Pengertian dan Jenis Pelapukan

Pengertian dan Jenis Pelapukan. Pengertian Pelapukan, Jenis-Jenis Pelapukan, Faktor yang Memperngaruhi Terjadinya Pelapukan, dan Proses Terjadinya Pelapukan.

Jenis-Jenis Pelapukan dan Penjelasannya

Sumber: ebiologi.com
Bumi yaitu tempat di mana beragam makhluk hidup dan menjalani aktifitasnya sehari-hari. ada beragam jenis komponen yang akan kita temukan di Bumi. Komponen-komponen yang ada di Bumi itu tidak cuma komponen yang hidup saja, tetapi juga komponen yang tidak hidup.

Komponen-komponen yang hidup serta tidak hidup ini sama-sama berdampingan serta saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Komponen hidup kerap disebut juga dengan komponen biotik, serta komponen yang mati kerap juga disebut juga dengan komponen abiotik.

Komponen hidup abiotik misalnya yaitu manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan ataupun beragam jenis mikroorganisme. Sementara komponen abiotik salah satunya yaitu elemen- elemen seperti tanah, udara, sinar matahari, kelembapan, batuan, dan lain sebagainya.

Sebagai penghuni Bumi, banyak sekali peristiwa atau momen yang dialami oleh beragam makhluk penghuni Bumi ini. Sangat banyak siklus yang bisa kita temui di Bumi. Satu diantara siklus yang dihadapi oleh komponen Bumi yaitu batuan.

Batuan bisa berubah bentuk jadi tanah setelah sekian lama serta lantaran beberapa hal spesifik. Hal semacam ini dinamakan dengan pelapukan. Pelapukan nyaris terjadi di banyak komponen, tidak cuma batuan saja. Bahkan juga kita, manusia akan mengalami pelapukan.

Seluruh makhluk hidup (manusia, binatang, serta tumbuhan) jika sudah mati, akan mengalami pelapukan pada jasadnya. Jasad manusia jika sudah dikubur dalam periode waktu spesifik akan melebur jadi tanah.

Demikian halnya dengan binatang serta tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya makhluk hidup, ada beberapa benda mati yang juga mengalami pelapukan. Tetapi kata pelapukan ini sesungguhnya memang cuma dipakai untuk menguraikan umur batuan.

Pengertian Pelapukan

Sumber: thinglink.com
Kita sudah mengulas tentang pelapukan di awal. Lantas, apakah itu pelapukan? Bicara tentang pelapukan rasa-rasanya tidak lengkap tanpa mengerti arti pelapukan yang sesungguhnya. Yang dinamakan pelapukan yaitu momen penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis.

Tidak hanya pengertian itu, pelapukan dapat juga diterangkan sebagai proses perubahan komposisi serta pemecahan batuan atau material- material yang lain yang terjadi di atas permukaan Bumi akibat adanya proses secara fisika, kimia, ataupun biologi.

Pelapukan ini adalah proses alami yang bekerja menghancurkan batuan jadi tanah. Pengertian lain mmengenai pelapukan yaitu proses alterasi serta fragsinasi batuan serta material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan oleh proses fisika, kimia, ataupun biologi.

Mengenai proses pelapukan ini terjadi dalam tempo yang sangat lama. Tidak hanya sangat di pengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga di pengaruhi beragam jenis aspek yang lain.

Jenis-jenis Pelapukan 

Pelapukan adalah proses berubahnya batuan jadi tanah secara alamiah lewat proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas beragam macam bentuk.

Secara umum, jenis-jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yakni pelapukan fisika, kimia, serta biologi atau organik. Keterangan tentang masing-masing bentuk pelapukan ini yaitu sebagai berikut: 

Pelapukan Fisika

Sumber: ebiologi.com
Bentuk pelapukan yang pertama yaitu pelapukan fisika. Pelapukan fisika adalah pelapukan yang kerap disebut sebagai pelapukan mekanik.

Pelapukan fisika yaitu proses pelapukan dari batuan yang disebabkan oleh adanya pengaruh aspek fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Aspek yang paling dominan tersebut yaitu suhu udara, tekanan, serta kristalisasi garam.

Pelapukan fisika ini dikenal juga sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim.

Bentuk pelapukan fisika ini cuma dapat diketemukan di daerah yang memiliki iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun, pesisir pantai, serta daerah-daerah yang memiliki topografi yang curam. Mengenai beberapa contoh pelapukan fisika ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Melapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, lantas saat malam hari suhu udara akan turun serta membuat batuan jadi mengkerut.

Lantaran proses ini berjalan secara berulang-ulang, maka akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan hingga selanjutnya batuan akan hancur menjadi beberapa sisi.

Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. Kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menghimpit batuan secara endogen hingga akan menimbulkan kemungkinan batuan akan pecah.

Pelapukan Kimia

Sumber: softilmu.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan kimia. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimiawi yang ada pada batuan lewat reaksi spesifik. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan jadi tiga jenis.

3 jenis reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini diantaranya yaitu solution, hidrolisis, serta oksidasi. Mengenai beberapa contoh pelapukan kimia ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Hidrolisis air hujan yang akan menyebabkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yang keluar akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.

Oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan jadi lemah serta pada akhirnya mengalami pelapukan.

Proses pelarutan batuan kapur mudah akibat reaksinya pada air. Bicara tentang pelapukan kimia, kita akan mengetahui ada 4 proses yang termasuk juga ke dalam pelapukan kimia. Mengenai 4 proses itu diantaranya yaitu:
  1. Hidrasi, yakni proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja. 
  2. Hidrolisa, yakni peroses penguraian air atas unsur-unsurnya jadi ion-ion yang miliki sifat positif serta negatif. 
  3. Oksidasi, yakni proses pengkaratan besi. 
  4. Karbonasi, yakni pelapukan batuan yang disebabkan karena karbondioksida. 
Itulah beberapa proses yang akan kita dapatkan dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses itu cuma akan kita temui pada pelapukan yang miliki sifat kimiawi saja.

Pelapukan Biologi atau Organik 

Sumber: ikasmansa87.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi adalah bentuk pelapukan batuan yang dikerjakan oleh organisme lewat aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan itu ada.

Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi lantaran disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi lantaran adanya fungsi organisme-organisme spesifik.

Mengenai organisme-organisme yang bertindak dalam pelapukan ini diantaranya berbentuk binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan juga manusia.

Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 langkah, yakni langkah biokimia serta langkah mekanis. Mengenai contoh pelapukan secara biologi atau organik ini diantaranya yaitu:

Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela-sela batuan akan menghimpit batuan itu, hingga akan mengalami perpecahan. Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi.

Kelembaban di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di kurang lebih permukaan batuan akan membuat permukaan batuan itu mengalami korosi.

Itulah beberapa bentuk dari pelapukan batuan yang terdiri atas pelapukan kimiawi, pelapukan fisika serta pelapukan boilogi atau organik. Dari uraian di atas kita bisa memahami kalau pelapukan batuan dapat terjadi dengan beberapa cara yang berbeda-beda.

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Terjadinya Pelapukan

Sumber: crossword14.blogspot.co.id
Seperti yang sudah dikatakan di awal, bahwasannya pelapukan terjadi lantaran adanya beragam jenis aspek. Setidaknya ada beberapa aspek yang bisa memengaruhi terjadinya pelapukan, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Waktu 

Aspek yang sangat erat serta sangat identik dengan momen pelapukan yaitu waktu. Seringkali orang-orang menyampaikan bahwasannya pelapukan ini terjadi lantaran satu batuan udah sangat lama atau sangat tua, sampai pada akhirnya batuan itu mengalami pelapukan.

Bahkan juga waktu adalah aspek pertama yang akan dipakai sebagai argumen kenapa pelapukan itu terjadi.

Memang benar, satu batuan akan mengalami pelapukan setelah batuan itu berusia lama atau tua. Hal semacam ini akan mengakibatkan tingkat kepadatan batuan jadi menurun serta batuan itu akan mengalami pelapukan sampai pada akhirnya jadi tanah.

Bentuk batuan serta susunan batuan itu sendiri

Aspek berikutnya yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan yaitu bentuk batuan serta strukturnya. Sudah kita pahami bersama bahwasannya batuan di dunia ini mempunyai beragam jenis bentuk batuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Lantas mengenai susunan batuan, yakni karakter fisik serta karakter kimia yang dipunyai oleh batuan itu sendiri. Karakter fisik batuan mencakup warna batuan.

Lalu sifat kimia batuan yaitu unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam batuan itu. Karakter kimia serta karakter fisika yang dipunyai oleh batuan inilah yang mengakibatkan adanya ketidaksamaan daya tahan batuan pada pelapukan.

Mengenai bentuk batuan yang gampang lapuk salah satunya yaitu batu lempeng atau batuan sedimen. Lalu batuan yang susah lapuk umpamanya yaitu batuan beku.

Topografi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi pelapukan yaitu topografi. Kondisi topografi muka Bumi juga memengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan.

Batuan-batuan yang ada di lereng yang curam cenderung akan lebih gampang untuk mengalami pelapukan dibanding dengan batuan yang ada di tempat yang landai.

Kenapa demikian? Hal semacam ini lantaran pada lereng yang curam, batuan akan amat gampang terkikis atau lapuk, lantaran akan langsung bersetuhan dengan cuaca di sekitar batuan itu berada.

Namun pada lereng yang landai atau rata, batuan akan diselimuti oleh beragam jenis endapan yang pada akhirnya akan memperlambat proses pelapukan batuan itu.

Organisme 

Aspek berikutnya yang akan memengaruhi proses pelapukan yaitu terdapatnya organisme. Organisme marupakan hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh-tumbuhan secara alami.

Iklim serta cuaca 

Aspek berikutnya yang amat kuat hubungannya dengan pelapukan yaitu mengenai cuaca serta iklim. Unsur- unsur cuaca serta iklim yang akan memengaruhi proses pelapukan diantaranya yaitu suhu udara, curah hujan, cahaya matahari, angin, serta lain sebagainya.

Di daerah yang mempunyai iklim lembab serta panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Tidak hanya itu perubahan antara siang serta malam yang dingin akan makin membuat pelapukan gampang terjadi, jika hal ini dibandingkan dengan daerah yang mempunyai iklim dingin.

Kondisi vegetasi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi adanya pelapukan yaitu kondisi vegetasi. Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga merupakan hal yang amat memengaruhi proses pelapukan. Hal semacam ini dikarenakan akar-akar tumbuhan itu bisa menembus celah-celah batuan.

Jika akar-akar itu makin membesar kekuatannya akan makin besar juga dalam menerobos batuan. Tidak hanya akar-akar, serat dedaunan yang gugur akan membantu mempercepat batuan melapuk.

Hal semacam ini disebabkan karena serat batuan memiliki kandungan zat-zat asam arang serta humus yang bisa merusak kemampuan pada batuan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pelapukan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com

Related Posts

Pengertian dan Jenis Pelapukan
4/ 5
Oleh