24 March 2017

Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari

Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari. Pengertian Seni Tari, Fungsi Seni Tari, Unsur yang terdapat di dalam Seni Tari, Jenis atau Ragam Seni Tari, Seni Tari digunakan untuk Berbagai Kegiatan. Seni Tari untuk Kegiatan Formal dan Non Formal.

Pengertian Seni Tari 

Sumber: pinterest.com
Ketika kita mendengar seni tari, biasanya yang akan terlintas di pikiran kita yaitu beberapa gerakan anggota tubuh yang mengikuti alunan music. Lalu, bagaimana dengan pendapat beberapa pakar? Apakah mereka berpendapat yang sama?. Nah, pengertian dari seni tari yang dikemukakan oleh beberapa ahli, salah satunya yaitu:
  1. Soedarsono, menyebutkan bila tarian yakni ekspresi jiwa manusia lewat gerak ritmis yang indah. 
  2. Yulianti Parani, menyebutkan tari yakni gerak-gerak ritmis beberapa atau semua anggota tubuh yang terbagi dalam pola perseorangan atau grup yang diimbangi ekspresi spesifik. 
  3. Curts Sachs, menyebutkan Tari yakni gerak yang ritmis. 
Apabila ditarik menjadi satu rangkuman dari ketiga pendapat itu Seni Tari yaitu gerak-gerak ritmis dari anggota tubuh sebagai ekspresi dan pengungkapan perasaan dari si penari yang diiringi alunan music yang manfaatnya menguatkan maksud yang ingin di sampaikan.

Jadi, seni tari tidak hanya asal menggerakkan anggota tubuh, akan tetapi memiliki maksud dan arti spesifik yang ingin di sampaikan si penari untuk yang menyaksikan. Arti itu dapat berwujud filosofis, keagamaan, pendidikan, kepahlawanan dan lain-lain.

Umpamanya yaitu Tari Saman yang datang dari Aceh. Tari saman ini mencerminkan keagamaan, pendidikan, sopan santun dan kepahlawanan dalam tempo yang bersamaan.

Fungsi Seni Tari 

Kita udah tahu bila satu diantara fungsi dari seni tari yaitu sebagai ekpresi dan pengungkapan perasaan dari si penari. Hal semacam ini dapat dimaklumi karena manusia yaitu makhluk social yang perlu berkomunikasi dengan pihak lain.

Pihak lain itu yaitu manusia yang lain serta Tuhan YME. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa fungsi atau peranan lain dari seni tari, salah satunya yaitu:

Sebagai fasilitas keagamaan 
Sumber: wikipedia.org
Di dalam kehidupan keagamaan, mulai sejak dahulu manusia menggunakan tari-tarian sebagai fasilitas berkomunikasi dengan Tuhan. Biasanya tari yang digunakan sebagai fasilitas keagamaan miliki sifat sakral.

Di Bali masih tetap ada tarian-tarian keagamaan sebagai fasilitas komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya. Biasanya tarian ini dikerjakan di Pura-pura. Contoh tariannya yaitu, Sang Hyang, Kecak, Keris, Rejang.

Sebagai fasilitas upacara adat 
Sumber: wikipedia.org
Tarian yang biasanya digunakan sebagai upacara adat terdiri atas 2 yaitu:

Momen Alamiah 

Tarian upacara adat yang berupa alamiah biasanya terkait dengan momen alam. Umpamanya yaitu tarian upacara menanam padi, tarian untuk kesuburan tanah/minta hujan, panen padi, memohon keselamatan dan tolak bala.

Tarian-tariannya yaitu: Tari Ngaseuk (menanam padi) dari Jawa Barat, Tari Seblang (panen padi) dari Jawa Timur, Tari Nelayan (memohon keselamatan saat berlaut) dari Irian Jaya.

Momen Kehidupan 

Tarian upacara kebiasaan pada momen kehidupan umumnya terkait dengan kehidupan manusia. Umpamanya yaitu pada peristiwa perkawinan, kelahiran, khitanan hingga kematian.

Tarian-tariannya yaitu: Tari Sisingaan (upacara khitanan) dari Jawa Barat, Tari Wolane (upacara perkawinan) dari Maluku, Tari Holana (menyambut kelahiran bayi) dari NTT dan Tari Ngaben (upacara kematian) dari Bali

Sebagai Fasilitas Pergaulan 
Sumber: anandatour.web.id
Manusia yaitu makhluk social yang membutuhkan interaksi dengan individu yang lain hingga munculah keakraban. Untuk mendapatkan situasi keakraban itu, manusia membutuhkan satu fasilitas. Satu diantara fasilitas tersebut yaitu Tarian Pergaulan.

Tarian pergaulan yakni bentuk tarian yang diperuntukkan untuk menyebutkan kerukunan bermasyarakat. Satu diantara contoh yang paling jelas dari tari pergaulan yaitu Tari Jaipongan di mana penari serta penonton dapat menari berbarengan di satu panggung.

Contoh yang lain yaitu Tari Tayub dari Jawa Timur, Tari Adu jago dari Surabaya dan Tari Manduda dari Sumatera Barat.

Sebagai Tontonan

Fungsi atau peranan paling akhir dari seni tari yaitu sebagai tontonan atau pertunjukan. Hampir setiap daerah di Nusantara memiliki tarian tontonan. Tarian tontonan atau pertunjukan yakni bentuk tarian yang dihadirkan sebagai hiburan semata. Diharapkan penonton yang lihat tarian ini akan merasa terhibur.

Unsur Seni Tari 

Kita udah membahas arti dari seni tari. Seni tari yaitu gerakan anggota tubuh secara ritmik yang diiringi oleh music.

Bersumber pada pengertian itu, dapat ditarik satu rangkuman bila seni tari terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur dari seni tari itu terkait erat dan tidak dapat dihilangkan satu sama lain. Unsur-unsur dari seni tari yaitu:

Jenis Gerak 

Gerak yaitu unsure paling penting dan unsur estetika dari tari. Gerakan dari tari datang dari anggota tubuh. Anggota tubuh yang dapat digunakan untuk menari yaitu anggota tubuh sisi atas, sisi tengah dan sisi bawah.

Anggota tubuh sisi atas terdiri atas kepala, mata dan raut muka. Jenis gerak dari anggota tubuh sisi tengah yaitu terdiri dari lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari dan ruas jari.

Sedangkan anggota tubuh sisi bawah terdiri dari Kaki. Jenis gerak pada bagian kaki hampir sama untuk tarian di bagian tangan. Ketidaksamaannya ada pada tempo atau volume gerakannya.

Bentuk Iringan 

Unsur kedua dari tarian yaitu bentuk iringan. Bentuk iringan tarian dapat berupa bentuk music iringan tari internal dan bentuk music iringan tari eksternal.

Bentuk music iringan tari internal yaitu iringan yang datang dari tubuh penari itu. Umpamanya yaitu Tepukan dada dan telapak tangan pada Tarian Saman dari Aceh dan suara “Cak” pada tari kecak dari Bali.

Sedangkan bentuk music iringan tari eksternal datang dari tabuhan alat music. Umpamanya di Jateng, Jawa Timur dan Jawa Barat dikenal alat music gamelan, pelog dan salendro.

Kostum Tari 

Kostum tari yaitu satu estetika yang tidak dapat dipisahkan dari bentuk tarian. Kostum tarian untuk upacara mempunyai bentuk lebih sederhana dan tidak mementingkan estetika.

Berlainan dengan kostum tarian yang digunakan untuk tarian pertunjukan atau tarian tontonan. Kostum pada tarian tontonan atau pertunjukan bentuknya di desain sedemikian rupa sampai menyebabkan kesan keindahan maupun mendalam dari penontonnya.

Pola Lantai 

Nah, last but not the least yaitu pola lantai. Apa yang disebut juga dengan pola lantai? Pola lantai yakni posisi yang dilakukan baik oleh penari tunggal maupun penari grup. Pola lantai pada suatu tarian dapat berbentuk simetris, asimetris, lengkungan, garis lurus dan lingkaran.

Pada tarian upacara, pola lantai biasanya berbentuk lingkaran. Menurut beberapa pakar, pola lantai berbentuk lingkaran melukiskan keterkaitan erat dengan sebuah hal yang sacral atau mistis.

Lingkaran berpusat sebagai symbol alam dunia, berpusat pada bagian spesifik yang dihuni oleh alam gaib. Contoh tarian upacara dengan pola lantai lingkaran yaitu tari kecak dari bali.

Ide konsep Seni Tari 

Kita ketahui bila Indonesia yaitu Negara kepulauan yang terbagi dalam banyak suku. Keberagaman suku di Indonesia membuahkan keberagaman gerak tari yang berbeda antara suku satu dan lainnya di Indonesia.

Walaupun setiap tarian memiliki gerakan yang tidak sama namun tetap memiliki persamaan. Persamaan itu yaitu tenaga, ruang dan waktu.

Tenaga 

Setiap bergerak kita memerlukan tenaga. Nah, begitu halnya gerak tari. Untuk mendapat gerak tari yang dinamis, kompak dan ritmis tentunya membutuhkan tenaga.

Penggunaan tenaga memiliki intensitas kuat, sedang serta lemah. Tanpa tenaga satu gerakan yang baik tidak mungkin saja dapat dihasilkan, karena tenaga yaitu hal yang paling penting dalam gerak tari.

Contoh penggunaan tenaga dalam gerak tari yaitu ketika seseorang penari berdiri di atas punggung rekannya, penari itu membutuhkan tenaga yang besar untuk menahan beban dari rekannya yang berdiri di atas punggungnya.

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil yaitu hubungan antara gerak tari dan tenaga memiliki kaitan yang erat.

Tenaga dalam seni tari terkait dengan emosi dan perasaan. Untuk menghasilkan gerak tari yang baik dibutuhkan tenaga. Penambahan tenaga dalam gerak tari membuat gerak tari itu terlihat dinamis dan ritmik.

Ruang Gerak 

Satu gerak tarian membutuhkan ruang gerak. Gerak di dalam ruang dapat ditangani penari secara tunggal, berpasangan ataupun berkelompok. Ruang gerak terdiri atas dua yaitu ruang gerak sempit atau pribadi dan ruang gerak luas atau umum.

Contoh dari ruang gerak sempit yaitu apabila kita melakukan satu gerakan tanpa berdiri memiliki arti kita melakukan di ruang gerak sempit atau ruang gerak pribadi.

Sedangkan, apabila kita melakukan gerakan dan diikuti dengan perpindahan tempat dinamakan dengan ruang gerak luas atau ruang gerak umum.

Jadi kesimpulannya satu gerak tari ada karena adanya ruang gerak. Ruang gerak yang dilakukan oleh penari terbagi dalam ruang gerak sempit atau pribadi dan ruang gerak luas atau ruang gerak umum.

Waktu 

Setiap kita bergerak tidak cuma membutuhkan tenaga, kita juga membutuhkan waktu. Nah, begitu juga dengan gerak tari.

Setiap gerakan yang dikerjakan oleh penari membutuhkan waktu. Dalam gerak tarian, perbedaan cepat atau lambat sebuah gerak disebut juga dengan Tempo. Peranan tempo pada gerak tari yaitu memberi kesan dinamis hingga sebuah tarian itu enak untuk dilihat.

Contoh dari tempo yaitu ketika penari melakukan gerak hormat. Maka akan ada ketidaksamaan pose dari gerak hormat itu. Penari pada urutan pertama akan melakukan gerak hormat dengan tempo cepat dan berlanjut sampai penari pada urutan paling akhir dalam tempo yang lambat. Tempo itu akan memberi daya hidup pada suatu tarian.

Jadi, gerak tari tidak hanya membutuhkan tenaga dan ruang saja. Akan tetapi juga membutuhkan tempo untuk menghasilkan satu gerakan yang terlihat dinamis dan hidup sampai enak untuk dilihat.

Macam - Macam Jenis Tari 

Selanjutnya kita sudah tiba di point terakhir pembahasan dari seni tari. Sesudah kita ketahui arti, fungsi dan ide konsep dari seni tari. Rasa-rasanya tidak sah apabila kita belum tahu beragam bentuk jenis tarian yang ada di Bumi Indonesia ini.

Beberapa bentuk tarian yang ada di nusantara yaitu dibagi atas Tari Tradisional, Tari Kreasi Baru dan Tari Kontemporer. Ketiga bentuk dari tarian itu akan dijelaskan berikut ini:

Tari Tradisional 
Sumber: lisnaenaa.wordpress.com
Di Indonesia, hampir di setiap daerah memiliki tari tradisional. Nah, arti dari tari tradisional yaitu satu tarian yang datang dari satu daerah dan diturunkan secara turun-temurun hingga jadi budaya dari daerah itu.

Umumnya tari tradisional memiliki kandungan nilai-nilai filosofis seperti keagamaan, kepahlawanan dan lain-lain.

Tari tradisional di Indonesia terdiri atas dua, tari rakyat dan tari classic (keraton).

Tari Rakyat 
Sumber: tubasmedia.com
Tarian rakyat atau tarian daerah yaitu tarian yang berkembang pada masyarakat umum. Tarian rakyat lahir sebagai lambang dari kebahagiaan dan sukacita. Umpamanya apabila musim panen tiba dan hasil panen melimpah orang-orang akan berkumpul dan menari berbarengan untuk merayakannya.

Nah, tarian rakyat senantiasa berkembang dan jadi tradisi. Tarian rakyat tidak memiliki beberapa ketentuan baku hingga bentuk tariannya sangat beragam.

Tari Classic (Tari Keraton) 
Sumber: gateofjava.wordpress.com
Nah, teman-teman jelas menanyakan, apa yang membedakan antara tarian rakyat dengan tari classic? Ketidaksamaannya yaitu tari classic lahir dari dalam keraton atau dalam kelompok bangsawan.

Karena tarian ini berkembang pada lingkungan atas, masyarakat umum dilarang untuk menarikan tarian ini. Tidak sama dengan tari rakyat, tari keraton memiliki ketentuan yang tertulis dan baku. Hingga mulai sejak zaman tari ini lahir sampai saat ini tidak ada yang berubah.

Tari Kreasi Baru 
Sumber: radarjogja.co.id
Kita udah tiba pada point kedua dari bentuk tarian yang ada di Indonesia. Pembahasan mengenai tari kreasi baru di daerah tidak akan terlepas dari tari tradisi lama. Mengapa?

Karena tari kreasi baru yaitu perubahan dari tari tradisi yang ada. Tujuannya di sini bentuk tarian yang biasanya dipakai untuk upacara ritual, adat dan keagamaan dimodifikasi oleh penata tari hingga tari ini bisa di nikmati khalayak umum.

Umpamanya yaitu Tari Rapai yang merupakan gabungan dari gerak tari yang berkembang di Aceh dan Semenanjung Malaya, yaitu Tari Seudati, Saman dan Zapin.

Tari Kontemporer 
Sumber: qubicle.id
Kita udah tiba pada point terakhir dari bentuk tarian di Indonesia yaitu Tari Kontemporer. Nah, apa sih yang disebut dengan tari kontemporer?

Jadi tari kontemporer yaitu satu diantara bentuk tarian modern yang berkembang di Indonesia. Tarian ini lahir sebagai reaksi atas seni tari classic yang udah mencapai titik akhir dalam perubahan teknisnya.

Apa bedanya tari kontemporer dengan tari kreasi baru? Nah, seperti yang udah dijelaskan pada paragraph awal bila tari kontemporer adalah tari modern hingga tidak ada unsure tradisi lama lagi.

Biasanya gaya tari kontemporer mempunyai nuansa unik dan memakai bentuk music dari computer. Sedangkan tari kreasi baru yaitu tari tradisi yang udah dimodifikasi tetapi tetap meninggalkan unsur asli tradisinya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tarian di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tarian. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
Back To Top