18 May 2017

Metagenesis Tumbuhan (Paku, Lumut, Berbiji) dan Hewan (Ubur-Ubur)

Metagenesis Tumbuhan (Paku, Lumut, Berbiji) dan Hewan (Ubur-Ubur). Metagenesis Tumbuhan Paku, Metagenesis Tumbuhan Lumut, Metagenesis Tumbuhan Berbiji, dan Metagenesis Hewan.

Pengertian Metagenesis 

Sumber: ntarpintar.blogspot.co.id
Beberapa bentuk makhluk hidup sepanjang perkembangan serta perubahannya mengalami pergiliran keturunan. Momen ini disebut juga sebagai Metagenesis. Metagenesis yaitu pergiliran daur hidup antara generasi yang berkembang biak secara seksual serta generasi lain yang berkembang biak secara aseksual. Umumnya kedua generasi itu tidak sama morfologinya.

Metagenesis pada Tumbuhan 

Dalam metagenesis tumbuhan berjalan pergiliran keturunan antara generasi gametoift serta generasi sporofit. Generasi gametofit yaitu generasi yang menghasilkan gamet atau sel kelamin (generasi haploid), sedangkan generasi sporofit yaitu generasi yang menghasilkan spora (generasi diploid).

Metagenesis pada Tumbuhan Lumut 

Sumber: biologipedia.com
Pada tumbuhan lumut, contohnya lumut daun, spora tumbuh jadi protonema. Protonema tumbuh jadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut akan menghasilkan anteridium (alat perkembangbiakan jantan) serta arkegonium (alat perkembangbiakan betina).

Kedua organ ini bisa ada dalam satu tumbuhan (berumah satu) atau bisa juga ada pada tumbuhan yang tidak sama (berumah dua). Anteridium akan menghasilkan sperma, serta arkegonium akan menghasilkan ovum (sel telur)/oleh lantaran itulah tumbuhan lumut disebut juga sebagai gametofit atau tumbuhan penghasil gamet. Tumbuhan lumut punya sifat haploid (n).

Pertemuan antara sperma serta ovum akan menghasilkan zigot yang pada akhirnya berkembang jadi sporofit atau tumbuhan penghasil spora. Sporofit punya sifat diploid (2n). pada lumut daun, sporofit tetap melekat pada ujung tumbuhan (gametofit). Pembentukan spora pada sporofit terjadi lewat pembelahan beberapa sel induk spora dalam spongarium.

Metagenesis pada Tumbuhan Paku 

Sumber: merdeka.com
Spora pada tumbuhan paku akan tumbuh atau berkecambah jadi protalium. Protalium tumbuh menghasilkan alat perkembangbiakan jantan serta betina, yaitu anteridium serta arkegonium. Oleh karena itulah protalium disebut juga sebagai gametofit.

Bila anteridium serta arkegonium dihasilkan dalam satu protalium, maka disebut dengan berumah satu, sedangkan bila dihasilkan pada protalium yang tidak sama, maka disebut dengan berumah dua.

Sperma serta ovum yang dihasilkan dari kedua alat perkembangbiakan itu mengalami fertilisasi jadi zigot. Zigot pada akhirnya berkembang jadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang dewasa akan mempunyai daun yang menghasilkan spora, yang disebut dengan sporofil. Oleh sebab itu tumbuhan paku disebut dengan sporofit.

Metagenesis pada Tumbuhan Biji 

Sumber: liveinternet.ru
Tumbuhan biji yang terlihat oleh kita yaitu generasi sporofit. Generasi gametofit betina berkembang di dalam akan biji serta masih tetap menempel dengan tumbuhan induknya. Perkembangan gametofit jantan diawali ketika terbentuknya mikrospora, lantas dilanjutkan pada saat sesudah penyerbukan.

Perbedaannya dengan tumbuhan paku yaitu generasi gametofit tumbuhan biji lebih kecil, perubahannya lebih terproteksi, serta ketergantungan hidup pada generasi sporofitnya (tumbuhan induknya) lebih tinggi.

Mikrospora berkembang jadi serbuk sari setelah keluar dari dalam kotak spora. Pada ketika penyerbukan, serbuk sari yag jatuh di kepala putik akan berkembang membentuk buluh serbuk sari. Di dalam buluh serbuk sari akan terbentuk sel sperma.

Pada angiospermae (tumbuhan biji tertutup), yang disebut juga sebagai generasi mikrogametofit yaitu buluh serbuk sari. Sedangkan yang disebut dengan generasi megagametofit (makrogametofit) yaitu kantong instansi (kantong embrio).

Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma, terbentuklah zigot yang lantas berkembang jadi embrio (lembaga) di dalam biji. Ketika biji berkecambah, embrio akan berkembang selanjutnya jadi kecambah, lantas jadi tumbuhan muda, dan pada akhirnya tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa menghasilkan bunga, dan seterusnya daur hidupnya dimulai kembali.

Metagenesis pada Hewan 

Sumber: sukatawa.com
Beberapa bentuk Avertebrata juga mengalami pergiliran keturunan, misalnya pada ubur-ubur. Ubur-ubur hidup di laut. Dalam daur hidupnya, ubur-ubur mengalami pergilira keturunan, yakni fase polip yang menetap di dasar perairan serta fase medusa yang bisa berenang bebas.

Polip pada ubur-ubur adalah generasi vegetative yang berkembang biak secara aseksual dengan cara membentuk kuncup. Medusa adalah generasi generative yang berkembang biak secara seksual dengan peleburan sel kelamin jantan serta betina.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Metagenesis Tumbuhan (Paku, Lumut, Berbiji) dan Hewan (Ubur-Ubur), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Metagenesis di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Metagenesis. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
Back To Top