Contoh Jurnal Ilmiah dan Cara Penulisannya

Contoh Jurnal Ilmiah dan Cara Penulisannya. Contoh Jurnal Ilmiah, Macam – Macam Jurnal Ilmiah, Syarat untuk bisa disebut sebagai Jurnal Ilmiah, Pengertian Jurnal Ilmiah, Sifat – Sifat Jurnal Ilmiah.

Pengertian Jurnal Ilmiah 

Sumber: hotel-r.net
Jurnal ilmiah yakni majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sama seperti beberapa ketentuan penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)

Jurnal ilmiah mesti memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut ini:
  1. Memiliki International Standard Serial Number (ISSN). 
  2. Memiliki mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang. 
  3. Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam satu tahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun. 
  4. Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit sejumlah 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama saja dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak. 
  5. Memuat artikel paling penting tiap kali penerbitan sejumlah paling sedikit 5 (lima), tidak cuma dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah. 
  6. Sumber data dan informasi ilmiah yang dijadikan dasar dalam penyusunan KTI (karya tulis ilmiah) seperti jurnal ilmiah yakni tulisan yang mengandung data dan informasi yang memajukan iptek serta ditulis sesuai sama beberapa ketentuan ilmiah. 
Ketentuan KTI (karya tulis ilmiah) terdiri atas beberapa ciri-ciri berikut ini: 
  1. Logis, mempunyai arti berunutan keterangan dari data dan informasi yang masuk ke dalam logika pemikiran kebenaran pengetahuan. 
  2. Obyektif, mempunyai arti data dan informasi sama seperti kenyataan kebenarannya. 
  3. Sistematis, mempunyai arti sumber data dan informasi yang didapat dari hasil kajian dengan mengikuti urutan pola pikir yang sistematis atau litbang yang berkepanjangan/berkelanjutan. 
  4. Andal, mempunyai arti data dan informasi yang udah teruji dan sahih serta masih tetap memungkinkan untuk selalu dikaji lagi. 
  5. Design, mempunyai arti terencanakan dan memiliki rancangan, serta 
  6. Akumulatif, mempunyai arti kumpulan dari bermacam sumber yang diakui kebenaran dan keberadaannya serta memberikan peran untuk khasanah iptek yang tengah berkembang. 
Prosedur menjurnal. 

Proses pencatatan satu transaksi dalam satu jurnal disebut juga dengan “penjurnalan” (jurnal izing) agar dapat dipahami secara jelas. Bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal, berikut ini diberikan prosedur menjurnal dalam jurnal umum.

Mencatat tanggal. 

Tahun dicatat pada kolom tanggal paling atas (pada baris pertama) dan hanya ditulis satu kali pada setiap halaman.

Bulan ditulis pada baris kedua dalam kolom tanggal yang berlajur besar dan cukup dituliskan satu kali pada setiap halaman, kecuali bila bulan baru atau berganti bulan.
Tanggal ditulis dalam baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur kecil.

Mendebit perkiraan 

Nama perkiraan yang perlu di debet ditulis selain kiri dalam kolom perkiraan/keterangan dan jumlah uangnya dimasukkan dalam lajur debit.

Mengkredit perkiraan 
  1. Nama perkiraan yang perlu dikredit ditulis satu baris di bawah nama perkiraan yang didebit, agar ke tengah (sisi kanan) dari perkiraan debet, dan jumlah uangnya dicatat pada lajur kredit.
  2. Perkiraan yang didebit umum ditulis di atas (lebih dahulu), baru diikuti perkiraan yang dikredit. 
  3. Keterangan (uraian) dapat ditulis secara singkat di bawah setiap ayat jurnal dan dapat menjelaskan hubungan tiap pikiran, bila karakter transaksi yang dicatat telah jelas, keterangan dapat tidak ditulis. 
  4. Lajur referrence di isi bila ayat jurnal itu udah di pindahbukukan (di tulis) ke dalam perkiraan buku besar, lajur ini di isi sama seperti nomor perkiraan buku besar. 
  5. Halaman jurnal di isi sama seperti lembaran jurnal, dan demikian sebaliknya antara ayat jurnal yang satu dengan ayat jurnal berikutnya dipisahkan oleh satu baris kosong. 
Memindahkan jumlah jurnal. 

Bila satu halaman jurnal yang dipakai telah penuh, pencatatan transaksi akan dilanjutkan pada halaman berikutnya.

Contoh Jurnal Ilmiah

Contoh 1
Sumber: slideshare.net
Contoh 2
Sumber: slideshare.net
Contoh 3
Sumber: downloadgratis.web.id
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Jurnal Ilmiah dan Cara Penulisannya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Jurnal Ilmiah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Jurnal Ilmiah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. aminawm.wordpress.com 

Related Posts

Contoh Jurnal Ilmiah dan Cara Penulisannya
4/ 5
Oleh