Showing posts sorted by relevance for query amfibi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query amfibi. Sort by date Show all posts

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Reptil

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Reptil. Pengertian Reptil, Struktur Tubuh Reptil, Ciri-Ciri Reptil, dan Beragam Macam Klasifikasi Reptil.

Pengertian Reptil

Sumber: berkahkhair.com
Biasanya kita mengetahui hewan reptile seperti ular serta buaya. Tidak hanya kedua hewan itu, ada banyak lagi beberapa jenis reptile di lingkungan sekitar kita. Kira-kira, apa sih pengertian dari reptile? Istilah reptile datang dari kata Reptum yang artinya melata.

Reptile termasuk juga tetrapoda yakni hewan berkaki empat. Jadi, Reptil adalah organisme vertebrata (bertulang belakang) yang melata serta sebagian berkaki empat, mempunyai sisik yang menutupi semua permukaan badannya serta punya sifat poikiloterm (berdarah dingin).

Menurut beberapa pakar, reptile adalah organisme pertama yang bisa bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Struktur dan Fungsi Tubuh Reptil

Sumber: biologimu.com
Di sekujur tubuh reptile ada sisik yang menutupi semua tubuh yang mempunyai peranan untuk melindungi diri dari kekeringan.

Tidak hanya mempunyai sisik di sekujur badannya, reptil juga mempunyai kaki-kaki yang pendek disertai ekor yang panjang. Pada tiap kakinya terdapat kuku jari yang tajam yang fungsinya sebagai perlindungan serta pertahanan diri.

Pada bangsa ular, tidak terdapat kaki serta cakar hingga untuk alat geraknya ular mengernyitkan otot di kedua segi tulang belakangnya.

Sebagai alat pertahanan diri beberapa ular dilengkapi bisa misalnya pada King Cobra serta sebagiannya lagi dilengkapi dengan otot yang kuat hingga bisa melilitkan badannya pada mangsa sampai mangsa itu tidak bisa bergerak sampai mati misalnya yakni pada Phyton.

Nah, yang membuat ular amat unik dari spesies yang lain yakni ular bisa menelan mangsanya bulat-bulat yang dua kali lebih besar dari ukuran badannya.

Mengagumkan bukan? Menurut beberapa pakar, susunan anatomis dari rahang ular menempel dengan longgar hingga bisa membuka sampai 1.500. Lantaran itulah bangsa ular, terlebih dari kelas piton, anaconda serta semacamnya bisa memangsa seekor anak sapi.

Struktur Mulut Ular

Sumber: biologimu.com
Pada bangsa kadal, sebagai alat pertahanan diri mereka dilengkapi sistem pertahanan diri secara autotomi. Autotomi yakni sebuah sistem pertahanan diri lewat cara melepas sisi badannya bila dalam bahaya misalnya yakni cecak yang bisa melepas ekornya saat bahaya.

Tidak hanya itu, ada juga bentuk kadal yang bisa mengubah warna badannya jadi warna yang sama seperti lingkungan sekitar Misalnya yakni pada bunglon yang bisa berganti warna kulit sebagai kamuflase.

Ciri-Ciri Reptil

Sumber: diwarta.com
Tidak hanya mempunyai susunan serta fungsi tubuh yang unik dengan kelas vertebrata yang lain. Reptil juga mempunyai ciri-ciri spesial. Mengenai ciri-cirinya yakni:
  1. Reptil mempunyai kulit bersisik serta kering yang terbuat dari zat tanduk yang fungsinya untuk melindungi dari kekeringan. 
  2. Reptil berjalan dengan melata di mana semua tubuh menelungkup ke tanah, sedang pada bangsa ular bergerak dengan mengernyitkan otot di kedua segi tulang belakang secara bergantian. 
  3. Reptil mempunyai dua pasang kaki serta pada setiap kaki mempunyai cakar. Sedangkan pada penyu kakinya memipih berupa kayuh untuk membantu saat berenang. 
  4. Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) pada penyu serta bertelur melahirkan (ovovivipar) pada ular boa. Fertilisasi secara internal, alat kelamin jantan disebut dengan sebagai hemipenis. 

Klasifikasi Reptil

Sumber: tugassekolah.com
Saat ini kita udah tahu bila hewan reptil tidak cuma ular serta buaya saja. Namun ada hewan-hewan lain yang termasuk juga ke dalam kelas reptil. Nah, supaya kita lebih gampang membedakan hewan-hewan itu, beberapa pakar sudah mengklasifikasikan mereka ke dalam beberapa ordo. Diantaranya yakni Squamata, Crocodilia, Chelonia serta Rhynchocephalia yang akan dibahas berikut ini:

Ordo Squamata 

Sumber: yanuarefa.blogspot.co.id
Squmata adalah hewan reptil yang biasanya mempunyai kulit bersisik. Ordo Squamata adalah ordo paling besar dari kelas reptil. Beberapa hewan reptil termasuk juga ke dalam ordo squamata. Misalnya yakni pada bangsa ular serta kadal. Ordo ini terdiri atas 3 subordo, salah satunya yakni:

Subordo Lacertilia 

Sumber: dibagi.net
Hewan yang termasuk juga ke dalam subordo ini biasanya mempunyai sisik yang beragam, bercakar serta berbentuk pentadactylus yakni kaki belakang yang terdiri atas 5 jari serta ada selaput renang di antara jari-jari kaki tersebut.

Hewan yang termasuk juga ke dalam subordo ini mempunyai kelopak mata serta lubang telinga. Tidak hanya itu, mereka juga mempunyai lidah yang panjang serta bisa dilontarkan untuk menangkap mangsa, misalnya yakni Bunglon. Adapun rata-rata hewan dari subordo ini dapat bersifat autotomi yakni bisa melepas ekornya saat ada bahaya misalnya Cecak.

Subordo Serpentes 

Sumber: pasypi.net
Bangsa ular adalah bentuk hewan yang termasuk juga ke dalam subordo ini. Subordo ini di kenal dengan keunikannya yakni tidak mempunyai kaki. Ciri yang lain yakni mereka tidak mempunyai kelopak mata hingga kelopak mata tersebut digantikan oleh selaput transparan yang peranannya untuk melindungi mata.

Keunikan lain dari subordo ini yakni mereka mempunyai thermosensor, organ perasa (tactile organ) serta organ Jacobson sebagai reseptornya hingga bangsa ular mempunyai penciuman tajam yang sensitif pada rangsangan kimia di rongga hidungnya.

Beberapa dari bangsa ular mempunyai taring bisa yang fungsinya sebagai pertahanan serta melumpuhkan mangsa.

Subordo Amphisbaenia 

Sumber: aryanurullizardlover10.blogspot.co.id
Subordo Amphisbaenia tidak berkaki namum mempunyai kenampakan seperti cacing lantaran warnanya yang agak merah muda serta sisiknya yang tersusun seperti cincin. Lantaran sering menggunakan waktu di bawah tanah, hingga sedikit informasi yang dapat di dapat dari hewan reptil ini.

Kepalanya menyatu dengan lehernya, tengkorak terbuat dari tulang keras, mempunyai gigi median pada bagian rahang atasnya tidak mempunyai telinga luar serta matanya tersembunyi oleh sisik serta kulit. Badannya memanjang serta sisi ekornya nyaris menyerupai kepalanya, contoh dari hewan ini yakni wormlizards

Ordo Crocodilia 

Sumber: berkahkhair.com
Bangsa buaya adalah termasuk juga dari ordo ini. Ordo crocodilian mempunyai sisik yang tebal serta terbuat dari keratin yang diperkuat dengan lempengan tulang yang disebut dengan skuta sebagai pelindung. Tidak sama dengan ular, sisik pada buaya rontoh satu persatu.

Buaya juga mempunyai otot yang kuat pada ekornya. Kepala pada ordo crocodilian berupa piramida, keras serta kuat disertai dengan gigi yang runcing untuk mencabik-cabik mangsanya. Contoh dari ordo ini yakni Buaya Air Tawar, Buaya Air Asin serta beragam macam bentuk bangsa buaya yang lain.

Ordo Chelonia 

Sumber: opencage.info
Ordo chelonian adalah hewan reptilian yang mempunyai cangkang, tubuh yang pendek serta lebar dilindungi karapas serta plaston, tidak bergigi serta lidah tidak bisa menjulur. Cangkang pada ordo ini adalah sisi dari tulang belakang serta modifikasi dari tulang rusuk yang mempunyai fungsi untuk pertahanan dan perlindungan dari predator.

Nah, cangkang sisi atas dari chelonian disebut juga dengan karapaks sedangkan sisi bawahnya disebut juga dengan plaston. Contoh hewannya yakni Kura-kura serta penyu.

Ordo Rhynchochephalia 

Sumber: bukubiologi.wordpress.com
Dan, ini adalah ordo paling akhir dari kelas reptil. Hewan yang termasuk juga ke dalam ordo ini yakni Tuatara serta satu satunya spesies yang termasuk juga ke dalam ordo ini. Dikabarkan kalau tuatara ini sudah hidup mulai sejak jaman dinosaurus.

Tuatara ini datang dari pulau lepas pantai di Selandia Baru. Ciri-ciri dari tuatara sendiri yakni mempunyai duri yang berderet di sepanjang tulang belakang serta mempunyai mata ketiga yang berperan untuk mengetahui ketidaksamaan antara gelap serta terang.

Sistem Organ Reptil

Sumber: biologimu.com
Sistem organ itu terdiri atas sistem sirkulasi, system pernapasan, system pencernaan, system ekskresi serta yang paling akhir system reproduksi untuk meneruskan keturunannya. System organ itu akan dibahas berikut ini:

System Sirkulasi 

Kelas reptilian mempunyai system sirkulasi yang lebih maju dari kelas amfibi. Jantung reptilian terdiri atas empat ruang yakni atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan serta ventrikel kiri dan satu sinus venosus.

System sirkulasi pada reptil termasuk juga system sirkulasi ganda yang artinya darah yang miskin akan oksigen masuk ke jantung lewat sinus venosus ke atrium kanan lantas ke ventrikel kanan. Lantas darah itu dipompa ke paru-paru.

Dan, darah yang kaya akan oksigen yang datang dari paru-paru masuk ke atrium kiri serta kemudian masuk ke ventrikel kiri. Darah dari ventrikel kiri dipompa keluar lewat aorta menuju semua tubuh.

System pernapasan 

Tidak hanya mempunyai system sirkulasi yang lebih maju dari amfibi, reptil juga mempunyai system pernapasan yang lebih maju juga dari reptil. Biasanya amfibi bernapas memakai paru-paru. Udara dari luar masuk lewat lubang hidung-trakea-bronkus serta paling akhir ke paru-paru.

Anatomis paru-paru dari tiap reptil tidak sama. Pada paru-paru buaya, kadal serta kura-kura lebih kompleks dengan beberapa belahan yang membuat paru-paru tersebut tampak seperti spons. Pada beberapa jenis kadal seperti bunglon afrika, memiliki kantung udara hingga hewan itu bisa melayang di udara.

System pencernaan 

System pencernaan pada reptil terdiri atas beberapa saluran serta kelenjar pencernaan. Dan, saluran itu terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus serta kloaka. Sedangkan kelenjarnya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas serta hati.

Makanan dari mulut yang sudah dilumasi oleh kelenjar ludah masuk ke kerongkongan serta lantas masuk ke lambung. Di lambung makanan ini diolah serta kemudian menuju usus untuk diserap nutrisinya. Nah, sisa sisa dari makanan itu dibuang lewat kloaka dalam bentuk feses (tinja) dengan proses defekasi.

System ekskresi 

System eksresi pada reptil berbentuk ginjal, paru-paru serta kulit serta kloaka. Fungsi ginjal yakni untuk menyaring beberapa zat yang tidak diperlukan sisa hasil metabolisme tubuh serta mengeluarkannya dalam bentuk urine lewat kloaka.

Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berbentuk asam urat yang di keluarkan dalam bentuk setengah padat yang berwarna putih.

System Reproduksi 

System reproduksi pada reptil termasuk unik. Kenapa? Lantaran ada beberapa bentuk reptil yang punya sifat ovipar (bertelur) serta ovovivipar (bertelur-beranak). Contoh dari hewan yang punya sifat ovovivipar yakni pada ular serta beberapa jenis kadal.

Telur-telur ular serta kadal itu menetas dalam tubuh induknya. Akan tetapi makanan mereka didapat dari cadangan makanan yang ada pada telur, berbentuk kuning telur. Ketidaksamaan dengan amfibi yakni fertilisasi terjadi secara internal atau terjadi dalam tubuh betina.

Pada saat musim kawin, penis dari jantan dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovum yang sudah dibuahi akan melalui oviduct serta akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air.

Pada rata-rata bentuk reptil telur itu akan ditinggalkan ditempat yang hangat oleh induknya, sedangkan induknya menjaga telur tersebut dari jauh. Dalam telur ada persediaan kuning telur yang melimpah sebagai cadangan makanan.

Indonesia tidak cuma kaya akan flora serta budayanya. Akan tetapi juga kaya akan faunanya, misalnya pada reptil. Beberapa dari reptil yang sudah di bahas datang dari Indonesia. Indonesia juga mempunyai salah satu spesies reptil yang mendunia serta cuma ada di Indonesia. Reptil itu yakni Komodo. Komodo adalah kadal paling besar di dunia serta terdapat di Pulau Flores, NTT.

Tidak hanya itu, kenyataan unik dari reptil yakni jenis kelaminnya. Pada buaya, telur buaya yang menetas jenis kelaminnya tergantung pada suhu lingkungannya. Bila suhu lingkungannya hangat, bayi-bayi buaya yang menetas berjenis kelamin jantan begitu juga sebaliknya.

Reptil dari bangsa ular bisa bertahan hidup tanpa makan selama berminggu-minggu, bulanan bahkan juga tahunan bergantung seberapa besar mangsa yang di dapat. Hal semacam ini dipicu metabolisme pada tubuh reptil yang berjalan lambat hingga mereka memerlukan bantuan cahaya matahari lewat cara berjemur pada beberapa waktu spesifik.

Peran reptil untuk manusia yakni sebagai predator untuk hama tikus, nilai estetika untuk kulit buaya serta ular, dan sebagai hewan peliharaan untuk beberapa kalangan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Reptil, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Reptil di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Reptil. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia

Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari Departemen Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesies hewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu.

Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah fosil jenis tumbuhan Praaksara, antara lain pohon jeruk, pohon salam, dan pohon rasamala. Selain itu, ada tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan seperti jenis umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran. Tumbuh-tumbuhan tersebut tumbuh liar di hutan.

Fosil-fosil hewan yang ditemukan pada umumnya merupakan hasil evolusi dari hewan-hewan masa sebelumnya. Kondisi hewan pada zaman Praaksara pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan kondisi saat ini. Hewan-hewan masa Praaksara antara lain kera, gajah, kerbau liar, badak, banteng, kancil, babi rusa, monyet berekor, hewan pemakan serangga, trenggiling, dan hewan pengerat. Sebagian dari hewan-hewan tersebut ada yang menjadi hewan buruan manusia Praaksara. Sebagian hewan punah karena ditangkap dan dimakan oleh manusia. Sebagian hewan lainnya masih hidup karena kemampuannya membebaskan dari berbagai gangguan serta dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya.

Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia tentunya perlu kita syukuri dengan menjaga dan melestarikannya. Jika tidak, flora dan fauna tersebut akan terancam punah. Bangsa Indonesia tentu akan mengalami banyak kerugian karena flora dan fauna tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing di alam. Di samping itu, manfaat bagi manusia juga akan hilang jika flora dan fauna tersebut punah.

Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah.  Suhu dan curah hujan yang besar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yang dapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewan yang dapat hidup di daerah tersebut.

Bukti dari pernyataan tersebut dapat kamu bandingkan antara daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Indonesia dan daerah gurun yang curah hujannya sangat kecil. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan keanekaragaman flora dan fauna daerah gurun.

a. Persebaran Flora di Indonesia
Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok Indo-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Perbandingan karakteristik flora yang ada di Indonesia Barat dan Indonesia Timur adalah sebagai berikut.
No.Indonesia BaratIndonesia Timur
1.Jenis meranti-merantian sangat banyakJenis meranti-merantian hanya sedikit
2.Terdapat berbagai jenis rotanTidak terdapat berbagai jenis rotan
3.Tidak terdapat hutan kayu putihTerdapat hutan kayu putih
4.Jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) sedikitBanyak terdapat jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) di Papua
5.Jenis tumbuhan sagu sedikitBanyak terdapat tumbuhan sagu
6.Terdapat berbagai jenis nangkaTidak terdapat berbagai jenis nangka

Berbagai jenis flora tersebut telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sebagai bahan furniture, bahan bangunan, bahan makanan, dan lain-lain. Sebagai contoh, rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kursi, meja, dan perabotan rumah tangga lainnya. Berbagai jenis kerajinan dihasilkan dengan memanfaatkan bahan dari rotan. Sentra penghasil produk kerajinan tersebut banyak berkembang di daerah-daerah tertentu, misalnya di Cirebon dan daerah lainnya di Pulau Jawa.

b. Persebaran Fauna Indonesia
Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia sehingga disebut tipe Australis (Australic). Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia. Fauna tipe ini disebut fauna endemik.
Alfred Russel Wallace (1823-1913) adalah seorang penjelajah dan ahli ilmu alam, geografi,antropologi, dan biologi yang membagi flora dan fauna di Indonesia dua bagian besar. Bagian pertama, yang terletak di bagian barat, memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan flora dan fauna Asia. Bagian timur memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan Australia. Garis yang memisahkan dua bagian flora dan fauna di Indonesia tersebut dikenal dengan nama Garis Wallace membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia barat dan tengah, sedangkan garis Weber membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia tengah dengan timur
1). Fauna Indonesia Bagian Barat
Fauna Indonesia bagian Barat atau tipe asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan lain-lain. Di samping mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak, bunglon, kura-kura, dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang dapat ditemui seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas. Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemui di wilayah ini.
fauna indonesia barat
2). Fauna Indonesia Tengah atau Tipe Peralihan
Fauna Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan atau Austral Asiatic. Wilayah fauna Indonesia Tengah disebut pula wilayah fauna kepulauan Wallace, mencakup Sulawesi, Maluku, Timor, dan Nusa Tenggara serta sejumlah pulau kecil di sekitar pulau-pulau tersebut. Fauna yang menghuni wilayah ini antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi, dan banteng. Selain itu terdapat pula reptil, amfibi, dan berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di daerah ini di antaranya biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam burung yang terdapat di wilayah ini di antaranya maleo, burung dewata, mandar, raja udang, rangkong, dan kakatua nuri.
fauna indonesia tengah
3). Fauna Indonesia Bagian Timur
Fauna Indonesia bagian Timur atau disebut tipe australic tersebar di wilayah Papua, Halmahera, dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang menghuni wilayah ini antara lain kangguru, beruang, walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, pemanjat berkantung (oposum layang), kangguru pohon, dan kelelawar. Di wilayah ini, tidak ditemukan kera. Di samping mamalia tersebut, terdapat pula reptil seperti biawak, buaya, ular, kadal. Berbagai jenis burung ditemui di wilayah ini di antaranya burung cenderawasih, nuri, raja udang, kasuari, dan namudur. Jenis ikan air tawar yang ada di relatif sedikit.
fauna indonesia timur