Showing posts sorted by relevance for query bagian telinga. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query bagian telinga. Sort by date Show all posts

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya. Pengertian Telinga, Bagian – Bagian Telinga, Bagian Dalam Telinga, Bagian Luar Telinga, Fungsi dari Tiap – tiap bagian Telinga itu sendiri. Struktur Telinga lengkap dengan Nama dan penjelasan Fungsi – Fungsinya. Contoh Gambar Struktur Telinga, Lengkap!

Pengertian Telinga

Sumber: merdeka.com
Telinga yaitu organ pendengaran yang mempunyai fungsi penting dalam melindungi keseimbangan tubuh. Bagian - Bagian telinga yang berfungsi dalam pendengaran terdiri atas tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah serta koklea.

Bagian - Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan terdiri atas tiga bagian yakni kanal semisirkular, utrikel serta sakulus.

Bagian - Bagian Telinga atau Struktur Telinga 

Berikut ini akan kami terangkan mengenai bagian - bagian telinga bersumber pada tiga pembagian yang ada yakni bagian telinga luar, bagian telinga dalam serta koklea.

Bagian telinga luar 

Telinga eksterna atau telinga bagian luar terdiri atas dua bagian yakni aurikula serta meatus akustik eksterna. Aurikula (Kuping telinga) menonjol dari samping kepala, yang terdiri atas fibrokartilago yang tidak tebal serta elastis, ditutupi oleh kulit yang menyerupai bentuk corong atau kuping telinga yang mengantar gelombang suara menuju meatus akustik eksterna.

Meakus akustik eksterna yaitu bagian telinga yang mempunyai bentuk lintasan tubular kurang lebih 4 cm memanjang ke bagian temporal. Sepertiga bagian luar tersusun atas dinding kartilago serta dua pertia bagian dalam yaitu tulang.

Eksterna akustik meatus ini membentuk kanal yang melengkung, yakni lenkungan depan-atas, lengkungan belakang atas serta lengkungan depan serta sedikit mengalami penurunan.

Di bagian ujung eksternal meatus bagian dalam ditutupi oleh membran timpani (Gendang telinga). Pada pinggir kulit kartilago meatus bisa diketemukan rambut rambut halus serta banyak kelenjar yang mengekskresikan serumen.

Serumen yaitu zat yang berfungsi untuk melindungi kanal atau saluran telinga dari debu serta benda asing lain.

Walau demikian, serumen bisa jadi gangguan untuk telinga yakni saat terjadinya penumpukan serumen hingga jadi penghambat untuk suara.

Untuk mengeluarkan seruman butuh dilakukan penyemprotan ke saluran telinga.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian telinga Tengah 

Telinga bagian tengah yaitu ruangan kecil yang terdapat di dalam tulang temporal.

Bagian telinga tengah dipisahkan dengan bagian telinga luar oleh membran timpani. Di dalam bagian telinga tengah ada dinding yang dibuat atau dibentuk oleh dinding bagian lateral telinga dalam.

Rongga itu dikelilingi oleh membran mukosa. Rongga itu juga memiliki kandungan udara yang masuk dari faring lewat saluran pendengaran.

Hal ini juga yang akhirnya membuat tekanan udara di kedua sisi membran timpani sama atau seimbang.

Di bagian telinga tengah ada tiga tulang tidak tebal atau tipis yang disebut dengan osikel. Fungsi tulang osikel yaitu menghantarkan getaran ke membran timpani lewat telinga dalam. Osikel terdiri atas tiga tulang tidak tebal atau tipis yakni Maleus, Inkus serta Stapes.

Tulang Maleus atau tulang martil yaitu sisi osikel pada telinga tengah yang ada di dekat (menempel pada) membran timpani. Kemudian, ada tulang inkus atau tulang landasan yang berartikulasi (membentuk sendi) dengan tulang maleus serta tulang stapes.

Tulang Stapes atau tulang sanggurdi yaitu tulang kecil (osikel) yang ada di bagian dasar osikel yang melekat pada fenestra vestibuli serta menghadap ke sisi dalam telinga.

Dinding posterior telinga tengah terbuka tidak beraturan, menghadap ke mastoid antrum serta membelok ke sekumpulan sel udara mastoid seperti sinus nasal yang terinfeksi.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian Telinga Dalam 

Telinga bagian dalam ada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua sisi yakni tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) serta membran labyringth.

Tulang labyrinth berikutnya terdiri atas tiga bagian yakni vestibula, koklea serta kanal semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melalui dua lubang yakni fenestra vestibuli yang ditempati oleh dasar stapes serta fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa.

Pada bagian belakang ada muara yang menuju kanal semisirkular serta di bagian depan ada muara yang menghadap ke koklea.

Koklea adalah bagian telinga yang penting untuk fungsi pendengaran.

Koklea yaitu saluran berupa spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengelilingi pusat tulang yang disebut dengan modiolus.

Bersumber pada panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yakni membran basilar serta membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.

Pada saluran bagian luar, ada skala vestibuli pada bagian atas serta skala timpani pada bagian bawah.

Saluran ini memuat perilimfe serta bergabung dengan puncak modiolus. Sisi ujung skala timpani yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.

Bagian tengah saluran koklea disebut dengan duktus koklear serta memuat endolimfe. Memiliki bentuk sama juga dengan tulang labyrinth serta disebut dengan membran labyrinth.

Di dalam duktus koklear ada ujung ujung saraf pendengaran yang disebut dengan sel sel rambut.

Pada koklea, ada tiga kanal semisirkular yang terdapat di atas serta di belakang vestibula dalam tiga ruangan yang tidak sama, satu vertikal, satu horisontal serta yang lain transversal. Seluruh ruangan ini memuat perilimfe.

Dalam fungsi keseimbangannya, jika posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan merangsang sel sel khusus yang mempunyai tonjolan seperti rambut rambut yang ada di ujung tiap kanal.

Pada bagian dalam tulang labyrinth ada labyrinth membranosa yang berbentuk membran memiliki ukuran kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea.

Utrikel serta sakulus yaitu dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dikaitkan oleh saluran penyambung (connecting tube).

Kantung kantung itu memuat potongan kecil saraf sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang melekat pada sel sel itu.

Bentuk duktus semisirkular sama juga dengan kanal semisirkular terdapat di dalam duktus itu, namun diameter duktus semisirkular cuma 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular memiliki kandungan endolimfe.

Duktus koklear yaitu saluran spiral yang ada didalam kanal koklea yang menonjol serta membentang di sepanjang dinding luar.

Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran vestibular serta bagian dasarnya oleh membran basiler serta kedua dinding luarnya oleh tonjolan dinding koklea.
Sumber: artikelbermutu.com
Sesudah anda membaca bagian bagian telinga di atas, anda tentu udah mengerti mengenai anatomi telinga tersebut. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengingat bagian telinga di atas, kita akan berikan review secara singkat berikut ini: 

Review Singkat Bagian Bagian Telinga: 
  1. Bagian telinga luar: Aurikula, Meatus Akustik Eksterna, serta membran timpani 
  2. Ada cairan serumen. 
  3. Bagian telinga tengah: Ada tiga tulang Osikel yakni tulang Maleus, Inkus, serta tulang Stapes. 
  4. Bagian telinga dalam: Tulang Labyrinth serta membran labyrinth 
  5. Tulang labyrinth terdiri atas vestibula, koklea serta kanal semisirkular 
  6. Koklea tersusun atas duktus koklear yang ada sel sel rambut, fibrosa fenestra koklea 
  7. Labyrinth Membranosa terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea 
  8. Bagian bagian tulang telinga serta fungsinya 
  9. Bagian bagian telinga serta fungsinya 

Fungsi Bagian Telinga 

Sesudah memahami bagian bagian telinga, mari kita belajar mengenai fungsinya yakni:
  1. Aurikula yang disebut dengan sebagai kuping telinga berperan untuk menghantarkan gelombang suara menuju ke meatus akustik eksterna. 
  2. Meatus akustik eksterna berperan untuk menghantarkan gelombang suara dari aurikula ke bagian telinga selanjutnya yakni membran timpani atau gendang telinga. Pada Meatus akustik eksterna juga ada rambut rambut halus serta mempunyai kelenjar yang berperan untuk mengekskresikan serumen untuk melindungi saluran telinga. 
  3. Osikel yang tersusun atas tiga tulang berperan untuk memperbesar getaran suara yang ditimbulkan oleh membran timpani (gendang telinga) hingga vestibuli fenestra bergetar yang menyebabkan perilimfe bergetar. 
  4. Kanal Semisirkular dengan sel sel khususnya berperan untuk mengetahui posisi kepala berubah oleh karena adanya gerakan endolimfe yang menyentuh ujung kanal. 
  5. Koklea berperan sebagai wadah untuk sel sel yang dipakai untuk mendengar dan melindungi keseimbangan 
  6. Utrikel serta sakulus berperan untuk melindungi keseimbangan tubuh manusia oleh karena adanya otolith serta saraf sel rambut.
Sumber: health.detik.com
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Telinga di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Bagian – Bagian Telinga dan Fungsinya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelbermutu.com 

Nama Bagian Tubuh Manusia

Tubuh manusia terdiri atas banyak bagian-bagian yang bersatu-padu membentuk satu kesatuan harmonis untuk melayani kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Terdapat banyak anggota tubuh manusia dari ujung rambut sampai ujung kaki yang masing-masing memiliki fungsi dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tubuh manusia yang kompleks dan sempurna merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dianugerahkan kepada manusia untuk selalu beribadah kepadanya.

Nama anggota badan atau bagian tubuh manusia terangkum dalam uraian berikut.
  • Bagian Kepala Nama-nama anggota tubuh bagian kepala manusia terdiri atas rambut, jidat, bola mata, wajah, alis, telinga, kelopak mata, bulu mata, hidung, lubang hidung, lesung pipi, pipi, dagu, kumis, jenggot, mulut, lidah, gigi, bibir, dan gusi.
  • Bagian Badan Atas. Leher, jakun, pundak atau bahu, tenggorokan, dada, perut, pusar, punggung, putting, payudara, dan rusuk merupakan nama-nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian badan atas.
  • Bagian Badan Bawah Pinggang, panggul, pantat, kemaluan, kemaluan laki-laki, kemaluan perempuan, dubur, dan buah pelir merupakan nama-nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian badan bawah.
  • Bagian Tangan. Nama- nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian tangan yaitu ketiak, lengan atas, siku, lengan bawah, telapak tangan, ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking, bulu ketiak, kuku, dan pergelangan tangan.
  • Bagian Kaki. Paha, lutut, betis, mata kaki, telapak kaki, punggung kaki, tumit, dan jari kaki merupakan nama-nama anggota tubuh yang ada pada bagian kaki.
  • Bagian Umum. Nama-nama anggota tubuh pada bagian umum terdiri atas kulit, bulu, dan pori-pori.
  • Bagian Dalam. Otak, darah, daging, tulang, otot, usus, jantung, paru-paru, lambung, ginjal, hati, dan pancreas merupakan nama-nama anggota tubuh yang terdapat pada bagian dalam tubuh manusia.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberikan tubuh yang sempurna dan berfungsi dengan baik. Kita akan sangat kesulitan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari jika anggota tubuh kita tidak lengkap atau cacat. Bersyukur, merawat dengan baik dan dimanfaatkan untuk kebaikan adalah cara terbaik dalam penggunaan anggota tubuh kita.

Rambut merupakan bagian tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi. Seperti halnya rambut di kepala manusia yang memiliki fungsi melindungi kepala dari sinar matahari secara langsung. Oleh karena itu, rambut di kepala harus dirawat di antaranya dengan cara keramas, disisir, dan dirapikan misalnya dengan diikat.

Hari ini rambut Dayu nampak lain. Rambut Dayu diikat dengan tali rambut sehingga terlihat rapi dan cantik. Edo pun bertanya kepada Dayu, “Dayu tali rambutnya bagus, di mana kamu beli? Aku ingin membelikan adikku”. “Tali rambut ini oleh-oleh Bibiku dari bandung, banyak kok ada satu lusin. Nanti aku beri saja untuk adikmu”, jawab Dayu. “Satu lusin itu berapa banyak, Dayu?, tanya Edo lagi. “Sebentar, aku ambilku tali rambutku yang lain”, kata Dayu. Kemudian, Dayu memperlihatkan satu lusin ikat rambut. Dalam kotak di bawah ini terdapat gambar satu lusin ikat rambut.

Berapa banyak satu lusin ikat rambut?
Hitunglah banyak ikat rambut dalam kotak di atas. 1 lusin =  12 buah
Dayu juga bercerita kepada teman-teman, jika bibinya juga membelikan kain serbet kepada ibunya sebanyak satu kodi. Berikut merupakan gambar 1 kodi kain serbet.
Berapa banyak satu kodi kain serbet?
Hitunglah banyak kain serbet dalam kotak di atas. 1 kodi = 20 potong
Selain satuan lusin dan kodi juga ada satuan yang dinamakan rim dan gros. Berapa banyak satu rim dan satu gros?
1 rim = 500 lembar, 1 gross = 144 buah atau 12 Lusin

Kerjakan soal-soal berikut!
1. Dayu akan membeli ikat rambut disebuah toko. Di toko tersebut ada 5 lusin ikat rambut. Dayu membeli setengah lusin.
5 lusin =  5 x 12 = 60 buah
1/2 lusin = 6 buah
2. Ibu Ayu seorang penjual kain batik. Ibu Ayu mempunyai persediaan 8 kodi kain batik. Hari ini ibu Ayu sudah menjual 1/4 kodi kain batik.
8 kodi =  8 x 20 = 160 potong
1/4 kodi = 5 potong
3. Pak Heri sebagai penjaga kios fotokopi. Di kios Pak Heri terdapat persediaan 6 rim kertas foto kopi. Pak Heri sudah menggunakan 1 1/2 rim kertas untuk memfotokopi.
6 rim = 6 x 500 = 3.000 lembar
1 1/2 rim = 1,5 x 500 = 750 lembar
4. Ibu Nita seorang penjahit. Ibu Nita mempunyai persediaan 1/2 gros kancing baju yang polos.
1/2 gros = 0,5 x 12 = 6 lusin
1/2 gros = 0,5 x 144 = 72 buah buah

Apa nama anggota tubuh yang kamu gunakan untuk berjalan, makan, menulis, dan membaca?
1. Berjalan, anggota tubuh yang digunakan adalah kaki
2. Makan, anggota tubuh yang digunakan tangan dan mulut
3. Menulis, anggota tubuh yang digunakan adalah tangan
4. Membaca, anggota tubuh yang digunakan adalah mata

Isilah dengan bilangan yang benar.
1. 2 lusin + 2 buah = (2 x 12) + 2 = 24 + 2 = 26 buah.
2. 1/3 gros + 36 buah = (1/3 x 144) + 36 = (48 + 36) : 12 = 84 : 12 = 7 lusin.
3. 3 kodi – 15 potong = ( 3 x 20) - 15 = 60 - 15 = 45 potong.
4. 2 rim – 24 lembar = ( 2 x 500) - 24 = 1.000 - 24 = 976 lembar.
5. 1 gros – 5 lusin + 8 buah = (1 x 144) - (5 x 12) + 8 = 144 + 60 + 8 = 212 buah.

Hubungkan kelompok yang isinya sama banyak.
3 lusin + 7 buah = (3 x 12) + 7 = 36 + 7 = 43 buah
4 kodi + 2 buah = (4 x 20) + 2 = 40 + 2 = 42 buah
1/2 rim + 15 buah = (1/2 x 500) + 15 = 250 + 15 = 265 buah
1/4 gros + 19 buah = (1/4 x 144) + 19 = 36 + 19 = 55 buah
2 gros + 3 lusin = (2 x 144) + (3 x 12) = 288 + 36 = 324 buah

Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Penulisannya

Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Penulisannya. Tinjauan Pustaka adalah bagian yang sangat penting dari sebuah proposal atau laporan penelitian karena pada bab ini diungkapkan pemikiran atau teori-teori yang melandasi dilakukannya penelitian.

Kegunaan Tinjauan Pustaka

Sumber: sarungpreneur.com
Castetter dan Heisler (1984, hal. 38-43) menerangkan bahwa tinjauan pustaka mempunyai enam peranan, yaitu: 
  1. Mengulas sejarah persoalan; 
  2. Membantu penentuan prosedur riset; 
  3. Memahami landasan teori yang terkait dengan persoalan; 
  4. Mengulas keunggulan serta kekurangan hasil riset terdahulu; 
  5. Menghindari duplikasi riset; serta 
  6. Menunjang perumusan permasalahan 
Lantaran keterangan Castetter serta Heisler di atas lebih jelas, pembahasan selanjutnya mengenai peranan tinjauan pustaka dalam tulisan ini merujuk pada keterangan mereka. Satu persatu peranan (yang saling kait mengkait) itu dibicarakan dalam bagian berikut ini: 
  • Mengulas sejarah persoalan
Sejarah persoalan mencakup perkembangan persoalan serta perkembangan riset atas persoalan itu. Pengkajian pada perubahan persoalan secara urutan mulai sejak persoalan itu muncul hingga pada kondisi yang dilihat saat ini akan memberi deskripsi yang lebih jelas mengenai perubahan materi persoalan (tinjauan dari waktu ke waktu: menyusut atau bertambah parah; apa pemicunya).

Mungkin saja, tinjauan seperti ini serupa dengan bagian “Latar belakang permasalahan” yang umumnya ditulis di bagian depan sebuah usulan riset. Bedanya: dalam tinjauan pustaka, kajian senantiasa merujuk pada pustaka yang ada.

Pengkajian urutan atas penelitian–penelitian yang pernah dikerjakan atas persoalan akan membantu memberi deskripsi mengenai apa yang sudah dikerjakan oleh peneliti-peneliti lain dalam persoalan itu. Deskripsi bermanfaat terlebih mengenai pendekatan yang digunakan serta hasil yang didapat.
  • Membantu penentuan prosedur penelitian 
Dalam membuat prosedur riset (research design), banyak untungnya untuk membahas prosedur-prosedur (atau pendekatan) yang pernah digunakan oleh peneliti-peneliti terdahulu dalam meneliti persoalan yang nyaris sama. Pengkajian mencakup keunggulan serta kekurangan prosedur-prosedur yang digunakan dalam menjawab persoalan.

Dengan memahami keunggulan serta kekurangan prosedur-prosedur itu, lantas bisa diambil, diadakan penyesuaian, serta didesain sebuah prosedur yang pas untuk riset yang dihadapi.
  • Memahami landasan teori yang terkait dengan persoalan
Satu diantara karakteristik riset yaitu kegiatan yang dikerjakan sebaiknya ada pada konteks ilmu dan pengetahuan atau teori yang ada.

Pengkajian pustaka, dalam soal ini, akan bermanfaat untuk pendalaman pengetahuan sepenuhnya (unified explanation) mengenai teori atau bagian ilmu dan pengetahuan yang terkait dengan persoalan.

Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau daerah persoalan dibutuhkan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau info empiris yang diinginkan.
  • Mengulas keunggulan serta kekurangan hasil riset terdahulu 
Pada bagian awal tulisan ini dijelaskan kalau manfaat tinjauan pustaka yang di kenal umum yaitu untuk membuktikan kalau riset (yang diusulkan) belum pernah dikerjakan sebelumnya.

Pembuktian keaslian riset ini bersumber pada pengkajian pada beberapa riset yang pernah dikerjakan. Bukti yang di cari mungkin berbentuk fakta kalau belum pernah ada riset yang dikerjakan dalam persoalan itu, atau hasil riset yang pernah ada belum mantap atau masihlah mengandung kekeliruan atau kekurangan dalam beberapa hal dan butuh diulangi atau dilengkapi.

Dalam riset yang akan dihadapi kerap dibutuhkan pengacuan pada prosedur serta hasil riset yang pernah ada (lihat manfaat 2). cewek kutu buku. Kehati-hatian perlu ada pada pengacuan itu.

Sebuah riset memiliki lingkup keterbatasan dan keunggulan serta kekurangan. Evaluasi yang tajam pada keunggulan serta kekurangan itu bakal bermanfaat terlebih dalam memahami tingkat kepercayaan (level of significance) beberapa hal yang diacu.

Butuh dikaji dalam riset yang dievaluasi apakah temuan dan rangkuman ada diluar lingkup riset atau temuan itu memiliki dasar yang amat lemah. Evaluasi ini menghasilkan penggolongan pustaka ke dalam dua kelompok: 
  1. Kelompok Pustaka Paling utama (Significant literature); 
  2. Kelompok Pustaka Penunjang (Collateral Literature). 
  • Menghindari duplikasi penelitian 
Manfaat yang ke lima ini, supaya tidak terjadi duplikasi riset, amat jelas tujuannya. Masalahanya, tidak semua hasil riset dilaporkan secara luas.

Dengan hal tersebut, publikasi atau seminar atau jaringan informasi mengenai hasil-hasil riset amat penting. Dalam soal ini, peneliti perlu tahu sumber-sumber informasi pustaka serta memiliki hubungan (access) dengan sumber-sumber itu.

Tinjauan pustaka, terkait dengan hal semacam ini, bermanfaat untuk memaparkan semua pengetahuan yang ada hingga sekarang terkait dengan persoalan yang dihadapi (hingga bisa menyakinkan kalau tidak terjadi duplikasi).
  • Menunjang perumusan permasalahan 
Manfaat yang ke enam dan taktis ini terkait dengan perumusan persoalan. Pengkajian pustaka yang meluas (namun tajam), komprehensif serta bersistem, selanjutnya mesti disudahi dengan sebuah rangkuman yang berisi persoalan apa yang tersisa, yang membutuhkan riset; yang membedakan riset yang diusulkan dengan penelitian-penelitian yang pernah dikerjakan sebelumnya.

Dalam rangkuman itu, rumusan persoalan ditunjang kemantapannya (justified). Pada beberapa formulir usulan riset (misalnya pada formulir Usulan Riset DPP FT UGM), bagian rangkuman ini sengaja dipisahkan sendiri (supaya lebih jelas menonjol) serta diletakkan setelah tinjauan pustaka dan di beri judul “Keaslian Penelitian”.
  • Organisasi Tinjauan Pustaka 
Seperti sudah diterangkan di atas, banyak didapati kekurangan dalam penulisan tinjauan pustaka dilihat dari cara membuat atau mengorganisasi materinya. Organisasinya yang lemah ditunjukan oleh tidak adanya sistem (keterikatan) yang pasti dipertunjukkan dalam tinjauan pustaka itu.

Terkait dengan kriteria untuk bersistem itu, dalam formulir Usulan Riset DPP FT UGM sudah ditulis dengan jelas, sebagai berikut ini:

“Tinjauan Pustaka (Buatlah sebuah uraian yang baik, luas serta bersistem tentang beberapa riset yang udah pernah diadakan serta yang memiliki kaitan dengan riset yang diusulkan ini….)”.

Dalam soal organisasi tinjauan pustaka, Castetter serta Heisler (1984, hal. 43-45) merekomendasikan mengenai beberapa sisi tinjauan pustaka, yang mencakup: 
  1. Pendahuluan
  2. Pembahasan dan
  3. Rangkuman
Dalam sisi pendahuluan, umumnya ditunjukan peninjauan serta kriterian penetapan pustaka yang akan dilihat (bisa diungkapkan dengan sederetan pertanyaan keingin–tahuan).

Di bagian pendahuluan ini juga diterangkan mengenai organisasi tinjauan pustaka, yakni pengelompokan secara sistematis dengan memakai judul serta sub-judul pembahasan; biasanya, pengelompokan didasarkan pada tema; cara lain, berdasarkan perioda (waktu, kronologis). Contoh “bagian pendahuluan” dari sebuah tinjauan pustaka sebagai berikut ini:

Contoh 1 

Tinjauan pustaka dalam riset ini mencakup lima kelompok pembahasan. Pembahasan pertama adalah tinjauan singkat mengenai sistem permodelan transportasi kota, sebagai pengantar atau pengenalan mengenai penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan.

Pembahasan kedua terkait dengan pengetahuan penyebaran beban lalu lintas ke ruas-ruas jalan (trip assignment) tersebut, serta pembahasan kelompok ketiga menyangkut tinjauan kronologis pengembangan paket-paket program computer untuk perhitungan sebaran beban lalu lintas.

Pembahasan ke empat bersangkut–paut dengan kritik pada paket-paket computer dalam bagian sistem permodelan transportasi kota yang ada; sedangkan pembahasan ke lima fokus pada interaksi (dialog) antara program computer serta pengguna. (Sumber: Djunaedi, 1988)

Contoh 2 

…. tinjauan pustaka ini didesain untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut ini:
  1. Seperti apakah proses perencanaan kota komprehensif itu? 
  2. Bagian mana saja dari proses itu yang terstruktur serta bagian mana saja yang tidak terstruktur? 
  3. Sejauh mana bebrapa bagian proses itu hingga sekarang sudah terkomputerkan? 
  4. Siapa saja atau pihak mana yang ikut serta dalam proses perencanaan itu? 
  5. Seperti apakah produk akhir dari proses perencanaan itu?
Bagian kedua, kajian, disusun sesuai sama organisasi yang sudah diputuskan dalam bagian pendahuluan. Kajian pustaka butuh diperhitungkan keterbatasan kalau tidak mungkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibicarakan dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting serta butuh dibicarakan lebih detil dari pada pustaka yang lain.

Dalam hal ada kemiripan isi, rincian bisa diaplikasikan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka yang lain cukup disebutkan saja namun tidak dirinci.

Contoh: Komponen Sistem Penunjang Pembuatan Keputusan, seperti dijelaskan oleh Mittra (1986), mencakup empat modul: pengendali, penyimpan data, pengolah data, serta pembuat model.

Keterangan yang sama diberikan juga oleh Sprague serta Carlson (1982), serta Bonczek et al. (1981). Sebagai peninjauan yang bersistem, selain menuruti organisasi yang sudah ditetapkan, dalam kajian secara detil butuh diperlihatkan keterkaitan satu pustaka dengan pustaka yang lain.

Bukan hanya menyebutkan “Si A menerangkan kalau. . . . . . Si B menjelaskan. . . . . . Si Z memerinci. . . . . . “; namun butuh dijelaskan keterkaitannya

Contoh “Si B menjelaskan kalau. . . . . . demikian sebaliknya si G menyanggah hal itu serta menyebutkan kalau. . . . . . Bantahan yang sama keluar dari berbagai pihak, contohnya diungkapkan oleh si W, si S serta si Y. Ketiga penulis paling akhir ini bahkan juga menyebutkan kalau. . . . . . cewek kutu buku

Tinjauan Pustaka diakhiri dengan rangkuman atau ringkasan yang menerangkan mengenai “apa arti semua tinjauan pustaka itu (what does it all mean?)”.

Secara detil, rangkuman atau ringkasan itu sebaiknya berisi jawaban pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini, mengenai: status sekarang, tentang pengetahuann yang terkait dengan persoalan yang akan di teliti (apakah persoalan sesungguhnya sudah selesai terjawab?);

Beberapa riset terdahulu yang dengan persoalan yang dihadapi (adakah suatu hal serta apakah yang bisa digunakan?); mutu beberapa riset yang dikaji (mantap atau cuma bisa dipercayai beberapa saja?); kedudukan serta peran riset yang diusulkan dalam konteks ilmu dan pengetahuan yang ada.

Contoh bagian ringkasan dari tinjauan pustaka : 

Isi tinjauan pustaka di atas bisa diringkas sebagai berikut ini: 
  1. Sudah ada pengetahuan mengenai teknik perhitungan sebaran beban lalulinas ke ruas-ruas jalan. 
  2. Teknik itu sudah diwujudkan dalam sebuah bagian dari program computer bertaraf besar hingga menengah, yang dijalankan dengan computer besar (main–frame). 
  3. Diperlukan penerapan teknik itu pada computer mikro mengingat computer mikro sudah menyebar luas di Indonesia. 
  4. Untuk pembuatan program simulator ini butuh diperhitungkan hasil-hasil riset yang pernah dilakukan menyangkut hubungan (dialog) antara program computer serta pengguna yang bukanlah program, terlebih dalam bentuk dialog, keterlibatan pengguna, serta terbatasnya waktu dalam diri pengguna. 

Contoh Tinjauan Pustaka 

Sumber: elearningindustry.com
BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA 

2. 1 Pengetahuan

2. 1. 1 Definisi

Pengetahuan adalah penampakan dari hasil “tahu” serta terjadi setelah orang melakukan pengindraan pada sebuah objek spesifik. Pengetahuan yaitu hasil tahu manusia yang sebatas menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).

Menurut Taufik (2007), pengetahuan adalah pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang pada objek lewat indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).

Pengetahuan yaitu himpunan pengalaman-pengalaman serta pengetahuan-pengetahuan dari beberapa orang yang digabungkan secara haemonik dalam sebuah bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004).

2. 1. 2 Tingkatan Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif memiliki 6 tingkatan, yakni: 
  • Tahu (Know) 
Tahu disimpulkan sebagai mengingat sebuah materi yang dipelajari sebelumnya ke dalam tingkat pengetahuan ini yaitu mengingatkan kembali (recall) pada sebuah spesifik dari semua badan yang dipelajari atau rangsangan yang sudah di terima.

Tahu adalah tingkatan pengetahuan yang terendah. Kata kerja untuk mengukur kalau orang tahu mengenai apa yang dipelajari diantaranya menyebutkan, menguraikan, mendeskripsikan, menyebutkan dan sebagainya.
  • Mengerti (Comprehension) 
Mengerti adalah kapabilitas untuk menjelaskan benar mengenai objek yang di ketahui serta langkah menginterprestasikan materi itu secara benar. Orang yang sudah paham pada objek atau materi mesti bisa menerangkan menyebutkan contoh: menyimpulkan, meramalkan pada objek yang dipelajarinya.
  • Aplikasi (application) 
Aplikasi yaitu kapabilitas untuk mengungkapkan materi yang sudah dipelajari pada kondisi atau keadaan sesungguhnya (nyata). Aplikasi di sini bisa disimpulkan, aplikasi atau pemakaian hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau kondisi yang lain.

Contohnya bisa memakai rumus statistik dalam perhitungan-perhitungan hasil riset, bisa memakai prinsip-prinsip siklus pemecahan permasalahan (problem solving cycle) di dalam pemecahan permasalahan kesehatan dari masalah yang didapatkan.
  • Analisis (Analisa) 
Analisis yaitu kapabilitas untuk menguraikan materi atau sebuah objek ke dalam komponen-komponen, namun masih tetap dalam satu susunan organisasi itu masihlah ada hubungannya satu sama lain.

Kapabilitas analisa ini bisa dilihat dari pemakaian kata kerja, bisa menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
  • Sintesis (Syntesis) 
Sintesis yaitu kapabilitas untuk menempatkan atau menghubungkan beberapa bagian di dalam sebuah bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis yaitu suatu kapabilitas untuk membuat formulasi baru dari formulasi yang sudah ada.

Contohnya bisa membuat, bisa merencanakan, meringkas, menyesuaikan dan sebagainya pada sebuah teori atau rumusan-rumusan yang sudah ada.
  • Evaluasi (Evaluation) 
Evaluasi adalah kapabilitas dari seseorang untuk melakukan riset pada sebuah objek penilaian pada sebuah materi atau objek. Pengukuran pengetahuan bisa dilakukan dengan wawancara atau quesioner yang menanyakan mengenai isi materi yang mau diukur dari subyek riset atau responden.

Kedalaman pengetahuan yang mau kita pahami atau kita ukur bisa kita sesuaikan dengan beberapa tindakan di atas (Notoatmodjo, 2007).

Konsep yaitu sebuah abstrasi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan sebuah pengertian. Oleh karena itu konsep tidak bisa diukur serta diamati secara langsung. Supaya bisa diukur, konsep itu mesti di uraikan ke dalam variabel-variabel. Variabel yang dipakai pada pengetahuan yaitu ordinal dengan hasil ukur baik serta kurang (Notoadmojo, 2003).

Contoh Tinjauan Pustaka Lainnya

Contoh 1
Sumber: slideshare.net
Contoh 2
Sumber: scribd.com
Contoh 3
Sumber: yangkutauu.wordpress.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Penulisannya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Tinjauan Pustaka di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Tinjauan Pustaka. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. duniamerahh.blogspot.co.id
  2. cangcut.net 
Panduan Cara Menyusun Teks Pidato Terbaik

Panduan Cara Menyusun Teks Pidato Terbaik

Panduan Cara Menyusun Teks Pidato Terbaik - Pidato adalah suatu kegiatan atau aktivitas berbicara di depan umum yang bertujuan untuk menyatakan pendapat, memberikan informasi, mengajak, atau berorasi. Dalam penyampaiannya, pidato dilakukan dengan beberapa cara yaitu, impromptu, membaca naskah, ekstemporan dan menghafal teks.

Pada pidato impromptu, pembaca pidato membacakan pidato tanpa persiapan sama sekali. Dengan kata lain, mereka tidak membutuhkan catatan atau teks pidato. Sementara itu, pidato ekstemporan dan menghafal memerlukan sebuah teks pidato. Oleh karena itu, untuk memudahkan Anda dalam membuat teks pidato, berikut ini adalah cara – cara menyusun naskah pidato.


Langkah - Langkah Menyusun Pidato


1. Menentukan tema

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema isi pidato. Tema pidato biasanya disesuaikan dengan tema acara atau kegiatan yang sedang dilangsungkan. Misalnya, jika kegiatan tersebut adalah memperingati hari ibu, maka sudah tentu tema yang akan dipilih adalah tentang pengorbanan seorang ibu, dan lain – lain.

Disamping itu, bisa juga dengan melihat keadaan atau kejadian di lingkungan sekitar orang – orang yang akan mendengarkan pidato, seperti permasalahan yang sedang terjadi, sesuatu yang dibutuhkan, menyadarkan, dan lain – lain.  

Dalam memilih tema jangan sampai tema yang dipilih tidak sesuai atau tidak sejalan dengan tujuan acara maupun keadaan sekitar. Karena jika tidak sesuai, tentunya pidato yang disampaikan tidak akan berarti di telinga para pendengarnya.


2. Menentukan maksud dan tujuan isi pidato

Setelah tema berhasil didapatkan, tentukanlah maksud atau tujuan dari isi pidato tersebut. Apakah tujuannya mengajak, memperingatkan, menyadarkan, memberitahu, atau membakar semangat. Dengan begitu, kita bisa menentukan isi atau cara menyampaikan pidato.  

Contohnya, jika tujuannya mengajak, berikanlah argumen – argumen disertai dengan data yang kuat agar para pendengar bisa mempercayai dan melakukan apa yang diajak oleh pembaca pidato. Selain itu, gunakanlah bahasa – bahasa persuasi seperti ayo, marilah, dan lain – lain. 


3. Mengumpulkan bahan

Kemudian langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan atau poin – poin isi pidato. Hal ini dilakukan selain untuk mencari bahan isi pidato, juga sangat berguna untuk menambah pengetahuan kita tentang tema yang akan kita angkat. Sehingga, kita bisa memiliki lebih banyak pengetahuan tentang tema itu yang akan berguna untuk improvisasi ketika pidato, atau bahkan untuk mengantisipasi jika ada pendengar yang bertanya ketika pidato berlangsung. Tentunya Anda tidak mau terlihat bodoh, bukan ?


4. Membuat kerangka

Setelah bahan – bahan terkumpul, yang harus kita lakukan adalah menyusun poin – poin itu ke dalam sebuah kerangka pidato atau outline. Hal ini dilakukan untuk menyusun ide – ide agar bisa tersampaikan secara berurutan dan juga untuk mencegah kita keluar dari tema awal pidato. Contoh, jika temanya adalah bahaya narkoba, maka outlinenya bisa dibuat sebagai berikut ini : 

Advertisement
Tema : Narkoba
Judul : Bahaya Narkoba Bagi Remaja 

I. Apa itu narkoba?

II. Jenis – jenis narkoba
   2.1 Ganja
   2.2 Putaw
   2.3 Heroin, dlll

III. Dampak narkoba
   3.1 Dampak narkoba bagi kesehatan
   3.2 Dampak narkoba bagi kehidupan

IV. Cara pencegahan dari narkoba
   4.1 Dari dalam diri
   4.2 Dari luar diri

V. Kesimpulan


5. Menulis pidato

Setelah semua siap, kemudian langkah selanjutnya adalah menulis pidato. Dalam menulis pidato ada bagian – bagian dari pidato yang perlu Anda ketahui, yaitu :

A. Pembukaan

Bagian pembuka adalah bagian awal pidato. Bagian ini mengandung :

1. Salam pembuka
Contohnya Assalamualaikum, Selamat pagi, dan lain – lain.

2. Sapaan
Contohnya Kepada Yang terhormat, yang terhormat, dan lain – lain.

3. Doa
Contohnya marilah kita panjatkan puji dan syukur .. . . .

4. Ucapan terimakasih (Bisa dihilangkan)

5. Pengantar
Bagian ini bisa berupa contoh, ilustrasi, maupun fakta – fakta mengenai topik yang akan kita sampaikan dan kemudian untuk disambungkan ke isi pidato.


B. Isi Pidato

Bagian isi merupakan bagian dimana Anda memasukkan materi – materi pidato yang ingin disampaikan. kembangkanlah poin – poin yang telah dibuat pada outline. Dan urutkan juga poin – poin tersebut sesuai urutannya, jangan lupa juga memberikan transisi – transisi antar paragraf agar para pendengar tahu poin apakah yang sedang kita bicarakan. 

Isi pidato tidak perlu panjang dan berbelit – belit. Cukup dengan singkat padat dan jelas saja. Hal ini dilakukan agar para pendengarnya tidak merasa bosan. Selain itu, bisa juga ditambahkan lawakan atau candaan di tengah – tengah pidato supaya pidato menjadi lebih menarik.


C. Kesimpulan

Kesimpulan disampaikan setelah semua materi pidato disampaikan. Kesimpulan harus mengcover semua isi pidato yang telah disampaikan. Selain berisi kesimpulan, bagian ini juga bisa ditambahkan ajakan, saran, pesan. Ketika menyampaikan kesimpulan, harus ada bagian pembeda, terutama pada intonasi, supaya pembaca menyadari dan tidak melewatkan kesimpulan tersebut.


D. Salam Penutup

Bagian terakhir adalah salam penutup, tutuplah pidato dengan meninggalkan kesan yang baik. Bisa dilakukan dengan memberikan pantun, mengucapkan terimakasih, dan meminta maaf.

Contoh :
Demikianlah pidato kali ini atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih
Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum wr. wb.

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Pengertian Platyhelminthes (Cacing Pipih), Ciri-Ciri dari Platyhelminthes (Cacing Pipih), Klasifikasi Platyhelminthes (Cacing Pipih), Siklus Kehidupan Platyhelminthes (Cacing Pipih), Peranan Platyhelminthes (Cacing Pipih), dan Usaha Mencegah Platyhelminthes (Cacing Pipih).

Pengertian Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: areyouinvertebrate.weebly.com
Platyhelmintes (Cacing Pipih) yaitu filum dalam kerajaan Animalia (hewan) yang miliki sifat tripoblastik yang hidup parasit serta mempunyai bentuk tubuh yang rata (pipih). Ada 18.500 spesies dari Platyhelmintes (cacing pipih).

Istilah Platyhelmintes datang dari bahasa Yunani yang terbagi dalam kata Platy yang memiliki arti pipih serta Helmintes yang cacing. Platyhelmintes adalah filum ketiga dari kindom animalia (hewan) setelah porifera serta coelenterata.

Struktur serta Fungsi Tubuh Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu cacing yang termasuk triplobalstik aselomata lantaran mempunyai 3 susunan embrional yang terbagi dalam ektoderma, endoderma, serta mesoderma. Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan cacing kelompok lainnya diantaranya sebagai berikut ini:

System Pencernaan: 

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu gastrovaskuler, di mana peredaran makanan tidak melalui darah namun oleh usus.

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) dimulai dari mulut, faring, serta ke kerongkongan. Di bagian belakang kerongkongan ada usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Hingga usus tidak cuma mengolah makanan namun usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

System Syaraf: 

Ada beberapa jenis system saraf pada Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:

System syaraf tangga tali adalah system saraf yang paling simpel. Pada system itu, pusat susunan saraf disebut juga dengan ganglion otak ada di bagian kepala serta jumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak itu keluar tali saraf sisi yang memanjang pada bagian kiri serta kanan tubuh yang dikaitkan dengan serabut saraf melintang.

Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya, system saraf bisa tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan jadi sel saraf sensori (sel pembawa signal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak ke efektor, serta sel asosiasi (penghubung).

Indera: Dari beberapa bentuk Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki system penginderaan berbentuk oseli, yakni bintik mata yang memiliki kandungan pigmen sensitif pada sinar. Bintik mata itu umumnya berjumlah sepasang serta ada pada bagian anterior (kepala).

Semua cacing pipih mempunyai indra meraba serta sel kemoresptor di semua badannya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berbentuk aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), serta reoreseptor (organ untuk memahami arah aliran sungai).

Biasanya Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai system osmoregulasi yang disebut juga dengan protonefridia. System ini terbagi dalam saluran pengeluaran cairan yang dipunyainya disebut dengan protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedang, sisa metabolisme badannya di keluarkan secara difusi lewat dinding sel.

Reproduksi: Meskipun Platyhelmintes (cacing pipih) adalah hewan hemafrodit, beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu.

Reproduksi dilakukan secara aseksual serta seksual. Reproduksi seksual yaitu dengan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum terjadi di dalam tubuh. Fertilisasi bisa dilakukan sendiri atau mungkin dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: zoology2014peter.weebly.com
Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai beberapa ciri/karakteristik umum diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk tubuh pipih, simetris serta tidak bersegmen 
  2. Ukuran tubuh mikroskopis serta ada pula yang mempunyai panjang tubuh 20 cm yakni cacing pita. 
  3. Mempunyai satu lubang yakni di mulut tanpa dubur 
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta miliki sifat hermafodit (dua kelamin) 
  5. Hidup parasit serta ada pula yang hidup bebas 
  6. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain. 
  7. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang serta bereproduksi secara vegetatif yakni membelah diri 
  8. Peka terhadap sinar 
  9. Tidak mempunyai system pernapasan. Cacing pipih memakai pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori lewat cara difusi. 
  10. Tidak memiliki rongga sejati, tetapi mempunyai simetri bilateral 
  11. Tidak mempunyai system pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes (cacing pipi) lewat rongga gastrovaskular 
  12. Memiliki system saraf tanggal tali serta mempunyai mata 
  13. Platyhelminthes (cacing pipih) tidak memiliki pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke semua tubuh. 
  14. Platyhelminthes (cacing pipih) miliki sifat triploblastik (mempunyai tiga susunan embrional), yakni epidermis (susunan luar), mesodermis (susunan tengah), serta endodermis (susunan dalam). 

Klasifikasi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: haikudeck.com
Platyhelmintes (cacing pipih) dibedakan jadi 3 kelas diantaranya sebagai berikut ini:

Turbellaria (Cacing Rambut Getar):

Kelas turbellaria yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang memakai bulu getar sebagai alat geraknya. Misalnya: Planaria

Trematoda (Cacing Isap):

Kelas Trematoda yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai alat hisap yang dilengkapi dengan kait yang berperan untuk menempelkan diri pada inangnya lantaran kelompok ini hidup secara parasit pada manusia serta hewan.

Contoh Trematoda yaitu fasciola (cacing hati), Clonorchis, serta Schistosoma. Pada trematoda dewasa hidup dalam usus, hati, ginjal, paru-paru serta pembuluh darah vertebrata.

Cestoda (Cacing Pita):

Kelas Cestoda (cacing pita) yaitu sisi Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai kulit yang dilapisi dengan kitin hingga tidak tercemar oleh enzim di usus inang. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, misalnya yaitu taenia solium serta T. Saginata.

Spesies ini mempunyai skoleks yang berperan atau dipakai untuk melekat pada usus inang. Reproduksi taenia yaitu memakai telur yang sudah dibuahi serta didalamnya terdapat larva yang disebut juga dengan onkosfer.

Siklus Hidup/Daur Hidup Platyhelmintes (Cacing Pipih) 

Fasciola hepatica: telur (bersama feces) larva bersilia (mirasidium) siput air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) sporokista redia serkaria keluar dari tubuh siput melekat pada rumput/tanaman air membentuk kista (metaserkaria) dikonsumsi domba (hepatica)/sapi (gigancatia) usus hati hingga dewasa.

Chlornosis sinensis: telur (bersama feces) mirasium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput ikan air tawar (melekat di ototnya) membentuk kista (metaserkaria) ikan dikonsumsi saluran pencernaan hati hingga dewasa.

Schistosoma javanicum: telur (bersama feces mirasidium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput menembus kulit manusia pembuluh darah vena.

Taenia saginata/taenia solium: Proglotid (bersama feces) mencemari makanan babi babi usus babi (telur menetas jadi hexacan) aliran darah otot/daging (sistiserkus) manusia usus manusia (sistiserkus pecah skolex melekat di dinding usus) hingga dewasa di manusia keluar bersama feces.

Fungsi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Biasanya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan lantaran miliki sifat parasi pada manusia serta hewan, tetapi ada spesies Platyhelmintes (cacing pipih) yang tidak merugikan manusia atau hewan yakni Planaria.

Planaria mempunyai fungsi yang digunakan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes (cacing pipih) lebih banyak memberikan efek kerugian untuk manusia serta hewan, lantaran cacing itu juga merupakan parasit dalat hewan, saat manusia mengonsumsinya, efeknya bisa merugikan manusia lantaran terinfeksi cacing yang bisa menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan manusia.

Upaya Mencegah Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Platyhelmintes adalah cacing yang biasanya merugikan manusia serta hewan, hingga dibutuhkan usaha yang bisa berupaya mencegah masuknya atau terinfeksi Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Memutuskan daur hidupnya 
  2. Menghidari infeksi dari larva cacing 
  3. Tidak membuang tinja sembarangan serta membuang tinja secara teratur (sesuai dengan kriteria hidup sehat) 
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang (masak daging hingga matang).
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Platyhelminthes (Cacing Pipih) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Platyhelminthes (Cacing Pipih). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com

Teknik dan Bentuk Senam Lantai

Senam dapat diartikan sebagi setiap bentuk pembelajaran fisik yang disusun secara sistematis dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu. Dari arti itu, kita dapat melihat bahwa olahraga senam mempunyai sistematika tersendiri, serta mempunyai tujuan yang hendak dicapai seperti daya tahan, kekuatan, kelenturan, koordinasi, atau bisa juga diperluas untuk membentuk prestasi, membentuk tubuh yang ideal dan memelihara kesehatan. Menurut FIG (Federation Internationale Gymnatiqua) senam dapat dikelompokkan menjadi: Senam Artistik (artistic gymnastics), Senam ritmik (sportive rhymic gymnastics), dan Senam umum (general gymnastics).

Senam lantai adalah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan istilah lantai, maka gerakan-gerakan/bentuk pembelajarannya dilakukan di lantai. Jadi lantai/ matraslah yang merupakan alat yang dipergunakan. Senam lantai disebut juga dengan istilah pembelajaran bebas. Tujuan melakukan senam lantai selain untuk meningkatkan kemampuan melakukan bentuk-bentuk gerakan senam lantai sendiri juga sebagai pembelajaran pembentukan kemampuan untuk melakukan gerakan senam dengan alat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari senam lantai adalah sebagai berikut.
  1. Hendaknya selalu menggunakan matras atau tempat yang aman.
  2. Matras harus diletakkan di atas tanah atau lantai yang rata dan aman dari bahaya yang mencelakakan anak.
  3. Letakkan matras jauh dari dinding atau benda-benda lain yang akan menyebabkan benturan.
  4. Periksa matras dan keamanan disekitarnya yang mungkin dapat mengganggu peserta didik.
  5. Pembelajaran dilakukan dari gerakan yang mudah dahulu atau tahap demi tahap.
  6. Sebelum melakukan pembelajaran senam lantai hendaknya melakukan senam pemanasan yang cukup.
  7. Peserta didik dilarang melakukan pembelajaran sendiri di luar pengawasan guru, kecuali ada peserta didik yang dianggap dapat membantu dan menguasai gerakan senam lantai dengan benar.
  8. Agar matras tidak cepat rusak, hendaknya matras dijaga sebaik mungkin dan jaga kesebersihannya serta disimpan di tempat yang aman.
Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
  1. Manfaat Fisik. Senam adalah kegiatan utama yang paling bermanfaat untuk mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak. Melalui berbagai kegiatannya, peserta didik akan berkembang daya tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangannya.
  2. Manfaat Mental dan Sosial. Ketika mengikuti senam, peserta didik dituntut untuk berpikir sendiri tentang pengembangan keterampilannya. Untuk itu, peserta didik harus mampu menggunakan kemampuan berpikirnya secara kreatif melalui pemecahan masalah-masalah gerak. Dengan demikian, peserta didik akan berkembang kemampuan mentalnya.
Rol depan
Gerakan guling depan (forward roll) adalah gerakan mengguling atau. menggelinding ke depan membulat. Jadi dalam gerakan guling depan gerakan tubuh harus dibulatkan. Pembelajaran guling depan dapat terbagi atas dua bagian yaitu : guling depan dengan sikap awal jongkok dan guling depan dengan sikap awal berdiri. Cara melakukan guling depan sikap jongkok sebagai berikut:
  1. Sikap permulaan jongkok,kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
  2. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
  3. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki di lipat rapat pada dada.
  4. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
  5. Kembali berusaha bangun.
Sedangkan cara melakukan uling depan sikap berdiri adalah sebagai berikut :
  1. Sikap awal berdiri dengan kedua kaki rapat, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas matras selebar bahu, di depan ujung kaki sejauh ± 50 cm. 
  2. Bengkokkan kedua tangan, lalu letakkan pundak di atas matras dan kepala dilipat sampai dagu menempel bagian dada. 
  3. Selanjutnya dengan, berguling ke depan, yaitu saat panggul menyentuh matras lipat kedua kaki dan pegang tulang kering dengan kedua tangan menuju ke posisi jongkok.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan gerakan guling depan adalah sebagai berikut. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki. Tumpuan salah satu atau kedua tangan kurang kuat sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke samping. Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan. Saat gerakan berguling ke depan, kedua tangan tidak ikut menolak.
rol depan
Rol Belakang
Guling ke belakang (back roll) adalah menggelundung ke belakang, posisi badan tetap harus membulat yaitu kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, kepala ditundukkan sampai dagu melekat di dada. Gerakan guling ke belakang dapat dilakukan dengan cara guling ke belakang dengan sikap jongkok. Cara melakukan guling ke belakang sikap jongkok adalah sebagai berikut:
  1. Sikap awal jongkok, kedua kaki rapat, letakkan lutut ke dada. 
  2. Kedua tangan menumpu di depan ujung kaki kira-kira 40 cm.
  3. Kemudian, bengkokkan kedua tangan, letakkan pundak pada matras dengan menundukkan kepala dan dagu sampai ke dada. 
  4. Setelah itu, lakukan gerakan berguling ke depan. 
  5. Ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi jongkok.
Cara melakukan Aktivitas guling depan dari sikap berdiri adalah sebagai berikut.
  1. Sikap awal berdiri dengan kedua kaki rapat, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas matras selebar bahu, di depan ujung kaki sejauh ± 50 cm. 
  2. Bengkokkan kedua tangan, lalu letakkan pundak di atas matras dan kepala dilipat sampai dagu menempel bagian dada. 
  3. Selanjutnya dengan, berguling ke depan, yaitu saat panggul menyentuh matras lipat kedua kaki dan pegang tulang kering dengan kedua tangan menuju ke posisi jongkok.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan gerakan guling depan adalah sebagai berikut. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki. Tumpuan salah satu atau kedua tangan kurang kuat sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke samping. Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan. Saat gerakan berguling ke depan, kedua tangan tidak ikut menolak.

Guling Lenting
Guling lenting adalah suatu gerakan melentingkan badan ke depan atas dengan lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Tolakan tersebut dimulai dari sikap setengah guling ke belakang/setengah guling ke depan dengan kedua kaki rapat dan lutut lurus. Guling lenting atau Neckspring adalah gerakan melentingkan badan ke atas depan dengan cara melemparkan atau melecutkan kedua kaki dan tolakan dua tangan. Berikut ini Cara Melakukan Gerakan Guling Lenting Dalam Senam Lantai, adalah sebagai berikut :
guling lenting
  1. Sikap permulaan tidur terlentang, kedua kaki lurus dan rapat, kedua tangan dan sisi badan.
  2. Guling kebelakang, kedua tungkai lurus, sehingga kaki dekat kepala, siku dibengkokkan, telapak tangan bertumpu / menopang pada matras / lantai disisi telinga.
  3. Guling kedepan, bersamaan dengan itu tolakan / lecutkan tungkai keatas depan dan tolakkan kedua tangan, sehingga badan melayang seperti membuat busur.
  4. Gerakan mendarat dengan kedua kaki rapat dan gerakan pinggul didorong ke depan, kemudian diikuti dengan gerakan badan mengikuti arah rotasi gerakan.
      Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan guling lenting
      1. Pada saat kedua kaki dilemparkan, kedua lutut bengkok
      2. Kedua kaki terbuka / tidak rapat.
      3. Badan kurang melenting atau terlalu melenting (membusur)
      4. Kurang tolakan tangan
      Lompat Harimau
      Loncat harimau adalah suatu gerakan yang menyerupai gerak guling depan, hanya saja gerakannya dilakukan dengan awalan suatu loncatan jauh ke depan dan mendarat dengan kedua lengan dan berguling seperti pada guling depan. Latihan loncat harimau dapat dilakukan dengan tahapan gerak seperti berikut.

      Sikap awal:
      1. Berdiri tegak kemudian mengambil sikap siap berlari dengan kecepatan tertentu.
      2. Jarak pengambilan awalan bisa bervariasi beberapa langkah atau banyak langkah tergantung ketinggian penanda yang ada.
      b) Rangkaian loncat harimau dan berguling ke depan:
      1. Mengambil posisi berdiri tegak kemudian berlari cepat.
      2. Setelah mendekati penanda segera melakukan tolakan dengan menumpu pada kedua kaki.
      3. Badan terangkat keatas atau meloncat melewati penanda yang ada, setelah melewati penanda tangan bersiap-siap untuk menumpu pada matras diikuti tengkuk kemudian punggung yang menyentuh matras dilanjutkan dengan gerakan guling ke depan.
      c) Sikap akhir
      1. Melakukan guling depan sampai 2 atau 3 kali,kemudian kembali ke posisi jongkok,
      2. Kedua kaki menapak sempurna, tangan lurus kedepan badan tidak terjatuh ke samping kanan atau ke samping kiri, kemudian berdiri tegak,kembali ke sikap.
      Berdiri dengan Kepala (Headstand)
      Headstand adalah posisi keseimbangan yang memanfaatkan kekuatan kedua lengan dan kepala (otot leher) sebagai titik tumpunya. Posisi ini diawali dari posisi jongkok dan menempatkan ujung kepala dan kedua telapak tangan di lantai. Ketika titik tumpu (kepala dan kedua lengan) sudah siap, pelan-pelan titik berat badan dipindahkan ke titik tumpu dan secara perlahan mengangkat kedua kaki yang dibengkokkan ke atas, sehingga panggul dan kedua kaki berada di atas kepala. Kemudian, secara perlahan pula, luruskan kedua kaki hingga terbentuk posisi badan dan kaki lurus membentuk satu garis Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
      1. Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
      2. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
      3. Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
      Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan : saat melakukan headstand yaitu: :
      1. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak  membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
      2. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
      3. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
      4. Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan e. Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa sakit.
      5. Terlalu cepat/kuat pada saat menolak
      6. Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan
      Berdiri Atas Tangan (Handstand)
      Hands stand adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan ,kedua kaki rapat dan lurus ke atas .suatu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan hands stand adalah harus di lakukan di atas landasan atau alas yang keras (misal lantai).karena akan memudahkan dalam bertumpu,jika dibandingkan melakukannya di atas alas yang lunak (misal kasur). Cara melakukan gerakan handstand yaitu:
      1. Berdiri tegak kaki diceraikan ke muka dan belakang.
      2. Bungkukkan badan, tangan menumpu selebar bahu, lengan lurus, pandangan agak ke depan, pantat diangkat setinggi-tinginya, tungkai ke depan bengkok, sedang tungkai belakang lurus.
      3. Ayunkan tungkai belakang ke atas diikuti tungkai yang lain.
      4. Kedua tungkai rapat clan lurus, membentuk satu garis dengan badan dan lengan.
      5. Pertahankan keseimbangan.
      6. Turunkan kembali kedua kaki ke lantai, satu per satu dan kembali ke posisi awal.
      Berikut ini beberapa kesalahan dalam melakukan gerakan handstand, yaitu : Pinggang terlalu melenting; Kepala kurang menengadah; Siku bengkok; Penempatan tangan di lantai kurang atau terlalu lebar; Arah jari tangan tidak ke depan dan jari tangan terlalu rapat; Ayunan kaki ke atas kurang baik; Pada saat mengayun kaki ke atas bahu mundur ke belakang; Otot leher, bahu, pinggang tegang sehingga menghambat gerakan; Kurang usaha mempertahankan sikap hanstand; dan Waktu roboh melepaskan tumpuan tangan atau tidak melakukan guling depan.

      Meroda
      Meroda merupakan gerakan tubuh  ke samping, baik ke arah kanan maupun ke kiri dengan menggunakan tumpuan kedua tangan dan kedua kaki secara bergantian, dengan merentangkan kedua tangan dan kedua kaki. Pada saat melakukan gerakan meroda, tubuh kita berputar seperti roda yang digelindingkan, dengan kedua tangan dan kedua kaki berperan sebagai ruji-rujinya. 

      Sikap permulaan magi yang baru belajar, berdiri menyampingi arah gerakan, kedua kaki dibuka lebar, kedua lengan lurus ke atas di samping kepala serong ke samping dan telapak tangan menghadap ke atas Cara Melakukan Gerakan Meroda
      1. Berdiri dengan sikap menyamping arah gerakan, kedua tangan di buka membentuk huruf "V" dan kedua kaki di buka selebar bahu. Leher rileks dan pandangan ke arah depan.
      2. Gerakan badan ke samping kiri , letakan telapak tangan kiri ke samping kiri, dilanjutkna dengan mengangkat atau melempar kaki kanan ke atas dengan arah ke samping kiri disusul oleh kaki kiri, 
      3. Gerakan selanjutnya meletakan tangan kanan di samping tangan kiri dengan jarak dua kali lebar bahu. sehingga posisi badan terbalik berdiri menggunakan kedua tangan.
      4. Gerakan lanjtuan turunkan kaki kanan disusul kaki kiri sehingga kembali ke posisi semula.
      Ketika terjadi kesalahan saat melakukan gerakan meroda dan terjadi cedera maka harus segera diberikan pertolongan. Berikut ini Cara Memberikan Pertolongan saat terjadi kesalahan dalam melakukan gerakan meroda.
      1. Satu orang teman memberikan bantuan dengan cara berdiri di belakang orang yang melakukan gerakan meroda (tidak terlalu jauh dari yang melakukan meroda).
      2. Pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas, maka si teman segera memegang kedua sisi pinggulnya.
      3. Pada waktu gerakan meroda ke samping, teman tetap memegang kedua sisi pinggulnya sampai kedua kaki menumpu di lantai.
      Round Off
      Round off adalah suatu satuan gerakan yang terdiri dari melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak. Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.

      Cara melakukan gerakan round off
      1. Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan dengan bantuan). Sikap awal badan tegap dan pandangan ke depan kemudian angkat kedua tangan ke atas Mengangkat kaki kiri dan meletakkannya ke matras.
      2. Kemudian tangan kiri yang diangkat ditempatkan ke matras , kemudian disusul tangan yang kanan disisi tangan kiri (posisi telapak tangan kanan tegak lurus terhadap telapak tangan kiri), badan berputar pada sumbu tegak..
      3. Kemudian melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan menolak ke matras kedua kaki lurus keatas menyerupai huruf V
      4. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.
      5. Jatuhkan kedua kaki secara bersamaan ke matras dengan kedua tangan rileks di samping badan.
      Loncat Kangkang
      Loncat kangkang adalah gerakan melompati suatu alat dengan cara bertumpu pada alat tersebut. Dalam latihan gerakan ini dapat dapat dilakukan pada peti lompat atau pada teman yang membungkuk. Cara melakukan loncat kangkang:
      1. Awalan lari cepat badan condong ke depan.
      2. Kedua kaki menolak pada papan tolak sekuat-kuatnya disertai ayunan dari belakang bawah ke depan. Badan lurus, tungkai dipisahkan.
      3. Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-kuatnya.
      4. Badan melayang di atas kuda-kuda sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan (dibuka lebar) pandangan ke depan.
      5. Mendarat dengan ujung kaki mengeper lengan direntangkan ke atas.
      Berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan lompat kangkang.
      1. Setelah menolakkan kaki pada papan tolak, tungkai kurang terangkat/ tinggi badan kurang lurus.
      2. Saat tangan bertumpu, kepala terlalu ke depan sehingga lengan tidak lurus dengan badan.
      3. Panggul kurang diangkat (tinggi) sehingga tidak berhasil membuat sikap kangkang di atas peti.
      4. Lutut bengkok.
      5. Kepala dan dada tidak terangkat pada saat tangan menyentuh peti lompat.
      6. Lengan tidak lurus.
      Lompat Jongkok
      Teknik gerakannya sama dengan lompat kangkang menggunakan kuda-kuda, tetapi karena peti lompat lebih panjang maka memerlukan awalan yang lebih panjang dan tolakan yang lebih kuat lagi.
      Cara melakukan lompat jongkok:
      1. Awalan lari cepat badan condong ke depan.
      2. Kedua kaki menolak pada papan tolak sekuat-kuatnya, badan condong ke depan dan kedua tangan diayun ke depan dengan sasaran tumpuan tangan pada ujung akhir bagian peti lompat.
      3. Saat melayang badan lurus kaki rapat, kemudian dengan tangan lurus menumpu pada peti lompat.
      4. Kedua tangan menolak kuat pada peti lompat dan dibuka selebar bahu, kemudian kedua kaki ditekuk di dekatkan pada dada dan masuk di antara kedua lengan.
      5. Luruskan badan dan kedua kaki rapat,sesaat sebelum mendarat, pandangan tetap ke depan.
      6. Mendarat lunak, pertahankan keseimbangan.
      Kayang
      Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang. Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukan kelentukan pinggang. Cara melakuka ngerakan kayang dengan sikap awal berdiri adalah sebagai berikut.
      1. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
      2. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
      3. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
      4. Posisi badan melengkung bagai busur.
      Kayang dari sikap tidur dapat dilkukan dengan cara cebagai berikut :
      1. Sikap awal : tidur telentang kedua lutut ditekuk, kedua tumit rapat pada pinggul, kedua siku ditekuk dan telapak tangan melekat pada matras/lantai, ibu jari disamping telinga
      2. Gerakan ; Badan diangkat keatas, kedua tangan dan kaki lurus. Masukkan kepala diantara 2 tangan.
      3. Tahan dan usahakan kedua telapak tangan menyentuh dan menapak pada matras/lantai.
      Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan kayang yaitu :
      1. Jarak kedua tangan dan kaki terlalu jauh
      2. Siku-siku bengkok disebabkan kekakuan persendian siku dan bahu
      3. Badan kurang melengkung (membusur), disebabkan kurang lemas/lentuknya bagian punggung dan kekakuan pada otot perut
      4. Sikap kepala yang terlalu menengadah
      5. Kurang keseimbangan.
      Sikap Lilin
      Sikap lilin adalah sikap yang dibuat dari sikap semula tidur telentang kemudian mengangkat kedua kaki (rapat) lurus ke atas dengan kedua tangan menopang pinggang
      1. Sikap awal :Tidur telentang dengan lengan di samping badan dan pandangan ke atas, kedua tangan memegang pinggang merapat lantai atau matras.
      2. Gerakan: Kedua kaki rapat diangkat lurus ke atas, punggung, tungkai, serta jari-jarinya menuju ke atas, sedang yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dan dibantu oleh kedua lengan yang mendorong pinggul bagian belakang. Siku menempel pada lantai atau matras.
      Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan sikap lilin yaitu :
      1. Pinggang hanya ditopang dengan ibu jari
      2. Kedua kaki condong kebelakang, sehingga berat untuk ditopang dan tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama
      3. Kedua kaki condong kedepan
      4. Penempatan siku-siku tangan terlalu keluar dari garis lebar badan
      5. Tidak/kurang bertumpu pada pundak