Showing posts sorted by relevance for query atmosfer. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query atmosfer. Sort by date Show all posts

Pengertian dan Lapisan Atmosfer

Pengertian dan Lapisan Atmosfer. Pengertian Lapisan Atmosfer, Fungsi Atmosfer, Lapisan Troposfer, Lapisan Stratosfer, Lapisan Termosfer, Lapisan Lonosfer, Lapisan Eksosfer, dan Komposisi Penyusunan Atmosfer.

Pengertian Lapisan Atmosfer

Sumber: winterfervent.blogspot.co.id
Lapisan Atmosfer adalah susunan gas yang ada diluar bumi mulai sejak jarak 0 sampai dengan lebih dari 800 kilometer diatasnya. Susunan ini banyak juga mengalami transisi diantara pembatas susunan satu dengan susunan yang lain.

Bukan berupa batas yang kaku serta saklek, tetapi pembatas itu mulai pelan, tidak tebal serta lambat laun dengan ketinggian yang lebih terjadi proses kimia yang lain. Udah banyak sekali study yang mempelajari adanya susunan atmosfer ini.

Dari mulai adanya proses ionisasi, terjadinya banyak muatan listik, adanya aurora, serta fenomena alam yang lain menggambarkan kalau adanya peristiwa alam tidak cuma di bumi. Atmosfer yang cuma kumpulan gas-gas serta susunan ini juga dapat menghasilkan fenomena yang menggiurkan.

Demikian halnya yang ada diluar bumi, ada susunan yang menyelimuti. Susunan tersebut di namakan atmosfer. Susunan ini yang basanya di sebut dengan susunan pelindung planet. Anda pernah mendengar masalah ‘bolongnya susunan ozon’?

Nah itu juga merupakan satu diantara bentuk permasalahan pemicu pemanasan global yang saat ini di khawatirkan. Adanya lubang pada susunan ozon ini akan sangat beresiko untuk makhluk yang tinggal di dalamnya.

Fungsi Atmosfer 

Sumber: lembahilmu.com
Atmosfer mempunyai maksud khusus, yaitu sebagai pelindung bumi sekaligus melindungi stabilitas suhu, cuaca serta kelembapan udara yang ada di dalam bumi. Atmosfer juga dapat menyeimbangkan serta menyetabilkan kondisi yang di bumi dengan luar.

Jadi saat matahari yang penyinarannya ada di atas bumi, dengan pertolongan atmosfer dapat membantu mengurangi cuaca panasnya matahari yang berlebihan.

Tidak hanya itu atmosfer juga membuat perlindungan bumi dari bentrokan atau jatuhan reruntuhan benda-benda dari system tata surya yang bebas tanpa gravitasi diluar angkasa seperti meteor, batuan angkasa yang bebas berjalan-jalan.

Akan sangat beresiko bila susunan ini rusak, bahkan juga hingga berlubang sampai hancur. Manusia serta makhluk hidup yang ada di bumi tidak akan dapat bertahan lama

Berikut ini yaitu bentuk susunan lapisan yang menyelimuti bumi:

Lapisan Troposfer 

Sumber: misykatulanwar.wordpress.com
Susunan yang ada pada jarak 0 sampai dengan 12 kilometer dari muka bumi ini adalah susunan yang paling mendasar serta dekat dengan bumi. susunan inilah yang paling melindungi serta menyetabilkan kondisi bumi. Beberapa fungsi dari susunan ini yaitu:
  • Terjadi fenomena alam 
Di bagian susunan yang paling dekat dengan bumi ini amat memungkinkan terjadinya peristiwa serta fenomena alam paling dekat. Umpamanya terjadi angin yang kencang yang menyebabkan efek akibat kerusakan rimba, hujan, halilintar, berawan. Banyak hubungan manusia terjadi pada susunan ini. Seperti kegiatan pesawat udara.
  • Batas dengan tropopause 
Sesudah susunan troposfer, ada susunan keseimbangan yang menghubungkan dengan susunan atmosfer dalam tingkat lebih tinggi.

Susunan pembatas atau tropopause ini termasuk juga susunan atmosfer yang di nilai konstan. Tetapi pada susunan ini, semua bentuk kegiatan udara seperti oksigen serta karbondioksida udah tidak ada. Automatis mahluk hidup tidak akan dapat untuk tinggal lama di susunan ini
  • Suhu lapisan yang berbeda-beda 
Bentuk bumi yang bulat, tetapi letaknya yang serupa dengan orang rukuk juga mengakibatkan tingkat tingginya susunan juga berbeda beda. Umpamanya seperti jarak permukaan bumi dengan daerah kutub, yaitu cuma setinggi lebih kurang 8 kilometer dengan suhu kelembapan udara lebih kurang -46⁰ celcius.

Lain lagi didaerah yang beriklim sedang mempunyai jarak dengan troposfer sebesar 11 kilometer dengan suhu -50⁰ celcius. Lain lagi dengan daerah yang ada di lokasi garis khayal ekuator atau khatulistiwa mempunyai ketinggian kurang lebih 16 kilometer dengan suhu lebih kurang -50⁰ celcius.
  • Kondisi temperature lapisan troposfer 
Walaupun satu diantara manfaat dari susunan troposfer yaitu menyeimbangkan suhu udara yang ada diluar dengan di dalam bumi, nyatanya temperature di susunan ini tidak konstan. Inilah yang mengakibatkan ketidaksamaan temperature di satu tempat dengan tempat lain berlainan. Bila tempat itu mempunyai posisi yang tinggi, temperaturnya rendah. Demikian juga sebaliknya.

Sub lapisan troposfer: 

  1. Lapisan planet air yang ada di jarak 0 hingga 1 kilometer dengan permukaan bumi 
  2. Lapisan konveksi yang ada di jarak 1 hingga 8 kilometer dengan permukaan bumi 
  3. Lapisan tropopause yang ada pada ketinggian 8 hingga 12 kilometer dari permukaan bumi. 

Lapisan Stratosfer 

Sumber: materipraktis.com
Susunan yang ada di atas sub susunan tropopause, troposfer. Jaraknya dengan susunan permukaan bumi kurang lebih di atas 12 kilometer sampai dengan 60 kilometer.

Di bagian inilah yang populer dengan susunan ozon, yang mana sedang di bicarakan di mana-mana. Masalah bolongnya ozon akibat tingkah global warming memang meresahkan semua makhluk hidup. Beberapa karakteristik susunan ini yaitu:
  • Terdapat lapisan O3 (Ozon) 
Susunan ozon yang kerap diberitakan belakangan ini terdapat di bagian stratosfer. Yaitu ada pada jarak 35 kilometer dari permukaan bumi. Dari susunan inilah diawali terjadinya ketidaksamaan temperature serta tekanan. Susunan ini di nilai sangat penting, sebab dapat menjaga serta melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar ultraviolet.

Seperti pada masalah yang ada pada akhir-akhir ini sebagai bentuk akibat dari global warming, bahwa susunan ozon dikhawatirkan bolong. Sinar ultraviolet yang masuk lewat celah itu, dapat meningkatkan kemungkinan kanker kulit dan penyakit beresiko lain.
  • Terdapat stratopause 
Sama dengan lapisan sebelumnya, antara susunan stratosfer dengan mesosfer juga ada susunan pembatas. Susunan itu mempunyai temperature yang relative konstan dari susunan sebelumnya. Disebut juga dengan susunan stratopause. Suhu serta ketinggian pada susunan atmosfer ini berkisar lebih kurang 50 kilometer di atas permukaan bumi serta 5⁰ celcius.

Sub lapisan stratosfer:

  1. Lapisan isotherm 
  2. Lapisan panas 
  3. Lapisan campuran teratas 
  4. Lapisan Mesosfer 
Lapisan atmosfer yang ada tepat di atas susunan stratosfer. Disebut sebagai susunan mesosfer yang ada pada ketinggian 60 sampai dengan 80 kilometer di atas permukaan bumi. Berikut ini adalah karakteristiknya:
  • Pelindung bumi 
Manfaat paling utama dari susunan ini yaitu pelindung serta penyelamat bumi dari jatuhnya benda benda langit seperti meteor. Caranya lapisan ini melindungi bumi yaitu dengan membakar benda langit itu ketika masuk ke susunan mesosfer. Lantas benda langit itu hangus serta jadi abu saat sebelum sampai di permukaan bumi.
  • Cuaca serta temperature 
Di nilai cukup ekstrim kondisi suhu serta cuacanya, yaitu berkisar antara -50⁰ celcius sampai dengan 70⁰ celcius.
  • Terdapat lapisan mesopause 
Sisi mesosfer yang bersebelahan langsung dengan termosfer yaitu susunan mesopause.

Lapisan Termosfer

Sumber: kakakpintar.com
 Setelah adanya susunan mesosfer, ada susunan yang lebih jauh dari mesosfer. Susunan itu dikenal dengan nama termosfer. Letaknya kurang lebih 80 kilometer sampai dengan 100 kilometer dari permukaan bumi.

Anda pernah lihat aurora? Nah dari sinilah aurora yang indah itu terbentuk. Dari susunan atmosfer bagian termosfer. Berikut ini yaitu karakteristiknya:
  • Kemunculan aurora 
Pada susunan ini terkenal oleh karena adanya proses ionisasi pada atom-atom dan molekulnya. Hal semacam ini mengakibatkan terjadinya beragam macam reaksi yang mengakibatkan penambahan serta pengurangan jumlah electron yang menghasilkan sinar berwarna warni di angkasa.

Seperti proses terjadinya pelangi yang memberi beberapa warna yang indah. Sinar itu akan sangat terlihat di daerah kutub utara serta selatan, yang dikenal dengan nama aurora.
  • Keadaan suhu serta temperature 
Keadaan suhu serta temperature pada susunan ini berkisar antara 40⁰ celcius sampai dengan 1.232⁰ celcius

Lapisan Lonosfer

Sumber: sains.kompas.com
Lantas setelah keberadaan ionosfer, ada susunan yang berjarak dari permukaan bumi kurang lebih 100 kilometer sampai dengan 800 kilometer. Pada susunan inilah seluruh atom serta molekul udara yang ada mengalami proses ionissasi. Itulah alasan kenapa susunan ini disebut dengan susunan ionosfer. Berikut ini yaitu karakteristiknya:
  • Bermuatan listrik 
Susunan ionosfer terjadi sangat banyak proses ionisasi. Hal semacam ini mengakibatkan susunan ini bermuatan listrik akibat adanya proses serta aktivitas ionisasi.
  • Adanya pemantulan Gelombang radio 
Pada susunan ionosfer terjadi proses pemantulan gelombang radio yang berasal dari bumi. Gelombang itu memuat antara lain gelombang panjang serta gelombang pendek yang ada di sub susunan Kennelly serta Appleton. Berkisar dari permukaan bumi kurang lebih 100 kilometer sampai dengan 400 kilometer.

Sub bagian lapisan ionosfer: 

  1. Susunan Kennelly Heavyside atau dikenal dengan susunan E yang ada pada ketinggian 100 kilometer sampai dengan 200 kilometer dari permukaan bumi 
  2. Susunan Appleton atau umum dikenal dengan susunan F yang ada pada jarak 200 kilometer sampai dengan 400 kilometer dari permukaan bumi 
  3. Susunan Atom yang ada pada jarak 400 kilometer sampai dengan 800 kilometer.  

Lapisan Eksosfer

Sumber: langitselatan.com
Inilah pelindung atau susunan atmosfer paling akhir yang menyelimuti bumi. Susunan eksosfer, jadi susunan atmosfer paling jauh dari bumi yang mempunyai rentang jarak diantaranya 800 kilometer sampai dengan 3.260 kilometer.

Di susunan inilah mulai terjadi banyak interaksi serta hubungan antara gas-gas yang ada di dunia luar bumi, dan gas-gas yang membuat atmosfer bumi. Lantaran jaraknya yang teramat jauh dari permukaan bumi, maka kapabilitas gaya gravitasi bumi juga rendah.

Keterangan diatas adalah keterangan tentang beberapa susunan atmosfer. Dan selain beberapa susunan atmosfer, ada beberapa kandungan gas di susunan atmosfer.

Berikut ini yaitu penuturannya:
  • Kandungan Gas Atmosfer 
Pada susunan atmosfer bumi, bumi mempunyai gas dengan kandungan gas yang terdapat di susunan atmosfer. Kandungan gas di bumi ini yang akan membantu melindungi susunan atmosfer.

Berikut ini yaitu keterangan tentang kandungan gas di bumi:
  • Kandungan Gas 
Bumi yang saat ini di tempati mempunyai kandungan gas, diantaranya:
  1. Gas nitrogen dengan kandungan 78,17 % 
  2. Gas oksigen (O2) sebesar 20,97 % 
  3. Gas argon sebesar 0,9 % 
  4. Gas karbon dioksida (CO2) sejumlah 0.0357 % 
Uap air serta beberapa gas pendukung lainnya yang mempunyai kandungan lebih rendah.

Komposisi Penyusunan Atmosfer 

Sumber: vutrav4.blogspot.com
Sesungguhnya apa saja gas-gas yang menyusun atmosfer? Bagaimana dapat ia bekerja dengan baik dalam melindungi bumi kita ini? Berikut ini yaitu komposisi yang di perlukan untuk menyusun sebuah atmosfer bumi:
  1. Nitrogen (gas yang paling banyak ada di bumi) 
  2. Oksigen (gas yang paling di perlukan oleh manusia) 
  3. Argon (gas yang banyak di pakai sebagai pengisi lampu) 
  4. Air (komponen yang paling banyak di bumi) 
  5. Ozon (susunan yang melindungi makhluk hidup dari bahaya radiasi sinar ultraviolet) 
  6. Karbon doksida (gas yang paling di butuhkan oleh tumbuhan)
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Lapisan Atmosfer, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lapisan Atmosfer di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lapisan Atmosfer. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com

Pengertian Pemanasan Global : Penyebab Dan Dampaknya

Pengertian pemanasan global

Pengertian pemanasan global (global warming) banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Pengertian Pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

Penyebab Pemanasan Global karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

Pengertian Pemanasan Global secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

Penyebab Pemanasan Global (Global Warming) - Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

Penyebab Pemanasan Global adalah sebagai berikut :

  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
  • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
  • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
  • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
  • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

Dampak Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :
  • Gunung-gunung es akan mencair 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
  • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
  • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
  • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
  • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
  • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
  • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
  • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
  • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

Pengertian Global Warming : Dampak Dan Penyebab Global Warming

Pengertian Global Warming

Pengertian global warming (pemanasan global global) warming banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Pengertian global warming adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

Penyebab global warming karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

Pengertian global warming secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

Penyebab global warming (Pemanasan Global). Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

Penyebab global warming adalah sebagai berikut :

  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
  • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
  • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
  • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
  • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

Dampak global warming (Pemanasan Global)

Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :

  • Gunung-gunung es akan mencair 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
  • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
  • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
  • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
  • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
  • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
  • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
  • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
  • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

Pengertian Biosfer : Tingkatan Dan Faktor Terjadinya Biosfer

Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer adalah lapisan lingkungan habitat makhluk hidup yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Menurut ilmu Biologi, pengertian biosfer adalah lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan bumi. Menurut Ilmu Geografi, pengertian lapisan tempat tinggal makhluk hidup atau seluruh ruang hidup yang ditempati organisme. Secara etimologi, Istilah biosfer berasal dari dua kata yaitu bio yang berarti makhluk hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi biosfer merupakan lapisan kehidupan (flora dan fauna).

Dalam pengertian luas menurut Geofisiologi, Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksi dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.  Biosfer diperkirakan telah berlangsung di bumi selama 3,5 milliar tahun dari 4,5 milliar tahun usi bumi.

Biosfer secara arti kata terbentuk dari dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang memiliki arti lapisan. Jadi, bila digabungkan biosfer adalah lapisan dimana tempat makhluk hidup itu tumbu atau menjadi habitat bagi makhluk hidup baik manusia, flora dan fauna serta mikroorganisme lainnya. Lapisan biosfer sejajar dengan tiga lapisan atmosfer lainnya yaitu litosfer, hidrosfer dan antroposfer. Ke-empat lapisan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Biosfer sendiri lebih fokus pada kajian mengenai flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia binatang) baik yang ada di daratan, air laut dan air tawar.

Biosfer merupakan lapisan yang sangat tipis dari keseluruhan lapisan bumi, hanya berkisar 9000 meter saja dan merupakan sistem kehidupan dan organisasi terkompleks di dunia bahkan hanya ada satu-satunya yang seperti biosfer di sistem tata surya. Entah di planet lain ada atau tidak namun sepanjang sejarah belum ditemukan yang seperti lapisan biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli 


  • Eduard Suess: Menurut Eduard Sues seorang ahli geoglogi di austria tahun 1875 yang mengatakan bahwa pengertian biosfer adalah tempat pada permukaan bumi dimana kehidupan berdiam. 
  • James Lovelock: Menurut James Lovelock, pengertian biosfer adalah sebuah organisme hidup, yang hidsebut sebagai hipotesa gaia. Hipotesa gaia menjelaskan bagaimana faktor abiotik dan biotik berinteraksi dalam lingkungan. 
  • Vladimir wanouich veinadsky: Biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah bumi. 
  • Jhon Wiley: Menurut Jhon Wiley, pengertian biosfer adalah zona dari planet bumi dimana kehidupan terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer yang lebih rendah. 
  • Michael Allaby: Menurutnya, pengertian biosfer adlaah bagian lingkungan hidup organisme yang ditemukan dan mereka berinteraksi membentuk sistem kelompok yang stabil, efektif untuk keseluruhan ekosistem di planet. 

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Protoplasma, adalah zat hidup dalam sel dan terdiri dari senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, dan sejenisnya. 
  • Sel, adalah satuan dasar organisme yang terdiri dari protoplasma dan inti yang terdapat di membran. 
  • Jaringan, merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.  
  • Organ, yaitu bagian suatu organisme dengan fungsi tertentu, seperti kaki atau telinga pada hewan, dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.  
  • Sistem Organ, adalah kerja sama antara struktural dan fungsional yang harmonis, seperti kerja sama antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.  
  • Organisme merupakan makhluk hidup. 
  • Populasi, adalah kelompok organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah tertentu. Seperti populasi manusia di jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi badak di Ujung Kulon. 
  • Komunitas, adalah semua populasi dari berbagai jenis yang berada di suatu daerah tertentu. 
  • Ekosistem, adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

  • Iklim

Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

  • Kondisi Geologi

Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

  • Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

  • Faktor Biotik

Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru. Pengertian Paru-Paru, Struktur Paru-Paru, Fungsi Paru-Paru, dan Segala Hal yang Berkaitan dengan Paru-Paru akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Pengertian Paru–Paru

Sumber: dedaunan.com
Paru-paru (pulmo) yakni merupakan organ yang bertanggung jawab untuk proses respirasi yang terdiri dari pulmo dekstra (paru kanan) dan pulmo sinistra (paru kiri). Paru-paru sangat penting bagi tubuh manusia, sebab satu diantara peranan paru-paru yakni memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida ketika tubuh menghirup udara.

Struktur Paru–Paru 

Paru yaitu satu di antara organ pada saluran napas bawah yang terletak pada system pernapasan manusia. Dan saat sebelum kita membahas secara detil tentang paru-paru, berikut ini organ lain yang termasuk ke dalam saluran napas bawah yang nantinya berkaitan dengan paru, di antaranya:

Trakea 

Sumber: sridianti.com
Yaitu saluran napas bawah lanjutan dari laring, yang menghantarkan udara menuju ke pulmo untuk mengalami proses difusi. Terdapat di mediastinum (daerah kompartemen yang ada di tengah di antara dua rongga paru di regio thoraks) segi superior dan terdiri dari tracheal ring yang dibuat oleh kartilago (tulang rawan) dan menempati sisi tengah leher.

Trakheal ring ini berbentuk cincin yang tidak sempurna serupa huruf C di mana sisi ujung-ujung yang terbuka pada bagian belakang dihubungkan oleh otot polos (musculus trachealis) serta ada di bagian anterior (depan) dari esophagus (saluran makanan).

Bronkus 

Sumber: budisma.net
Yaitu lanjutan dari trakea berupa saluran konduksi udara dan sebagai tempat difusi oksigen-karbon dioksida di ujung terminal pada bagian yang berkaitan langsung dengan alveolus.

Bronkus principalis (bronkus primer) terdiri dari bronkus principalis dekstra (yang akan menuju ke pulmo dekstra) dan bronkus principalis sinistra (yang akan menuju ke pulmo sinistra). Perbedan bronkus principalis yaitu:
  1. Bronkus principalis dekstra à diameter lebih lebar, ukuran lebih pendek, berjalan lebih vertical 
  2. Bronkus principalis sinistra à diameter lebih kecil, ukuran lebih panjang, berjalan agak horizontal 
Setelah jadi bronkus principalis serta masuk pulmo lewat hilus, lantas bronkus principalis jadi 5 bronkus lobaris (bronkus sekunder) yang masuk lobus pulmo. Pada lobus pulmo dekstra ada 3 lobus yaitu lobus superior, lobus medius dan lobus inferior. Sedangkan pada pulmo sinistra ada 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior.

Masing-masing bronkus lobaris akan bercabang jadi bronkus segmentalis (bronkus tersier) yang akan masuk segmen bronkopulmonal yang dimiliki oleh lobus paru.

Selanjutnya ada 20-25 kali kelipatan percabangan dari bronkus segmental sampai selanjutnya jadi bronkus terminalis yang berikutnya bercabang jadi bronkus respiratorius yang berkaitan langsung dengan 5-6 saccus alveolaris yang dilapisi oleh alveoli (tempat terjadinya difusi oksigen-karbon dioksida).

Alveolus 

Sumber: sites.google.com
Unit fungsional paru-paru yakni kantung udara kecil yang keluar dari bronkiolus yang disebut juga dengan alveoli. Ada lebih kurang 300-400.000.000 alveoli di dalam paru-paru orang dewasa. Diameter rata-rata dari alveolus yakni lebih kurang 200 sampai 300 mikron. Peranan mendasar dari alveoli yakni pertukaran gas.

Susunan alveoli yakni tempat di mana pertukaran gas sepanjang respirasi berjalan. Susunan ini dikelilingi oleh kapiler yang membawa darah. Pertukaran karbon dioksida dalam darah dari kapiler ini terjadi lewat dinding alveolus.

Alveoli mulai bertindak ketika kita menghirup udara lewat lubang hidung kita. Udara melalui rute yang panjang yang terdiri dari beragam macam organ pada sistem pernapasan. Organ-organ ini termasuk juga saluran hidung, faring, laring, trakea, bronkus paling utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus serta selanjutnya mencapai alveolus lewat kantung udara kecil.

Udara mempunyai kandungan oksigen yang diserap oleh darah mengalir lewat kapiler. Oksigen ini lalu diteruskan ke sistem peredaran darah, sampai merampungkan siklus pertukaran gas.

Sampai di paragraf ini, sudah cukup jelas ya pembahasan tentang organ-organ pada saluran napas bawahnya? Selanjutnya akan saya paparkan mengenai susunan paru sebagai organ akhir dari sistem pernapasan manusia.

Paru-paru ada di dalam rongga dada sisi atas, di bagian samping dibatasi oleh otot serta rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.

Paru pada orang yang sehat berupa organ yang ringan, kenyal, dan seperti spon (karena terisi oleh udara). Paru kanan dan paru kiri menempati cavum thoraks (rongga dada) yang satu diantaranya dipisahkan oleh ruang yang disebut juga dengan mediastinum.
Sumber: aryhani97.blogspot.co.id

Paru kanan 

memiliki 3 lobus (belahan paru) yaitu lobus superior (atas), lobus medius (tengah), dan lobus inferior (bawah). Pada lobus inferior dipisahkan oleh 2 fissura yaitu fissure horizontal dan fissure oblique.

Paru kiri 

Memiliki 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior yang dipisahkan oleh 1 fissura yaitu fissure oblique.

Ukuran paru kanan lebih besar dan berat dibanding dengan paru kiri, sedangkan paru kanan lebih pendek dan lebar lantaran kubah diafragma segi kanan yang lebih tinggi dibanding segi kiri.
Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis yaitu pleura.

Pleura terdiri jadi pleura viseralis dan pleura pariental di mana di antara kedua pleura ini ada rongga yang disebut juga dengan kavum pleura. Pleura viseralis yaitu selaput yang langsung membungkus paru sedangkan pleura parietal yaitu selaput yang menempel pada rongga dada.

Pada keadaan normal kavum pleura ini vakum/hampa udara sampai paru-paru dapat berkembang kempis. Antara selaput luar dan selaput dalam ada rongga memuat cairan pleura yang berperan sebagai pelumas paru-paru hingga menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada di mana pada saat bernafas bergerak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, satu diantara peranan paru-paru yakni untuk memasukkan O2 ke dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 keluar tubuh, tubuh membutuhkan proses meliputi inspirasi serta ekspirasi.

Inspirasi yakni gerakan dari atmosfer ke dalam paru, sedangkan ekspirasi yakni gerakan dari dalam paru ke atmosfer. Agar proses ventilasi dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan peranan yang baik pada otot pernapasan dan elastisitas jaringan paru. Otot-otot untuk proses pernapasan dibagi jadi dua yaitu:
  1. Otot inspirasi (Otot Saat Menarik Napas) terdiri atas, otot interkostalis eksterna, sternokleidomastoideus, skalenus dan diafragma. 
  2. Otot-otot ekspirasi (Otot Saat Menghembuskan Napas) terdiri atas rektus abdominis dan interkostalis internus 

Fungsi Paru–Paru

Sumber: paru-paru.com
Peranan paling penting paru-paru yaitu untuk pertukaran gas antara darah dan atmosfer. Pertukaran gas itu memiliki maksud untuk siapkan oksigen untuk jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida. Udara masuk ke paru-paru lewat sistem berupa pipa yang menyempit (bronchi dan bronkiolus) yang bercabang di kedua belah paru-paru paling utama (trachea).

Pipa itu berakhir di gelembung-gelembung paru-paru (alveoli) yang disebut juga dengan kantong udara paling akhir di mana oksigen dan karbondioksida dipindahkan dari tempat di mana darah mengalir. Untuk melakukan fungsi itu, pernapasan dapat dibagi jadi empat mekanisme mendasar, yaitu:
  1. Ventilasi yaitu proses masuk dan keluarnya udara/oksigen antara alveoli dan atmosfer 
  2. Difusi yaitu proses perpindahan oksigen dari alveoli ke dalam pembuluh darah dan berlaku juga sebaliknya untuk karbondioksida 
  3. Transport yaitu proses perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan pertolongan aliran darah
Pengaturan ventilasi 

Faktor-faktor yang dapat merubah peranan paru yakni:

Umur 

Kekuatan otot maksimal pada usia 20-40 th. dan dapat berkurang sejumlah 20% setelah usia mencapai 40 tahun. Selama proses penuaan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru

Jenis kelamin

Peranan ventilasi pada lelaki lebih tinggi 20-25% dari pada wanita, karena ukuran anatomi paru lelaki lebih besar dibanding wanita. Tidak cuma itu, aktivitas lelaki lebih tinggi sehingga recoil dan compliance paru telah terlatih.

Tinggi badan serta berat badan 

Seseorang yang memiliki tubuh tinggi dan besar, peranan ventilasi parunya lebih tinggi dari pada orang yang bertubuh kecil pendek.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Paru-Paru di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Paru-Paru. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan. Pengertian Awan, Jenis – Jenis Awan, Bentuk – Bentuk Awan, Macam – Macam Ketinggian Awan, Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Awan yang Menyebar Luas di Langit, Awan yang Menggumpal. Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, dan Awan Vertikal.

Pengertian Awan

Sumber: laskarmazaya.blogspot.co.id
Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi lantaran adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada di dalam udara sesudah melampaui keadaan titik jemu. Awan adalah cikal bakal terjadinya huja, tetapi hal itu juga bergantung dari musim.

Saat sebelum kita menjelaskan tentang Bentuk atau Jenis Awan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi lantaran di dalam Udara senantiasa terdapat uap air. Jika uap air itu meluap jadi titik-titik air, terbentuklah awan.

Peluapan ini terjadi lewat cara: 

Jika udara panas, semakin banyak uap yang terdapat di dalam udara lantaran air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, sampai samapai pada satu susunan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair serta terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tidak terhingga banyaknya.

Suhu udara tidak berubah, namun kondisi atmosfer lembap. Udara semakin lama akan jadi makin penuh dengan uap air.

Setelah Awan udah terbentuk dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut ini Prosesnya:
Jika awan udah terbentuk, titik air dalam awan akan jadi makin besar serta awan itu akan jadi makin berat, dan perlahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah hingga satu kondisi titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah serta turunlah sebagai hujan.

Awan juga mempunyai banyak Bentuk, hal itu lantaran ada beragam hal yang memengaruhi proses pembentukannya, Berikut ini Proses Terbentuknya Beberapa Jenis Bentuk Awan: 

Akan tetapi seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, titik-titik itu akan menguap serta lenyaplah awan itu. Inilah yang mengakibatkan awan itu senantiasa berubah-ubah wujudnya.

Air yang ada di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Ini juga hal yang mengakibatkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Saat sebelum kita menuturkan tentang Bentuk atau Jenis Awan ada baiknya kita tahu terlebih dulu bentuk bentuk awan, bersumber pada bentuknya Awan terbagi jadi 3 yakni: 
  1. Sirrus, yakni awan yang berwujud halus serta memiliki serat seperti bulu ayam. Awan ini tidak bisa menyebabkan hujan. 
  2. Stratus, yakni awan yang tidak tebal serta menyebar luas sehinga menutupi langit secara merata. 
  3. Kumulus, yakni awan yang bentuknya bergumpal-gumpal serta dasarnya horizontal.  
Beberapa Jenis Awan. Sesuai sama hasil kongres internasional yang diselenggarakan di munchen (Jerman) tahun 1802 serta Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan digolongkan dalam 4 kelompok paling utama, yakni awan tinggi, awan sedang, awan rendah, serta awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik (Awan Tinggi)

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian pada 5.00 - 1.500 m. Beberapa macam bentuk awan udara naik yaitu sebagai berikut ini:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni) 
Sumber: apakabardunia.com
Awan CumuloNimbus (KumuloNimbus) adalah awan yang menyebabkan hujan dengan kilat guntur. Umumnya awan Sirostratus ada di atas awan Kumulonimbus. Hal semacam ini biasa terjadi pada saat angin ribut.

Ciri-Ciri Awan KumuloNimbus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan KumuloNimbus kisaran antara 2.000 - 16.000 m 
  2. Awan ini Berwarna putih/gelap serta menyebabkan hujan dengan kilat serta guntur. 
  3. Awan ini terkait erat dengan hujan deras, badai. tornado serta petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Sumber: wikipedia.org
Awan Kumulus (Cumulus) adalah awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari lantaran udara naik. Bila bertemu dengan matahari tampak jelas apabila memperoleh cahaya cuma sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri-Ciri Awan Kumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Dasar ketinggian awan ini biasanya 1.000 m serta lebar 1 km. 
  2. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Tampak gumpalan putih atau sinar kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berwujud garis besar yang tajam serta dasar yang datar. 
Kelompok Awan Rendah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km. Beberapa macam bentuk awan rendah yaitu sebagai berikut ini:

Awan NimboStratus (Ni-St) 
Sumber: hadzrin.com/
Awan NimboStratus adalah awan yang memiliki bentuk tidak menentu, tepinya compang-camping tidak beraturan serta berwarna putih kegelapan dan penyebarannya cukup luas. Awan ini menyebabkan hujan gerimis.

Ciri-Ciri Awan NimboStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 
  2. Ketinggian Awan NimboStratus antara 6.00 - 3.000 meter 
  3. Di Indonesia awan ini cuma menyebabkan gerimis. 
  4. Memiliki bentuk tidak menentu dengan tepi compang-camping. 
Awan Stratus (St) 
Sumber: satujam.com
Awan Stratus adalah awan rendah serta luas dengan tinggi ada di bawah 2.00 m. Susunan melebar seperti kabut serta berlapis-lapis. Antara kabut serta awan stratus pada intinya tidak berbeda.

Ciri-Ciri Awan Stratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Lapisannya melebar seperti kabut serta berlapis. 
  2. Awan ini cukup rendah serta amat luas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2.000 m. 
Awan StratoKumulus (St-Cu) 
Sumber: rafiqamarsha.blogspot.co.id
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) adalah awan yang berupa bola serta mempunyai susunan tipis yang kerap menutupi langit hingga terlihat seperti gelombang lautan. awan ini adalah bentuk yang tidak menyebabkan hujan

Ciri-Ciri Awan StratoKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang serta senja jika atmosfer stabil. 
  2. Ketinggian Awan StratoKumulus ada di bawah 2.000 meter 
  3. Susunan awan ini tipis serta tidak menghasilkan hujan. 
  4. Awan ini tampak seperti bola-bola yang kerap menutupi daerah semua langit, hingga terlihat seperti gelombang. 
Kelompok Awan Menengah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang beragam, di mana pada lokasi beriklim sedang terdapat pada ketinggian 2-7 km, pada lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 2-8 km serta lokasi yang terdapat di kutup utara terdapat di ketinggian 2-4 km. Beberapa macam bentuk awan menengah yaitu sebagai berikut ini:

Awan AltoStratus (A-St) 
Sumber: puffydevil.blogspot.co.id
Awan AltoStratus adalah awan yang berupa luas dengan warna kelabu, hingga pada matahari serta bulan terlihat jelas.

Ciri-Ciri Awan AltoStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan AltoStratus ini terbentuk pada saat senja serta malam hari lantas menghilang ketika matahari terbit di awal pagi 
  2. Awan ini berwarna kekelabuan serta meliputi hampir semua sisi langit (luas). 
  3. Ketinggian Awan AltoStratus ada di antara 2000 - 7000 m. 
  4. Awan AltoStratus menghasilkan hujan kalau dalam jumlah yang cukup tebal. 
Awan AltoKumulus (A - Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) adalah awan yang berwujud kecil-kecil serta berjumlah banyak. Biasanya berupa bola yang agak tebal, berwarna putih hingga pucat serta ada sisi yang kelabu. Awan ini bergerombol serta sama-sama berdekatan hingga terlihat kalau awan ini saling bergandengan.

Ciri-Ciri Awan Altokumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada saat senja. 
  2. Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak 
  3. Ketinggian Awan Altokumulus ada di antara 2.000 - 7.000 m. 
  4. Sebagian Tiap elemen tampak jelas tersisih antara satu serta yang lain dengan warna keputihan serta kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus. 
  5. Umumnya berupa seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol serta kerap berdekatan hingga terlihat saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang bermacam. Apabila di lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 6-18 km, pada lokasi yang beriklim sedang awan ini ada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di lokasi kutub, awan ini terdapat pada ketinggian 3-8 km. Beberapa macam bentuk awan yang termasuk awan tinggi yaitu sebagai berikut ini:

Awan SiroKumulus (Ci-Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) adalah awan yang terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es dan berwujud seperti segerombolan domba serta kerap menimbulkan bayangan.

Ciri-Ciri Awan SiroKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan SiroKumulus ada di antara 6.000 - 12.000 m. 
  2. Memiliki bentuk seperti terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es hingga memiliki bentuk seperti sekumpulan domba dan kerap menyebabkan bayangan 
Awan Sirus (Ci) 
Sumber: erfindimasfernanda.blogspot.co.id
Awan Sirus (Cirrus) adalah awan halus dengan susunan seperti serat serta berupa seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, hingga terlihat bertemu satu atau dua titik horizon, serta kerap terdapat kristal es.

Ciri-Ciri Awan Sirrus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. 
  2. Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora. 
  3. Awan ini terbagi dalam halbor air yang terjadi dikarenakan suhu sangat dingin di atmosfer. 
  4. Awan ini halus, serta berstruktur seperti serat serta memiliki bentuk serupa bulu burung. Awan Sirrus juga kerap tersusun seperti pita yang melengkung di langit, hingga seolah-olah terlihat bertemu pada satu atau dua titik horizon 
  5. Ketinggian Awan Sirus ada di atas 5.500 m. 
  6. Awan ini tidak menyebabkan hujan. 
Awan Sirostratus (Ci-St) 
Sumber: wikipedia.org
Awan Sirostratus (Cirrostratus) adalah awan yang berwujud seperti kelambu putih yang halus serta rata dengan menutup semua langit hingga terlihat cerah atau tampak seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur. Awan Sirostratus kerap menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan. Hal semacam ini kerap terjadi di musim kering.

Ciri-Ciri Awan Sirostratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini dapat menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan yang umumnya terjadi di musim kemarau. 
  2. Ketinggian Awan Sirostratus ada di atas 6.000 m. 
  3. Awan Sirostratus susah dideteksi. Tetapi oleh karena adanya awan ini, umumnya mengisyaratkan datangnya front panas. hal itu memberikan indikasi akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi 
  4. Memiliki bentuk seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup semua langit hingga tampak cerah, dapat pula terlihat seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur.
Dan itulah pembahasan kami mengenai 10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jenis dan Kelompok Awan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Awan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 
2 Contoh Teks Laporan Tentang Alam Sekitar (Terbaru)

2 Contoh Teks Laporan Tentang Alam Sekitar (Terbaru)


Contoh Teks Laporan Tentang Alam Sekitar - Pada artikel sebelumnya kita pernah membahas tentang teks laporan dan teks deskripsi. Berkaitan dengan materi lalu tentang teks laporan, kali ini kita akan membahas teks laporang melaui contoh-contoh. Sebelum kita lebih jauh mempelajari tentang teks laporan, sebaiknya kita sedikit mengulas materi sebelumnya tentang teks laporan.




Teks laporan adalah teks yang berisikan klasifikasi / penjabaran yang memiliki sifat umum berkaitan dengan suatu hal berdasarkan hasil observasi / penelitian. Teks laporan juga  bisa disebut sebagai teks klasifikasi yang di dalamnya terdapat pengelompokan terhadap suatu hal di dalam teks. Berikut contoh-contoh teks laporan tentang alam sekitar!




Contoh 1:




Jenis-Jenis Sampah




Sesuatu yang sudah tidak dapat digunakan lagi, atau barang bekas pakai yang tak berguna, dan segala sesuatu yang berasal dari aktivitas manusia yang sudah tak digunakan lagi bahkan merugikan jika tak dibuang disebut sampah. Ditinjau dari jenisnya sampah dibedakan menjadi 2 jenis yakni sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan jenis sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti daun-daunan pohon, bangkai hewan, sisa-sisa pemotongan kayu dan lain-lain. Sampah organik bisa membusuk dan dapat terurai oleh bakteri pengurai. Selanjutnya sampah anorganik adalah sampah yang yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri pengurai, seperti sampah jenis plastik, jenis karet, dan logam.




Sampah dikelompokkan menjadi dua bentuk berdasarkan fisiknya yakni sampah bentuk padat dan sampah bentuk cair. Sampah bentuk padat adalah segala jenis barang buangan yang memiliki wujud fisik berupa benda padat berupa besi, kabel, kaleng, botol, plastik, dan lain-lain. Sampah yang memilki bentuk padat ini sangat mungkin didaur ulang dengan cara dileburkan hingga menjadi partikel kecil yang kemudian dijadikan bahan dasar untuk industri. Sampah bentuk Cair  adalah jenis sampah yang memiliki bentuk fisik berupa zat cair. Biasanya sampah cair ini berasal dari industri rumah tangga atau idustri besar berupa limbah. Limbah merupakan sampah yang sangat mengganggu dan berpotensi merusak kelestarian alam.




Perlu disadari bahwa berkembangnya peradaban umat manusia yang memicu perilaku konsumtif sehingga menghasilkan barang buangan yang begitu besar. Dalam sehari tiap orang di seluruh dunia berpotensi menghasilkan sampah seberat 2kg. Bila dalam satu komplek terdapat 1000 orang maka di tempat tersebut memiki potensi timbunan sampah sebanyak 2000 kg / harinya. Jika hal ini terus dibiarkan, maka permasalahan sampah ini akan menjadi malapetaka bagi kehidupan manusia. Dampak dari sampah bisa berupa banjir dan berkembangnya segala macam penyakit. Untuk itu diperlukan adanya penanggulanagan untuk mengurangi timbunan sampah dengan cara mengurangi perilaku konsumtif yang berlebihan, daur ulang sampah anorganik dan mendayagunakan sampah organik menjadi pupuk hijau dan lain-lain.




Advertisement






Contoh 2 :




Pemanasan Global




Pemanasan global atau biasa disebut dengan istilah global warming merupakan proses meningginya suhu bumi setiap tahunnya yang diakibatkan oleh meningkatnya gas buang karbon yang berasal dari kegiatan industri, pembakaran bahan bakar, penggunaan listrik dan lain-lain. Pemanasan global terjadi akibat adanya efek gas rumah kaca yang berupa gas karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), gas metan dan lain-lain. Gas-gas inilah yang menimbulkan  Greenhouse effect  atau efek gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga sinar uv matahari sebagian besar tertahan dalam atmosfer. Hal ini yang menyebabkankenaikan suhu rata-rata di bumi. Dalam jangka pendek hal tersebut dapat mengakibatkan naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dan selatan. 




Pemanasan global juga diakibatkan oleh penguraian ozon (O3) menjadi oksigen (O2) dan unsur O, sehingga ozon yang tidak bisa menangkal sinar UV matahari dan secara langsung menembus permukaan bumi. Akan tetapi peyebab utama dari pemanasan global adalah efek rumah kaca yang telah dijelaskan di atas.Efek rumah kaca juga dapat disebabkan oleh perilaku manusia seperti penebangan pohon, pemakaian lsitrik yang berlebihan, pembakaran bahan bakar, dan lain-lain sehingga menimbulkan jejak karbon yang menumpuk di atmosfer bumi.




Demikian contoh teks laporan tentang alam sekitar. Mudah-mudahan dapat menjadi sesuatu yang baik untuk referensi pembelajaran. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!




Sumber :



http://arifin081183.blogspot.co.id/2015/02/tugas-makalah-bahasa-indonesia-tentang.html


Lingkungan Hidup dan Upaya Pelestarian


Pengertian Lingkungan

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Lingkungan Hidup


Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur Hayati (Biotik)

Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik.

2. Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial.

3. Unsur Fisik (Abiotik)

Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi.

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de

Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:

  • Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
  • Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Menjamin pemerataan dan keadilan.
  • Menghargai keanekaragaman hayati.
  • Menggunakan pendekatan integratif.
  • Menggunakan pandangan jangka panjang.

Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:

  • Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
  • Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
  • Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:

  • Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
  • Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  • Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai   Dampak Lingkungan).
  • Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, 
dengan tujuan pokoknya:

  1. Menanggulangi kasus pencemaran.
  2. Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
  3. Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
  4. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah

Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:

  • Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)


Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.


  • Pelestarian udara


Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:

  1. Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis.
  2. satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.
  3. Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara.Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

  • Pelestarian hutan


Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:

  1. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
  2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
  3. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
  4. Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
  5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.


  • Pelestarian laut dan pantai


Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:

  1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
  2. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
  3. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
  4. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.


  • Pelestarian flora dan fauna


Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:

  1. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
  2. Melarang kegiatan perburuan liar.
  3. Menggalakkan kegiatan penghijauan.

Apa Yang Di Maksud Dengan Biogas ?


Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. GAS LANDFILL Gas landfill adalah gas yang dihasilkan oleh limbah padat yang dibuang di landfill. Sampah ditimbun dan ditekan secara mekanik dan tekanan dari lapisan diatasnya. Karena kondisinya menjadi anaerobik, bahan organik tersebut terurai dan gas landfill dihasilkan. Gas ini semakin berkumpul kemudian perlahan-lahan terlepas ke atmosfer. Hal ini menjadi berbahaya karena: Dapat menyebabkan ledakan Pemanasan global melalui metana yang merupakan gas rumah kaca Material organik yang terlepas (volatile organic compounds) dapat menyebabkan (photochemical smog)

Biogas adalah gas yang dihasilkan sebagai produk sampingan fermentasi anaerobik atau gasifikasi.Sebagian negara mulai secara serius menggarap biogas sebagai sumber energi bersih potensial.

India dan Cina merupakan contoh negara yang sudah berinvestasi secara ekstensif dalam teknologi biogas untuk menyediakan bahan bakar bagi warga mereka.Bahan baku dasar untuk biogas adalah bahan organik seperti sisa makanan dan kotoran yang disimpan dalam kondisi anaerob.

Tempat penyimpanan bisa berupa tangki penyimpanan yang tidak berventilasi hingga perangkat yang dirancang khusus untuk menghasilkan gas.
Perangkat untuk menghasilkan biogas (metana) dikenal sebagai biogas digester atau anaerobic digester.Kondisi tanpa udara ini akan menarik bakteri anaerob, yang mulai menguraikan bahan organik tersebut dan menghasilkan metana serta karbon dioksida sebagai produk sampingan.Gas lain yang bisa dihasilkan meliputi hidrogen, nitrogen, dan karbon monoksida yang diperoleh melalui gasifikasi biomassa seperti kayu atau sekam padi.

Gas yang diproduksi melalui fermentasi anaerob atau gasifikasi memiliki sifat mudah terbakar sekaligus memiliki bau menyengat.Namun biogas tidak selamanya bermanfaat. Kebocoran metana dari tempat pembuangan sampah merupakan masalah serius yang perlu diatasi.

Kebakaran atau ledakan spontan yang disebabkan oleh akumulasi gas sering terjadi di tempat pengolahan atau pembuangan sampah.Namun, biogas yang dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat besar. Biogas lazim digunakan untuk menyalakan kompor, sebagai pemanas ruangan, dan aplikasi lain.

Biogas yang dimanfaatkan juga mencegah metana mencapai atmosfer yang bisa berpengaruh pada lingkungan.Kemampuan untuk mengubah produk limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat tidak hanya bernilai ekonomis melainkan juga memiliki nilai lingkungan.

Dengan mengubah biomassa menjadi biogas, berarti berbagai masalah seperti sampah dan limbah bisa turut dikurangi.

Manfaat Biogas 


  1. Manfaat biogas yang pertama yaitu dapat mengurangi penggunaan dari gas LPG, hal ini dapat saja dilakukan karena gas metana yang terkandung di dalam biogas dapat digunakan sebagai pembakaran seperti halnya yang terdapat di dalam gas LPG.
  2. Manfaat Biogas yang kedua ialah lingkungan menjadi lebih bersih dan indah, hal ini terjadi karena memanfaatkan limbah dan kotoran untuk dijadikan bahan pembuat biogas.
  3. Manfaat Biogas yang ketiga adalah dapat menghemat biaya operasional rumah tangga, dengan mengganti bahan bakar minyak dan gas yang relatif lebih mahal dengan penggunaan biogas.
  4. Manfaat biogas selanjutnya yaitu limbah digester dari biogas dapat kita manfaatkan sebagai pupul organik, baik yang berupa cair maupun padat bagi pertanian.
  5. Manfaat biogas berikutnya adalah biogas dapat berkonstribusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, pengurangan emisi ini terjadi karena kurangnya pemakaian bahan bakar minyak dan kayu.
  6. Manfaat biogas selanjutnya ialah biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif yang dapat menghasilkan listrik untuk menggantikan penggunaan solar. Bahan bakar biogas ini dapat menghasilkan sekitar 6000 watt per jamnya dengan menggunakan sekitar 1 meter kubik biogas.
  7. Biogas juga bermanfaat untuk mengurangi asap dan kadar karbon dioksida di udara.


Energi yang disediakan oleh biogas dapat digunakan untuk menyediakan panas, menghasilkan listrik, atau bahan bakar kendaraan. Energi biogas telah digunakan di kedua negara maju dan berkembang, dan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, meskipun tidak hadir dengan beberapa kelemahan.

Bentuk energi dibuat ketika bakteri dan mikroorganisme lainnya memecah dan memakan bahan organik tanpa adanya oksigen, proses yang dikenal sebagai pencernaan anaerobik. Saat pencernaan anaerobik merupakan fenomena alam, perangkat buatan manusia yang dikenal sebagai digester yang digunakan untuk mengoptimalkan hasil. Pembuatan yang tepat gas bervariasi tergantung bahan dan jenis digester, tetapi gas primer umumnya metana, gas rumah kaca yang potensial.

Energi biogas dapat diproduksi dari berbagai jenis bahan organik. Di AS, beberapa petani menggunakan biogas dari kotoran sapi atau babi untuk daya pertanian mereka, dan bahkan menjual listrik ekstra untuk perusahaan utilitas. Di Eropa, Amerika Utara, dan bagian lain dari dunia, gas lahan TPA yang lain dapat menyebabkan pencemaran ditangkap dan digunakan untuk menghasilkan listrik.

Di negara-negara berkembang seperti China dan India, energi biogas digunakan oleh peternakan kecil dan rumah tangga untuk pemanasan dan memasak. Ini digester dapat diberi makan dengan sesuatu dari sampah rumah tangga ke limbah, yang dapat meningkatkan kondisi sanitasi di daerah di mana infrastruktur modern tidak tersedia. Selain itu, proses pencernaan anaerobik dapat menghasilkan endapan kompos seperti itu membuat pupuk yang baik.

Metana juga terjadi menjadi komponen utama dalam gas alam, dengan pemurnian sedikit, energi biogas dapat menambah atau mengganti bahan bakar fosil tanpa infrastruktur atau peralatan baru. Setelah dimurnikan, biogas dapat disuntikkan langsung ke jaringan pipa gas alam yang ada. Hal ini memungkinkan biogas, kadang-kadang dikenal sebagai biometana dalam bentuk yang ditingkatkan, untuk digunakan dalam pembangkit listrik tenaga gas alam. Ini juga berarti bahwa mobil dan truk dirancang untuk berjalan pada gas alam dapat menggunakan biogas sebagai bahan bakar.

Biogas juga dapat digunakan dalam program kompensasi karbon. Dalam banyak kasus, produsen energi biogas membakar metana dan gas rumah kaca lainnya yang seharusnya dapat dilepaskan ke atmosfer. Selain produktif penghasilan dari pembangkit listrik, produsen ini, apakah petani tunggal atau sebuah perusahaan besar, bisa menjual nilai karbon untuk utilitas listrik dan perusahaan lain.

Seperti halnya dengan semua sumber energi, biogas memang memiliki kelemahan. Meskipun dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, biogas tidak sepenuhnya bebas polusi. Karena digester ini dirancang untuk menjadi ramah terhadap bakteri, ada potensi untuk pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Metana mudah meledak, dan tindakan pencegahan harus diambil ketika menangani atau pengangkutan itu. Namun, banyak keuntungan dari energi biogas malahan berarti penggunaannya kemungkinan akan terus meningkat di seluruh dunia