22 February 2017

Contoh NPWP dan Cara Membuatnya

Contoh NPWP dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh NPWP dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian NPWP

Sumber: bisnis.liputan6.com
NPWP yakni nomer yang diberikan pada seorang Wajib Pajak sebagai fasilitas dalam administrasi perpajakan yang dipakai sebagai tanda pengenal diri atau jati diri Wajib Pajak dalam melakukan hak serta kewajiban perpajakannya.

Mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yaitu tanda kalau seseorang itu adalah orang yang patuh pajak.

Nomer wajib Pajak (NPWP) terdiri dari 15 digit angka. Dalam deretan angka itu ada kode yang menyebutkan jenis pajak, nomer pajak yang di keluarkan oleh kantor pajak, kantor yang melayani pembayaran pajak itu, dan ada kode cabang pajak yang dibayarkan oleh seseorang itu.

Kode-kode yang ada dalam NPWP itu, yaitu sebagai berikut ini: 

  1. Contoh kode dalam nomer pokok wajib Pajak: 2 angka pertama adalah kode jenis pajak yang dibayarkan oleh pemiliki NPWP. 
  2. Sedangkan pada 7 digit angka selanjutnya adalah nomer pajak tertentu yang hanya dapat di keluarkan oleh kantor pajak 
  3. Lantas 3 digit angka selanjutnya adalah kode Kantor Pelayanan Pajak contoh 521 untuk Kantor pajak di Purwokerto (KPP) 
  4. Terakhir, 3 digit angka yang terahir adalah kode cabang 
Misalnya: Contoh: 01.123.456.7-521.000 kode itu menerangkan: Wajib Pajak Badan pusat di KPP Pratama Purwokerto 

Syarat-syarat yang perlu dipenuhi ketika akan pendaftaran NPWP (Nomer Pokok Wajib Pajak) 

  • Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (khusus Non Usahawan) 
  1. Untuk masyarakat asli Indonesia: Foto copy KTP atau SIM 
  2. Untuk Orang Asing: Foto copy Paspor serta surat keterangan domisili (Tempat Tinggal) 
  3. Khusus untuk Usahawan: Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari lembaga yang berwenang 
  • Untuk Wajib Pajak Badan 
  1. Foto copy akta pendirian serta perubahan paling akhir atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat untuk BUT 
  2. Foto copy KTP untuk masyarakat Indonesia salah seorang pengurus; 
  3. Foto copy paspor untuk orang asing serta surat keterangan tempat tinggal 
  4. Surat keterangan tempat kegiatan usaha dari lembaga yang berwenang 
  • Untuk seorang bendaharawan sebagai pemotong/pemungut
  1. Foto copy KTP bendaharawan; 
  2. Foto copy surat penunjukan sebagai bendaharawan. 
  • Untuk seorang Joint operation sebagai wajib pajak pemotong/pemungut
  1. Foto copy perjanjian kerja sama sebagai joint operation; 
  2. Foto copy NPWP masing-masing anggota joint operation; 
  3. Foto copy KTP untuk masyarakat Indonesia dari salah seorang pengurus 
  4. Foto copy paspor serta surat keterangan tempat tinggal dari lembaga yang berwenang 
  • Untuk Wajib Pajak berstatus cabang, orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin tidak pisah harta mesti menyertakan foto copy surat keterangan terdaftar 
  • Bila permintaan ingin di wakilkan (di tandatangani orang lain) mesti membawa surat kuasa khusus 

Syarat bila pindah NPWP yaitu sebagai berikut ini: 

  • Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan, berpindah domisili/kegiatan usaha: 
  1. Kartu NPWP 
  2. Surat keterangan tempat tinggal baru dari lembaga yang berwenang atau 
  3. Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas 
  • Wajib Pajak Orang Pribadi non usaha, pindah tempat tinggal: 
  1. Surat keterangan tempat tinggal baru dari lembaga yang berwenang 
  2. Dapat juga dengan surat keterangan dari pimpinan lembaga perusahaannya. 
  • Seseorang yang Wajib Pajak Badan, bila berganti tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha: 
  1. Surat keterangan tempat kedudukan atau; 
  2. Surat keterangan tempat kegiatan baru dari lembaga yang berwenang 

Cara Membuat NPWP: 

  1. Datang ke Kantor Pajak 
  2. Siapkan Foto copy KTP/KK (Warga Negara Indonesia) 
  3. Menyerahkan Photo Copy Paspor/surat keterangan tempat tinggal dari lembaga setempat untuk warga negara asing 
  4. Surat Keterangan Domisili Usaha (usahawan), 
  5. Photo Copy Akte pendirian badan usaha, foto copy KTP, surat keterangan aktivitas usaha serta surat kesepakatan penanaman modal (untuk pajak Usaha) 
  6. SK atau surat Keterangan dari lembaga tempat Kerja (karyawan), 
  7. Mengisi Formulir pendaftaran, 
  8. Foto copy NPWP suami (untuk NPWP Istri) 
  9. Mengisi Formulir pendaftaran 

Fungsi dari Nomer Pokok Wajib Pajak (NPWP): 

  1. Untuk mengetahui jati diri Wajib Pajak; 
  2. Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak serta dalam pengawasan administrasi perpajakan; 
  3. Untuk kepentingan yang terkait dengan dokumen perpajakan; 
  4. Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, contohnya dalam pengisian SSP; 
  5. Untuk mendapatkan pelayanan dari beberapa lembaga tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Contoh: Dokumen Impor (PPUD, PIUD). Tiap WP cuma diberikan satu NPWP.

Contoh NPWP

Sumber: bisnisukm.com
Contoh 1
Sumber: entiisaras.blogspot.co.id
Contoh 2
Sumber: ilmuekonomi.net
Contoh 3
Sumber: heydeerahma.com
Contoh 4
Sumber: kanalsatu.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh NPWP dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh NPWP di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat NPWP. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pendaftaran-cpns.blogspot.co.id
  2. mitrabaca.com
Back To Top