Showing posts sorted by relevance for query akibat revolusi bumi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query akibat revolusi bumi. Sort by date Show all posts

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi. Pengertian Revolusi Bumi, Akibat dari Terjadinya Revolusi Bumi, Perubahan Musim, Perubahan Musim di Indonesia, Musim Hujan, Musim Kemarau, Musim Dingin, Musim Salju, Musim Panas, Musim Semi, Musim Pancaroba, dan Musim Gugur.

Pengertian Revolusi Bumi 

Sumber: tandapagar.com
Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengitari matahari. 365¼ hari bumi mengitari matahari pada orbitnya dalam sekali. Saat 365¼ itu atau 1 tahun surya disebut dengan masa revolusi bumi.

Poros bumi nyatanya tidak tegak lurus dengan bidang ekliptika tetapi miring di arah yang sama dan membuat sudut 23, 50 pada matahari, sudut itu diukur dari garis imajiner yang menghubungkan antara kutub utara dengan kutub selatan disebut juga dengan sumbu rotasi.

Revolusi bumi menyebabkan beberapa gejala alam yang berlangsung berulang setiap tahunnya, salah satunya adanya ketidaksamaan lama siang serta malam, perubahan musim, kalender masehi, gerak semu tahunan matahari, serta perubahan penampakan rasi bintang.

Akibat Revolusi Bumi 

Sumber: satujam.com
Berikut ini akibat revolusi bumi, salah satunya: 
  • Ketidaksamaan Waktu Lama Siang serta Malam 
Satu diantara akibat revolusi bumi yaitu adanya ketidaksamaan waktu lama siang dan malam. Gabungan antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi dengan bidang ekliptika bisa menyebabkan beberapa gejala alam yang bisa dilihat secara berulang tiap tahun. Momen itu nampak jelas dilihat pada sekitar kutub utara dan kutub selatan.

Adanya pergeseran garis edar matahari bisa menyebabkan perubahan dan ketidaksamaan antara lamanya siang dengan malam. Pada saat spesifik sebuah tempat bisa mengalami malam yang lebih panjang dibandingkan dengan siang demikian pula sebaliknya pada sebuah tempat yang lain mengalami siang yang lebih lama dibandingkan malam.

Pada daerah kutub utara bisa mengalami malam hari yang berjalan sepanjang 24 jam serta demikian sebaliknya di kutub selatan mengalami siang hari yang berjalan sepanjang 24 jam.

Pada tanggal antara 21 Maret hingga 23 September 
  1. Daerah kutub utara mendekati matahari, sedangkan daerah kutub selatan menjauhi matahari. 
  2. Belahan bumi sisi utara mendapatkan cahaya matahari yang jumlahnya lebih banyak dibanding belahan bumi sisi selatan. 
  3. Lamanya siang di daerah bumi sisi utara yang lebih lama dibanding dengan belahan bumi sisi selatan. 
  4. Ada sebuah daerah pada sekitar kutub utara yang mengalami lama siang 24 jam dan ada pula sebuah daerah pada sekitar kutub selatan yang mengalami lama malam 24 jam. 
  5. Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat berpindah ke utara. 
  6. Kutub utara posisinya akan paling dekat dengan matahari pada 21 Juni. Pada saat itu pengamat di khatulistiwa bisa lihat matahari berpindah 23,50 ke arah utara. 
Pada tanggal antara 23 September hingga 21 Maret 
  1. Kutub selatan posisinya semakin lebih dekat mendekati matahari, sedangkan pada kutub utara menjauhi matahari. 
  2. Belahan bumi sisi selatan akan mendapatkan cahaya matahari yang lebih banyak dibanding pada belahan bumi sisi utara. 
  3. Lamanya siang di daerah bumi sisi selatan yang lebih lama dibanding dengan belahan bumi sisi utara. 
  4. Ada sebuah daerah pada sekitar kutub utara yang mengalami lama malam 24 jam dan ada pula sebuah daerah pada sekitar kutub selatan yang mengalami lama siang 24 jam. 
  5. Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat berpindah ke selatan. 
  6. Kutub selatan posisinya bakal paling dekat dengan matahari pada 22 Desember. Pada saat itu pengamat di khatulistiwa bisa lihat matahari berpindah 23,50 ke arah selatan. 
Pada tanggal antara 21 Maret hingga 23 Desember 
  1. Antara kutub selatan serta kutub utara memiliki jarak yang sama ke matahari. 
  2. Belahan bumi sisi selatan serta belahan bumi sisi utara akan menerima cahaya matahari yang sama banyaknya. 
  3. Lamanya siang serta malam sama pada semua belahan bumi. 
  4. Pada daerah khatulistiwa matahari akan terlihat melintas tepat di atas kepala. 
Gerak Semu Tahunan Matahari 

Adanya momen pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi sisi utara pada tanggal 22 Desember - 21 Juni serta adanya momen pergeseran posisi matahari dari arah belahan bumi sisi utara ke arah belahan bumi sisi selatan pada tanggal 21 Juni – 21 Desember disebut dengan gerak semu harian matahari.

Disebut dengan demikian karena hal semacam ini sebenernya matahari itu tidak bergerak. Gerak itu akibat adanya revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

Musim 

Musim adalah satu diantara dalam pembagian utama tahun. Musim adalah hasil dari adanya revolusi tahunan bumi yang mengitari Matahari dan kemiringan sumbu bumi relatif dengan bidang revolusi.

Pada sebuah daerah yang memiliki iklim sedang serta kutub, musim ditandai adanya perubahan intensitas cahaya matahari hingga ke permukaan bumi, macam itu menyebabkan hewan-hewan pergi untuk hibernasi ataupun bermigrasi, dan tanaman yang akan aktif. Dalam 1 tahun, umumnya dibagi jadi 4 musim, diantaranya: 

Musim semi 
Sumber: pernikdunia.com
Musim semi adalah satu diantara 4 musim yang berlaku untuk daerah nontropis, peralihan antara musim dingin ke musim panas. Pada belahan bumi sisi utara, bisa diprediksikan kalau musim semi (spring) terjadi pada 21 Maret hingga 21 Juni.

Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, bisa diprediksikan kalau musim semi (spring) terjadi pada 23 September hingga 21 Desember.

Musim panas 
Sumber: dwinrynt.blogspot.co.id
Musim panas atau Summer adalah musim yang berlaku untuk negara yang beriklim sedang. Bergantung pada letak satu negara itu, musim panas sendiri bisa terjadi pada saat yang tidak sama. Pada belahan bumi sisi utara, bisa diprediksikan musim panas (summer) terjadi tanggal 21 Juni hingga 23 September.

Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, bisa diprediksikan musim panas (summer) terjadi tanggal 21 Desember hingga 21 Maret. Pada beberapa negara, jika terjadi musim panas adalah musim liburan sekolah.

Pada musim inilah beberapa orang di berbagai negara suka pergi ke pantai untuk berjemur. Sedangkan pada musim panas beragam bentuk buah-buahan dan tumbuhan mengalami masa-masa perkembangan sepenuhnya.

Musim gugur 
Sumber: basabasi.co
Musim gugur atau Autumn adalah musim yang berlaku untuk daerah yang memiliki iklim sedang. Musim gugur adalah masa-masa di mana peralihan antara dari musim panas ke musim dingin.

Dalam zona yang mempunyai iklim sedang, musim gugur adalah musim yang rata-rata berbagai bentuk tumbuhan dipanen atau ditunai, dan pohon deciduous akan menggugurkan daunnya. Musim gugur adalah musim di mana hari-hari akan berjalan lebih pendek serta dingin, dan adanya penambahan presipitasi pada beberapa sisi dunia.

Pada belahan bumi sisi utara, musim gugur (autumn) akan diawali sekitar tanggal 23 September sampai 21 Desember. Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, musim gugur (autumn) akan diawali sekitar tanggal 21 Maret sampai 21 Juni.

Musim dingin/musim salju 
Sumber: j-cul.com
Musim dingin adalah musim di mana masa-masa ini mempunyai suhu yang paling dingin. Musim dingin atau musim salju jadi satu diantara 4 musim yang berlaku untuk beragam negara beriklim subtropis serta sedang.

Pada belahan bumi sisi utara, musim dingin akan diawali pada 21 Desember sampai 21 Maret. Sedangkan untuk belahan bumi sisi selatan, musim dingin akan diawali pada 21 Juni sampai 23 September.

Untuk negara Indonesia termasuk juga ke dalam daerah tropis, oleh sebab itu Indonesia memiliki musim-musim sebagai berikut ini: 

Musim kemarau 
Sumber: nasionalpos.com
Musim kemarau adalah satu diantara musim yang berlaku untuk daerah beriklim tropis yang di pengaruhi oleh adanya system muson. Musim kemarau bisa di kenal musim kering. Musim kemarau mempunyai curah hujan yang di bawah 60 mm/bulan.

Negara-negara yang ada musim kemarau terdapat di lokasi tropika, yakni Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Australia di bagian timur laut, dan juga beberapa dari benua Amerika Selatan.

Musim hujan 
Sumber: hidupsecarasehat.blogspot.co.id
Musim hujan adalah musim di mana meningkatnya curah hujan pada sebuah lokasi dibanding dengan waktu umumnya serta dalam periode waktu yang lebih spesifik secara tetap. Musim hujan sendiri cuma ada pada lokasi beriklim tropis. Musim hujan mempunyai curah hujan yang melebihi 100 mm/m2 per dasarian dan berlanjut secara terus-terusan.

Musim pancaroba 
Sumber: anakcerdas.info
Musim pancaroba adalah musim peralihan antara dua musim paling utama pada daerah iklim muson, yakni antara musim kemarau serta musim hujan. Pada masa-masa pancaroba ditandai dengan meningkatnya frekwensi badai, angin yang bertiup kencang, dan hujan yang amat deras disertai gemuruh.

Pada masa-masa pancaroba umumnya banyak orang yang terkena penyakit saluran pernapasan atas (batuk, pilek, dan lain-lain). Pada musim pancaroba banyak juga ditandai dengan adanya tingkah laku yang sesuai dengan ciri khasnya masing-masing pada beberapa jenis hewan serta tumbuhan.

Perubahan Kenampakan Rasi Bintang 
Sumber: mobomarket.co.id
Perlu di ketahui juga kalau rasi bintang adalah susunan beragam bintang yang terlihat dari bumi serta membuat beragam bentuk pola spesifik. Bintang-bintang itu membuat satu rasi yang sesungguhnya bintang-bintang tersebut tidak ada pada tempat yang berdekatan. Lantaran letak berbagai bentuk bintang itu amat jauh, maka jika dilihat dari bumi akan seolah-olah terlihat berdekatan.

Manusia di bumi cuma bisa melihat bintang-bintang saat malam hari saja. Pada saat posisi bumi ada pada bagian timur matahari, maka cuma bisa melihat beragam bentuk bintang yang ada pada bagian timur matahari.

Sedangkan jika bumi ada disamping utara matahari, maka cuma bisa melihat beragam bentuk bintang yang ada pada bagian utara matahari. Hal semacam ini lantaran adanya revolusi bumi, bintang-bintang itu yang terlihat dari bumi akan senantiasa berubah. Memiliki arti juga kalau rasi bintang yang terlihat dari bumi juga berubah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Revolusi Bumi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Revolusi Bumi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. woocara.blogspot.co.id

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit. Pengertian Satelit, Bentuk Satelit, Peranan atau Fungsi Satelit, Satelit Alami, Satelit Buatan, dan Cara Kerja Satelit.

Pengertian Satelit

Sumber: tekno.kompas.com
Satelit yakni benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi spesifik. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit yakni bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang semakin besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengitari planet karena adanya gaya gravitasi planet.

Bentuk dan Peranan Satelit 

Satelit Alami 
Sumber: cintasains.com
Satelit alami yakni satu di antara benda luar angkasa yang udah ada (bukan buatan manusia) yang mengorbit satu planet. Satelit alami bumi yakni bulan. Sepanjang mengitari bumi, bulan alami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengitari bumi dan revolusi bulan mengitari matahari.

Rotasi yaitu gerakan peruputaran bulan pada porosnya, ketika rotasi bulan yakni satu bulan (29hari), sedangkan revolusi yaitu gerakan mengedarnya bulan mengitari bumi. Mengakibatkan, jika dilihat dari bumi, bentuk bulan akan berubah-ubah, hal semacam ini disebut juga dengan fase bulan.

Dalam sekali revolusi, bulan alami beberapa fase satu diantaranya bulan baru – bulan sabit – bulan setengah – bulan bungkuk – bulan purnama – bulan bungkuk – bulan setengah – bulan sabit – bulan baru.

Tidak cuma berotasi dan berevolusi, bulan bersama bumi juga mengitari matahari. Waktu yang diperlukan bulan untuk mengitari matahari sama saja dengan waktu yang diperlukan bumi untuk mengitari matahari, yaitu satu tahun.

Bulan mengitari matahari sekali dalam satu tahun, sedangkan mengitari bumi 12 kali dalam satu tahun, sampai revolusi bulan seringkali dijadikan penanggalan masehi/hijriah.

Tentang peranan satelit alami (bulan) diataranya yaitu: 
  1. Secara tidak langsung membuat perlindungan untuk planet yang diorbitnya dari hantaman benda langit lain seperti komet dan asteroid 
  2. Dapat mengontrol kecepatan rotasi satu planet karena efek gravitasional tidal wave 
  3. Menyeimbangkan perputaran siklus air laut yang menyebabkan pasang surut air laut 
  4. Kurangi efek yang ditimbulkan akibat radiasi cahaya ultraviolet 
  5. Berikan penerangan ketika malam hari 
Contoh satelit alami yang lain satu diantaranya yakni Callisto, Ganymede, dan Io yang mengorbit planer Jupiter, serta Titan yang mengorbit planet Saturnus.

Satelit Buatan
Sumber: kopi-ireng.com
Satelit buatan yakni satu di antara benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit satu planet yang dalam membuatnya memiliki bentuk dan manfaat spesifik dengan maksud untuk kepentingan manusia. Berikut ini yaitu beberapa bentuk satelit bersumber pada peranannya:
  1. Satelit navigasi, bertindak untuk penerbangan dan pelayaran. Satelit ini akan memberi informasi posisi pesawat terbang dan kapal yang sedang dalam perjalanan. 
  2. Satelit geodesi, bertindak untuk melakukan pemetaan bumi dan mendapatkan informasi tentang grafitasi. 
  3. Satelit komunikasi bertindak untuk komunikasi seperti radio, tv, dan telephone. 
  4. Satelit meteorologi, bertindak untuk menyelidiki atmosfer bumi manfaat melakukan peramalan cuaca. 
  5. Satelit riset, bertindak untuk menyelidiki tata surya dan alam semesta secara lebih bebas tanpa dipengaruhi oleh atmosfer. Satelit ini berusaha mendapatkan data-data tentang matahari dan bintang-bintang lain untuk membuka rahasia alam semesta. 
  6. Satelit militer, bertindak untuk kebutuhan militer satu negara, misalnya mengintai kapabilitas senjata lawan. 
  7. Satelit survey sumber daya alam, bertindak untuk memetakan dan menyelidiki sumber-sumber alam dibumi untuk kebutuhan pertambangan, pertanian, perikanan dan lain-lain 
Bersumber pada ketinggian garis edarnya, satelit dibedakan jadi tiga bentuk, salah satunya: 
  1. Satelit LEO (Low Earh Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar rendah yaitu diantara 500 km sampai 10.000 km dari permukaan bumi. Waktu revolusi satelit ini yakni 2 sampai 6 jam. Contoh satelit ini yakni Iridium, Global Star, Elipsat, Odessey, dan Constellation 
  2. Satelit MEO (Medium Earth Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar menengah yaitu salah satunya 10.000 km sampai 20.000 km. Waktu revolusi satelit ini antara 6 sampai 12 jam. 
  3. Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) yaitu satelit yang ada pada orbit geostasioner yaitu 36.000 km dari permukaan bumi. Orbit stasioner yakni orbit yang menyebabkan waktu reovolusi satelit sama saja dengan rotasi bumi, yaitu satu hari. Contoh satelit ini yakni satelit palapa dan intelsat. 

Cara Kerja Satelit

Sumber: tandapagar.com
Satelit yang mengitari bumi pada orbitnya akan dikendalikan oleh Master Control Station di stasiun bumi. Pengendalian satelit yang ada beberapa puluh ribu km. dari bumi menggunakan sistem otomatis yang didasarkan atas dua sistem pengendalian, yaitu Spin Stabillized Satellite dan Three Axiz Body Stabillized.

Spin Stabillized Satellite yaitu langkah pengendalian satelit lewat cara menggerakan body satelit secara berputar untuk menuju ke satu posisi spesifik yang diinginkan. Satelit secara teori akan diam pada posisinya di orbit, pada kenyatannya akan berubah dari orbit yang sebenarnya.

Three Axiz Body Stabillized yaitu pengontrolan posisi satelit bersumber pada sumbu koordinal X, Y, dan Z. dari ketiga sumbu itu akan dipetakan jadi posisi pitch, roll and yaw.

Kerja satelit terbagi dua, yaitu langkah uplink dan downlink. Upulink yakni transmisi yang dikirim dari planet bumi menuju satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Pada dasarnya, komunikasi satellit dan langkah kerjanya berguna sebagai repeater di langit, satelit juga menggunakan transponders, yaitu alat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunkan begit banyak transponders. Beberapa hal lain yang penting perannya dalam jaringan komunikasi satelit yakni antena satelit, karena benda ini bertindak sebagai penerima transisi di setiap lokasi di dunia.

Sedangkan satu satelit spancing (penempatan satelit) digunakan dalam melakukan transmisi lebih mudah bersumber pada wilayahnya. Power sistem yang digunakan oleh satelit didapat dari cahaya matahari yang dirubah bentuk jadi listrik yang menggunkan sel surya (solar cells) Pesawat luar angkasa yang berada lama di ruang angkasa membangkitkan tenaga dengan daya matahari.

Pesawat mendapatkan daya matahari itu dengan menggunakan susunan seperti sayap besar yang diberi nama panel surya, setiap panel surya tersusun atas banyak sel yang lebih kecil sel surya menghasilkan tenaga listrik ketika terkena cahaya. Beberapa sel itu di buat dari bahan yang disebut juga dengan silikon.

Panel surya hanya akan bekerja jika saat menghadap ke arah matahari, dan satelit dilengkapi dengan sensor yang mencari arah sinar. Motor menggerakkan panel dihadapkan ke sinar matahari. Satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Satelit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Satelit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

Pengertian Bulan

Sumber: flickr.com
Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

Teori Terbentuknya Bulan

Sumber: kafeastronomi.com
Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

Teori Co-Akresi 

Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

Teori pembelahan (Fisi) 

George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

Teori Penangkapan (Capture) 

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

Teori Tubrukan Besar 

Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

Fungsi Bulan

Sumber: metro.co.uk
Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
  1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
  2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
  3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
  4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
  5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
  6. Membantu kita melihat pada malam hari 
Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

Rotasi dan Revolusi Bulan

Sumber: nationalgeographic.co.id
Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

Fase Bulan

Sumber: jessychance.blogspot.co.id
Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

8 Fase Bulan 

Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

Fase 4 (Waxing Gibous) 

Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

Fase 5 (Full Moon) 

Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

Fase 6 (Wanning Gibous) 

Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kolonialisme Barat di Indonesia

Keunggulan lokasi Indonesia menjadi salah satu pendorong terjadinya interaksi dan komunikasi dengan berbagai bangsa lain di dunia. Berbagai kekayaan alam Indonesia sangat dibutuhkan bangsa-bangsa di dunia. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu daerah pemasaran berbagai komoditas bangsa-bangsa lain.

Kekayaan alam Indonesia itulah yang menjadi salah satu daya tarik kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia. Pedagang asing datang ke Indonesia untuk memperoleh berbagai komoditas yang akan dijual lagi kepada negeri lain. Ketertarikan pedagang bangsa asing terhadap kekayaan di Indonesia terjadi sejak masa lalu. Berbagai pengaruh keunggulan lokasi Indonesia menjadi sebab terhadap terjadinya imperialisme dan kolonialisme di Indonesia pada masa lalu.

1. Latar Belakang Penjajahan Bangsa Barat
Berbagai komoditas perdagangan yang dihasilkan bangsa Indonesia menjadi incaran bangsa-bangsa Barat. Berbagai hasil bumi Indonesia tidak hanya menjadi konsumsi bangsa-bangsa di wilayah Asia, tetapi juga menjadi salah satu incaran bangsa-bangsa Barat. Indonesia dan bangsa- bangsa di Eropa memiliki perbedaan kondisi alam. Pengaruh lokasi telah memberikan perbedaan iklim serta kondisi tanah di Indonesia dan Eropa. Hal ini mengakibatkan hasil bumi yang diperoleh juga berbeda. Bangsa Indonesia harus senantiasa bersyukur karena dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa hidup di daerah tropis.

Keberadaan musim hujan dan kemarau di Indonesia memungkinkan beragam tanaman mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia. Untuk tanaman kebutuhan sehari-hari dapat ditanam dengan mudah di setiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa yang memiliki empat musim yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur. Hasil bumi apa saja yang menjadi andalan bangsa Indonesia pada masa sekarang? biji coklat, kelapa sawit, karet, cengkeh, dan bahkan kayu diantaranya menempati urutan atas di dunia dari segi produksinya. (sumber: wikipedia)

Sudah sangat lama bangsa-bangsa Eropa mengetahui Nusantara (Indonesia) sebagai sumber rempah-rempah, bahkan sebelum masehi. Mengapa mereka tidak mencari sendiri ke Indonesia? Pada masa itu mereka masih kesulitan terutama masalah transportasi, kondisi politik, dan keamanan. Terjadinya revolusi industri di Eropa merupakan salah satu pendorong datangnya bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Apa yang dimaksud revolusi industri?

Revolusi industri merupakan pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikejakan oleh tenaga manusia atau hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam kegiatan industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, dan barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak lagi. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk hasil-hasil industrinya.

Salah satu pengaruh dari revolusi industri adalah dalam kegiatan transportasi. Penemuan mesin uap yang dapat dijadikan mesin penggerak perahu merupakan teknologi baru pada masa itu. Perahu dengan mesin uap merupakan penemuan sangat penting yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Dengan mesin uap mereka dapat memperpendek waktu perjalanan. Selain penemuan mesin uap, revolusi industri didukung oleh berbagai penemuan lain, seperti kompas, mesin pemintal, dan sebagainya. Penemuan-penemuan tersebut menjadi modal dan pendorong keinginan bangsa-bangsa Eropa melakukan berbagai petualang.

Paham merkantilisme saatitu mendorong semangat bangsa-bangsa Eropa untuk mencari kekayaan sebanyak-banyaknya. Semangat mencari kekayaan tersebut beriringan dengan semangat mencapai kejayaan dan kesucian. Dalam melakukan perjalanannya ke Indonesia, bangsa-bangsa Barat menginginkan kejayaan (kemenangan) sekaligus kesucian, yaitu menyebarkan agama Kristen. Tiga semangat tersebut (kekayaan, kejayaan, dan kesucian) menjadi semboyan dari perjalanan bangsa-bangsa Eropa yang terkenal dengan 3G atau Gold (emas), Glory (kejayaan) dan Gospel (kesucian).

2. Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia
kedatangan bangsa barat
Perhatikan peta rute perjalanan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia di atas! Belanda adalah negara yang paling lama menjajah Indonesia. Selain Belanda, bangsa-bangsa Barat yang pernah datang ke Indonesia pada masa penjajahan adalah Portugis, Spanyol, dan Inggris.

Kedatangan bangsa-bangsa barat di Indonesia saat itu menjadi ancaman kerajaan-kerajaan di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, sejak awal kedatangan bangsa-bangsa Barat di Indonesia, terjadi berbagai perlawanan dari kerajaan-kerajaan di Indonesia.

3. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial Terhadap Bangsa Indonesia
Pemerintah kolonial menerapkan kebijakan yang merugikan bangsa Indonesia. Akibatnya bangsa Indonesia berusaha melakukan perlawanan untuk mengusir penjajah. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah kolonial terhadap bangsa Indonesia, mari kita pelajari kajian berikut ini.

a. Monopoli dalam Perdagangan
Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Belanda jelas merugikan rakyat. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan para petani yang ingin menjual hasil pertanian, tetapi dipaksa hanya boleh menjual kepada VOC dengan daya tawar harga yang mereka dapatkan sangat rendah.

Pada awal kedatangan bangsa-bangsa Barat, rakyat Indonesia menerimanya dengan baik. Masyarakat nusantara di berbagai daerah memandang perdagangan merupakan hubungan baik kepada siapapun. Hubungan perdagangan tersebut kemudian selanjutnya berubah menjadi hubungan penguasaan atau penjajahan. VOC terus berusaha memperoleh kekuasaan yang lebih dari sekedar jual beli.

Pada awalnya VOC meminta keistimewaan hak-hak dagang. Lama-lama berkembang menjadi penguasaan pasar (monopoli). VOC menekan para raja untuk memberikan kebijakan perdagangan hanya dengan VOC. Akhirnya VOC bukan hanya menguasai daerah perdagangan, tetapi mereka juga ingin menguasai politik atau pemerintahan.

Apakah yang dimaksud dengan monopoli? Monopoli adalah penguasaan pasar yang dilakukan oleh satu atau sedikit perusahaan saja. Bagaimana dampak yang terjadi akibat monopoli? Bagi pelaku perusahaan monopoli sangat menguntungkan karena mereka dapat menentukan harga beli dan harga jual sekehendak mereka. Sebagai contoh pada saat VOC melakukan monopoli rempah-rempah di Indonesia, VOC membuat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Setiap kerajaan hanya mengizinkan rakyat menjual hasil bumi kepada VOC, tidak boleh kepada yang lain. Nah, karena produsen sudah dikuasai VOC, maka pada saat rempah-rempah dijual harganya sangat melambung.

Kerajaan-kerajaan di Indonesia mengizinkan perdagangan monopoli VOC karena keterpaksaan. Belanda secara licik memaksa kerajaan-kerajaan di Indonesia untuk mengizinkan terjadinya monopoli dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah politik adu domba atau dikenal devide et impera. Adu domba yang dilakukan Belanda dapat terjadi terhadap kerajaan satu dengan kerajaan lain, atau antar pejabat di suatu kerajaan.

Belanda berharap akan terjadi permusuhan antar bangsa Indonesia, sehingga terjadi perang antar kerajaan. Belanda juga terlibat dalam konflik yang terjadi di dalam kerajaan. Pada saat terjadi perang antar kerajaan, Belanda selalu mendukung salah satu kerajaan yang berperang. Demikian jua saat terjadi konflik di dalam kerajaan, Belanda akan mendukung salah satu pihak. Setelah pihak yang didukungnya menang, Belanda akan meminta balas jasa.

Setelah selesai perang, Belanda biasanya meminta imbalan berupa monopoli perdagangan atau penguasaan atas beberapa lahan atau daerah. Akibat monopoli ini, rakyat Indonesia menjadi sangat menderita. Mengapa demikian? Dengan adanya monopoli, rakyat menjadi tidak memiliki kebebasan menjual hasil bumi mereka. Mereka terpaksa menjual hasil bumi hanya kepada VOC. VOC dengan kekuasaannya membeli hasil bumi rakyat Indonesia dengan harga yang sangat rendah, padahal jika rakyat menjual kepada pedagang lain, harganya bisa jauh lebih tinggi. Sekarang kita telah memahami bagaimana dampak monopoli dan adu domba VOC terhadap kerajaan-kerajaan dan rakyat Indonesia. Sekarang coba lakukan pencarian beberapa kegiatan monopoli dan politik adu domba yang dilakukan VOC terhadap bangsa Indonesia.

b. Kerja Paksa
Tentu saja bekerja karena terpaksa hasilnya tidak sebaik pekerjaan yang dilakukan dengan sukarela. Melakukan pekerjaan karena dipaksa juga akan membuat seseorang akan menderita. Hal itulah yang dialami bangsa Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Pemerintah Belanda menginginkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari bumi Indonesia sehingga menerapkan kebijakan kerja paksa yang tidak manusiawi.

Mendengar istilah kerja paksa tentu kita sudah dapat menebak, bahwa rakyat Indonesia bekerja tanpa fasilitas yang memadai. Rakyat tidak memperoleh penghasilan yang layak, tidak diperhatikan konsumsi makanannya, dan melakukan pekerjaan di luar batas-batas kemanusiaan,
Jalur Anyer-Panarukan memanjang lebih dari 1000 Km dari Cilegon (Banten), Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Pati, Surabaya, Probolinggo, hingga Panarukan (Jawa Timur). Saat ini jalur tersebut merupakan salah satu jalur utama bagi masyarakat di pulau Jawa. Anyer Panarukan dibangun sekitar 200 tahun yang lalu oleh pemerintah Hindia Belanda. Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) sangat penting bagi Pemerintah Kolonial Belanda karena menjadi sarana transportasi pemerintahan dan mengangkut berbagai hasil bumi, dan hingga sekarang manfaat jalan tersebut masih dapat dirasakan.

Pembangunan jalan tersebut merupakan kebijakan Herman Willem Daendels (Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa sejak tahun 1808-1811). Belanda memandang penting pembangunan jalur Anyer-Panarukan, karena jalur tersebut merupakan penghubung kota-kota penting di pulau Jawa yang merupakan penghasil berbagai tanaman ekspor, dengan dibangunnya jalan Anyer-Panarukan maka proses distribusi barang dan jasa untuk kepentingan kolonial semakin cepat dan efisien.

Pembangunan jalur Anyer Panarukan sebagian besar dilakukan dengan tenaga manusia. Puluhan ribu penduduk dikerahkan untuk membangun jalan tersebut. Rakyat Indonesia dipaksa Belanda membangun jalan, tapi tidak digaji dan tidak menerima makanan yang layak, akibatnya ribuan penduduk meninggal baik karena kelaparan maupun penyakit yang diderita akibat pekerjaan tersebut. Pengerahan penduduk untuk mengerjakan berbagai proyek Belanda inilah yang disebut rodi atau kerja paksa. Kerja paksa pada masa Pemerintah Belanda banyak ditemukan di berbagai tempat. Banyak penduduk yang dipaksa menjadi budak dan dipekerjakan di berbagai perusahaan tambang maupun perkebunan. Kekejaman Belanda ini masih dapat dibuktikan dalam berbagai kisah yang ditulis dalam buku-buku sejarah dan novel.

c. Sistem Sewa Tanah Rafles
Selain Belanda dan Jepang, Inggris juga pernah menjajah Indonesia pada tahun 1811-1816. Penguasa Inggris di Indonesia pada masa tersebut adalah Letnan Gubernur Thomas Stanford Raffles. Salah satu kebijakan terkenal yang menyengsarakan rakyat pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau landrent-system atau Landelijk Stelsel. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain sebagai berikut:
a. Petani harus menyewa tanah walaupun dia adalah pemilik tanah tersebut.
b. Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah.
c. Pembayaran sewa tanah harus dengan uang tunai.
d. Bagi petani yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.

Sewa tanah tetap memberatkan rakyat, dan seakan-akan rakyat tidak memiliki tanah, padahal tanah tersebut adalah milik rakyat Indonesia. Hasil sewa tanah juga tidak seluruhnya digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Hasil sewa tanah tersebut sebagian besar digunakan untuk kepentingan penjajah.

Kekuasaan Inggris selama 5 tahun di Indonesia menghadapi perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah. Sebagai contoh adalah perlawanan sengit dari rakyat Kesultanan Palembang pada tahun 1812. Sultan Sultan Mahmud Baharuddin menolak untuk mengakui kekuasaan Inggris. Inggris kemudian mengirim pasukan dan menyerang kerajaan Palembang yang terletak di Sungai Musi. Perlawanan rakyat Palembang dapat dikalahkan oleh tentara Inggris, tetapi semangat juang mencapai kemerdekaan rakyat Palembang tetap membara.

Inggris juga menghadapi perlawanan dari kerajaan-kerajaan besar di Jawa yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Namun Inggris berhasil meredam usaha perlawanan sebelum kedua kerajaan tersebut melakukan penyerangan.

d. Tanam Paksa
Van den Bosch menerapkan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) pada tahun 1830. Kebijakan ini diberlakukan karena Belanda menghadapi kesulitan keuangan akibat Perang Diponegoro (1825-1830), dan Perang Belgia (1830-1831).

Tanam Paksa yang diberlakukan oleh Belanda memiliki ketentuan yang sangat memberatkan masyarakat Indonesia. Apalagi pelaksanaan yang lebih berat karena penuh dengan penyelewengan sehingga semakin menambah penderitaan rakyat Indonesia. Banyak ketentuan yang diselewengkan baik oleh pegawai barat maupun pribumi. Praktik- praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat tersebut antara lain adalah :
  1. Ketentuan bahwa tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 bagian dari tanah yang dimiliki rakyat, kenyataanya selalu lebih bahkan sampai 1⁄2 bagian dari tanah yang dimiliki rakyat.
  2. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan.
  3. Waktu untuk kerja wajib lebih dari 66 hari tanpa imbalan yang memadai.
  4. Tanah yang digunakan para petani untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.

4. Melawan Keserakahan Penjajah
Negeri Indonesia memiliki wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan Belanda. Pada masa lalu Indonesia hanya dianggap sebagai sebuah provinsi bagi bangsa Belanda, Indonesia sebagai provinsi juga tidak diperlakukan sama dengan masyarakat Belanda di Eropa. Belanda hanya menguras kekayaan Indonesia untuk kemakmuran negerinya sendiri.

a. Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang
Sultan Hasanuddin merupakan tokoh yang sangat ditakuti Belanda karena ketangguhannya dalam melawan Belanda, sehingga beliau disebut sebagai “ayam jantan dari timur”. Sultan Hasanuddin adalah raja dari kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan. Suatu ketika Kerajaan Gowa (Sultan Hasanuddin) dan Talo (Arung Palaka) berselisih paham. Peristiwa ini dimanfaatkan VOC dengan mengadu domba kedua kerajaan tersebut. VOC memberikan dukungan kepada Talo hingga berhasil menang saat perang dengan Gowa tahun 1666. Sultan Hassanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.

Perjanjian Bongaya baru terlaksana pada tahun 1669 karena Sultan Hassanuddin masih melakukan perlawanan kembali. Akhirnya Makassar harus menyerahkan bentengnya kepada VOC. Sejak masa itu tidak ada lagi kekuatan besar yang mengancam kekuasaan VOC di Indonesia timur.

Perjanjian Bongaya telah menghancurkan kekuasaan kerajaan Gowa sebagai kerajaan terkuat di Sulawesi. Tinggal kerajaan-kerajaan kecil yang sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.

Pada tahun 1799 terjadilah suatu peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia. VOC dinyatakan bangkrut hingga akhirnya dibubarkan. Keberadaan VOC sebagai kongsi dagang yang menjalankan roda pemerintahan di negeri jajahan seperti di Indonesia tidak layak dilanjutkan lagi. VOC dinyatakan bubar Pada tanggal 31 Desember 1799. Semua utang piutang dan segala milik VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda. Setelah VOC bubar, Indonesia berada langsung di bawah pemerintah Hindia Belanda.

b. Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda
Bagi masyarakat Aceh, masjid Agung merupakan masjid bersejarah yang terkait erat dengan spirit perjuangan masyarakat Aceh. Selain sebagai tempat ibadah kebanggaan masyarakat, masjid Agung menjadi simbol perjuangan rakyat Aceh dalam menentang imperialisme Barat. Masjid tersebut menjadi salah satu benteng perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda. Karena kegigihan rakyat Aceh tersebut, Belanda sangat kesulitan memadamkan perlawanan rakyat Aceh.

Perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda terjadi di hampir semua daerah di Indonesia. Abad XIX merupakan puncak perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam menentang rezim Pemerintah Hindia Belanda. Kegigihan perlawanan rakyat Indonesia itu menyebabkan Belanda mengalami krisis keuangan untuk biaya perang. Perlawanan di berbagai daerah tersebut memang belum berhasil membuahkan kemerdekaan. Semua perlawanan dapat dipadamkan dan kerajaan-kerajaan di Indonesia pelan-pelan mengalami keruntuhan.

Jejak-jejak perlawanan tersebut masih terjaga dari berbagai peninggalan yang masih ada hingga sekarang. Bahkan di berbagai daerah didirikan berbagai museum untuk menjadi media pembelajaran masyarakat saat ini. Dengan mengunjungi berbagai museum dan berbagai tempat peninggalan perlawanan rakyat Indonesia melawan Belanda, akan dapat menggugah semangat kebangsaan.

Di Maluku, kalian dapat mencari jejak peninggalan perjuangan Pattimura, apabila kalian tinggal di Sulawesi kalian akan dapat mengunjungi Benteng Rotterdam. Demikian juga dengan daerah-daerah lain, pasti kalian dapat menemukan berbagai peninggalan pada masa perjuangan rakyat melawan kolonialisme Belanda. Peninggalan di Yogyakarta adalah Goa Selarong, di Sumatra Barat terdapat Benteng Fort de Kock, di Kalimantan jejak-jejak peninggalan pada masa perang Banjar masih dapat ditemukan.

Apakah kalian pernah mengunjungi salah satu peninggalan pada masa perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda di atas? Bagaimana sikap kalian terhadap peninggalan itu? Generasi sekarang harus merawat peninggalan tersebut agar supaya dapat belajar bagaimana perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Dengan demikian kalian akan semakin bersemangat untuk giat belajar dan membangun bangsa Indonesia agar terus berjaya.

Perlawanan pada masa Pemerintah Hindia Belanda terjadi di berbagai wilayah Nusantara. Lokasi Indonesia pada masa lalu sulit dijangkau, sehingga perlawanan hanya bersifat lokal dan tidak dapat dilakukan secara serentak. Faktor inilah yang merupakan salah satu penyebab Belanda dapat melumpuhkan perlawanan Bangsa Indonesia pada masa lalu.
Cerita Banyumasan

Cerita Banyumasan

Menurut cerita, pada zaman dahulu sebelum ada nama banyumas, kota banyumas disebut orang “SELARONG”. Suatu ketika kota selarong kedatangan seorang tamu yang mengendarai kuda. Selama di kota selarong orang tersebut menjadi perhatian penduduk karena tingkah lakunya yang aneh, sehingga meresahkan masyarakat. Karena itu penguasa praja setempat segera mengamankan dan memasukkan orang asing itu kerumah tahanan.

Suatu ketika kota selarong dilanda kemarau panjang. Sumur penduduk banyak yang kering. Bahkan kali serayu juga airnya semakin surut. Untuk mendapatkan air orang harus bersusah payah membuat belik, yaitu menggali tanah di tepi kali. Itupun   harus bergantian. Seacara kebetulan saat orang asing tadi dipenjarakan nampak awan hitam di langit bergumpal-gumpal menyelimuti kota selarong. Tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Bukan main gembiranya penduduk kota selarong bagaikan mendapat emas. Karena gembiranya mereka berteriak-teriak “BANYU,BANYU,BANYU”. Dan yang lain mengatakan “EMAS,EMAS,EMAS”. Perkataan itu diucapkan secara serempak sehingga lama-kelamaan ucapan mereka terdengar BANYU-EMAS,BANYU-EMAS. Sejak saat itu orang lebih serring memnyebut kota itu Banyumas. Banyumas artinya air bagaikan emas.

Melihat keadaan masyarakat sudah tenang penguasa segera membebaskan orang itu dari tahanan. Orang asing tersebut berjalan ke barat menuju bukit di dukuh dawuhan. Di sana ia berguru kepada seorang sakti yang konon bernama Embah Galagamba. Iapun lama tinggal di padepokan dawuhan hingga akhir hayatnya. Di komplek pesarean dawuhan banyumas terdapat dua buah makam yang konon makam embah galagamba dan muridnya tadi.

BABAD AJIBARANG
Negeri Galuh Pakuan sedang dilanda cobaan berat. Musim kemarau yang berkepanjangan menimbulkan kesengsaraan rakyat. Wabah penyakit dan tindak kriminal meningkat. Sementara para punggawa dan hulubalang belum mampu menghadapinya. Arya Munding Wilis yang menjadi Adipati kala itu memang sedang diuji.

Belum selesai mengatasi kesulitan yang satu timbul masalah yang lain. dalam kesedihan menghadapi negeri yang sedang terancam itu, isterinya yang sedang hamil menginginkan daging kijang berkaki putih. Demi cintanya kepada Sang isteri, berangkatlah Sang Adipati Munding Wilis dengan Kuda Dawuk Ruyung kesayangannya. Hanya ditemani dua pengawalnya, berhari-hari Sang Adipati tak mengenal lelah dalam mencari buruannya itu. Namun sudah sampai sebulan belum juga nampak hasilnya.

Ketika mereka berburu kearah timur menyusuri Sungai Citandui sampailah Sang Adipati beserta dua pengawalnya di suatu grumbul. Ternyata Adipati beserta dua pengawalnya itu sampai di sebuah perkampungan para brandal yang sering mengacau di seluruh kadipatennya. Di Grumbul Gunung Mruyung tersebut sang adipati terpojok dan dirampok oleh dedengkot grumbul itu yaitu Abulawang. Seluruh bawaan bahkan kuda Sang Adipati dirampas dan sang dedengkot mengancam akan merampok dan menghancurkan kadipatennya. Adipati yang sedang kecewa karena tidak mendapat buruannya pulang dengan kesedihan yang lebi mendalam ke kadipatennya.

Sampainya di kadipaten, kesedihan sang Adipati terobati karena putera yang ditungu tungu sudah lahir kedunia. Semakin gembiralah ia setelah ditunjukkan adanya tanda hitam di lengan kiri bayi itu, yang konon merupakan “toh wisnu”. Artinya bayi ini kelak akan menjadi seorang yang besar yang berbudi luhur dan bijaksana.

Ternyata kegembiraan di Kadipaten itu tak berlangsung lama. Pada malam keempat kelahiran sang jabang bayi, perampok gerombolan dari Gunung Mruyung dedengkot Abulawang benar-benar datang dan menghancurkan Kadipaten. Prajurit dan pengawal tidak bisa melawan gerombolan tersebut, semua barang dirampok dan Kadipaten dibakar.

Untunglah sang Adipati dan Gusti putri selamat. Namun nasib bayi yang ditunggui oleh dua orang emban tidak demikian. Bayi itu dibawa oleh salah seorang perampok ke Gunung Mruyung tempat markas mereka. Adipati dan gusti putri lemas, bahkan gusti putri pingsan.

Suatu Ketika, Adipati Munding Wilis dan istrinya menyamar sebagai petani, pergi meninggalkan Kadipaten. Semula mereka bertekad ke Gunung Mruyung, tempat perkampungan para perampok  untuk mencari bayinya. Namun niatnya diurungkan karena terlalu bahaya, merekapun berjalan ke arah lain.

Bayi yang masih merah itu, sudah sampai di Gunung Mruyung. Bertahun-tahun bayi tersebut tumbuh menjadi pemuda gagah dan tampan, sifatnya baik berbeda dengan orang tua angkatnya yang perampok. Pemuda itu dinamai Jaka Mruyung. Karena tidak senang dengan sikap dan tingkah laku orang tuanya maka dia pergi meninggalkan Gunung Mruyung.

Jaka Mruyung pergi dengan Kuda Dawuk Ruyung, yang dimiliki orang tua angkatnya, kuda tersebut sebenarnya adalah kuda milik ayah kandungya Adipati Munding Wilis. Jaka Mruyung tiba disuatu kampung di kawasan “Dayeuhluhur” dan bertemu seorang kakek. Ternyata kakek tersebut bukan kakek sembarangan. Dia adalah Ki Meranggi, seorang mantan prajurit sakti Kerajaan Majapahit dan kini menjadi seorang Mranggi (pembuat rangka keris). Jaka mruyung mengabdi di rumah Ki Mranggi, dan selama pengabdiannya dia banyak mendapat pengalaman yaitu baca, tulis, membuat keris dan ilmu keprajuritan serta kedigdayaan. Semua ilmu tersebut dikuasainya dalam waktu empat tahun. Pada tahun ke enam, Jaka Mruyung seolah mendapat ilham agar meneruskan perjalan ke timur dan disana dia menemukan hutan yang ditumbuhi pohon Pakis Aji dan kelak hutan tersebut dibabat dan dijadikan perkampungan. Jaka Mruyung pun pamit dan berpesan pada Ki Mranggi agar pedukuhan ini sepeninggalnya kelak diberi nama Dukuh Penulisan karena ditempat inilah dia belajar menulis.

Setelah menempuh perjalanan jauh, sampailah dia di perbatasan Kadipaten Kutanegara. Ditempat itu iapun melepas lelahnya sambil memuji keagungan Tuhan ia menyaksikan keindahan alam di sekitarnya. Si Dawuk Ruyung, kudanya yang sudah tua itu makan rumput sekenyang-kenyangnya. Jaka Mruyung memandang rumput hijau itu bagaikan permadani yang Gumelar (digelar dalam bahasa Jawa). Tempat itu kemudian nantinya disebut Desa Gumelar. Di tempat ini dia bertemu dengan pemuda dari Dukuh Cilangkap. Dari pemuda ini dia akhirnya tahu letak Hutan Pakis Aji yang ada dalam ilhamnya. Setelah dia melakukan perjalanan dan singgah sejenak di Dukuh Cilangkap, dia terus melanjutkan perjalanan menuju Hutan Pakis Aji. Hutan tersebut ternyata berada di Selatan Kutanegara dan sebelah timur Dukuh Cilangkap.

Sementara itu, perjalanan Adipati Munding Wilis dan istrinya yang menyamar menjadi Ki Sandi dan Ni Sandi tiba di Dukuh Penulisan, Daerah Daeyuhluhur . Kebetulan keduanya singgah pula di rumah Ki Mranggi. Mereka bertukar pengalaman. Alangkah gembiranya kedua tamu tersebut demi mendengar cerita Ki Mranggi, mereka yakin apa yang diceritakan Ki Mranggi itu ciri-ciri anaknya( dengan Toh Wisnu di Tanggannya). Mereka semakin gembira karena Ki Mranggi juga mengatakan kemana arah peginya anak mereka Jaka Mruyung. Semenjak Pergi dari Negerinya Galuh Pakuan, Adipati Mundig Wilis dan istrinya memang selalu bedoa agar bisa dipertemukan dengan anaknya. Dan memang sudah digariskan bahwa mereka berdua pun sampai di Dukuh Cilangkap dan bertemu dengan orang tua Tlangkas ,pemuda yang pernah memberikan petunjuk kepada Jaka Mruyung.

Ki Sandi alias Adipati Wilis pun tambah gembira karena harapanya semakin dekat terkabul. Sedang Jaka Mruyung kini sudah sampai di kaki bukit sebelah barat Hutan Pakis Aji. Di situ ia terus ke selatan dan menyebarangi sungai yang airnya Racak-racak, sungai itu kemudian dinamai Kali Racak. Di pinggir bukit itu ia melihat pohon yang berbuah sangat banyak, lalu ia bertanya pada orang yang lewat, Apa nama buah itu, orang itu malah menjawab dengn basa sunda, “Ie mah Gondangamis” artinya ini buah gondang yang manis. Kelak tempat itu menjadi Grumbul Gondangamis.

Dari situ dia terus menyusuri pinggiran hutan ke timur, ternyata tempat yang disinggahinya banyak dihuni burung Jalak. Tempat itu nantinya diberi nama Pejalakan. Lalu dia sampai dibelokan kali datar, dia menemukan sebuah kedung, diatasnya banyak burung serwiti, Kedung itu kemudian di beri nama Kedung Serwiti. Setelah mengelilingi Hutan Pakis aji, sampailah dia dipinggiran utara, ia melihat orang-orang sedang membuat tambak ikan. Jaka Mruyung segera meminta bantuan orang-orang untuk bersama-sama membabat hutan Pakis Aji. Kelak Dusun itu menjadi Dusun Tambakan.

Di tengah hutan muncul ular raksasa, namun berhasil dibunuh oleh Jaka Mruyung dan orang-orangnya dan dibakar. Namun akibatnya hutan Pakis aji menjadi terbakar, kebakaran begitu hebatnya sehingga membuat resah kadipaten Kutanegara. Jaka Mruyung sang biang keladi pun ditangkap dan dihukum. Pada masa hukumannya itu ternyata Jaka Mruyung yang tampan, sopan dan baik hati di sukai oleh putri kedua sang Adipati yaitu Putri Pandanayu. Setelah beberapa lama,Jaka Mruyung pun dibebaskan.

Kemudian dia mengikuti sayembara di Kadipaten Kutanegara tersebut. Sayembara itu untuk mencari Senopati Utama yang baru. Jaka mruyung ikut sayembara, dengan kesaktiannya dia memenangkan banyak pertarungan dan pada akhirnya dia harus melawan musuh terkuat yaitu duta dari Kadipaten Kutaliman, bernaman Ki Kentol. Perseteruan antara Jaka Mruyung dan Ki Kentol yang berlarut-larut, nantinya menjadi momok yaitu siapa saja Pejabat yang datang ke Kutaliman pasti akan lengser. Jaka Mruyung yang memenangkan sayembara dijadikan Senopati Utama dan dinikahkan dengan putri kedua Adipati yaitu Pandanayu.

Berita tersebut ahirnya sampai ke Tlangkas dan orang tuanya dan kemudian sampai ke telinga tamu mereka Ki Sandi yang tak lain adalah Adipati Munding Wilis ayah Jaka MRuyung, Raja atau Adipati Besar dari Galuh Pakuan. Adipati lalu membuka jati dirinya dan menemui Adipati Kutanegara. Betapa senangnya Adipati Kutanegara, ternyata calon mantunya adalah anak Adipati Besar dari Galuh Pakuan.

Haru dan Bahagia pun berkecamuk diantara mereka. Acara Pernikahan segera dilakukan, namun di saat berlangsungnya pernikahan terjadi kehebohan. Hal ini kaerna putri pertama Adipati Kutanegara yaitu Dewi Pandansari minggat, karena malu telah dilangkahi. Dia bertapa disebuah kali, dia bertapa merendam, yang tentu saja tubuhnya yang indah itu tidak ditutupi oleh apapun. Tidak heran banyak lelaki berdatangan ingin melihat. Putri lalu berkata pada biyung embannya agar disampaikan ke ayahnya, supaya Kali tersebut dinamai Kali Luwih Laki, yang kemudian berubah menjadi Kali Wilaki. Dewi Pandansari itupun meninggal dikali dan dikuburkan disawah pinggir sungai tersebut. Kuburan itu terkenal dengan sebutan Kuburan Pandansari.

Bertahun-tahun dari peristiwa itu, Adipati Kutanegara, Adipati Nglangak itupun semakin lanjut usia. Jaka mruyung pun menggantikannya dan diangkat sebagai adipati Kutanegara. Namun Jaka Mruyung yang tinggal di Kadipaten Kutanegara itu tidak betah di Kadipaten Kutanegara. Dia Menginginkan pindah, lalu dia pun teringat ilham yang diperolehnya saat dia muda. Dia kemudian pindah ke hutan yang telah ia babat yaitu Hutan Pakis Aji. Maka ibukota Kadipaten Kutanegara dipindah ke Hutan Pakis Aji dan disebut AJIBARANG sehingga kadipaten berubah menjadi Kadipaten AJIBARANG.

BABAD PASIR LUHUR
Kisah ini menceritakan tentang perjuangan Raden Banyak Catra, putra Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Dikisahkan saat itu Raden Banyak Catra  dipersiapkan untuk menggantikan kedudukan ayahnya menjadi raja. Namun syarat untuk menjadi raja, Raden Banyak Catra harus memiliki istri terlebih dahulu. Akhirnya Raden Banyak catra pergi mengembara untuk mencari pendamping hidup.
Raden Banyak Catra menyamar sebagai rakyat jelata dan berganti nama menjadi Kamandaka. Kamandaka pergi ke Pasir Luhur, sebuah Kadipaten yang dipimpin oleh Adipati Kandhadhaha. Kedatanannya ke Pasirluhur adalah untuk menemui Dewi Ciptarasa, putri bungsu sang Adipati. Singkat cerita kemudian Kamandaka di angkat sebagai anak oleh Reksanata, Patih Pasir Luhur.

Hasrat Raden Kamandaka untuk melihat wajah Putri Dewi Ciptarasa dapat terkabul ketika Adipati Kandhadhaha mengadakan hiburan dengan mengadakan penangkapan ikan di sungai secara beramai-ramai.

Pertemuan Raden Kamandaka dengan Dewi Ciptarasa berlanjut dengan jalinan cinta. Suatui ketika Raden Kamandaka mengunjungi Dewi Ciptarasa di Kadipaten Pasirluhur. Namun pertemuan itu dipergoki oleh kakak Ciptarasa. Bagi sang Adipati Kandhadhaha, perbuatan Kamandaka telah mencoreng mukanya karena sebagai seorang rakyat jelata bercengkrama dengan Putri Dewi Ciptarasa. Kemudian Patih dipanggil oleh Adipati Kandhadhaha dan perintahkan untuk membunuh Kamandaka. Sebagai seorang ayah, Patih Reksananta bingung untuk melaksanakan tugas ini.

Raden Kamandaka dikekar-kejar oleh Prajurit Kadipaten, kemudian Raden Kamandaka terjun ke sungai dan bersembunyi dalam gua di sungai itu. Para Prajurit Kadipaten melempari batu ke tempat Raden Kamandaka menceburkan diri. Setela beberapa waktu tidak muncul, mereka mengira Raden Kamandaka telah tewas tenggelam di sungai itu. Apalagi mereka melihat usus  terapung di sungai, mereka mengira usus ayam yang terapung itu adalah ususnya Raden Kamandaka.

Para prajurit kemudian pulang untuk melaporkan kejadian itu kepada Sang Adipati. Sampai sekarang lubuk tempat Raden Kamandaka terjun dikenal dengan anama “Kedhung Petaunan” di sungai logawa, 3 Km sebelah Batrat Kota Purwokerto.
1.  Terhindar dari bahaya.
Raden Kamandaka bersembunyi di sebuah kedung terus menyusup ke gua dan akhirnya sampai di tempuran sungai logawa. Tempat tersebut sampai sekarang disebut “Surup lawang” yaitu pertemuan antara sungai Logawa dengan Sungai Serayu di sebelah selatan Purwokerto.

Dengan menyusuri sungai Logawa, samapailah Raden Kamandaka ke kadipaten Pasirluhur. Selanjutnya ia menumpang dirumas seorang janda yang tidak mempunyai anak yaitu Nyi Kartisara, yang pekerjaannya menjual daun pisang.

Raden Kamandaka memakai nama samaran “si Sulap”. Kegemarannya memelihara ayam jantan untuk di adu. Kemudian tempat tingal Si Sulap terkenal dengan nama “Kurung Ayam”. Ayam jago Si Sulap yang terbaik dinamakan “Mercu”. Sulap mendapatkan seorang kawan bernama Ki Reksajaya, berasal dari Losari, orang yang cacad jasmaninya. Tempat yang terkenal untuk menyabung ayam pada waktu itu adalah Pangebatan.   
  
 Semetara itu Prabu Siliwangi di Pajajaran merasa gerlisah demi menunggu Raden Kamandaka tidak kunjung pulang. Kemudian beliau memerintahklan putranya Raden Gagak Ngampar, adik Kamandaka, yang sedang bertapa untuk mecari kakaknya Raden Kamandaka.

Akhirnya Raden Banyak Ngampar pergi meninggalkan Pajajaran dengan memakai nama samaran Raden Silihwarni. Beliau sampai ke daerah Pasirluhur dan langsung menuju Kadipaten Pasirluhur untuk mengabdikan diri. Permohonan itu dikabulkan oleh Sang Adipati dan diangkat menjadi prajurit.

Selang beberapa waktu terdengar kabar bahwa Kamandaka masih hidup dan berada di suatu desa sebagai penyabung ayam. Adipati Kandadaha menjadi murka, akhirnya membuat sayembara untuk membunuh Kamandaka.

Raden Silihwarni menyatakan sanggup melaksanakan sayembara tersebut.  Raden Silihwarni sama sekali tidak tahu bahwa Kamandaka adalah Raden Banyak Catra, kakak kandungnya sendiri.

Raden Silihwarni datang ketempat sabung ayam dengan membawa ayam jago yang dikakinya sudah dipasangi Patrem (Keris kecil) pada taji jagonya. Pada saat berhadapan dengan Raden Kamandaka, Raden Silihwarni melemparkan jagonya ke arah Raden Kamandaka. Lambung kiri Kamandaka luka tersabet keris patrem yang berada di kaki jago. Raden Kamandaka marah sekali dan ayam jago yang melukai tadi langsung ditangkap dan dibanting hinga mati.

Pertengkaran terjadi dan Raden Silihwarni terkena tusukan keris di kkan lambung  hingga pingsan. Pengikut Raden Silihwarni yang bernama Ki Nitipraga tertusuk keris Raden Kamandaka sampai tewas. Kemudian Raden Kamandaka meninggalakan tempat sabung ayam itu dengan diikluti Ki Reksajaya.

Setelah peristiwa sabung ayam itu Raden Kamandaka dikejar-kejar oleh prajurit Pasirluhur dibawah pimpinan Raden Silihwarni. Raden Kamandaka dapat terkejar oleh Raden Silihwarni dan terjadilah perkelahian sengit antara kedua bersaudara yang masing-masing sudah tidak mengenal lagi. Tempat perkelahian tersebut dinamakan “Pejogol”. Pengejaran terus dilakukan bahkan dibantu oleh prajurit menantu Adipati Mersi. Raden Kamandaka lari ke arah timur menuju kota Purwokerto. Samapai di suatu tempat, Raden Kamandaka jatuh dan terluka. Tempat dimana dia jatuh akhirna dinamakan sungai “Bodas”.

Perjalanan terus dilakukan. Ketika samapai di sebuah sungai Raden Kamandaka membasuh lukanya, darah keluar dengan derasnya sehingga tempai itu dinamakan sungai “Bancaran” yang kemudian menjadi “Banjaran”. Untuk melihat datangnya musuh, Raden Kamandaka naik ke lereng sungai Banajaran. Tempat ini kemudian dinamakan “Sawangan” (Nyawang ; bahasa Jawa).

Raden Kamandaka melanjutkan perjalanan ke arah utara, kemudian be istirahat di suatu tempat, yang kemudian dinamakan “Kober” (Semapat : bahasa Jawa). Letak desa tersebut di dekat Stasiun Purwokerto. Kemudian melanjutkan perjalanan menembus hutan belukar hingga sulit diikuti oleh prajurit Pasirluhur. Desa tempat menerobos hutan belukar kemudian dinamakan “Bobosan” (nerobos/menyusup). Dengan kekuatan batin Raden Kamandaka mengetahui bahwa muhnya menggunakan anjing sebagai pelacak, sehingga dia juga melepas anjing untuk menangkap anjing pelacak. Anjing musuh dapat ditangkap dan dikurung di suatu daerah yang  dinamakan “Kurung anjing”, kemudian menjadi Karanganjing. Letaknya disebelah timur Bobosan, sekarang termasuk dalam Kelurahan Purwonerogo.

Para prajurit berjaga-jaga menantikan suara anjingnya menyalak, namun sampai pagi hari tidak terdengar suara anjing menyalak. Kemudian mereka mengetahui bahwa Raden Kamandaka telah menyeberangi sungi Banjaran menuju barat. Mereka mengejar Raden Kamandaka sampai disuatu daerah , karena kemarahannya seperi banteng ketaton, maka daerah itu dinamakan desa “Kedungbanteng”.

Di desa Kedunbanteng terdapat batu sebesar rumah yang dikenal dengan nama “Watu sinom”. Raden Kamandaka naik ke atas batu tersebut sambil menantang Raden Silihwarni yang tidak lain adalah Raden Gagak Ngampar, adik kandung Raden Kamandaka sendiri.

Raden Kamandaka  terkejut begitu melihat Raden Silihwarni  mengeluarkan keris Kyai Mojang Pamungkas yang merupakan pusaka Kerajaan Pajajaran. Saat itu terbongkar bahwa ternyata Raden Silihwarni adalah adik kandung Kamandaka.

Raden Silihwarni kemudian menceritakan maksud kedatangan ke Pasirluhur adalah atas perintah Ayahanda untuk mencarikan kakaknya yang akan dinobatkan menggantikan Ayahanda bertahta di Pajajaran.

Kemudian dibuat sekenario, Ki Reksajaya diperintahkan pergi ke Karanganjing untuk membunuh seekor anjing yang dikurung disana guna diambil hati dan darahnya untuk diserahkan ke Adipati Mersi sebagai bukti kematian Kamandaka. Kemudian Raden Kamandaka  dan adiknya pulang ke Pajajaran.

Berita tewasnya Raden Kamandaka  telah tersiar ke seluruh Kadipaten Pasirluhur. Adipati Pasirluhur merasa puas dan gembira setelah mendengar berita kematian Kamandaka yang disampaikan oleh Adipati Mersi. Namun sebaliknya, Puri Ciptarasa sangat bersedih skaligus ragu mendengar berita itu, karena sudah kedua kalinya Kamandaka diberitakan meninggal dunia.

1.  Tahta Kerajaan
Tidak lama kemudan Raden Kamandaka alias Banyak Catra dan Raden Silihwarni alisa Gagak Lampar telah sampai di Istana Pajajaran, diikuti oleh Ki Reksajaya. Menjelang peresmian pergantian tahta Kerajaan Pajajaran yang akan diberikan kepada Banyak Blabur (anak istri ke dua), yang menuntut janji Prabu Siliwangi kepada istri keduanya bahwa kelak putranya yang laki akan diberi kedudukan sebagai Putra Makhota.

Karena harus memilih salah seorang antara Banyak Catra dengan Banyak Blabur, maka Prabu Siliwangi membuat sayembara. Siapa yang dapat menemukan 40 orang putri kembar, maka dialah yang berhak naik tahta. Untuk mencari syarat tersebut, Banyak Blabur pergi kea rah barat ke aerah Banten, sementara Banyak Catra pergi ke arah timur yaitu ke Pasirluhur.

Banyak Catra diringi oleh 2 orang abdinya yaitu Ki Gede Kolot dan Ki Klantung. Setelah sampai di kaki Gunung Slamet kemudian mendirikan sebuah padepokan yang diberi nama Batur Agung.

Menurut wahyu yang diterima, Banyak Catra dianjurkan supaya bertapa di sebelah timur Pasiruhur, yaitu di dekat tempuran sungai Logawa dan Sungai Mengaji. Karena ketekunannya bertapa, Banyak cara memperoleh anugerah dari Dewa berua baju ajaib. Jika baju Tersebut dipakai, maka ia akan berubah menjadi seekor Lutung (kera).

Suatu ketika Raden Kamandaka menemui Dewi Ciptarasa dengan memakai pakaian Lutung. Akhirnya Dewi Ciptarasa tahu bahwa    lutung tersebut adalah si Kamandaka. Lutung itu kemudian dipelihara oleh Dewi Ciptarasa sebagai hewan kesayangan yang sewaktu-waktu bisa berubah wujud menjadi Raden Kamandaka.

Sementara itu Raden Pulebahas dari dari Nusakambangan berniat  melamar Dewi Ciptarasa. Dewi Ciptarasa bingung menerima lamaran itu. Kamandaka menyarankan agar Dewi Ciptarasa menerima lamaran dari Prabu Pulebahas tersebut dengan dua syarat. Syarat pertama, pada saat pernikahan, Prabu Pulebahas tidak boleh membawa senjata maupun prajurit. Syarat kedua, lutung yang mengiringi Dewi Ciptarasa tidak boleh diganggu. 
Syaratnya diterima Prabu Pulebahas dan pernikahan pun dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan. Saat kirab pengantin atau pertemuan pengantin, Lutung mendampingi Dewi Ciptarasa.

Saat Prabu Pulebahas berbasa basi akan menggendong si Lutung, Lutung tersebut menerkam prabu Pulebahas sehingga terjadi perkelahian yang sengit. Akhirnya prabu Pulebahas tewas.

Adipati Kandhadhaha gusar karena Si Lutung sudah mengganggu perhelatan di Kadipaten Pasirluhur. Namun pada saat itu sang  Lutung berubah wujud menjadi Pangeran Banyak Catra. Maka kagetlah sang adipati Kandhadhaha karena sang Lutung ternyata putra dari Prabu Silihwangi.

Akhirnya hubungan Dewi Ciptarasa dengan pangeran Banyak Catra direstui oleh Adipati Kandhadhaha hingga keduanya menikah dan hidup berbahagia.

TRAGEDI SABTU PAHING
Tragedi Sabtu Pahing ternyata menjadi awal berdirinya Kabupaten Banyumas, bahkan dalam perjalanan sejarah Banyumas sampai saat ini diyakini oleh sebagian warga Banyumas dan sekitarnya bahwa hari itu menjadi hari naas dan menghindari untuk bepergian jauh, mendirikan bangunan rumah, mbarang gawe (sunatan, mantu dan mbesan) juga keperluan besar lainnya seperti penyelenggaraan Pilkades dan sebagainya.

Tragedi yang sangat memilukan ini menimpa Adipati Warggohutomo I, sepulangnya dari Kasultanan Pajang. Tragedi ini menjadi ceremin  betapa seorang pemimpin harus berhati-hati dalam bertindak dan tidak hanya mendengar laporan sepihak.

Seandainya Sultan Pajang, Sultan Hadiwijaya mau melakukan konfirmasi lebih dulu atas penuturan Demang Banyureka perihal status Rara Sukartiyah, putri Adipati Wirasaba yang  dikatakan sudah bersuami dan tidak “suci” lagi, tentunya tidak akan terjadi peristiwa tragis seperti itu. Penuturan sepihak itulah yang akhirnya membawa petaka bagi Adipati Wirasaba. Sampai saat ini kejadian tersebut dikenal dengan “Tragedi Sabtu Pahing”. Bagi Orang Banyumas, peristiwa tragis tersebut sangat di perhatikan agar jangan sapai menimpa anak cucu dan generasi mendatang. Sebagian masyarakat juga bertindak arif untuk tidak terlalu terpaku dengan hari Sabtu Pahing sebagai hari naas, sejalan dengan penghayatan agama dan  pandangan bahwa “semua hari itu baik”. Inilah kisah tragis yang menimpa Adipati Wirasaba sepulang dari Kesultanan Pajang.

Adipati Wargautama beserta para pengiringnya dalam perjalanan pulang dari Kasultanan Pajang menempuh jalan pintas yang tidak bisa dilewati umum. Itulah makanya sulit sebenarnya para Tumenggung melacak perjalanannya. Lagi pula pada kesempatan yang baik ini, sang Adipati memerlukan singgah ke beberapa Demang  dan Lurah dari Kadipaten yang dilewatinya.
Disini Adipati banyak memperoleh pengalaman baru tentang  pemerintahan pedesaan yang adapat diterapkan di Kabupatennya. Para Demang dan Lurah yang disinggahinya merasa sangat senang dan bangga. Banyak diantaranya yang menyampaikan tanda penghormatan berupa cindeta mata hasil kerajinan setempat.

Sementara itu, perjalanan pulang KI Adipati telah menginjak hari ke tujuh, hari Sabtu Pahing, sampai di desa Bener Distrik Ambal Kabupaten Kebumen. Menjelang shalat dhuhur Ki Adipati beserta para Pengiringnya singgah dan beristirahat di rumah salah seorang sahabatnya yang rumahnya terdiri atas rumah induk dan balai yang tidak se arah dengan rumah induk yang biasa disebut dengan “Balai Malang” (Balebapang).

Kedatangan Ki Adipati diterima seisi rumah dengan sangat senang hati. Jamuan makan siang segera dihidangkan, salah satu lauknya yaitu “Pindang Banyak” (Daging angsa yang dimasak dengan buah pucung atau kluwak). Selagi Ki Adipati beserta para pengiringnya menikmati jamuan makan siang, tiba-tiba datanglah Tumengung utusan Kanjeng Sultan (Tumenggung pertama) yang mengemban tugas untuk membunuh Ki Adipati.

Melihat Ki Adipati sedang menikmati hidangan, Tumenggung pertama tidak sampai hati untuk membunuhnya. Kuda Dawukbang (merah campur putih) kesayangan Ki Adipati yang ditambatkan dibawah pohon sawo di sisi rumah merontaronta, seolah-olah mengetahui ada firasat buruk yang akan menimpa Ki Adipati.

Firasat buru juga telah dirasakan juga oleh Ki Adipati, karena ada hal-hal aneh yang menyelimuti sekelilingnya, lebih-lebih ada seorang Tumenggung yang menuju tempat ia beristirahat. Tumenggung pertama sabar menungu sampai Ki Adipati selesai makan. Sementara itu dari kejauhan tampak olehnya seorang kawan Tumengung (Tumenggung kedua) memacu kudanya dengan cepat menuju ke arahnya sambil melambai-lambaikan tangannya seraya berseru :”Jangan bunuh……”

Maka demi tugas Kanjeng Sultan, Ki Adipati Wargoutomo I yang sedang menikmati hidangan pindang banyak itu ditikam dengan keris Pusaka Kerato Pajang. Semuan yang ada di pendopo itu geger dan gugup. Ki Adipati yang naas itu terjatuh dengan darah segar mengalir dari dadanya. Para pengiring dan pengawal tidak bisa berbuat banyak. Jeritan dan isak tangis menggema di Balemalang itu. Mereka sadar bahwa Tumenggung pembunuh itu membawa amanat Kanjeng Sultan. Melawan Tumenggung berarti melawan Sang Prabu junjungannya.

Sementara Ki Adipati Menahan sakit, para pengiring dan se isi rumah berusaha menyelamatkannya, tibalah Tumenggung kedua. Menyaksikan peristiwa berdarah yang memilukan itu hampir saja Tumenggung kedua jatuh pingsan. Ia sangat berdosa karena gagal melaksanakan tugas, walaupun ia tidak bersalah. Bukankah Tumengung kedua telah memberi isyarat dan berteriak supaya Ki Adipati Wargohutomo I dibunuh ? Mengapa ia tidak memperhatikan isyarat itu ? Atau mengapa ia menyalah artikan isyarat itu ?

Kedua Tumenggung saling berpelukan menangis, terharu dana sedih. Kepada para pengiring dan segenap keluarga tuan rumah Kedua Tumenggung iru menjelaskan duduk persoalan peristiwa yang menyedihkan itu. Ki Adipati sebenarnya tidak bersalah.Pembunuhan itu menjadi tanggung jawab Kanjeng sultan Hadiwijaya sendiri.  

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, dengan serak dan tersendat-sendat sempat meninggalkan pesan terakhir kepada  keluarga (keturunan) yang ditinggalkan. “Aku…aku…tidak tahu apa dosaku kepada Kanjeng Sultan….anak cucuku jangan sampai mengalami naas seperti aku…ingat-ingat..,jangan sampai ada diantara anak cucuku yang bepergian pada hari Sabtu Pahing, apalagi naik kuda Dawuk Bang. Juga jangan makan pindang banyak (angsa) serta jangan membangun atau bertempat tinggal di rumah “Bale Malang.

Sama sekarang, pesan ini oleh orang-orag yang bersasal dari Banyumas sekalipun bukan trah Ki Adipati Wargohutomo I, terutama oleh angkatan tua, pesan ini masih sangat dipatuhi. Kalau tidak merasa terpaksa sekali, mereka tidak akan bepergian pada hari Sabtu Pahing.

Menjelang dini hari tibalah rombongan usungan jenazah di suatu pegunungan yang sebagian besar masih berupa hutan. Mereka beristirahat sambil menyalakan api unggun sekedar untuk mengurangi rasa dingin dan untuk menerangi lingkungan sekitarnya. Menjelang subuh mereka bersiap-siap melanjutkan perjalanan yang penuh duka itu. Sebagai kenang-kenangan , tempat dimana mereka beristirahat ini diberi nama “Lawang Awu”(perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dengan Kebumen).

Lepas Dhuhur rombongan sudah sampai di Wirasaba yang disambut dengan isak tangis para putra, para sentana, dan para kerabat dekat almarhum. Rakyat Wirasaba menyambut dengn duka nestapa. Untuk beberapa jam jenazah disemayamkan di Pendopo Agung Kabupaten untuk memberi kesempatan para kerabat dan rakyatnya menyampaikan menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Berdasarkan keputusan musyawarah keluarga serta para pejabat Kabupaten, almarhumah dimakamkan di Dukuh Pekiringan, Desa Klampok Kabupaten Banjarnegara, disebelah selatan sungai Serayu. Di tembok (sebelah timur)  makam Ki Adipati, tertulis riwayat singkat wafatnya Ki Adipati dalam bahasa jawa sebagai berikut :”Ki Adipati Wargohutomo I Ing Wirasabane kaleres dinten Setu Pahing dipun sedani utusanipun Sultan Pajang (1548 – 1586), pinuju lenggah wonten Bale Malang ing Dsun Bener, Distrik Ambal (Kebumen) jalaran kadakwa kalepatan. Pandakwa wau saking seling serap.Ki Adpati kagantos putra mantu Joko Kaiman ngagem asma Wargohutomo II ketelah Ki Adipati Mrapat (Sumareh ng Dawuhan)”.

Maknanya dalam bahasa Indonesia :”KI Aipati Wargohutomo I, pada hari Sabtu Pahing dibunuh oleh utusan Stan Pajang (Sulatan Hadiwijaya) yang memerintah antara tahun 1548 -1586, ketika seang berada di Balemalang di desa Bener Kawedanan Ambal Kabupaten Kebumen, karena dituduh telah berbuat salah. Tuduhan itu karena salah paham. Ki Adupati diganti oleh putr menantunya Djoko Kaiman yang juga bernama Wargohutomo II, yang terkenal dengan sebutan Ki Adipati Mrapat (dimakamkan di Dawuhan).

Makam Ki Wargohutomo I kini telah dipugar oleh Pemda Kabupaten Banjarnegara dan para pencintanya, disekitarnya telah dajadikan pekuburan umum yang dikeramatkan banyak orang. Pada setiap malam Selasa dan Jumat Kliwon banyak pengunjung yang bersemedi (nyepi) di dalam makam dengan berbagai ragam permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Makam Ki Adipati Wargohutomo I di tatah Wirsaba, tetapi secara administratif Klampok, Kabupaten Banjarnegara, tapatnya di desa Pekiringan. Makam yang dikeramatkan ini juga banyak dikunjungi oleh pezairah yang ingin mendapakan berkan dan tujuan lain pada hari tertentu. Keramaian makam ini dapat dilihat dari mengunungnya kemenyan yang tekah dibakar.

Itulah cerita yang menjadi awal berdirinya Kabupaten Banyumas, semoga dapat bermanfat bagi para pembacanya, serta dijadikan pelajaran/hikmah dari peristiwa tersebut.

PENDAPA SI PANJI KAB. BANYUMAS
Masyarakat Banyumas sangat mengenal Si Panji, Pendapa Kabupaten yang sampai saat ini masih kokoh berdiri megah di kota Purwokerto dan menjadi ‘’ Pujer” (pusat) Pemerintahan Kabupaten Banyumas. Hingga ini Pendapa Si Panji masih dikeramatkan, khususnya pada salah satu tiang sebelah barat yaitu soko guru (tengah) selalu diberi sesaji agar semua kegiatan yang belangung di pendapa dapat berjalan lancer tanpa ada gangguan.

Kisah-kisah misteri sering terdengar dari pendapa yang diboyong dari kota Banyumas ke Purwokrto dengan memutar ke Pantura, tidak melewati (nglangkahi) Sungai Serayu.
Kabupataen Banyumas didirikan pada tahun 1852 ole Kyai Adipati Wargautama II yang juga disebut sebagai Bupati Banyumas I dan dikenal sebagai Kyai Adipati Mrapat. Dalam perjalanan sejarah, Adipati Yudongoro (Bupati Banyumas VII / 1708 – 1743) memindahkan pusat Kabupaten Banyumas  agak ke sebelah timur dengan sekaligus membangun rumah Kabupaten berikut pendapa yang dikenal dengan Pendapa Si Panji.

Dalam sejarahnya, pendapa yang legendaries ini sering memunculkan keanehan dan cerita mistis, misalnya pada tanggal 21-23 Februari 1861, kota Banyumas dilanda banjir banding (Blabur Banyumas)karena meluapnya Sungai Serayu. Puluhan pengunsi berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke atas (atap) Pendapa Si Panji. Setelah air bah surut, ternyata pendapa ini tidak mengalami kerusakan atau perubahan sedikitpun pada keempat tiangnya (saka guru). Posisi pendapa juga tidak bergeser sedikitpun padahal bangunan disekitarnya roboh karena diterjang banjir setinggi lebih dari 3,5 meter.

Misteri lain, ketika pendapa itu akan dibangun, semua sesepuh dan atokoh masyarakay Banyumas supaya menyumbangkan calon saka guru pendapa maupun bahan bangnan yang lain. Semua tokoh masyarakat telah memenuhi permintaan sang Adipati, kecuali Ki Ageng Somawangi, sehinga ia dipangil untuk menghadap Adipati Yudonegoro II untuk diminai keterangannya. Ki Ageng Somawangi menghadap memenuhi pangilan sang Adipati. Untuk menebus kesalahannya, pada saat itu pula ia langsung menyerahkan saka guru pendapa yang ia ciptakan dari “tatal” dan pontongan-potongan nkayunyang berserakan disekitar komplek pembangunan itu. Hal itu tidak disambut baik oleh sang Adipati, bahkan diangap suatu perbuatan yang “pamer kadigdayan”. Akibatnya ia malah dituduh akan “menjongkeng kawibawan” (mengambl alih kekuasaan) Sang Adipati.

Atas tuduhan yang kurang adil itu, Ki Ageng Somawangi marah, segera meningalkan Kadipaten tanpa pamit. Sang Adipati sangat tersingung dan menyuruh prajuritnya untuk menangkap Ki Ageng Somawangi yang dianggap “ngungkak krama” (membangkang) itu. Namun karena kesaktiannya, ia dapat lolos dari upaya penangkapan. Konon tongkat saktinya ditancapkan di suatu tempat dan berubah wujud menyerupai Ki Ageng Somawangi. Sontak para prajurit menganiaya Ki Ageng Tiruan. Ki Ageng Somawangi melanjutakan pelarian menyimpang dari jalan raya, menerobos melalui jalan setapak menuju padepokannya yang sekarang dikenal dengan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja Kabpaten Banjarnegara. Desa dimana Ki geng Somawangi menerobos untuk menghindari kejaran Prajurit Banyumas, kenudian diberi nama “Panerusan”. Dengan ddemikian diketahui bahwa ada saaat awal pembangunan Pendopo Si Panji sempat menimbulkan ontranonran tokoh Banyumas itu.

SAKA  GURU  KERAMAT
Cerita lain dari cuplikan “Babad Banyumas” menyebutkan bawha salah satu tiang utama (saka guru) pendapa Si Panji yan dikeramatkan, berasal dari hutan belantara di hulu Sungai Serayu. Dari cerita yang berkembang, kayu yang telah digunakan sebagai ting itu ingin kebalilagi ke hutan yang sangat angker itu. Sampai saat ini saka guru yang masih kokoh itu katanya ada penunggunya berupa sosok ular dan seorang kakek berjenggot panjang.

Setelah ada pengabunyan Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Purwokerto tahun 1936 atau prakarsa Adipati Arya Sudjiman Gandasubrata (Bupai Banyumas XX), pada Bulan Janauari 1937 pendpa Si Panji dipndahkan dari Banumas ke Purwokerto. Berdasarkan uara gaib dan petunjuk dari para sesepuh Banyumas dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pemindahan pendapa I Panji yang keramat itu tidak melewati Sungai Serayu, tetapi melewati pantai utara Jawa (Pantura), Semarang ke barat, Bumiayu, Ajibarang, kemudian sampai ke Purwokerto.

Ada beberapa argumentasi mengapa pendopo Si Panji dipindah ke Purwokerto. Ada sasmita bahwa kelak kota Purwokerto akan maju pesat dan menjadi kota perdagangan dan pusat pemerintahan. Pemindahan pendopo sbagai symbol pengakuan betapa kota Banyumas sulit bekembang, karena dak ada jalur kereta api, lahan kota sempit, dan akses ke lar tidak berkembang. Maka saat itu pun kota Banumas sepi dan sulit berkembang.Hal ini membuktikan apa yang diprograkan oleh Bupati Sdjiman Gandasubrata itu benar.

Untuk mengenang kebesaran pendapa Si Panji, Pemda Kabpaten Banyumas telah membangun “dulpilkat” pendpa di bekas bersdirinya Pendapa Si Panji. Namun tidak sesuai dengn aslinya bahkan terkesan lebih mewah dari pendapa Si Panji yang ada di Purwokerto.

Dari rangkaian sejarah, ternyata sejak pebangunannya sudah ada aura mistis dan pertentangan tokoh, pernah menjadi pengungsian puluhan penduduk yang naik ke atas pendapa dan tidak ada kerusakan saat banjir banding. Perjalanan sejarah selanjutnya pendapa yang keramat ini tidak mau melewati Sungai Serayu dan di arak lewat Semarang (Pantura) smapai ke kota Purwokerto. Suatu hal aneh yang samapai saat ini belum terkuak adalah alas an mengapa pemindahanyya tidak boleh melewati Sungai Serayu, tetapi harus melewati ratusan kilometer memutar Jawa Tengah.    

BANJIR BANDANG MELANDA KOTA BANYUMAS
Masyarakat Banyumas yang kebetulan lewat dan singah di komplek Pondok Pesantren GUPPI Bayumas akan terkesima jika melihat “Prasasti” bani banding yang melanda Banyumas pata tanggal 21 – 23 Februari 1861. Prasasti yang ditempelkan di tembok bagian selatan gedung yang persis di pintu masuk kompleks mengunakan bahasa Belanda. Letaknya persis mengambarkan ketinggian air bah yang sampai ke langit-langit gedung tinginya sekitar 3,5 meter. Saat itu gedung masih dipakai untuk kantor Karesidenan Banyumas. Pasasti yang terbuat dari marmer tersebut menjadi saksi sejarah satu-satunya yang menerankan bahwa kota Banyumas pernah dlanda banjir besar. Bahkan para sesepuh kala itu sudah mendapat firasat yang digambarkan dengan sasmita, terkenal dengan nama sasmita “Bethik mangan manggar”.

Semula semua orang tidak dapat menafsirkan apa makna dibalik kata-kata itu. Sesudah bencana banjirterjadi, barulah orang mengetahui makna yang tersirat dalam ucapan simbolik itu. “Bethik” adalah nama jenis ikan air tawar yang banyak hidup si sungai Serayu, sedangkan “Manggar” adalah adalah bunga pohon kelapa.

Pohon kelapa yang sudah berumur  kurang lebih 7 tahun kira-kira tinginya sudah mencapai 3-4 meter, biasanya sudah bermanggar. Jadi “Bethik mangan manggar” (Ikan bethik makan manggar) memberi lambang bahwa ikan yang hidup di air sungai dapat mencpai manggar yang berarti puncak pohon kelapa. Itu menyiratkan bahwa akan terjadi banjir yang cukup besar.

Pasca terjadi banjir besar, Kanjeng Raden Adipati Cakranegara I berhasil mengatasi kesulitan rakyat akibat bencana banjir, sehingga mendapat anugerah berupa Bintang “Ridder Ode Eikken Kroon” dari pemerintah Belanda. Sjak saat itu beliau juga mendapat julukan Kanjeng Ridder.

Banjir atau blabur Banyumas yang menjadi rangkaian sejarah Banyumas tidak akan terulang lagi, jika masyarakatnya sadar akan pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Jika kita lihat konisi saat ini, sepertinya banji besar tiak akan terlang lagi karena factor perubahan alam. Sungai Serayu tidak garang lagi, ada bangunan bendungan dan irigasi yang bisa mengatur alian air.

Kejayaan kota Banyumas dapat dihidupkan kembali dengan mendirikan sekolah/perguruan tinggi, pusat perbelanjaan, taman budaya, serta perbaikan inra struktur. Program pembangunan tidak hanya dipusatkan di kota Purwokerto saja, tetapi kota Banyumas “disleberi” dana yang cukup dan para infestor mau menanamkan modalnya di kota yang bersejarah tersebut.   

KISAH  CURUG  CIPENDOK
Konon dahulu akala di lereng gunung Slamet yang indah terdapat sebuah pousat pemearintahan setingkat Kawedanan. Rakyatnya ahidup aman dan tenteram, disamping mempunyai jiwa gotong-royong yang tinggi sebagai ciri khas masyarakat Banyumas. Sang penguasa pusat pemerintahan tersebut bernama Dipakesuma. Karena kearifan dan kebijakan sang Wedana, dia disegani oleh para wedana tetangga dan masyarakat di daerah Ajibarang.

Suatu hari sang Wedana memanggil Hulubalang dan orang-orang kepercayaan nyanuntuk membicarakann keinginannya untuk menjadi Bupati Purbalingga atau sekitarnya. Setelah menyerahkan mandat penuh pemerintahan kepada wakilnya untauki semeantara, pergilah sang Wedana untuk bertapa agarb maksudny terkabul.

Pada suatu hari sang Wedana ditremui oleh makhluk halus sebagai pertanda dalam bertapa akan membuahkan hasil untuk mencapai cita-citanya. Banyak versi yang mentnyebutkan bahwa makhluk  halus itu berwujud peri menyerupai putri cantik sebagai perlambang dipenuhinya keinginan sang Wedana.

Dari pertemuan tersebut ada beberapa kejadian aneh yang menyelimuti sang Wedana, antara lain sering berbicara sendiri yang kemungkinan tengah terjadi komunikasi antara dirinya dengan Sang Peri. Bahkan para pengikut sang Wedana terheran-heran mengapa Sang Wedana kelihatan aneh.

Laku tapa sang wedana terus berlanjut . Setelah menempuh perjalanan ke utara ke arah di lereng gunung Slamet, tibalah dia di daerah Pekowen dekat curug. Sang Wedana bertapa di kawasan yang sepi dan penuh misteri itu. Karena kemantapan dan ketekunannya dlam bertapa, dia amendapat petunjuk dari dewata agar pindah lagi bertapa ke daerah Sudem.

Pada suatu hari Sang Wedana memangil Hulubalang  dan orang-orang kepercayaannya untuk menjadi penguasa yang lebih tinggi, sekaligus memohon doa restu kepada yang di undang.

Suatu hari Sang Wedana mendapat wangsit, kalo cita-citanya ingin terkabul ia harus menikahi Putri Peri cantik penguasa Cipendok. Tetapi antara Dipakesuma dan Putri Peri ini tidak bisa terjadi perkawinan, karena alam kedua insan ini berbeda. Maka satu-satunya jalan yang ditempuh, putri peri itu masuk/Mnjing ke raga Padange (tukang masak nasi). Sang Wedana menikah dengan Padange yang sudah dimasuki arweah Putri Peri dari Gunung Slamet.

Setelah menikah, Sang Wedana dapat menaiki tahta sebagai Bupati. Kisaqh cinta sang Wedana dengan Putri Peri dari Cipendok ini memang menarik, tetapi mungkin hanya dongeng  yang berkembang layaknya kisah-kisah misteri lainnya yang banyak terdapat di kawasan Gunung Slamet.

Legenda tersebut ternyata banyak versinya, tanpa menyinggung perasaan para leluhur dan trah sang Wedana. Itulah kenyataan cerita yang berkembang bahwa Sang Wedana menjalin asmara dengan Putri Peri yang rupawan. Apakah ini merupakan “sanepo”, kita belum mengetahui scara pasti, karena legenda ini berkembang dari mulut ke mulut dan turun temurun dari generasi ke generasi. 

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa arti nama Cipendok, tetapi yang jelas disekitar kawasan ini banyak nama yang didahului kata “Ci” seperti Cilongok, Cihonje, Cidora, Cikaka, Cikembulan dan lain-lain. Kawasan Ciupendok kini makin dikenal dan menjadi salah satu obyek wisata Kabupaten Banyumas.

KESENIAN TRADISIONAL BEGALAN
Begalan atau rampok yang terdengar menyeramkan,  dalam kebudayaan tradisional Banyumasan hanyalah merupakan nama kesenian  yang bukan hanya menyajikan  hiburan semata, tetapi sudah menjadi “sesaji” ritual bagi masyarakat banuumas yang mempercayainya. Kesenian ini tumbuh di wilayah eks Karesidenan Banyumas (Banyumas, Purbalingga, Banjarnrgara, dan Cilacap). Masyarakat Banyumas yang kini nbermukim di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan kota0kota besar lainnya masih mempercayai begalan sebagai pelengkap upacara pernikahan.

Begalan umumnya dilaksanakan oleh pihak orang tua Pengantin putri  yang baru pertama kali melaksanakan “mbarang gawe” (hajatan). Maka tidak heran jika group-grpu kesenian Begalan lebih sering pentas diluar Banyumas dari pada di wilayah Banyumas sendiri. Seni begalan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Sejarah seni begalan yang berakar dari budaya Banyumasan telah mengalami pasang surut, bahkan generasi muda sekarang sudah banyak yang tidak mengerti atau buta sama sekali dwengan kesenian begalan.

Ada beberapa versi seni begalan namun yang banyak ditulis dalam sejarah dan riwayat Banyumas menyatakan bahwa saeni begalan ada sejak jaman Adipati Wirasaba yang ketika itu mengawinkan anak (putri) yang bernama Dewi Sukesi dengan putri sulung dari dari adipati Banyumas yang berbama Pangeran Tirtakencana, ada yang menyebut terjadi pada abad ke 19.

Dari perkembangan dan pasang surutnya seni begalan, diketahui bahwa begalan adalah suatu jenis kesenian yang merupakan rangkaian upacara perkawinan di daerah Banyumas dan sekitarnya. Biasanya dilakukan apabila pasangan pengantin terdiri dari anak bungsu dan anak sulung, terutama kalau yang bungsu atau sulung dari piohak perempuan. Menurut kepercayaan masyarakat banyumas, seni begalan merupakan syarat “krenah” yangh harus dilakukan apabila menjodohkan anaknya, merupkan syarat yang penting.

Sebagian masyarakat Banyumas juga ada yang berpendirian, tidak setiap mengawinkan anaknya harus menggelar seni begalan. Ada keyakinan begalan juga mirip ruwatan. Seni begalan bukan semata-mata merupakan suatu hiburan atau pertunjukan belaka sebab dalam aksi dan dialognya berisi ajaran atau tuntunan dan ular-ular yang ditujukan kepada mempelai berdua. Sarana begalan seperti ilir, ukusan, kendil, padi, serta berbagai peralatan dapur lainnya mengandung makna tertentu. Biasanya para pelaku begalan menjelaskan makna peralayan begalan satu-persatu, yang semuanya mengandung permohonan/doa kepada sang maha kuasa agar mempelai berdua dapat mengarungi bahtera rumah tangga dengan sakinah warohmah dan mawahdah yang dalam bahasa begalan disebut keluarga langgeng “Kaya Mimi lan Mintuna, nganti Kaken-kaken Ninen-ninen”.

Pada mulanya pelaku seni begalan tidak dibayar, bahkan lebih cenderung menolong, semata-mata merupakan tradisi ruwatan agar upacara pernikahan dapat berjalan lancar. Keturunan warga Banyumas yang ada diluar daerah bahkan harus bersusah payah mencari group begalan  yang berlualitas.. Dari kbiasaan ditanggap inilah yang kemudian seni begalan masuk ke rahan entertainment dan memasang tarif yang cukup besar dalam setiap pementasan.

Begalan bewrasala dari kata begal dan akhiran an, artinya perampasan atau tindak perampokan di tengah jalan. Maka kesenian begalan adalah suatu atraksi yang menggambarkan seseorang yang sedang membawa barang bawaan kebutuhan hidup, kemudian dirampok di tengah jalan. Dengan diiringi genhing-gendhing khas Banyumasan mereaka melakukan diaek serta pesan moral yang diselingi banyolan, sindiran, sekaligus petuah kepada para penontonnya. Gendhing yang dipilih biasanya bernada dinamis dana suasana riang untuk menghidupkan suasana.

Ketika suara genghing berhenti, mulailah para pembegal memperkenalkan diri dan terjadi dialog. Seperti layaknya tukang begal, maka ada adegan pertengkaran dan adu mulut, sambil menjelaskan arti dan makna barang bawaan yang semuanya dikemas dalam “brenong kepang”(semacam pikulan). Masyarakat yang mernonton biasanya mengharapkan momentum berebut benda yang ada di brenong kepang. Mereka percaya jika dapat merebut/mendapatkan benda-benda-begalan akan mendapat berkah.

Dalam perkembangannya seni begalan dianggap bertentangan dengan agama (Islam), karena jika tujuannya hanya untuk mengusir roh jahat makalebih afdol jika cukup dengan membaca doa bersama agar mempelai berdua dapat selamat dan bahagia.

Perkembangan lebih lanjut, begalansemakin surut peminatnya seiring dengan perubahan jaman. Untuk melestarikan seni tradisional ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata belum lama ini telahg menyelenggarakan seminar tentang begalan. Dinbudpar juga terus menggali, melestarikan, mengembangkan dan memberdayakan potensi pariwisata dan kebudayaan dalam rangka mewujudkan Banyumas sebagai kawasan cagar budaya, agar generasi muda dapat lebih tertarik memahami seni begalan, tidak hanya sebatas “krenah” dalam upacara pernikahan. 

KISAH BATURRADEN
Baturraden sudah dikenal sebagi tempat pariwiata dan tempat peristirahatan sejah tahun 1928. Pada waktu iatu banyak pejabat dn staf Pabrik Gula dari Puworejo, Kalibagor, Sumpiuh Purbalingga dan Klampok membangun rumah peristirahatan di kawasan Baturraden. Berdirinya komlek perumahan pribadi para Tuan Besar tersebu mendorong perkembangan Baturraden sebagai daerah wisata sekaligus tempat peristirahatan yang nyaman.

Satu peningalan yang masih utuh sampai sekarang adalah kompleks Induk Taman Ternak Baturraden (Sekarang dikenal BPTHMT) yang didirikan oleh warga Belanda, Tuan J.C Balgoy. Perkembangan sanjutnyalokasi tersebut kini bernama Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak, terutama ternak sapi unggul milik Dirjen Peternakan, Departemen Pertanian.

Baturrraden sejak semula memang memiliki daya tarik. Walaupun pada masa revolusi baturaden telah di bumi hanguskan, tetapi kenangan sebagai tempat rekreasi tetap melekat di benak masyarakat Banyumas. Pada aat liburan sekolah, banyak anak-anak atang ke abaturaden untuk melihat Taman Ternak Baturraden yang sekitar tahun 1950 koleksinya masih lengkap dengan ternak sapi, domba gibas, ayam ras, babi dan sapi perah.

Karena daya tarik Baturraden yang menawan dan cocok untuk rekreasi, maka pada pahun 1952 timbul pemikiran dari Pemda Kabupaten Banyumas untuk menhidupkan Baturraden sebagai tempat brekreasi dan tempat peristirahatan. Perkembangan selanjutnya baru terwujud pada tahun 1967, diprakaarsai oleh Bupati Banyumas pada saat itu, Almarhum Soekarno Agung.

Pemda Kabupaten Banyumas pada saat itu mengumpulkan okoh-tokoh masyarakat dari berbagai bidang dan keahlian untuk ber rembug usaha menghidupkan daerah wisata Baturraden.
           
1. Gunung Slamet
Obyek wisata Baturraden yang merupakan tempat wisata pegunungan juga dikelilingi oleh hutan tropis yang masih asli dan terpelihara dengan baik. Lokasinga di lereng Gunung Slamet sebelah selatan. Gunung slamet tainginya kurang lebih 3.428 M membuat suhu Baaturraden sejuk yaitu antara 18 – 25 drajat celcius dengan curah hujan antara 5.000 mm – 8.000 mm.

Fasilitas yang tersedia saat ini meliputi tempat penginapan (hotel, villa, moel dan losmen), lapangan tennis, kolam renang, permainan anak, restaurant, rumah makan, tempat parkir, pemandian air hangat yang berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit.

Fasilitas pendukung lainnya adalah kios cindera mata/souvenir, penjalan tanaman hias, angkutan wisata, biro perjalanan, tepepon umum/wartel, warnet, dan jalur hiking mengelilingi hutan wisata. Sebelah timur lokawisata tersedia tempat erkemahan Wana Wisata, yang dikelola oleh pihal Perhutani Banyumas.

Gunung Slamet merupakan gunung berapi yang masih aktif yang pada bulan April (2009) kemarin sempat ber akrtivitas dengan status Siaga namun belum membahayakan. Letaknya persis di tengah-tengah Pulai Jawa, oleh masuarakat Jawa Tengah diberi julukan “Pakunya” Pulau Jawa. Gunung Slamet  konon menyimpan banyak misteri, hutannya masih perawan dan kaya akan erbagai jenis flora dan fauna, serta merupakan sumber kehidupan dimana amengalirkan air untuk irigasi sawah di banyumas dan sekitarnya.-, sehingga dijadikan salah satu lambang Daerah Kabupaten Banyumas. Jika dikaitkan dengan tembang kroncong :Ditepinya sungai Serayu”, maka gunung Samet berkaitan erat dengan kemakmuran masyarakat Banyumas.

Para pencinta alam dan pendaki gunung tidak akan melewatkan untuk mendaki gunung Slamet sampai pada puncaknya. Karena dari puncak gunung inilah dapaat disaksikan hamaparan wilayah Banyumas sertra laut selatan/Samudra Indonesia.
           
2.  Asal usul Baturraden
Ada beberapa versi asal mula Baturraden. Namun akan di ambil kisah yang berkaitan dengan legenda Kadipaten Kutaliman, yang dulu terletak kurang lebih 5 Km sebelah Barat Daya Baturraden.

Dikisahkan jaman dulu kala Adipati Kutaliman mempunyai empat orang putri. Salah seorang putrinya ternyata jatuh cinta kepada seorang Gamel (pembantu)  yang bertugas mengurusi kudanya Sang Adipati. Mendengar berita cinta gelap yang tidak setara tersebut, murkalah Sang Adipati sehingga keduanya diusir dari Kadipaten tersebut. Mereka ahirnya mengembara.

Dalam pengmbaraan, Sang Putri melahirkan seorang bayi putra di tepi sebuah sungai, yang dikemudian sungai tersebut dinamakan “Kaliputra”, terletak 3 Km sebelah utara Desa Kutaliman. Dalam pengembnaraan selanjutnya mereka menemukan suatu tempat yang indah mempesona dan udaranya sejuk di lereng Gunung Slamet. Mereka menetap di kawasan tersebut dan mendiriklan sebuah padepokan yang diberi nama Batur Raden, dari perpaduan antara Batur (abdi yaitu Gamel) dan Raden (Sang Putri yang berdarah Bangsawan putrinya Adipati). Kemudian banyak yang menyebut “Baturaden” ataupun “baturraden” dengan dua huruf “r”.

Ada versi lain yang menarik sekitar nama baturraden yaitu kisah perjalanan Syeh Maulana Maghribi di kota Gresik (Jawa Timur). Pada suatu ketika Syeh maulana Maghribi melihat cahaya terang disebelah barat. Kemudian  beliau mengembara untuk mencari cahaya yersebut sambil menyebar agama Islam, ditemani sahabat karibnya yang bernama Haji Datuk. Dalam pengembaraannya, Syeh Maulana Maghribi berganti nama menjadi Mbah Atas Angin.

Yang memancarkan cahaya tadi ternyata seorang pertapa yang kemudian memeluk agama Islam dan menjadi pengikut Syeh Maulana Maghribi, dan diberi nama Syeh Djambukarang. Nama tersebut di ambil karena dalam bertapa ia bersandaran pohon jambu dan dikelilingi batu-batu karang. Dalam perjalanan waktu, Mbah Atas Angin kemudian menjadi menantu Syeh Jambukarang.

Pada suatu waktu konon Syeh Maulana Maghribi menderita penyakit gatal-gatal atau buduk yang tidak kunjung sembuh. Atas petunjuk wisik ia akan sembuh jika berendam di air panas yang mengalir dari Pancuran Pitu di Gunung Gora. Belakangan diketahui bahwa air panas tersebut bisa menyembuhkan karena mengandung belerang, zat penyembuh penyakit gatal.

Karena merasa bersyukur sembuh dari penyekit gatal itulah maka Gunung Gora alalu diganti nama menjadi Gunung Slamet. Samapaia sekarang pancuran pitu banyak dikunjungi orang untuk kepentingan berobat dari penyakit gatal.

Selama Syeh Maulana Maghribi melaksanakan pengobatan di pancuran pitu, Sahabat setianya, Haji Datuk dengan setia menunggu. Tempat itu lalu diberi nama “Rusuludi” yang berarti batur yang Adi, kemudian banyak yang menyebut Baturaden. Sampai sekarang tempat tersebut masih dikeramatkan dan banyak di zirahi orang khususnya pada malan Selasa dan Jumat Kliwon. Yang lebih unik lagi, banyak pasangan pengantin dari daerah utara (Bumiayu, Tegal dan sekitarnya), denganm masih mengenakan busana pengantin lengkap mengadakan kirab pesiar ke Baturraden.

Nama Baturraden lebih mencuat pada tahunn 1990, karena dijadikan ajang penyelenggaraan Pekan Pariwisata Jawa Tengah (PPJT) III/Tahun 1990. PPJT merupakan ajang untuk mepromosikan kepsariwisataan daerah Jawa Tengah dalam rangka menggali potensi emas merahguna mendukung pembangunan nasional umumnya dan pembangunan daerah Jawa Tengah Khususnya.

Bagi Kabupaten Banyumas, PPJT merupakan momen yang sangat baik dalam rangka memperkenalkan obyek wisata Banyumas, khususnya Baturraden agar lebih dikenal lagi. PPJT juga dijadikan titik awal pembangunan kawasan Baturraden dalam rangka menuju kawasan wisata yang menyenangkan dan berwawasan  lingkungan dengan tetap mempertahankan sebagai obyek wisata alam yang sangat menarik.   

MASKOT BAWOR
CERMIN WATAK ORANG BANYUMAS

Masyarakat wilayah eks Karesidenan Banyumas sangat mengenal sosok punakaaawan yang bernama Bawor, anak Ki Lurah Semar dalam cerita pewayangan. Diluar Banyumas sosok ini bernama Bagong.

Watak sosok Bawor dikenal cablaka (terus terang), jujur, lugu, saru, tapi sangat setia pada majikannya, sehingga sebagian besar Wong Banyumas senang dan cocok jika Bawor menjadi “Maskot” sekaligus mencerminkan simbol “Wong cilik” mesipun mempunyai sifat jelek yaitu “Clamit”(suka minta-minta) tetapi terus terang dan tidak munafik, kalau ya mengatakan ya dan kalau tidak mengatakan tidak.

Maskot (semacam azimat) tidak prlu dituangkan dalam Perda ATAU Surat Keputusan Bupati, karena ia lahir dari kemauan masyarakat Banyumas. Sosok Bawor juga menjadi logo resmi setiap kali ada event besar di Kabupaten Banyumas seperti pada kejuaraan KRAP (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan) tingkat Nasional pada tahun 1990, Klegiatan Seminar Tingkat Nasional sampai hiasan lampu besar di Purbalingga, menggunakan maskot Bawor.

Sosialisasi sosok Bawor sebagai maskot Kabupaten Banyumas bermula saat Bapak Joko Sudantoko menjabat Bupati tahun 1988 – 1998. Lewat otak-atik bagian Humas Protokoler Setda Kabupaten Banyumas yang secara iseng menyodorkan logo untuk spanduk dan penerbitan buku Hari Jadi Kabupaten Banyumas serta berbagai selebaran yang memasang gambar bawor.

Ternyata Bapak Joko Sudantoko berkenan dan sering mengkampanyekan sosok bawor yang cablaka cocok dengan watak Wong Banyumas. Sehingga sejak tahun 1989 setiap ada spanduk, penerbitan buku, atau selebaran selalu mencantumkan Bawor (pada saat itu belum di plot sebagai maskot), tetapi kemudian Pemda Banyumas dan masyarakat sering memakai sosok bawor dalam aneka kegiatan/ enent penting. Tetapi tidak ada SK atau Perda yang menetapkan bawor sebagai maskot Weong Banyumas. Jadi sekiranya ada yang keberatan mengapa harus bawor, Bagian Humas Setrda dengan enteng menjawab  itu bukan maskot resmi dan tidak ada dasar hukumnya, hanya spontanitas yang sudak memasyarakat.

Ada warga yang mengusulkan supata tokoh bawor diganti dengan Janoko (Arjuna) atau Bima (Werkudara) agar lebih pas dengan motto Banyumas yaitu SATRIYA. Itipun masih ada yang menyanggah karena sosok Janoko (Arjuna) mempunyai watak “thukmis” (mata keranjang)

Motto SATRIA
Sosok bawor yang sering memakai asesoris kalung dileher yang bertuliskan SATRIA, tidak ada hubungannya dengan filosofis Motto Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah dan Aman. Masyarakat memaklumi itu hanya asesoris “iseng” yang tidak terkontrol pada saat gambar diluncurkan pertama kali. Karena sudah terlanjur memasyarakat, maka kepada pihak yang berwenang atau Bagian Humas Kabuapaten Banyumas untuk merefisi jika masih ada maskot bawor yang memakai kalung bertuliskan SATRIA.

Aspek filosofis SATRIA, merupakan perwujudan sikap mental seseorang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (WJS. Purwodarminto) terbitan Balai Pustaka 1961, disebutkan bahwa orang yang mempunyai watak Satria adalah orang yang punya sikap mental baik, jujur dan gagah berani. Sikap metal Satria dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Baik hati, merupakan perasaan yang paling dalam dari seseorang yang digambarkan sering menyentuh sampai ke relung hati. Sifat baik hati merupakan perwujudan dari ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Ia akan selalu berbuat baik walau tanpa ada orang lain   mengetahuinya.
  2. Jujur, setiap orang yang mempunyai budi pekerti luhur tentu akan selalu berbuat jujur. Orang yang berbudi pekerti luhur, disiplin dan bertanggung jawab akan selalu bertindak jujur dengan segala tindakannya.
  3. Gagah berani, hanya dimiliki oleh orang yang senantiasa bekerja keras dan tangguh dalam segala kondisi dan situasi apapun. Disamping itu juga memiliki jiwa kemandirian , cerdas dan trampil serta sehat jasmanim dan rohani.

 Sifat masyarakat Banyumas yang berani mengemukakan segala sesuatu sebagaiamana adanya, sering disebut sebagai CABLAKA yang artinya berani mengemukakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, yang buruk itu buruk dan yang baik itu baik. Dengan demikian peningkatan kulitas warga Banyumas yang ingin dicapai adalah identik dengan sikap mental SATRIA. Manuisa yang berjiwa SATRIA adalah manausia yang berkulitas dan yang mempunyai semangat SATRIA.

Akhirnya terserah kepada Wong Banyumas dan para pengambil keputusan Pemda Banyumas, apakah sudah pas jika sosok Bawor mengenakan kalung berhuruf SATRIA. Pro kontra maskot Bawor tidak perlu diperpanjang karena sudah jelas bahwa maskot tersebut tidak ada dasar hukumnya.