Showing posts sorted by relevance for query alat ukur suhu. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query alat ukur suhu. Sort by date Show all posts

Pengertian dan Macam Alat Ukur Suhu

Pengertian dan Macam Alat Ukur Suhu. Pengertian Alat Ukur Suhu, Beragam Macam Alat Ukur Suhu, dan Fungsi dari Tiap-tiap Alat Ukur Suhu.

Pengertian Suhu

Sumber: beritalingkungan.com
Suhu bisa didefinisikan sebagai derajat panas satu benda. Benda yang panas mempunyai suhu yang lebih tinggi dibanding dengan benda yang dingin. Sesungguhnya alat indera (kulit) tidak bisa memastikan suhu benda secara akurat, cuma bersumber pada perkiraan serta perasaan subjeknya saja.

Hal semacam ini disebabkan alat indera mempunyai keterbatasan, satu diantaranya tidak bisa dipakai untuk menyentuh benda yang sangat panas atau sangat dingin.

Mengubah Skala Suhu 


Alat Untuk Mengukur Suhu

Alat untuk mengukur suhu disebut dengan termometer. Termometer memakai karakter termometrik sebuah zat, yakni perubahan beberapa karakter zat lantaran perubahan suhu zat itu. Termometer pertama kalinya diketemukan oleh Galileo Galilei (1564-1642).

Termometer ini disebut dengan termometer udara. Termometer udara terbagi dalam satu bola kaca yang dilengkapi dengan sebatang pipa kaca panjang. Pipa itu di celupkan ke dalam cairan berwarna. Saat bola kaca dipanaskan, udara di dalam pipa akan mengembang hingga beberapa udara keluar dari pipa.

Tetapi, saat bola didinginkan udara di dalam pipa berkurang hingga beberapa air naik ke dalam pipa. Termometer udara sensitif pada perubahan suhu hingga suhu udara ketika itu bisa segera di ketahui. Walaupun sensitif pada perubahan suhu, tetapi termometer ini mesti dikoreksi tiap terjadi perubahan tekanan udara.

Termometer yang banyak digunakan saat ini yaitu termometer raksa. Disebut dengan termometer raksa lantaran di dalam termometer ini terdapat air raksa. Fungsi raksa yaitu sebagai penunjuk suhu. Raksa akan mengembang apabila termometer menyentuh benda yang lebih hangat dari raksa. Raksa mempunyai beberapa kelebihan salah satunya:
  1. Sensitif pada perubahan suhu. Suhu raksa segera sama juga dengan suhu benda yang mau diukur. 
  2. Bisa dipakai untuk mengukur suhu rendah (-40 C) hingga suhu tinggi (360 C). Hal semacam ini dikarenakan titik beku raksa mencapai -40 C serta titik didihnya mencapai 360 C. 
  3. Tidak membasahi dinding kaca hingga pengukuran bisa jadi lebih teliti. 
  4. Mengkilap seperti perak hingga mudah terlihat. 
  5. Mengembang serta memuai secara teratur. 
Tidak hanya raksa, alkohol dapat juga dipakai untuk mengisi termometer, keunggulannya yakni bisa mengukur suhu yang amat rendah (mencapai -130 C) lantaran titik beku alkohol yang lebih rendah dibanding dengan raksa, tetapi termometer alkohol tidak bisa dipakai untuk mengukur air mendidih lantaran titik didih alkohol cuma 78 C.

Termometer dengan Bahan Zat Cair 

Termometer Laboratorium 
Sumber: dosenpendidikan.com
Alat ini umumnya dipakai untuk mengukur suhu air dingin atau air yang sedang dipanaskan. Termometer laboratorium memakai raksa atau alkohol sebagai penunjuk suhu. Raksa dimasukkan ke dalam pipa yang amat kecil (pipa kapiler), lantas pipa dibungkus dengan kaca yang tidak tebal. Maksudnya supaya panas bisa diserap dengan cepat oleh termometer.

Skala pada termometer laboratorium umumnya diawali dari 0 C sampai 100 C. 0 C menyebutkan suhu es yang sedang mencair, sedangkan suhu 100 C menyebutkan suhu air yang sedang mendidih.

Termometer Ruang 
Sumber: garasiopa.com
Termometer ruang umumnya dipasang pada tembok tempat tinggal atau kantor. Termometer ruang mengukur suhu udara pada suatu ketika. Skala termometer ini yaitu dari -50 C hingga 50 C. Skala ini dipakai lantaran suhu udara di beberapa tempat dapat mencapai di bawah 0 C, umpamanya lokasi Eropa. Sementara di sisi lain, suhu udara tidak pernah melebihi 50 C.

Termometer Klinis 
Sumber: aliexpress.com
Termometer klinis disebut juga dengan termometer demam. Termometer ini dipakai oleh dokter untuk mengukur suhu tubuh pasien. Pada kondisi sehat, suhu tubuh manusia kurang lebih 37 C. Namun pada saat demam, suhu tubuh bisa melebihi angka itu, bahkan juga dapat mencapai angka 40.

Skala pada termometer klinis cuma dari 35 C sampai 43 C. Hal semacam ini sesuai sama suhu tubuh manusia, suhu tubuh tidak mungkin di bawah 35 C serta melebihi 43 C.

Termometer Six-Bellani 
Sumber: muttaqin.id
Termometer Six-Bellani disebut juga dengan termometer maksimum-minimum. Termometer ini bisa mencatat suhu paling tinggi serta suhu paling rendah dalam periode waktu spesifik. Termometer ini mempunya 2 cairan, yakni alkohol serta raksa dalam satu termometer.

Termometer dengan Bahan Zat Padat 

Termometer Bimetal 
Sumber: murtikatermo.blogspot.co.id
Termometer bimetal memakai logam untuk memperlihatkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai bila dipanaskan serta berkurang bila didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral serta tidak tebal, sedangkan ujung spiral bimetal ditahan hingga tidak bergerak serta ujung yang lain melekat pada tepi penunjuk.

Makin besar suhu, keping bimetal makin melengkung serta meneyebabkan jarum penunjuk bergerak ke kanan, ke arah skala yang lebih besar. Termometer bimetal umumnya ada di mobil.

Termometer Hambatan 

Termometer hambatan adalah termometer yang paling pas dipakai dalam industri untuk mengukur suhu di atas 1000 C. Termometer ini di buat bersumber pada perubahan hambatan logam, misalnya termometer hambatan platina.

Dalam termometer hambatan ada kawat penghalang yang disentuhkan ke benda yang akan diukur suhunya, umpamanya pada pemrosesan besi serta baja. Sebuah tegangan atau potensial listrik yang bernilai tetap diberikan selama termistor, yakni sensor yang terbuat dari logam dengan hambatan yang jadi bertambah bila dipanaskan.

Termokopel 
Sumber: fungsi.web.id
Pengukuran suhu dengan ketepatan tinggi bisa dikerjakan dengan memakai termokopel, di mana sebuah tegangan listrik dihasilkan ketika dua kawat memiliki bahan logam yang tidak sama disambungkan untuk membentuk satu loop.

Kedua persambungan itu mempunyai suhu yang tidak sama. Untuk meningkatkan besar tegangan listrik yang dihasilkan, beberapa termokopel dapat dikaitkan secara seri untuk membentuk satu termopil.

Termometer dengan Bahan Gas 

Termometer gas yaitu jenis termometer yang memakai beberapa karakter termal gas. Ada dua jenis termometer gas:
  1. Termometer yang volume gasnya dijaga tetap serta tekanan gas itu dijadikan karakter termometrik dari termometer. 
  2. Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap serta volume gas itu dijadikan karakter termometrik dari termometer. 

Termometer optis 

Pirometer 

Prinsip kerja pirometer yaitu dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda yang suhunya amat tinggi. Spirometer bisa dipakai untuk mengukur suhu antara 500 C – 3. 000 C.

Termometer inframerah 
Sumber: softilmu.com
Termometer inframerah dipakai lewat cara menekan tombol hingga memperlihatkan angka paling tinggi lewat cara mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju. Sinar yang diarahkan ke benda yang diukur akan memantul serta pantulan itu direspon oleh alat hingga termometer inframerah memperlihatkan skala suhu yang tepat.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Macam Alat Ukur Suhu, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Ukur Suhu di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Ukur Suhu. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Suhu : Besaran Dan Alat Ukur Suhu

Pengertian Suhu

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid. Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan. Hal inimemberikan inspirasi pada

  •  Anders Celcius (1701 ± 1744) 


sehingga pada tahun 1742 diamemperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinamasesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunyaakan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nolmutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka

  •  Lord Kelvin (1842 ± 1907) 

menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C.Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.

Yang dimaksud dengan suhu merupakan suatu besaran yang menunjukan derajat panas dari suatu benda. Benda yang memiliki panas akan menunjukan suhu yang tinggi daripada benda dingin. Sering kita menyebutkan suatu benda panas atau dingin dengan cara menyentuh banda tersebut dengan alat indra kita, walau kita tidak dapat menyimpulkan berapa derajat panas dari benda tersebut, untuk mengetahui seberapa besar suhu benda tersebut maka digunakanlah termometer.

Suhu dapat didefinisikan sebagai derajat panas satu benda. Benda yang panas memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan benda yang dingin. Sebenarnya alat indera (kulit)tidak dapat menentukan suhu benda secara akurat, hanya berdasarkan perkiraan dan perasaan subjeknya saja. Hal ini dikarenakan alat indera memiliki keterbatasan, salah satunya tidak dapat digunakan untuk menyentuh benda yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Besaran Suhu

Dalam kehidupan sehar-hari, kita tentunya sering berhubungan dengan fenomena panas dan dingin. Pada pagi hari, biasanya kita merasakan udara disekitar kita yang dingin. Untuk menghangatkan tubuh, kita dapat meminum segelas kopi atau teh hangat. Lain halnya, ketika matahari bersinar sangat terik pada siang hari, kita akan merasa kegerahan. Dalam keadaan tersebut, kita cendrung untuk mencari cara agar bagaimana suhu tubuh kita menjadi turun agar tidak lagi merasa gerah.

Keadaan panas dan dingin suatu benda sebenarnya menyatakan suhu dari benda tersebut. Apakah pengertian suhu? Suhu adalah ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Manusia, mula-mula membedakan panas, hangat, dan dingin dengan menggunakan indra peraba yakni kulit. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknik pengukuran, dimungkinkan untuk membuat alat yang dapat alat pengukur suhu dan menyatakannya dengan nilai.

Saat ini, alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer yang merupakan pengembangan dari termoskop Galileo. Kata termometer berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos yang berarti panas, dan meter yang berarti mengukur. Termometer biasanya merupakan sebuah pipa kaca sempit tertutup yang berisi alkohol atau raksa dan memiliki skala. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian zat. Semua zat, baik zat padat, cair, dan gas akan mengalami pemuaian jika dipanaskan. Zat cair sering digunakan untuk menjadi pengisi termometer karena mudah memuai dan praktis.

Misalnya, alkohol, yang merupakan zat cair sering digunakan untuk membuat termometer. Naiknya permukaan alkohol atau bertambahnya volume alkohol ketika dipanaskan dan berkurangnya volume alkohol ketika didinginkan merupakan sifat fisis zat cair. Sifat-sifat ini dimanfaatkan termometer untuk mengukur suhu sebuah benda.

Dalam perkembangannya, teknik pembuatan termometer disesuaikan dengan skala termometer yang akan digunakan. Penentuan ini dilakukan berdasarkan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Biasanya titik tetap atas diambil dari titik didih air dan titik tetap bawah diambil dari titik beku air pada tekanan normal (1 atmosfer). Kemudian, di antara titik tetap atas dan bawah terdapat garis-garis skala hasil bagi jarak titik tetap atas dan bawah yang sama panjang. Garis-garis skala ini ditulis pada dinding kolom cairan termometer.

Alat Untuk Mengukur Suhu

Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Termometer memanfaatkan sifat termometrik suatu zat, yaitu perubahan sifat-sifat zat karena perubahan suhu zat tersebut. Termometer pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei (1564-1642). Termometer ini disebut termometer udara. Termometer udara terdiri dari sebuah bola kaca yang dilengkapi dengan sebatang pipa kaca panjang. Pipa tersebut dicelupkan ke dalam cairan berwarna.

Ketika bola kaca dipanaskan, udara di dalam pipa akan mengembang sehingga sebagian udara keluar dari pipa. Namun, ketika bola didinginkan udara di dalam pipa menyusut sehingga sebagian air naik ke dalam pipa. Termometer udara peka terhadap perubahan suhu sehingga suhu udara saat itu dapat segera diketahui. Meskipun peka terhadap perubahan suhu, namun termometer ini harus dikoreksi setiap terjadi perubahan tekanan udara.

Termometer yang banyak digunakan sekarang adalah termometer raksa. Disebut termometer raksa karena di dalam termometer ini terdapat air raksa. Fungsi raksa adalah sebagai penunjuk suhu. Raksa akan mengembang bila termometer menyentuh benda yang lebih hangat dari raksa. Raksa memiliki beberapa keunggulan diantaranya:

Peka terhadap perubahan suhu. Suhu raksa segera sama dengan suhu benda yang ingin diukur.
Dapat digunakan untuk mengukur suhu rendah (-40 C) sampai suhu tinggi (360 C). Hal ini disebabkan titik beku raksa mencapai -40 C dan titik didihnya mencapai 360 C.

  • Tidak membasahi dinding kaca sehingga pengukuran bisa menjadi lebih teliti.
  • Mengkilap seperti perak sehingga mudah terlihat.
  • Mengembang dan memuai secara teratur.

Selain raksa, alkohol juga dapat digunakan untuk mengisi termometer, kelebihannya yaitu dapat mengukur suhu yang sangat rendah (mencapai -130 C) karena titik beku alkohol yang lebih rendah dibandingkan raksa, namun termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur air mendidih karena titik didih alkohol hanya 78 C.

Termometer dengan bahan zat cair

  • Termometer Laboratorium













Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur suhu air dingin atau air yang sedang dipanaskan. Termometer laboratorium menggunakan raksa atau alkohol sebagai penunjuk suhu. Raksa dimasukkan ke dalam pipa yang sangat kecil (pipa kapiler), kemudian pipa dibungkus dengan kaca yang tipis. Tujuannya agar panas dapat diserap dengan cepat oleh termometer.

Skala pada termometer laboratorium biasanya  dimulai dari 0 C hingga 100 C. 0 C menyatakan suhu es yang sedang mencair, sedangkan suhu 100 C menyatakan suhu air yang sedang mendidih.

  • Termometer Ruang


Termometer ruang biasanya dipasang pada tembok rumah atau kantor. Termometer ruang mengukur suhu udara pada suatu saat. Skala termometer ini adalah dari -50 C sampai 50 C. Skala ini digunakan karena suhu udara di beberapa tempat bisa mencapai di bawah 0 C, misalnya wilayah Eropa. Sementara di sisi lain, suhu udara tidak pernah melebihi 50 C.

  • Termometer Klinis


Termometer klinis disebut juga termometer demam. Termometer ini digunakan oleh dokter untuk mengukur suhu tubuh pasien. Pada keadaan sehat, suhu tubuh manusia sekitar 37 C. Tetapi pada saat demam, suhu tubuh dapat melebihi angka tersebut, bahkan bisa mencapai angka 40.

Skala pada termometer klinis hanya dari 35 C hingga 43 C. Hal ini sesuai dengan suhu tubuh manusia, suhu tubuh tidak mungkin di bawah 35 C dan melebihi 43 C.

  • Termometer Six-Bellani


Termometer Six-Bellani disebut pula termometer maksimum-minimum. Termometer ini dapat mencatat suhu tertinggi dan suhu terendah dalam jangka waktu tertentu. Termometer ini mempunya 2 cairan, yaitu alkohol dan raksa dalam satu termometer.

Termometer dengan bahan zat padat

  • Termometer Bimetal


Termometer bimetal memanfaatkan logam untuk menunjukkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral dan tipis, sedangkan ujung spiral  bimetal ditahan sehingga tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada pinggir penunjuk. Semakin besar suhu, keping bimetal semakin melengkung dan meneyebabkan jarum penunjuk bergerak ke kanan, ke arah skala yang lebih besar. Termometer bimetal biasanya terdapat di mobil.

  • Termometer Hambatan


Termometer hambatan merupakan termometer yang paling tepat digunakan dalam industri untuk mengukur suhu di atas 1000 C. Termometer ini dibuat berdasarkan perubahan hambatan  logam, contohnya termometer hambatan platina.

Dalam termometer hambatan terdapat kawat penghambat yang disentuhkan ke benda yang akan diukur suhunya, misalnya pada pengolahan besi dan baja. Suatu tegangan atau potensial listrik yang bernilai tetap diberikan sepanjang termistor, yaitu sensor yang terbuat dari logam dengan hambatan yang bertambah jika dipanaskan.

  • Termokopel


Pengukuran suhu dengan ketepatan tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan termokopel, di mana suatu tegangan listrik dihasilkan saat dua kawat berbahan logam yang berbeda disambungkan untuk membentuk sebuah loop. Kedua persambungan tersebut memiliki suhu yang berbeda. Untuk meningkatkan besar tegangan listrik yang dihasilkan, beberapa termokopel bisa dihubungkan secara seri untuk membentuk sebuah termopil.

Termometer dengan bahan gas

Termometer gas adalah jenis termometer yang memanfaatkan sifat-sifat termal gas. Ada dua macam termometer gas:

  • Termometer yang volume gasnya dijaga tetap dan tekanan gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari termometer.
  • Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap dan volume gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari termometer.

Termometer optis

  • Pirometer


Prinsip kerja pirometer adalah dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda yang  suhunya sangat tinggi. Spirometer dapat digunakan untuk mengukur suhu antara 500 C – 3.000 C.

  • Termometer inframerah


Termometer inframerah digunakan dengan cara  menekan tombol sampai menunjukkan angka tertinggi dengan cara  mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju. Sinar yang diarahkan ke benda yang diukur akan memantul dan pantulan tersebut direspon oleh alat sehingga termometer inframerah menunjukkan skala suhu yang tepat.

Produk Kerajinan dari Bahan Alam

Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam ini menghasilkan banyak bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif, dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, Indonesia dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan hanya mesin.

Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Hal ini karena sumber daya alam setiap daerah berbeda. Beberapa kerajinan bahan alam akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut. Namun, kerajinan bahan alam ini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan.

1. Mengenal Kerajinan dari Bahan Alam
a. Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah keramos (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat dan telah mengalami proses pembakaran.

Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk. Setelah itu, dapat dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600 oC sampai 1.300 oC sesuai jenis tanah liatnya sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air.

Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa.

1) Bahan Pembuatan Keramik
Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.
  • Tanah liat (clay). Kandungan utama dari tanah liat antara lain Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O), Montmorillinote, Illite, Halloysite, Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik antaralain Plastisitas (kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak), Fusibilitas (kemampuan untuk dilebur), Bahan baku pasir (kwarsa), Fungsi (sebagai bahan non plastik).
  • Pasir. Berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran.
  • Feldspar. Bahan baku feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik, dan Menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya K-feldspar, Na-feldspar, Ca-feldspar.
2) Alat Pembuatan Keramik
  • Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat lempengan.
  • Meja putar berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.
  • Tali pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang masih basah dari meja putar.
  • Cetakan biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita buat.
  • Butsir berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.
  • Pisau pahat berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.
  • Sudip berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.
  • Tungku pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau keramik berglasir.
Teknik Pembuatan Keramik
  • Teknik Pijit Tekan. Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.
  • Teknik Pilin. Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
  • Teknik slab (lempengan), cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik. Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.
  • Teknik putar, teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong, guci dll.
  • Teknik cetak, teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll. 
Disamping cara-cara pembentukan diatas, para pengrajin keramik tradisonal dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres, seperti yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding maupun hiasan dinding dengan berbagai motif seperti binatang atau tumbuh-tumbuhan.

Hasil karya tanah liat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat terbuka tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika sudah kering, karya dapat dibakar menggunakan tungku keramik, dengan bahan bakar yang bervariasi seperti gas, kayu, minyak tanah atau listrik. Keramik yang dibentuk sudah dapat diberi dekorasi pada saat setengah kering atau saat sudah mengalami pembakaran pertama (bisque).

Dekorasi bertujuan agar keramik tampak lebih indah dan kuat. Keramik dari tanah liat bakaran tinggi, dapat dihias dengan pewarna glasir. Glasir adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Jika menggunakan pewarna glasur, keramik harus dibakar secara khusus, yaitu dibakar dua kali, pertama pembakaran bisquit hingga 900 oC, lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1.200-1.300 oC.

b. Serat Alam
Indonesia memiliki sumber daya alam berupa hutan yang tersebar di seluruh Nusantara. Selama ini hasil hutan nonkayu yang berasal dari tanaman yang dapat diperbaharui, belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal tanaman nonkayu memberikan kontribusi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

Bahan-bahan serat alam dapat diolah sehingga menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam, makrame, dan merajut. Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benzoat atau zat lain yang dapat mengawetkan serat alam.

1) Bahan Serat Alam
  • Eceng Gondok. Tanaman eceng gondok juga bisa di buat berbagai kerajinan tangan karena seratnya yang lumayan cukup kuat jadi bisa dibuat berbagai aneka kerajinan tangan yang pasti eceng gondoknya harus di keringkan dulu agar mudah di bentuk.
  • Daun Pandan. Pandan merupakan tanaman pantai yang dahulu tidak banyak dimanfaatkan.  Namun sekarang ini, banyak perajin yang mulai memanfaatkan pandan untuk diolah menjadi berbagai aneka kerajinan. Pandan termasuk serat alam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kerajinan.
  • Sabuk Kelapa. Pohon kelapa merupakan pohon yang semua bagian dari pohonnya mempunyai nilai guna. Dari akar sampai daun pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satu dari bagian pohon kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah sabut atau serabut kelapa (kulit buah kelapa). Dari sabut kelapa dapat diperoleh serat dan serbuk sabut kelapa yang dapat diolah menjadi berbagai produk.
  • Pelepah Pisang. Sebagain besar orang menganggap pelepah pisang (kering) adalah sampah yang tidak berguna. Bahkan terkadang oleh orang tua dibakar karena dianggap mengotori kebun. Namun kini pelepah pisang bisa dijadikan karya seni lukisan yang indah dan bernilai ekonomi tinggi. Lagi-lagi tangan-tangan orang kreatif yang menjadikan limbah seperti itu sebagai sebuah berkah.
  • Kulit Jagung. Sebahagian dari kita menganggap pada bahagian jagung yang bernilai tinggi adalah bijinya saja. Namun tanpa kita sadari kulit dari jagung bisa kita manfaatkan sebagai hasil kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Kulit jagung dapat kita jadikan kerajinan seperti rangkaian bunga ataupun hiasan yang benilai jual tinggi. Tergantung dari hasil kreatifitas kita masing-masing.
c. Kayu
Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan alam kayu terbesar di dunia. Kayu-kayu yang dihasilkan pun banyak macamnya. Di antaranya: kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus, kayu sawo, kayu nangka, kayu kelapa, dan sebagainya. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik pembuatan dan tekstur kayunya.

Kerajinan tangan dari kayu merupakan kerajinan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utama dalam pembuatannya. Proses pembuatan kerajinan kayu memiliki beberapa macam teknik. Diantaranya, Teknik Ukur, Pahat, Bubut, Strol, Tempel atau Sambung. Berikut adalah beberapa contoh gambar hasil kerajinan tangan dari kayu.

Kerajinan kayu atau sering disebut woodcraft bagi masyarakat Indonesia merupakan produk yang sudah lama ditekuni dan menjadi salah satu kekayaan seni kriya yang dikenal hingga ke mancanegara. Daerah-daerah seperti di Kalimantan, Jawa Tengah, Sulawesi, Bali, dan Papua memiliki jenis kerajinan kayu yang berbeda- beda sehingga makin menambah keragaman budaya negeri ini. Kerajinan kayu woodcraft  tersebut ketika ditekuni ternyata bisa menjadi sebuah usaha yang memiliki  prospek menjanjikan, terutama bagi daerah yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara

Setiap daerah memiliki motif atau corak ukir yang berbeda. Setiap motif mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat. Beberapa daerah yang dikenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif ukir

1) Teknik Pembuatan
Dari teknik pembuatannya, bebrapa langkah pengerjaan pada umumnya, yaitu:
  • Pertama-tama penyiapan bahan baku kayu, umumnya menggunakan mesin  potong kayu dan alat pengering. 
  • Kedua pembentukan dibuat menggunakan gergaji dan alat pahat. 
  • Ketiga pembentukan halus atau pengukiran dengan menggunakan alat pahat. 
  • Keempat penghalusan biasanya menggunakan amplas.  
  • Finishing biasanya dibantu dengan mesin semprot cat dan kuas untuk mewarnai
2) Alat Pembuatan
3) Aneka Produk Kerajinan dari Kayu
Indonesia memiliki kekayaan budaya, begitu juga ragam hias Nusantara. Setiap daerah mempunyai ragam hias yang berbeda ciri khas yang satu dengan lainnya. Ragam hias Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang belum dapat disaingi oleh bangsa lain di dunia. 
d. Bambu
Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana seperti tempat jemuran hingga tikar dan anyaman yang rumit. Sampai saat ini, bambu masih digunakan untuk keperluan tersebut. Bahkan saat ini, produk kerajinan bambu tampil dengan desain lebih menarik dan artistik hingga kini banyak digunakan di hotel-hotel berbintang, cottages, spa, butik, bank, toko serta interior bangunan modern.

Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dari bambu adalah teknik anyaman dan teknik konstruksi tempel atau sambung. Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik.

Bahan dan Alat Kerajinan Bambu dan Aneka Kerajinan Bambu
e. Kulit
Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, buaya, dan hewan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan. Proses pembuatan bahan baku kulit cukup sederhana. Kulit hewan potong dicuci bersih terlebih dahulu, direntangkan, lalu dijemur langsung dengan sinar matahari hingga kering. Sesudah kering, kulit digosok untuk menghilangkan bulu dan kotoran dengan menggunakan pisau penyayat. Kemudian kulit dicuci bersih dan dijemur kembali. Setelah itu, kulit baru dapat dipergunakan. Proses pengeringan seperti ini dinamakan proses menyamak kulit mentah yang biasanya dipergunakan untuk pembuatan wayang kulit, kipas, hiasan, aksesori busana tari, dan sebagainya. 
Namun, ada lagi proses kulit yang disamak yang dapat dijadikan benda kerajinan seperti tas, sepatu, dompet. Teknik yang digunakan dalam membuat motif pada kerajinan wayang kulit adalah teknik pahat dan sungging. Namun, dikenal pula teknik lain untuk pembuatan kerajinan kulit seperti teknik rekat, jahit, tekan (press), dan teknik pahat.

f. Logam
Sebagai pengetahuan, kamu perlu mengetahui bahwa bahan buatan yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, seperti: emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Daerah penghasil kerajinan emas terdapat di Kalimantan Selatan maupun Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Bali.

Bahan alam logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesori kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti: gelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Logam memiliki sifat keras sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.
g. Batu
Bumi Indonesia terhampar luas ragam bebatuan yang berkilau dan beraneka warna. Turis mancanegara kagum dengan warna warni bebatuan Indonesia. Daerah Martapura, Kalimantan merupakan penghasil batu warna yang dinilai sangat unik, Tulungagung menghasilkan batu marmer, Pacitan menghasilkan batu mulia beraneka ragam bentuk dan warna. Banyak daerah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan seperti: aksesori pelengkap busana, juga sebagai penghias benda, penghias interior dan eksterior. Teknik pengolahan batu warna sebagai produk kerajinan harus digerinda dahulu, kemudian dirangkai. Untuk interior dan eksterior, digunakan teknik pahat dan ukir.

Pembuatan Produk Makanan Khas Rendang

Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya. Salah satu kekayaannya adalah beragam jenis makanan yang tersebar di seluruh pelosok. Hampir di semua tempat, Anda dapat menemukan makanan khas dari daerah tersebut. Beragam jenis hasil bumi yang berbeda di tiap tempat menjadikan jenis makanan khas semakin bervariasi. Salah satu masakan khas Nusantara adalah rendang. Rendang merupakan salah satu contoh makanan khas daerah Sumatra yang banyak digemari oleh konsumen lokal, maupun internasional.

Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

A. Bahan yang Digunakan pada Pembuatan Rendang
Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan rendang adalah daging. Daging merupakan produk pangan yang berasal dari hewan. Pembuatan rendang umumnya menggunakan daging sapi bagian bahu. Kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Faktor penentu kualitas daging pada waktu hewan hidup adalah cara pemeliharaan yang meliputi: pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan, dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.

Kriteria yang dipakai sebagai pedoman untuk menentukan kualitas daging yang layak konsumsi adalah seperti berikut.
  • Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Makin tua usia hewan, susunan jaringan ikat makin banyak sehingga daging yang dihasilkan makin liat.
  • Kandungan lemak adalah lemak yang terdapat di antara serabut otot. Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Lemak berpengaruh terhadap cita rasa.
  • Daging berkualitas baik mempunyai rasa gurih dan aroma yang sedap.
  • Kelembaban: secara normal, daging mempunyai permukaaan yang relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian, kelembaban memengaruhi daya simpan daging tersebut.
Kriteria daging yang tidak baik, bau dan rasa tidak normal akan segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal tersebut dapat disebabkan oleh adanya kelainan sebagai berikut.
  • Hewan sakit terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam yang akan menghasilkan daging berbau seperti mentega tengik.
  • Hewan dalam pengobatan terutama dengan pengobatan antibiotik akan menghasilkan daging yang berbau obat-obatan.
  • Warna daging tidak normal, tidak selalu membahayakan kesehatan, namun akan mengurangi selera konsumen.
  • Konsistensi daging tidak normal yang ditandai kekenyalan daging rendah, dapat mengindikasikan daging tidak sehat.
  • Daging busuk, pembusukan dapat terjadi karena penanganan yang kurang baik pada waktu pendinginan sehingga aktivitas bakteri pembusuk meningkat, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh enzim-enzim dalam daging yang menghasilkan amoniak dan asam sulfat.
Bahan tambahan dalam pembuatan rendang antara lain sebagai berikut.
  • Kelapa, terdiri atas kelapa parut, santan kental, dan santan encer. Kelapa yang digunakan kelapa tua dan segar.
  • Bumbu, terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabai merah, ketumbar, kemiri, jahe, garam, gula pasir, sereh, lengkuas, dan daun kunyit. Bumbubumbu ini berguna untuk pengental, penambah cita rasa dan aroma.
Adapun syarat terpenting dalam memilih bahan tambahan ialah berkualitas dan segar.

B. Alat - Alat Pembuatan Makanan Khas Daerah
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan rendangadalah seperti berikut.
  • Pisau, untuk memotong
  • Talenan, sebagai atas untuk memotong
  • Parutan, untuk memarut kelapa
  • Ulekan/ blender, untuk menghaluskan bumbu
  • Kompor, untuk memasak bahan
  • Penggorengan, sebagai wadah untuk memasak
  • Gelas ukur, digunakan untuk mengukur volume santan
C. Proses Pembuatan Rendang
Berikut merupakan proses pembuatan rendang :
  • Persiapkan alat dan bahan.
  • Pilih daging yang bertekstur dan berserat halus.
  • Potong melawan serat dengan tebal 2 cm.
  • Masukkan bumbu dan daging ke dalam santan cair. Masak sambil diaduk sampai empuk dan kuah kental.
  • Santan kental dituang. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai meresap dan berminyak.
  • Rendang siap disajikan dan dikemas.
D. Keselamatan Kesehatan Kerja pada Saat Proses Pembuatan Rendang
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada dunia usaha dan dunia industri harus diperhatikan dengan saksama oleh semua tenaga kerja dalam lingkup kerjanya. Pelaksanaan K3 merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan sehingga dapat mengurangi kecelakaan dalam kerja dan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga keamanan kerja di dapur antara lain peralatan
listrik harus dalam kondisi baik. Letaknya tidak dekat dengan air, penerangan ruangan cukup, dan lantai tidak licin. Menghindari bahaya kerja di dapur, kita harus memperhatikan hal-hal berikut.
  • Upayakan semua pisau tajam. Pisau yang tajam lebih aman dan tidak membutuhkan tenaga untuk menekan dan menghindari meleset pada waktu memotong.
  • Pakailah talenan pada saat memotong, jangan memakai lapisan meja metal.
  • Pakailah serbet sebagai alas talenan supaya tidak licin.
  • Pakailah pisau hanya untuk memotong, jangan untuk membuka kaleng/botol atau lainnya.
  • Jangan mencoba menangkap pisau yang jatuh saat dipakai, hindari dengan badan ke belakang, biarkan pisau jatuh.
  • Jangan meletakkan pisau di cucian dalam air karena tidak kelihatan, sedangkan pisaunya tajam.
  • Cucilah pisau setelah dipakai dengan hati-hati, bagian tajam dijauhkan dari badan.
  • Letakkan pisau di tempat aman selama tidak dipakai.
  • Membawa pisau harus hati-hati, bagian tajam menghadap ke bawah, jangan mengayunkan tangan.
  • Setelah selesai menggunakan alat, bersihkan dan kembalikan ke tempat semula dengan rapi dan bersih.
E. Penyajian dan Kemasan
Penyajian dan kemasan merupakan tahapan akhir dan memegang peranan penting dalam usaha pengolahan makanan. Makanan dengan penampilan menarik akan menggugah selera karena untuk mengonsumsi, pertamatama harus pandangan mata yang bekerja, kemudian diikuti untuk indra penciuman untuk aroma, yang tentunya panduan bumbu yang memberi indra rasa bekerja menghasilkan rasa nikmat.
Aneka Kemasan Rendang
Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional seperti kendil dari tanah liat, anyaman daun pisang, daun kelapa, kelobot jagung, dll. Sesuai dengan kemajuan zaman teknologi dan kebutuhan manusia, produk kemasan pun berkembang terus-menerus. Saat ini, makanan khas daerah banyak dikemas menggunakan kertas, plastik, kaca/gelas, aluminium foil, dan ada pula yang dikombinasikan dengan kemasan tradisional.

Penyajian ataupun kemasan akan menjadi daya tarik konsumen untuk membelinya dan memakannya. Oleh karena itu, jenis, bentuk, warna dan dekorasi kemasan perlu diperhatikan agar dapat memberikan tampilan unik, menarik, dan berkarakter pada penyajian dan kemasan produknya. Teknik yang bisa digunakan untuk menjaga kualitas makanan khas daerah tetap baik, digunakan teknik pengemasan vacuum dan disimpan dalam suhu rendah.

Kriteria-kriteria tertentu yang harus diperhatikan dalam pemilihan wadah penyajian/kemasan, antara lain sebagai berikut.
  • Bahan kemasan/wadah penyajian mampu melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar.
  • Bahan kemasan tidak berbau.
  • Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap konsumen.
  • Bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat.
  • Dalam wadah/kemasan disertakan label yang memuat nama produk, tanggal, nama produsen, berat bersih, komposisi, merek dagang, tanggal kadaluarsa, efek samping.