01 March 2017

Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Penulisannya

Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Penulisannya. Tinjauan Pustaka adalah bagian yang sangat penting dari sebuah proposal atau laporan penelitian karena pada bab ini diungkapkan pemikiran atau teori-teori yang melandasi dilakukannya penelitian.

Kegunaan Tinjauan Pustaka

Sumber: sarungpreneur.com
Castetter dan Heisler (1984, hal. 38-43) menerangkan bahwa tinjauan pustaka mempunyai enam peranan, yaitu: 
  1. Mengulas sejarah persoalan; 
  2. Membantu penentuan prosedur riset; 
  3. Memahami landasan teori yang terkait dengan persoalan; 
  4. Mengulas keunggulan serta kekurangan hasil riset terdahulu; 
  5. Menghindari duplikasi riset; serta 
  6. Menunjang perumusan permasalahan 
Lantaran keterangan Castetter serta Heisler di atas lebih jelas, pembahasan selanjutnya mengenai peranan tinjauan pustaka dalam tulisan ini merujuk pada keterangan mereka. Satu persatu peranan (yang saling kait mengkait) itu dibicarakan dalam bagian berikut ini: 
  • Mengulas sejarah persoalan
Sejarah persoalan mencakup perkembangan persoalan serta perkembangan riset atas persoalan itu. Pengkajian pada perubahan persoalan secara urutan mulai sejak persoalan itu muncul hingga pada kondisi yang dilihat saat ini akan memberi deskripsi yang lebih jelas mengenai perubahan materi persoalan (tinjauan dari waktu ke waktu: menyusut atau bertambah parah; apa pemicunya).

Mungkin saja, tinjauan seperti ini serupa dengan bagian “Latar belakang permasalahan” yang umumnya ditulis di bagian depan sebuah usulan riset. Bedanya: dalam tinjauan pustaka, kajian senantiasa merujuk pada pustaka yang ada.

Pengkajian urutan atas penelitian–penelitian yang pernah dikerjakan atas persoalan akan membantu memberi deskripsi mengenai apa yang sudah dikerjakan oleh peneliti-peneliti lain dalam persoalan itu. Deskripsi bermanfaat terlebih mengenai pendekatan yang digunakan serta hasil yang didapat.
  • Membantu penentuan prosedur penelitian 
Dalam membuat prosedur riset (research design), banyak untungnya untuk membahas prosedur-prosedur (atau pendekatan) yang pernah digunakan oleh peneliti-peneliti terdahulu dalam meneliti persoalan yang nyaris sama. Pengkajian mencakup keunggulan serta kekurangan prosedur-prosedur yang digunakan dalam menjawab persoalan.

Dengan memahami keunggulan serta kekurangan prosedur-prosedur itu, lantas bisa diambil, diadakan penyesuaian, serta didesain sebuah prosedur yang pas untuk riset yang dihadapi.
  • Memahami landasan teori yang terkait dengan persoalan
Satu diantara karakteristik riset yaitu kegiatan yang dikerjakan sebaiknya ada pada konteks ilmu dan pengetahuan atau teori yang ada.

Pengkajian pustaka, dalam soal ini, akan bermanfaat untuk pendalaman pengetahuan sepenuhnya (unified explanation) mengenai teori atau bagian ilmu dan pengetahuan yang terkait dengan persoalan.

Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau daerah persoalan dibutuhkan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau info empiris yang diinginkan.
  • Mengulas keunggulan serta kekurangan hasil riset terdahulu 
Pada bagian awal tulisan ini dijelaskan kalau manfaat tinjauan pustaka yang di kenal umum yaitu untuk membuktikan kalau riset (yang diusulkan) belum pernah dikerjakan sebelumnya.

Pembuktian keaslian riset ini bersumber pada pengkajian pada beberapa riset yang pernah dikerjakan. Bukti yang di cari mungkin berbentuk fakta kalau belum pernah ada riset yang dikerjakan dalam persoalan itu, atau hasil riset yang pernah ada belum mantap atau masihlah mengandung kekeliruan atau kekurangan dalam beberapa hal dan butuh diulangi atau dilengkapi.

Dalam riset yang akan dihadapi kerap dibutuhkan pengacuan pada prosedur serta hasil riset yang pernah ada (lihat manfaat 2). cewek kutu buku. Kehati-hatian perlu ada pada pengacuan itu.

Sebuah riset memiliki lingkup keterbatasan dan keunggulan serta kekurangan. Evaluasi yang tajam pada keunggulan serta kekurangan itu bakal bermanfaat terlebih dalam memahami tingkat kepercayaan (level of significance) beberapa hal yang diacu.

Butuh dikaji dalam riset yang dievaluasi apakah temuan dan rangkuman ada diluar lingkup riset atau temuan itu memiliki dasar yang amat lemah. Evaluasi ini menghasilkan penggolongan pustaka ke dalam dua kelompok: 
  1. Kelompok Pustaka Paling utama (Significant literature); 
  2. Kelompok Pustaka Penunjang (Collateral Literature). 
  • Menghindari duplikasi penelitian 
Manfaat yang ke lima ini, supaya tidak terjadi duplikasi riset, amat jelas tujuannya. Masalahanya, tidak semua hasil riset dilaporkan secara luas.

Dengan hal tersebut, publikasi atau seminar atau jaringan informasi mengenai hasil-hasil riset amat penting. Dalam soal ini, peneliti perlu tahu sumber-sumber informasi pustaka serta memiliki hubungan (access) dengan sumber-sumber itu.

Tinjauan pustaka, terkait dengan hal semacam ini, bermanfaat untuk memaparkan semua pengetahuan yang ada hingga sekarang terkait dengan persoalan yang dihadapi (hingga bisa menyakinkan kalau tidak terjadi duplikasi).
  • Menunjang perumusan permasalahan 
Manfaat yang ke enam dan taktis ini terkait dengan perumusan persoalan. Pengkajian pustaka yang meluas (namun tajam), komprehensif serta bersistem, selanjutnya mesti disudahi dengan sebuah rangkuman yang berisi persoalan apa yang tersisa, yang membutuhkan riset; yang membedakan riset yang diusulkan dengan penelitian-penelitian yang pernah dikerjakan sebelumnya.

Dalam rangkuman itu, rumusan persoalan ditunjang kemantapannya (justified). Pada beberapa formulir usulan riset (misalnya pada formulir Usulan Riset DPP FT UGM), bagian rangkuman ini sengaja dipisahkan sendiri (supaya lebih jelas menonjol) serta diletakkan setelah tinjauan pustaka dan di beri judul “Keaslian Penelitian”.
  • Organisasi Tinjauan Pustaka 
Seperti sudah diterangkan di atas, banyak didapati kekurangan dalam penulisan tinjauan pustaka dilihat dari cara membuat atau mengorganisasi materinya. Organisasinya yang lemah ditunjukan oleh tidak adanya sistem (keterikatan) yang pasti dipertunjukkan dalam tinjauan pustaka itu.

Terkait dengan kriteria untuk bersistem itu, dalam formulir Usulan Riset DPP FT UGM sudah ditulis dengan jelas, sebagai berikut ini:

“Tinjauan Pustaka (Buatlah sebuah uraian yang baik, luas serta bersistem tentang beberapa riset yang udah pernah diadakan serta yang memiliki kaitan dengan riset yang diusulkan ini….)”.

Dalam soal organisasi tinjauan pustaka, Castetter serta Heisler (1984, hal. 43-45) merekomendasikan mengenai beberapa sisi tinjauan pustaka, yang mencakup: 
  1. Pendahuluan
  2. Pembahasan dan
  3. Rangkuman
Dalam sisi pendahuluan, umumnya ditunjukan peninjauan serta kriterian penetapan pustaka yang akan dilihat (bisa diungkapkan dengan sederetan pertanyaan keingin–tahuan).

Di bagian pendahuluan ini juga diterangkan mengenai organisasi tinjauan pustaka, yakni pengelompokan secara sistematis dengan memakai judul serta sub-judul pembahasan; biasanya, pengelompokan didasarkan pada tema; cara lain, berdasarkan perioda (waktu, kronologis). Contoh “bagian pendahuluan” dari sebuah tinjauan pustaka sebagai berikut ini:

Contoh 1 

Tinjauan pustaka dalam riset ini mencakup lima kelompok pembahasan. Pembahasan pertama adalah tinjauan singkat mengenai sistem permodelan transportasi kota, sebagai pengantar atau pengenalan mengenai penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan.

Pembahasan kedua terkait dengan pengetahuan penyebaran beban lalu lintas ke ruas-ruas jalan (trip assignment) tersebut, serta pembahasan kelompok ketiga menyangkut tinjauan kronologis pengembangan paket-paket program computer untuk perhitungan sebaran beban lalu lintas.

Pembahasan ke empat bersangkut–paut dengan kritik pada paket-paket computer dalam bagian sistem permodelan transportasi kota yang ada; sedangkan pembahasan ke lima fokus pada interaksi (dialog) antara program computer serta pengguna. (Sumber: Djunaedi, 1988)

Contoh 2 

…. tinjauan pustaka ini didesain untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut ini:
  1. Seperti apakah proses perencanaan kota komprehensif itu? 
  2. Bagian mana saja dari proses itu yang terstruktur serta bagian mana saja yang tidak terstruktur? 
  3. Sejauh mana bebrapa bagian proses itu hingga sekarang sudah terkomputerkan? 
  4. Siapa saja atau pihak mana yang ikut serta dalam proses perencanaan itu? 
  5. Seperti apakah produk akhir dari proses perencanaan itu?
Bagian kedua, kajian, disusun sesuai sama organisasi yang sudah diputuskan dalam bagian pendahuluan. Kajian pustaka butuh diperhitungkan keterbatasan kalau tidak mungkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibicarakan dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting serta butuh dibicarakan lebih detil dari pada pustaka yang lain.

Dalam hal ada kemiripan isi, rincian bisa diaplikasikan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka yang lain cukup disebutkan saja namun tidak dirinci.

Contoh: Komponen Sistem Penunjang Pembuatan Keputusan, seperti dijelaskan oleh Mittra (1986), mencakup empat modul: pengendali, penyimpan data, pengolah data, serta pembuat model.

Keterangan yang sama diberikan juga oleh Sprague serta Carlson (1982), serta Bonczek et al. (1981). Sebagai peninjauan yang bersistem, selain menuruti organisasi yang sudah ditetapkan, dalam kajian secara detil butuh diperlihatkan keterkaitan satu pustaka dengan pustaka yang lain.

Bukan hanya menyebutkan “Si A menerangkan kalau. . . . . . Si B menjelaskan. . . . . . Si Z memerinci. . . . . . “; namun butuh dijelaskan keterkaitannya

Contoh “Si B menjelaskan kalau. . . . . . demikian sebaliknya si G menyanggah hal itu serta menyebutkan kalau. . . . . . Bantahan yang sama keluar dari berbagai pihak, contohnya diungkapkan oleh si W, si S serta si Y. Ketiga penulis paling akhir ini bahkan juga menyebutkan kalau. . . . . . cewek kutu buku

Tinjauan Pustaka diakhiri dengan rangkuman atau ringkasan yang menerangkan mengenai “apa arti semua tinjauan pustaka itu (what does it all mean?)”.

Secara detil, rangkuman atau ringkasan itu sebaiknya berisi jawaban pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini, mengenai: status sekarang, tentang pengetahuann yang terkait dengan persoalan yang akan di teliti (apakah persoalan sesungguhnya sudah selesai terjawab?);

Beberapa riset terdahulu yang dengan persoalan yang dihadapi (adakah suatu hal serta apakah yang bisa digunakan?); mutu beberapa riset yang dikaji (mantap atau cuma bisa dipercayai beberapa saja?); kedudukan serta peran riset yang diusulkan dalam konteks ilmu dan pengetahuan yang ada.

Contoh bagian ringkasan dari tinjauan pustaka : 

Isi tinjauan pustaka di atas bisa diringkas sebagai berikut ini: 
  1. Sudah ada pengetahuan mengenai teknik perhitungan sebaran beban lalulinas ke ruas-ruas jalan. 
  2. Teknik itu sudah diwujudkan dalam sebuah bagian dari program computer bertaraf besar hingga menengah, yang dijalankan dengan computer besar (main–frame). 
  3. Diperlukan penerapan teknik itu pada computer mikro mengingat computer mikro sudah menyebar luas di Indonesia. 
  4. Untuk pembuatan program simulator ini butuh diperhitungkan hasil-hasil riset yang pernah dilakukan menyangkut hubungan (dialog) antara program computer serta pengguna yang bukanlah program, terlebih dalam bentuk dialog, keterlibatan pengguna, serta terbatasnya waktu dalam diri pengguna. 

Contoh Tinjauan Pustaka 

Sumber: elearningindustry.com
BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA 

2. 1 Pengetahuan

2. 1. 1 Definisi

Pengetahuan adalah penampakan dari hasil “tahu” serta terjadi setelah orang melakukan pengindraan pada sebuah objek spesifik. Pengetahuan yaitu hasil tahu manusia yang sebatas menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).

Menurut Taufik (2007), pengetahuan adalah pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang pada objek lewat indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).

Pengetahuan yaitu himpunan pengalaman-pengalaman serta pengetahuan-pengetahuan dari beberapa orang yang digabungkan secara haemonik dalam sebuah bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004).

2. 1. 2 Tingkatan Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif memiliki 6 tingkatan, yakni: 
  • Tahu (Know) 
Tahu disimpulkan sebagai mengingat sebuah materi yang dipelajari sebelumnya ke dalam tingkat pengetahuan ini yaitu mengingatkan kembali (recall) pada sebuah spesifik dari semua badan yang dipelajari atau rangsangan yang sudah di terima.

Tahu adalah tingkatan pengetahuan yang terendah. Kata kerja untuk mengukur kalau orang tahu mengenai apa yang dipelajari diantaranya menyebutkan, menguraikan, mendeskripsikan, menyebutkan dan sebagainya.
  • Mengerti (Comprehension) 
Mengerti adalah kapabilitas untuk menjelaskan benar mengenai objek yang di ketahui serta langkah menginterprestasikan materi itu secara benar. Orang yang sudah paham pada objek atau materi mesti bisa menerangkan menyebutkan contoh: menyimpulkan, meramalkan pada objek yang dipelajarinya.
  • Aplikasi (application) 
Aplikasi yaitu kapabilitas untuk mengungkapkan materi yang sudah dipelajari pada kondisi atau keadaan sesungguhnya (nyata). Aplikasi di sini bisa disimpulkan, aplikasi atau pemakaian hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau kondisi yang lain.

Contohnya bisa memakai rumus statistik dalam perhitungan-perhitungan hasil riset, bisa memakai prinsip-prinsip siklus pemecahan permasalahan (problem solving cycle) di dalam pemecahan permasalahan kesehatan dari masalah yang didapatkan.
  • Analisis (Analisa) 
Analisis yaitu kapabilitas untuk menguraikan materi atau sebuah objek ke dalam komponen-komponen, namun masih tetap dalam satu susunan organisasi itu masihlah ada hubungannya satu sama lain.

Kapabilitas analisa ini bisa dilihat dari pemakaian kata kerja, bisa menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
  • Sintesis (Syntesis) 
Sintesis yaitu kapabilitas untuk menempatkan atau menghubungkan beberapa bagian di dalam sebuah bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis yaitu suatu kapabilitas untuk membuat formulasi baru dari formulasi yang sudah ada.

Contohnya bisa membuat, bisa merencanakan, meringkas, menyesuaikan dan sebagainya pada sebuah teori atau rumusan-rumusan yang sudah ada.
  • Evaluasi (Evaluation) 
Evaluasi adalah kapabilitas dari seseorang untuk melakukan riset pada sebuah objek penilaian pada sebuah materi atau objek. Pengukuran pengetahuan bisa dilakukan dengan wawancara atau quesioner yang menanyakan mengenai isi materi yang mau diukur dari subyek riset atau responden.

Kedalaman pengetahuan yang mau kita pahami atau kita ukur bisa kita sesuaikan dengan beberapa tindakan di atas (Notoatmodjo, 2007).

Konsep yaitu sebuah abstrasi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan sebuah pengertian. Oleh karena itu konsep tidak bisa diukur serta diamati secara langsung. Supaya bisa diukur, konsep itu mesti di uraikan ke dalam variabel-variabel. Variabel yang dipakai pada pengetahuan yaitu ordinal dengan hasil ukur baik serta kurang (Notoadmojo, 2003).

Contoh Tinjauan Pustaka Lainnya

Contoh 1
Sumber: slideshare.net
Contoh 2
Sumber: scribd.com
Contoh 3
Sumber: yangkutauu.wordpress.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Penulisannya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Tinjauan Pustaka di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Tinjauan Pustaka. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. duniamerahh.blogspot.co.id
  2. cangcut.net 
Back To Top