14 March 2017

Pengertian, Sifat, Teori Asam dan Basa

Pengertian, Sifat, Teori Asam dan Basa. Pengertian Asam dan Basa, Sifat – Sifat Asam, Sifat – Sifat Basa, Perbedaan Asam dan Basa, Teori Asam dan Basa, Keseimbangan Asam dan Basa, Kekuatan yang dimiliki Asam dan Basa. Dan pembahasan lengkap mengenai Asam dan Basa.

Pengertian Asam serta Basa 

Sumber: perpusku.com
Kata “asam” datang dari bahasa Latin “acidus” yang berarti masam. Asam yakni zat (senyawa) yang menimbulkan rasa masam pada beragam materi.

Basa yakni zat (senyawa) yang dapat beraksi dengan asam, menghasilkan senyawa yang disebut juga garam. Sedangkan basa yakni beberapa zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam serta basa saling berlawanan.

Karakter basa umumnya dipertunjukkan dari rasa pahit dan licin. Asam serta basa sangat erat hubungannya dalam kehidupan kita, di dalam tubuh manusia juga ada keseimbangan asam basa untuk menyesuaikan serta tetap melindungi manfaatnya dengan baik.

Umpamanya saja seperti asam lambung yang dapat membunuh mikroorganisme yang ada pada makanan yang kita konsumsi.

Begitu juga dengan gaya hidup kita sehari-hari sangat sering dihadapkan dengan asam basa itu, seperti asam cuka, minuman bersoda, jeruk, aki bersifat asam. Sedangkan sabun dan bahan pembuatan pupuk yang bersifat basa. Beberapa hewan spesifik juga menjaga diri dengan menghasilkan basa, seperti sengatan tawon.

Teori Asam serta Basa 

Sumber: kimiadasar.com
Teori Asam-Basa dikemukakan oleh beberapa ilmuwan, salah satunya adalah Teori Arrhenius yang menyampaikan Asam yakni sebuah karakter yang mana berupa senyawa yang dapat melepas ion hidrogen (H+) apabila digabungkan di air.

Sedangkan basa yaitu sebuah karakter yang mana berupa senyawa yang dapat melepas ion hidroksida (OH-) apabila digabungkan di air. Reaksi asam basa (reaksi penetralan) yakni reaksi pembentukan H2O dari ion-ion H+ serta OH-.

Teori yang lain dikemukakan yaitu Teori Bronsted-Lowry yang menyampaikan asam berupa senyawa yang dapat memberi proton (H+) pada senyawa lain, sedangkan basa dapat menerima proton (H+) dari senyawa lain. Reaksi asam basa yakni reaksi perpindahan proton dari satu senyawa ke senyawa yang lain.

Teori terakhir yaitu Teori Lewis yang menyampaikan Asam yakni senyawa yang bisa menerima pasangan elektron bebas dari senyawa lain, sedangkan Basa yakni senyawa yang dapat memberi pasangan elektron bebas pada spesi (senyawa) yang lain. Reaksi asam basa yakni yaitu reaksi pembentukan ikatan antara asam dan basa.

Sifat Asam dan Basa 

Sifat-sifat asam yaitu: 
Sumber: food.ndtv.com
  1. Rasa-rasanya masam/asam 
  2. Bersifat korosif atau mengakibatkan kerusakan 
Jika digabungkan di air dapat menghasilkan ion H+ atau ion ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.

Momen terurainya asam jadi ion-ion dapat di tuliskan sebagai berikut ini:
  1. HA (aq) à H+ (aq) + A- (aq) 
  2. Jika diuji dengan indikator kertas lakmus biru dapat mengubah lakmus itu jadi merah.
  3. Sedangkan apabila diuji dengan indikator kertas lakmus yang berwarna merah, kertas lakmus itu tidak akan berubah warna. Indikator yakni sebuah alat untuk memperlihatkan satu zat apakah bersifat asam maupun basa. 
Sifat-sifat basa yaitu: 
Sumber: poskotanews.com
  1. Rasa-rasanya pahit 
  2. Bersifat kaustik atau dapat menyebabkan rusaknya kulit 
Jika digabungkan di air dapat menghasilkan ion OH- atau ion hidroksil dan ion logam atau gugus lain yang bermuatan negatif. Bila ion OH- hampir semua dilepaskan atau ionisasinya sempurna, termasuk basa kuat atau bisa dikatakan memiliki derajat keasaman yang rendah dan begitu juga sebaliknya.

Secara umum momen peruraian basa jadi ion-ion dapat dituliskan sebagai berikut ini:
  1. BOH (aq) à B+ (aq) + OH- (aq) 
  2. Jika diuji dengan indikator yang berbentuk lakmus merah, akan mengubah warna lakmus itu jadi warna biru, sedangkan dengan kertas lakmus biru, tidak akan mengubah warna kertas lakmus itu. 

Keseimbangan Asam serta Basa 

Sumber: berpendidikan.com
Keseimbangan asam dan basa ada pada beberapa makhluk hidup, umpamanya saja manusia. Keseimbangan asam basa yakni homeostasis dari kandungan hidrogen di dalam tubuh. Kandungan normal ion hidrogen (H) di dalam darah yaitu 4x10-8 atau mungkin dengan pH = 7, 4.

Keseimbangan ini penting untuk mengatur afinitas Hb pada O2 (kemampuan mengikat), yang mana ketika terjadi masalah keseimbangan asam serta basa di dalam tubuh, akan mengganggu beberapa sistem seperti pernafasan serta pencernaan.

Keadaan dimana konsentrasi ion hidrogen atau pH terlampau tinggi, disebut juga dengan  asidosis, sendangkan keadaan yang mana konsentrasi ion hidrogen atau pH sangat rendah disebut juga dengan alkalosis. Agar tidak terjadi dua kelainan itu diperlukan pengatur khusus, yaitu:

Sistem penyangga (buffer) asam-basa yang selekasnya berhimpun dengan asam atau basa yang lalu bakal hindari terjadinya perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen yang berlebihan.

Bila konsentrasi ion hidrogen berubah, pusat pernafasan di otak akan terangsang atau terstimulasi untuk mengubah kecepatan pernafasan pada paru-paru, yang akan mengakibatkan perubahan kecepatan pengeluaran karbondioksida dari tubuh hingga akan membuat konsentrasi ion hidrogen kembali normal.

Perubahan konsentrasi ion hidrogen akan menyebabkan ginjal mengeluarkan urin yang bersifat asam atau basa bergantung senyawa apa yang berlebih, sampai membantu konsentrasi ion hidrogen di dalam cairan tubuh kembali nomal.

Sistem buffer ini dapat bekerja dalam sepersekian detik untuk menghindari perubahan konsentrasi ion hidrogen secara berlebihan. Sebaliknya sistem pernafasan membutuhkan waktu 1-3 menit untuk menyesuaikan kembali konsentrasi ionhidrogen sesudah terjadinya perubahan mendadak.

Lantas ginjal yang disebut komponen pengatur asam-basa yang paling kuat, memerlukan waktu beberapa jam hingga lebih dari 24 jam untuk menyesuaikan kembali konsentrasi ion hidrogen itu.

Kekuatan Asam serta Basa 

Sumber: ilmukimia.org
Satu asam atau basa disebut dengan kuat apabila terurai sempurna (atau mendekati sempurna) di dalam air, kekuatan ini disebut juga dengan kekuatan ionisasi.

Beberapa contoh asam kuat yaitu: HCl, HBr, H2SO4, HNO3, HI, HIO4, serta HbrO4. Sedangkan beberapa contoh basa kuat yaitu: NAOH (natrium hidroksida), KOH (kalium hidroksida), Ba (OH) 2 dan yang datang dari kelompok alkali (kelompok IA) seperti Na serta K, dan logam alkali tanah (kelompok IIA) seperti Mg, serta Ca.

Asam serta basa yang lemah tidak akan terurai atau terionisasi secara sempurna ketika digabungkan ke air. Umpamanya asam lemah seperti HA. Sedangkan basa lemah umpamanya yakni NH4OH (ammonium hidroksida).

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, Teori Asam dan Basa, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Asam dan Basa di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Asam dan Basa. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
Back To Top