Pengertian Jurnal: Fungsi, Jenis, dan Prinsip yang Terkandung

Pengertian Jurnal: Fungsi, Jenis, dan Prinsip yang Terkandung. Hai semuanya, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Pengertian Jurnal: Fungsi, Jenis, dan Prinsip yang Terkandung. Nah, buat anak-anak akuntansi, atau siapa pun yang mau nambah ilmu plus pengetahuan mengenai Jurnal, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Kita mulai dari Jurnal khusus, ya? Untuk semua anak akuntansi jurnal khusus tidak asing lagi untuk mereka, lantaran jurnal khusus satu diantara jurnal yang digunakan oleh akuntan selain jurnal umum.

Pada kesempatan kali ini di sini kita bakal membahas mengenai pengertian jurnal khusus terlebih dahulu, ya.Jenis jurnal khusus, fungsi jurnal khusus, serta manfaat jurnal khusus secara lengkap. Oleh sebab itu marilah simak penjelasan yang ada di bawah ini.

Pengertian Jurnal Khusus 

Sumber: gurupendidikan.com
Jurnal Khusus adalah jurnal yang dikelompokan sesuai sama bentuk transaksinya. tiap terjadi transaksi, petugas pembukuan mengidentifikasi bentuk transaksi yang terjadi, serta mencatatnya ke dalam jurnal khusus.

Contohnya apabila dalam sebulan perusahaan melakukan pembelian kredit sejumlah 50 kali, petugas cuma bakal berurusan dengan empat atau lima account, bergantung pada suatu kebijakan perusahaan dalam mengklasifikasi transaksinya.

Untuk seluruh pembelian yang dikerjakan secara kredit, perusahaan menyediakan satu jurnal khusus yang disebut juga dengan jurnal pembelian. Tiap transaksi kredit yang terjadi, petugas mencatatnya. lantas, secara berkala, contohnya tiap bulan, seluruh transaksi dijumlahkan serta dipindah bukukan ke buku besar.

Manfaat Jurnal Khusus

  • Memunkinkan pembagian pekerjaan. 
Jurnal umum yang mencatat seluruh transaksi pada satu jurnal susah membagi pekerjaan secara baik. Lain halnya dengan jurnal khusus. pembagian pekerjaan ini dapat dikerjakan dengan baik lantaran ada beberapa jurnal sesuai sama bentuk transaksinya.

Jadi, untuk perusahaan yang besar amat mungkin saja satu orang mengatasi satu atau dua jurnal. Mungkin saja cuma satu orang pegawai yang di beri pekerjaan mencatat jurnal pembelian serta jurnal pengeluaran kas. ini bakal mendorong adanya spesialisasi dalam penanganan sebuah pekerjaan hingga hasilnya makin baik.
  • Mempermudah posting ke akun buku besar. 
Satu diantara tujuan penyelenggaraan jurnal khusus yakni agar lebih gampang atau lebih praktis melakukan posting ke buku besar.
  • Memungkinkan pengendalian internal yang tambah baik.
Pengendalian internal akan semakin lebih baik bila cuma satu orang petugas yang Menangani satu atau dua jurnal khusus. Bandingkan saja dengan satu orang yang menangani seluruh jurnal.

Beberapa Tipe Jurnal Khusus 

Tiap perusahaan dapat menyediakan atau membuat jurnal khusus sesuai sama kebutuhannya, oleh karena itu Jurnal Khusus satu perusahaan dengan perusahaan lain tidak akan sama, terkecuali untuk perusahaan-perusahaan sejenis, ada peluang Jurnal Khusus di desain sama bentuknya.
  1. Jurnal Pembelian, yakni buku harian khusus untuk mencatat satu transaksi-transaksi pembelian barang dagangan serta barang yang lain yang dikerjakan secara kredit. Jurnal ini dapat disebut juga dengan buku pembelian. Manfaatnya: Berfungsi untuk mencatat satu transaksi pembelian barang yang dikerjakan dengan pembayaran credit.   
  2. Jurnal Penjualan, yakni buku harian khusus untuk mencatat satu transaksi penjualan barang secara credit. Manfaatnya: Berfungsi untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan atau jasa yang dikerjakan dengan pembayaran credit. 
  3. Jurnal penerimaan kas, yakni buku harian khusus untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan tunai, baik berbentuk cek maupun kas. Buku ini kerap disebut juga dengan buku kas masuk. Manfaatnya: Berfungsi untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas seperti penerimaan piutang, penerimaan duit dari penjualan tunai, dan lain sebagainya.
  4. Jurnal pengeluaran kas yakni buku harian khusus untuk mencatat seluruh transaksi pembayaran tunai, baik memakai cek maupun kas. Jurnal ini kerap disebut juga buku kas keluar. Manfaatnya: Berfungsi untuk mencatat seluruh transaksi pengeluaran kas, contohnya pembayaran hutang, serta pembayaran beban2, dan sebagainya. 
Sedangkan kajian selanjutnya bakal mengulas selengkap-lengkapnya mengenai jurnal umum silakan simak penjelasan berikut ini:

Pengertian Jurnal Umum dalam Pengetahuan Akuntansi 

Jurnal umum yaitu satu jurnal yang dipakai untuk tempat melakukan pencatatan semua bentuk bukti transaksi keuangan yang muncul akibat terjadinya beragam transaksi keuangan perusahaan dalam sebuah periode akuntansi spesifik.

Jurnal umum jadi buku harian dalam satu perusahaan yang diisi catatan semua transaksi yang terjadi sepanjang periode berjalan.

Biasanya jurnal umum familiar dipakai dalam akuntansi perusahaan jasa lantaran pada prinsipnya semua transaksi dalam perusahaan jasa bisa dicatat secara urutan ke dalam jurnal umum saja, sedangkan pada akuntansi perusahaan dagang lebih efisien memakai jurnal khusus.

Dalam mencatat bukti transaksi yang muncul dari transaksi keuangan yang dijalankannya, walaupun demikian pemakaian jurnal umum juga dibutuhkan untuk mencatat bukti transaksi dari transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.

Perusahaan jasa melakukan pencatatan bukti transaksi keuangan yang muncul dari transaksi keuangan yang dilakukannya ke dalam buku jurnal umum dengan maksud untuk melakukan pengidentifikasian, melakukan penilaian.

Serta melakukan pencatatan dampak ekonomi yang diakibatkan dari beragam bentuk transaksi keuangan yang terjadi pada keuangan perusahaan secara urutan untuk mempermudah proses posting atau perpindahan ke dalam sebuah akun spesifik. Supaya lebih dekat dalam mengetahui jurnal umum lihatlah format jurnal umum berikut ini:
Sumber: belajarakuntansijasa.blogspot.co.id
Info:

Dalam format jurnal umum diatas tampak ada 6 kolom, yakni kolom tangga, kolom nomer bukti, kolom rekening atau info, kolom referensi (ref), kolom debit serta kolom kredit.

Kolom tanggal diisi dengan waktu terjadinya transaksi keuangan, dalam menulis tanggal mesti secara urut sesuai sama terjadinya transaksi. Kolom No bukti, diisi dengan memasukan no bukti dari bukti transaksi keuangan yang didapat atas transaksi yang dilakukan perusahaan.

Kolom rekening atau info atau dapat pula di catat kolom nama akun, bisa diisi dengan nama dari akun atau rekening yang berkaitan dengan transaksi yang terjadi.

Kolom Referensi dalam jurnal umum, diisi dengan menuliskan nomer akun atau kode akun yang sesuai sama nama akun pada kolom info atau kolom nama akun, kolom ref ini cuma bisa di isi bila sudah dikerjakan proses posting ke buku besar, jadi bila belum di posting ke buku besar biarkan saja kosong.

Kolom Debit diisi dengan jumlah saldo dari akun yang di debit sedangkan kolom credit diisi dengan jumlah saldo dari akun yang di credit

Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntansi 

Jurnal umum dalam siklus akuntansi mempunyai 5 buah manfaat penting untuk satu perusahaan jasa, mengenai ke lima manfaat itu yaitu sebagai berikut:
  • Manfaat Pertama yakni Manfaat Analisis 
Funsi analisis tujuannya yaitu kalau jurnal umum mempunyai manfaat untuk melakukan pemilihan pada satu akun serta saldonya yang perlu di debit atau mesti dikredit
  • Manfaat Kedua yakni Manfaat Pencatatan 
Manfaat Pencatatan tujuannya yaitu kalau jurnal umum bermanfaat untuk melakukan pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang dikerjakan perusahaan sesuai sama bukti transaksi keuangan yang ada.
  • Manfaat ketiga yakni Manfaat Historis 
Manfaat Historis tujuannya kalau jurnal umum dalam melakukan pencatatan dikerjakan secara sistematis atau kronologis bersumber pada urutan terjadinya transaksi
  • Fungs Ke empat yakni Manfaat Instruktif 
Manfaat instruktif tujuannya kalau jurnal umum berfungsi memberikan perintah atau panduan dalam proses pemostingan ke buku besar.
  • Manfaat ke lima yakni Manfaat Informatif 
Manfaat Informatif tujuannya kalau jurnal umum bertindak dalam memberikan informasi untuk melakukan pencatatan bukti transaksi keuangan yang ada.

Prinsip Mendasar Pembuatan Jurnal Umum 

Dalam bikin jurnal umum mesti berdasar pada 5 langkah, mengenai ke lima langkah itu yaitu sebagai berikut ini:
  1. Menjalankan pengidentifikasian Bukti Transaksi keuangan yang muncul dari transasksi keuangan yang dikerjakan perusahaan, adapun contoh dari bukti transaksi keuangan salah satunya, Faktur, Memo, Kuitansi, dan lain sebagainya. 
  2. Memastikan account apa sajakah yang dipengaruhi dengan transaksi yang terjadi serta menggolongkannya dalam jenisnya apakah jenis Harta, atau Hutang, atau mungkin Modal dan lain sebagainya. 
  3. Menentukan Penambahan atau pengurangan pada account yang berkaitan dengan transaksi, akibat dari transaksi yang dikerjakannya. 
  4. Menentukan untuk mendebit atau mungkin mesti mengkredit account yang berkaitan dengan transaksi yang terjadi. 
  5. Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum sesuai sama bukti transaksi yang ditimbulkannya. 
Kesimpulan

Pengertian Jurnal Umum secara singkat yaitu jurnal yang berperan untuk mencatat semua pengarus yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan bersumber pada bukti transaksi keuangan yang ada.

Perusahaan mesti bikin jurnal umum dalam proses akuntansinya lantaran jurnal umum mempunyai 5 manfaat pokok yakni manfaat analisis, pencatatan, historis, instruktif, serta informatif. Dalam bikin jurnal umum mesti berdasar pada 5 prinsip atau pedoman mendasar supaya jurnal umum akurat serta teruji kebenarannya.

Beberapa Jenis Jurnal dalam Akuntansi 

Pencatatan Transaksi (Jurnal)

Dalam perusahaan kita butuh mencatat tiap transaksi transaksi yang terkait dengan keuangan. Akuntansi keuangan mencatatnya dalam satu jurnal supaya tiap pengeluran terdaftar secara rapi.

Beberapa macam jurnal
  • Jurnal umum 
Jurnal umum yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat tiap transaksi dalam perusahaan secara terperinci
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal khusus 
Jurnal khusus yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi-transaksi khusus dalam perusahaan yang terkait dengan penjualan serta pembelian.

Jurnal khusus terdiri dari:
  • Jurnal Penjualan (Sales Journal) 
Jurnal Penjualan yaitu jurnal yang dipakai jika kita melakukan penjualan barang secara credit pada Customer
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal Pembelian (purchases Journal) 
Jurnal Pembelian yaitu jurnal yang dipakai jika kita melakukan pembelian barang secara credit pada supplier.
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal) 
Jurnal Pengeluaran kas yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat tiap pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) 
Jurnal Penerimaan kas yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat tiap penerimaan kas dalam sebuah perusahaan
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal Umum (Memorial Journal) 
Memorial Journal yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi di luar empat jurnal di atas.
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal Pembalik (Reversing Entries) 
Jurnal balik yaitu jurnal yang di buat pada awal periode sebagai kebalikan dari beberapa jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini berbentuk opsional tetapi bila dilakukan memberikan manfaat.

Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dikerjakan reversing entries. Jurnal penyesuian yang di balik yaitu:
  1. Hutang biaya
  2. Piutang Pendapatan 
  3. Pendapatan Di terima Dimuka bila dipakai pendekatan pendapatan
  4. Biaya Dibayar Dimuka bila dipakai pendekatan beban (biaya) 
Untuk mempermudah pemahaman, berikut ini  kami sajikan ikhtisarnya saja sebagai berikut ini:
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
  • Jurnal Penutup (Closing Entries) 
Jurnal Penutup yaitu ayat jurnal yang di buat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara. Akibat penutupan ini rekening–rekening ini pada awal periode akuntansi saldonya nol.  Ada 4 (empat) jurnal penutup yang perlu di buat yakni:
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id
Sumber: heriz-heri.blogspot.co.id

Pengertian Jurnal Ilmiah 

Jurnal ilmiah yaitu majalah publikasi yang berisi KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data serta informasi yang mengajukan iptek serta ditulis sesuai sama beberapa aturan penulisan ilmiah dan diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)

Jurnal ilmiah harus memenuhi kriteria administratif sebagai berikut ini:
  • Mempunyai International Standard Serial Number (ISSN). 
  • Mempunyai mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang. 
  • Diterbitkan secara teratur dengan frekwensi paling sedikit dua kali dalam satu tahun, terkecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekwensi satu kali dalam setahun. 
  • Bertiras setiap kali penerbitan paling sedikit sejumlah 300 eksemplar, terkecuali majalah ilmiah yang menerbitkan system jurnal elektronik (e-journal) serta majalah ilmiah yang mengaplikasikan system daring (on-line) dengan kriteria sama juga dengan kriteria majalah ilmiah tercetak. 
  • Berisi artikel paling utama setiap kali penerbitan sejumlah paling sedikit 5 (lima), tidak hanya bisa ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah. 
  • Sumber data serta informasi ilmiah yang dijadikan dasar dalam pengaturan KTI (karya tulis ilmiah) seperti jurnal ilmiah yaitu tulisan yang mengandung data serta informasi yang memajukan iptek dan ditulis sesuai beberapa aturan ilmiah. 
Aturan KTI (karya tulis ilmiah) terdiri atas beberapa karakter berikut ini: 
  • Logis, memiliki arti berunutan keterangan dari data serta informasi yang masuk ke dalam logika pemikiran kebenaran pengetahuan. 
  • Obyektif, memiliki arti data serta informasi sesuai sama fakta kebenarannya. 
  • Sistematis, memiliki arti sumber data serta informasi yang didapat dari hasil kajian dengan mengikuti urutan pola pikir yang sistematis atau litbang yang berkelanjutan/berkepanjangan. 
  • Andal, memiliki arti data serta informasi yang sudah teruji serta sahih dan masihlah memungkinkan untuk selalu dikaji lagi. 
  • Design, memiliki arti terencanakan serta mempunyai rancangan, dan 
  • Akumulatif, memiliki arti kumpulan dari beragam sumber yang diakui kebenaran serta keberadaannya dan memberikan peran untuk khasanah iptek yang tengah berkembang. 

Pengertian jurnal 

Jurnal umum (general journal) atau disingkat dengan kata journal yaitu catatan pertama atau pendahuluan atas transaksi-transaksi yang terjadi.

Pencatatan pendahulaun (jurnal) juga dikenal dengan nama buku pencatatan asli (book of original entry) sebuah pencatatan langsung atas transaksi-transaksi ke dalam buku besar memungkinkan adanya kekeliruan pencatatan pada saat memasukan ke bagian debit maupun creditnya.

Untuk menghindari kekeliruan seminimal mungkin, dilakukan pencatatan pendahuluan memakai jurnal.

Manfaat serta bentuk jurnal.

Manfaat jurnal sebagai berikut ini:
  • Manfaat analisis. 
Manfaat analisis yakni menganalisa tiap transaksi untuk memastikan perkiraan-perkiraan yang bakal di debit serta dikredit dan jumlahnya.
  • Manfaat mencatat 
Manfaat mencatat artinya transaksi-transaksi finansial, baik di debit ataupun di credit bersama keterangannya.
  • Manfaat Historis 
Manfaat historis artinya tiap transaksi finansial yang terjadi di tulis secara kronologis.
  • Manfaat Informatif 
Manfaat informatif memiliki arti kalau catatan yang ada pada jurnal bisa memberikan informasi atau keterangan secara jelas.
  • Manfaat instrumaif. 
Manfaat ini adalah perintah untuk mencatat ke dalam perkiraan buku besar sesuai sama posisi debit serta credit dalam jurnal.

Bentuk jurnal 

Bentuk jurnal yang dipakai disatu perusahaan dengan perusahaan yang lain tidak sama. Ada perusahaan yang memakai dua kolam serta ada juga yang memakai banyak kolom demikian pula jumlah kolom jurnal yang dipakai oleh sebuah perusahaan bisa tidak sama dengan jumlah kolom jurnal yang dipakai oleh perasahaan yang lain.

Walaupun ada berbagai macam bentuk serta bentuk jurnal, secara garis besar jurnal bisa dibedahkan jadi jurnal umum serta khusus.

Jurnal ini terdiri dari dua kolom yakni debit serta credit. Tiap halaman jurnal di beri nomer untuk kode pembukuan

Keterangan:
  • Tangal 
Kolom pertama diisi dengan tahun serta bulan serta tahun. Kolom kedua di isi dengan tanggal bersangkutan.
  • Keterangan 
Di isi dengan beberapa nama perkiraan sesuai sama transaksi yang terjadi.
  • Ref 
Kolom ref, kode pembukuan di isi dengan nomer kode pembukuan.
  • Debit 
Untuk mencatat jumlah uang dari perkiraan yang dibukukan di sebelah debet.
  • Credit 
Untuk mencatat jumlah uang dari perkiraan yang dibukukan di sebelah credit.

Prosedur menjurnal. 

Proses pencatatan sebuah transaksi dalam satu jurnal disebut dengan “penjurnalan” (jurnal izing) supaya bisa dipahami secara jelas. Bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal, berikut ini ini diberikan prosedur menjurnal dalam jurnal umum.
  • Mencatat tanggal. 
  1. Tahun dicatat pada kolom tanggal paling atas (pada baris pertama) serta cuma ditulis satu kali pada tiap halaman. 
  2. Bulan ditulis pada baris kedua dalam kolom tanggal yang berlajur besar serta cukup dituliskan satu kali pada tiap halaman, terkecuali jika bulan baru atau berganti bulan. 
  3. Tanggal ditulis dalam baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur kecil. 
  • Mendebit perkiraan 
  • Nama perkiraan yang perlu di debit ditulis disamping kiri dalam kolom perkiraan/keterangan serta jumlah uangnya dimasukkan dalam lajur debit. 
  • Mengkredit perkiraan 
  • Nama perkiraan yang perlu dikredit ditulis satu baris di bawah nama perkiraan yang didebit, supaya ke tengah (bagian kanan) dari perkiraan debit, serta jumlah uangnya dicatat pada lajur credit. 
  • Perkiraan yang didebit umum ditulis di atas (lebih dulu), baru diikuti perkiraan yang dikredit. 
  • Keterangan (uraian) bisa ditulis secara singkat di bawah tiap ayat jurnal serta bisa menjelaskan hubungan setiap pikiran, jika sifat transaksi yang dicatat udah jelas, keterangan bisa tidak ditulis. 
  • Lajur referrence di isi jika ayat jurnal itu sudah di pindahbukukan (di posting) ke dalam perkiraan buku besar, lajur ini di isi sesuai sama nomer perkiraan buku besar. 
  • Halaman jurnal di isi sesuai sama lembaran jurnal, dan demikian sebaliknya antara ayat jurnal yang satu dengan ayat jurnal selanjutnya dipisahkan oleh satu baris kosong. 
  • Memindahkan jumlah jurnal. 
  • Jika sebuah halaman jurnal yang digunakan udah penuh, pencatatan transaksi bakal dilanjutkan pada halaman selanjutnya.
Nah, gak kerasa kan kita sampai di akhir pembahasan kali ini. Kira-kira gimana? Udah lumayan nambah dong pengetahuan tentang Pengertian Jurnalnya? Jangan ragu buat berbagi postingan ini ke teman-teman kalian ya, biar makin banyak yang paham seluk-beluk dunia per-jurnal-an, hehehehe.

Buat yang udah baca sampai selesai, makasih banyak ya, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat buat kita semua.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
  2. belajarakuntansijasa.blogspot.co.id
  3. basicakuntansi.blogspot.co.id
  4. aminawm.worpress.com
  5. heriz-heri.blogspot.co.id

Related Posts

Pengertian Jurnal: Fungsi, Jenis, dan Prinsip yang Terkandung
4/ 5
Oleh