Contoh Letter of Intent (LoI)

Contoh Letter of Intent (LoI). Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Letter of Intent (LoI). Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Letter of Intent (LoI)

Sumber: thebalance.com
Letter of Intent yaitu sebuah surat resmi dalam usaha, secara hukum kedudukannya tidak mengikat untuk beberapa pihak yang itu di dalamnya, di buat oleh seseorang yang memiliki usaha, entrepreneur, atau perusahaan, untuk mengemukakan ketertarikan, keinginan, niat, minat, atau maksud bisnis secara serius, detil, ringkas serta jelas.

Tindak lanjut dan transaksi apa yang bakal dijalankan, serta kapabilitas untuk melakukannya, pada yang memiliki usaha, entrepreneur, atau perusahaan lain.

LoI pada intinya tidak di kenal dalam hukum konvensional di Indonesia. Tetapi pada prakteknya, terutama di bagian komersial, LoI kerap kali dipakai oleh pihak-pihak yang berkaitan.

Bersumber pada uraian di atas, bisa dipahami kalau LoI meliputi beberapa hal sebagai berikut ini: 
  1. LoI adalah pendahuluan perikatan (landasan kepastian) 
  2. Konten atau isi materi dari LoI cuma memuat beberapa hal yang pokok-pokok saja 
  3. LoI mempunyai tenggang waktu, dengan kata lain cuma bersifat sementara, 
  4. LoI umumnya tidak di buat secara resmi dan tidak mengisyaratkan kewajiban yang memaksa untuk dibuatnya kontrak atau perjanjian terperinci. 

Kekuatan Hukum antara LoI dan Perjanjian 

LoI yaitu dokumen resmi usaha yang pada dasrnya tidak mengikat secara hukum, serta tidak dapat diaplikasikan atau dipaksakan secara hukum. LoI bukanlah sebuah kesepakatan kontrak (contract agreement) yang lantas mengikat beberapa pihak serta mempunyai kekuatan hukum.

LoI cuma sebuah dokumen resmi usaha yang menyebutkan adanya kemauan atau minat serius entrepreneur untuk melakukan kegiatan usaha tertentu.

LoI menyerupai kesepakatan kontrak tertulis, namun umumnya tidak mengikat beberapa pihak secara keseluruhnya.

Ketetapan dalam LoI yang lantas mengikat antara lain; seperti kesepakatan tak mengungkapkan (non-disclosure agreement), kesepakatan untuk bernegosiasi dengan maksud baik, atau tentang yang menjanjikan penyediaan hak eksklusif untuk bernegosiasi.

Pada intinya, LoI belumlah melahirkan sebuah Hubungan Hukum lantaran LoI baru adalah kesepakatan prinsip yang lantas dituangkan secara tertulis.

Artinya LoI yang diwujudkan secara tertulis baru menciptakan sebuah awal yang kemudian jadi landasan pengaturan dalam melakukan hubungan hukum/perjanjian.

Kemampuan mengikat serta memaksa LoI pada intinya sama seperti dengan kesepakatan tersebut. Meskipun secara khusus tidak ada penyusunan yang baku mengenai LoI serta materi muatan LoI itu diserahkan pada beberapa pihak yang terkait dengan pembuatannya.

Selain itu, meskipun LoI adalah kesepakatan pendahuluan, bukanlah berarti LoI itu tidak memiliki kekuatan mengikat serta memaksa untuk beberapa pihak untuk mentaatinya serta/atau melaksanakannya.

Kadang-kadang, sebuah perjanjian dinamakan LoI. Artinya, penamaan dokumen itu tidak sesuai sama isi atau konten dari dokumen itu. Hingga LoI itu mempunyai kekuatan hukum mengikat sebagaimana kesepakatan.

Dalam hal sebuah LoI sudah di buat secara sah, memenuhi syarat-syarat sahnya kesepakatan seperti disebut dalam Pasal 1320 KUH Perdata.

Kedudukan dan/atau keberlakuan LoI untuk beberapa pihak bisa disamakan dengan satu undang-undang yang mempunyai kemampuan mengikat serta memaksa. Jelas saja pengikat itu cuma menyangkut serta sebatas pada beberapa hal pokok yang tercatat dalam LoI.

Bersumber pada hal tertulis di atas, kalau LoI bisa mengikat beberapa pihak, jika konten/isi dari LoI tersebut sudah memenuhi unsur kesepakatan sebagaimana sudah di jabarkan di atas, serta bukanlah sebagai pendahuluan saat sebelum membuat kesepakatan, seperti maksud pembuatan LoI sebenarnya.

Contoh dari LoI (Letter of Intent)

Sumber: contoh.in

Surat Minat Membeli Properti 

Untuk menunjukkan keseriusan konsumen bakal membeli properti berbentuk tanah serta bangunan atau property yang lain seperti gedung, hotel dan sebagainya dapat dilihat dari kesediaan mereka menerbitkan Surat Minat Membeli ini.

Umumnya sebuah perseroan dalam menerbitkan LoI atau surat berbentuk apa pun lewat mekanisme tertentu sesuai sama anggaran dasar perseroan.

Jadi tidak dapat sebuah perusahaan asal mengeluarkan Surat Minat Membeli properti yang belum jelas ujung pangkalnya, umpamanya data-data belum ada, propertipun belum dilihat bentuk fisiknya.

Untuk di ketahui kalau Surat Minat ini bukanlah merupakan sebuah perikatan hukum hingga keberlakukannya juga tidak dapat jadi pegangan mutlak untuk penerima LoI.

Surat Minat ini cuma bersifat pendekatan awal pada keinginan seseorang atau perusahaan untuk membeli properti atau untuk sebuah urusan usaha tertentu.

Cuma berbentuk pernyataan minat yang tidak mengandung resiko untuk mereka bila mereka tidak lagi tertarik melanjutkan minatnya meskipun sudah membuat surat minat secara resmi.

Dalam hal minat beli LoI ini cuma berperan sebagai tindakan sementara yang perlu segera ditindaklanjuti dengan perikatan formal antar pihak yang terlibat, itupun bila ada kecocokan awal antara ketertarikan si konsumen dengan yang memiliki barang.

Dengan hal tersebut dalam proses jual beli properti seperti tanah, gedung perkantoran, hotel serta properti yang lain Surat Minat ini tidak menempati posisi apa pun hingga tidak ada akibat hukumnya jika sebuah LoI tidak direalisasikan lebih lanjut lantaran sebuah sebab, contohnya pembuat LoI membatalkan surat minat yang dibuatnya.

Properti yang memerlukan LoI dalam proses jual belinya umumnya yaitu properti dengan harga nominalnya yang besar, hingga dibutuhkan pembahasan awal sebelum transaksi benar-benar dilakukan.

Pembahasan awal ini mencakup contohnya menyetujui mekanisme pembayaran, terms of payment, cara akuisisi jika pemilik berupa perusahaan serta perjanjian awal yang lain yang mempunyai tujuan untuk memudahkan proses transaksi.

LoI cukup di buat sederhana serta cuma berisi beberapa hal pokok saja, berikut ini contoh surat ketertarikan yang di buat oleh perusahaan:

—————————————————————————————————

KOP SURAT PERUSAHAAN

Hal: Surat Minat Membeli Tanah

Lampiran: –

Kepada

Yth. Bpk. John Smith

-di

Jakarta

Dengan hormat,

Dengan ini kami sampaikan kalau kami berminat untuk membeli tanah milik Bapak yang terdapat di Provinsi DKI Jakarta, Kota Jakarta Selatan, Kecamatan Tebet, Kelurahan Tebet Barat.

Setempat di kenal sebagai Jl. Tebet Raya No. 70, seluas 2000 m2 (Dua ribu meter persegi) seperti tercantum dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1000/Tebet Barat.

Demikian Surat Minat Membeli ini kami sampaikan supaya bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 01 Desember 2014

ttd

Ronny Hermawan

Direktur Utama

————————————————————————————————

Seperti tampak di atas kalau bahasa yang dipakai cukup sederhana, ringkas serta lugas serta langsung menuju ke tujuan pembuatan surat ini. Redaksionalnyapun tidak mesti seperti tercantum di atas, dapat di-costumize sesuai sama apa yang diinginkan pembuatnya.

Hal yang paling penting yaitu kalau surat minat harus memuat subyek serta objek secara jelas. Subjeknya berbentuk pemilik properti serta pembuat LoI, sedangkan objeknya berbentuk properti itu sendiri. Follow up pada LoI ini umumnya bakal diselenggarakan pertemuan antara pihak-pihak yang berkaitan.
Sumber: wikihow.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Letter of Intent (LoI), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Letter of Intent (LoI) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Letter of Intent (LoI). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. contoh.in
  2. asriman.com 

Related Posts

Contoh Letter of Intent (LoI)
4/ 5
Oleh