Showing posts sorted by relevance for query ciri ciri pantun. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ciri ciri pantun. Sort by date Show all posts

Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi

Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi. Pengertian Puisi, Unsur yang ada dalam Sebuah Puisi, Ciri-Ciri dari Puisi, Puisi Lama dan Puisi Baru, Bahasa yang digunakan dalam Puisi, Puisi yang indah namun tetap penuh Makna. Karya Sastra yang syahdu disajikan dalam bentuk Puisi.

Pengertian Puisi

Sumber: si-pedia.com
Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan serta perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, pengaturan lirik serta bait, dan penuh arti.

Puisi mengutarakan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan susunan fisik serta susunan batinnya.

Puisi memprioritaskan bunyi, bentuk serta arti yang mau di sampaikan yang mana arti sebagai bukti puisi baik bila ada arti yang mendalam dengan memadatkan semua unsur bahasa.

Puisi adalah seni tertulis memakai bahasa sebagai mutu estetiknya (keindahan). Puisi dibedakan jadi dua yakni puisi lama serta puisi baru.

Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli 

Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut herman waluyo yaitu karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

Sumardi: Pengertian puisi menurut sumardi yaitu karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, serta di beri irama dengan bunyi yang padu serta penentuan kata-kata kias (imajinatif).

Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut thomas carley yaitu ungkapan pikiran yang miliki sifat musikal.

James Reevas: Pengertian puisi menurut James Reevas kalau arti puisi yaitu ekspresi bahasa yang kaya serta penuh daya pikat.

Pradopo: Pengertian puisi yaitu rekaman serta interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam bentuk yang paling berkesan.

Herbert Spencer: Pengertian puisi yaitu bentuk pengucapan ide yang miliki sifat emosional dengan memperhitungkan keindahan.

Unsur-Unsur Puisi 

Sumber: infosastra.com
Unsur-unsur puisi terbagi dalam susunan fisik serta susunan batin puisi diantaranya sebagai berikut ini:

Susunan Fisik Puisi 

Perwajahan Puisi (Tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris puisi yang tidak selalu diawali dengan huruf kapital serta disudahi dengan tanda titik. Hal itu memastikan pemaknaan pada puisi.

Diksi adalah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Lantaran puisi yaitu bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya bisa mengungkap banyak hal, maka kata-katanya mesti dipilih secermat mungkin.

Penentuan kata-kata dalam puisi erat hubungannya dengan makna, keharmonisan bunyi, serta urutan kata.

Imaji, yakni kata atau susunan kata yang mengungkap pengalaman indrawi, umpamanya pandangan, pendengaran, serta perasaan. Imaji terdiri atas tiga yaitu imaji suara (auditif), imaji pandangan (visual), serta imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji menyebabkan pembaca seolah-olah melihat, mendengar, serta merasakan apa yang dirasakan penyair.

Kata Konkret, yaitu kata yang memungkinkan timbulnya imaji lantaran bisa di tangkap indera yang mana kata ini terkait dengan kiasan atau simbol.

Seperti kata konkret "salju" di mana melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dan lain-lain, sedangkan kata kongkret "rawa-rawa" melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dan lain-lain.

Gaya Bahasa, yaitu pemakaian bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan dampak serta menyebabkan konotasi spesifik dengan bahasa figuratif yang mengakibatkan puisi jadi prismatis, artinya memancarkan banyak arti atau kaya makna.

Gaya bahasa disebut juga dengan majas. Beberapa macam majas yakni metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, sampai paradoks.

Rima/Irama adalah kesamaan bunyi puisi dibaik awal, tengah, serta akhir baris puisi. Rima meliputi:
  1. Onomatope (tiruan pada bunyi seperti/ng/yang memberikan dampak magis puisi staudji C. B);
  2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, kesamaan akhir, kesamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya;
  3. Pengulangan kata/ungkapan ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima amat menonjol dalam pembacaan puisi. 

Susunan Batin Puisi 

Sumber: mediasiswa.com
Tema/Makna (sense); media pusi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu hubungan tanda dengan arti, maka puisi mesti mempunyai arti ditiap kata, baris, bait, serta arti keseluruhnya.

Rasa (Feeling) yakni sikap penyair tentang pokok persoalan yang ada dalam puisinya. Pengungkapan topik serta rasa erat hubungannya akan latar belakang sosial serta psikologi penyair, seperti latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, umur, pengalaman sosiologis serta psikologis, serta pengetahuan.

Kedalaman pengungkapan topik serta ketentuan dalam menanggapi sebuah permasalahan tidak bergantung dari kekuatan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, serta bentuk puisi saja, tetapi juga dari wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis serta psikologisnya.

Nada (tone) yaitu sikap penyair pada pembacanya. Suara terkait dengan topik serta rasa. Penyair bisa mengemukakan topik baik dengan nada yang menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca dalam pemecahan permasalahan, menyerahkan permasalahan pada pembaca, dengan nada sombong, berasumsi bodoh serta rendah pembaca, dan lain-lain.

Amanat/tujuan maksud (intention) yaitu pesan yang akan di sampaikan penyair pada pembaca yang ada dalam puisi itu.

Puisi Lama dan Puisi Baru 

Sumber: kreasiringan.blogspot.co.id
Puisi Lama 

Pengertian puisi lama yaitu puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian ketentuan yakni sebagai berikut ini:
  1. Jumlah kata dalam 1 baris 
  2. Jumlah baris dalam 1 bait 
  3. Persajakan (rima) 
  4. Banyak suku kata di setiap baris 
  5. Irama 
Ciri-Ciri Puisi Lama 
  1. Tidak di ketahui nama pengarangnya. 
  2. Penyampaian dari mulut ke mulut, hingga merupakan sastra lisan. 
  3. Amat terikat akan sebagian ketentuan umpamanya tentang jumlah baris setiap bait, jumlah suku kata ataupun rima. 
Beberapa Jenis Puisi Lama 

Mantra yaitu beberapa perkataan yang dianggap memiliki kemampuan gaip.

Contoh Mantra: Mantra untuk menyembuhkan orang dari dampak makhluk halus

Sihir lontar pinang lontar 
terletak diujung bumi 
Setan buta jembalang buta 
Aku sapa tidak berbunyi 

Pantun yaitu puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, yang tiap bait terbagi dalam 4 baris, serta di tiap baris terbagi dalam 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan untuk 2 baris selanjutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri atas pantun anak, muda-mudi, agama/nasehat, teka-teki, jenaka.

Contoh Pantun 

sungguh elok emas permata 
lagi elok intan baiduri 
sungguh elok budi bahasa 
jika dihias akhlaq terpuji 

Seloka yaitu pantun yang berkait

Contoh Seloka 

Sudah bertemu kasih sayang 
Duduk terkurung malam siang 
Hingga setapak tiada renggang 
Tulang sendi habis terguncang 

Talibun yaitu pantun genap yang disetiap barusnya terbagi dalam 6, 8 maupun 10 baris

Contoh Talibun

Anak orang di padang tarap 
Pergi berjalan ke kebun bunga 
hendak ke pekan hari tiah senja 
Di sana sirih kami kerekap 
meskipun daunnya berupa 
namun rasanya berlain juga

Syair yaitu puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri setiap bait 4 baris yang bersajak a-a-a-a dengan memuat nasehat atau narasi.

Contoh Syair

Berfikirlah secara sehat 
Berucap tentang taubat dan solawat 
Berkarya dalam hidup dan manfaat 
Berprasangka yang baik dan tepat

Karmina yaitu pantun kilat umpamanya pantun namun pendek.

Contoh Karmina

buah ranun kulitnya luka 
bibir tersenyum banyak yang suka 

Gurindam yaitu puisi yang mana dari setiap bait terdiri 2 baris, bersajak a-a-a-a serta memuat nasehat.

Contoh Gurindam

Barang siapa tiada memegang agama (a) 
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama (a) 
  
Barang siapa mengenal yang empat (b) 
ia itulah orang yang ma'arifat (b) 
  
Gendang gendut tali kecapi (c) 
Kenyang perut senang hati (c)

Puisi Baru 

Pengertian Puisi Baru yaitu puisi yang tidak terikat lagi oleh ketentuan yang mana bentuknya lebih bebas ddari pada puisi lama dalam sisi jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Ciri-Ciri Puisi Baru 
  1. Mempunyai bentuk yang rapi, simetris 
  2. Persajakan akhir yang teratur 
  3. Memakai pola sajak pantun serta syair meskipun dengan pola yang lain 
  4. Biasanya puisi empat seuntai 
  5. Di tiap baris atasnya satu gatra (kesatuan sintaksis) 
  6. Di setiap gatranya terbagi dalam dua kata (biasanya): 4-5 suku kata 
Beberapa Jenis Puisi Baru
Sumber: droginfo.hu
Puisi baru dikatogerikan jadi dua jenis yakni sebagai berikut ini:

Beberapa Jenis Puisi Baru Bersumber pada Isinya:

Balada yaitu puisi yang memuat cerita atau narasi. Puisi bentuk ini terdiri atas tiga (3) bait, yang tiap delapan (8) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b.

Lantas skema berubah jadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik paling akhir dalam bait pertama dipakai sebagai refren pada bait-bait selanjutnya. Misalnya pada puisi karya Sapardi Damono berjudul "Balada Matinya Seorang Pemberontak".

Himne yaitu puisi pujaan pada Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri himne yaitu lagu pujian yang menghormati seorang dewa, tuhan, pahlawan, tanah air, almamater (pemandu di Dunia Sastra).

Makin berkembangnya jaman, arti himne berubah yang mana pengertian himne saat ini yaitu sebagai puisi yang dinyanyikan, memuat pujian pada yang dihormati seperti guru, pahlawan, dewa, tuhan yang bernapaskan ketuhanan.

Romansa yaitu puisi yang memuat luapan perasaan cinta kasih. Romansa memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, dan kasih mesra (perancis "Romantique").

Ode yaitu puisi yang memuat sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada serta gayanya amat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, mengulas suatu hal yang mulia, miliki sifat menyanjung baik pada pribadi spesifik atau peristiwa biasa.

Epigram yaitu puisi yang memuat tuntunan atau ajaran hidup. Epigram memiliki arti unsur pengajaran; didaktik; nasehat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan dasar, ikhtibar; ada teladan.

Elegi yaitu puisi yang memuat rata tangis atau rasa sedih yang memuat sajak atau lagu dengan mengutarakan rasa duka atau keluh kesah lantaran sedih atau rindu, terlebih karena kematian/kepergian seseorang.

Satire yaitu puisi yang memuat sindiran/kritik. Istilah berisi bahasa latin Sature yang memiliki arti sindiran; kekejaman tajam pada suatu hal fenomena; tidak puas hati satu kelompok (atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dan sebagainya).

Beberapa Jenis Puisi Baru Bersumber pada Bentuknya:
Sumber: rahasiapenulis.com
Distikon yaitu puisi yang mana di setiap baitnya terbagi dalam dua baris (puisi dua seuntai).

Terzina yaitu puisi yang mana di setiap baitnya terbagi dalam tiga baris (puisi tiga seuntai).

Kuatrain yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam empat baris (puisi empat seuntai).

Kuint yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam lima baris (puisi lima seuntai).

Sektet yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam enam baris (puisi enam seuntai).

Septime yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam tujuh baris (tujuh seuntai).

Oktaf yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).

Soneta yaitu puisi yang terbagi dalam empat belas baris yang terdiri dari dua, di mana dua bait pertama masing-masing empat baris serta pada dua bait kedua masing-masing tiga baris. Kata soneta datang dari bahasa Italia yakni Sonneto.

Kata sono memiliki arti suara. Jadi soneta yaitu puisi yang bersuara. Puisi soneta dikenalkan oleh Muhammad Yamin serta Roestam Effendi yang di ambil dari negeri Belanda, hingga mengapa kedua nama itu sebagai "Pelopor/Bapak Soneta Indonesia".

Bentuk soneta Indonesia tidak lagi patuh pada syarat-syarat soneta yang ada di italia atau Inggris tetapi soneta Indonesia mempunyai kebebasan baik dalam segi isi ataupun rimanya. Yang menjadi pegangan yaitu jumlah barisnya (empat belas baris).

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Puisi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Puisi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 

Pengertian Puisi

Pengertian Puisi 


Pengertian Puisi 

Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengungkap pikiran dan perasaan dari penyair serta dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan pengonsentrasian susunan fisik dan susunan batinnya. Penekanan pada sisi estetik pada suatu bahasa dan pemakaian berniat pengulangan, meter serta rima adalah hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Tetapi dari ketidaksamaan itu masih tetap saja diperdebatkan. 

Dari pandangan golongan pemula umumnya langkah dalam membedakan puisi serta prosa yakni dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya itu. Puisi biasanya lebih singkat serta padat, sedang pada prosa lebih mengalir seperti pada mengungkapkan narasi. 

Sebagian dari beberapa pakar moderen mempunyai pendekatan untuk mendeskripsikan puisi tidak sebagai jenis literatur namun sebagai suatu perwujudan dari imajinasi manusia, yang hal semacam ini menjadi sumber dari semua kreatifitas. Diluar itu pada puisi juga ada curahan dari isi hati seseorang yang membawa orang lain kedalam kondisi hati yang sedang dirasakannya. 

Beberapa Jenis Puisi 


Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu : 
Puisi lama 
Puisi baru 

Pengertian Puisi Lama 


Pengertian Puisi Lama  adalah puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang ada dalam 1 baris, jumlah baris yang ada dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada setiap baris, serta irama. 

Tipe Puisi Lama 

Mantra adalah satu bebrapa perkataan yang masih tetap di anggap mempunyai satu kemampuan gaib 
Pantun adalah salah satu puisi lama yang memiliki ciri bersajak a-b-a-b, setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris selanjutnya disebut sebagai isi, setiap bait 4 baris. 
Karmina adalah salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek. 
Seloka yaitu pantun yang berkait. 
Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari setiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, serta umumnya berisi nasehat. 
Syair adalah puisi yang bersumber dari negara Arab serta dengan ciri pada setiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, umumnya berisi nasehat atau satu narasi. 
Talibun yaitu pantun genap yang setiap bait terbagi dalam bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris. 

Ciri-Ciri Puisi lama 

Berikut tanda-tanda puisi lama : 
Puisi lama bisanya berbentuk puisi rakyat serta tidak di ketahui nama pengarangnya. 
Puisi lama masih tetap terikat oleh beragam sebagian aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak dan jumlah suku kata pada setiap barisnya. 
Di sampaikan dari mulut ke mulut serta bisa disebut dengan juga sastra lisan. 
Menggunakan majas atau model bahasa tetap serta klise. 
Biasanya berisikan mengenai kerajaan, fantastis, dan istanasentris. 


Pengertian Puisi Baru 


Puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru mempunyai bentuk yang lebih bebas dibanding puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. 

Jenis Puis Baru 

Balada adalah salah satu jenis puisi baru. Balada adalah puisi mengenai narasi. Balada terbagi dalam 3 bait serta masing-masing dengan 8 larik dan dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama dipakai refren dalam bait-bait selajutnya. 
Himne adalah puisi yang dipakai sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan. 
Ode yaitu puisi sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada dan modelnya begitu resmi, bernada begitu anggun, serta mengulas suatu hal yang mulia, mempunyai karakter yang menyanjung baik itu pada pribadi tertentu atau satu peristiwa umum. 
Epigram yaitu puisi yang mempunyai isi berupa tuntunan atau ajaran hidup. 
Romansa yaitu puisi yang diisi mengenai luapan perasaan penyair mengenai cinta kasih. 
Elegi yaitu puisi yang memiliki isi mengenai rasa sedih. 
Satire yaitu puisi yang berisi mengenai sindiran atau satu kritikan. 
Distikon yaitu satu puisi yang setiap baitnya terbagi dalam 2 baris (puisi 2 seuntai). 
Terzinaa yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 3 baris (puisi 3 seuntai). 
Kuatrain yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 4 baris (puisi 4 seuntai). 
Kuint yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 5 baris (puisi 5 seuntai). 
Sektet yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 6 baris (puisi 6 seuntai). 
Septime, yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 7 baris (puisi 7 seuntai). 
Oktaf atau Stanza adalah puisi yang pada setiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau bisa dimaksud dengan juga puisi 8 seuntai). 
Soneta adalah satu diantara type puisi yang terbagi dalam 14 baris yang terdiri jadi 2, 2 bait pertama masing-masing terbagi dalam 4 baris serta 2 bait ke-2 semasing 3 baris. 


Ciri-Ciri Puisi Baru 

Tanda-tanda puisi baru diantaranya : 
Di ketahui nama pengarangnya, tidak sama dengan puisi lama yang tidak di ketahui nama pengarangnya 
Perubahannya dengan cara lisan dan tercatat. 
Tidak terikat oleh beragam sebagian ketentuan seperti rima, jumlah baris serta suku kata. 
Memakai majas yang dinamis atau berubah-ubah. 
Umumnya berisikan mengenai kehidupan. 
Umumnya semakin banyak menggunakan sajak pantun serta syair. 
Mempunyai bentuk yang lebih rapi serta simetris. 
Mempunyai rima akhir yang teratur. 
Pada masing-masing barisnya berbentuk kesatuan sintaksis. 

Susunan Puisi 


  1. Rima atau Irama yaitu kesamaan bunyi yang ada pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau diakhir baris puisi. 
  2. Imaji adalah suatu kata atau susunan kalimat yang dapat agar bisa mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, pandangan, serta pendengaran. 
  3. Diksi yakni pemilihan sebagian kalimat yang dilakukan penyair dalam karya puisinya. 
  4. Kata konkret yaitu kata yang bisa di tangkap dengan menggunakan indera yang bisa sangat mungkin munculnya imaji. 
  5. Jenis bahasa yaitu pemakaian bahasa yang dapat menghidupkan efek dan menyebabkan konotasi spesifik. 
  6. Tipografi yaitu bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kalimat, pinggir kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris pada setiap puisi yang tidak selamanya diawali dengan memakai huruf kapital dan disudahi dengan sinyal titik. Beberapa hal itu memastikan dalam pemaknaan pada puisi. 


Susunan Batin Puisi


  1. Topik atau arti ; media puisi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu satu hubungan tanda dengan arti, maka puisi harus mempunyai suatu arti baik itu setiap kata maupun keseluruhnya. 
  2. Rasa adalah sikap penyair terhadap suatu pokok persoalan yang ada pada puisinya. 
  3. Suara yaitu sikap penyair terhadap pembacanya dan suara terkait dengan topik serta rasa. 
  4. Amanat adalah pesan yang menginginkan di sampaikan dari penyair kepada pembaca puisi itu. 
Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu


Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu - Pantun merupakan hasil cipta rasa dan karsa budaya Melayu yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra puisi lama. Ciri-ciri pantun adalah mempunyai rima (aaa, aabb, atau abab), dalam penyusunannya terdiri atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait, memiliki kata-kata yang indah dan bermakna dalam. Pantun terdiri atas berbagai macam jenis jika didasarkan pada penyampaian isinya diantaranya ialah pantun jenaka, pantun nasehat dan lain sebagainya. berikut adalah beberapa contoh pantun lucu yang dapat digolongkan ke dalam pantun jenaka!




Pantun Lucu 4 Bait




Pakcik dan makcik salng berkedip mata



Bercanda mesra sambil makan kue serabi



Sekelompok Lanun memegang senjata



Dikira hendak merampok malah bernyanyi




Alangkah elok emas dan intan



Mencari logam itu setengah mati



Kelompok lanun berlayar ke lautan



Tak tau apa yang ia cari




Anggota laskar pelangi bernama Harun



Meski ia begitu namun elok hatinya



Sekelompok lanun mencari harta karun



Tak tahu pasti dimana berada




Bangsawan Jawa bernama priyayi



Bangsawan melayu entah apa namanya



Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi



Alangkah gembiranya hati mereka




Pantun Lucu 6 Bait




Duduk-duduk santai di serambi



Minum teh tak baik sambil berdiri



Bercermin ria sehabis mandi



Tergaget ngeri melihat rupa sendiri




Alangkah indahnya pantai melayu pesisir



Dihiasi langit yang dipenuhi awan



Bercermin ria sambil menyisir



Mengasihani diri dengan rupa tak menawan




Penjaga mushala bernama Muhaimin



Seorang pemuda gagah dan sopan



Kawan terbahak melihat diri bercermin



Mengolok-olok seolah mereka tampan




Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting



Benar-benar jatuh bukan gurauan



Kukatakan satu hal yang penting



Kau pun tak tampan kawan




Hendak ke Johor begitu kutanya



Seorang musafir pergi seorang diri



Kuajukan cermin ke depan wajahnya



Dia pun ngeri melihat rupa sendiri




Puluhan pasang mata terbelalak



Memanggang lemang di atas kawat berduri



Riuh tertawa terbahak-bahak



Menertawakan keburukan rupa sendiri   




Pantun Lucu 6 Bait




Lebaran haji makan ketupat



Beli ketupat di kedai makcik Maklumat 



Jadilah lelaki yang mermartabat



Jangan jadi lelaki yang tak tau adat




Alangkah ramah Cik Gu menyapa



Manis senyumnya macam gula



Sudahlah buruk rupa



Tak tahu adat pula




Tak pernah mandi banyak kuman



Orang tak waras alias gila



Sudahlah tak tampan rupawan



Jarang sembahyang pula




Wanita jelita datang tak tahu siapa



Membawa kopi dan sekarung gula



Sudahlah buruk rupa



Tak bisa mengaji pula




Saling tegur sapa saat berpapasan



Senyum mengembang diantara mereka



Sudahlah tak tampan rupawan



Kelakuan macam setan pula




Telah pulang ke tanah melayu sang Haji



Bawa kopiah putih dab buah tangannya



Sudahlah tak pandai mengaji



Dengan orang tua melawan pula




Advertisement






Pantun Lucu 3 Bait




Orkes melayu gambus tampil disini



Banyak orang bersuka cita



Hendak jadi apa kau ini



Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa




Mengenakan kain sarung diikat disini



Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan 



Hendak jadi apa kau ini



Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan




Ribut sekali makcik arisan



Suara liar macam cambukan cemeti



Jika hanya bermalasan



Entah bagaimana hidupmu nanti




Pantun Lucu 4 Bait




Membawa gandum dan padi sekarung



Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk



Pergi ke surau memakai sarung



Sarung kebesaran warisan datuk




Bocah kepanasan hingga mimisan



Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan



Memakai peci kebesaran



Warisan datuk juga rupanya




Para berandal pembuat rusuh



Kemana polisi yang harusnya menangkapnya



Mengenakan safari kebesaran dan lusuh



Ternyata dari datuk juga




Nenek sudah sangat tua



Merajut kain sambil batuk-batuk



Lalu apa yang kau punya



Semua yang kau pakau milik datuk




Pantun Lucu 6 Bait




Berjalan kaki menuju Jimbaran



Cuaca hujan segera muncul pelangi



Alangkah senangnya menyambut lebaran



Keluarga besar datang mengunjungi




Mengait benang dengan peniti



Hati-hati terkena jemari



Gembiranya perasaan hati



Melihat anak cucu datang kemari




Kau bagai parasit dan benalu



Mandirilah agar elok dipandang mata  



Pengantin baru tersipu malu



Melihat pasangan yang dicinta




Khitanan masal ramai rupanya



Anak-anak menangis tiada tara



Sederet pantun dan puisi dihaturkannya



Mempelai wanita girang sekali nampaknya




Hendak membuat lemang tak ada ketannya



Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya



Mempelai pria semakin berupaya memperdaya



Yang wanita semakin tak kuat hatinya




Ke mana arah pasar kiranya



Tak jauh dari kuburan cina rupanya



Pengantin pria makin panjang hidungnya



Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya




Pantun Lucu  6 Bait




Listrik padam tak ada lilim



Biar jadilah gelap gulita



Menari-nari adat di depan pengantin



Bersuka ria semua bahagia




Bernyanyi kencang ayam serama



Nyaring bunyinya indah suaranya



Tamu-tamu undangan terkesima



Melihat pengantin yang elok rupanya




Intan berlian mahal harganya



Hendak membeli entahlah kapan



Setelah terkesima lapar juga rupanya



Bersegera mengambil nampan di prasmanan




Gadis menor amatlah kemayu



Padahal dirinya biasa saja



Perut kerocongan bak orkes melayu



Menyanyikan lagu bunga seroja




Dari Johor hingga ke Abung Semuli



Di Lampung mebeli pisang muli



Makan yang lahap tak peduli



Yang penting perut terisi kembali




Menikah tentu perlu penghulu



Untuk mencatat pernikahan yang terjadi



Jika kau tak tahu malu



Bungkuslah makanan prasmanan ini



Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu - Pantun merupakan hasil cipta rasa dan karsa budaya Melayu yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra puisi lama. Ciri-ciri pantun adalah mempunyai rima (aaa, aabb, atau abab), dalam penyusunannya terdiri atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait, memiliki kata-kata yang indah dan bermakna dalam. Pantun terdiri atas berbagai macam jenis jika didasarkan pada penyampaian isinya diantaranya ialah pantun jenaka, pantun nasehat dan lain sebagainya. berikut adalah beberapa contoh pantun lucu yang dapat digolongkan ke dalam pantun jenaka!

Pantun Lucu 4 Bait


Pakcik dan makcik salng berkedip mata
Bercanda mesra sambil makan kue serabi
Sekelompok Lanun memegang senjata
Dikira hendak merampok malah bernyanyi

Alangkah elok emas dan intan
Mencari logam itu setengah mati
Kelompok lanun berlayar ke lautan
Tak tau apa yang ia cari

Anggota laskar pelangi bernama Harun
Meski ia begitu namun elok hatinya
Sekelompok lanun mencari harta karun
Tak tahu pasti dimana berada

Bangsawan Jawa bernama priyayi
Bangsawan melayu entah apa namanya
Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi
Alangkah gembiranya hati mereka

Pantun Lucu 6 Bait


Duduk-duduk santai di serambi
Minum teh tak baik sambil berdiri
Bercermin ria sehabis mandi
Tergaget ngeri melihat rupa sendiri

Alangkah indahnya pantai melayu pesisir
Dihiasi langit yang dipenuhi awan
Bercermin ria sambil menyisir
Mengasihani diri dengan rupa tak menawan

Penjaga mushala bernama Muhaimin
Seorang pemuda gagah dan sopan
Kawan terbahak melihat diri bercermin
Mengolok-olok seolah mereka tampan

Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting
Benar-benar jatuh bukan gurauan
Kukatakan satu hal yang penting
Kau pun tak tampan kawan

Hendak ke Johor begitu kutanya
Seorang musafir pergi seorang diri
Kuajukan cermin ke depan wajahnya
Dia pun ngeri melihat rupa sendiri

Puluhan pasang mata terbelalak
Memanggang lemang di atas kawat berduri
Riuh tertawa terbahak-bahak
Menertawakan keburukan rupa sendiri   

Pantun Lucu 6 Bait


Lebaran haji makan ketupat
Beli ketupat di kedai makcik Maklumat 
Jadilah lelaki yang mermartabat
Jangan jadi lelaki yang tak tau adat

Alangkah ramah Cik Gu menyapa
Manis senyumnya macam gula
Sudahlah buruk rupa
Tak tahu adat pula

Tak pernah mandi banyak kuman
Orang tak waras alias gila
Sudahlah tak tampan rupawan
Jarang sembahyang pula

Wanita jelita datang tak tahu siapa
Membawa kopi dan sekarung gula
Sudahlah buruk rupa
Tak bisa mengaji pula

Saling tegur sapa saat berpapasan
Senyum mengembang diantara mereka
Sudahlah tak tampan rupawan
Kelakuan macam setan pula

Telah pulang ke tanah melayu sang Haji
Bawa kopiah putih dab buah tangannya
Sudahlah tak pandai mengaji
Dengan orang tua melawan pula

Advertisement

Pantun Lucu 3 Bait


Orkes melayu gambus tampil disini
Banyak orang bersuka cita
Hendak jadi apa kau ini
Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa

Mengenakan kain sarung diikat disini
Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan 
Hendak jadi apa kau ini
Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan

Ribut sekali makcik arisan
Suara liar macam cambukan cemeti
Jika hanya bermalasan
Entah bagaimana hidupmu nanti

Pantun Lucu 4 Bait


Membawa gandum dan padi sekarung
Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk
Pergi ke surau memakai sarung
Sarung kebesaran warisan datuk

Bocah kepanasan hingga mimisan
Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan
Memakai peci kebesaran
Warisan datuk juga rupanya

Para berandal pembuat rusuh
Kemana polisi yang harusnya menangkapnya
Mengenakan safari kebesaran dan lusuh
Ternyata dari datuk juga

Nenek sudah sangat tua
Merajut kain sambil batuk-batuk
Lalu apa yang kau punya
Semua yang kau pakau milik datuk

Pantun Lucu 6 Bait


Berjalan kaki menuju Jimbaran
Cuaca hujan segera muncul pelangi
Alangkah senangnya menyambut lebaran
Keluarga besar datang mengunjungi

Mengait benang dengan peniti
Hati-hati terkena jemari
Gembiranya perasaan hati
Melihat anak cucu datang kemari

Kau bagai parasit dan benalu
Mandirilah agar elok dipandang mata  
Pengantin baru tersipu malu
Melihat pasangan yang dicinta

Khitanan masal ramai rupanya
Anak-anak menangis tiada tara
Sederet pantun dan puisi dihaturkannya
Mempelai wanita girang sekali nampaknya

Hendak membuat lemang tak ada ketannya
Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya
Mempelai pria semakin berupaya memperdaya
Yang wanita semakin tak kuat hatinya

Ke mana arah pasar kiranya
Tak jauh dari kuburan cina rupanya
Pengantin pria makin panjang hidungnya
Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya

Pantun Lucu  6 Bait


Listrik padam tak ada lilim
Biar jadilah gelap gulita
Menari-nari adat di depan pengantin
Bersuka ria semua bahagia

Bernyanyi kencang ayam serama
Nyaring bunyinya indah suaranya
Tamu-tamu undangan terkesima
Melihat pengantin yang elok rupanya

Intan berlian mahal harganya
Hendak membeli entahlah kapan
Setelah terkesima lapar juga rupanya
Bersegera mengambil nampan di prasmanan

Gadis menor amatlah kemayu
Padahal dirinya biasa saja
Perut kerocongan bak orkes melayu
Menyanyikan lagu bunga seroja

Dari Johor hingga ke Abung Semuli
Di Lampung mebeli pisang muli
Makan yang lahap tak peduli
Yang penting perut terisi kembali

Menikah tentu perlu penghulu
Untuk mencatat pernikahan yang terjadi
Jika kau tak tahu malu
Bungkuslah makanan prasmanan ini

7 Contoh Mading dengan Design Keren dan 3D

7 Contoh Mading dengan Design Keren dan 3D. Contoh Mading atau Majalah Dinding, Pengertian Madin, Ciri – Ciri Mading, Isi dari Mading itu sendiri, dan Cara Membuat sebuah Mading yang keren. Mading juga bisa dibuat 3D, lho!

Pengertian Mading atau Majalah Dinding 

Sumber: bakrie.ac.id
Mading atau Majalah Dinding yaitu satu diantara bentuk Media Komunikasi massa tulis yang paling simpel. Media yaitu fasilitas untuk menghubungkan pada pemberi informasi dengan penerima informasi.

Lewat media ini pembaca bakal tahu mengenai apa-apa yang terjadi diluar lingkungannya. Bentuk media ini beraneka macam.

Ada media elektronik, media cetak, media on-line, dan sebagainya. Mading cuma satu diantara bentuk media itu. Bersumber pada bentuknya, mading dapat masuk kelompok media cetak.

Seperti namanya, majalah dinding, mading berbentuk majalah yang ditempel di dinding. Majalah mempunya ciri terbitan yang lebih berskala panjang, umpamanya mingguan atau bulanan atau jadi empat bulanan.

Tidak hanya waktu terbit yang lebih panjang, isi majalah juga secara umum lebih tematis atau bersumber pada topik tertentu. Umpamanya topiknya mengenai pencarian sekolah baru, berteman di jaman virtual, cinta, persahabatan dan sebagainya.

Ciri - Ciri Mading
  • Dikelola bersama 
Seperti media cetak biasanya, pengelolaan mading terbagi dalam tiga step penting yakni perencanaan, produksi, serta evaluasi. Perencanaan ini mencakup perencanaan topik serta design.

Sedangkan produksi diantaranya pengumpulan informasi (penelitian, reportase, serta wawancara), penulisan (termasuk juga editing), serta design dari mulai layout, photo, serta ilustrasi. Adapun evaluasi dapat berbentuk evaluasi proses, redaksional, serta design mading.
  • Terbit lebih lama serta materi tahan lama 
Seperti majalah biasanya, mading juga memiliki karakter yang sama. Salah satunya adalah waktu. Mading dikelola dengan saat yang relative lebih lama dari pada Koran, seumpama satu minggu, dua minggu, atau satu bulan sekali.

Dengan waktu yang relative lama, isi dari mading jangan sampai berisi hal yang cepet “basi” seperti Koran.
  • Ada rubrikasi 
Untuk mempermudah pembaca adanya pembagian (rubric) dalam mading yaitu hal yang penting.
  • Penerbitannya
Tampilannya untuk menerbitkan ditempel didinding, itulah sebabnya ia disebut majalah dinding.

Kegunaan Mading
  1. Pengetahuan 
  2. Penilaian, dapat lewat kritik, pujian, dll 
  3. Hiburan 
  4. Ekspresi 
  5. Menumbuhkan minat membaca serta menulis 
  6. Berorganisasi 
Organisasi Pengelola Mading 

Untuk mengelola satu penerbitan majalah dinding, diperlukan satu tim kerja atau kelompok organisasi. Organisasi pengelola majalah dinding yang amat simpel, paling tidak mesti di bangun oleh tim yang terbagi dalam:
  1. Pimpinan umum 
  2. Sekretaris umum 
  3. Bendahara umum 
Bidang-bidang
  1. Bidang redaksi: berkaitan isi dari mading 
  2. Bidang percetkan: design dan cetak 
  3. Bidang usaha: iklan, kerja sama dan lain-lain. 
Cara Membuat Mading 
  • Menentukan Tema 
Topik yaitu hal pertama serta paling utama yang perlu kita pikirkan ketika kita mau membuat mading. Dalam menentukan topik, kita mesti memakai kreatifitas kita dalam memlilih topik apa yang kira-kira menarik serta bisa mengundang banyak pembaca, atau kita dapat juga memilih topik sesuai sama waktu atau tanggal peringatan nasional

Seperti topik guru di hari guru, topik ibu di hari ibu atau topik perjuangan di hari pahlawan, dan lain-lain. Penentuan topik ini amat penting lantaran bakal jadi dasar dari segalanya yang ada di mading yang bakal kita buat. Umpamanya kita pilih topik lingkungan hidup, seluruh rubrik yang ada di mading sebaiknya terkait dengan lingkungan hidup.
  • Membuat sketsa 
Bila kita udah miliki topik, langkah berikutnya yaitu membuat mading semenarik mungkin. Kita dapat mengawalinya dengan bikin sketsa serta rancangan tata letak seluruh isi yang ada pada mading nanti.

Kemudian, buat daftar rubrik apa sajakah yang bakal ada pada mading, dan disinilah kreativitas kita sekali lagi amat diperlukan. Dalam mading yang baik pastinya akan memuat isi atau rubrik berikut ini:
  • Logo 
Umumnya memakai logo-logo sebuah organisasi sekolah, seperti logo sekolah atau OSIS.
  • Judul 
Judul mading dapat di buat dengan memakai nama sekolah (contoh: “Mading MAN Kajai”) atau judul lain yang bisa melukiskan isi mading secara umum, serta dapat pula memakai singkatan-singkatan unik yang bisa menarik perharian pembaca contoh: “MAKER” (Mading Keren).
  • Edisi 
Edisi yang disebut di sini yaitu topik (Contoh-Edisi: “Hari Guru”) atau bila isi mading punya sifat umum tanpa topik khusus, anda dapat membuat edisi berdasarkan bulan atau tanggal terbit contoh-Edisi: Februari (bila mading terbit di bulan februari).
  • Salam Redaksi 
Adalah sambutan/sapaan dari penyusun pada pembaca. Umpamanya “Hei, Guys! Mading kita kali ini bertopik Hari Guru. Ada artikel, cerpen, puisi, komik, ..., pokoknya banyak deh! Check this Out!”.
  • Susunan Redaksi 
  1. Memuat nama-nama penyusun mading. 
  2. Artikel atau Essay pendek 
  3. Artikel yang di buat sebaiknya sama atau searah dengan topik mading. 
  • Opini 
Opini memuat pendapat beberapa orang dilingkungan sekolah mengenai topik yang di ambil. Umpamanya, kita mengambil topik mengenai Hari Guru, kita bisa wawancarai beberapa orang di sekitar lingkungan sekolah mengenai bagaimana peran serta jasa seorang guru dalam kehidupan kita.
  • Berita Utama 
Berita paling utama memuat berita yang tengah hangat-hangatnya terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Umpamanya berita mengenai prestasi yang baru saja diraih sekolah atau berita mengenai pelantikan pengurus ekskul baru, dan lain-lain.
  • Materi Tambahan 
Bila ada banyak ruang mading yang kosong, anda bisa menambahkan beberapa materi pelengkap berikut ini agar mading lebih menarik:
  1. Tips menarik 
  2. Informasi Unik. 
  3. Puisi & Pantun 
  4. Cerpen 
  5. Ilustrasi atau Karikatur 
  6. Komik singkat 
  7. Humor 
  • Pojok Mading 
Memuat respon atau komentar penyusun tentang isi mading yang sudah di buat.
  • Hiasan 
Untuk membuat isi mading jadi lebih menarik, kita bisa memberikan beberapa hiasan. Hiasan bisa terbuat dari kertas koran, renda, pita, kancing, biji-bijian kain perca, kain flanel, dan lain-lain.

Proses Pembuatan 

Sesudah sketsa selesai di buat, sekarang waktunya kita mulai proses pembuatannya. Proses ini mencakup pembuatan rubrik serta design mading.

Rubrik yang di buat haruslah menarik, hingga bisa mengundang banyak pembaca, serta jangan sampai lupa, rubrik yang ada sebaiknya sesuai serta mengikuti topik yang sudah ditetapkan di awal.

Tidak hanya rubrik, hal-hal lain yang perlu kita cermati yaitu desain. Desain amat berperan penting dalam menarik perhatian orang untuk membaca mading. Bila desain mading udah terlihat bagus dari kejauhan, jelas saja orang-orang akan tiba menghampiri.

Publikasi (Penerbitan) 

Sesudah mading jadi, langkah paling akhir yaitu penerbitan mading!. Jangan sampai lupa kasih tahu rekan-rekan di sekolah bila madingnya udah jadi.

Contoh Mading

Contoh 1
Sumber: disiniaja.net
Contoh 2
Sumber: disiniaja.net
Contoh 3
Sumber: suratproposal.blogspot.co.id
Contoh 4
Sumber: firnadiazmyworld.blogspot.co.id
Dan jaman sekarang, mading gak cuma kayak yang udah ada di atas aja, tapi ada juga lho Mading 3D

Contoh 5
Sumber: riuisme.blogspot.co.id
Contoh 6
Sumber: pinterest.com
Contoh 7
Sumber: torehanindoku.blogspot.co.id
Itulah pembahasan kami mengenai 7 Contoh Mading dengan Design Keren dan 3D, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Mading di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk membuat Mading. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. goresantinta21.blogspot.co.id
  2. khairaalfatih.blogspot.co.id 
15 Contoh Pantun Penutup Pidato Terbaru

15 Contoh Pantun Penutup Pidato Terbaru

15 Contoh Pantun Penutup Pidato Terbaru - Pidato merupakan kegiatan berbicara di depan orang banyak dalam rangka untuk menyampaikan pesan baik dala acara formal atau informal. Contoh pidato yang bersifat normal ialah pidato upacara hari nasional, pidato kenegaraan, dan lain-lain. Sementara pidato informal yaitu sambutan acara pernikahan, ceramah dan lain-lain. Agar pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh orator (orang yang menyampaikan pidato) lebih berkesan di telinga pendengar, maka sudah biasa orator menggunakan gaya bahasa yang khas agar audiens tetap setia kepada isi pidato yang disampaikan. Tentu saja, gaya bahasa ini disesuaikan dengan events yang sedang berlangsung. Jika events dalam keadaan duka (berkabung), maka tidaklah cocok dengan gaya bahasa humoris. 

Penggunaan pantun, perumamaan, cerita lucu, atau dengan kata-kata yang membakar semangat, kerap menjadi pilihan dalam menyampaikan pidato. Begitu pula dalam mengakhiri pidato, beragam cara dipilih untuk mengakhiri perbincangan. Pantun salah satunya, yang kerap digunakan dalam pidato non formal. Penggunaan pantun membuat pidato leih berkesan dan menyenangkan. Tak hanya digunakan sebgai penutup, pantun juga dapat digunakan sebagai pembuka pidato. Pantun merupakan sajak yang terdiri dari empat bait atau lebih, memiliki ciri khas dalam penulisan (typhografi), dan menyimpan makna tertentu. Dalam artikel kali ini, kelasindonesia.com akan memberikan pantun yang dapat digunakan untuk mengakhiri pidato. Check it out!!!!!

[Contoh 1]
Jalan- jalan ke Kota Paris
Tidak lupa membeli gamis
Duhai adik-adiku yang manis
Sampai jumpa hari minggu dan kamis

[contoh 2] 
Ke Kota Baru naik Perahu
Pulangnya naek delman
Wahai bapak- bapak dan ibu- ibu
Kesalahan mohon dimaafkan

[contoh 3]

Jika haus maka minumlah
Jika lapar maka makanlah
Jika salah maka maafkanlah
Assalamualaikum wr.wb, sampai jumpa 

[contoh 4]
Matahari terbit dari timur 
Awan terbang membumbung tinggi
Tak ada yang tahu batasan umur
Semoga kita dapat bertemu lagi

[contoh 5]
Makan manggis jangan dibuang kulitnya
Semangka merah manis rasanya
Mohon maaf atas salah - salah kata
Semoga kita dapat berjumpa di waktu yang berbeda 

Advertisement
[contoh 6]  

Awali dengan basmalah
Akhiri dengan hamdalah
Semoga ilmunya berkah
Menjadi lentera di alam barzah

[contoh 7]

Cantik rupa sudah biasa
Kaya harta bukan apa- apa
Siapa sangka waktu penghujung telah tiba
Mari sama- sama kita berdoa

[contoh 8]

Bak sepasang merpati yang saling mencinta
Bulan dan bintang yang selalu bersama
Semoga mempelai pengantin kita hidup berbahagia
Menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah

[contoh 9]

Aku biru kamu merah
Aku gunung kamu lembah
Meski kita totally berbeda
Tapi kita tetaplah saudara
Mohon maaf atas segala kata
Yang mungkin mengusik lautan jiwa

[contoh 10]

Kata adalah makna
Makna adalah kata
Mohon maaf atas segala khilaf
Segala khilaf mohon dimaafkan

[contoh 11]

Nyanyi bareng bang Edi
Foto bareng mas nardji
Jikalah kita berjumpa lagi
Jangan malu untuk foto selfi

[contoh 12]
Ke pasar beli baju
Tidak lupa membeli jeruk di toko langganan
Tak terasa waktu menunjuk angka tuju
Saatnya kita berpamitan

[contoh 13] 

Pohon terus tumbuh ke atas
Terpa angin semakin kencang
Waktu yang diberikan sangat terbatas
Mohon maaf atas kata-kata yang lancang

[contoh 14]

Kolam ikan dihuni buaya
Tak ada yang berani mengusiknya
Jangan malu untuk bertanya
Sebelum kita menutup acara

[contoh 15] 
Singa mengaum di pegunungan
Cheetah lari ketakutan
Mohon maaf atas kesalahan
Lahir batin sebelum berpamitan

Mengenal Koperasi

Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang bercirikan watak sosial, berwujud usaha bersama, dan berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi memiliki fungsi dan peranan, antara lain untuk mengembangkan potensi dan kemampuan, ekonomi anggota dan masyarakat. Koperasi juga berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka. Koperasi adalah milik semua anggotanya. Pengelolaannya dijalankan dengan cara demokratis dan terbuka. Keuntungan yang diperoleh menjadi milik semua anggotanya. Keuntungan itu akan dibagikan kembali kepada anggotanya dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU).
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Tulislah dalam dua kalimat lengkap, peran dan fungsi koperasi bagi rakyat Indonesia!
Koperasi memiliki fungsi dan peranan, antara lain untuk mengembangkan potensi dan kemampuan, ekonomi anggota dan masyarakat. Koperasi juga berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
Sebagai organisasi ekonomi rakyat, asas dan prinsip-prinsip koperasi sangat sesuai dengan jiwa Pancasila, terutama sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Bagaimana asas koperasi yang berkesesuaian dengan Pancasila terutama Sila ke-5 Pancasila. Gunakan diagram alur untuk mempermudah menjelaskan analisismu.

Prinsip-prinsip koperasi yang berkesesuaian dengan Pancasila terutama Sila ke-5 Pancasila.
Keanggotaan Bersifat Sukarela Dan Terbuka.
Koperasi menerima anggota secara terbuka bagi siapa saja yang berminat menjadi anggota dengan tidak pandang status masyarakat baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas, siapapun mempunyai hak yang sama untuk mendaftarkan diri dan tidak bersifat memaksa dengan tidak mewajibkan seluruh masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai anggota yang akan menjadi bagian dari koperasi yang akan didirikan.

Pengelolaan Dilakukan Secara Demokratis.
Koperasi membentuk struktur organisasi sesuai dengan ketentuan yang telah ada dengan berlandaskan kekeluargaan yang menjunjung asas demokrasi dalam penyelenggaraan rapat anggota, pembentukan pengawas, penentuan pengurus,dan penunjukkan pengelola sebagai karyawan yang bekerja di koperasi.

Pembagian SHU Dilakukan Secara Adil Sesuai Dengan Besarnya Jasa Usaha Masing-Masing.
Koperasi mempunyai tujuan untuk mensejahterakan masyarakat pada umumnya dan anggota pada khususnya, maka dalam usaha meningkatkan kesejahteraan anggotanya koperai berusaha semaksimal mungkin untuk bersifat dan berlaku adil dan merata terutama dalam hal pembagian sisa hasil usaha dengan mempertimbangkan aspek kepercayaan dalam pengelolaan koperasi yang telah diberikan oleh masing-masing anggota yang dinilai dalam bentuk besarnya jasa usaha.

Pemberian Balas Jasa Yang Terbatas Terhadap Modal.
Koperasi memberikan timbal balik kepada anggota yang telah menanamkan modalnya dan mempercayakan koperasi dalam mengelola modal tersebut berupa balas jasa yang sesuai dengan keadilan, keseimbangan dan keterbatasan seberapa besar modal yang telah diberikan anggota dengan transparan agar anggota jelas dan mengerti pemberian balas jasa yang diberikan koperasi sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kemandirian.
Koperasi berdiri dengan prinsip kemandirian dengan tidak berada di bawah naungan organisasi lain dan tidak bergantung serta mengandalkan organisasi lain, koperasi berdiri sendiri dengan membentuk struktur organisasi sendiri untuk mengelola dan menjalankan kegiatan usahanya dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Pendidikan Perkoperasian.
Koperasi mempunyai arah dan tujuan untuk dapat bekerja sama mengelola kegiatan yang bersifat positif membutuhkan keahlian dalam pengopersiannya maka dibutuhkan pendidikan dan pengarahan dalam penerapannya dengan bermaksud agar koperasi sebagai wadah yang berlandaskan prinsip dan asas kekeluargaan dapat bermanfaat, oleh karena itu pendidikan perkoperasian sangatlah dibutuhkan sebagai dasar pembentukan koperasi.

Kerjasama Antar Koperasi.
Koperasi dikatakan bersifat mandiri dalam pengorganisasiannya tetapi dalam menjalankan kegiatan usahanya koperasi tetap menjalin hubungan dan kerjasama antar koperasi berupa komunikasi dan interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung karena koperasi berlandaskan kekeluargaan dan dalam menjaga kelangsungan kehidupan perkoperasian diusahakan selalu mengadakan kerjasama agar dapat memperluas bidang usaha dan saling memberikan dukungan.
Menurut pendapatku, keberadaan koperasi di negara kita adalah koperasi dapat dimanfaatkan oleh para anggota hingga mereka dan masyarakat tidak kekurangan sandang, pangan maupun papan.
“Aku dengar, keuntungan yang diperoleh koperasi di desaku terus meningkat, lo! Bahkan, mereka sudah dapat membeli lahan baru untuk usaha pertanian mereka. Pada mulanya mereka mempunyai lahan berukuran 15 meter kali 15 meter. Sekarang mereka membeli lahan baru dengan ukuran 12 meter kali 12 meter.

Persoalan di atas dapat dijawab dengan melakukan operasi penjumlahan bilangan kuadrat.
Total luas lahan koperasi = Luas lahan awal + luas lahan baru
= (152) m² + (122) m²
= (15 × 15) m² + (12 × 12) m²
= 225 m² + 144 m²
= 369 m²
Jadi, luas lahan keseluruhan yang dimiliki koperasi tersebut adalah 369 m². Dengan memahami contoh di atas, kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan saksama!
Ingatlah aturan penyelesaian hitung campuran!
1. 12² + 13² – 10² = 144 + 169 - 100 = 313 - 100 = 213
2. (19² × 13) + 15² = (361 x 13) + 225 = 4.693 + 225 = 4.918
3. (10² : 5) + (11² × 3) = (100 : 5) + (121 x 3) = 20 + 363 = 383
4. 25² – (22² : 4) = 625 - (484 : 4) = 625 - 121 = 504
5. (32² × 3 ) + (12²: 6) = (1.024 x 3 ) +(144 : 6 ) =3.072 + 24 = 3.048
6. Suatu lahan berbentuk persegi dengan panjang sisinya 12 m dibagi menjadi empat bagian sama besar. Berapakah luas setiap bagian tersebut?
Luas setiap lahan = 12² : 4 = 144 : 4 = 36 m²

Pancasila dan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia
Indonesia adalah negara dengan ribuan pulau. Indonesia juga terdiri atas beragam suku bangsa, adat istiadat, serta bahasa dan agama. Pada masapenjajahan, perbedaan-perbedaan ini telah dimanfaatkan oleh penjajah untukmemecah belah. Keadaan ini terus berlanjut hingga para pemimpin bangsa kit a berhasil menetapkan Pancasila sebagai dasar negara kita.

Dengan adanya Pancasila sebagai pemersatu bangsa, kita dapat selalu saling mengingatkan. Perbedaan yang ada di antara kita tetap tidak mengubah kenyataan bahwa kita adalah saudara sebangsa. Kita sudah seharusnya hidup dalam kerukunan dan bekerja sama untuk kemajuan bangsa.

Sila-sila dalam Pancasila juga menunjukkan hal-hal yang menjadi aturan dasar bernegara di Indonesia. Semua aturan, peraturan, dan hukum yang berlaku di negara kita dibuat sesuai dengan isi dan semangat Pancasila. Dengan memahami dan menghayati Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, maka negara kita menjamin kesetaraan dan keadilan hukum bagi semua warganya. Sumber: BSE Pendidikan Kewarganegaraan SD Kelas V, Sutedjo

FUNGSI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

1. Pancasila sebagai ideologi Negara 
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu ”Panca” yang berarti lima dan ”Sila” yang berarti dasar. Pancasila berarti lima dasar atau lima asas yang menjadi dasar negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi Pancasila mengandung penegrtian bahwa Pancasila merupakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia dan menjadi pentunjuk dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

2. Pancasila sebagai Dasar Negara 
Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila dipergunakan sebagai dasar (fundamen) untuk mengatur pemerintah negara atau sebagai dasar untuk mengatur penyelengaraan negara. Pancasila merupakan kaidah negara yang fundamental, yang berarti hukum dasar baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis dan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara Republik Indonesia harus bersumber dan berada di bawah pokok kaidah negara yang fundamental. 

3) Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila dalam pengertian ini sering disebut juga sebagai pegangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup dan jalan hidup (way of life). Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila berfungsi sebagai pedoman atau petunjuk dalam kehidupan sehari-hari. Ini berati, Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang. 

4) Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa
Ini berati, sebagai halnya bendera merah putih sebagai ciri khas bangsa atau negara Indonesia yang membedakan dengan bangsa atau negara lain, Pancasila juga merupakan ciri khas bang Indonesia yang tercermin dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang senantiasa selaras, serasi dan seimbang sesuai deng nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Apakah kalian masih ingat pelajaran tentang pantun? Perhatikanlah dua baris pertama dari pantun tersebut. Dua baris pertama itu disebut sampiran. Dua baris selanjutnya disebut isi pantun. Perhatikanlah bahwa sampiran dan isi pantun disusun dengan kesamaan bunyi yang disebut rima. Rima pada pantun biasanya a-b-a-b.

Cobalah untuk membuat pantun seperti contoh di atas dengan menggunakan rima yang tepat. Pilihlah salah satu tema berikut ini.
Kesatuan dan persatuan
  • Memetik manggis di kota kedu
  • Membeli tebu uangnnya seribu
  • Menangis hatiku tersedu-sedu
  • Melihat bangsaku kurang bersatu
  • Gunung Kober, Gunung Kelimutu
  • Jaraknya jauh tapi sama berapinya
  • 28 Oktober berbagai suku menyatu
  • Jadi satu, yakni bangsa Indonesia
  • Tanah Riau terkenal gurindam dua belas
  • Tanah Jawa terkenal seni wayangnya
  • Bersatu dari barat-timur menolong tertindas
  • Demi mewujudkan bangsa yang dicita-cita
  • Burung garuda lambang negara
  • Semangat pancasila selalu di jaga
  • Indonesia berbhinekantunggal ika
  • Penduduk nya beribu suku bangsa
  • Hutan lebat melimpah rusa
  • Melihat mereka mengundang rindu
  • Bahasa mencerminkan bangsa
  • Dengan bahasa marilah kita berpadu
  • Jika ada durian runtuh
  • Jangan segera diunduh
  • Jika bersatu kita teguh
  • Jika bercerai kita runtuh
  • Siti Aisyah menenun perca
  • Disusun-susunnya menjadi kain nan indah
  • Janganlah persatuan ini binasa
  • Jangan karena ego bangsa kita terpecah
  • Gigit jari kena kuku
  • Sambil lihat film kum kum
  • Tak ada ras tak ada suku
  • Kalau salah haruslah dihukum 
  • Daun lontar diikat kawat
  • Mari kita ke Brastagi
  • Agar negara menjadi kuat
  • Mari kita berbenah diri
  • Susur sungai walaupun basah
  • Dari hutan ke jalan raya
  • Takkan ada kata berpisah
  • Bersatu Indonesia jaya
Cinta tanah air
  • Pergi ke toko membeli pipa
  • Pemiliknya dari Sumatra
  • Haruslah kita tahu budaya Indonesia
  • TARI SAMAN salah satunya
  • Jari berada di depan saku
  • Sangat berguna bagi manusia
  • Karena kita beragam suku
  • Maka itulah Indonesia
  • Jangan buang buah semangka
  • karena semangka manis rasanya
  • Janganlah lupakan budaya
  • Karena budaya jati diri kita
  • Seringsing lantunan daun bambu
  • Mengisi keheningan memecah suasana
  • Indonesia, untukmu haru bangsamu
  • Bersinar dengan budaya nusantara
  • Jalan-jalan ke pantai Kuta
  • Ke toko buku beli peta
  • Ayo kita berlomba-lomba
  • Menunjukkan semangat Indonesia
  • Main gasing janganlah rebah
  • Memakai tali pelepah pisang
  • Budaya asing sudah merambah
  • Budaya asli janganlah hilang
  • Jalan-jalan keliling Asia
  • Mengenal banyak ragam budaya
  • Jangan mengaku anak Indonesia
  • Jika tidak menjaga budaya bangsa
  • Makan semangka bareng si Atun
  • Tapi semangkanya belum matang
  • Yuk mari kita budayakan santun
  • Untuk berguna di masa datang
  • Terbang melayang burung peragam
  • Dari huma, terbang ke hutan
  • Budaya daerah beraneka ragam
  • Mari bersama kita lestarikan
  • Sinar surya cerah menerpa
  • Gelap awan sinar tersapu
  • Binar rekah genggam pemuda
  • Di tanah ini bersemayam sukmamu
Ajakan membangun bangsa
  • Jika hendak kamu ke kamar
  • Jangan banyak tulis dihapus
  • Jika siswa rajin belajar
  • Sudah tentu pasti lulus
  • Jika kamu pergi ke dusun
  • Jangan lupa bawa beras
  • Belajarlah dengan tekun
  • Agar kita naik kelas
  • Anak doah makan lepet
  • Makan lepet sambil melompat
  • Kalau ingin cepat pintar
  • Rajin- rajin lah untuk belajar
  • Jalan jalan ke kota banjar
  • Jangan lupa membeli kurma
  • Kita harus rajin belajar
  • Agar dapat ranking pertama
  • Bunga mawar berwarna merah
  • Sungguh indah walau diluar
  • Dari pada kita marah-marah
  • Lebih baik kita belajar
  • Kemana kancil akan di kejar
  • Lari cepat masuk pasar
  • Kalau mau jadi anak pintar
  • Rajin membaca banyak belajar
  • Jika kita pegang kuas
  • Melukislah pada kertas
  • Jika anak bangsa cerdas
  • Bangsa pun berkualitas
  • Pergi sekolah pagi-pagi
  • Sampai lupa makan sarapan
  • Jika kamu tak mau rugi
  • Raih lah ilmu pendidikan
  • Masak angsa di kuali
  • Bukan saja di perigi
  • Hendaklah kamu mengabdi
  • Di pangkuan ibu pertiwi
  • Kalau kamu mau berlayar
  • Silahkan saja naik perahu
  • Kalau kamu mau pintar
  • Jangan suka mengerutu