05 January 2017

Pengertian Paradigma : Macam Dan Fungsi Paradigma

Pengertian Paradigma

Paradigma adalah cara orang melihat diri mereka sendiri dan lingkungan yang akan mempengaruhi pemikiran (kognitif), sikap (afektif), dan perilaku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai-nilai, dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, disiplin intelektual.

Paradigma Kata itu sendiri berasal dari Inggris abad pertengahan yang merupakan kata pinjaman dari bahasa Latin pada 1483, yang berarti bahwa paradigma model atau pola; Paradeigma Yunani (yang + deiknunai) yang berarti “membandingkan”, “berdampingan” (para) dan show (deik).

Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli


  • Menurut Robert Friedrichs(1970)


Dasar pandangan disiplin pada apa materi pelajaran yang harus dipelajari

  • Menurut Patton(1975)

Sebuah pandangan dunia, sebuah sudut pandang umum, atau cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata.

  • Menurut George Ritzer(1980)

Pandangan mendasar ilmuwan tentang apa materi pelajaran harus dipelajari oleh cabang atau disiplin, dan apa aturan yang harus diikuti dalam menafsirkan informasi yang akan dikumpulkan informasi yang dikumpulkan dalam menanggapi isu-isu ini.

  • Menurut Harmon (dalam Moleong, 2004: 49)

Paradigma adalah cara mendasar untuk memahami, berpikir, menilai dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu yang khusus tentang realitas.

  • Menurut Bogdan (dalam Mackenzie & Knipe, 2006)

Menyatakan bahwa paradigma adalah kumpulan longgar sejumlah asumsi, konsep, atau proposisi logis terkait, yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian.

  • Menurut Biklen

Paradigma adalah kumpulan longgar sejumlah asumsi, konsep, atau proposisi logis terkait, yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian.

  • Menurut Baker (dalam Moleong, 2004: 49)

Paradigma sebagai seperangkat aturan yang (1) menetapkan atau mendefinisikan batas-batas; dan (2) menjelaskan bagaimana sesuatu harus dilakukan dalam batas-batas itu untuk berhasil.

  • Cohenn (dalam Mackenzie & Knipe, 2006)

Membatasi paradigma sebagai studi filosofis pelaksanaan tujuan atau motif.

  • Menurut Manion

Paradigma sebagai studi filosofis pelaksanaan tujuan atau motif.

  • Menurut Emzir (2008: 9)

Asumsi psikologis tentang pembentukan tuntutan pengetahuan (klaim pengetahuan), prosedur umum penyelidikan (strategi penyidikan) dan prosedur jaringan dan analisis data dan pelaporan (metode penelitian).

  • Thomas Kuhn

Menurut Thomas Kuhn, pengertian paradigma adalah landasan berpikir atau pun konsep dasar yang digunakan / dianut sebagai model atau pun pola yang dimaksud para ilmuan dalam usahanya, dengan mengandalkan studi – studi keilmuan yang dilakukannya

  • C. J. Ritzer

Menurut C. J. Ritzer, paradigma adalah pandangan mendasar para ilmuan mengenai apa yang menjadi pokok permasalahan yang seharusnya dipelajari oleh satu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

  • Guba

Menurut Guba, pengertian paradigma adalah sekumpulan keyakinan dasar yang membimbing tindakan manusia

  • Denzin & Lincoln (1994:105, dalam Fuad, 2014) 

mendefinisikan paradigma sebagai: “Basic belief system or worldview that guides the investigator, not only in choices of method but in ontologically and epistomologically fundamental ways.” Pengertian tersebut mengandung makna paradigma adalah sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metoda tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis.

Macam-Macam Paradigma

  • Paradigma kualitatif 

Proses penelitian berdasarkan metodologi yang menyelidiki fenomena sosial untuk menemukan teori dari lapangan secara deskriptif dengan menggunakan metode berpikir induktif

  • Paradigma deduksi-induksi 

Penelitian deduksi (penelitian dengan pendekatan kuantitatif). Analisis data- kesimpulan.Penelitian induksi (pendekatan kualitatif). Pengumpulan data- observasi-hipotesis-kesimpulan.

  • Paradigma piramida 

Kerangka berfikir / model penyelidikan ilmiah yang tahapannya menyerupai piramida. Terbagi menjadi :

  1. Piramida berlapis, yang menunjukkan semakin ke atas berarti tujuan semakin tercapai yaitu ditemukannya teori baru. 
  2. Paramida ganda, yang di buat berdasarkan piramida yang sudah ada
  3. Piramida terbalik, piramida yang di buat berdasarkan teori yang sudah ada
  4. Paradigma siklus empiris 
  5. Kerangka berfikir atau model penyelidikan ilmiah berupa siklus 

  • Paradigma rekonstruksi teori. 

Model penyelidikan ilmiah yang berusaha merancang kembali teori atau metode yang telah ada dan digunakan dalam penelitian. Agar model rekonstruksi teori dapat diterapkan dengan baik, pemilihan dan penguasaan teori tertentu yang dianggap relevan deng an penelitian yang sangat menunjang keberhasilan teorinya

Fungsi Paradigma


  • merumuskan tentang apa yang akan dipelajari
  • Persoalan-persoalan apa yang mesti dijawab.
  • Bagaimana seharusnya menjawab persoalan tsb.
  • Aturan-aturan apa yang harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut(biar konsisten)
Back To Top