Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur)

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur). Pengertian Fungi atau Jamur, Pengertian Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur), Klasifikasi Fungi (Jamur), Berbagai Macam Jenis Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur) yang sudah dipahami cara-caranya, dan Reproduksi Fungi (Jamur) yang masih dalam penelitian.

Pengertian Fungi (Jamur) 

Sumber: inspirasibaru-yusufsila.blogspot.co.id
Fungi (jamur) yakni organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya itu dalam klasifikasi makhluk hidup,

Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, ia tidak termasuk dalam kindom protista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (mendapat makanan dari organisme yang lain), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan beberapa bahan organik yang ada di lingkungannya.

Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai jadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (mendapat bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar keduanya sama-sama mendapat untung).

Reproduksi Fungi (Jamur) 

Sumber: lingkaran-pengetahuan.blogspot.co.id
Jamur terdiri atas dua, yaitu: uniseluler (besel tunggal) dan multiseluler), dan keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang tidak sama.

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membuat tunas, dan secara seksual dengan membuat spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut juga dengan benang hifa.

Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membuat spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual lewat pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sampai terbentuk spora askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara yakni spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.

Endospora yakni spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap ada di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora yakni spora yang dihasilkan lewat perkawinan jamur ascomycota. Askospora ada pada askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan grup jamur Basidimycota disebut juga dengan basidispora. Basidispoa ada di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia yakni spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau mungkin saja dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Apabila udah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Rangkuman: 
  1. Reproduksi jamur unseluler: 
  2. Aseksual (Membuat tunas, membuat spora) 
  3. Seksual (membuat spora askus) 
Reproduksi jamur multiseluler: 
  1. Aseksual (Fragmentasi, zoospoa, konidia) 
  2. Seksual (Inti jantan dan inti betina bertemu, selanjutnya membuat spora askus atau spora basidium) 

Klasifikasi Fungi (Jamur) 

Sumber: seputarilmu.com
Jamur diklasifikasikan bersumber pada cara reproduksi dan susunan tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi jadi 4 divisi yakni:

Divisi Zygomycot 
Sumber: examplesof.com
Tubuh Zygomycota terbagi dalam benng hifa yang bersekat melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak dan dinding selnya mempunyai kandungan kitin.

Contoh jamur ini yakni jamur yang tumbuh pada tempe, tidak cuma itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan yang lain. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membuat spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium lalu pecah dan spora menebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membuat benang baru.

Reproduksi secara seksual dikerjakan dengan cara berikut ini: 

Dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu, lalu inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang berdinding tebal.

Zigot membuahkan kota spora yang disebut juga dengan zigosporangium dan sporanya disebut juga dengan zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) sepanjang 1-3 bulan.

Lantas zigospora akan berkecambah membuat hifa. Hifa jantan dan betina hanya arti saja, dan disebut juga jantan, apabila hifanya memberi isi sel, disebut juga dengan betina apabila menerima isi sel.

Divisi Ascomycota 
Sumber: wikipedia.org
Ciri Khusus dari jamur Ascomycota yakni dapat membuahkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini serupa kantong sehigngga disebut juga dengan askus, untuk mengerti bentuk dan stuktu askus dibutuhkan penilaian yang jeli.

Reproduksi secara sesksual 

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskan secara ingkas sebagai berikut ini: 

Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membuat alat reproduksi betina yang ukurannya jadi lebh besar, yang disebut juga dengan askogonium. Di dekatnya, dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan yang disebut juga dengan anteridium berinti haploid (n kromosom).

Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut juga trikogin. Lewat saluran trikogin berikut ini inti sel dari anteidium geser dan masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium berpasanga.

Sesudah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa hifa. Hifa ini disebut juga sebagai hifa askogonium. Nah yang berpasangan itu masuk ke dalam askogonium, lalu membelah secara mitosis, namun tetap saja berpasangan.

Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membuat sekat melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini ada dua int. Ujung hifainilah yang nantinya akan membuat askus. Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, mempunyai bentuk kompak, yang mudah jadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang datang dari ujung hifa itu membelah secara meiosis membuat 8 buah spoa. Jadi, spoa itu terbentuk di dalam askus, lantaran itulah disebut juga dengan spora askus. Spora askus dapat menebar kemana saja karena angin. Apabila jatuh di tempat yang sesuai dengan spora askus akan tumbuh jadi benang hifa baru.

Reproduksi Secara Aseksual 

Tidak cuma reproduksi secara seksual, jamur ini bisa melakukan perkembangbiakkan secara aseksual lewat pembentukan tunas, pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam.

Ada yang hitam, coklat, bahkan kebiruan, dan ada pula yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Kelompok jamur ini ada yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

Rangkuman Ascomycota: 
  1. Hidup saprofit, parasit, ada yang bersimbiosis 
  2. Hifa bersekat melintang, bercabang-cabang 
  3. Reproduksi aseksual dengan tunas, fragmentasi, konidia 
  4. Reproduksi seksual dengan membuahkan spora askus
Divisi Basidiomycota 
Sumber: phylogame.org
Jamur Basidiomycota umumnya yaitu jamur makroskopik, dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan dapat kita peroleh pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang kaya akan bahan oganik, misalnya jamur barat.

Bentuk tubuh buahnya rata-rata sama payung misalnya pada jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan yang lain, jamur-jamur itu yaitu makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya ada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Segi tubuh buah inilah yang enak dikonsumsi.

Tubuh buah atau basidiokarp yaitu tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium membuahkan 4 spora basidum. Secara singkat daur hidup Basidiomycota: Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+) pindah ke hifa (-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium keluar basidiokarpà membuat basidium à spora basidium.

Rangkuman Basidiomycota: 
  1. Adalah jamur makroskopik 
  2. Hifa bersekat melintang, monokariotik, atau dikariotik 
  3. Membuahkan spora basidium dari reproduksi seksualnya 
  4. Reproduksi aseksual dengan Konidia 
Divisi Deuteromycota 
Sumber: youtube.com
Jamur yang reproduksi seksualnya membuahkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang membuahkan basidium digolobgkan ke dalam Basidiomycota. Walau demikian belum tentu semua jamur yang dijumpai di alam udah di pahami cara repoduksi seksualnya.

Lebih kurang ada sekitar 1.500 jenis jamur yang belum di pahami cara reproduksi seksualnya. Akibatnya karena hal sejenis ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1.500 jamur itu. Jamur yang demikian untuk sementara waktu digolongkan ke dalam Deuteromycota atau “jamur tak tentu”.

Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukanlah takson. Apabila kemudian menurut penelitian ada bentuk dari jamu ini yang di pahami proses reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau Basidiomycota.

Sebagai cotnoh yakni jamur oncom yang semula jamur ini ada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah di teliti kenyataannya jamur ini membuahkan askus sampai dimasukkan ke dalam Ascomycota.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Fungi (Jamur) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Fungi (Jamur). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Related Posts

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur)
4/ 5
Oleh