Showing posts sorted by relevance for query contoh jaring jaring makanan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh jaring jaring makanan. Sort by date Show all posts

Rantai Makanan dan Jaring – Jaring Makanan

Rantai Makanan dan Jaring – Jaring Makanan. Pengertian Rantai Makanan, Jenis – Jenis Rantai Makanan, Jaring - Jaring Makanan, Hubungan rantai makanan dan Jaring makanan, Contoh Rantai Makanan dan Penjelasan Lengkap Tentang Terjadinya Sebuah Rantai Makanan.

Pengertian Rantai Makanan

Sumber: satujam.com
Rantai makanan yakni rangkaian momen makan dan dimakan antar makhluk hidup untuk kelangsungan hidupnya. Proses makan–memakan ini bersumber pada urutan spesifik dan berjalan terus-menerus.

Dalam ekosistem ini makhluk hidup memiliki perannya masing-masing, mulai dari yang melakukan tindakan sebagai produsen, konsumen dan beberapa sebagai dekomposer (pengurai).
Produsen yakni makhluk hidup yang dapat membuahkan zat organik dari zat anorganik.

Produsen tidak mengkonsumsi makhluk hidupnya. Namun membuatnya sendiri. Cuma satu jenis makhluk hidup yang bisa melakukan proses itu yakni tumbuhan lewat cara fotosintesis. Contoh dari produsen yaitu alga, lemut dan tumbuhan hijau.
Sumber: softilmu.com
Konsumen yakni makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanannya sendiri dan tergantung pada organisme lain. Konsumen mengkonsumsi organisme yang lain untuk bertahan hidup. Dalam satu ekosistem yang melakukan tindakan sebagai konsumen umumnya yakni hewan.

Konsumen dibagi atas beberapa tingkatan dalam satu rantai makanan. Pertama konsumen primer, yaitu hewan yang mengkonsumsi tumbuhan (herbivora) secara langsung, umpamanya sapi, kelinci, dan sebagainya.

Konsumen II (sekunder) yaitu hewan yang mengkonsumsi konsumen primer (karnivora). Berikutnya konsumen II dikonsumsi oleh konsumen III (tersier). Berikutnya aktivitas makan-memakan berjalan terus hingga nantinya sampai pada konsumen paling akhir atau umum disebut juga konsumen puncak.

Konsumen puncak yakni tingkatan dari konsumen di mana tidak ada lagi makhluk hidup lain yang mengonsumsinya. Seperti singa, beruang, buaya dan tentunya manusia.
Sumber: softilmu.com
Dekomposer (pengurai) yaitu pemeran paling akhir dalam satu rantai makanan, di mana organisme ini melakukan tindakan menguraikan bahan organik jadi bahan anorganik. Dekomposer mengurai bahan organik dari tumbuhan mati atau bangkai hewan dan mengembalikan nutrisinya dalam tanah yang selanjutnya digunakan oleh produsen untuk berfotosintesis.

Dari sinilah siklus rantai makanan dimulai kembali. Dekomposer disebut juga dengan detritivor atau pemakan bangkai. Contoh dari organisme ini seperti bakteri pembusuk dan jamur.
Sumber: softilmu.com
Rantai makanan tersusun atas beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini disebut juga dengan tingkat trofik. Susunan-susunannya diawali dari produsen hingga dekomposer. Produsen sebagai organisme yang bisa membuat makanan sendiri ada di tingkat trofik pertama.

Lalu konsumen yang mengkonsumsi produsen ada pada tingkat trofik kedua. Pada tingkat ketiga diduduki oleh konsumen yang mengkonsumsi konsumen pertama, demikian halnya pada tingkat trofik keempat dan sebagainya.

Jenis – Jenis Rantai Makanan

Bersumber pada jenis organisme yang menempati tingkat pertama trofik, rantai makanan di bagi dua yaitu, rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus.

Rantai makanan perumput (grazing food chain)

Rantai makanan kerapkali didapati dan dikenali. Rantai makanan ini dimulai dari tumbuhan sebagai produsen pada tingkat trofik pertamanya. Contoh dari siklus rantai makanan ini yaitu:

rumput -- belalang -- burung -- ular.

Rantai makanan detritus

Rantai makanan ini tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivor. Detritivor yakni organisme heterotrof yang memperoleh daya lewat cara mengkonsumsi beberapa sisa makhluk hidup. Contoh rantai makanan detritus yaitu: serpihan daun (sampah) -- cacing tanah -- ayam -- manusia.

Jaring - Jaring Makanan

Jaring-jaring makanan yakni beberapa kumpulan dari beberapa rantai makanan yang sama-sama terkait. Rantai makanan hanya sisi kecil dari satu jaring-jaring makanan. Secara alami, makhluk hidup mengkonsumsi lebih dari satu jenis makanan.

Dan satu jenis makhluk hidup yang jadi makanan jadi mangsa dari beberapa jenis pemangsa. Seperti pada gambar 4 dan 5. Sampai lebih dari satu rantai makanan yang diperlukan untuk menggambarkan satu siklus makan-dimakan yang terjadi dalam satu ekosistem.
Sumber: softilmu.com
Sumber: softilmu.com
Satu jaring-jaring makanan memiliki susunan yang lebih komplek dibanding rantai makanan. Pada jaring-jaring makanan, satu organisme bisa mengkonsumsi lebih dari satu organisme yang lain serta demikian sebaliknya satu organisme bisa dikonsumsi oleh lebih dari satu organisme yang lain. Contoh gambar dari jaring-jaring makanan sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com
Sumber: softilmu.com
Ketidaksamaan antara jaring makanan dan rantai makanan

Rantai makanan
  1. Rantai makanan yakni jalur lurus tunggal di mana daya makanan lewat perjalanan dalam ekosistem
  2. Biasanya anggota tingkat trofik yang lebih tinggi pada satu bentuk organisme mengkonsumsi tingkat trofik yang lebih rendah
  3. Rantai makanan terisolasi atau terpisah meningkatkan ketidakstabilan ekosistem
  4. Tidak memiliki efek pada peningkatan kapabilitas penyesuaian dan daya saing dari organisme
Jaringan Makanan
  1. Terdiri dari beberapa rantai makanan yang sama-sama terkait dimana daya makanan lewat perjalanan dalam ekosistem
  2. Biasanya anggota tingkat trofik yang lebih tinggi mengkonsumsi banyak organisme tingkat trofik yang lebih rendah
  3. Hadirnya jaring makanan yang kompleks meningkatkan kestabilan ekosistem
  4. Jaring makanan yang lebih kompleks meningkatkan penyesuaian dan daya saing dari organisme
Hubungan rantai makanan dan Jaring makanan

Energi harus terus-menerus mengalir lewat ekosistem supaya sistem tetap stabil. Apa arti sebenarnya dari kegiatan ini? Pada dasarnya, itu memiliki arti bila satu organisme harus makan organisme lain. Rantai makanan (Gambar di bawah) memerlihatkan pola makan dalam ekosistem.

Energi makanan mengalir dari satu organisme ke organisme lain. Panah digunakan untuk memerlihatkan hubungan antara makan binatang. Anak panah dari organisme yang dikonsumsi ke organisme yang mengonsumsinya.

Sebagai contoh, sebuah panah dari tanaman menuju belalang memerlihatkan bila belalang makan daun. Energi dan nutrisi akan bergerak dari tanaman ke belalang. Selanjutnya, burung mungkin saja memangsa belalang, ular dapat makan burung, serta lalu burung hantu mungkin saja mengkonsumsi ular. Rantai makanan yakni:

Serangga -- Tanaman -- Belalang -- Burung -- Ular -- Burung hantu.

Sebuah rantai makanan tidak bisa berlangsung terus-menerus dalam satu organisme. Misalnya rantai makanan tidak bisa:

Tanaman -- Belalang -- Laba-laba -- Katak -- Kadal -- Diubah Elang.

Rantai makanan hanya memiliki 4 atau 5 Keseluruhan tingkat. Oleh karena itu, rantai hanya memiliki 3 atau 4 tingkat untuk transfer energi.

Rantai makanan

Rantai makanan ini termasuk ke dalam produsen dan konsumen. Bagaimana Anda bisa menambahkan pengurai ke rantai makanan?

Dalam sebuah ekosistem laut, satu diantara rantai makanan mungkin saja akan terlihat seperti ini: fitoplankton krill ikan hiu. Beberapa produsen selalu di awal rantai makanan, membawa energi ke ekosistem.

Lewat fotosintesis, produsen membuat makanan mereka sendiri berupa glukosa, tetapi juga membuat makanan untuk organisme lain dalam ekosistem. Herbivora datang selanjutnya, lantas karnivora. Ketika konsumen ini mengkonsumsi organisme lain, mereka memakai glukosa dalam organisme untuk energi.

Dalam contoh ini, fitoplankton dikonsumsi oleh krill, yang kecil, hewan seperti udang. Krill yang dikonsumsi oleh ikan, yang lantas dikonsumsi oleh hiu.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Rantai Makanan dan Jaring – Jaring Makanan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Rantai Makanan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Rantai Makanan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Berkarya Kerajinan dari Bahan Alam

Dalam pembuatan produk kerajinan, kamu perlu memahami seperti apa membuat karya yang berkualitas. Proses penciptaannya harus mengacu pada persyaratan yang disebut prinsip ergonomis, yaitu seperti berikut.
  • Kegunaan (utility). Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan, contoh: mangkuk untuk wadah sayur.
  • Kenyamanan (comfortable). Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya, contoh: cangkir didesain ada pegangannya.
  • Keluwesan (flexibility). Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya, contoh: sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.
  • Keamanan (safety). Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya, misalnya piring keramik harus mempertimbangkan komposisi zat pewarna yang dipakai tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.
  • Keindahan (aestetic). Benda yang indah selalu sedap dipandang dan menarik perhatian. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.

Tanaman rotan banyak terdapat di hutan Indonesia seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra. Tanaman rotan adalah sejenis tanaman palem yang merambat dan dapat tumbuh mencapai panjang 100 meter lebih. Kulit rotan dapat menghasilkan anyaman yang sangat kuat. Bagian dalam rotan jika dibelah akan menghasilkan tali rotan yang tipis, disebut petrik.

a. Perencanaan
1) Menentukan bahan dan fungsi karya kerajinan dari bahan alam.
2) Menggali ide dari berbagai sumber.
3) Membuat sketsa karya dan menentukan sebuah karya terbaik dari sketsa.

Identifikasi Kebutuhan
Diumpamakan pada saat ini yang sangat dibutuhkan oleh siswa adalah wadah untuk alat tulis atau vas bunga yang diletakkan di meja kelas.

Ide/Gagasan
Siswa akan membuat karya kerajinan wadah pensil dari bahan alam yang ringan, namun kuat serta tahan lama. Hasil penggalian ide/gagasan dari berbagai media, siswa tertarik pada kerajinan yang terbuat dari bahan dasar rotan.
b. Pelaksanaan
1) Menyiapkan bahan dan alat
2) Membuat karya kerajinan
a) Bahan dan Alat
c) Langkah-langkah pembuatan karya
  • Rendam rotan petrik/pitrit ke dalam baskom berisi air, sebentar saja hanya ingin memudahkan membentuk petrik agar tidak mudah patah. Dapat pula direndam pada air sepuhan warna/ wantex agar rotan berwarna.
  • Ambil bilahan rotan sebanyak 3 lembar ukuran panjang 40 cm. Susun menyilang. Pada bagian 2 lembar tambahkan 1 lembar yang panjang untuk dijadikan pakan (rotan yang berjalan).
  • Buatlah sumbu yang dimulai pada bagian tengah, melilit seperti obat nyamuk. Jika sudah 3 putaran, bukalah jaring-jaring untuk memulai anyaman
  • Ketika sudah mencapai lingkaran yang dikehendaki, mulailah dengan menegakkan jari-jari (lungsin), agar terbentuk anyaman 3 dimensi. Jika habis, rotan dapat ditambah dengan cara menyelipkan saja.
  • Jika sudah berdiri, mulailah melilitkan kembali pakan hingga mencapai tinggi dan bentuk yang dikehendaki. Lalu, selipkan cetakan agar bentuk dapat terlihat rapi.
  • Lanjutkan anyaman hingga ketinggian tertentu yang dikehendaki, lalu buatlah bentuk sesuai sketsa yang telah kamu tentukan.
  • Gunting sisa jaring-jaring dengan ukuran tertentu. Bagian atas perlu dikunci dengan cara sisa jaring-jaring ditekuk ke dalam atau diselipkan pada anyaman bagian atas hingga ke dalam.
  • Berilah warna yang sesuai selera.
  • Wadah pensil telah selesai. Siswa dapat mengunakannya untuk menempatkan alat tulis agar lebih rapi.
  • Evaluasi. Menguji dan mengevaluasi karya.. Jika karya ingin dijual, dapat diberi kemasan pembungkus dari plastik.

Pengertian Ekologi : Bentuk Piramida Dan Manfaat Ekologi

Pengertian Ekologi

Pengertian Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan saling ketergantungan dan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidup dalam satu ekosistem. Istilah Ekologi berasal dari kata yunani yaitu Oikos yang berarti habitat, dan logos yang berarti ilmu. Secara harfiah, Pengertian Ekologi adalah ilmu mengenai interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem merupakan suatu sistem yang terjadi hubungan (interaksi) dengan saling ketergantungan antara komponen-komponen di dalamnya, baik makhluk hidup maupun tidak hidup.

Setiap komponen ekosistem memiliki makna yang khusus bagi komponen yang lain dengan sangat terorganisir dan berlangsung secara dinamis untuk terbentuk suatu 'keseimbangan lingkungan'. Ekologi pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan yang bernama Ernst Haeckel (1834-1914) dalam pertengahan tahun 1960. Ekologi berkaitan dengan ekosistem dengan komponen-komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik komponennya adalah air, cahaya, suhu, kelembaban dan topografi. Sedangkan pada faktor biotik komponennya adalah tumbuhan, hewan, manusia dan mikroba.

Pengertian Ekologi Menurut Definisi Para Ahli 

Selain definisi umum mengenai pengertian ekologi, ada pula pengertian ekologi yang dikemukakan menurut para ahli. Pengertian ekologi menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut :

  • Miller (1975) : Menurut definisi Miller mengenai pengertian ekologi yang menyatakan bahwa ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya
  • Otto Soemarwoto : Menurut Otto Soemarwoto, pengertian ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  • C. Elton : Menurut pendapat C. Elton, ekologi adalah ilmu yang mengkaji sejarah alam atau perkehidupan alam secara ilmiah
  • Resosoedarmo : Menurut definisi Resosoedarmo yang menyatakan bahwa pengertian ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  • Andrewartha : Menurut Andrewartha, pengertian ekologi adalah ilmu yang membahas penyebaran dan kemelimpahan organisme
  • Krebs : Menurut Krebs, pengertian ekologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji interaksi-interaksi yang menentukan penyebaran dan kemelimpahan organisme 
  • Eugene P. Odum : Menurut Odum, ekologi adalah kajian terstruktur dan fungsi alam, tentang struktur dan interaksi antara sesama organisme dan lingkungannya.  

Bentuk Piramida Ekologi 

Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada tiga jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi. Berikut penjelasan dari tiga jenis piramida ekologi :

  • Piramida Jumlah  

Komposisi organisme, tergolong dalam tingkat trofik yang disajikan dalam piramida jumlah. Piramida jumlah adalah piramida yang menunjukkan jumlah organisme pada setiap tingkatan trofik. Organisme di tingkat trofik pertama biasanya melimpah, sedangkan tingkat trofik kedua, ketiga dan selanjutnya semakin berkurang. Komunitas yang kebanyakan memiliki jumlah normal adalah tumbuhan yang lebih banyak daripada organisme herbivor. Demikian pula, pada jumlah herbivor yang selalu lebih banyak daripada jumlah karnivor tingkat I. Karnivor tingkat I juga selalu lebih banyak dari pada karnivor tingkat II dan seterusnya.

  • Piramida Biomassa

Piramida biomassa adalah piramida yang menggambarkan berat atau massa kering total organisme hidup dari masing-masing tingkat trofiknya pada suatu ekosistem dalam kuran waktu tertentu. Piramida biomassa memiliki penggambaran yang lebih realistik dari pada piramida jumlah. Fungsi piramida biomassa adalah menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan dinyatakan dalam gram.  Untuk menghindari kerusakan habitat, maka biasanya pengukuran menggunakan metode sampel. Sampel diukur, kemudian total seluruh biomassa yang dihitung dengan perbandingan yang tertentu. Pengkuran tersebut, menghasilkan informasi yang lebih akurat mengenai ekosistem.

  • Piramida Energi 

Piramida energi adalah piramida yang menggambarkan terjadinya penurunan energi pada tiap tahap tingkatan trofik. Piramida energi dibuat berdasarkan pada observasi dalam waktu yang lama. Piramida energi memberikan gambaran paling akuran mengenai aliran energi dalam ekosistem dari pada piramida jumlah, dan piramida biomassa. Pada piramida energi terjadi penurunan jumlah energi secara berturut-turut dari tingkat trofik yang paling rendah ke tingkat trofik yang paling tinggi. Berkurangnya energi pada setiap tingkat trofik terjadi karena hal-hal berikut :

  1. Hanya sebagian pada makanan yang ditangkap dan dimakan oleh tigkat trofik selanjutnya
  2. Makanan yang dimakan tidak akan bisa seluruhnya dicerna dan ada yang dikeluarkan sebagai sampah
  3. Hanya pada sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme, sedangkan pada sisanya digunakan sebagai sumber energi.

Dari ketiga tipe piramida ekologi, piramida energi yang dianggap model piramida terbaik. Alasan piramida energi dianggap paling terbaik adalah sebagai berikut :

  1. Tidak dipengaruhi dari ukuran organisme dan kecepatan metabolisme organisme
  2. Menunjukkan efisiensi ekologi atau produktivitas ekosistem
  3. Memberikan gambaran berkaitan dengan sifat fungsional suatu ekosistem

Manfaat Ekologi bagi Manusia dan Lingkungan Hidup

  • Mengenal lebih banyak keanekaragaman hayati

Makhluk hidup tersebar dari dasar samudera terdalam hingga pegunungan tertinggi. Tentu saja, keanekaragaman hayati ini harus dieksplorasi oleh manusia. Selain untuk menginventarisasi jenis-jenis makhluk hidup tersebut dan memperkaya pengetahuan manusia akan spesies makhluk hidup, cara hidup makhluk hidup dan lingkungannya teresebut dapat dipelajari untuk kemudian dapat dimanfaatkan manusia.

Sebagai contohnya adalah :

  1. Ikan di sekitar kutub utara mampu hidup di kondisi air yang membeku, mekanisme ini dapat digunakan manusia untuk mendapatkan protein anti beku yang digunakan dalam proses industri.
  2. Parasit yang hidup di tubuh manusia sebagai inangnya dapat diberantas apabila kita tahu bagaimana ia hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara memutus rantai perkembangbiakannya.

Secara lebih detail, pengaplikasian dan manfaat ekologi dalam berbagai bidang dapat dilihat pada beberapa poin di bawah ini.

  • Mengenal lebih jauh makhluk hidup

Biologi perilaku merupakan salah satu cabang dari ilmu ekologi. Hal ini terjadi karena perilaku makhluk hidup, terutama hewan, berperilaku tergantung pada kondisi lingkungannya. Perilaku satwa ini dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut.


  1. Hewan seperti lumba-lumba dan dan kelelawar memiliki suatu kemampuan penentuan lokasi tanpa penglihatan yang dikenal sebagai ekolokasi (ecolocation). Mekanisme ini ditiru sebagai sonar bagi manusia.
  2. Hewan seperti ayam, sapi, anjing, dan kucing dahulunya adalah hewan liar. Dengan proses domestikasi, hewan-hewan tersebut dapat dijadikan ternak ataupun peliharaan.
  3. Kadang hewan memiliki indra yang tajam semisal di India, gajah-gajah secara otomatis pergi ke tempat yang tinggi sesaat sebelum tsunami terjadi. Hal ini dapat dijadikan peringatan dini oleh manusia sebelum terjadinya bencana.

  • Membantu mengetahui dampak terhadap lingkungan

Ingatkah kita akan penggunaan DDT pada sekitar tahun 1970-1980an? Untuk memberantas hama maka ditemukanlah suatu pestisida yang dinamakan DDT. DDT ini sangat ampuh memberantas hama serangga secara global dalam watu yang lama. Namun setelah bertahun-tahun digunakan, dampak ekologis mulai terasa.

Setelah penggunaan jangka panjang, maka serangga menjadi resisten dan bahkan DDT dapat ditemukan di mana saja hingga dalam air susu manusia. Rachel Carson, seorang penulis akhirnya membuat buku berjudul Silent Spring yang menggarisbawahi tak terdengarnya burung-burung di musim semi. Ternyata hal ini disebabkan oleh DDT yang merusak telur burung. Akhirnya DDT diberhentikan penggunaanya setelah dampak ekologis menjadi global.

Sebenarnya, permasalahan ini dapat dicegah apabila ilmu ekologi dipakai dalam perencanaan suatu kegiatan yang memiliki kemungkinan dampak lingkungan. Kini, setiap kegiatan harus memiliki studi ekologi untuk meminimalisasi kemungkinan buruk seperti contoh di atas.

  • Membantu memecahkan masalah pangan

Manusia sebagai makhluk omnivora merupakan tingkatan tertinggi dalam jaring-jaring makanan. Seperti yang kita ketahui bahwa seluruh materi di muka bumi ini ada dalam satu siklus. Dalam ilmu ekologi dijelaskan bahwa makanan yang kita konsumsi merupakan untaian materi dari makhluk hidup lain mulai dari produsen, konsumen primer, hingga konsumen sekunder atau tersier.

Semakin tinggi tingkatan tropik maka akan semakin sedikit energi yang diserap. Artinya semakin banyak jumlah makhluk hidup dalam tingkatan tropik di bawahnya untuk memenuhi kebutuhan makhuk hidup dengan tingkat tropik atas.

Dengan demikian, manusia yang vegetarian akan memerlukan lebih sedikit sumber daya alam dibandingkan dengan manusia yang non-vegetarian. Hal ini karena vegetarian memerlukan lebih sedikit sumber daya semisal lahan untuk peternakan, air, dan pakan ternak sehingga meminimalisasi kesulitan sumber pangan.

  • Membantu memecahkan masalah pertanian


Kesuburan tanah tidak hanya terjadi begitu saja melainkan ada sangkut pautnya dengan makhluk biologis yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar tanaman termasuk tanaman pertanian begantung pada interaksi antara mikroorganisme dan tanaman itu sendiri karena tanaman mebutuhkan nitrat dan ammonium yang tidak dapat ia sintesis sendiri. Senyawa tersebut dapat diperoleh oleh tanaman dengan interkasi mikroba sebagai berikut.

  1. Ammonium : merupakan hasil dari proses amonifikasi oleh bakteri dari nitrogen di udara. Tanaman pada umumnya tidak memfiksasi nitrogen padahal mereka membutuhkannya. Maka dengan interaksi antara bakteri dan tanaman, defisiensi nitrogen dapat dihindari.
  2. Nitrat : nitrat merupakan produk oksidasi ammonium dengan bantuan AOB (ammonium oxidising bacteria) dan NOB (nitrite oxidising bacteria). Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh.

Dengan demikian, setelah mengetahui ilmu ekologi, penggunaan bakteriosidal pada tanah sekitar tanaman seharusnya dapat dihindari. Hal ini karena penggunaan bakteriosidal dapat membunuh bakteri yang sebenarnya berguna bagi pertumbuhan tanaman.

  • Membantu memecahkan masalah energi

Sampai saat ini manusia masih bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama mereka, namun tahukah kita sebenarnya sumber energi terbesar kita adalah matahari?

Energi matahari dikonversi oleh tanaman menjadi energi kimia melalui proses fotosintetis. Sumber energi kimia ini sebenarnya dapat kita manfaatkan untuk membuat bahan bakar yang dapat diperbaharui yaitu biofuel. Biofuel terdiri dari beberapa generasi yaitu:

  1. Generasi pertama – biofuel dari tanaman konsumsi (Jagung, jarak)
  2. Generasi kedua – biofuel dari sisa produk tanaman (Molase, ampas tebu)
  3. Generasi ketiga – biofuel dari alga

Ilmu ekologi di sini sangat berperan penting. Selain mempelajari bagaimana komunitas mikroorganisme memproses bahan baku menjadi biofuel (aplikasi di industri), ekologi juga menawarkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan produk tersebut agar terjadi keseimbangan atas kebutuhan manusia akan energi dan materi konsumsi dengan kelestarian alam.

  • Membantu memecahkan masalah kesehatan

Banyak masalah kesehatan yang merupakan penyakit menular berasal dari interaksi antara manusia dengan hewan. Hal ini tentu saja dapat dihindari atau diatasi bila kita mengetahui konsep ilmu ekologi tentang bagaimana makhluk idup berinterkasi dengan lingkungannya. Berikut adapah contoh manfaat ekologi dalam bidang kesehatan.

  1. Demam berdarah : jelas kita ketahui bahwa demam berdarah disebab kan oleh virus Dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aygepti. Nyamuk ini memeiliki habitat air bersih yang menggenang untuk bertelur. Kita dapat memutus persebaran penyakit ini misalnya dengan mencegah agar nyamuk tidak dapat bertelur dengan menutup atau memberi insektisida pada bak.
  2. AIDS : salah satu konsep asal muasal AIDS adalah transfer HIV dari simpanse tehadap manusia. Hal ini dapat terjadi karena di Afrika sana, manusia dan simpanse hidup berdekatan. Dengan adanya ilmu ekologi seharusnya transmisi ini dapat dicegah dengan membatasi interaski antara populasi manusia dengan simpanse.

  • Membuat proses indutri yang lebih maju

Makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, dan mikroba ternyata sangat berguna untuk diaplikasikan dalam proses industri. Pengeksplorasian ini tentu akan menghasilkan organisme baru yang memiliki kemapuan khusus sesuai habitatnya. Hal ini membuka kesempatan kita untuk memanfaatkannya di bidang industri. Selain itu komunitas suatu organisme dapat dimanfaatkan dalam suatu proses industri.

Berikut adalah beberapa contoh pengaplikasian ekologi di bidang industri.

  1. Bioteknologi : Dalam industri bioteknologi dikenal suatu prosedur PCR. PCR ini tak akan dapat dilakukan tanpa enzim tahan panas yang berasal dari organisme Thermus aquaticus. Organisme ini berhabitat asli di kawah gunung berapi dasar laut. Karena itulah enzim dari orgnisme ini menjadi tahan panas dan dapat digunakan dalam industri.
  2. Fermentasi : Proses pembuatan wine, keju, bahkan tapai membutuhkan komunitas mikroorganisme yang beinteraksi sinergisme dalam proses fermentasi. Dengan mempelajari ilmu ekologi, kita dapat menentukan mikroorganisme apa saja yang berperan dan komposisinya.

  • Mengenal kesetimbangan dalam kehidupan

Tanpa sadar sebenarnya ilmu ekologi membahas kegiatan manusia di bumi ini karena manusia di bumi ini berkegiatan sebagai populasi. Populasi terus meningkat sedangkan sumber daya alam dan area di muka bumi tak dapat ditambah. Bila populasi manusia terlalu banyak maka kemampuan daya sangga ekosistem akan terlampaui akibatnya akan terjadi kemunduran dalam populasi manusia bahkan kepunahan.

Oleh karena itu melalui ilmu ekologi, kita sebagai manusia harus bijak dalam menggunakan sumber daya alam dan membatasi pertumbuhan populasi agar daya sangga ekosistem tidak terlampaui.

Pengertian Populasi : Pencemaran Lingkungan Dan Terbatasnya Ruang Gerak

Pengertian Populasi

Pengertian Populasi adalah kumpulan individu yang sejenis dan hidup di suatu daerah dengan waktu tertentu. Contoh suatu populasi adalah sebuah kola terdama ikan, teratai, dll. Populasi pohon kepala dikelurahan tegakan di tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah setiap waktu. Perubahan ukuran populasi dinamakan dinamika populasi. Perubahan yang dihitung menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Contohnya di tahun 1980 populasi pinus di tawangmangu ada 700 batang. Kemudian di tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Faktanya, selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon Pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi.

Pengertian Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup di suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. Dalam derajat keterpaduan komunitas, lebih kompleks jika dibandingkan dengan individu dan populasi. Semua organisasi merupakan bagian dari komunitas dan dari komponennya saling terhubung dengan keragaman interaksinya. Contoh yang termasuk komunitas adalah populasi ganggang, populasi ikan, dan populasi hewan di sekitarnya yang membetuk suatu komunitas terumbu karang.

Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Antara komunitas dan lingkungannya saling berinteraksi yang menciptakan kesatuan ekologi yang disebut dengan ekosistem. Komponen penyusun dari ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora) dan dekomposer/pengurangi (mikroorganisme).

Pengaruh Meningkatnya Populasi Penduduk terhadap Lingkungan.

Meningkatnya populasi penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan perumahan, sehingga menyebabkan bertambahnya kebutuhan kayu dan banyak terjadi penebangan hutan secara liar. Adanya penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan erosi dan banjir. Pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan pula bertambahnya penggunaan bahan bakar, hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan persediaan sumber daya alam semakin menipis dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan merupakan dampak negative yang ditimbulkan oleh kepadatan populasi manusia serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya dalam bidang pertanian, penggunaan buatan dan obat-obat anti hama, ternyata dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah.

Peningkatan populasi penduduk yang tidak terkendali juga dapat merusak lingkungan:

  1. Terjadinya penebangan hutan untuk arel permukiman maupun areal pertanian. Penebangan hutan yang tidak terkendali dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Disamping itu kekayaan atau sumber daya hayati di hutan itu akan hilang akibat habitatnya terganggu.
  2. Meningkatnya jumlah populasi menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan pangan sehingga dibukalah arel pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan. Di samping itu tanah atau lahan pertanian dipaksa untuk menghasilkan jumlah pangan yang dapat mencukupi kebutuhan penduduk. Akibatnya tanah sering dipupuk untuk memperoleh hasil yang cukup. Pemupukan yang tidak terkendali dapat menyebabkan tanah menjadi rusak karena terpolusi oleh pupuk buatan, sehingga lama-kelamaan tanah tidak dapat ditanami kembali karena bersifat asam.
  3. Penggunaan pestisida secara berlebihan. Pestisida yang seharusnya menghilangkan atau mematikan hama tanaman, teryata juga memusnahkan organisme-organisme lain yang merupakan mata rantai dari jarring-jaring makanan.
  4. Sampah rumah tangga meningkat, sedangkan tempat pembuangan terbatas sehingga sampah menjadi bertumpuk. Sampah yang bertumpuk merupakan pusat penyebaran penyakit tertentu, misalnya tifus, kolera, dan disentri. Selain itu, sisa deterjen yang tidak dapat dihancurkan atau diuraikan oleh mikroorganisme dapat mencemari air sungai.
  5. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat akan menyebabkan pencemaran udara yang dapat mengganggu pernapasan.
  6. Perkembangan industri yang semakin pesat guna mengimbangi kebutuhan penduduk dapat menimbulkan masalah pencemaran udara dan air. Pencemaran udara disebabkan pembuangan zat-zat sisa dari hasil pembakaran yang tidak sempurna, seperti SO2 dan NOx. Pencemaran air terjadi karena limbah padat sering dibuang ke sungai sehingga mengancam kesehatan penduduk sekitar.

Untuk memperbaiki keadaan lingkungan, penduduk dihimbau untuk melakukan usaha-usaha berikut:

  1. Menanam tanaman di sekitar rumah agar oksigen yang dihasilkan tumbuhan melalui proses fotosintesis bertambah dan udara menjadi segar.
  2. Meningkatkan kesadaran pada diri masyarakat agar mencintai lingkungannya.
  3. Membuat penampung kotoran yang tertutup agar tidak mencemari lingkungan.
  4. Tidak membuat rumah disekitar daerah industri.
  5. Memanfaatkan sampah untuk pupuk kompos atau didaur ulang untuk dijadikan benda lain yang bermanfaat.

Pencemaran Lingkungan 

Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan prasarana untuk melayani keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya akan menyebabkan penggunaan sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Hasil gambar untuk pencemaran lingkungan

Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

Terbatasnya Ruang Gerak

Hasil gambar untuk hubungan kepadatan populasi penduduk terhadap keterbatasan ruang gerak individuSuatu daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi kalau tidak memperhatikan kesehatan lingkungan (sanitasi) dengan baik maka keadaan lingkungan menjadi tidak nyaman bagi penduduknya. Di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan atau berhimpitan. Keadaan yang demikian menyebabkan terbatasnya ruang gerak. Akibatnya, dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan penduduk. Misalnya penduduk mudah terjangkit penyakit menular, kebutuhan udara bersih tidak terpenuhi, atau banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dibuang pada tempatnya.