14 February 2017

Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama: dan Cara Membuatnya

Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama: dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, kali ini kami akan mengajak kalian untuk membahas tentang Pengertian dan Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama. Jadi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Pengertian MoU

Sumber: balkaneu.com
Memorandum of understanding atau umum di kenal dengan istilah MoU yaitu surat yang dipakai untuk melakukan hubungan kerja dari dua belah pihak yang berbeda.

Sebelum memasuki pembahasan pokok saya kali ini, saya bakal sedikit mengulas pengertian serta tujuan dibuatnya surat MoU. Lantaran dalam beberapa waktu saya kerap mendapatkan beberapa orang yang masih kurang mengerti tujuan dibuatnya MoU tersebut.

Apa Sih yang Disebut Dengan Surat MoU? 

Mou sendiri dalam Black’s Law dictionary memorandum mempunyai arti satu pernyataan yang di catat yang berisi uraian persyaratan satu perjanjian transaksi tidak langsung, pengikat kontrak serta pernyatan yang di catat mesti di dasarkan oleh perjanjian dari ke-dua belah pihak.

MoU menurut beberapa pakar mempunyai unsur salah satunya: 
  1. Merupakan Perjanjian Pendahuluan 
  2. Muatan isi surat Adalah hal hal yang diutamakan 
  3. Muatan isi surat di tuangkan dalam bentuk kontrak yang diimbangi dengan ketentuan serta konsekuensi yang mengikat kedua belah pihak. 
Pelanggaran Pada Surat MoU 

Mungkin saja ada yang menanyakan Bagaimana bila satu diantara pihak tidak mematuhi kesepakatan yang ada pada surat MoU? Serta apa yang perlu dilakukan kepada pihak itu? Kesepakatan Mou nyatanya terbagi jadi 2 yakni:
  • Surat MoU Resmi 
Surat Resmi yang memliliki kemampuan untuk memaksa kedua belah pihak untuk saling mentaati perjanjian yang tercatat di surat MoU.

Bila satu diantara pihak ada yang tidak mematuhi perjanjian pokok yang ada di MoU mereka yang tersakiti di bolehkan untuk menuntut pada pihak berwajib untuk segera memproses-nya lewat jalur hukum.
  • Surat MoU Tidak Resmi 
Surat MoU cuma untuk bukti dari satu perjanjian yang perlu diikuti dengan kesepakatan lain menurut KUH Perdata kekuatannya cuma sebatas moral saja tidak dengan kata lain gentlemen agreement.

Bila ada salah satu pihak yang melakukan kekeliruan mesti diselesaikan sendiri serta tidak dapat menuntut-nya secara hukum.

Struktur Dalam Surat Kesepakatan MoU 

Ada beberapa point penting yang perlu kalian cermati serta mesti tercantum dalam satu surat kesepakatan hubungan kerja atau MoU, salah satunya yaitu:
  1. Kolom Pernyataan penandatangan pada surat kesepakatan hubungan kerja atau MoU yang dilengkapi dengan jati diri ke dua belah pihak yang mewakilkan-nya. 
  2. Kolom pengertian umum: Pada kolom ini mesti di terangkan pengertian dibuatnya surat kesepakatan hubungan kerja itu secara jelas serta terinci. 
  3. Tujuan dibuatnya MoU: Cantumkan di dalam surat itu mengenai maksud serta tujuan di adakan-nya kesepakatan ini. 
  4. Lingkup Pekerjaan: Lantaran surat kesepakatan ini cuma mengaitkan dua pihak keterangan lingkup pekerjaan untuk kedua belah pihak mesti di catat secara jelas serta terinci. 
  5. Teknis Pelaksanaan: Yaitu penjelasan tentang tanggung jawab serta bentuk pekerjaan yang perlu dilakukan baik oleh pihak 1 maupun oleh pihak 2. Jelaskan dengan sejelas-jelasnya serta terinci. 
  6. Kewajiban, Sanksi Dan Upaya Hukum: Berikanlah satu deskripsi mengenai kewajiban untuk seorang sanksi serta semua upaya hukum serta konsekuensi yang dipakai bila keduanya atau satu diantara pihak tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang udah diamanahkan. 
  7. Penutup: Tanda tangan kedua belah pihak di atas materai sebagai bukti surat kesepakatan atau MoU ini didasari hukum. 
Surat kesepakatan kerja sama atau umum di sebut MoU memanglah amat penting lantaran bermanfaat untuk jadi landasan yang kuat bila terjadi suatu hal yang muncul dari hubungan kerja antara kedua belah pihak.

Seperti timbulnya permasalahan baru, penyelewengan, pelanggaran, perubahan peraturan serta lain sebagainya yang terjadi ketika masih dalam masa-masa kontrak kesepakatan.

Nah oleh karenanya dibutuhkannya surat kesepakatan yang masing-masing dipegang oleh kedua belah fihak sebagai pegangan hukum.

Baiklah berikut ini yaitu Contoh Surat Kesepakatan Hubungan kerja atau MoU antara klinik kesehatan serta perusahaan jasa laboratorium yang diambil oleh adik-adik Instansi Sosial Pendidikan Islam Nurul Ilmi.

Perjanjian Kerjasama

Antara 

Klinik Sejahtera Antara 

Dengan

Laboratorium Klinik Cempaka 

Tentang 

Pelayanan Laboratorium Klinik 

Nomor 014/EXT/MoU/410. 445/KLINIK/IV/2015

Pada hari ini, …………………. Tangggal……………………………. Bulan…………………….. tahun dua ribu limabelas, (……. -……. -2015) di Jombang, para pihak yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : drg. Untung Bedjoe

Jabatan : Penanggung jawab Klinik Sejahtera Antara

Alamat : Jln. Irian Jaya 10 Jombang

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Klinik Sejahtera Antara selanjutnya disebut dengan Pihak Pertama

Nama : Fx. Santono

Jabatan : Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

Alamat : Jl. K. H. Wahid Hasyim 82 – Jombang

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Laboratorium Klinik Cempaka selanjutnya disebut dengan Pihak Kedua

Para Pihak terlebih dulu menjelaskan:

Kalau Pihak Pertama yaitu satu klinik swasta yang beroperasi di bagian pelayanan kesehatan. Kalau Pihak Kedua yaitu sebuah perusahaan yang melakukan aktivitas usaha dalam bagian jasa pelayanan Laboratorium klinik.

Kalau kedua belah pihak setuju untuk mengadakan hubungan kerja dalam hal referensi pemeriksaan laboratorium Klinik di Laboratorium Klinik Cempaka

Bersumber pada hal – hal tertulis di atas, Kedua belah pihak setuju untuk melakukan kesepakatan hubungan kerja dengan beberapa ketetapan sebagai berikut ini:

Pasal 1 

Maksud serta Tujuan 

Pihak Pertama bakal merujuk bahan pemeriksaan laboratorium pada Pihak Kedua, di mana Pihak Kedua bakal menerima maksud itu dengan melakukan kontrol laboratorium sesuai sama permohonan Pihak Pertama serta bersumber pada ketetapan kontrol yang sudah disetujui oleh Kedua belah pihak.

Pasal 2 

Tata Cara Pelaksanaan 
  • Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama pada pihak Kedua berbentuk bahan yang siap di check (sampel) dan atau bahan yang belum siap di check (specimen). 
  • Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua mesti memenuhi kriteria pengiriman specimen/sampel yang sudah ditetapkan, yakni sesuai sama Daftar Pemeriksaan Rujukan yang di buat oleh Pihak Kedua 
  • Bahan pemeriksaan yang di kirim oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua mesti dilengkapi dengan data yang komplit, diantaranya: 
  1. Jati diri pasien: nama, jenis kelamin, umur 
  2. Nama dokter yang menginginkan pemeriksaan laboratorium 
  3. Jenis pemeriksaan 
  4. Tanggal serta jam pengambilan bahan pemeriksaan 
  5. Kondisi pasien ketika bahan pemeriksaan di ambil (contoh; puasa, sedang menjalani terapi/penyembuhan tertentu, dll) 
  6. Kondisi bahan (contoh: volume, warna, bau, viscositas, periode waktu penyimpanan, suhu penyimpanan, dan lain-lain) 
  • Jika bahan dan atau jati diri pemeriksaan yang di terima oleh Pihak Kedua dari Pihak Pertama tidak memenuhi kriteria atau tidak lengkap, Pihak Kedua memiliki hak melakukan hal – hal sebagai berikut ini: 
  1. Melakukan konfirmasi, jika data berbentuk jati diri dan atau informasi mengenai bahan pemeriksaan tidak lengkap, pada kondisi ini. Pihak Pertama akan melengkapi data yang diperlukan oleh Pihak Kedua secara tertulis.
  2. Menolak bahan pemeriksaan jika keadaan bahan pemeriksaan tidak sesuai sama kriteria yang ditetapkan seperti diatur dalam Daftar Pemeriksaan Rujukan, penolakan atas bahan pemeriksaan mesti dilakukan secara tertulis dengan menuturkan sebab atau alasan penolakan itu. 
  • Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua bakal di ambil oleh Pihak Kedua ke lokasi Klinik Sejahtera Antara 
  • Waktu penerimaan bahan pemeriksaan oleh Pihak Kedua yaitu sebagai berikut ini: Hari Senin s.d Sabtu; jam 07.30 s.d 20.30 WIB Hari Minggu/libur: Jam 08.00 s.d 13.00 WIB 
  • Kedua belah pihak wajib melakukan/mematuhi ketetapan dalam kesepakatan ini dengan penuh tanggung jawab serta ketetapan yang lain yang berlaku sebagai standar pelayanan Laboratorium maupun standar prosedur yang berlaku. 

Pasal 3 

Kerahasiaan Medis 

Kedua belah pihak sepanjang pelaksanan kesepakatan ini ataupun setelah selesainya kesepakatan ini, harus selalu melindungi kerahasiaan data/jati diri pasien serta hasil pemeriksaan seperti ketetapan perundang – undangan yang mengatur tentang kerahasian medis.

Pasal 4 

Penanggung Jawab serta Alamat Korespondensi 
  • Penanggung jawab harian Pihak Pertama yaitu: 
          Nama : drg. Untung Bedjoe

          Jabatan : Penanggungjawab Klinik Sejahtera Antara

          Alamat : Jln. Irian Jaya No 10, Jombang

          No. Telepon : (0321) 87654321
  • Penanggung jawab harian yang diputuskan oleh Pihak Kedua yaitu: 
          Nama : Fx. Santono

          Jabatan : Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

          Alamat : Jln. K. H. Wahid Hasyim 82 – Jombang

          No. Telepon : (0321) 87654321
  • Surat menyurat sehubungan dengan pelaksanan kesepakatan ini ditunjukan pada penanggung jawab harian serta dianggap sudah di terima bila disertai dengan tanda penerimaannya. 

Pasal 5 

Laporan Hasil Pemeriksaan 
  1. Pihak Kedua bakal menerbitkan hasil pemeriksaan dalam bentuk atau penampilan serta format sesuai sama format baku yang sudah ditetapkan Pihak Kedua. 
  2. Hasil pemeriksaan bakal diserahkan pada Pihak Pertama lewat cara di kirim oleh Pihak Kedua pada Pihak Pertama paling lambat 3 (tiga) hari sesudah proses pemeriksaan atau sesuai sama jadwal. 

Pasal 6 

Pengulangan Pemeriksanan 

Jika menurut Pihak Pertama ada hasil pemeriksaan yang menyangsikan hingga dibutuhkan pemeriksaan lagi, Pihak Kedua bersedia untuk melakukan pemeriksaan lagi, dengan ketetapan:
  • Hasil pemeriksaan tidak sesuai sama prognosa dokter pemeriksa atau ada argumen – argumen lain yang bisa dipertanggung jawabkan secara medis. 
  • Interpretasi hasil pemeriksaan yang dianggap menyangsikan itu di sampaikan secara tertulis dari dokter pengirim. 
  • Pengulangan pemeriksaan dengan memakai bahan pemeriksan yang udah ada, atau bahan pemeriksaan baru ditetapkan bersumber pada stabilitas bahan pemeriksaan itu. 
  • Dalam hal harus dilakukan pemeriksaan lagi dengan bahan pemeriksaan baru, keadaan pasien mesti sama dengan keadaan pada saat bahan pemeriksaan sebelumnya di ambil. 

Pasal 7 

Tarif Pemeriksaan 
  1. Tarif pemeriksaan laboratorium yang diberlakukan dalam kesepakatan ini sama juga dengan tarif yang tengah diberlakukan secara umum oleh Pihak Kedua di laboratorium kliniknya. 
  2. Dalam hal Pihak Kedua bakal melakukan perubahan tarif pemeriksaan, Pihak Kedua bakal bikin surat pemberitahuan pada Pihak Pertama paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tarif baru itu diberlakukan. 
  3. Jika Pihak Pertama tidak menyepakati perubahan tarif pemeriksaan (seperti di atur dalam ayat 2 pasal ini) serta antara Kedua belah pihak tidak terwujud perjanjian tentang hal semacam ini, kesepakatan ini jadi putus dan berakhir dengan sendirinya. Pemutusan kesepakatan hubungan kerja hal semacam ini tidak serta merta meniadakan semua kewajiban yang belum terselesaikan. 

Pasal 8 

Jasa 

Pihak Kedua bakal memberikan jasa sebesar ……% (……. persen) pada Pihak Pertama untuk tiap pemerikasaan yang di rujuk oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua.

Pasal 9 

Tata Cara Pembayaran 
  1. Pihak Pertama bakal membayar setelah seluruh pemeriksaan itu tuntas serta hasil udah di terima oleh Pihak Pertama. 
  2. Harga yang dipakai bersumber pada jumlah serta jenis pemeriksaan laboratorium yang sudah dirujuk oleh Pihak Pertama.

Pasal 10 

Periode Waktu Perjanjian 
  1. Perjanjian hubungan kerja ini berlaku dalam periode waktu 2 (dua) tahun, terhitung mulai sejak ditanda tanganinya surat kesepakatan ini serta bakal berakhir tanggal …….. April 2017 
  2. Jika beberapa pihak mau mengakhiri kesepakatan hubungan kerja ini beberapa pihak berkewajiban untuk memberitahukan satu dengan yang lain paling lambat 2 (dua) bulan saat sebelum berakhirnya masa-masa kesepakatan ini. 
  3. Berakhirnya masa-masa berlaku kesepakatan bekerjasama ini tidak serta merta menghapuskan kewajiban masing – masing pihak pada pihak yang lain yang belum terealisasikan. 

Pasal 11 

Force Majeure 
  1. Kedua belah pihak setuju jika di dalam melakukan pemeriksaan, seperti tersebut pada pasal 1 (di atas), Pihak Kedua mengalami keterlambatan yang dikarenakan oleh kondisi force majeure, Pihak Kedua mesti memberitahukan secara tertulis tentang kondisi itu pada Pihak Kedua selambat – lambatnya 2 x 24 jam setelah terjadinya force majeure itu. 
  2. Kondisi force majeure seperti tersebut pada ayat 1 (satu) di atas termasuk tapi tidak terbatas pada hal – hal sebagai berikut ini: peperangan, huru-hara, unjuk rasa massa, perombakan, krisi nasional, kebakaran, sabotase, epidemic, bencana alam seperti banjir, gempa bumi. 
  3. Jika terjadi kondisi force majeure seperti di atas, hingga tidak memungkinkan Pihak Pertama serta Pihak Kedua meneruskan kesepakatan hubungan kerja ini, Kedua belah pihak setuju untuk merampungkan segala sesuatunya secara musyawarah. 

Pasal 12 

Penyelesaian Perselisihan 
  1. Bila terjadi perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaan kesepakatan ini, Kedua belah pihak setuju untuk merampungkan permasalahan itu secara musyawarah guna mencapai mufakat. 
  2. Jika dengan musyawarah tidak terwujud kata mufakat Kedua belah pihak setuju untuk merampungkan permasalahan di Pengadilan Negeri Jombang.

Pasal 13 

Pemutus/Pembatalan Perjanjian 
  • Kesepakatan ini jadi batal untuk hukum atau bisa di putuskan tiap saat sebelum waktunya, dengan terlebih dulu mengemukakan surat pemberitahuan/peringatan, jika terjadi hal – hal seperti berikut ini: 
  1. Dalam hal para pihak tidak bisa memenuhi kewajibannya dan atau melakukan pelanggaran pada ketetapan – ketetapan dalam kesepakatan ini. 
  2. Dalam hal terjadinya force majeure seperti disebut dalam pasal 11. 
  3. Beberapa pihak memiliki hak mengakhiri kesepakatan ini sebelum waktunya jika di dalam proses kesepakatan satu diantara atau Kedua belah pihak tidak dapat memenuhi ketetapan yang sudah di atur di dalam kesepakatan ini atau pada saat proses pembuatan atau sepanjang kesepakatan ini berlangsung memberikan info palsu atau dipalsukan. 
  • Hal semacam ini dilakukan secara tertulis oleh masing – masing pihak 30 (tiga puluh) hari sebelum kesepakatan ini dinyatakan diakhiri.  

Pasal 15 

Lain – lain 

Sepanjang berlangsungnya hubungan kerja ini, hal – hal yang mungkin saja muncul berkenaan proses kesepakatan dan belum diatur dalam Surat Kesepakatan Hubungan kerja ini bakal di selesaikan serta di atur atas dasar kesepakatan bersama dalam satu addendum yang disebut sisi yang mengikat dan tidak terpisahkan dari kesepakatan ini.

Pasal 16 

Penutup 
  1. Surat kesepakatan ini di buat rangkap 2 (dua) di tandatangani di atas materai yang cukup serta memiliki kemampuan hukum yang sama kuatnya, masing – masing untuk Pihak Pertama serta Pihak Kedua dan bisa di perbanyak sesuai sama kebutuhan 
  2. Surat Perjanjian Hubungan kerja ini di buat serta di tandatangani di Jombang pada tanggal tersebut di atas. 
             Pihak Pertama                                                       Pihak Kedua

      Klinik Sejahtera Antara                                     Laboratorium Klinik Cempaka

         drg. Untung Bedjoe                                                     Fx. Santono

Direktur Klinik Sejahtera Antara                          Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama di atas sedikitnya dapat memberikan manfaat tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pajaa.com
  2. nurulilmi.org
  3. contohsurat.org   
Back To Top