Sistem Pernapasan (Aves) Burung

Sistem Pernapasan (Aves) Burung. Pengertian Sistem Pernapasan (Aves) Burung, Alat Pernapasan (Aves) Burung, Mekanisme Pernapasan (Aves) Burung, Proses Pernapasan (Aves) Burung, Bagaimana Cara Burung Bernapas? Di sini akan kita jelaskan secara lengkap mengenai Pernapasan Pada (Aves) Burung.

Alat Penapasan Burung 

Sumber: khazanahpengetahuanbiologi.blogspot.co.id
Saluran pernapasan burung terbagi dalam lubang hidung, trakea, bronkus, paru-paru, dan kantong udara. Kantong udara ini berkaitan dengan paru-paru. Umumnya, kantong udara pada burung beberapa sembilan buah, yakni: 
  1. Dua buah kantong udara di leher, 
  2. Satu kantong udara antar tulang selangka, 
  3. Dua buah kantong udara dada depan, 
  4. Dua buah kantong udara dada belakang, serta 
  5. Dua buah kantong udara perut. 
Kantong udara (sakus pneumatikus) berperan untuk bantu burung bernapas saat terbang, bantu membesarkan ruangan siring sampai dapat memperbesar dan memperkeras suara, menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh sampai tidak kedinginan, dan bantu menghindari hilangnya panas tubuh yang terlampau besar.

Trakea bercabang jadi bronkus kiri dan kanan. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berkaitan dengan kantung udara. Paru-paru burung tidak mempunyai alveoli tetapi diganti dengan pembuluh udara yang disebut juga parabronki.

Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang, yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang berdampingan dengan kapiler darah. Pada bagian bawah trakea, yaitu pada percabangan tenggorokan, ada alat suara atau siring. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi jika dilalui udara.

Mekanisme Pernapasan 

Sumber: app3056.grm-grm1.info
Pengambilan udara pada burung ada dua langkah, yaitu pada ketika terbang dan pada saat istirahat.
Pada saat terbang, burung tidak bisa menggunakan rongga dada untuk melakukan penarikan dan pengeluaran napas karena tulang dada dan tulang rusuk yakni tempat perlekatan otot-otot untuk terbang.

Pernapasan dilakukan dengan menggunakan cadangan udara di dalam kantung udara.
Pada saat terbang melayang tanpa mengepakkan sayap, udara diisap masuk ke dalam paru-paru lalu disalurkan menuju kantong udara yang disebut area untuk menyimpan udara.

Selama terbang dengan mengepakkan sayap, pernapasan burung terlebih menggunakan cadangan udara di dalam kantong udara. Pada saat sayap diangkat ke atas, kantong udara di ketiak akan mengembang sampai udara masuk.

Bila sayap diturunkan, kantong udara di ketiak akan terjepit, sedangkan kantong udara antarkorakoid akan mengembang sampai udara keluar. Pertukaran oksigen oleh darah hanya terjadi di paru-paru saja. Dengan cara itu darah dapat mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, sampai burung dapat memenuhi kebutuhan oksigennya saat terbang.

Pengambilan udara saat burung istirahat yakni sebagai berikut ini:
Sumber: ilmuhewan.com
Fase inspirasi (penarikan napas) diawali dengan gerakan tulang rusuk ke depan sampai memperbesar rongga dada dan paru-paru jadi mengembang. Hal sejenis ini menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru.

Beberapa udara yang kaya oksigen ini akan diambil oleh paru-paru dan beberapa lagi dialirkan ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan.

Fase ekspirasi (pengeluaran napas) terjadi saat pengecilan rongga dada yang diikuti dengan mengecilnya paru-paru, sampai udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan lewat paru-paru.

Paru-paru burung tidak memperluas atau berkontraksi seperti paru-paru mamalia. Dalam paru-paru mamalia, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi pada kantung mikroskopis di paru-paru, yang disebut juga dengan ‘alveoli”.

Dalam paru-paru burung, pertukaran oksigen terjadi pada dinding tubulus mikroskopis, yang disebut juga dengan ‘kapiler udara”. Sistem pernafasan burung lebih efisien dari pada mamalia, mentransfer makin banyak oksigen pada setiap helaan napas.

Respirasi pada burung membutuhkan dua siklus pernapasan (inspirasi, ekspirasi, inspirasi, ekspirasi) untuk memindahkan udara lewat seluruh sistem pernapasan. Pada mamalia, hanya satu siklus pernapasan diperlukan.

Kantung udara itu isi beberapa dada dan rongga perut, dan tersambung ke ruangan udara di tulang. Dua bronkus paling penting, yang menghadap dari trakea, serta beberapa bronkus sekunder, yang menghadap dari bronkus paling penting, udara di input ke dalam kantung udara perut.

Beberapa bronkus sekunder, yang menyebar ke bawah paru-paru, yaitu saluran udara untuk kantung udara anterior. Juga menuju ke antara 7 dan 10 bronkus di punggung, yang menyebar di bagian belakang dan samping paru-paru, dan saluran pernapasan ventral, yang menyebar di depan paru-paru.

Selanjutnya ada jaringan bronkus tersier, yang menghubungkan bronkus ventral dengan bronkus punggung. Yang keluar secara langsung dari bronkus tersier kapiler udara, yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas antara sistem ventilasi dan darah yang mengangkut oksigen ke beberapa sel tubuh yang diperlukan untuk respirasi.

Sisi dari udara lewat paru-paru burung sama dengan air yang mengalir lewat spons: Air mengalir langsung lewat paru-paru dan masuk ke kantung-kantung udara yang berdekatan. Teorinya yakni bila kantung udara bertindak sebagai pompa untuk mendorong udara lewat paru-paru.

Tidak seperti paru-paru mamalia, di mana volume perubahan udara dengan masing-masing menarik dan menghembuskan napas, paru-paru burung menjaga volume konstan udara. Karena kantung udara, paru-paru menjaga volume konstan dari udara.

Karena kantung udara, paru-paru mengembang tetapi tidak mengempis untuk mengambil makin banyak oksigen: hanya untuk menahan udara dalam paru-paru.

Apabila paru-paru yang mengembang dan mengempis pada setiap napas, burung akan kehilangan ketinggian saat terbang. Tidak cuma keuntungan dari membuat perlindungan burung saat terbang, sistem pernapasan burung memungkinkan burung untuk melindungi tingkat daya yang lebih tinggi dari pada mamalia, karena mamalia kehilangan daya saat bernapas.

Pernapasan Saat Istirahat 
Sumber: hiveminer.com
Pada saat istirahat, terjadi proses inspirasi dan ekspirasi.

Proses Inspirasi 
  1. Pengambilan udara yakni dimulai dari adanya gerakan tulang rusuk ke arah depan bawah. 
  2. Rongga dada jadi membesar tetapi tekanan udara mengecil. 
  3. Diikuti mengembangnya paru-paru dan mengecilnya tekanan dalam rongga paru-paru. 
  4. Menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru lewat saluran pernapasan salah satunya lewat lubang hidung luar, lubang hidung dalam, celah tekak, trakea, siring, serta paling akhir udara masuk ke paru-paru. 
  5. Setelah udara masuk ke paru-paru, udara akan masuk ke dalam parabronkus. 
  6. Di dalam parabronkus terjadi pertukaran O2 dan CO2 semua udara yang masuk beberapa udara masuk ke dalam paru-paru dan beberapa udara yang lain masuk ke kantong udara.
Proses Ekspirasi Saat Istirahat 
Sumber: jasapengetikancibinong.blogspot.co.id
  1. Tulang rusuk kembali ke posisi semula 
  2. Otot-otot dada bekerja dengan mengecilkan rongga dada, sedangkan tekanan rongga dada jadi besar. 
  3. Ruangan dari paru-paru jadi tertekan sampai jadi sempit sedangkan tekanan dalam ruang paru-paru jadi besar. 
  4. Udara ke luar dari kantong udara dan paru-paru. 
  5. Saat udara lewat paru-paru terjadi difusi O2 dan CO2 lagi. 
  6. Pernapasan Saat Terbang 
  7. Pada saat terbang pernapasan burung tidak menggunakan paru-paru, namun kantong udara antartulang korakoid, prosesnya sebagai berikut ini: 
  8. Pada saat burung terbang mengangkat sayapnya, mengakibatkan kantong udara antartulang korakoid terjepit tetapi kantong udara yang ada di bawah ketika mengembang. 
  9. Udara masuk ke kantong udara yang ada di bawah ketiak. 
  10. Terjadi proses masuknya udara (inspirasi) yang ditandai dengan terjadinya difusi O2 dan CO2 dalam paru-paru. 
  11. Pada saat burung menurunkan sayapnya mengakibatkan kantong udara yang ada di bawah ketiak terjepit sampai menyebabkan kantorng udara antar tulang korakoid mengembang. 
  12. Lalu udara masuk ke dalam kantong udara antartulang korakoid. 
  13. Sampai terjadi ekspresi yang juga ditandai terjadinya difusi O2 dan CO2.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Pernapasan (Aves) Burung, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sistem Pernapasan (Aves) Burung di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Burung. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Related Posts

Sistem Pernapasan (Aves) Burung
4/ 5
Oleh