang harus dikenakan terhadap perusahaan yang bersangkutan.

  • Kreditur

Para pemasok dan kreditur usaha tertarik untuk menggunakan laporan keuangan agar dapat memastikan jumlah dana yang terhutang dapat dibayarkan perusahaan tepat ketika jatuh tempo.

  • Pelanggan

Pelanggan berkepentingan untuk menggunakan laporan keuangan terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan. Lapkeu juga dapat memberikan gambaran kepada para pelanggan mengenai keberlangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (IAI, 2007) tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan yang berguna untuk membuat keputusan ekonomi dan menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Untuk mencapai tujuan ini, laporan keuangan memberikan informasi tentang perusahaan yang meliputi: (1) aset; (2) kewajiban; (3) modal/ekuitas; (4) pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian; dan (5) arus kas.
Accounting Principles Board Statement No. 4 (dalam Belkaoui, 2006, h.212) mengklasifikasikan tujuan laporan keuangan menjadi 3 yaitu tujuan khusus, tujuan umum, dan tujuan kualitatif, dan menempatkan mereka di bawah suatu kumpulan pembahasan. Tujuan-tujuan ini dapat diringkas sebagai berikut:

  • Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan.
  • Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:


  1. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber kekuatan ekonomi dan kewajiban bisnis untuk mengevaluasi keuntungan dan kerugian, menunjukkan pendanaan dan investasi, evaluasi kemampuan untuk memenuhi komitmennya, menunjukkan berbagai dasar sumber daya bagi pertumbuhannya.
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk membuat keuntungan agar dapat menyajikan harapan pengembangan dividen kepada investor; menunjukkan kemampuan operasi perusahaan dalam membayar kreditor dan pemasok, menyediakan lapangan kerja bagi karyawankaryawannya, membayar pajak, dan menghasilkan dana untuk ekspansi bisnis; memberikan informasi untuk perencanaan dan pengendalian terhadap manajemen; menyajikan keuntungan jangka panjang.
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk memperkirakan potensi pendapatan bagi perusahaan.
  4. Untuk memberikan informasi lain yang diperlukan mengenai perubahan dalam sumber daya ekonomi dan kewajiban.
  5. Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pengguna laporan.


  • Tujuan kualitatif dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:


  1. Relevansi, yang berarti pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk memberikan bantuan kepada pengguna dalam keputusan ekonomi mereka.
  2. Dapat dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi yang jelas, namun pengguna harus dapat memahaminya.
  3. Dapat diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
  4. Netralitas, yang berarti bahwa informasi akuntansi yang ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna, bukan kebutuhan khusus dari pengguna pengguna tertentu.
  5. Ketepatan waktu, yang berarti komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari keterlambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  6. Komparabilitas (daya banding), yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan.
  7. Kelengkapan, yang berarti sudah dilaporkannya semua informasi yang secara wajar memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.
Back To Top