7 Contoh Firma dan Ciri – Cirinya

7 Contoh Firma dan Ciri – Cirinya. Contoh Firma, Pengertian Firma, Ciri – Ciri Firma, Proses Mendirikan Firma, Bagaimana caranya untuk Mendirikan Firma, dan Perusahaan – Perusahaan yang berdiri sebagai Firma.

Pengertian Firma (Fa)

Sumber: dokterbisnis.net
Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih di mana setiap anggota bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Modal firman datang dari anggota pendiri. Untuk laba atau keuntungan diberikan pada anggota dengan perbandingan sesuai sama akta pada saat pendiriannya.

Proses Pendirian 

Bersumber pada Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Persekutuan Firma yaitu persekutuan yang diselenggarakan untuk menjalankan sebuah perusahaan dengan menggunakan nama bersama. Menurut pendapat lain,

Persekutuan Firma yaitu tiap perusahaan yang didirikan untuk menjalankan sebuah perusahaan dibawah nama bersama atau Firma sebagai nama yang digunakan untuk berdagang bersama-sama.

Persekutuan Firma adalah sisi dari persekutuan perdata, dasar hukum persekutuan firma ada pada Pasal 16 sampai dengan Pasal 35 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) serta pasal-pasal yang lain dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang berkaitan.

Dalam Pasal 22 KUHD dijelaskan kalau persekutuan firma mesti didirikan dengan akta otentik tanpa adanya peluang untuk disangkalkan pada pihak ketiga apabila akta itu tidak ada.

Pasal 23 KUHD serta Pasal 28 KUHD menyebutkan sesudah akta pendirian di buat, mesti didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri di mana firma itu berkedudukan serta lantas akta pendirian itu mesti diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Selama akta pendirian belum didaftarkan serta diumumkan, pihak ketiga berasumsi firma sebagai persekutuan umum yang menjalankan semua jenis usaha, didirikan untuk periode waktu yang tidak terbatas dan seluruh sekutu berwenang menandatangani beragam surat untuk firma ini sebagaimana disebut di dalam Pasal 29 KUHD.

Isi rangkuman resmi akta pendirian firma bisa dilihat di Pasal 26 KUHD yang perlu memuat sebagai berikut ini: 
  1. Nama, nama kecil, pekerjaan serta rumah para sekutu firma. 
  2. Pernyataan firmanya dengan memperlihatkan apakah persekutuan itu umum atau mungkin terbatas pada sebuah cabang khusus perusahaan spesifik dan dalam hal paling akhir dengan memberikan cabang khusus itu. 
Penunjukan para sekutu yang tidak diperbolehkan bertanda tangan atas nama firma.
Ketika mulai berlakunya persekutuan serta ketika berakhirnya.

Dan berikutnya, biasanya beberapa bagian dari perjanjiannya yang perlu digunakan untuk memastikan hak-hak pihak ketiga pada para sekutu.

Biasanya Persekutuan Firma disebut juga sebagai perusahaan yang tidak berbadan hukum lantaran firma sudah memenuhi syarat/unsur materiil tetapi syarat/unsur formalnya berbentuk pengesahan atau pernyataan dari Negara berbentuk ketentuan perundang-undangan belum ada.

Hal inilah yang mengakibatkan Persekutuan Firma bukanlah merupakan persekutuan yang berbadan hukum.

Sebagai satu badan usaha CV atau Firma berkewajiban untuk mendaftarkan NPWP yang terpisah dengan kewajiban para pemiliknya. Keuntungan usaha adalah pendapatannya CV atau Firma yang bakal dikenai pajak serta dilaporkan oleh CV atau Firma sebagai Wajib Pajak.

Sedangkan pendapatan seorang investor dari penanaman modal di CV atau Firma yaitu pendapatan berbentuk pembagian laba. Bila seorang investor juga aktif menjalankan usaha, investor dapat saja menerima tambahan pendapatan lain berbentuk upah serta tunjangan-tunjangan yang lain.

Proses Pembubaran 

Pembubaran Persekutuan Firma diatur dalam ketetapan Pasal 1646 sampai dengan Pasal 1652 KUHPerdata serta Pasal 31 sampai dengan Pasal 35 KUHD. Pasal 1646 KUHPerdata mengatakan kalau ada 5 hal yang mengakibatkan Persekutuan Firma berakhir, yakni:
  1. Periode waktu firma sudah berakhir sesuai sama yang sudah ditetapkan dalam akta pendirian; 
  2. Adanya pengunduran diri dari sekutunya atau pemberhentian sekutunya; 
  3. Musnahnya barang atau sudah selesainya usaha yang dijalankan persekutuan firma; 
  4. Adanya kehendak dari seorang atau beberapa orang sekutu; 
  5. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau ada di bawah pengampuan atau dinyatakan pailit. 

Sekutu 

Dalam Persekutuan Firma cuma ada satu jenis sekutu, yakni sekutu komplementer atau Firmant. Sekutu komplementer menjalankan perusahaan serta mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga hingga bertanggung jawab pribadi untuk keseluruhan.

Pasal 17 KUHD mengatakan kalau dalam biaya dasar mesti ditegaskan apakah diantara para sekutu ada yang tidak diperbolehkan bertindak keluar untuk mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga.

Walaupun sekutu kerja itu di keluarkan wewenangnya atau tidak di beri wewenang untuk mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga, tetapi hal semacam ini tidak menghilangkan sifat tanggung jawab pribadi untuk keseluruhan, seperti diatur dalam Pasal 18 KUHD.

Keuntungan 

Tentang pembagian keuntungan serta kerugian dalam persekutuan Firma diatur dalam Pasal 1633 sampai dengan Pasal 1635 KUHPerdata yang mengatur langkah pembagian keuntungan serta kerugian yang diperjanjikan serta yang tidak diperjanjikan diantara pada sekutu.

Dalam hal cara pembagian keuntungan serta kerugian diperjanjikan oleh sekutu, sebaiknya pembagian itu diatur di dalam kesepakatan pendirian persekutuan.

Dengan batasan ketetapan itu tidak bisa memberikan semua keuntungan cuma pada salah seorang sekutu saja serta bisa diperjanjikan bila semua kerugian cuma dijamin oleh salah satu sekutu saja. Penetapan pembagian keuntungan oleh pihak ketiga tidak diijinkan.

Jika langkah pembagian keuntungan serta kerugian tidak diperjanjikan, pembagian didasarkan pada perimbangan pemasukan secara adil serta seimbang dan sekutu yang memasukkan berbentuk tenaga kerja cuma dipersamakan dengan sekutu yang memasukkan uang atau benda yang paling sedikit.

Jenis - Jenis Firma: 
Sumber: kumpulan-berbagai-ilmu2015.blogspot.co.id
Firma Dagang serta Non dagang 

Firma yang kegiatan intinya yaitu membeli serta menjual barang dagangan disebut juga Firma Dagang. Sedangkan firma yang didirikan dengan maksud untuk memberikan beragam layanan pada orang-orang disebut juga dengan Firma Nondagang.

Seperti: Firma Hukum (kantor pengacara, konsultan hukum, dan lain-lain), Firma Akuntansi (kantor akuntan umum), konsultan manajemen, dan sebagainya.

Firma Umum serta Firma Terbatas 

Firma umum yaitu firma di mana seluruh sekutu bisa bertindak secara umum atas nama perusahaan serta masing-masing sekutu bisa bertanggung jawab atas beberapa kewajiban perusahaan. Sekutu yang demikian disebut juga dengan sekutu umum (general partners).

Sedangkan Firma Terbatas yaitu sebuah firma di mana kegiatan serta tanggung jawab anggota tertentu dibatasi pada beberapa hal spesifik saja. Sekutu yang demikian disebut juga dengan sekutu terbatas (limited partners).

Contoh: 

Firma Pangudi Luhur, Firma Sumber Rejeki, Firma Multi Marketing, Firma Indo Eternity, Firma Bangun Jaya

Unsur-Unsur Firma (Fa) 

Mengenai persekutuan perdata yaitu kesepakatan dengan dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk menyetorkan suatu hal pada persekutuan dengan maksud untuk mendapatkan manfaat atau keuntungan (Pasal 1618 KUHPer).

Bersumber pada pengertian itu, bisa dinyatakan kalau persekutuan itu disebut dengan Firma jika memiliki kandungan unsur-unsur pokok berikut ini: 
  1. Persekutuan perdata (Pasal 1618 KUHPer); 
  2. Menjalankan perusahaan (Pasal 16 KUHD); 
  3. Dengan nama bersama atau firma (Pasal 16 KUHD); dan 
  4. Tanggung jawab sekutu bersifat pribadi untuk keseluruhan (Pasal 18 KUHD) 
Dari pengertian Firma menurut Pasal 16 UU Hukum Dagang, bisa di simpulakan kalau, Firma adalah persekutuan perdata serta termasuk juga bagian dalam perusahaan dan dijalankan atas satu nama bersama.

Hal semacam ini di dukung dengan isi Pasal 1618–1652 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang menjelaskan Persekutuan perdata diberlakukan pada perseroan Firma sejauh tidak bertentangan dengan ketetapan Pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.

Mengenai pengertian Persekutuan Perdata menurut Kamus hukum adalah “Persetujuan hubungan kerja antara beberapa orang untuk mencari keuntungan tanpa bentuk badan hukum pada pihak ketiga masing-masing memikul sendiri-sendiri tindakannya ke dalam mereka mempertimbangkan laba rugi yang dibaginya menurut kesepakatan persekutuan”. (Pasal 1618 KUHPdt)

Menurut Johanes Ibrahim, sebuah Maatschap (persekutuan perdata) khusus seperti yang diputuskan oleh Pasal 1623 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bisa melakukan perbuatan perusahaan.

Oleh sebab itu, Firma tidak bisa dikatakan sebagai badan usaha yang mempunyai ciri sebagai badan hukum. Lantaran jika meninjau pandangan Subekti yang menjelaskan kalau,

Badan Hukum pada pokoknya yaitu sebuah badan atau perkumpulan yang bisa mempunyai hak-hak serta melakukan perbuatan seperti seorang manusia, dan mempunyai kekayaan sendiri, serta bisa digugat atau mengguggat di depan hakim.

Menurut Mollengraff Firma yaitu sebuah perkumpulan yang didirikan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama bersama serta yang mana anggota-anggotanya tidak terbatas tanggung jawabnya pada perikatan perseroan dengan pihak ketiga.

Firma yaitu perseroan yang menjalankan sebuah perusahaan di bawah nama bersama, yang tidak sebagai perseroan komanditer - Wery.

Slagter memberikan defenisi kalau Firma yaitu sebuah perjanjiann yang diperuntukkan ke arah hubungan kerja di antara dua orang atau lebih secara terus-terusan untuk menjalankan sebuah perusahaan di bawah nama bersama.

Supaya mendapatkan keuntungan atas hak kebendaan bersama guna meraih tujuan pihak-pihak di antara mereka mengikatkan diri untuk memasukkan uang, barang, nama baik, hak-hak atau gabungan dari padanya ke dalam persekutuan.

Dari pengertian di atas bisa diambil kesimpulan, firma yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih untuk menjalan perusahaan yang di buat dengan nama bersama.

Firma dapat juga dikatakan sebagai persekutuan perdata. Persekutuan perdata yaitu kesepakatan antara dua orang atau lebih yang mengikatkan diri untuk memasukkan suatu hal ke perusahhan dengan maksud untuk membagi keuntungan atau kemanfatan yang didapatkan karenanya (Pasal 1618 KUHPerdata).

Hingga bisa diambil kesimpulan kalau firma yaitu satu ketetapan khusus dari ketetapan yang umum yang mengatur tentang persekutuan perdata.

Persekutuan firma bukanlah merupakan badan hukum lantaran persekutuan firma tidak memenuhi syarat untuk jadi badan hukum. Mengenai syarat satu persekutuan disebut dengan badan hukum jika kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi serta mendapatkan memiliki ketentuan resmi atau husus oleh pemerintah.

Sedangkan persekutuan firma, kekayaan persekutuan dengan kekayaan pribadi tidak terpisah serta tidak ada undang-undang husus yang mengatur tentang firma. Oleh sebab itu dalam membangun persekutuan firma tidak ada kewajiban untuk mengesahkan akta pendirian oleh menteri kehakiman.

Ciri-Ciri Firma (Fa) 

Seperti persekutuan yang lain, firma juga mempunyai karakter atau ciri. Mengenai ciri firma di antaranya: 
  1. Para sekutu aktif di dalam mengelola perusahaan; 
  2. Tanggung jawab yang tidak terbatas atas semua kemungkinan yang terjadi; 
  3. Akan selesai bila satu diantara anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia; 
  4. Anggota firma umumnya udah sama-sama mengenal sebelumnya serta udah sama-sama mempercayai; 
  5. Kesepakatan sebuah firma bisa dilakukan di hadapan notaris; 
  6. Dalam aktivitas usaha senantiasa menggunakan nama bersama; 
  7. Tiap anggota bisa melakukan kesepakatan dengan pihak lain; 
  8. Adanya tanggung jawab atas kemungkinan kerugian yang tidak terbatas; 
  9. Jika ada hutang tidak terbayar, tiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi;  
  10. Tiap anggota firma mempunyai hak untuk jadi pemimpin ; 
  11. Seorang anggota tidak memiliki hak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lain; 
  12. Keanggotaan firma melekat serta berlaku seumur hidup; 
  13. Seorang anggota memiliki hak untuk membubarkan firma; dan 
  14. Mudah memperoleh credit usaha 

Karakter Firma (Fa) 

Karakter dari Persekutuan Firma yaitu:
  1. Keagenan atau perwakilan bersama; 
  2. Usia terbatas; 
  3. Tanggung jawab tidak terbatas; 
  4. Pemilikan kepentingan; 
  5. Partisipasi (Keikutsertaan) dalam Persekutuan Firma; 
  6. Bentuk firma ini sudah dipakai baik untuk aktivitas usaha bertaraf besar ataupun kecil; 
  7. Bisa berbentuk perusahaan kecil yang menjual barang pada satu tempat, atau perusahaan besar yang memiliki cabang atau kantor di banyak tempat; 
  8. Masing-masing sekutu jadi agen atau wakil dari persekutuan firma untuk tujuan usahanya 
  9. Pembubaran persekutuan firma akan terwujud bila ada satu diantara sekutu mengundurkan diri atau meninggal; 
  10. Tanggung Jawab seorang sekutu tidak terbatas pada jumlah investasinya; 
  11. Harta benda yang diinvestasikan dalam persekutuan firma tidak lagi dipunyai secara terpisah oleh masing-masing sekutu; dan 
  12. Masing-masing sekutu memiliki hak memperolah pembagian laba persekutuan firma.

Contoh Firma

Berikut ini adalah contoh-contoh perusahaan yang termasuk ke dalam Firma:

Contoh 1
Sumber: about.puma.com
Contoh 2
Sumber: versastudio.com
Contoh 3
Sumber: pinterest.com
Contoh 4
Sumber: logodatabases.com
Contoh 5
Sumber: pinterest.com
Contoh 6
Sumber: symbols.com
Contoh 7
Sumber: wiwidtrylestari.wordpress.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai 7 Contoh Firma dan Ciri – Cirinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Firma Pendaftaran di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat atau bahkan mendirikan Firma. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. wikipedia.org
  2. artonang.blogspot.co.id
  3. nurulsazwaniblog.wordpress.com

Related Posts

7 Contoh Firma dan Ciri – Cirinya
4/ 5
Oleh