20 February 2017

Contoh Catatan Kaki (Footnote) dan Cara Membuatnya

Contoh Catatan Kaki (Footnote) dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Catatan Kaki (Footnote) dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Catatan Kaki (footnote)

Sumber: maribelajarbk.web.id
Catatan kaki yaitu satu daftar keterangan khusus yang di mana ditulis di bagian bawah tiap lembaran akhir pada suatu karangan ilmiah.

Catatan kaki juga merupakan bagian yang amat penting dalam satu penulisan karya tulis, catatan kaki umumnya dipakai pada saat penulisan buku, skripsi, makalah serta beberapa karya tulis yang lain.

Sama halnya seperti daftar pustaka, catatan kaki juga mempunyai beberapa persamaan tetapi lebih spesifik dalam soal menjelaskan sumber dari beberapa bacaan yang sudah dilansir.

Catatan kaki umumnya ditulis pada tiap lembar maupun halaman yang mana sumber itu dimuat dalam satu karya tulis, ini tidak sama dengan daftar pustaka di mana penulisannya yang ada pada di akhir satu karya tulis.

Satu diantara kegunaan catatan kaki yaitu sebagai bentuk keterangan mengenai sumber kutipan dari satu karya tulis.

Jenis – Jenis Catatan Kaki (Footnote)

Sumber: bostonglobe.com
Ada beberapa jenis atau jenis – jenis catatan kaki yang umum dipakai dalam satu penulisan pada karya ilmiah, salah satunya:

Catatan kaki lengkap, mesti ditulis dengan menuliskan nama pengarangnya, judul buku, nama atau nomer seri, jumlah jilid, nomer cetakan, nama penerbit, tahun terbit dan nomer halaman.

Catatan kaki singkat, sesuai sama namanya yakni mesti ditulis singkat dan terbagi lagi jadi bagian yakni: 
  1. Ibid: (Adalah singkatan dari kata Ibidium yang artinya sama seperti di atas) untuk contoh catatan kaki yang di mana sumbernya sama juga dengan contoh catatan kaki yang ada pas di atasnya. Langkah penulisannya: ditulis dengan huruf kapital, di garis bawah, diikuti titik dan juga koma serta nomer halaman. 
  2. Op. cit: (Adalah singkatan dari kata opere citato yang artinya adalah dalam karya yang sudah dilansir) umumnya dipakai pada catatan kaki dari sumber yang pernah di ubah, tetapi juga sudah dimasukan catatan kaki yang berasal dari sumber yang lain. Urutan penulisannya: nama pengarang, op. cit nomer halaman. 
  3. Loc. cit: (Adalah singkatan dari kata loco citatao yang artinya yang udah dilansir) sama dengan di atas tetapi dari halaman yang sama, urutan penulisan : nama pengarang loc. it (tanpa nomer halaman) 

Contoh catatan kaki yang baik dan benar 

Dalam menulis satu catatan kaki, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Ini mempunyai tujuan supaya contoh catatan kaki itu bisa dipahami serta memang bermanfaat untuk pembaca. Nah berikut ini yaitu beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam menulis satu catatan kaki:
  1. Catatan kaki umumnya dipisahkan oleh garis yang mana panjangnya 14 karakter dari margin kiri serta berjarak 4 spasi dari teks. 
  2. Catatan kaki mesti ditulis dengan berspasi satu. 
  3. Harus di beri nomer. 
  4. Nomer di catatan kaki mesti melebihi dari 1 baris serta baris kedua maupun berikutnya ditulis seperti teks yang tepat pada margin kiri. 
  5. Bila contoh catatan kaki ditulis melebihi dari 1 baris pada baris ke-2 maupun berikutnya ditulis seperti tepat pada margin kiri. 
  6. Bila contoh catatan kaki melebihi dari 1 jarak keduanya mesti sama juga dengan jarak spasi teks dari catatan kaki kedua. 
  7. Dari tepi kertas yang ada di bagian bawah, jarak baris paling akhir dari catatan kaki harus 3 cm. 
  8. Keterangan pada catatan kaki yang sangat panjang tidak bisa di langkaukan pada halaman berikutnya, alangkah baiknya potong tulisan asli dari pada mesti memotong satu catatan kaki. 
  9. Bila ada keterangan yang sama tertulis, cukup ditulis kata ibid dari pada mesti mengulang keterangan dari catatan kaki. 
  10. Tetapi bila ada keterangan yang sama saja tetapi tidak terurut, berikanlah keterangan x x yang disebut nomer keterangan pada keterangan sebelumnya. 
  11. Bila ditulis melebihi dari 2 orang atau bahkan juga lebih, nama pengarang mesti tercantum semuanya. 
  12. Bila sumber didapat dari Internet, penulisannya: Nama depan serta nama belakang penulis, judul artikel, nama website, alamat atau link website yang lengkap, tanggal kapan artikel tersebut di download.
  13. Bila contoh catatan kaki ditulis melebihi dari 2 orang, mesti ditulis nama pengarang pertama lantas di belakang nya mesti ditulis dkk. 
  14. Pangkat atau gelar yang ada pada nama pengarang tidak perlu dicantumkan atau ditulis pada catatan kaki. 
  15. Judul buku mesti ditulis dengan tulisan miring bila ditulis dengan computer/laptop, namun di beri garis bawah bila ditulis dengan sebuah mesin ketik. 

Contoh catatan kaki/contoh cara penulisannya

Sumber: 1001freedownloads.com
Berikut ini saya berikan beberapa kumpulan contoh catatan kaki yang saya peroleh dan bersumber dari Internet: 
  • Contoh catatan kaki dari Buku 
Budi Martono, Penyusutan serta Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16.
  • Contoh catatan kaki dari artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal) 
Gemala Rabi’ah Hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta : ANRI, 1988), hlm. 8.
  • Contoh catatan kaki artikel dalam satu buku (himpunan karangan) 
David Roberts, “Managing Records in Special Formats“, dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria : D. W. Thorpe, 1993), hlm. 387.
  • Contoh catatan kaki dari Makalah Seminar 
Machmoed Effendhie, “Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan”, Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III serta IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm. 14.
  • Contoh catatan kaki dari Terbitan Pemerintah 
Ketentuan Pemerintah Nomer 34 tahun 1979 mengenai Penyusutan Arsip, pasal 6.
  • Contoh catatan kaki Terbitan Organisasi 
Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52.
  • Contoh catatan kaki Lisan 
Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta.
Contoh catatan kaki dari Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dan lain-lain.)

Erna Handayani dkk., “Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke desentralisasi di P. T. Sari Husada”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28.

Contoh Lainnya:

Sumber: lembar200.blogspot.co.id

Tujuan Catatan Kaki (Footnote) 

  1. Catatan kaki dicantumkan untuk memenuhi kode etik yang berlaku 
  2. Bisa pula sebagai penghargaan pada orang lain yang mungkin saja berjasa dalam penulisan tersebut 
  3. Dipakai untuk menunjuk pada sumber serta pernyataan yang dipakai dalam teks 

Beberapa Jenis Catatan Kaki (Footnote) 

Beberapa macam kutipan yang disertai dengan catatan kaki yang didalamnya ada kutipan langsung serta kutipan tidak langsung, dan kutipan tanpa catatan kaki.
  • Kutipan langsung
Yakni salinan persis dari sumbernya tanpa perubahan. Kutipan ini terdiri dari kutipan langsung kurang dari lima baris serta kutipan langsung terdiri atas limabaris ke atas.
  • Kutipan tidak langsung
Menyadur, mengambil gagasan dari sebuah serta menuliskannya sendiri dengan kalimat serta bahasa sendiri. Penulisan diintegrasikan ke dalam teks, tidak diapit tanda petik, spasi sama juga dengan teks, serta tidak merubah isi atau gagasan penulis aslinya.

Penulisan disertai data pustaka sumber yang dilansir, bisa berbentuk catatan kaki atau data pustaka dalam teks.

Cara menyadur ada dua macam, masing-masing berbeda cara, tujuan serta manfaatnya. Cara pertama yakni meringkas serta yang kedua yaitu membuat ikhtisar
  • Ikhtisar
Penyajian sebuah karangan atau bagian karangan yang panjang berbentuk yang singkat. Ikhtisar bertujuan untuk mengembangkan ekspresi penulisan, menghemat kata, mempermudah pemahaman naskah asli, serta menguatkan pembuktian.
  • Proses meringkas sebagai berikut ini: 
  1. Bertolak dari karangan asli 
  2. Mereproduksi karya asli dalam bentuk ringkasan 
  3. Membuat ringkasan dengan mempertahankan keaslian naskah 
  • Membuat rangkuman
Menyajikan sebuah karangan yang panjang dalam bentuk ringkas, bertolak dari naskah asli, namun tidak menjaga urutan, tidak menyajikan keseluruhan isi, langsung pada inti bahasan yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan. Rangkuman membutuhkan ilustrasi untuk menjelaskan inti masalah.

Teknik pengetikannya: spasi, huruf dan margin sama dengan teks. 
  • Kutipan tanpa catatan kaki
Artikel serta makalah pendek (kurang dari sepuluh lembar) yang tidak menggunakan catatan kaki bisa memakai data pustaka dalam teks.

Pemikiran yang menjadi dasar penulisan demikian, diantaranya: 

  1. Artikel umum dimuat di surat kabar serta majalah popular 
  2. Ruang untuk menuliskan catatan kaki serta bibliografi terbatas 
  3. Penulis cenderung memakai ragam popular, serta lain sebagainya 
Data pustaka dalam teks dipakai dalam menulis karangan pendek, contohnya artikel disurat kabar. Data pustaka bisa diletakkan pada awal kutipan (saduran) serta dapat juga pada akhir kutipan (saduran). Data pustaka yang dituliskan: pencipta gagasan, penulis buku, nama buku, tahundan halaman.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Catatan Kaki (Footnote) dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Catatan Kaki (Footnote) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Catatan Kaki (Footnote). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. bericontoh.com
  2. contohsuratku.com
Back To Top