Contoh Faktur: Lengkap

Contoh Faktur: Lengkap. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Faktur: Lengkap. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Faktur Pajak

Sumber: uangteman.com
Faktur Pajak yaitu bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Artinya, saat PKP menjual sebuah barang atau jasa kena pajak, ia mesti menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya sudah memungut pajak dari orang yang sudah membeli barang/jasa kena pajak itu.

Butuh diingat kalau barang/jasa kena pajak yang diperjual belikan, sudah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

PKP yaitu usaha/perusahaan/pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan/atau JKP yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PKP mesti dikukuhkan terlebih dulu oleh DJP, dengan beberapa kriteria tertentu.

Butuh diingat, Faktur Pajak mesti di buat oleh PKP untuk tiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud, serta ekspor JKP.

Jenis - Jenis Faktur Pajak

Faktur Pajak Keluaran yaitu faktur pajak yang di buat oleh Pengusaha Kena Pajak ketika melakukan penjualan pada barang kena pajak, jasa kena pajak, serta atau barang kena pajak yang termasuk dalam barang mewah;
  1. Faktur Pajak Masukan yaitu faktur pajak yang diperoleh oleh PKP saat melakukan pembelian pada barang kena pajak atau jasa kena pajak dari PKP yang lain; 
  2. Faktur Pajak Pengganti yaitu penggantian atas faktur pajak yang sudah terbit sebelumnya karena ada kekeliruan pengisian, terkecuali kekeliruan pengisian NPWP. Hingga, mesti dilakukan pembetulan supaya sesuai sama kondisi yang sesungguhnya; 
  3. Faktur Pajak Gabungan yaitu faktur pajak yang di buat oleh PKP yang mencakup semua penyerahan yang dilakukan pada pembeli barang kena pajak atau jasa kena pajak yang sama sepanjang satu bulan kalender; 
  4. Faktur Pajak Digunggung yaitu faktur pajak yang tidak diisi dengan jati diri pembeli, nama, serta tanda tangan penjual yang cuma bisa di buat oleh PKP Pedagang Eceran; 
  5. Faktur Pajak Cacat yaitu faktur pajak yang tidak di isi secara lengkap, jelas, benar, dan/atau tidak di tandatangani termasuk juga kekeliruan dalam pengisian kode serta nomer seri. Faktur pajak cacat bisa dibetulkan dengan membuat faktur pjak pengganti; 
  6. Faktur Pajak Batal yaitu faktur pajak yang dibatalkan karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak harus juga dilakukan saat ada kekeliruan pengisian NPWP dalam faktur pajak. 
Ada juga dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur pajak. Yakni dokumen yang tidak mempunyai format seperti faktur pajak pada umumnya, namun tetap dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak.

Misalnya yaitu tagihan listrik, tagihan penggunaan air, tagihan telephone selular, serta lain sebagainya.

Fungsi Faktur Pajak

  1. Peran penting Faktur Pajak sangat bermanfaat untuk PKP. Oleh karena adanya faktur pajak PKP mempunyai bukti kalau PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan sampai pelaporan SPT Masa-masa PPN sesuai sama ketentuan yang berlaku. 
  2. Bila tejadi kekeliruan dalam mengisi faktur pajak, PKP bisa melakukan pembetulan faktur pajak itu. Bila tidak dilakukan pembetulan sama sekali, hal semacam ini bakal merugikan PKP yaitu pada saat auditor mengecek pajak PKP. 

Petunjuk Pengisian Faktur Pajak

Sumber: online-pajak.com
Contoh Faktur Pajak yang Masih Kosong. Bagaimanakah cara mengisinya? 

Step 1 
  1. Masukan Kode serta Nomer Seri Faktur Pajak yang sudah didapat dari DJP 
  2. Masukan nama, alamat, serta NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang/Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak 
  3. Masukan nama, alamat, serta NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Barang/Jasa Kena Pajak pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak 
Step 2 
  1. Masukan nomer urut sesuai sama urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan (1, 2, 3,...) 
  2. Masukan nama barang/jasa kena pajak yang diserahkan 
  3. Masukan nominal harga pada kolom Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin (bila nominal bukanlah dalam satuan rupiah, Anda mesti mempunyai Faktur Pajak khusus untuk nominal selain rupiah, yaitu Faktur Pajak Valas) 
Step 3 
  1. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin 
  2. Keseluruhan nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (bila ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga 
  3. Bila Anda udah menerima uang muka seusai penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, nominal uang itu bisa ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang sudah di terima. 
  4. Jumlah Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga serta Uang muka yang sudah di terima, lantas ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak 
  5. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak 
  6. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), cuma di isi jika terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Termasuk Mewah. Bisa diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak 
  7. Masukan Tempat serta Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut 
  8. Masukan Nama serta Tanda Tangan dari Nama Petinggi yang sudah ditunjuk oleh Perusahaan (mesti sesuai sama Nama Petinggi pada saat Perusahaan resmi jadi Pengusaha Kena Pajak/PKP) 

Contoh Faktur

Contoh 1
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 2
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 3
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 4
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 5
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 6
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 7
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 8
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 9
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 10
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 11
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 12
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 13
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 14
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 15
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 16
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 17
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 18
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 19
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 20
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 21
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 22
Sumber: ayuprint.co.id

Faktur Pajak Elektronik

Kementerian Keuangan sudah menerbitkan ketentuan yang menetapkan pengertian bentuk Faktur Pajak paling baru, yang terdiri dari bentuk elektronik atau e-Faktur serta tertulis (hardcopy) - PMK Nomer 151/PMK. 011/2013.

Berikut ini beberapa ketentuan berkaitan e-Faktur bersama penuturannya: 
  1. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-16/PJ/2014 mengenai Tata Cara Pembuatan serta Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik 
  2. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-17/PJ/2014 mengenai Perubahan Kedua atas Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-24/PJ/2012 mengenai Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Pergantian, serta Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak 
  3. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer KEP-136/PJ/2014 mengenai Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik 
  4. Tiap perubahan ketentuan pemerintah paling baru, secara automatis diperbaharui di dalam aplikasi Online Pajak, memastikan semua laporan Anda di buat secara akurat sesuai sama ketentuan pajak yang berlaku. 
  5. Online Pajak yaitu aplikasi pajak terintegrasi untuk mengkalkulasi, menyetor, serta melaporkan pajak perusahaan secara on-line yang pastinya bisa menghemat waktu penggunanya. 
Kesimpulan:
Sumber: sukapajak.com

  1. Ingat, jangan sampai lupa dengan poin penting berikut ini: 
  2. Faktur Pajak yaitu bukti pungutan pajak PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak. Saat PKP menjual sebuah barang atau jasa kena pajak, ia mesti menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti kalau dirinya sudah memungut pajak dari orang yang sudah membeli barang atau jasa kena pajak tersebut.
  3. Faktur pajak adalah bukti kalau PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan, serta pelaporan SPT Masa-masa PPN sesuai sama ketentuan yang berlaku.
  4. Bila tejadi kekeliruan dalam mengisi faktur pajak, PKP bisa melakukan pembetulan faktur pajak itu. Bila tidak dilakukan pembetulan sama sekali, hal semacam ini akan merugikan PKP yaitu pada saat Audit datang ke PKP serta melakukan kontrol pajak. 
  5. Tiap PKP mesti membuat e-Faktur sesuai sama Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer: KEP-136/PJ/2014 mengenai Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik. 
  6. Gunakan Online Pajak, aplikasi pajak on-line yang user-friendly serta hemat waktu. Kalkulasi, setor serta lapor PPN, PPh 23 serta PPh 21 (beta) semua dilakukan dalam satu aplikasi terpadu!
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Faktur: Lengkap, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Faktur: Lengkap di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Faktur. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. online-pajak.com
  2. ayuprint.co.id 

Related Posts

Contoh Faktur: Lengkap
4/ 5
Oleh