Proses Terbentuknya Bumi

Proses Terbentuknya Bumi. Pengertian Bumi, Proses Terbentuknya Bumi, Berbagai Macam Teori yang diakui dalam Penjelasan Terbentuknya Bumi, dan segala Hal yang menjelaskan bagaimana Bumi ada hingga saat ini. Dan apa-apa saja yang menjadi bagian dari Bumi.

Pengertian Bumi 

Sumber: sariwaran.com
Bumi adalah tempat semua makhluk hidup menjalankan kehidupan, namun tahukah anda proses terbentuknya bumi?

Pada kesempatan ini kita akan menerangkan kedua proses terbentuknya bumi yakni proses terbentuknya bumi secara singkat serta proses terbentuknya bumi bersumber pada teori-teori dari beberapa pakar yang dihubungkan bersama dengan teori-teori perkembangan bumi.

Seperti yang kita pahami kalau bumi terbentuk kurang lebih 250 juta tahun waktu lalu di mana pada saat itu daratan tidak terpisah-pisah yang diberi nama sebagai Pangea.

Sewaktu 200 juta tahun waktu lalu terbentuklah dua benua besar hasil dari pecahan Pangea yakni Laurasia serta Gondwana. Laurisia saat ini terbagi dalam benua Amerika Utara, Asia Timur, Eropa serta sibagian dari Asia Tengah.

Sedangkan Gondwana terbagi dalam Afrika, Australia, Amerika Selatan, Indian, serta Asia sisi yang lain. Tidak berlangsung lama, lantas dua benua besar terpecah-pecah, tenggelam, serta bertubrukan dengan sisi yang lain.

Bumi terdiri atas beberapa susunan yang didalamnya ada bahan material pembentuk bumi serta semua kekayaan alam. Dalam bumi ada bentuk yang beragam dari mulai daratan, pegunungan, lautan, lembah, danau, perbukitan dan sebagainya.

Bumi terbentuk bersamaan dengan terbentuknya tata surya hingga proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya..

Proses Terbentuknya Bumi

Sumber: faridhendrapradana.wordpress.com
Dalam terbentuknya bumi tidak di ketahui secara pasti namun yang di ketahui kalau proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya yang menurut pendapat beberapa pakar yang menyampaikan teori-teorinya proses terbentuknya tata surya yang juga merupakan proses terbentuknya bumi diantaranya sebagai berikut ini:

Teori Nebula (Kabut) 
Sumber: luciafebriarlita17.wordpress.com
Teori Nebula disebut juga dengan Teori Kabut Kant-Laplace yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) serta Peiere De Laplace (1796). Teori ini menerangkan kalau di jagat rayat ada gas yang berkumpul jadi kabut (nebula).

Kabut itu berbentuk debu, es, serta gas yang beberapa unsur gas berbentuk hidrogen. Adanya gaya gravitasi membuat kumpulan kabut yang amat besar dan kemudian berkurang serta mengeras dan berputar makin cepat.

Dalam proses rotasi yang amat cepat, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah serta memadat lantaran pendinginan. Bagian yang terlepar itu lantas membentuk planet-planet dalam tata surya.

Tahap-tahap terbentuknya bumi pada teori tebula yaitu sebagai berikut ini:
  1. Matahari serta planet-planet masih tetap berupa gas, kabut yang pekat serta besar. 
  2. Kabut berputar serta memadat yang terjadi dipusat lingkaran lantaran gaya gravitasi 
  3. Lantas terbentuk planet-planet dari materi-materi kecil pada saat yang bersamaan terbentuknya matahari yang lebih kecil dari matahari 
  4. Materi itu makin membesar serta tumbuh melakukan gerakan teratur mengitari matahari dalam satu orbit yang tetap serta membentuk susunan keluarga matahari.
Toeri Planetisimal 
Sumber: renanurifa.wordpress.com
Teori Planetisimal dikemukakan oleh Forest Ray Multon seseorang pakar astronomi serta bersama rekannya Thomas C. Chamberlain, pakar geologi, pada awal era ke-20.

Teori ini menyampaikan kalau matahari terbagi dalam gas yang bermassa besar serta suatu saat bintang melintas disamping matahari yang amat dekat yang nyaris terjadi tabrakan.

Dekatnya bintang serta matahari ada dampak gaya gravitasi yang menyebabkan tertariknya gas serta materi ringan di bagian tepi, dari besarnya gaya gravitasi beberapa materi terlempar meninggalkan permukaan matahari.

Dan permukaan bintang serta membentuk gumpalan-gumpalan akibat dari penyusupan, lantas terjadi pendinginan serta padat, terbentuklah planet-planet yang mengitari matahari.

Teori Pasang Surut Gas (Tidal) 
Sumber: hettyherawati2704.wordpress.com
Teori pasang surut dikemukakan oleh James Jeans serta Harold Jeffereys pada tahun 1918. Teori ini menjeaskan kalau ada sebuah bintang besar yang mendekati matahari yang masih tetap berupa gas, dari besarnya massa matahari serta besarnya massa bintang yang melaju membentuk satu sebagian tonjolan pada matahari yang dikarenakan gaya tarik bintang yang melaju.

Makin menjauhnya bintang melaju dengan matahari sebagian tonjolan itu berpisah serta membentuk satu gumpalan-gumpalan gas yang membeku serta terbentuklah plant-planet baru termasuk juga salah satunya bumi.

Teori Bintang Kembar 
Sumber: sejarahbumi.wordpress.com
Teori bintang kembar dikemukakan oleh R. A. Lyttleton seseorang pakar Astronomi. Menurut dia, kalau teori ini datang dari bintang kembar yang berkombinasi.

Di mana satu diantara bintang meledak hingga bahan materialnya terlempar, dari besarnya gaya gravitas bintang yang tidak meledak bikin material yang terlempar lantas akan tertarik serta mengitari matahari.

Bintang yang tidak meledak disebut juga dengan matahari. Sedangkan pecahan bintang yang lain yaitu planet-planet yang mengelilinya.

Teori Big Bang 
Sumber: kumpulanmisteri.com
Teori Big Bang bermula dari puluhan milyar tahun lalu yang awalannya ada gumpalan kabut raksasa yang berputar pada prosesnya lantas.

Putaran itu memungkinkan beberapa sisi kecil serta ringan terlempar ke luar dan sisi besarnya berkumpul di pusat dengan membentuk cakram raksasa di mana suatu ketika terjadi ledakan dasyat dari gumpalan besar itu membentuk galaksi serta nebula-nebula.

Selama lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula itu membuka serta membentuk galaksi bimasakti, berikutnya membentuk sistam tata surya, Gumpalan yang terlempar keluar mengalami kondensasi hingga membentuk gumpalan-gumpalan yang dingin serta memadat. Lantas gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk juga bumi.

Teori Big Bang banyak diakui oleh beberapa pakar serta merupakan titik paling akhir dari pencapaian ilmu dan pengetahuan mengenai asal muasal alam semesta.

Di dibuktikan kalau Big Bang yaitu jumlah heterogen serta helium sesuai sama sisa peninggalan momen big bang. Di mana bila alam semesta tidak mempunyai permulaan unsur hidrogen sudah habis sama sekali serta berwujud jadi helium.

Sedangkan dalam islam diterangkan dalam ayat Al-Qur'an mengenai asal muasal alam semestara yang berbunyi:

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang (QS. Al-Mulk 67 : 3)".

Teori-Teori Perkembangan Bumi

Setelah terbentuknya planet, termasuk juga bumi, lantas bumi berkembang yang di ketahui ada beberapa teori-teori dalam perkembangan bumi diantaranya sebagai berikut ini:

Teori Kontraksi (Contraction Teory) 

Teori yang dikemukakan oleh Descrates (1596-1650), yang menyampaikan kalau bumi makin lama akan menyusut serta mengerut dari adanya pendinginan hingga permukaan ada relief yang bermacam seperti gunung, dataran, serta lembah.

Teori ini mendapat dukungan dari James Dana (1847- Elie de Baumant (1852), yang kedunya memiliki pendapat kalau bumi mengalami pengerutan lantaran terjadi proses pendinginan di bagian dalam bumi yang menyebabkan bagian permukaan bumi mengerut serta terbentuk pegunungan dan lembah-lembah.

Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Teory) 

Awalnya bumi terdiri atas dua benua yakni Laurasia yang ada di sekitar kutub utara serta Gondwana di sekitar kutup selatan bumi. Kedua benua itu bergerak perlahan-lahan ke arah equator bumi yang pada akhirnya terpecah membentuk benua-benua kecil.

Laurasia terpecah jadi Amerika utara, Asia, Eropa. Sedangkan Gondwana terpecah jadi Amerika selatan, Australia, serta Afrika. Teori Laurasia-Gondwana pertama kalinya diitemukan pada tahun 1884 oleh Edward Zeuss.

Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Teory) 

Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 yang menyampaikan kalau awalnya bumi merupakan satu benua yang disebut juga dengan pangea yang lantas terpecah-pecah dan selalu mengalami perubahan lewat gerakan dasar laut.

Gerakan perputaran bumi yang sentripugal, menyebabkan pecahan benua yang bergerak ke arah serta menuju ke equator. Teori ini di dukung dengan bukti-bukti persamaan garis afrika sisi barat dengan amerika selatan sisi timur, dan adanya persamaan batuan serta fosil di kedua daerah itu.

Teori Konveksi (Convection Teory) 

Teori yang dikemukakan oleh Arthur Holmes serta Harry H. Hess. Lantas teori ini dikembangkan oleh Robert Diesz yang menyampaikan kalau bumi masih tetap dalam kondisi panas serta berpijar terjadi arus konveksi ke arah susunan kulit bumi yang ada di atasnya.

Saat arus konveksi membawa satu materi yang berbentuk lava hingga ke permukaan bumi di mild oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava itu lantas akan membeku serta membentuk susunan kulit bumi yang baru hingga menggeser serta menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Teory) 

Teory yang dikemukakan oleh Tozo Wilson yang bersumber pada teori lempeng tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang ada diatasnya susunan astenosfer yang berwujud cair kental.

Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi senantiasa bergerak lantaran adanya dampak arus konveksi yang terjadi pada susunan astenosfer dengan posisi ada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

Proses Terbentuknya Bumi Secara Singkat 
Sumber:youtube.com
Bumi dahulunya yaitu Debu serta gas. Lantas Debu serta Gas itu terkena cahaya matahari. Tibalah batuan, lama kelamaan suhu di dalam bumi makin panas. Batuan itu meledak amat dahsyat hingga terbentuklah bumi.

Bumi terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun waktu lalu. Sebentuk membentuk lima benua, Bumi terbagi dalam 1 Benua mahabesar yakni Pangea, Lantas terbentuklah Benua Laurasia di Utara serta Benua Godwana diselatan yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik tengah.

Setelah Itu terpecah beberapa benua yakni Benua Laurasia jadi Amerika Utara, Eropa, Asia serta Artik serta Benua Godwana jadi Australia, Afrika, Amerika Selatan, India, Kepulauan Indonesia serta Kepulauan Pasifik hingga terbentuk bumi hingga saat ini.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Proses Terbentuknya Bumi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Proses Terbentuknya Bumi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Asal Muasal Bumi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 

Related Posts

Proses Terbentuknya Bumi
4/ 5
Oleh