08 March 2017

Contoh Surat Pribadi Untuk Ayah, Ibu, Sahabat, Teman, dan Guru

Contoh Surat Pribadi Untuk Ayah, Ibu, Sahabat, Teman, dan Guru. Contoh Surat Pribadi, Pengertian Surat Pribadi, Fungsi Menulis Surat Pribadi, Contoh Surat Pribadi untuk Ayah, Contoh Surat Pribadi untuk Ibu, Contoh Surat Pribadi untuk Sahabat, Contoh Surat Pribadi untuk Teman, Contoh Surat Pribadi untuk Guru.

Pengertian Surat Pribadi 

Sumber: kompasiana.com/
Surat pribadi adalah surat yang ditulis seseorang untuk dikirimkan pada orang lain entah itu rekan, keluarga, saudara dan sebagainya yang isinya seputar beberapa hal pribadi.
Surat pribadi memakai bahasa sehari-hari lantaran bukanlah termasuk ke dalam surat resmi.

Fungsi Menulis Surat Pribadi 

Menulis adalah aktivitas yang bermanfaat, tidak terkecuali menulis surat pribadi. Apa saja manfaat dari menulis surat pribadi itu? Berikut ini beberapa manfaat menulis surat pribadi:

Mengungkapkan perasaan 

Lewat surat pribadi, seseorang bisa mengungkapkan perasaannya, seperti permasalahan pribadi, pengalaman, dan sebagainya.

Meningkatkan kreativitas 

Menulis surat pribadi dapat dijadikan sebagai latihan membuat tulisan. Dengan ini, orang yang menulis surat dapat mengungkapkan isi hatinya berbentuk tulisan dan secara tidak langsung mengasah kemampuan menulis.

Meningkatkan gagasan 

Dengan menulis surat pribadi, kalian dapat menyampaikan ide yang kalian punyai ke dalam surat secara bebas.

Untuk mewakili pribadi seseorang 

Selembar surat bisa mewakili pribadi seseorang. Pesan pribadi yang kalian tulis dapat di terima oleh orang yang kalian tuju walaupun jaraknya berjauhan. Tidak hanya itu, surat pribadi dapat juga menguatkan tali persaudaraan.

Contoh Surat Pribadi 

Sumber: wikihow.com
Berikut ini beberapa contoh surat pribadi berbagai tujuan, ada yang untuk rekan, sahabat, ayah, ibu, dan guru. Silahkan dipelajari baik-baik serta di perhatikan unsur-unsur yang ada di dalamnya:

Contoh Surat Pribadi untuk Sahabat 
Sumber: hipwee.com
Jakarta, 16 Desember 2016

Untuk Naura sahabatku
Di tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hai Naura, bagaimana kabarmu? Wah, nyatanya udah lama ya kita tidak berjumpa. Mulai sejak lulus SMP, kita belum berjumpa lagi. Bagaimana kabarmu serta keluarga kamu disana? Apakah kamu kerasan tinggal di situ? Tentu kamu udah punya banyak rekan baru ya.

Ra, sesudah lulus SMP, aku meneruskan ke SMA favorite disini. Alhamdulillah aku dapat di terima di sekolah itu. Awalnya aku ragu dengan nilaiku yang pas-pasan. Namun, namanya juga udah takdir, aku di terima di sekolah itu.

Aku bahagia sekali dapat di terima di sekolah favorite yang dahulu aku idamkan. Di sekolah itu aku jadi punya banyak rekan baru. Guru-gurunya juga baik-baik. Namun, namanya juga sekolah, banyak tugas hingga buat aku repot. Aku meluangkan menulis surat ini lantaran aku kangen sama kamu, Ra.

Bila ada waktu, kamu main dong ke tempat tinggal aku agar kita dapat bermain serta bercanda seperti dahulu. Jika memang perlu ajaklah rekan-rekan kamu agar dapat kenalan sama aku.

Sekian dulu, ya! Sampai nanti.

Sahabatmu,

Adinda Kusuma Melati

Contoh Surat Pribadi untuk Teman 
Sumber: merdeka.com
Surakarta, 16 Desember 2016

Untuk Intan Nurrohmah
Di tempat

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hai, apa kabarnya kamu di situ? Aku berharap kamu sehat-sehat saja. Udah lama ya kita tidak berjumpa. Aku kangen banget lho sama kamu. Kamu juga kangen kan sama aku?  Hahahaha. Aku kangen beberapa waktu kita bersama, bermain bersama, berlibur bersama. Sesudah kamu pindah ke kota lain, aku jadi kangen masa-masa itu.

Aku ingin sharing nih, sebentar lagi kan ujian nasional. Aku deg-degan, takut tidak lulus. Belajar sih belajar, namun tetap saja aku deg-degan. Kenapa sih mesti ada UN ya?

Pengennya sih langsung lulus tanpa perlu ada UN. Hahaha. Kalau kamu sih tenang-tenang saja dong ya. Kamu kan anak pintar. Dulu saja bila hitung-hitungan, aku kalah cepat sama kamu. Kamu juga pandai bahasa Inggris.

Intan, aku mau berjumpa sama kamu. Aku mau bermain, becanda ceria bersama kamu. Sesudah lulus UN kan banyak waktu libur. Aku bisa tidak ke tempat kamu? Aku amat bahagia bila dapat berjumpa kamu.

Sekian dulu ya surat dari aku. Aku tunggu balasan darimu.

Temanmu,

Mega Wulandari

Contoh Surat Pribadi untuk Ayah 
Sumber: bayugawtama.com
Pa, surat ini sengaja kutulis lantaran lisanku tidak pernah mampu menyuarakan segala yang peka dengan hati. Aku sangat mudah menangis, aku sangat ringkih untuk menyampaikan maksud baikku, Pa.

Aku sering melarangmu menyantap cemilanku, bukan lantaran kikir atau alasan kotor yang lain, aku cuma tidak mau gula darahmu lepas dari kontrol dan kembali melihatmu terbaring sakit.

Lebih baik kulihat kecewamu lantaran tidak ada satu pun dari kita yang mengunyah manis, daripada mesti menuruti keinginanmu, serta melihat badanmu merasakan segala lemah.

Biar nanti, sesekali kubuatkan kue, atau apapun yang kau sukai, namun ingat. SE – SE – KA – LI. Bukan setiap kali kau minta. Hahahaha.

Pa, kita tahu benar bila kau bukanlah pria yang terlahir romantis, kau sering kali bersuara lantang. Bukan, bukan karena kau sosok yang suka berpelukan dengan emosi, tetapi lantaran tradisi keluarga.

Aku memahami itu setelah berkali-kali ada di dalam keluargamu. Dan, tidak satu juga dari mereka dapat berbisik, mereka sering bicara lantang, tertawa, serta mengakhiri pertemuan dengan bernyanyi dan menari; kumaklumi, lantaran Opa memanglah berdarah Pakistan-India, bukan?

Pa, dahulu, saat aku masih belia, bila mama tengah geram, kau bukan memadamkan apinya, tetapi malah menyiramnya dengan bahan bakar, hingga tempat tinggal yang awalnya damai, saat itu juga jadi penuh kecemasan.

Aku, mas, serta abang melihat bagaimana kalian sama-sama berteriak, seumur hidup, akan kujadikan itu satu pengalaman, tidak akan kuulangi di dalam rumah tanggaku nantinya, lantaran kutahu benar bagaimana sakitnya hati seorang anak, menyaksikan orangtuanya bertengkar.

Namun, saat ini semua udah kupahami, Pa. apa-apa pemicunya, mengapa kau dan mama suka memupuk benci dalam cinta. Kusyukuri lantaran semua itu cuma masa lalu.
Tak tahu bagaimana awalnya, keluarga kita malah tumbuh sabar dan insya Allah saling mencinta di jalan Allah, insya Allah.

Kau dengan semua kesabaranmu, kuyakin bila 1001 pria di dunia ini yang mempunyai kesabaran yang setara denganmu, kau hebat, Pa. Akan jauh lebih hebat, bila nantinya kau dapat seratus persen mengatur emosimu, serta marah dengan cara yang ramah. Supaya tensi darahmu tidak perlu meninggi, supaya kau selalu sehat, supaya kita selalu dapat berbarengan.

Ah, benar saja kan, saya tidak pernah kuat membahas hal macam ini, udah sekuat tenaga kuatur napas, kutahan air yang ingin sekali terjun bebas dari mata. Namun? Gagal jua pada akhirnya. Aku masih di kantor, Pa. Tak mungkin rasanya menangis di depan mereka yang tak tahu pemicunya.

Aku memanglah gadis kecilmu yang gampang menangis, aku memanglah si bungsu yang perasaannya sangat sensitif.

Pa, entah kapan kubisa menyuarakan kalimat ini di telingamu,

‘Puput sayang banget sama papa”

Namun, kuyakin bila Allah tahu itu; jelas.

Pa, terima kasih karena selalu ada untuk mama, selalu sabar menghadapi semua kondisi yang kuyakin tidak semua kepala rumah tangga dapat lewati, selalu rutin membersihkan kotoran kucing di rumah, lantaran kau memperhatikan kesehatanku sebagai anak perempuanmu.

Terima kasih lantaran kau tidak pernah merasa pekerjaan rumah adalah pekerjaan istri serta anak perempuan saja, terima kasih lantaran sudah menjadi cinta pertamaku, dan jadi panutan.

Maaf bila kusempat menambah daftar dosa-dosamu, maaf bila kutelat menutup rapat aurat, maaf bila dahulu kusempat susah diingatkan untuk melaksanakan ibadah, serta maaf untuk semua yang tidak dapat kusebutkan.

Pa, kita (mama, mas, abang, kak Oni, dan aku) selalu berupaya membuat kamu bahagia, lewat cara kita. Kau akan dapat merasakan cinta kita, cuma dengan satu cara, menerima kami sebagai kami, bukanlah seperti mereka, lantaran kami bukan mereka.

Pa, tetaplah ada di sini, di hatiku, sebab kau akan senantiasa jadi pria pertama kecintaanku.

Sssssssssttt.. kuakhiri surat ini ya, Pa. Masih ada yang perlu kurapihkan sore ini, sampai jumpa di lantunan kata cinta berikutnya.

Salam sayang,

Anak perempuanmu satu-satunya; Puput.

Contoh Surat Pribadi Untuk Guru 
Sumber: student.cnnindonesia.com
Belanda, 17 Agustus 1945

Teruntuk Ibu Guruku

Assalamualaikum wr. wb. ,

Halloo Ibu, bagaimana kabarnya? Saya harap Ibu senantiasa sehat dan ada didalam lindungan Allah SWT. Ibu masih ingatkan dengan saya? Saya yaitu Salman, Murid ibu yang senantiasa bikin Ibu jengkel saat di SMA. Pastinya saya yakin ibu masih mengingatnya.

Bu, saya menulis surat ini untuk mengatakan rasa terima kasih yang tidak terhingga pada jasa – jasa Ibu yang demikian besar pada diri saya. Ibu sudah menuntun saya dengan penuh kesabaran serta keikhlasan. Tidak hanya itu, Ibu sudah menyadarkan diri saya untuk bertanggungjawab pada diri ini.

Saya masih mengingatnya Bu, Peristiwa beberapa tahun lalu sebagai titik balik dalam kehidupan saya. Peristiwa yang bikin saya sadar begitu bodoh serta sia – sianya diri saya saat itu. Ibu masih mengingatnya bukan?

Saat saya tengah bolos dari sekolah serta Ibu menghampiri saya ditempat penyewaan play station. Ibu tarik kuping ini dengan amat keras serta seluruh orang yang ada disana menertawaiku. Tahukah Ibu? Saat itu juga hati ini amat jengkel pada Ibu.

Tetapi, saat Ibu membawa saya ke ruangan BK serta memberikan nasehat, Saya pun menangis saat mendengar semua saran dari ibu.

Sampai saat ini saya juga masih mengingat perkataan itu. Ibu berkata, ”Kalau kamu sekolah cuma untuk main, berhenti dari sekolah kasian dengan orangtua mu.” perkataan itu lah yang selalau terngiang – ngiang dalam benakku. Mungkin saja bila Ibu tidak datang serta menjewer telinga saya saat itu, Saya masih jadi orang yang kacau.

Saya mau sekali berjumpa dengan ibu serta mengatakan rasa terima kasih saya secara langsung. Tetapi, kelihatannya kondisi masih belum mengijinkannya lantaran saya masih harus melakukan tanggung jawab sebagai duta besar Indonesia di Belanda.

Oleh sebab itu, lewat surat ini saya mengatakan rasa terima kasih ku pada Ibu. Mungkin saja ini tidak sepadan dengan apa yang sudah Ibu lakukan terhadapku lantaran saya tahu jasa – jasa ibu tidak akan mampu untuk terbalas. Yang dapat saya lakukan yaitu berdoa mudah-mudahan ibu senantiasa sehat serta ada di dalam lindungan Allah SWT.

Tidak ada yang kekal didunia ini, namun jasa serta pengabdianmu selalu hidup sepanjang waktu. Terima kasih Guruku tercinta.

Dengan Penuh Cinta,

Salman Nugraha

Contoh Surat Pribadi Untuk Ibu 
Sumber: blog.debusana.com
Ma, kali ini aku mau menuliskan surat cinta untukmu. Sebagai wanita kecintaan yang memiliki jenjang usia tiga puluh tahun di atasku.

Apa kau tahu, bila tiba-tiba saja aroma kopi begitu menyengat di kantorku, dan wajahmu terbayang jelas di kepalaku. Sebab, setiap pagi, kau senantiasa rutin menyapa cangkir yang berisi minuman kesayanganmu itu.

Ma, aku ingat jelas, bagaimana kau begitu telaten mengurus mas, abang, serta putri bungsumu ini. Aku ingat bagaimana kau senantiasa mempersiapkan sarapan; bahkan juga menyuapi kita dengan perjanjian, minimal tiga sendok makan, yang pada kenyataannya kuhitung kau berhasil mengecohku sampai sepuluh kali suap. Hahahaha.

Tidak apa, aku memahami bila kau cuma mau memastikan kami siap belajar di sekolah, dengan asupan makanan yang sebelumnya kau sediakan.

Kau juga sosok ibu yang tidak pernah membiarkan rambut kami berantakan, yang selalu memastikan bila baju kami rapi dan licin, tak boleh ada sedikitpun kusut yang tertinggal. Bahkan juga kau dinobatkan ibu rumah-tangga dengan kemahiran menyetrika pakaian tingkat tinggi. Aku bangga, Ma. Kau nomor satu dalam soal kebersihan.

Kau juga senantiasa membuat kita bahagia ketika sampai di meja makan, lantaran masakanmu tidak pernah terasa buruk. Kau adalah koki paling baik untukku. Guru paling baik dalam banyak hal yang bersinggungan dengan ‘tugas perempuan’.

Saranmu mengenai banyak hal, kan senantiasa kuingat, dan selalu sukses membuatku mengurungkan kemauan untuk melakukan hal yang tidak perlu.

Kau senantiasa bilang, bila kau mendoakanku mulai sejak dalam kandungan, dan satu diantara doa yang sering kali kau nyatakan yaitu “Kalau hamba punya anak perempuan, berilah ia jodoh yang mencintai dia tulus, bukan karena nafsu, atau fisik semata.”

Dan, aku meyakini bila Allah mendengar doamu, Ma. Aku meyakini lelaki itu tengah dalam perjalanannya, tidak usah gusar, kau harus yakin bila Allah mempersiapkan kebahagiaan cinta; untukku. Karena doamu.

Ma, terima kasih karena sudah bersedia jadi teman dekat paling baik, sekaligus teman debat dengan durasi paling lama. Kau manusia keras kepala yang tidak pernah ingin kulepas.

Kau manusia yang suka meluapkan emosi, tetapi tidak sedikitpun ingin kusiakan.

Mungkin saja, bila aku tidak terlahir dari rahimmu, aku tidak akan sampai di lembar indah hidupku sekarang.

Bohong bila kita tidak pernah berkelahi, lantaran adu pendapat denganmu senantiasa membuatku rindu. Kita sering bicara dengan nada yang lantang, kau suka menggangguku hingga kukesal, tetapi pada akhirnya? Tawa kita pecah, tidak berlebihan rasanya bila kita bersukur lantaran saling memiliki.

Ma, terima kasih karena senantiasa bersedia menyantap masakanku yang belum selezat masakanmu, atau mungkin saja tidak akan pernah menandingi kelezatan hasil masakanmu, hahahaha. Terima kasih karena sudah mendidikku lewat cara yang kuanggap tepat.

Mungkin saja, kau yang saat ini bukan lagi kau yang dahulu. Kau udah gampang lupa dengan segala hal. Dari mulai lupanya kamu menaruh sesuatu, sampai sulit untuk mengingat percakapan yang baru saja telingamu dengar.

Tidak apa, Ma. Aku ada di barisan paling depan, bila nanti mereka bersiap menyerang. Dulu, kau melindungiku lewat cara yang baik dan ramah pada sesama. Dan, sekarang aku kan berupaya melindungi lewat cara yang sama.

Aku sedang belajar, mengatur emosi yang tidak perlu kuluapkan, sebab kita sama-sama tahu bila Allah senantiasa Memeluk.

Ma, lembaran hidup yang pernah kelam, cerita yang pernah buram, tidak perlu lagi dikenang, sebab aku tidak akan berhasil mencipta bahagia untukmu saat ini, bila kau masih tetap saja sibuk dengan beberapa cerita duka di masa-masa lalu.

Hmm, sesungguhnya masih banyak yang ingin kusampaikan, tetapi lagi-lagi aku mesti segera menyudahi surat kali ini.

Harapku, aku dapat berbisik tepat di telingamu,

“Ma, Puput sayang banget sama, Mama. ”

Tak tahu kapan, namun insya Allah akan.

Terima kasih karena sudah jadi semesta yang tidak pernah ingin kutukar, walaupun cuma sekejap pandang.

Dari anak bungsumu yang sering menjengkelkan, tetapi senantiasa kau akui bila aku begitu mudah membuatmu rindu.

Salam sayang,

Puput.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Contoh Surat Pribadi Untuk Ayah, Ibu, Sahabat, Teman, dan Guru, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Surat Pribadi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk membuat Surat Pribadi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. laelitm.com
  2. syanugabrilla29.wordpress.com 
Back To Top