Showing posts sorted by relevance for query bagian bagian mata. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query bagian bagian mata. Sort by date Show all posts

Macam – Macam Alat Optik

Macam – Macam Alat Optik. Pengertian Alat Optik, Penjelasan dari Tiap-Tiap Alat Optik, Bagian-Bagian yang ada dalam sebuah Alat Optik, Alat Optik Terbaik, Alat Optik dan Fungsinya, Kegunaan dari Tiap-Tiap Alat Optik, Jenis Alat Optik yang ada di sekitar kita, dan penjelasan lain mengenai seluk beluk Alat Optik.

Pengertian Alat Optik

Sumber: jost-kraemer.de
Alat optik adalah alat yang bekerja bersumber pada prinsip cahaya. Alat optik membuat hidup manusia lebih gampang serta memiliki arti. Anda bisa menikmati keindahan alam semesta, mengabadikan beberapa momen terindah pada lembaran photo, atau bahkan juga dapat membuat sehelai rambut di kepala jadi tampak sebesar lengan.

Macam-Macam Alat Optik 

Mata 

Sumber: inikaryaku.com
Tiap manusia mempunyai alat optik tercanggih yang pernah ada, yakni mata. Mata adalah bagian dari panca indera yang berperan untuk melihat.

Mata membantu kita menikmati keindahan alam, melihat teman-teman, mencermati benda-benda di sekitar, serta ada banyak lagi yang bisa kita nikmati lewat mata. Cobalah bayangkan apabila manusia tidak memiliki mata atau mata kita buta, jelas dunia ini tampak gelap gulita.

Beberapa Bagian Mata 

Jika dilihat, nyatanya mata terdiri atas beberapa sisi yang masing-masingnya memiliki kegunaan berbeda-beda namun saling mensupport. Bagian-bagian mata yang penting itu, diantaranya, kornea, pupil, iris, aquaeus humour, otot akomodasi, lensa mata, retina, vitreous humour, bintik kuning, bintik buta, serta saraf mata.

Kornea, Kornea adalah sisi luar mata yang tidak tebal, lunak, serta transparan. Kornea berperan menerima serta melanjutkan sinar yang masuk pada mata, dan melindungi sisi mata yang sensitif di bawahnya.

Pupil, Pupil adalah celah sempit berupa lingkaran serta berperan supaya sinar bisa masuk ke dalam mata.

Iris, Iris yaitu selaput berwarna hitam, biru, atau coklat yang berperan untuk mengatur besar kecilnya pupil. Warna inilah yang Anda lihat sebagai warna mata seseorang.

Aquaeus Humour, Aquaeus humour adalah cairan di depan lensa mata untuk membiaskan sinar ke dalam mata.

Otot Akomodasi, Otot akomodasi yaitu otot yang melekat pada lensa mata serta berperan untuk mengatur tebal serta tipisnya lensa mata.

Lensa Mata, Lensa mata berbentuk cembung, memiliki serat, elastis, serta bening. Lensa ini berperan untuk membiaskan sinar dari benda agar terbentuk bayangan pada retina.

Retina, Retina yaitu sisi belakang mata yang berperan sebagai tempat terbentuknya bayangan.

Vitreous Humour, Vitreous humour yaitu cairan di dalam bola mata yang berperan untuk melanjutkan sinar dari lensa ke retina.

Bintik Kuning, Bintik kuning yaitu sisi dari retina yang berperan sebagai tempat terbentuknya bayangan yang jelas.

Bintik Buta, Bintik buta yaitu sisi dari retina yang jika bayangan jatuh di bagian ini, maka bayangan terlihat tidak jelas atau kabur.

Saraf Mata, Saraf mata befungsi untuk melanjutkan rangsangan bayangan dari retina menuju ke otak.

Proses terlihatnya benda oleh mata yakni benda yang ada di depan mata memantulkan sinar. Sinar itu masuk ke mata lewat pupil yang lantas akan dibiaskan oleh lensa mata hingga terbentuk bayangan pada retina. Oleh saraf, bayangan tadi diteruskan ke pusat saraf (otak), hingga Anda terkesan melihat benda.

Daya Akomodasi Mata 

Bola mata Anda memiliki bentuk tetap, hingga jarak lensa mata ke retina juga tetap. Hal semacam ini memiliki arti jarak bayangan yang dibentuk lensa mata senantiasa tetap, walau sebenarnya jarak benda yang kita saksikan tidak sama.

Bagaimana agar kita tetap bisa melihat benda dengan jarak bayangan yang terbentuk tetap, walaupun jarak benda yang dilihat berubah? Jelas kita mesti merubah jarak fokus lensa mata, dengan cara merubah kecembungan lensa mata.

Hal inilah yang mengakibatkan kita dapat melihat benda yang mempunyai jarak tidak sama tanpa mengalami kesulitan. Kapabilitas ini adalah karunia Tuhan yang hingga saat ini manusia belum dapat menirunya.

Lensa mata bisa mencembung maupun memipih secara automatis lantaran adanya otot akomodasi (otot siliar).

Untuk melihat benda yang letaknya dekat, otot siliar menegang hingga lensa mata mencembung dan demikian sebaliknya untuk melihat benda yang letaknya jauh, otot siliar mengendur (rileks), hingga lensa mata memipih.

Kapabilitas otot mata untuk menebalkan atau memipihkan lensa mata disebut dengan daya akomodasi mata.

Supaya benda/objek bisa tampak jelas, objek mesti terdapat pada daerah pandangan mata, yakni antara titik dekat serta titik jauh mata.

Titik dekat (punctum proximum = pp) yaitu titik paling dekat yang masih tetap bisa dilihat dengan jelas oleh mata (± 25 cm). Pada titik dekat ini lensa mata akan mencembung optimal.

Titik jauh (punctum remotum = pr) yaitu titik paling jauh yang masih tetap bisa dilihat dengan jelas oleh mata, jaraknya tidak terhingga. Pada titik jauh ini, lensa mata akan memipih optimal.

Cacat Mata 

Tidak seluruh mata manusia bisa membentuk bayangan pas pada retina, ada mata yang mengalami anomali. Hal semacam ini bisa terjadi lantaran daya akomodasi mata udah menyusut hingga titik jauh atau titik dekat mata udah berubah. Kondisi mata yang demikian disebut dengan cacat mata.

Cacat mata yang diderita seseorang bisa dikarenakan oleh kerja mata (rutinitas mata) yang berlebihan atau cacat mulai sejak lahir.

Miopi (Rabun Jauh) 

Miopi yaitu keadaan mata yang tidak bisa melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh. Pasien miopi titik jauhnya lebih dekat dari pada tak terhingga (titik jauh ~) serta titik dekatnya kurang dari 25 cm.

Hal semacam ini terjadi lantaran lensa mata tidak bisa dipipihkan sebagaimana mestinya hingga bayangan dari benda yang letaknya jauh akan jatuh di depan retina. Agar bisa melihat benda-benda yang letaknya jauh supaya terlihat jelas, pasien miopi dibantu dengan kaca mata berlensa cekung (negatif).

Miopi bisa terjadi lantaran mata terus-terusan/punya kebiasaan melihat benda yang dekat. Cacat mata ini kerap dialami tukang jam, tukang las, operator computer, dan sebagainya.

Hipermetropi (Rabun Dekat) 

Hipermetropi yaitu cacat mata di mana mata tidak bisa melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya dekat. Titik dekatnya lebih jauh dari pada titik dekat mata normal (titik dekat 25 cm).

Pasien hipermetropi cuma bisa melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh hingga cacat mata ini kerap disebut dengan mata terang jauh.

Hipermetropi dipicu oleh lensa mata yang sangat pipih serta susah dicembungkan hingga apabila melihat benda-benda yang letaknya dekat, bayangannya jatuh di belakang retina. Agar bisa melihat benda-benda yang letaknya dekat dengan jelas, pasien hipermetropi ditolong dengan kaca mata berlensa cembung (positif).

Hipermetropi bisa terjadi lantaran mata terus-terusan/punya kebiasaan melihat benda-benda yang jauh. Cacat mata ini kerap dialami oleh beberapa orang yang bekerja sebagai sopir, nahkoda, pilot, masinis, dan sebagainya.

Presbiopi (Mata Tua) 

Beberapa orang yang udah tua, umumnya daya akomodasinya udah menyusut. Pada mata presbiopi, titik dekatnya lebih jauh dari pada titik dekat mata normal (titik dekat 25 cm) serta titik jauhnya lebih dekat dari pada titik jauh mata normal (titik jauh ~). Oleh sebab itu, pasien presbiopi tidak bisa melihat benda-benda yang letaknya dekat ataupun jauh.

Agar bisa melihat jauh dengan jelas serta untuk membaca pada jarak normal, pasien presbiopi bisa dibantu dengan kaca mata berlensa rangkap (kacamata bifokal).

Kacamata bifokal yaitu kaca mata yang terdiri atas dua lensa, yakni lensa cekung serta lensa cembung. Lensa cekung berperan untuk melihat benda jauh serta lensa cembung untuk melihat benda dekat/membaca.

Astigmatisma 

Astigmatisma yaitu cacat mata di mana kelengkungan selaput bening atau lensa mata tidak merata hingga berkas cahaya yang mengenai mata tidak bisa terpusat dengan prima. Cacat mata astigmatisma tidak bisa membedakan garis-garis tegak dengan garis-garis mendatar secara bersama-sama. Cacat mata ini bisa dibantu dengan kaca mata berlensa silinder.

Tipuan Mata 

Tidak hanya mempunyai banyak kelebihan, mata manusia juga mempunyai beberapa keterbatasan. Oleh sebab itu, dalam penilaian serta pengukuran, mata tidak senantiasa memberikan beberapa hal yang benar. Perhatikan gambar berikut ini!

Lup 

Sumber: radikagilang.blogspot.co.id
Lup atau kaca pembesar yaitu alat optik yang terdiri atas satu lensa cembung. Lup dipakai untuk melihat benda-benda kecil supaya terlihat lebih besar serta jelas. Ada 2 cara dalam memakai lup, yakni dengan mata berakomodasi serta dengan mata tidak berakomodasi.

Pada saat mata belum memakai lup, benda terlihat jelas apabila ditempatkan pada titik dekat pengamat (s = sn) hingga mata melihat benda dengan sudut pandang α.

Pada Gambar (b), seorang pengamat memakai lup di mana benda ditempatkan antara titik O serta F (di ruang I) serta didapat bayangan yang terdapat pada titik dekat mata pengamat (s' = sn). Lantaran sudut pandang mata jadi lebih besar, yakni β, mata pengamat berakomodasi maksimum.

Memakai lup untuk mencermati benda dengan mata berakomodasi maksimum cepat menyebabkan lelah. Oleh sebab itu, pengamatan dengan memakai lup baiknya dilakukan dengan mata tidak berakomodasi (mata dalam kondisi rileks).

Pada kehidupan sehari-hari, lup umumnya dipakai oleh tukang jam tangan, pedagang kain, pedagang intan, polisi, dan sebagainya.

Kamera 

Sumber: peda.net
Kamera yaitu alat yang dipakai untuk menghasilkan bayangan fotografi pada film negatif. Pernahkah Anda memakai kamera? Umumnya Anda memakai kamera untuk mengabadikan beberapa peristiwa penting.

Kamera terdiri atas beberapa bagian, diantaranya, sebagai berikut ini: 
  1. Lensa cembung, berperan untuk membiaskan sinar yang masuk hingga terbentuk bayangan yang nyata, terbalik, serta diperkecil. 
  2. Diafragma, yaitu lubang kecil yang bisa diatur lebarnya serta berperan untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk lewat lensa. 
  3. Apertur, berperan untuk mengatur besar-kecilnya diafragma. 
  4. Pelat film, berperan sebagai tempat bayangan serta menghasilkan gambar negatif, yakni gambar yang berwarna tidak sama juga dengan aslinya, tembus sinar. 
Bagian dalam Kamera 

Dalam kamera ada lensa cembung yang berperan sebagai pembentuk bayangan. Bila satu benda ditempatkan di ruang tiga satu lensa cembung akan terbentuk bayangan nyata, terbalik, serta diperkecil.

Antara kamera serta mata manusia ada persamaannya, yakni benda yang di ambil oleh kamera serta benda yang dilihat mata manusia ada di ruang tiga serta lensa kamera atau lensa mata. Hingga terbentuk bayangan yang sifatnya nyata, terbalik, serta diperkecil.

Pada kamera bayangan ini diupayakan jatuh pas di plat film yang memiliki karakter amat sensitif pada sinar. Bila plat film yang sensitif sinar ini dikenai sinar plat film mengalami perubahan kimia sesuai dengan sinar serta benda di depan kamera.

Plat ini masih tetap peka cahaya, supaya plat film ini jadi tidak sensitif pada sinar dalam studio butuh dicuci atau dimasukkan ke dalam larutan kimia spesifik. Sesudah plat film dicuci atau dimasukkan ke dalam larutan kimia tadi, plat film jadi tidak peka pada sinar serta tampak gambar pada plat film yang disebut dengan gambar negatif (negatif film).

Untuk mendapatkan gambar yang sesuai sama gambar semula yang di ambil di depan kamera, film negatif ini lantas dicetak pada kertas film (umumnya kertas film warnanya putih). Gambar pada kertas film adalah gambar serta benda yang di ambil di depan kamera itu serta disebut dengan gambar positif.

Gambar positif amat bergantung pada proses pembentukan bayangan pada plat film ini, bila bayangan terjadi pada plat film ini kabur atau kurang jelas mengakibatkan hasil cetakannya nanti juga kabur atau tidak jelas.

Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang bagus, lensa bisa Anda geser maju mundur hingga terbentuk bayangan paling jelas dengan jarak yang pas, lantas Anda tekan tombol shutter.

Pelat film memakai pelat seluloid yang dilapisi dengan gelatin serta perak bromida untuk menghasilkan negatifnya. Sesudah dicuci, negatif itu digunakan untuk menghasilkan gambar positif (gambar asli) pada kertas photo.

Kertas photo adalah kertas yang ditutup dengan susunan tipis kolodium yang dicampuri dengan perak klorida. Gambar yang diakibatkan pada bagian transparan disebut dengan gambar diapositif.

Mikroskop 

Sumber: weidinger.eu
Mikroskop yaitu alat yang dipakai untuk melihat benda-benda kecil supaya terlihat jelas serta besar. Mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung.

Lensa yang dekat dengan benda yang diamati (objek) disebut dengan lensa objektif serta lensa yang dekat dengan pengamat disebut dengan lensa okuler. Mikroskop yang mempunyai dua lensa disebut dengan mikroskop sinar lensa ganda.

Lantaran mikroskop terdiri atas dua lensa positif, lensa objektifnya di buat lebih kuat dari pada lensa okuler (fokus lensa objektif lebih pendek dari pada fokus lensa okuler). Hal semacam ini ditujukan supaya benda yang diamati terlihat amat besar serta mikroskop bisa di buat lebih praktis (lebih pendek).

Benda yang akan amati ditempatkan pada suatu kaca preparat di depan lensa objektif serta ada di ruang II lensa objektif (fobj s 2 fobj). Hal semacam ini mengakibatkan bayangan yang terbentuk berbentuk nyata, terbalik serta diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa objektif merupakan benda untuk lensa okuler.

Untuk mendapatkan bayangan yang jelas, Anda bisa menggeser lensa okuler dengan memutar tombol pengatur. Agar bayangan tampak jelas, di bawah objek ditempatkan satu cermin cekung yang berfungsi untuk menyatukan sinar serta diarahkan pada objek. Ada dua cara dalam memakai mikroskop, yakni dengan mata berakomodasi maksimum serta dengan mata tidak berakomodasi.

Sifat-sifat bayangan yang terbentuk pada mikroskop sebagai berikut ini: 
  1. Bayangan yang dihasilkan lensa objektif yaitu nyata, terbalik, serta diperbesar. 
  2. Bayangan yang dihasilkan lensa okuler yaitu maya, tegak, serta diperbesar. 
  3. Bayangan yang dihasilkan mikroskop yaitu maya, terbalik, serta diperbesar pada bendanya. 

Teropong 

Sumber: lifestyle.harianterbit.com
Teropong atau teleskop yaitu alat yang dipakai untuk melihat benda-benda yang jauh supaya terlihat lebih jelas serta dekat. Dilihat dari objeknya, teropong dibedakan jadi dua, yakni teropong bintang serta teropong medan.

Teropong Bintang 

Teropong bintang yaitu teropong yang dipakai untuk melihat atau mencermati benda-benda langit, seperti bintang, planet, serta satelit. Nama lain teropong bintang yaitu teropong astronomi. Dilihat dari jalannya cahaya, teropong bintang dibedakan jadi dua, yakni teropong bias serta teropong pantul.

Teropong Bias 

Teropong bias terdiri atas dua lensa cembung, yakni sebagai lensa objektif serta okuler. Cahaya yang masuk ke dalam teropong dibiaskan oleh lensa. Oleh sebab itu, teropong ini disebut dengan teropong bias.

Benda yang dilihat terdapat di titik jauh tak terhingga, maka bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif tepat berada pada titik fokusnya. Bayangan yang dihasilkan lensa objektif adalah benda untuk lensa okuler. Lensa okuler berperan sebagai lup.

Lensa objektif memiliki fokus lebih panjang dari pada lensa okuler (lensa okuler lebih kuat dari pada lensa objektif). Hal semacam ini ditujukan supaya didapat bayangan yang jelas serta besar. Bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif senantiasa miliki sifat nyata, terbalik, serta diperkecil.

Bayangan yang dihasilkan lensa okuler miliki sifat maya, terbalik, serta diperkecil pada benda yang dilihat. Seperti pada mikroskop, teropong bintang dapat juga dipakai dengan mata berakomodasi maksimum serta dengan mata tidak berakomodasi.

Teropong Pantul 

Lantaran jalannya cahaya di dalam teropong lewat cara memantul teropong ini diberi nama teropong pantul. Pada teropong pantul, sinar yang datang dikumpulkan oleh satu cermin melengkung yang besar. Sinar itu lantas dipantulkan ke mata pengamat oleh satu atau lebih cermin yang lebih kecil.

Teropong Medan/Teropong Bumi 

Teropong medan dipakai untuk mencermati benda-benda yang jauh di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung, masing-masing sebagai lensa objektif, lensa pembalik, serta lensa okuler. Lensa pembalik cuma untuk membalikkan bayangan yang dihasilkan lensa objektif, tidak untuk memperbesar bayangan.

Lensa okuler berperan sebagai lup. Lantaran lensa pembalik cuma untuk membalikkan bayangan, bayangan yang dihasilkan lensa objektif mesti terdapat pada titik pusat kelengkungan lensa pembalik.

Lensa okuler juga di buat lebih kuat dari pada lensa objektif. Teropong bumi atau medan sesungguhnya sama juga dengan teropong bintang yang dilengkapi dengan lensa pembalik. Karakter bayangan yang dihasilkan teropong medan yaitu maya, tegak, serta diperbesar.

Ada teropong bumi yang cuma memakai dua lensa (teropong panggung), yakni lensa cembung sebagai lensa objektif serta lensa cekung sebagai lensa okuler. Lensa cekung disini berperan sebagai pembalik bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif serta sekaligus sebagai lup.

Karakter bayangan yang dihasilkan maya, tegak, serta diperbesar dari pada bayangan yang dihasilkan lensa objektif. Teropong ini kerapkali disebut dengan teropong panggung atau teropong Belanda atau teropong Galileo.

Teropong bumi serta teropong panggung memanglah tidak dapat di buat praktis. Oleh karena itu, di buat teropong lain yang fungsinya sama namun amat praktis, yakni teropong prisma.

Disebut dengan teropong prisma lantaran pada teropong ini digunakan dua prisma yang didekatkan bersilangan antara lensa objektif serta lensa okuler hingga bayangan akhir yang dihasilkan miliki sifat maya, tegak, serta diperbesar.

Periskop 

Sumber: periskop.cc
Periskop yaitu teropong pada kapal selam yang dipakai untuk mencermati benda-benda di permukaan laut. Periskop terdiri atas 2 lensa cembung serta 2 prisma siku-siku sama kaki.

Jalannya cahaya pada periskop yaitu sebagai berikut ini:
  1. Cahaya sejajar dari benda yang jauh menuju ke lensa obyektif. 
  2. Prisma P1 memantulkan cahaya dari lensa objektif menuju ke prisma P2. 
  3. Oleh prisma P2 cahaya itu dipantulkan lagi serta bersilangan di depan lensa okuler pas di titik fokus lensa okuler. 
Proyektor Slide 

Proyektor slide yaitu alat yang dipakai untuk memproyeksikan gambar diapositif hingga didapat bayangan nyata serta diperbesar pada monitor.

Bagian-bagian yang penting pada proyektor slide, diantaranya lampu kecil yang memancarkan cahaya kuat lewat pusat kaca, cermin cekung yang berperan sebagai reflektor sinar, lensa cembung untuk membentuk bayangan pada monitor, serta slide atau gambar diapositif.

Optalmoskup 

Alat ini digunakan untuk mengecek retina mata. Pada gambar di atas, dijelaskan beberapa bagian penting dari optalmoskup.

Berkas sinar yang datang dari sumber sinar S yang terdapat pada fokus lensa L1 dibiaskan sejajar ke cermin C. Dari cermin C cahaya dpantulkan ke amta. Selanjutnya dokter bisa mengamati retina lewat lubang ditengah-tengah cermin C serta lensa L2 bertindak sebagai lup.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Macam – Macam Alat Optik, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam – Macam Alat Optik di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Optik. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Nama Bagian Tubuh Manusia

Tubuh manusia terdiri atas banyak bagian-bagian yang bersatu-padu membentuk satu kesatuan harmonis untuk melayani kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Terdapat banyak anggota tubuh manusia dari ujung rambut sampai ujung kaki yang masing-masing memiliki fungsi dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tubuh manusia yang kompleks dan sempurna merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dianugerahkan kepada manusia untuk selalu beribadah kepadanya.

Nama anggota badan atau bagian tubuh manusia terangkum dalam uraian berikut.
  • Bagian Kepala Nama-nama anggota tubuh bagian kepala manusia terdiri atas rambut, jidat, bola mata, wajah, alis, telinga, kelopak mata, bulu mata, hidung, lubang hidung, lesung pipi, pipi, dagu, kumis, jenggot, mulut, lidah, gigi, bibir, dan gusi.
  • Bagian Badan Atas. Leher, jakun, pundak atau bahu, tenggorokan, dada, perut, pusar, punggung, putting, payudara, dan rusuk merupakan nama-nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian badan atas.
  • Bagian Badan Bawah Pinggang, panggul, pantat, kemaluan, kemaluan laki-laki, kemaluan perempuan, dubur, dan buah pelir merupakan nama-nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian badan bawah.
  • Bagian Tangan. Nama- nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian tangan yaitu ketiak, lengan atas, siku, lengan bawah, telapak tangan, ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking, bulu ketiak, kuku, dan pergelangan tangan.
  • Bagian Kaki. Paha, lutut, betis, mata kaki, telapak kaki, punggung kaki, tumit, dan jari kaki merupakan nama-nama anggota tubuh yang ada pada bagian kaki.
  • Bagian Umum. Nama-nama anggota tubuh pada bagian umum terdiri atas kulit, bulu, dan pori-pori.
  • Bagian Dalam. Otak, darah, daging, tulang, otot, usus, jantung, paru-paru, lambung, ginjal, hati, dan pancreas merupakan nama-nama anggota tubuh yang terdapat pada bagian dalam tubuh manusia.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberikan tubuh yang sempurna dan berfungsi dengan baik. Kita akan sangat kesulitan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari jika anggota tubuh kita tidak lengkap atau cacat. Bersyukur, merawat dengan baik dan dimanfaatkan untuk kebaikan adalah cara terbaik dalam penggunaan anggota tubuh kita.

Rambut merupakan bagian tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi. Seperti halnya rambut di kepala manusia yang memiliki fungsi melindungi kepala dari sinar matahari secara langsung. Oleh karena itu, rambut di kepala harus dirawat di antaranya dengan cara keramas, disisir, dan dirapikan misalnya dengan diikat.

Hari ini rambut Dayu nampak lain. Rambut Dayu diikat dengan tali rambut sehingga terlihat rapi dan cantik. Edo pun bertanya kepada Dayu, “Dayu tali rambutnya bagus, di mana kamu beli? Aku ingin membelikan adikku”. “Tali rambut ini oleh-oleh Bibiku dari bandung, banyak kok ada satu lusin. Nanti aku beri saja untuk adikmu”, jawab Dayu. “Satu lusin itu berapa banyak, Dayu?, tanya Edo lagi. “Sebentar, aku ambilku tali rambutku yang lain”, kata Dayu. Kemudian, Dayu memperlihatkan satu lusin ikat rambut. Dalam kotak di bawah ini terdapat gambar satu lusin ikat rambut.

Berapa banyak satu lusin ikat rambut?
Hitunglah banyak ikat rambut dalam kotak di atas. 1 lusin =  12 buah
Dayu juga bercerita kepada teman-teman, jika bibinya juga membelikan kain serbet kepada ibunya sebanyak satu kodi. Berikut merupakan gambar 1 kodi kain serbet.
Berapa banyak satu kodi kain serbet?
Hitunglah banyak kain serbet dalam kotak di atas. 1 kodi = 20 potong
Selain satuan lusin dan kodi juga ada satuan yang dinamakan rim dan gros. Berapa banyak satu rim dan satu gros?
1 rim = 500 lembar, 1 gross = 144 buah atau 12 Lusin

Kerjakan soal-soal berikut!
1. Dayu akan membeli ikat rambut disebuah toko. Di toko tersebut ada 5 lusin ikat rambut. Dayu membeli setengah lusin.
5 lusin =  5 x 12 = 60 buah
1/2 lusin = 6 buah
2. Ibu Ayu seorang penjual kain batik. Ibu Ayu mempunyai persediaan 8 kodi kain batik. Hari ini ibu Ayu sudah menjual 1/4 kodi kain batik.
8 kodi =  8 x 20 = 160 potong
1/4 kodi = 5 potong
3. Pak Heri sebagai penjaga kios fotokopi. Di kios Pak Heri terdapat persediaan 6 rim kertas foto kopi. Pak Heri sudah menggunakan 1 1/2 rim kertas untuk memfotokopi.
6 rim = 6 x 500 = 3.000 lembar
1 1/2 rim = 1,5 x 500 = 750 lembar
4. Ibu Nita seorang penjahit. Ibu Nita mempunyai persediaan 1/2 gros kancing baju yang polos.
1/2 gros = 0,5 x 12 = 6 lusin
1/2 gros = 0,5 x 144 = 72 buah buah

Apa nama anggota tubuh yang kamu gunakan untuk berjalan, makan, menulis, dan membaca?
1. Berjalan, anggota tubuh yang digunakan adalah kaki
2. Makan, anggota tubuh yang digunakan tangan dan mulut
3. Menulis, anggota tubuh yang digunakan adalah tangan
4. Membaca, anggota tubuh yang digunakan adalah mata

Isilah dengan bilangan yang benar.
1. 2 lusin + 2 buah = (2 x 12) + 2 = 24 + 2 = 26 buah.
2. 1/3 gros + 36 buah = (1/3 x 144) + 36 = (48 + 36) : 12 = 84 : 12 = 7 lusin.
3. 3 kodi – 15 potong = ( 3 x 20) - 15 = 60 - 15 = 45 potong.
4. 2 rim – 24 lembar = ( 2 x 500) - 24 = 1.000 - 24 = 976 lembar.
5. 1 gros – 5 lusin + 8 buah = (1 x 144) - (5 x 12) + 8 = 144 + 60 + 8 = 212 buah.

Hubungkan kelompok yang isinya sama banyak.
3 lusin + 7 buah = (3 x 12) + 7 = 36 + 7 = 43 buah
4 kodi + 2 buah = (4 x 20) + 2 = 40 + 2 = 42 buah
1/2 rim + 15 buah = (1/2 x 500) + 15 = 250 + 15 = 265 buah
1/4 gros + 19 buah = (1/4 x 144) + 19 = 36 + 19 = 55 buah
2 gros + 3 lusin = (2 x 144) + (3 x 12) = 288 + 36 = 324 buah
3 Tips dan Trik Membaca Cepat (Terbaik!)

3 Tips dan Trik Membaca Cepat (Terbaik!)

Tips dan Trik Membaca Cepat – Membaca cepat ialah salah satu teknik membaca dengan kecepatan tertentu. Terdapat suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk memilih teknik ini karena keterbatasan waktu serta kebutuhan yang mendesak, sehingga kita dituntut untuk mengetahui ide pokok dari sebuah teks dalam waktu singkat.

Biasanya, membaca cepat dilakukan ketika kita sedang membaca teks dalam ujian. Serta, untuk memudahkan Anda membaca secara cepat, silakan lihat beberapa tips yang berguna di bawah ini:

1. Hindari Hal-Hal yang Dapat Mengurangi atau Menghambat Kecepatan Membaca


Beberapa kesalahan kerap terjadi dalam membaca cepat. Sehingga dapat mengurangi kecepatan kita untuk menyelesaikan bacaan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan hambatan dalam membaca cepat, yaitu:

Subvokalisasi

Hal pertama yang harus dihindari ialah membaca dengan membunyikan suara. Hal ini dapat mengurangi kecepatan membaca. Selain itu, fokus dan pemahaman pun menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, pakar membaca cepat menyarankan agar teknik membaca cepat dapat dilakukan dengan membaca dalam hati saja. 

Regretio

Kesalahan lain yang dapat terjadi ialah kita mungkin terlalu fokus pada satu kata atau kalimat yang dapat membuat kita berimajinasi dengan kata-kata tersebut. Tentu saja, apabila ini terjadi, maka kecepatan kita berkurang drastis. 

Back Skipping

Masih serupa seperti pada kesalahan poin (2), back skipping adalah kesalahan dimana kita hanya mengulang-ulang bagian yang sama dalam teks. Misalnya kita terlalu fokus pada satu kalimat kemudian membacanya lagi dan lagi. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi kecepatan membaca yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu tertentu. Selain itu, kesalahan ini dapat membuat mata kita lelah terhadap bacaan berikutnya.

Advertisement

2. Latih Ketajaman Mata


Perlu diketahui, bahwa membaca cepat sangat bergantung pada kekuatan mata. Mata kita memiliki daya akomodasi tertentu, dan memiliki batas untuk tetap fokus. Oleh karena itu, pembaca membutuhkan asosiasi antara mata dengan pemahaman yang tinggi untuk tetap dapat menyerap bacaan dengan cepat. Adapun salah satu cara ialah melatih hal tersebut secara kontinu. Beberapa hal yang dapat digunakan untuk melatih ketajaman mata adalah:

a. Melatih otot mata

Agar tidak mudah lelah, cobalah gerakkan bola mata ke atas, ke bawah, ke kiri, ke samping dalam kondisi mata terpejam. Lakukan lima menit sebelum membaca dan terapkan secara rutin. Dengan menggerak-gerakkan mata dalam kondisi terpejam, maka Anda dapat memaksimalkan kinerja otot dan juga koordinasi dengan otak.

b. Melatih fokus mata

Fokus mata dapat dilakukan dengan melatih arah bola mata. Caranya, pancing pandangan bola mata untuk mengikuti gerak telunjuk tangan yang digerak-gerakan ke kanan dan ke kiri. Latihan ini bertujuan agar gerak bola mata dapat mengikuti bacaan tanpa harus diikui dengan gerak kepala yang ikut ke kanan dan ke kiri saat membaca.

c. Melatih pernafasan

Meskipun latihan ini tak terkait dengan latihan mata, namun pernafasan juga dapat mempengaruhi kecepatan membaca. Dalam membaca cepat, diperlukan energi yang tinggi untuk tetap fokus dan memahami informasi yang terkandung. Oleh karenanya, otak tidak boleh kekurangan pasokan oksigen. Dengan demikian, pembaca harus melatih teknik pernafasan seperti layaknya seorang penyanyi.

Caranya mudah, Anda hanya perlu menarik nafas panjang kemudian keluarkan secara perlahan. Kombinasikan dengan posisi duduk yang nyaman agar tercipta rasa rileks. Kondisi yang nyaman juga berpengaruh terhadap kemampuan otak untuk menyerap informasi yang ada. 

3. Gunakan Teknik dan Model yang Dapat Meningkatkan Kecepatan Membaca


Macam-macam teknik membaca cepat:

a. Scanning

Pada teknik ini, tidak semua kata dalam teks harus Anda baca. Membaca cepat dengan scanning dilakukan dengan membaca bagian-bagian yang menjadi kunci saja. Artinya, dalam scanning membaca dilakukan dengan melompat-lompat. Pembaca harus memiliki asosiasi atau kepekaan yang tinggi dalam membaca dengan teknik ini. Agar dapat dengan mudah dilakukan, maka bacalah judul, atau kalimat-kalimat pertama dalam teks yang biasanya merupakan kalimat kunci atau ide pokok. 

b. Skimming

Teknik membaca skimming hampir sama dengan scanning. Skimming berarti membaca secara garis besar suatu wacana atau disebut juga dengan membaca sekilas. Teknik skimming dapat dilakukan dengan melihat daftar isi untuk mengetahui secara umum isi dari suatu buku. Jika mendapatkan bagian yang diinginkan maka pembaca akan membaca dengan dalam bagian tersebut. Dengan demikian, skimming merupakan teknik yang dilakukan dengan membaca terlebih dulu secara garis besar kemudian membaca secara mendalam bagian yang diinginkan. 

Macam-macam model membaca cepat:

Model line by line

Model ini disebut juga dengan model garis per garis yaitu suatu model membaca cepat yang dilakukan dengan membaca kalimat per kalimat, baris per baris, serta dilakukan dari awal sampai akhir. Untuk memudahkan agar tidak ada kata yang terlewat, maka gunakanlah telunjuk atau stik yang dapat membantu menunjuk baris yang hendak dibaca. Meski model ini membaca tiap kata dalam baris, namun teknik membacanya tetap membaca cepat, artinya mata harus cepat menangkap kata per kata dalam baris. Dan seperti yang seharusnya, model ini akan efektif jika dibaca dalam hati saja. Biasanya model ini digunakan untuk membaca bahan teks padat atau materi yang masih baru. 

Model spiral

Tidak seperti model line by line, membaca cepat dengan model ini memiliki cara yang unik, karena pembaca tidak membaca baris perbaris. Pembaca melakukannya secara spiral (bentuk ziggaz), dengan demikian, tidak semua kata dalam kalimat terbaca. Oleh karena itu, dibutuhkan nalar yang tinggi oleh pembaca untuk menyimpulkan isi dari teks tersebut. 

Model melingkar

Model ini biasanya digunakan untuk membaca bacaan ringan seperti koran, majalah, dan lainnya. Dalam model ini, pembaca tak perlu membaca kata per kata atau kalimat per kalimat. Pembaca hanya perlu mencari kata kunci dalam teks tersebut, kemudian menyimpulkan isi teks berdasarkan kata kunci yang ditemukan. 

Menggambar Bentuk Objek Tiga Dimensi

Menggambar merupakan proses pengungkapan gagasan seseorang melalui bahasa gambar. Misalnya, seorang desainer ingin membuat guci, tentu ia akan membuat rancangan dalam bentuk gambar sebelum dibuat bentuk guci yang sesungguhnya. Untuk dapat membuat gambar yang baik, seseorang harus menguasai kemampuan menggambar terutama menggambar bentuk. Menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan meniru objek dan mengutamakan kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat semakin sempurna. Objek gambar bentuk bisa dari benda-benda mati, flora, fauna, manusia, atau alam sekitar.

Manusia diketahui telah berusaha membuat karya gambar sejak masa prasejarah. Kegiatan ini kemudian menyebar di Eropa sejak tahun 1400-an seiring dengan penggunaan kertas. Sejak saat itu, setiap abad telah menghasilkan karya-karya gambar hebat. Ditinjau dari jenis benda yang akan digambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
  • Menggambar bentuk benda kubistis. Benda kubistis adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil, kulkas, dan sebagainya.
  • Menggambar bentuk benda silindris. Benda silindris adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai silinder (elips). Misalnya, botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan sebagainya.
  • Menggambar bentuk benda bebas. Benda yang memiliki bentuk bebas adalah bendabenda yang bentuknya tidak beraturan. Misalnya, buahbuahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda-benda alam lainnya.

A. Prinsip Menggambar Bentuk
Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik dan benar, diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dan langkah kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

1. Model
Model adalah objek yang dijadikan acuan untuk menggambar. Menggunakan model berarti menggambar bentuk terfokus pada objek yang digambar, bukan sekadar ingatan. Model gambar dapat dibuat secara langsung atau tidak langsung. Menggambar secara langsung, yaitu dengan menatap model yang ada di depan mata. Menggambar secara tidak langsung, yaitu menggambar model dari foto (reproduksi). Foto berasal dari majalah, koran, buku, atau media lainnya.

2. Proporsi
Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal.

3. Komposisi
Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memerhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.
  • Keseimbangan (balance). Keseimbangan adalah penggambaran objek benda yang memberikan adanya kesan keseimbangan antarbagian-bagiannya, artinya tidak terkesan berat di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain.
  • Kesatuan (unity). Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah.
  • Irama (rhythm). Irama adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan pergerakan dengan alur yang teratur. Gambar yang terkesan ritmisnya akan terasa enak dipandang mata, lain dengan gambar yang acak-acakan dan tidak jelas pengaturan objeknya.
  • Keselarasan (harmony). Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau benda yang satu dengan benda yang lain dipadukan.
4. Perspektif
Benda yang letaknya lebih dekat dengan pandangan mata, tampak lebih besar ukurannya bila dibandingkan dengan benda-benda yang letaknya jauh dari pandangan mata. Semakin jauh benda tersebut maka akan hilang dari pandangan mata (menuju suatu titik), misalnya saat melihat rel kereta api. Sesungguhnya rel kereta api itu besarnya sama, tetapi karena kesan pandangan mata, rel tersebut akan semakin menyempit dan menuju ke satu titik. Jadi, perspektif adalah penggambaran objek berdasar kesan pandangan mata.

Perspektif yang baik akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga dimensi dalam bentuk gambar. Bila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah perspektif maka akan terkesan janggal.

5. Gelap-terang
Sinar yang jatuh pada suatu benda (baik sinar yang jatuh secara langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan efek terang di satu sisi dan bayangan (gelap) di sisi yang lain.

B. Alat dan Bahan Menggambar Benruk
Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Alat dan bahan untuk menggambar bentuk dapat dibedakan berdasarkan penggunaan medianya, yaitu sebagai berikut.

1. Media kering
Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan kering. Praktik penggunaannya digoreskan langsung pada permukaan bidang gambar. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut.
  • Pensil, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (objek). Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil keras (hard), misalnya pensil HB. Coretan yang dihasilkan pensil HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang sket awal sebelum tahap penyempurnaan gambar (finishing). Tahap berikutnya menggunakan pensil lunak (2B, 3B, 4B, 5B, dan 6B). Pensil jenis B ini memiliki sifat lunak dan hasilnya lebih pekat sehingga cocok untuk teknik blok, arsir, atau dussel.
  • Krayon, memiliki sifat padat dan lunak sehingga cocok untuk membuat gambar blok dan gradasi (kesan semburan warna).
  • Spidol, terdiri atas beragam pilihan warna. Sesuai untuk menggambar dengan teknik arsir atau blok.
  • Konte, merupakan sejenis pensil dari bahan lunak berwarna hitam pekat, sering untuk membuat gambar gradasi atau benda-benda bertekstur halus.
  • Drawing pen, alat menggambar yang sering digunakan untuk teknik arsir dan blok.
2. Media basah
Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan basah. Bahan warnanya tersimpan dalam bentuk tube, botol, atau kaleng. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut
  • Cat air, dapat digunakan menggambar dengan campuran air atau tanpa menggunakan air.
  • Cat poster (cat plakat), memiliki kemiripan dengan cat air, tetapi lebih padat dan lebih pekat sehingga sangat cocok untuk teknik blok.
  • Tinta bak, biasa juga dinamakan tinta Cina, terbuat dari bahan cair pekat. Sangat cocok untuk menggambar teknik blok atau siluet.
  • Cat minyak (acrylic), untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain.
  • Ecolin, terbuat dari bahan cair dengan berbagai warna. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna.
C. Teknik Menggambar Bentuk
Setiap orang memiliki teknik yang berbeda dalam menggambar bentuk. Teknik-teknik yang bisa digunakan dalam menggambar bentuk, antara lain sebagai berikut.
  • Teknik arsir. Teknik arsir dibuat dengan cara menorehkan pensil,spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi.
  • Teknik sapuan basah (aquarel) Teknik sapuan basah dapat menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.
  • Teknik dussel (gosok). Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.
  • Teknik siluet (blok). Teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet (blok).
  • Teknik pointilis. Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk objek
Menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan meniru objek dan mengutamakan kemiripan rupa. Berdasarkan jenis benda yang akan digambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri atas menggambar bentuk benda kubistis, benda silindris, dan benda bebas. Prinsip menggambar bentuk, yaitu model, proporsi, komposisi, perspektif, dan gelap-terang. Menggambar bentuk dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Alat-alat untuk menggambar bentuk dapat dibedakan menurut media yang digunakan, yaitu media kering dan media basah. Teknik-teknik yang bisa digunakan dalam menggambar bentuk, di antaranya adalah teknik arsir, teknik sapuan basah, teknik dussel, teknik siluet, dan teknik pointilis.

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop. Pengertian Mikroskop, Fungsi dari Mikroskop, Bagian – Bagian Mikroskop, Macam – Macam Lensa Mikroskop, Mikroskop Modern, Jenis – Jenis Mikroskop, Macam – Macam Mikroskop, Cara Menggunakan Mikroskop, Penjelasan lengkap mengenai Mikroskop.

Pengertian Mikroskop 

Sumber: berkahkhair.com
Kata mikroskop datang dari bahasa bahasa Yunani yaitu micros (kecil) serta scopein (melihat). Jadi pengertian mikroskop yaitu alat bantu pandangan untuk mencermati objek berukur renik, hingga objek terlihat lebih besar serta jelas. Mikroskop modern disusun minimum oleh dua buah lensa, adapun 2 lensa pada mikroskop modern yakni:
  1. Lensa objek. 
  2. Lensa okuler. 
Perbesaran yang dihasilkan mikroskop optik modern mencapai 1.250 kali. Mikroskop yang kerap dipakai disekolah yaitu mikroskop monokuler atau cahaya (Latin:mono=satu serta oculus=mata). Mikroskop ini dipakai dengan satu mata, hingga bayangan yang tampak cuma mengenai panjang serta lebar benda yang dilihat.

Mikroskop mempunyai dua fungsi serta manfaat, adapun 2 manfaat mikroskop yaitu sebagai berikut ini: 

Manfaat utama mikroskop 

Manfaat utama mikroskop yaitu agar bisa melihat dan mencermati objek benda dengan bentuk ukuran yang amat kecil yang tidak bisa diliat oleh mata telanjang (mata secara langsung).

Manfaat lainnya 

Manfaat dan kegunaan yang lain dari mikroskop yaitu tidak akan jauh dari manfaat utama. Tujuannya yaitu adanya ketidaksamaan dari beberapa bentuk mikroskop yang tujuan dibuatnya untuk sebuah fungsi yang lebih men-detail/rinci.

Misalnya yaitu seperti ada bentuk mikroskop yang cuma di buat untuk melihat serta mencermati satu bentuk objek mikroskopis saja. Jadi, mikroskop bentuk itu termasuk lebih detil serta rinci.

Bentuk serta beberapa macam Mikroskop 

Mikroskop ada dua bentuk serta jenis yang di ketahui berdasarkan sumber energinya. Adapun 2 jenis bentuk mikroskop yakni diantaranya sebagai berikut ini: 

Mikroskop cahaya 
Sumber: bresser.de
Mikroskop cahaya yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan cahaya sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan dilihat, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis cahaya ini memakai cahaya sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Mikroskop cahaya ini memiliki 3 lensa pembesaran. Adapun 3 lensa pembesaran mikroskop cahaya yaitu diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Lemah (4 kali/10 kali) 
  2. Sedang (40 kali) 
  3. Kuat (100kali) 
Serta lensa okuler mempunyai pembesaran 10 kali. Jadi mikroskop cahaya ini rata-rata memiliki pembesaran yang maksimum sebanyak 1000 kali dari ukuran yang sesungguhnya.

Pada bentuk mikroskop cahaya, ada juga ketidaksamaan pada lensa yang dipunyainya, antara lain seperti: 
  1. Mikroskop cahaya yang cuma memiliki 1 lensa okuler (monokuler) 
  2. Jenis satu lensa okuler (monokuler) ini cuma mampu untuk melihat panjang serta lebar dari objek yang akan diamati. 
  3. Mikroskop cahaya yang memiliki 2 lensa okuler (binokuler) 
  4. Jenis satu lensa okuler (binokuler) atau yang juga dikenal dengan Mikroskop Stereo ini mampu untuk melihat panjang, lebar serta tinggi objek yang akan diamati secara 3 dimensi (3D). 
Mikroskop elektron 

Mikroskop elektron yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan elektron sebagai sumber dayanya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain kalau mikroskop bentuk elektron ini memakai elektron sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Pada mikroskop jenis elektron, magnet dipakai untuk pengganti dari lensa dengan fungsi untuk memusatkan elektron (sumber daya) ke objek. Ada 2 bentuk mikroskop elektron yakni diantaranya sebagai berikut ini:

Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) 
Sumber: jeolusa.com
Mikroskop transmisi elektron (TEM) bekerja lewat cara menembuskan elektron pada objek yang akan diamati serta deskripsi dari objek yang akan diamati akan tampak di monitor.

Mikroskop Elektron Scanning 
Sumber: pik-instruments.pl
Mikroskop Elektron Scanning bekerja lewat cara memberikan deskripsi permukaan, jaringan serta susunan objek yang diamati serta dapat menghadirkan deskripsi objek yang akan diamati itu dengan deskripsi 3 dimensi (3D).

Benda atau objek yang akan diamati dengan mikroskop mesti mempunyai ukuran yang kecil serta tipis hingga bisa ditembus cahaya.

Bagian-bagian mikroskop 

Sisi mekanik 

Di bagian mekanik terdiri dari:

Kaki mikroskop

Kaki mikroskop yaitu sisi yang berperan untuk menyokong mikroskop.

Pilar (sendi inklinasi) 

Pilar atau sendi inklinasi yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung pada kaki dengan lengan mikroskop.

Pengatur kondensor 

Pengatur kondensor yaitu sisi yang berperan untuk menambah serta menurunkan kondensor.

Kondensor 

Kondensor yaitu sisi yang berperan untuk memfokuskan cahaya ke benda yang tengah diamati.

Lengan mikroskop 

Lengan mikroskop yaitu sisi yang berperan sebagai pegangan mikroskop.

Engsel penggerak 

Engsel penggerak yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop.

Meja preparat 

Meja preparat yaitu sisi yang berperan untuk menempatkan preparat yang akan diamati.

Penjepit preparet (pemegang sendiaan) 

Penjepit preparet atau pemegang sendiaan yaitu sisi yang berperan untuk menjepit preparet yang akan diamati supaya tidak bergeser.

Tabung 

Tabung yaitu sisi yang berperan untuk menghubungkan antara lensa objektif serta lensa okuler.

Revolver 

Revolver yaitu sisi yang berperan untuk meletakkan lensa objektif.

Sekrup pemutar kasar 

Sekrup pemutar kasar yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.

Sekrup pemutar halus 

Sekrup pemutar halus yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung ke arah atas serta bawah secara lambat. Alat ini digunakan bila objek sudah terfokus dengan memutar pemutar kasar.

Sisi optik 

Di bagian optik terdiri dari:

Dua buah cermin 

Dua cermin yaitu satu cermin datar serta satu cermin cekung. Manfaat cermin yaitu untuk mencari, menyatukan serta mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang serta cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang.

Diafragma 

Manfaat diafragma yaitu mengatur banyak sekurang-kurangnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.

Lensa objektif 

Manfaat lensa objektif yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat pada revolver.

Lensa okuler 

Manfaat lensa okuler yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat di bagian atas tabung.

Cara memakai mikroskop 

Cara pemakaian mikroskop yaitu antara lain sebagai berikut ini:

Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran 

Cara untuk menghasilkan lapang pandang yaitu dengan mengatur cermin sembari melihat lensa okuler supaya sinar masuk ke diafragma, hingga menghasilkan pemantulan yang maksimal. Sisi yang terang berupa bulat diberi nama lapang pandang.

Mengatur konsentrasi mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah 

Tempatkan prepared diatas meja preparet, dijepit dengan penjepit sembari mencermati mikroskop dari samping tabung mikroskop di turunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati sampai lensa objektif tidak menyentuh preparat. Lantas lihatlah lewat lensa okuler serta dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop hingga objek tampak jelas.

Setelah objek terlihat, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang hingga mendapat bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop didapat lewat cara mengalihkan angka pada lensa objektif dengan angka yang tercantum pada lensa okuler. Umpamanya 5x lensa objektif serta 10x lensa okuler, perbesaran yang dihasilkan sebesar 50x.

Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) 

Untuk mendapatkan bayangan, bisa dilakukan dengan merubah lensa objektif yang mempunyai perbesaran lemah dengan yang kuat. Umpamanya lensa objektif perbesaran 5x bisa ditukar dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver hingga terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang supaya didapat objek yang lebih jelas.

Mengatur mikroskop dengan posisi disimpan 

Sesudah mikroskop selesai dipakai, susunlah mikroskop dengan posisi siap disimpan lewat cara sebagai berikut ini:
  1. Tabung mikroskop dinaikkan. 
  2. Preparet di ambil. 
  3. Lensa objektif terlemah di turunkan serendah-rendahnya diputar persis hingga lubang meja mikroskop. 
  4. Diafragma ditutup kembali. 
  5. Kondensor di turunkan serta cermin dalam posisi tegak. 
  6. Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikroskop serta topeng kaki mikroskop dengan tangan kiri lantas masukkan ke tempatnya serta dikunci.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Mikroskop di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Mikroskop. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. materibelajar.id 

Morfologi Beberapa Jenis Ikan Konsumsi

Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah dan/atau mengawetkannya.

Pembenihan adalah suatu tahap kegiatan dalam budidaya yang sangat menentukan tahap kegiatan selanjutnya, yaitu pembesaran atau suau kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan benih dan selanjutnya benih yang dihasilkan menjadi komponen input bagi kegiatan pembesaran.

Benih ikan adalah ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa, termasuk telur, larva, dan biakan murni alga. Pendederan adalah suatu kegiatan pemeliharaan benih ikan setelah periode larva sampai dihasilkan ukuran benih tertentu yang siap untuk didederkan.

Morfologi Jenis Ikan Konsumsi
Beberapa Jenis Ikan Konsumsi
Ikan konsumsi adalah jenis-jenis ikan yang lazim dikonsumsi oleh manusia sebagai sumber pangan. Ikan konsumsi dapat diperoleh salah satunya dari proses budidaya. Contoh ikan konsumsi yang sering dibudidayakan antara lain: lele, gurami, nila, mas, bawal, dan patin. Ikan-ikan tersebut dapat dibedakan berdasarkan morfologinya.

Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan, yaitu bentuk tubuh ikan sebagai ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut.

1. Ikan Lele
Seluruh tubuh ikan lele tidak bersisik, warna dasar hitam, cokelat, dan kadang agak kehijauan. Tubuh ikan lele dibagi menjadi 3, yaitu kepala, badan, dan ekor. Ikan lele memiliki kepala yang besar dan keras dengan sepasang bola mata yang kecil. Ukuran mulut lebar, dilengkapi kumis. Hal inilah yang menyebabkan lele disebut juga catfish, karena memiliki kumis seperti kucing .

Tidak seperti ikan lainya, agak sulit untuk mengatakan bentuk badan lele secara tepat. Tengah badanya mempunyai potongan membulat, dengan kepala pipih kebawah (depressed), sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed), jadi pada lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang ( pipih kebawah, bulat dan pipih kesamping).

Kepala bagian atas dan bawah tertutup oleh pelat tulang. Pelat ini membentuk ruangan rongga diatas insang. Disinilah terdapat alat pernapasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Mulut berada diujung moncng (terminal), dengan dihiasi 4 pasang sungut. Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar berada di belakang sungut nasal. Mata berbentuk kecil dengan tepi orbitalyang bebas.

Sirip ekor membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip perut berbentuk membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. Sirip dada dilengkapi sepasang duri tajam / patil yang memiliki panjang maksimum mencapai 400 mm. Patil ini beracun terutama pada ikan ikan remaja, sedangkan padaikan yang tua sudah agak berkurang racunya.

Ikan ini memiliki kulit berlendir dan tidak bersisik (mempunyai pigmen hitam yang berubah menjadi pucat bila terkena cahaya matahari, dua buah lubang penciuman yang terletak dibelakang bibir atas, sirip punggung dan dubur memanjang sampai ke pangkal ekor namun tidak menyatu dengan sirip ekor, panjang maksimum mencapai 400 mm.

2. Ikan Gurami
Bentuk tubuh gurami agak panjang, tinggi, dan pipih ke samping. Panjang maksimumnya mencapai 65 cm. Ukuran mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan. Gurami memiliki garis lateral (garis gurat sisi atau linea literalis) tunggal, lengkap dan tidak terputus, serta memiliki sisik berbentuk stenoid (tidak membulat secara penuh) yang berukuran besar. 

Ikan ini memiliki gigi di rahang bawah. Di daerah pangkal ekornya terdapat titik bulat berwarna hitam. Bentuk sirip ekor membulat. Ikan ini juga memiliki sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang panjang yang befungsi sebagai alas peraba.

Secara umum, tubuh gurami berwarna kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada. Gurami muda memiliki dahi berbentuk normal atau rata. Semakin dewasa, ukuran dahinya menjadi semakin tebal dan tampak menonjol. Selain itu, di tubuh gurami muda terlihat jelas ada 8-10 buah garis, tegak atau vertikal yang akan menghilang setelah ikan menginjak dewasa.

3. Ikan Nila
Bentuk tubuh agak memanjang dan pipih ke samping, warna putih kehitaman dan warnanya semakin terang kea rah bagian ventral atau perut. Pada tubuh terdapat garis-garis vertikal berwarna hijau kebiruan, sedangkan pada sirip ekor terdapat delapan buah garis-garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan. Mata tampak menonjol agar besar dan di tepinya berwarna hijau. 

Letak mulut terminal atau di ujung tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic. Garis rusuk (Linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang di atas sirip dada.  Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Tipe sisik adalah ctenoid atau sisik sisir. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. 

Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis yang vertical dan pada sirip punggungnya garis terlihat condong lekuknya. Ciri ikan nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip, ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip caudal/ ekor yang berbentuk membulat warna merah dan biasa digunakan  sebagai indikasi kematangan gonad.

Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah tipe scenoid. Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari darsal yang keras, begitupun bagian awalnya. Dengan posisi siap awal dibagian belakang sirip dada (abdormal).

4. Ikan Mas
Tubuh ikan mas memiliki ciri-ciri antara lain: bentuk badan memanjang dan sedikit pipih ke samping, mulut terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (protektil) serta dihiasi dua pasang sungut. Selain itu di dalam mulut terdapat gigi kerongkongan, dua pasang sungut ikan mas terletak di bibir bagian atas. Gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) terdiri atas tiga baris yang berbentuk geraham, memiliki sirip punggung (dorsal) berbentuk memanjang dan terletak di bagian permukaan tubuh, berseberangan dengan permukaan sirip perut (ventral) 

Bagian belakang sirip punggung memiliki jari-jari keras sedangkan bagian akhir berbentuk gerigi, sirip dubur (anal) bagian belakang juga memiliki jari-jari keras dengan bagian akhir berbentuk gerigi seperti halnya sirip punggung, sirip ekor berbentuk cagak dan berukuran cukup besar dengan tipe sisik berbentuk lingkaran (cycloid) yang terletak beraturan, gurat sisik atau garis rusuk (linea 8 lateralis) ikan mas berada di pertengahan badan dengan posisi melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.

5. Ikan Bawal
Ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki warna tubuh abu-abu tua, pada tubuh bagian ventral berwarna merah pada bawal muda, dan akan memudar sejalan dengan pertambahan umur. Ikan bawal memilki gigi-gigi yang tajam .

Dari arah samping, tubuh bawal tampak membulat (oval) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2:1. Bila dipotong secara vertical, bawal memiliki tubuh pipih (compressed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh 4:1. Bentuk tubuh seperti ini menandakan gerakan ikan bawal tidak cepat seperti ikan lele atau grass cap, tetapi lambat seperti ikan gurame atau tambakan. Sisiknya kecil berbentuk ctenoid, dimana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan. Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pada bawal dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus dan bagian bawah sirip ekor berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri khusus bawal sehingga oleh orang inggris dan amerika disebut red bally pacu .

6. Ikan Patin
Patin merupakan salah satu jenis ikan dari kelompok lele-lelean. Panjang patin dewasa mencapai 120 cm. Ukuran tubuh seperti ini merupakan ukuran tubuh yang tergolong besar bagi ikan jenis lele-lelean. Bentuk tubuhnya memanjang dengan warna dominan putih berkilauan seperti perak dan dibagian pungungnya berwarna kebiruan. Kilau warna keperkan tubuhnya sangat cemerlang ketika masih kecil, sehingga banyak orang yang memeliharanya di akuairum sebagai ikan hias. Warna keperakan ini akan semakin memudar setelah patin semakin besar.

Sama seperti ikan lele-lelean lainnya, patin tidak memiliki sisik alias bertubuh licin. Bentuk kepalanya relatif kecil. Mulutnya terletak di ujung kepala sebelah bawah. Di sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis yang berfungsi sebagai alat pencari pakan dan alat peraba saat berenang. Di bagian punggungnya terdapat sirip dengan sebuah jari-jari keras yang dapat berubah menjadi patil. jari-jari lunaknya berjumlah 6-7 buah.

bentuk sirip ekornya simetris bercagak. Di sirip dada terdapat 12-13 jari – jari lunak dan satu buah jari-jari keras yang berfungsi sebagai patil. Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak. Sementara itu, di sirip perut terdapat 6 jari-jari lunak.

Anatomi dan Fisiologi Rambut

Rambut dikenal sejak zaman dahulu dengan julukan “mahkota” bagi wanita. Tetapi di zaman yang sudah maju seperti sekarang, julukan tersebut tidak lagi tertuju hanya kepada kaum wanita, namun juga untuk pria. Peranan rambut sangat penting untuk diperhatikan, karena rambut bukan hanya sebagai pelindung kepala dari berbagai hal seperti bahaya benturan/pukulan benda keras, sengatan sinar matahari, dan sebagainya, tetapi ia juga merupakan “perhiasan” yang berharga.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka para ahli kecantikan telah mengembangkan ilmu kecantikan baik kecantikan dari dalam yang sering disebut “inner beauty” maupun kecantikan dari luar atau kesehatan jasmani, mengingat hal yang menjadi kunci pokok kecantikan adalah di samping kesehatan rohani juga kesehatan jasmani. Keadaan kehidupan kita dialam tropis dengan udara panas, mengakibatkan banyak berkeringat dan banyaknya debu.

Dalam ilmu kecantikan, teknik merawat dan menata rambut untuk mencapai kesehatan dan kecantikan sangat memerlukan pengetahuan pendukung yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Salah satu pengetahuan pendukung yang sangat penting adalah tentang anatomi dan fisiologi rambut beserta kelainan-kelainannya. Anatomi rambut merupakan ilmu yang mempelajari susunan rambut, fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi rambut itu sendiri. Sedangkan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya untuk dibahas karena berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Artinya bahwa pembahasan anatomi dan fisiologi rambut tentu saja tidak akan lepas dari pembahasan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut yang dalam istilah anatomi disebut sebagai patologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang adanya kelainan/ gangguan/penyakit yang ada dikulit kepala dan rambut.

A. Struktur Rambut 
Rambut merupakan tambahan pada kulit kepala yang memberikan kehangatan, perlindungan dan keindahan. Rambut juga terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Semua jenis rambut tumbuh dari akar rambut yang ada di dalam lapisan dermis dari kulit. Oleh karena itu kulit kepala atau kulit bagian badan lainnya memiliki rambut. 

Rambut yang tumbuh keluar dari akar rambut itu ada 2 bagian menurut letaknya, yaitu bagian yang ada di dalam kulit dan bagian yang ada di luar kulit. Rambut terbentuk dari sel-sel yang terletak ditepi kandung akar. Cupak rambut atau kandung akar ialah, bagian yang terbenam dan menyerupai pipa serta mengelilingi akar rambut. Jadi bila rambut itu dicabut dia akan tumbuh kembali, karena papil dan kadung akar akan tetap tertinggal di sana. Anatomi rambut penting diketahui terutama bagi ahli kecantikan, supaya tidak salah dalam memilih kosmetika rambut. Untuk lebih jelasnya, Basuki (1981:15) menjelaskan tentang rambut itu sebagai berikut: 
  • Helaian seperti benang tipis yang tumbuh dari bawah permukaan kulit. 
  • Dibentuk oleh lapisan sel yang tertutup lapisan yang tersusun. Bentuknya seperti sisik ikan pada lapisan luarnya. 
  • Terdiri dari zat horney atau disebut juga dengan keratin. Agar lebih jelas perhatikanlah gambar anatomi rambut. 
Apabila kita lihat suatu penampang irisan kulit, maka akan terlihat susunan struktur rambut sebagaimana yang ada pada gambar berikut :
anatomi rambut
Keterangan Gambar:
  1. Folicle, ialah saluran untuk tumbuhnya rambut yang menentukan besar, kecil, lurus dan keritingnya rambut. 
  2. Dermis, ialah seluruh ruangan yang berada di bawah epidermis. 
  3. Bulp, yaitu bongkol rambut yang memuat pigmen, pembuluh darah, papila dan folicle. 
  4. Epidermis, ialah lapisan kulit yang berada paling luar. 
  5. Arector muscle, ialah garis yang menghubungkan folicle dan kulit. 
  6. Papila, menghasilkan sel-sel, membentuk rambut-rambut baru yang lebih kuat. Pada papila setiap rambut mempunyai pembuluh darah yang berbeda, yang bertugas untuk membawa makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel rambut dalam papil. 
  7. Pigmen (warna rambut). 
  8. Kelenjar minyak yang sangat dibutuhkan oleh rambut. 
  9. Pembuluh darah. 
  10. Akar rambut. 
  11. Kelenjar keringat. 
  12. Batang rambut. 
  13. Penampang akar rambut. 
B. Susunan Rambut
Berdasarkan hal itu bagian-bagian rambut dikenal dengan rambut yang berada di dalam kulit dan berada diluar kulit. Bagian-bagian rambut ini dapat dibagi atas:

1. Akar Rambut (Hair Folicle) 
Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam di dalam kulit. Seperti yang terlihat pada gambar di atas maka akar rambut terbagi:
  • Bulp yaitu bagian pangkal rambut yang membesar, seperti bentuk bola, gunanya untuk melindungi papil rambut. 
  • Papil rambut adalah bagian yang terlindungi di dalam bulp atau terletak dibagian terbawah dari folicle rambut. Papil rambut tidak ubahnya seperti piring kecil yang tengahnya melengkung dan menonjol ke arah rambut, lengkungan inilah yang menyebabkan ia disebut papil, berasal dari sel-sel kulit jangat (corium) serta kulit ari (epidermis). Diantara sel-sel papil juga terdapat melanosit. Melanosit menghasilkan pigmen (zat warna), yang akan disebarkan terutama ke dalam contek, kemudian ke dalam medulla rambut. Di samping itu juga terdapat di dalam papil rambut yaitu pembuluh darah dan getah bening, yang berfungsi memberi makanan kepada rambut (memelihara kehidupan rambut), serta terdapat juga saraf yang mensarafi folicle rambut. Itu sebabnya rambut tidak mempunyai saraf perasa. Oleh karenanya kita tidak merasa sakit bila rambut digunting atau dipangkas. 
  • Folicle rambut ialah kandungan atau kantong rambut tempat tumbuhnya rambut. Kantong rambut terdiri dari 2 lapis. Lapisan dalamnya berasal dari sel-sel epidermis, sedangkan lapisan luarnya berasal dari sel-sel dermis. Rambut yang panjang dan tebal mempunyai folicle berbentuk besar, folicle rambut ini bentuknya menyerupai silinder pipa. Kalau folicle bentuknya lurus, rambut juga lurus dan bila melengkung rambut jadi berombak. Tetapi kalau lengkungannya itu lebih lengkung lagi, maka rambutnya keriting. Di dalam folicle ini bermuara kelenjar lemak (palit). 
  • Otot penegak rambut ialah yang menyebabkan rambut halus bulu roma berdiri bila ada sesuatu rangsangan dari luar dan dari dalam tubuh kita. Misalnya merasa seram, kedinginan, kesakitan, kelaparan dan sebagainya. 
  • Matrix, disebut juga dengan umbi/tombol atau lembaga rambut. Seperti dijelaskan di depan, bahwa di dalam folicle terdapat rambut. Bagian yang berdekatan dengan papil lebih subur daripada bagian yang lebih jauh di atasnya. Bagian yang subur itulah yang disebut matrix atau umbi/tombol atau lembaga rambut. Mengapa pada bagian itu lebih subur ?. Ini disebabkan karena kelompok sel yang terdapat dibagian itu selalu membelah diri, membentuk bagian rambut baru. Diantara sel-sel umbi juga terdapat sel-sel melanosit. Bagian paling dalam atau tengah umbi rambut, sel-selnya berwarna keputih-putihan dan masih lembek (masih muda). Sel-sel ini masih mengandung parakeratin (sel rambut yang warnanya sudah lebih mantap, sudah keras, mengandung keratin). Parakeratin adalah zat pendahulu keratin. Sel-sel rambut yang masih muda ini terdorong ke atas oleh sel-sel yang terjadi kemudian. Makin ke atas makin mengalami proses keratinisasi penandukan.
2. Lapisan Batang Rambut
Batang rambut ialah bagian rambut yang kelihatan di atas permukaan kulit. Seperti yang dijelaskan oleh Yenes (1984:2) bahwa batang rambut ini terbagi pula atas 3 bagian, yakni:
  • Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dan sangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luar yang merupakan pelindung). Di samping itu ia juga berfungsi untuk menentukan besar kesilnya daya serap zat cair pada rambut seperti air, shampo, conditioner, obat keriting, zat/cat pewarna rambut, bleaching. Pada rambut yang kasar lapisan cuticula nya juga kasar. Sedang pada rambut yang halus lapisan cuticula nya juga halus.
  • Cortex atau kulit ari rambut, ialah bagian rambut yang terbesar dan merupakan lapisan di bawah cuticula. Cortex berfungsi sebagai lapisan yang menentukan warna karena pigmen (zat warna rambut dikandung oleh lapisan ini). Misalnya penyerapan zat cair, obat keriting, cat rambut, dan lain-lain. Jadi cortex ini berhubungan dengan sifat elastisitas rambut.
  • Medulla atau sum-sum rambut. Medulla ini terdapat dibagian paling tengah. Rambut yang halus sekali ada yang tidak terdapat medulla nya. Agar jelasnya perhatikanlah Gambar di bawah ini, yang menunjukkan penampang dari batang rambut.
3. Batang Rambut
Berkaitan dengan struktur maka bentuk-bentuk rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • Lurus, tidak bergelombang dan tidak keriting. Biasanya rambut yang lurus dapat memberikan beberapa kemudahan kepada si pemakai misalnya dalam hal tatanan rambut, baik yang dipotong maupun yang disanggul. Mengapa demikian? Karena rambut lurus ini mempunyai folicle yang lurus dan penampangnya bulat.
  • Berombak yaitu memperlihatkan gelembung yang besar pada rambut. Hal ini disebabkan karena folicle nya melengkung dan penampangnya lonjong/oval. Rambut ini juga termasuk mudah dalam hal penataan, baik yang disanggul atau disasak maupun yang dipotong pendek.
  • Keriting, biasanya rambut yang keriting berbentuk gelombang kecilkecil atau sedang. Ini adalah karena folicle nya amat melengkung sedangkan penampangnya gepeng.
4. Klasifikasi Rambut
Bila kita perhatikan, rambut pada kepala dan tubuh, akan nyata sekali terlihat bahwa ada 4 jenis rambut, yaitu:
  • Rambut yang panjang dan agak kasar yakni rambut kepala.
  • Rambut yang agak kasar tetapi pendek yang berupa alis.
  • Rambut yang agak kasar tetapi tidak sepanjang rambut dikepala, contohnya rambut ketiak.
  • Rambut yang halus yang terdapat pada pipi, dahi, lengan, perut, punggung dan betis.
Hal ini bersamaan pula dengan yang dijelaskan oleh Hermawan (1982:66), bahwa rambut dapat dibagi atas 3 (tiga) tipe sebagai berikut:
  • Panjang sebagaimana terdapat pada kepala.
  • Pendek dan gemuk misalnya alis dan bulu mata.
  • Pendek halus dan tak berwarna terdapat diseluruh badan yang disebut juga dengan lanugo.
5. Siklus Pertumbuhan Rambut
Rambut dapat tumbuh dan bertambah panjang. Hal ini disebabkan karena sel-sel daerah matrix/umbi atau tombol rambut secara terus menerus membelah. Rambut mengalami proses pertumbuhan menjadi dewasa dan bertambah panjang lalu rontok dan kemudian terjadi pergantian rambut baru. Inilah yang dinamakan siklus pertumbuhan rambut.

Siklus pertumbuhan rambut telah dimulai saat janin berusia 4 bulan di dalam kandungan. Pada usia ini bibit rambut sudah ada dan menyebar rata diseluruh permukaan kulit. Diakhir bulan ke 6 atau awal bulan ke 7 usia kandungan, rambut pertama sudah mulai tumbuh dipermukaan kulit, yaitu berupa rambut lanugo, atau rambut khusus bayi dalam kandungan.

Kemudian menjelang bayi lahir atau tidak lama sesudah bayi lahir, rambut bayi ini akan rontok, diganti dengan rambut terminal. Itulah sebabnya ketika bayi lahir, ada yang hanya berambut halus dan ada juga yang sudah berambut kasar dan agak panjang, bahkan kadang-kadang sudah mencapai panjangnya antara 2-3 centimeter. Kecepatan pertumbuhan rambut sekitar 1/3 milimeter per hari atau sekitar 1 centimeter perbulan.

Dengan demikian kalau seorang bayi lahir dengan panjang rambut 2 centimeter, berarti pada bulan ke 7 kehamilan, rambut lanugo bayi sudah diganti dengan rambut dewasa terminal. Rambut tidak mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Pada waktu-waktu tertentu pertumbuhan rambut itu terhenti dan setela mengalami istirahat sebentar, rambut akan rontok sampai ke umbi rambutnya. Sementara itu, papil rambut sudah membuat persiapan rambut baru sebagai gantinya.

Pertumbuhan rambut mengalami pergantian melalui 3 fase: yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen) dan fase kerontokan (telogen), baru kemudian dimulai lagi dengan fase anagen yang baru.

Lama masing-masing fase pun berbeda-beda, fase anagen lamanya berkisar antara 2-5 tahun dan rata-rata 3 tahun atau 1000 hari. Walaupun kadang-kadang ada yang sampai lebih dari 10 tahun, sehingga rambutnya bisa lebih dari 1 (satu) meter panjangnya. Itulah sebabnya maka jangan heran kalau ada wanita yang rambutnya sampai sepanjang lutut atau mata kaki. Fase katagen singkat saja hanya beberapa minggu. Sedangkan fase telogen rata-rata berkisar 100 hari.

Bila kita inginkan agar rambut tidak tumbuh lagi secara permanen, maka papil harus dibunuh secara elektrolisis. Biasanya dari proses pertumbuhan rambut ini akan terlihat rambut yang berwarna hitam dan pirang muda. Bila rambut itu berwarna hitam akan lebih besar dan tebal, tetapi bila rambut pirang/kemerah-merahan akan lebih halus.

C. Fungsi Rambut 
Sepanjang sejarah peradaban manusia, rambut selalu menempati kedudukan penting. Kedudukan penting tersebut berkaitan langsung dengan berbagai fungsi rambut. Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut:

1. Pelindung 
Ketika nenek moyang manusia masih hidup dihutan belukar dan tinggal di dalam gua-gua, satu-satunya pelindung utama bagi kepala adalah rambutnya. Akibat berbagai benturan dan gesekan dengan kekejaman alam sekitar diperkecil oleh rambut subur yang tumbuh dikepala. Kandung rambut di dalam kulit berhubungan langsung dengan ujungujung saraf perasa, dengan cepat mampu mengantar denyut-denyut .

2. Penghangat 
Selain sebagai penyangga benturan dan alat sensorik, rambut akan memberi kehangatan kepada tubuh manusia. Manusia purba yang hidup dialam terbuka dengan segala kekerasannya. Rambut kepala yang paling dominan pertumbuhan dan ketebalannya, membentuk semacam insulator alami yang menjaga stabilitas suhu kulit kepala dari pengaruh suhu udara disekitarnya. Dinginnya udara sekitar tidak dapat langsung mengenai kulit kepala berhubung adanya insulator udara yang memperoleh pemanasan tetap dari suhu badan kita.

3. Penambah Kecantikan 
Namun apabila ditinjau dari sisi estetika, rambut juga memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Pertanda status sosial
Berkembangnya suatu peradaban membawa serta terbentuknya strata sosial. Rambut yang dapat ditata dalam berbagai bentuknya, kemudian dijadikan salah satu tanda status sosial pemiliknya. Manusia primitif menghias rambutnya dengan tulang, manik-manik dari kerang dan bulu burung besar dengan maksud menakut-nakuti musuhnya, sekaligus menunjukkan status kepimpinan atas kaumnya.

b. Identitas profesi 
Rambut juga lazim digunakan sebagai identitas profesi yang bersangkutan. Di zaman kekaisaran Romawi, ketika para penguasa dan para bangsawan sering membubuhi rambutnya dengan serbuk emas atau perak sebagai pertanda kebangsawaannya.

c. Menunjang penampilan 
Terciptanya mode tata rambut diciptakan hanya untuk lingkungan istana dan kaum bangsawan saja. Tujuan semula adalah untuk membedakan penampilan mereka dengan kaum kebanyakan. Para penata rambut istana membuat beberapa desain tata rambut untuk dipilih dan digunakan Ratu. Desain yang terpilih kemudian juga diikuti istri para bangsawan.

D. Kelainan-kelainan Kulit Kepala dan Rambut 
Banyak masalah rambut yang dialami oleh manusia pada masa kini, mungkin karena perkembangan zaman yang semakin maju dan terdapat banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan/obat-obatan yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri. Sehingga begitu banyak ditemukan permasalahan mengenai rambut yang mungkin hal ini tidak ditemui oleh nenek moyang kita pada masa lalu.

Sehubungan dengan kondisi adanya berbagai kelainan kulit kepala dan rambut, maka bagi penata kecantikan rambut perlu memperhatikan kondisi kulit kepala dan rambut baik untuk diri sendiri maupun bagi pelanggan.

1. Kelainan-kelainan Kulit Kepala 
Kelainan kulit kepala dapat ditinjau dari penyebabnya. Kelainan kulit kepala dan folicle rambut secara garis besar dapat dikelompokan sesuai dengan faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut:

a. Bakteri atau mikroba
Bakteri atau mikroba dapat menimbulkan peradangan kulit kepala. Kelainan-kelainan yang ditimbulkannya adalah berupa;
  • Bisul (furunkulosis) Kelainan ini adalah merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh kuman stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya. Penyerangan kuman-kumannya adalah pada bagian tengah jaringan yang kemudian kuman-kuman tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok. 
  • Bisul batu (karbunkulosis) Sementara diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan, sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka ia akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen
b. Dermatitis papilaris capillitii
Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan pennanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis ia berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, karena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini adalah sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh stafilokokus.

c. Kelainan karena infeksi jamur
Infeksi jamur pada kulit kepala (tiniakaiplis). Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut menjadi mudah patah, sehingga menyebabkan kebotakan.

d. Peradangan menahun
Penyebab dari perdangan menahun adalah oleh dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala. Kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus.

e. Serangga
Gangguan parasit jenis serangga seperti infeksi kutu kepala yang disebut Pediculosis capitis. Kutu kepala ini sebetulnya adalah infeksi rambut oleh kutu kepala, yang penularannya terjadi karena kontak langsung. Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder.

f. Sindap/ketombe 
Istilah lain dari sindap disebut seborocheic dermatitis, maksudnya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan.

g. Tinea capitis/kadas/ringworm 
Istilah tinea capitis sering juga disebut dengan kadas atau ringworm, karena penyakit ini umumnya menyerang kulit kepala dan rambut. Biasanya penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibanding pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain; rasa sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama.

h. Scobiosis 
Adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit hewan/kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk-garuk. Karena dia menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan tumbuh dan berkembang. Kutu akan membuat liang/lobang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal, sehingga sering digaruk yang selanjutnya timbul tanda-tanda garukan serta tanda peradangan.

i. Piodra 
Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur, parasit tumbuh-tumbuhan. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit piodra ini adalah terdapatnya bintik-bintik hitam atau coklat agak lonjong yang besarnya lebih dari ukuran mikroskopic, (sampai cukup besar) hingga dapat dilihat dengan mata biasa.