Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional

Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional. Pengertian dari Perjanjian Internasional, Tahap-Tahap yang ada dalam sebuah Perjanjian Internasional, Beragam Macam Perjanjian Internasional yang ada di dunia.

Pengertian Perjanjian Internasional 

Sumber: kakakpintar.com
Dalam merajut satu hubungan internasional, negara yang ikut dan harus buat satu perjanjian untuk membatasi hubungan itu sendiri. Dalam hal ini banyak proses yang butuh dilalui untuk buat satu perjanjian internasional, lalu apa pengertian dari perjanjian internasional sebenarnya?

Berikut ini yaitu pengertian perjanjian internasional menurut beberapa ahli:
  • Oppenheimer-Leuterpacht 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian antar negara yang mengakibatkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang mengadakannya.
  • G. Schwarzenberger 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian antara beberapa subyek hukum internasional yang mengakibatkan beberapa kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional. Perjanjian internasional dapat berbentuk bilateral maupun multilateral. Subjek-subjek hukum internasional dalam hal ini tidak cuma beberapa instansi internasional juga negara-negara.
  • Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL. M. 
Perjanjian internasional yakni perjanjian yang diadakan antar bangsa yang memiliki maksud untuk menciptakan hasil dari hukum-hukum tertentu.
  • Konferensi Wina 1969 
Perjanjian internasional yakni perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih, yang memiliki maksud untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu. Artinya, perjanjian internasional mengatur perjanjian antar negara, yang juga disebut sebagai subyek hukum internasional.

Dilihat dari segi norma yang berlaku, harusnya setiap negara yang udah melakukan perjanjian mesti mempertanggung jawabkan hasil dari perjanjian dan tidak melanggarnya.
  • Academy Of Science Of USSR 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian yang dinyatakan secara resmi antara dua atau lebih negara-negara mengenai pemantapan, perubahan, atau pembatasan dari pada hak dan kewajiban mereka secara timbal balik.
  • Menurut UU no. 24 th. 2004 
Perjanjian Internasional yakni perjanjian berupa dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional yang di buat secara tertulis dan menghasilkan adanya hak dan kewajiban pada bagian hukum

Kesimpulan Perjanjian Internasional yakni perjanjian yang diadakan antar negara dalam merajut hubungan internasional sebagai pengatur beberapa batasan dalam kerjasamanya dan menghasilkan hak dan kewajiban yang harus bisa dipertanggung jawabkan oleh negara-negara itu.

Klasifikasi Perjanjian Internasional 

Sumber: hitamandbiru.blogspot.co.id
Bersumber pada Subjeknya 
  1. Perjanjian yang di setujui oleh banyak negara yaitu subyek hukum Internasional 
  2. Perjanjian antar banyak negara dan Subyek Hukum internasional yang lain 
  3. Perjanjian antar subyek hukum internasional tidak cuma negara, umpamanya antar organisasi internasional 
Bersumber pada Isinya 
  1. Perjanjian dari Segi Politis seperti pakta pertahanan dan kedamaian 
  2. Perjanjian dari Segi Ekonomi seperti perlindungan keamanan 
  3. Perjanjian dari Segi Batas Area seperti Laut teritorial 
  4. Perjanjian dari Segi Hukum seperti status kewarganegaraan 
  5. Perjanjian dari Segi Kesehatan, seperti penanggulangan wabah penyakit 
Bersumber pada Proses/tahapan Pembentukannya 
  1. Perjanjian yang mempunyai karakter penting yaitu yang di buat lewat proses perundingan, penandatanganan, dan ratifikasi. 
  2. Perjanjian yang mempunyai karakter sederhana, yaitu yang di buat lewat perundingan dan penandatanganan. 
Bersumber pada Fungsinya 
  1. Perjanjian yang membentuk Hukum, yaitu satu perjanjian yang meletakkan beberapa ketentuan hukum untuk orang-orang internasional secara kesuluruhan yang miliki sifat multilateral dan biasanya terbuka untuk pihak ketiga. 
  2. Perjanjian yang miliki sifat khusus, yaitu perjanjian yang menghasilkan hak dan kewajiban untuk negara-negara yang mengadakan perjanjian saja. 

Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional 

Sumber: republika.co.id
Dalam membuat perjanjian internasional, negara yang merajut hubungan kerja harus melalui beberapa bagian spesifik sebagai berikut ini:

Perundingan (negotiation) 

Perundingan atau negosiasi yaitu hal pertama yang butuh dilakukan. Secara umum mungkin saja kita sudah paham benar arti dari perundingan ini. Istilahnya seperti musyawarah untuk mencapai satu kesepakatan yang di setujui bersama.

Atau biasa disebut dengan musyawarah yang mufakat.
Dalam melakukan perundingan masing-masing negara dapat mengirimkan perwakilannya dengan membawa surat kuasa penuh. Apabila telah ada kesepakatan bersama menyangkut perjanjian ini akan dilanjutkan ke proses selanjutnya.

Penandatanganan (Signature) 

Setelah dilakukan perundingan akan ada proses penandatanganan. Biasanya proses ini dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Untuk perjanjian yang ada dalam sebuah perjanjian multilateral (negara yang ikut serta lebih dari 2) hasil kesepakatan dianggap sah apabila suara telah mencapai 2/3 suara peserta yang ada untuk memberikan suara.

Walau demikian perjanjian belum dapat diterapkan bila belum melalui tahap pengesahan (ratifikasi) oleh masing-masing negaranya.

Pengesahan (Ratification) 

Proses yang terakhir ketika saat sebelum perjanjian itu berlaku yakni pengesahan atau ratifikasi. Satu negara mengikatkan diri pada suatu perjanjian dengan syarat bila udah disahkan oleh tubuh yang berwenang di negaranya.

Ratifikasi perjanjian internasional dikelompokkan jadi 3, yaitu:
  1. Pengesahan Oleh badan Eksekutif. Sistem ini umum dilakukan oleh pemerintahan raja-raja absolut atau otoriter. 
  2. Pengesahan oleh Badan Legislatif. Sistem ini tidak sering digunakan. 
  3. Pengesahan Campuran oleh Badan Eksekutif dan Legislatif (DPR dan Pemenrintahan). Sistem ini yaitu yang paling banyak digunakan karena badan eksekutif dan legislatif sama-sama memastikan dalam proses ratifikasi satu perjanjian. 

Jenis-Jenis Perjanjian Internasional 

Sumber: elgar.blog
Satu di antara hasil dari hubungan internasional yakni terbentuknya satu perjanjian yang berlaku sampai batas yang di setujui. Perjanjian ini dapat dikerjakan di beberapa bagian kenegaraan. Namun secara garis besar dapat dikelompokkan jadi perjanjian bilateral, dan multilateral.

Perjanjian Bilateral 

Perjanjian Bilateral yakni hubungan kerja yang menyangkut keperluan hubungan antar dua negara saja. Biasanya perjanjian hubungan ini miliki sifat tertutup, artinya tidak di sebarluaskan secara internasional.

Contoh hubungan kerja bilateral Indonesia yakni perjanjian antara pemerintahan RI dengan RRC pada th. 1955, yaitu tentang penyelesaian Dwi Kewarganegaraan.

Perjanjian Multilateral 

Seperti namanya, perjanjian multilateral yakni hubungan kerja lebih dari dua negara, hubungan internasional seperti ini biasanya miliki sifat terbuka. Perjanjian ini mungkin saja tidak hanya mengatur keperluan negara-negara yang ikut serta, namun juga keperluan negara lain yang bukanlah merupakan peserta dari perjanjian ini.

Contoh hubungan kerja multilateral negara Indonesia yakni Konvensi Wina th. 1961 tentang hubungan Diplomatik.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perjanjian Internasional di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perjanjian Internasional. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Related Posts

Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional
4/ 5
Oleh