Showing posts sorted by relevance for query contoh norma sosial. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh norma sosial. Sort by date Show all posts

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai. Hai sahabat semua, bertemu lagi dengan kami yang kali ini akan membahasa tentang Pengertian Nilai, di antaranya mengenai Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Nilai itu sendiri.

Gimana? Menarik bukan? Kalau gitu, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Pengertian Nilai menurut Para Ahli 

Sumber: pangeranarti.blogspot.co.id
Pengertian Nilai menurut Spranger yaitu sebuah tatanan yang dijadikan tips oleh individu untuk menimbang serta memilih alternatif ketentuan dalam kondisi sosial tertentu. Dalam pandangan Spranger, kepribadian manusia terbentuk serta berakar pada tatanan nilai-nilai kesejarahan.

Walaupun meletakkan konteks sosial sebagai dimensi nilai dalam kepribadian manusia, tetapi Spranger mengakui akan kemampuan perorangan yang di kenal dengan arti roh subjektif. Sementara itu, kemampuan nilai-nilai kebudayaan adalah roh objektif.

Kemampuan perorangan atau roh subjektif didudukkan dalam posisi primer lantaran nilai-nilai kebudayaan cuma bakal berkembang serta bertahan jika di dukung dan dihayati oleh individu.

Penerimaan nilai oleh manusia tidak dikerjakan secara pasif tetapi secara kreatif serta aktif. Dalam proses manusia menerima nilai ini terjadi hubungan dialektis pada roh objektif dengan roh subjektif.

Artinya, roh objekif bakal berkembang bila di dukung oleh roh subjektif, demikian sebaliknya roh objektif bakal berkembang dengan berpedoman pada roh objektif yang diposisikan sebagai harapan yang harus digapai.

Nilai adalah suatu hal yang dipercaya kebenarannya serta mendorong orang untuk mewujudkannya.
  • Menurut Horrocks
Pengertian Nilai yaitu suatu hal yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuat ketentuan tentang apa yang mau digapai atau sebagai suatu hal yang diperlukan.

Secara dinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan-lahan diinternalisasikan oleh individu dan diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya.

Nilai adalah standar konseptual yang relatif stabil, di mana secara eksplisit ataupun implisit menuntun individu dalam memastikan tujuan yang mau digapai dan akitvitas dalam rangka memenuhi kepentingan psikologi.

Dari pengertian nilai yang dikemukakan beberapa ahli di atas, bisa disimpulkan kalau Nilai yaitu suatu hal yang dijadikan sebagai tips dalam hal memperhitungkan ketentuan yang akan di ambil kemudian.

Nilai adalah suatu hal yang miliki sifat abstrak, lantaran meliputi pemikiran dari seseorang. Penilaian yang dikerjakan oleh individu yang satu belum tentu sama juga dengan individu yang satu.

Berikutnya bakal dibicarakan tentang macam-macam nilai di bawah ini:
  • Beberapa macam nilai menurut Spranger, yakni: 
  1. Nilai keilmuan adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama. 
  2. Nilai agama adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama. 
  3. Nilai ekonomi yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni. 
  4. Nilai Seni adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material. 
  5. Nilai Solidaritas adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa. 
  6. Nilai Kuasa yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. 
Dari beberapa macam nilai yang dijelaskan di atas, nilai yang dominan pada masyarakat tradisional yaitu nilai solidaritas, nilai seni serta nilai agama. Nilai yang dominan pada masyarakat modern adalah nilai keilmuan, nilai kuasa serta nilai ekonomi.

Sebagai konsekuensi dari proses pembangunan yang berjalan secara terus-menerus, yang memungkinkan terjadinya pergeseran nilai-nilai itu.

Pergeseran nilai keilmuan serta nilai ekonomi akan cenderung lebih cepat dibanding dengan nilai-nilai yang lain bila memakai model dinamik-interaktif.

Ini adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang memberikan prioritas ada pembangunan ekonomi serta ditunjang oleh cepatnya perkembangan pengetahuan serta tehnologi.
  • Menurut Andrain, nilai nilai mempunyai 6 ciri atau karakteristik. Berikut ini 6 karakteristik nilai: 
Umum serta abstrak. 

Nilai yaitu patokan umum mengenai suatu hal yang dicita - citakan atau dianggap baik. Nilai dapat dikatakan umum sebab tidak bakal ada masyarakat tanpa pedoman umum mengenai suatu hal.

Yang dianggap baik, patut, layak, pantas sekaligus suatu hal jadi larangan atau tabu untuk kehidupan masing masing kelompok. Nilai sosial mempunyai karakter abstrak, artinya nilai tidak cuma dilihat sebagai benda secara fisik nampak, bisa diraba maupun difoto

Konsepsional 

Nilai mempunyai ciri konsepsional artinya kalau nilai nilai itu cuma di ketahui bersumber pada perkataan ucapan, tulisan serta perilaku seseorang atau kelompok orang.

Nilai Mengandung Kualitas moral 

Kualitas moral sebuah masyarakat baik individu maupun kelompok ditetapkan oleh nilai nilai yang diyakini oleh masyarakat itu.

Nilai tidak selama-lamanya realistik 

Nilai yang ada pada masyarakat umumnya berbentuk idealis atau tidak dapat secara penuh dilakukan. Hal semacam ini karena karakter nilai yang abstrak hingga pemahamannya tidak mampu sama untuk setiap individu dalam masyarakat itu.

Dalam bermasyarakat, Nilai miliki sifat campuran dan Cenderung bersifat stabil. 

Nilai dapat juga disimpulkan sebagai karakter dari suatu hal yang bepengaruh dalam kehidupan manusia, baik secara lahir ataupun batin.

Makna dari nilai secara teoritis adalah satu kepercayaan yang dapat untuk dijadikan pertanggung jawaban baik dalam hubungan antar sesama serta dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Dan untuk lebih lengkapnya, berikut ini akan di sampaikan pengertian serta definisi nilai menurut beberapa pakar lainnya:
  1. Ralp Perry: Nilai yang dijelaskan oleh Ralp Perry adalah sebuah objek yang datang dari ketertarikan sebuah individu 
  2. Fraenkel: Fraenkel memaparkan nilai adalah satu ide konsep maupun gagasan tentang apa yang dipikirkan seseorang serta dianggap penting. 
  3. Kupperman: Pengertian nilai menurut Kupperman yaitu satu patokan yang miliki sifat normatif serta bisa memengaruhi manusia dalam memastikan satu pilihan. 
  4. Louis O. Kattsof: Nilai dibagi jadi dua jenis oleh Louis, di mana ada nilai intristik yang disebut nilai yang semulanya udah bernilai, serta yang kedua yaitu nilai instrumental di mana nilai adalah hasil dari suatu hal akibat dipakai sebagai fasilitas dalam menggapai sebuah tujuan. 
  5. Mulyana: Menurut Mulyana, nilai yaitu sebuah kepercayaan dan referensi untuk memastikan satu pilihan. 
  6. Gordon Allport: Gordon menerangkan kalau nilai adalah sebuah kepercayaan yang bisa bikin seseorang melakukan tindakan bersumber pada pilihannya. 
  7. Danandjaja: Nilai menurut Danandjaja yaitu satu pengertian yang dipunyai seseorang akan suatu hal yang lebih penting ataupun kuran penting, apa yang lebih baik serta kurang baik, dan juga apa yang lebih benar serta apa yang salah. 
  8. Kluckhohn: Kluckhon menyampaikan kalau nilai adalah satu konsepsi dari apa yang dikehendaki serta memengaruhi seseorang dalam memastikan tindakan pada langkah dan juga tujuan yang ingin digapai.
  9. Notonagoro: Menurut Notonagoro, nilai terdiri dari tiga nilai pokok, yakni nilai vital, materil, serta rohani. 
  10. Purwodarmito: Menurut Purwodarmito nilai bisa dijelaskan jadi lima hal yang salah satunya yaitu harga suatu hal, harga sesuai sama taksiran, angka kepandaian, sebuah kualitas, serta beberapa karakter penting. 
  11. Kimball Young: Pengertian nilai menurut Kimball Young yaitu anggapan abstrak serta kerapkali tidak diakui apa sesungguhnya yang penting dalam masyarakat. 
  12. AW Green: AW Green menjelaskan kalau nilai adalah kesadaran berjalan dengan dibarengi emosi pada sebuah objek.
  13. Hendropusptio: Nilai menurut Hendropuspito yaitu segala suatu hal yang masyarakat bisa hargai lantaran nilai memiliki daya guna yang fungsional serta punya pengaruh dalam perubahan kehidupan mausia. 
  14. Simanjuntak: Pengertian nilai menurut B. Simanjuntak yaitu beberapa gagasan yang berkembang pada masyarakat tentang suatu hal yang baik. 

Beberapa macam Nilai serta Pengertiannya 

  • Nilai Sosial 
Nilai yaitu alat yang memperlihatkan argumen dasar kalau langkah pelaksanaan atau kondisi akhir tertentu lebih digemari secara sosial dibanding langkah pelaksanaan atau kondisi akhir yang berlawanan. 

Macam-macam nilai: 

  • Nilai Budaya 
Pengertian: terkait dengan pemikiran, rutinitas, serta hasil karya cipta manusia yang disebut dengan sebuah hal yang dianggap baik atau buruk untuk kehidupan. Serta suatu hal yang abstrak, tetapi hal itu jadi pedoman untuk kehidupan masyarakat.
  • Nilai Moral 
Pengertian: terkait dengan perbuatan baik serta buruk sebagai dasar kehidupan manusia serta masyarakat, istilah manusia menyebut ke manusia atau orang yang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif atau negatif.
  • Nilai Agama 
Pengertian: terkait dengan beberapa ketetapan yang sudah ditetapkan Allah SWT serta utusan-utusannya. Satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama.
  • Nilai Politik 
Pengertian: terkait dengan cara manusia dalam mencetak kemenangan. Sebuah aktivitas bangsa yang mempunyai tujuan untuk membuat, menjaga, serta mengamandemen beberapa ketentuan umum yang mengatur kehidupannya, yang memiliki arti tidak bisa lepas dari tanda-tanda konflik serta kerja sama.
  • Nilai Sosial 
Pengertian: nilai yang diyakini oleh sebuah masyarakat, tentang apa yang dianggap baik serta apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Untuk memastikan suatu hal itu dapat dikatakan baik atau buruk, layak atau tidak layak mesti melalui proses menimbang. Hal semacam ini jelas sangat di pengaruhi oleh kebudayaan yang diyakini masyarakat.

Tidak heran jika antara orang-orang yang satu serta orang-orang yang lain ada ketidaksamaan tata nilai.
  • Nilai Keilmuan 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama.
  • Nilai Ekonomi 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni.
  • Nilai Seni 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material.
  • Nilai Solidaritas 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa.
  • Nilai Kuasa 
Pengertian: yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya.
  • Nilai Material 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi tentang segala suatu hal yang bermanfaat untuk jasmani manusia. Satu diantara contoh nilai material yaitu sandang serta pangan.
  • Nilai Vital 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan segala suatu hal yang bermanfaat untuk manusia dalam melakukan beragam kesibukan. Satu diantara contoh nilai vital yaitu buku pelajaran yang bermanfaat untuk siswa ketika belajar.
  • Nilai Religius 
Pengertian: adalah nilai keohanian paling tinggi serta mutlak dan bersumber pada keyakinan atau kepercayaan manusia.
  • Nilai Kerohanian 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan semua suatu hal yang terkait dengan keperluan rohani manusia. Satu diantara contoh nilai kerohanian yaitu melaksanakan ibadah.

Nilai kerohanian dibedakan lagi jadi 4 jenis yakni: 

  1. Nilai kebenaran (fakta) yang bersumber dari unsur akal manusia (ratio, budi, cipta). Contoh nilai kebenaran: Bumi itu memiliki bentuk bulat, garam rasa-rasanya asin, gula rasa-rasanya manis, matahari yaitu bintang, manusia bernapas dengan oksigen, dan lain-lain. 
  2. Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetis). Contoh: Tari-tarian, lukisan, patung, perhiasan, dan lain-lain. 
  3. Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau tekad (karsa, norma). Contoh: etika dalam orang-orang, larangan, ketentuan, kebiasaan istiadat, dan lain-lain. 
  4. Nilai religious yang disebut nilai ketuhanan, kerohanian yang paling tinggi serta mutlak. Contoh: Ritual-ritual keagamaan. 
Tidak hanya itu, ada pula nilai sosial yang dilihat dari karakter, ciri, serta tingkat keberadaannya. Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial di lihat dari sifatnya: 
  1. Nilai Kepribadian yaitu nilai-nilai yang membentuk kepribadian (karakter) seseorang. Contoh nilai kepribadian yaitu lingkungan, emosi, kreatifitas, ide, inspirasi, dan lain-lain. 
  2. Nilai kebendaan yaitu nilai yang bisa diukur dari manfaatnya sehari-hari. Contoh nilai kebendaan yaitu meja, alat tulis, dan lain-lain. 
  3. Nilai biologis yaitu nilai yang terkait dengan kehidupan manusia. Contoh nilai biologis yaitu berolahraga serta melindungi kesehatan. 
  4. Nilai hukum yaitu nilai yang perlu dipatuhi oleh tiap orang tanpa terkecuali Contoh nilai hukum yaitu undang-undang, pidana, serta perdata. 
  5. Nilai pengetahuan yaitu nilai yang didapat dari pengalaman atau proses belajar. Contoh nilai pengetahuan yaitu ilmu serta buku pengetahuan. 
  6. Nilai agama yaitu nilai yang erat hubungan dengan ketuhanan. Nilai ini sesuai dengan agama serta kepercayaannya masing-masing. Contoh nilai agama yaitu kitab suci, cara melaksanakan ibadah, serta upacara adat. 
  7. Nilai keindahan yaitu nilai yang mencerminkan estetika serta kebudayaan. Contoh nilai keindahan yaitu lukisan, tarian, patung, perhiasan, dekorasi, dan lain-lain. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada cirinya: 
Sumber: pelajaransekolahonline.com
  1. Nilai yang tercernakan atau mendarah daging yaitu nilai yang sudah mendarah daging dalam manusia jadi kepribadian serta perasaan. Misalnya yaitu rasa ingin membantu. 
  2. Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai-nilai yang lain. Banyak aspek yang menjadikan nilai itu dominan seperti jumlah penganut, umur, serta kedudukan nilai itu. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada tingkat keberadaannya: 
  1. Nilai yang berdiri dengan sendiri yaitu nilai yang udah ada di dalam manusia atau sebuah hal mulai sejak pertama kalinya di ciptakan. Misalnya emas yang berkilau, manusia yang tampan atau cantik, serta panorama yang asri.
  2. Nilai yang tidak berdiri dengan sendirinya yaitu nilai yang didapat manusia atau sebuah hal lantaran usaha atau pertolongan dari pihak lain. Misalnya kepandaian, ketrampilan, serta keindahan pada sebuah hasil kerajinan. 
  • Nilai Logika 
Pengertian: yaitu nilai benar atau salah.
  • Nilai Estetika 
Pengertian: yaitu nilai indah atau tidak indah.
  • Nilai Etika 
Pengertian: yakni nilai mengenai baik atau tidak baik.
  • Nilai Kebenaran 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
  • Nilai Keindahan 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada unsur perasaan manusia.
  • Nilai Watak 
Pengertian: nilai yang mencakup seluruh tantangan, kekeliruan pribadi serta sosial termasuk juga keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, serta kesediaan mengontrol diri.
  • Nilai Kejasmanian 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang terkait dengan keadaan jasmani seseorang.
  • Nilai Perserikatan 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang mencakup beragam bentuk perserikatan manusia serta persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
  • Nilai Rekreasi 
Pengertian: yakni nilai-nilai permainan pada saat senggang, hingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan ataupun memberikan kesegaran jasmani serta rohani.
  • Nilai Dominan 
Pengertian: nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai yang lain.
  • Nilai yang Mendarah Daging 
Pengertian: nilai yang sudah jadi kepribadian serta rutinitas seseorang menjalankannya secara tidak sadar.
  • Nilai Subjektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang tergantung pada subyek yang menilainya.
  • Nilai Objektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang menempel pada objeknya serta tidak tergantung pada subyek yang menilainya (bersifat universal).
  • Nilai Kesusilaan 
Pengertian: nilai yang terkait dengan sopan santun dalam beragam kegiatan masyarakat.
  • Nilai Spiritual 
Pengertian: nilai spiritual yaitu nilai yang ada di dalam kejiwaan manusia.

Ciri Nilai sosial 

  1. Adalah hasil ciptaan masyarakat lewat hubungan antara warga masyarakat. 
  2. Disebarkan dikalangan warga masyarakat lewat proses sosialisasi (proses pelajar) 
  3. Adalah sisi dari usaha pemenuhan keperluan dan kepuasan sosial. 
  4. Tidak sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. 
  5. Bisa mempengaruhi pengembangan diri warga masyaraka dengan tingkat dampak yang tidak sama antara warga masyarakat. 
  6. Nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat, satu sama lain cenderung terkait 

Fungsi Nilai Sosial

Sumber: jokowarino.id
  1. Kehadiran nilai-nilai sosial mempunyai fungsi spesifik dalam masyarakat. Beberapa fungsi itu di antaranya sebagai berikut ini:
  2. Mengarahkan masyarakat dalam berpikir serta beringkah laku. 
  3. Penentu untuk warga masyarakat dalam memenuhi fungsi sosialnya (mendorong/berikan motivasi orang untuk melakukan tindakan sesuai dengan peranannya) 
  4. Alat untuk menumbuhkan solidaritas dikalangan anggota masyarakat. 
  5. Pengawas (kontrol) tingkah laku manusia dengan daya tekan serta daya mengikat tertentu supaya orang berperilaku sesuai sama nilai yang diyakininya.
Dan, tak terasa, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yang membahas tuntas mengenai Ciri, Fungsi, Macam Jenis, dari Pengertian Nilai. Mudah-mudahan semuanya jelas dan paham, ya. Makasih udah meluangkan waktu untuk belajar bersama.

Siap-siap untuk pembahasan selanjutnya, see yaa.

Referensi:

Contoh Kesimpulan dengan Penulisan Terbaik

Contoh Kesimpulan dengan Penulisan Terbaik. Contoh Kesimpulan, Pengertian Kesimpulan, Penulisan Kesimpulan dalam sebuah Tulisan, Kesimpulan yang ditulis dengan baik dan benar.

Pengertian Kesimpulan

Sumber: seocontoh.com
Kesimpulan yaitu sebuah proposisi (kalimat yang di sampaikan) yang di ambil dari beberapa premis (gagasan pemikiran) dengan sebagian ketentuan inferensi (yang berlaku).

Kesimpulan adalah satu ide yang terwujud pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan yaitu hasil dari sebuah pembicaraan.

Contoh Kesimpulan

Sumber: downloadcontohmakalahku.blogspot.co.id
Contoh 1

BAB V 

PENUTUP 

1. Kesimpulan 

Bersamaan dengan berkembangnya jaman dari waktu ke waktu, yang lantas disebut dengan sebagai masa Globalisasi, pengaktualisasian pengamalan-pengamalan Pancasila serta UUD 1945 dalam beragam bagian di kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia amat penting. Ini untuk kebaikan serta perkembangan bersama.

Globalisasi tidak dapat dihindari, yang dapat kita lakukan yaitu menyesuaikannya dengan kehidupan yang bermoral serta beragama di Indonesia. Bila kita cuma dapat beradaptasi dengan era globalisasi tanpa menyaring dengan kebudayaan Pancasila, cuma akan sia-sia saja dan malah akan mengalami kemunduran. Kemunduran moral terutama.

Contoh 2 

BAB 3 

PENUTUP 

3. 1 Kesimpulan 

Dari Paparan atau keterangan di atas, penulis bisa menyimpulkan bahwa sesuai sama makalah “Penggunaan Bahasa Baku dalam junalistik” penulis menyimpulkan kalau bahasa dalam junalistik tidak di haruskan memakai satu bahasa tetapi dapat juga dengan mamadukan dengan bahasa lain tetapi dengan pemakaian yang tepat.

Bahasa Indonesia bisa dikembangkan dengan di gabungkan dengan bahasa melayu ataupun bahasa asing yang lain dalam aplikasinya di dunia jurnalistik

Contoh 3

Bab V
  
KESIMPULAN 

5. 1 Kesimpulan 

Dari hasil kajian mengenai Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Pada PT Kumpulan Contoh Makalah, di ambil kesimpulan:
  1. Oleh karena adanya sistem informasi ini, pihak Perusahaan bisa lebih muda menyajikan informasi mengenai penjualan serta pengadaan barang 
  2. Memudahkan informasi penjualan serta pengadaan barang pada PT Kumpulan Contoh Makalah, baik dalam pencarian data, proses pengadaan serta penjualan ataupun dalam pembuatan laporan 
Contoh 4

Bab V 

KESIMPULAN 

5. 1 Kesimpulan 

Dengan proses pembuatan sistem informasi ini, bisa diambil kesimpulan beberapa pergantian yang terjadi di dalam instansi pendidikan ini yakni:
  1. Tidak adanya duplikasi pada kode serta nomer bukti yang dipakai. 
  2. Perubahaan pada alur dokumen, yang mana setelah perbaikan sistem nyatanya lebih cepat, akurat, serta baik lantaran udah dilakukan dengan pengelolahan data secara computer. 
  3. Informasi tentang daftar pengajar, kemampuannya serta tentang jadwal, ruang dan lainbsebagainya bisa didapat lebih cepat serta tiap saat. 
  4. Perubahaan juga dijumpai pada susunan organisasi, yang mana semestinya data-data atau informasi lainnya diperoleh dari bawahan atau atasan kini kita secara mandiri bisa mendapatkannya dari computer sendiri. 
Contoh 5

Bab V 

KESIMPULAN 
  1. Paradigma baru pendidikan sudah merubah pola pikir guru, dari guru sentris ke siswa sentris serta dari materi apa yang akan di ajarkan pada anak, ke kompetensi apa yang perlu dikuasai anak (life skill), dan bagaimana memperkaya pengalaman belajar siswa. Hingga, guru mesti melakukan evaluasi yang kontekstual. 
  2. Maka dari itu, dibutuhkan usaha profesional guru untuk menciptakan evaluasi kontekstual serta efisien. Salah satunya adalah membuat alat peraga. 
  3. Peran alat peraga dalam evaluasi amat penting lantaran bisa menjadikan evaluasi lebih menarik, dinamis, aktif, kreatif, serta menyenangkan. 
  4. Dengan alat peraga, diharapkan anak akan dapat belajar mengaplikasikan informasi yang dipelajari serta dapat memastikan sebuah pilihan tindakan yang rasional serta proporsional. 
Contoh 6

Kesimpulan 

Kesimpulan yang didapat dari penulisan Sistem Informasi Asuransi yaitu sebagai berikut ini:
  1. Sistem informasi asuransi yang ada saat ini udah cukup baik lantaran udah terakses dalam internet. 
  2. Penyampaian informasi asuransi pada masyarakat, baiknya bukan saja cuma lewat tim marketing, majalah atau internet namun bisa diperluas lagi lewat penyuluhan-peyuluhan dalam lingkup yang kecil, ini karena ada banyak masyarakat yang tidak memahami internet. 
  3. Dalam system informasi asuransi yang udah on-line di internet sebaiknya bisa ditambah gambar-gambar atau bahasa yang menarik masyarakat untuk tahu. 
  4. Dengan adanya system informasi asuransi berbasiskan computer bisa mempermudah masyarakat untuk mencari tahu duniasuransi dengan mudah. 
Contoh 7
Sumber: blog.sribu.com
Kesimpulan: 

Dari segi korban aspek terpenting pemicu paling utama mereka untuk masuk sebagai imigran ke Indonesia dikarenakan oleh aspek Man made disaster atau campur tangan manusia dalam hal ini lebih spesifiknya aspek perang, sosial, politik serta ekonomi.

Sedangkan dari segi pelaku penyelundupan imigran People smuggling aspek pemicu adanya penyelundupan imigran yaitu aspek ekonomi, atau adanya imingiming berbentuk keuntungan secara materil atau uang.

Tidak hanya itu untuk konteks Indonesia sebagai aspek khusus pemicu terjadinya tindak kejahatan penyelundupan imigran salah satunya adalah kondisi geografis Indonesia yang luas namun kekurangan satuan tugas pengamanan lokasi lndonesia.

Untuk Pencegahan Imigran dapat dilakukan dengan lewat usaha premptif, preventif serta represif. Usaha pre-emptif yakni sosialisasi memperketat arus lalu lintas masuknya orang atau warga negara asing di Indonesia.

Preventif sebagai tindak lanjut dari usaha preemptif dengan menyingkirkan peluang untuk beberapa imigran untuk masuk ke Indonesia dapat dengan pemeriksaan paspor atau dokumentasi secara ketat.

Sedang usaha represif yaitu bagaimana penegakan hukum (Law enforcement) berkaitan dengan pemberian hukuman pada pelaku penyelundupan agar ada efek jera.

Riset ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dampak kompensasi finansial serta nonfinansial pada kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar Bidang Bakaru. Bersadarkan analisa yang dilakukan.

Contoh 8

Kesimpulan: 

Dari hasil analisa serta kajian yang sudah dikemukakan, akan dihidangkan beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut ini:

Hasil analisa tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham terutama pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Di mana dari hasil pengujian regresi yang sudah di jabarkan nyatanya antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham punya pengaruh positif dan signifikan.

Berkenaan dengan hipotesis analisa uji parsial yang seperti sudah di jabarkan nyatanya setelah dilakukan uji parsial dapat dibuktikan adanya dampak secara penting antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham.

Contoh 9

Kesimpulan: 

Dari hasil riset yang dilakukan pada bab sebelumnya, bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut ini:

Bersumber pada persamaan regresi yaitu locus of control serta dilema norma auditor punya pengaruh negatif pada pengambilan ketentuan, artinya jika variabel dependen mengalami penurunan variabel independen juga mengalami penurunan, begitu pula sebaliknya.

Bersumber pada locus of control, ada ketidaksamaan yang penting pada tingkah laku etis auditor dalam norma profesi.

Hasil riset mengungkap kalau auditor yang mempunyai internal locus of control cenderung berperilaku lebih etis dalam pengambilan ketentuan dari pada auditor yang mempunyai eksternal locus of control. Hasil pengujian mensupport hipotesis yang diajukan pada awal riset.

Dari data Hasil Statistik Deskriptif variabel Locus of Control bisa disimpulkan kalau rata-rata auditor mempunyai locus of control internal. Hal semacam ini dapat dibuktikan kalau rata-rata jawaban auditor ada di atas mean score 2,86

Bersumber pada dilema norma dari uji yang sudah dilakukan dalam riset ini, hasil riset yaitu dilema norma berpengaruh negatif pada pengambilan ketentuan etis.

Nilai kalkulasi negatif, artinya dampak yang terjadi yaitu negatif, atau bisa disimpulkan makin rendah tingkat dilema norma auditor, makin baik dalam pengambilan ketentuan, dilema norma punya pengaruh negatif pada pengambilan ketentuan etis.

Contoh 10

Kesimpulan 

Bersumber pada uraian di atas yang sudah di uraikan bahwa Perpustakaan baik itu Perpustakaan sekolah ataupun PerpustakaanNasional sudah melakukan peranannya sebagai penyelenggara jasainformasi.

Akan tetapi supaya service prima bisa terwujud secara arif serta bijaksana, perlu ada penambahan system service yaitu selain memberikan service dalam bentuk media off line juga memberikan layanandalam bentuk on-line.

Ini sebagai bentuk kepedulian perpustakaan Nasional untuk ikutmencerdaskan kehidupan bangsa lewat penyelenggara jasa informasi yang tepat, cepat, akurat serta relatif bisa dijangkau oleh kebutuhanmasyarakat.

Strategi pengguna internat di sebuah perpustakaan sekolah sangatbergantung pada visi pustakawan sekolah mengenai internet dalamkaitannya dengan peran pustakawan.

Tidak hanya itu dibutuhkan inovasi dankreatifitas pustakawan untuk mengimplementasikan pemakaian internetdalam lingkungannya yang berbeda.

Kesuksesan pengguna internet diperpustakaan pada intinya tidak terlepas dari kesuksesan pengembangan perpustakaan secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, pustakawan mesti mempunyai visi yang pasti sebagai arah yang dituju dalampengembangan perpustakaan serta berupaya untuk mencapainya.

Prosentase biaya perpustakaan dari biaya sebuah instansi (19 sekolah) adalah keyword yang memastikan keberhasilan misi perpustakaan.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Kesimpulan dengan Penulisan Terbaik, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Kesimpulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat suatu Kesimpulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. downloadcontohmakalahku.blogspot.co.id
  2. westbatavia.blogspot.com 
Manusia sebagai makhluk individu dan Sosial

Manusia sebagai makhluk individu dan Sosial

Siti dan ibunya dengan senang hati membelikan pesanan para tetangganya itu. Selain memperoleh keuntungan, ibu Siti juga dapat membantu para tetangga. Siti menyadari, bahwa sebagai makhluk sosial manusia harus saling membantu. Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berhubungan dengan orang lain atau saling membutuhkan dengan lainnya. Tahukah kamu yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial?

1. Manusia Sebagai Makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, serta unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.

Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seseorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan (genotip) dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus. Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan berikut.
  • Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
  • Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
  • Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Sebutkan aktivitas manusia dan perubahan yang terjadi saat ini.
  • Jaman dahulu menuju tempat tertentu dengan berjalan kaki. saat ini enuju tempat tertentu dengan berbagai kendaraan, seperti sepeda motor dan mobil.
  • Jaman dahulu membajak sawah menggunakan tenaga hewan seperti kerbau dan sapi, saat ini mengerjakan sawah menggunakan tenaga traktor.
  • Jaman dahulu berkomunikasi menggunakan surat, saat ini komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan handphone.
  • Jaman dahulu jarang sekali wanita yang bekerja, saat ini banyak wanita yang bekerja diberbagai bidang pekerjaan.
  • Industri pada jaman dahulu masih menggunakan teknologi yang sederhana, sedangkan saat ini industri sudah menggunakan teknologi canggih.
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial tentu mempunyai karakteristik yang mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupannya. Tuliskan perbandingan tentang karakteristik manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
  • Sifat manusia sebagai mahluk individu merupakan sifat yang di miliki sejak lahir . secara sederhana, sifat ini dapat dilihat pada keinginan keinginan alamiah manusia untuk mempertahankan hidupnya melalui makan dan minun, manusia memiliki rasa ingin tahu. Hubungan dengan tuhan yang maha esa juga merupakan cerminan sifat manusian sebagai mahluk individu karena dalam diri manusia ada keinginan untuk dekat dengan penciptanya. Ada pun cirri khas yang dimiliki manusia adalah sikap, sifat, temperanan, karakter, tipe, dan minat. Walaupun manusia itu kembar pasti mempunyai perbedaan,kelebihan, dan kelemahan masing-masing. Manusia sebagai makhluk  individu adalah bebas, manusia berhak menentukan apa saja yang ingin dilakukan, dipikirkannya, dan dikatakannya. Tapi manusia harus mempertanggung jawabkan apa yang diperbuatnya
  • Pada dasarnya manusia juga disebut makhluk sosial. Makhluk sosial adalah manusia yang memiliki kemampuan, kebutuhan, dan kebiasaan untuk berkomunikasi dan berhubungan, serta berorganisasi dengan orang lain. .Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah zoon politicon. Dengan kata lain, manusia merupakan homo socius. Homo berarti manusia, sedangkang socius adalah kawan. Jadi, manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Contoh :  manusia bisa bekerja sama dengan adanya komunikasi antara  masyarakat. Masyarakat membutuhkan dokter dan tim medis lannya jika sakit, itu bukti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Pengertian Sosialisasi : Fungsi Dan Tujuan Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Sosialisasi sangat berguna bagi mereka yang memasuki lingkungan masyarakat baru atau anak yang mulai belajar berinteraksi dengan masyarakat. Proses sosialisasi terjadi secara bertahap. Pengertian sosialisasi secara umum adalah proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma dan nilai yang berlaku sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan tuntutan perilaku masyarakat. Pada hakikatnya sosialisasi merupakan hasil dari interaksi antar manusia. Hasil sosialisasi adalah berkembangnya kepribadian seseorang sesuai dengan keunikannya masing-masing dan berkembang dan terpeliharanya kebudayaan masyarakat.


  • Macionis (1997): Sosialisasi adalah pengalaman sosial sepanjang hidup yang memungkinkan seseorang mengembangkan potensi kemanusiannya dan mempelajari pola-pola kebudayaan.
  • Horton dan Hunt (1987): Sosialisasi adalah proses di mana seseorang menginternalisasikan norma-norma kelompok tempat ia hidup, sehingga berkembang menjadi satu pribadi yang unik.
  • Giddens (1994): Sosialisasi adalah proses yang terjadi ketika seorang bayi yang lemah berkembang secara aktif melalui tahap demi tahap sampai akhirnya  menjadi pribadi yang sadar akan dirinya sendiri, pribadi yang berpengetahuan, dan terampil akan cara hidup dalam kebudayaan tempat ia tinggal.
  • Ritcher Jr (1987): Sosialisasi adalah proses seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukannya agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam satu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakatnya.
  • Stewart (1985): Sosialisasi adalah proses orang memperoleh kepercayaan, sikap, nilai, dan kebiasaan dalam kebudayaannya. Melalui proses sosialisasi akan tumbuh satu pribadi yang khas, karena sifat-sifat kelompok tidak pernah diserap secara sama oleh masing-masing anggota kelompok.
  • Broom dan Selznic (1961): Sosialisasi adalah proses membangun atau menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang. 
  • Pengertian sosialisasi adalah proses yang membantu individu individu belajar dan menyeseuaikan diri bagaimana cara hidup dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya (Charlotte Buchler).
  • Pengertian sosialisasi merupakan sebuah proses seorang anak menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Peter Berger).
  • Pengertian sosialisasi adalah proses proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat (ways of life in society), untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota suatu kelompok (Bruce J. Cohen).
  • Pengertian sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial (Robert M.Z. Lawang).
  • Pengertian sosialisasi adalah proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajri norma-norma dan nilai nilai masyarakat dimana ia mnjadi anggota (Soerjono soekamto).

Pola Sosialisasi

Kita telah sampai pada inti dan proses sosialisasi ini. Yakni beberapa pola yang ada dalam proses sosialisasi. Pola dalam proses sosialisasi dikenal dua macam. yaitu :

Sosialisasi represif (repressive socialization) dan sosialisasi partisipatif (partisipatory socialization). Dua pola sosialisasi ini, sebenamya lebih sering dijumpai dalam lingkungan keluarga. Namun tidak menutup kemungkinan pada lingkungan atau lokasi sosialisasi sang lain.juga menerapkan pola sosialisasi seperti ini . contoh pola-pola sosialisasi yang berada dilingkungan keluarga.

Dilihat dan istilah represif. sosialisasi ini lebih menekankan pada penggunaan kekerasan pada prosesnya.Orang tua menempatkan dirinya pada posisi di atas, dan anak diharuskan mematuhi segala hal yang telah menjadi aturan dalam keluarga. Pola hukuman yang cenderung menimbulkan traumatis pada anak seringkali dilakukan, untuk mengukuhkan posisi orang tua  tersebut.

Ciri-Ciri Sosialisasi Represif

Apabila dirumuskandengan cara lain, ciri-ciri sosialisasi represif diantaranya :

  1. Menghukum perilaku yang keliru,
  2. Hukuman dan imbalân materi
  3. Kepatuhan anak kepada orang tua,
  4. Perintah sebagai komunikasi.
  5. Komunikasi nonverbal.
  6. Sosialisasi berpusat pada orang tua,
  7. Anak memperhatikan harapan orang tua, dan
  8. Dalam keluarga biasanya didomnasi oiang tua.

Perilaku keluarga yang menghambat pembentukan pribadi seorang anak. antara lain adalah sifat orang tua yang otoriter. Proses kedewasaan anak akan menjadi sulit berkembang apabila orang tua bertindak otoriter terlalu lama terhadap anak. Anak tidak dapat membentuk sikap mandiri dalam bertindak sesuai dengan perannya. Seorang anak yang sejak kecil selalu dikendalikan secara berlebihan oleh orang tuanya. sesudah dewasa ia tidak akan berani mengembangkan diri, tidak dapat mengambil suatu keputusan, dan akan selalu bergantung pada orang lain. Lebih parahnya lagi, peniruan terhadap pola pendidikan kepada anak ini. akan dilakukan secara turun temurunkepada generasi berikutnya. Bahkan anak menjadi kurang dapat bergaul dengan lingkungan bermain yang ada di sekitarnya. Setiap sikap otoniter orang tua yang berlebihan akan dapat menimbulkan konflik dalam diri anak.

Dalam masyarakat tradisional, biasanya sifat otoriter orang tua lebih besar dan lebih lama. Kadang-kadang sampai anak menjadi dewasa, sifat ini masih berlanjut. Misalnya pada proses mencari jodoh, mencari pekeraan dan lainnya. Pada umumnya sifat semacam ini “diwariskan” kepada generasi berikutnya.

Penjelasan Sosialisasi Partisipatif

Pola ini lebih menekankan pada interaksi anak yang menjadi pusat sosialisasi dan kebutuhannya.Dalam sosialisasi, bahasa merupakan sarana yang paling baik menjadi alat penting untuk membentuk hati nurani seseorang. Bahasa juga menjadi proses perantara dalam pengembangan diri. Dengan bahasa, seseorang belajar berkomunikasi, belajar berpikir dan mengenal diri. Pengalaman-pengalaman yang terdahulu dipergunakan untuk meninjau dan menilaikeadaan sekarang. Jadi. bahasa memungkinkan seseorang untuk mengenal diri.

Ciri-ciri Sosialisasi Partisipasi

Apabila dirumuskan dengan cara lain. ciri-ciri sosialisasi partisipasi antara lain:

  1. Memberikan imbalan bagi perilaku baik.
  2. Hukuman dan imbalan simbolis.
  3. Otonomi anak.
  4. Interaksi sebagai komunikasi.
  5. Komunikasi verbal.
  6. Sosialisasi berpusat pada anak.
  7. Orang tua memperhatikan keinginan anak. dan
  8. Dalam keluarga biasanya mempunyai tujuan yang sama

Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi memiliki tujuan yang baik bagi kehidupan seseorang di suatu kelompok masyarakat, berikut beberapa tujuan sosialisasi:


  • Mengajarkan seseorang tentang keterampilan yang berguna dalam bertahan hidup atau menyesuaikan diri pada suatu kelompok masyarakat
  • Mengembangkan komunikasi seseorang agar dapat bekomunikasi dengan baik dan efektif
  • Mengajarkan bagaimana cara intropeksi diri yang tepat agar dapat mengembangkan fungsi organiknya.
  • Mengajarkan tentang tugas pokok yang harus dilakukannya dengan menanamkan nilai serta suatu kepercayaan pada diri seseorang.

Fungsi Sosialisasi

Fungsi sosialisasi sebagai suatu proses sosialisasi di tengah-tengah lingkungan masyarakat memiliki 2 fungsi utama, antara lain sebagai berikut:

  • Ditinjau dari kepentingan yang dimiliki seseorang, sosialisasi memiliki fungsi sebagai pengenal identitas budaya dan nilai, agar seseorang dapat mengakui, mempelajari, mengenal serta menyesuaikan diri dengan norma, nilai, budaya serta peraturan sosial yang ada pada suatu kelompok masyarakat.
  • Sedangkan apabila ditinjau dari kepentingan yang dimiliki masyrakat, sosialisasai memiliki fungsi sebagai alat untuk melestarikan norma, nilai serta budaya yang ada pada suatu kelompok masyarakat.

Selain fungsi diatas masih ada beberapa fungsi sosialisasi diantaranya: dengan sosialisasi seseorang dapat memepelajari suatu norma yang berlaku pada suatu kelompok, dengan sosialisasi seseorang dapat mengenal masyarakatnya maupun masyarakat lain,dengan sosialisasi seseorang dapat menegnal peran yang dimiliki oleh setiap anggota kelompok masyarakat, serta dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya demi kepentingan perannya dalam suatu kelompok masyarakat.

Sosialisasi sangat penting bagi kehidupan masyarakat, maka dari itu masing-masing orang baru wajib mengenal serta mempelajari suatu nilai serta kebiasaaan kelompok melalui sosialisasi dengan kelompok tersebut, agar dapat dianggap layak menjadi bagian dari kelompok masyarakat tersebut. Jadi sosialisasi merupakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang di dalam hidupnya guna dapat menyesuaikan diri dengan norma, nilai, budaya, kebiasaan serta cara hidup suatu kelompok
Contoh Artikel Tentang Globalisasi

Contoh Artikel Tentang Globalisasi

Contoh Artikel Tentang Globalisasi – Era globalisasi telah dimulai dan terus mengalami perkembangan-perkembangan. Era modernisasi efek dari globalisasi telah mengubah gaya hidup seseorang bahkan sampai mempengaruhi budaya dan tradisi suatu negara. Lantas, apakah sebenarnya yang disebut dengan globalisasi??? Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari globalisasi??? Kelasindonesia.com akan mengulasnya secara lengkap, terutama khusus yang terjadi pada negera kita, Indonesia. Selamat membaca!

Pengertian 


Istilah globalisasi berasal dari Bahasa Inggris, globalize yang pertama kali didefinisikan oleh Robertson seorang sosiolog dari Universitas Aberdeen yakni sebagai suatu proses pemadatan dunia dan pemerkayaan kesadaran dunia secara menyeluruh. Selain itu, Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai suatu proses yang menyatukan penduduk dunia. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), globalisasi ialah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Begitu banyak tokoh atau ahli mendefinisikan pengertian globalisasi. Intinya, globalisasi ialah seperti yang didefinisikan oleh Achmad Suparman, yaitu suatu proses menjadikan sesuatu (terkait akan perilaku / tradisi / budaya) sekelompok orang sebagai ciri dari setiap individu dari berbagai negara manapun. 


Masyarakat indonesia tidak dapat menghindari kuatnya arus globalisasi. Masuknya bangsa-bangsa asing sejak jaman penjajahan dahulu kala, santer membawa ideologi baru ke negara ini. Seiring perkembangan jaman, globalisasi kian berkembang menuju arah ke modernisasi. Dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi mempengaruhi sistem tatanan pemerintahan, ekonomic, sosial, pendidikan, bahkan budaya di negara kita. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi ialah sebagai berikut:

Dampak positif


1. Bidang informasi


Perkembangan teknologi yang kian mutakhir menyebabkan arus globalisasi semakin cepat menyebar. Adanya internet dan didukungnya dengan perangkat yang kian mudah didapat oleh masyarakat Indonesia, membuat semua kalangan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia manapun. 

2. Bidang pendidikan dan teknologi


Tak sedikit masyarakat indonesia yang menuntut pendidikan di luar negeri, begitu pula orang asing yang datang untuk menuntut ilmu atau mengajar ke indonesia. Hal ini akan mempengaruhi bidang ilmu pengetahuan (pendidikan) dan perkembangan teknologi di negara kita. Selain itu, didukung dengan mudahnya perolehan informasi membuat pembaharuan-pembaharuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, dengan  teknologi yang semakin canggih, kini individu-individu yang memiliki jarak yang jauh tetap dapat berkomunikasi dengan biaya yang murah. Dengan demikian, meski berjauhan tetap dapat berkomunikasi satu sama lain. Efek lain yang dirasakan dari meningkatnya teknologi ialah terciptanya alat-alat elektronik (mesin) yang memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas yang dilakukan, serta mempermudah manusia dalam melakukannya. Dengan demikian, akan mengefesiensikan waktu yang diperlukan. 

Advertisement
3. Bidang ekonomi


Dampak globalisasi lainnya ialah dalam bidang ekonomi. Masuknya investor-investor asing ke negara kita membuat neraca perekonomian mengalami perubahan. Dengan demikian, mempengaruhi kebijakan-kebijakan ekonomi di negeri ini agar dapat bersaing dengan negara asing.

Dari sisi lain dalam bidang ekonomi, dampak positif yang ditimbulkan dari globalisasi kepada masyarakat ialah meningkatnya taraf hidup masyarakat. Sebagian masyarakat kini dapat memanfaatkan penggunaan teknologi kini makin merata yang dapat digunakan dalam bidang ekonomi (bisnis) yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Persaingan yang terjadi antar pebisnis pun makin sehat dengan keterbukaan informasi yang semakin mudah didapatkan.

4. Bidang kesehatan 


Berkembangnya teknologi juga mempengaruhi bidang pengobatan. Dengan didukung teknologi yang makin mutakhir, mempermudah penyembuhan penyakit-penyakit tertentu.

Dampak negatif


1. Bidang informasi


Mudahnya perolehan informasi tak seutuhnya membawa dampak positif. Postingan-postingan yang membawa ideologi tertentu atau yang menampakkan tindak asusila sangat cepat beredar, sehingga pemerintah sendiri pun kesulitan dalam memfilter postingan-postingan tersebut. Hal yang sangat dikhawatirkan ialah, postingan-postingan tersebut dapat mempengaruhi sebagian masyarakat Indonesia, terutama anak-anak. Dan ternyata tak sedikit tindakan menyimpang yang dilakukan oleh masyarakat tak jauh dari tayangan-tayangan tak senonoh tersebut. Parahnya, sebagian besarnya korban atau pelakunya dalam usia anak-anak atau remaja.

2. Bidang ekonomi


Kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat terjadi karena pemerataan akses informasi atau teknologi belum seluruhnya dirasakan oleh masyarakat indonesia. Hadirnya pasar-pasar asing di negeri ini yang menawarkan produk-produk kebutuhan dengan teknologi canggih, membuat masyarakat takjub dan tertarik. Sementara itu, mahalnya biaya untuk memperoleh kebutuhan dan pendidikan membuat sebagian besar masyarakat masih menempuh cara-cara lama dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, produksi lokal menjadi turun atau kalah saing. 

3. Bidang sosial


Sementara dampak buruk pada bidang sosial ialah hilangya norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Kesenjangan antar individu makin meningkat. Masyarakat cenderung menjadi individualisme menjadi masyarakat yang anti sosial.

4. Bidang kebudayaan


Masuknya ideologi-ideologi negara asing ke negara kita mempengaruhi sedikit banyak dari kebudayaan kita. Dapat kita amati pada generasi muda yang mencintai budaya orang asing (hollywood, bollywood, k-pop, dan lain-lain) sehingga meninggalkan kebudayaan asli Indonesia. Hal ini akan membuat kebudayaan kita terancam punah. Jika kita tidak membentengi diri maka kita akan tenggelam dalam hal ini, maka kita tidak memiliki jati diri. Budaya adalah karakteristik suatu bangsa, bangsa yang besar ialah bangsa yang mencintai budayanya. Sebagai warga negara Indonesia, kita patut bersyukur karena negara kita akan budaya dan sumber daya. Banyak negara asing yang ingin menguasai dan mencurinya dari negara kita. Dengan demikian, mengetahui budaya adalah salah satu wujud cinta tanah air. 


Demikian, uraian ringkas mengenai dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi yang senantiasa bertolak belakang, begitu juga dengan globalisasi. Proses globalisasi kian berlangsung, dan kita tak mungkin dapat menghindar dari hal tersebut. Apalagi di tahun 2016 kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), siap tidak siap kita akan menghadapi persaingan yang lebih bebas di masyarakat global. Sekian, terima kasih.

Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya


Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya|Secara Umum, Pengertian Budaya Organisasi yaitu suatu karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi contoh organisasi untuk membedakan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Atau budaya organisasi juga disimpulkan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima serta dipahami secara bersama-sama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam ketentuan perilaku yang ada di dalam organisasi tersebut.

Asal muasal budaya organisasi bersumber dari pendirinya karena pendiri dari organisasi itu mempunyai pengaruh besar akan budaya awal organsiasi baik dalam hal kebiasaan atau ideologi. Misalnya misi yang bisa ia paksakan pada seluruh anggota organsiasi. Dimana hal semacam ini dilakukan langkah pertama yaitu dengan merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham. 

Kedua, melakukan indokrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku pada karyawan. Selanjutnya yang terakhir yaitu pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri, dan jika organisasi mengalami perkembangan maka organisasi akan meraih kesuksesan, visi, serta pendiri akan dipandang sebagai faktor penentu utama kesuksesan.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli 

Susanto: Pengertian budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau berperilaku.

Robbins: Budaya organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.

Gareth R. Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari makna bersama.

Walter R. Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.

Larissa A. Grunig, et.al. : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

Lathans (1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya. 

Sarpin (1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur system formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. 

Schein: Menurut Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu, dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.

Mondy dan Noe (1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.

Hodge, Anthony dan Gales (1996):  Budaya organisasi menurut mereka adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).

Fungsi Budaya Organisasi 

1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi
2. Alat pengorganisasian anggota 
3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi 
4. Mekanisme kontrol perilaku 
5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang. 
6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.  

Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi budaya biasanya sulit dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya adalah gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada fungsi-fungsi budaya, yakni :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai penyatu suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kekuatan untuk membentuk nilai lebih
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme penyesuaian pada perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

Sedangkan menurut Robbins (1999 : 294) fungsi budaya didalam suatu organisasi yaitu :
1. Budaya memiliki suatu peran dalam menetapkan tapal batas
2. Budaya berarti jati diri untuk suatu anggota organisasi
3. Budaya memudahkan munculnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Dan menurut pendapat Siagian (1992 : 153) mencatat lima fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Sebagai penentu batas-batas tingkah laku dalam arti memastikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dilihat baik atau tidak baik, memastikan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan perasaan jati diri dalam suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen kepada kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat untuk seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang berkaitan.

Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat tujuh fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Menentukan hal penting yang menjadi dasar organisasi, standar kesuksesan dan kegagalan harus bisa diukur.
2. Memaparkan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3. Menciptakan apa organisasi dan anggotanya bisa saling mengandalkan satu sama lain.
4. Membuat beberapa cara pengontrolan tingkah laku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tak abash yakni memastikan dimana kekuasaan terletak dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya Organisasi

Berdasarkan hasil riset yang menunjukkan kalau ada tujuh karakteristik paling utama yang secara keseluruhan yakni sebagai berikut :
1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan pengambilan resiko), yaitu suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk menjadi inovatif serta mengambil resiko
2. Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail), dimana pekerja diharapkan menunjukkan ketepatan, alaisis, serta perhatian pada hal detail.
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat), yang mana manajemen menitik beratkan pada hasil atau manfaat dari yang tidak hanya sekedar teknik serta proses untuk memperoleh manfaat itu.
4. People Orientation (Orientasi pada orang), dimana ketentuan manajemen memperhitungkan pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.
5. Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana kegiatan kerja di organisasi berdasar tim daripada individual
6. Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif serta kompetitif daripada easygoing,
7. Stability (Stabilitas), yang mana kegiatan organisasional tersebut mengutamakan pada menjaga status quo sebagai lawan daripada perkembangan.

Contoh-Contoh Budaya Organisasi

1. Kerapian Administrasi
Budaya organisasi dalam hal keraian administrasi, adalah yang perlu dihidupkan dalam organisasi, baik itu surat-menyurat, keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk/keluar, dan sebagainya yang membantu untuk kinerja organisasi.

2. Pembagian Wewenang Yang Jelas
Hal semacam ini adalah kunci yang bisa menentukan keberhasilkan akan kemampuan dalam sebuah perusahaan. Dengan tidak adanya pembagian wewenang kinerja mungkin saja para anggota atau karyawan dalam perusahaan itu akan kebingungan mana yang dijalankan serta mana yang tidak.

3. Kedisiplinan
Kedisiplinan adalah budaya organisasi yang melekat dimana pun berada. Dimana disiplin adalah karakter dari orang-orang berhasil yang bisa menghargai waktu.

4. Inovasi
Budaya organisasi umumnya akan mendorong anggota team untuk melahirkan beberapa inspirasi kreatif dan inovasi baru untuk tujuan organisasi yakni kemajuan organisasi.

Teori-Teori Budaya Organisasi

Suatu teori komunikasi mengenai seluruh simbol komunikasi seperti tindakan, kebiasaan, dan percakapan serta makna yang dilekatkan pada simbol tersebut . Konteks perusahaan, budaya organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam mencapai tujuan dan kekuasaan. Teori budaya organisasi ini mempunyai beberapa anggapan dasar yaitu sebagai berikut:

1. Anggota-anggota organisasi membuat dan menjaga perasaan yang dimiliki bersama akan suatu realitas organisasi, yang menyebabkan suatu pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini yaitu nilai yang dimiliki organisasi. Nilai adalah standar dan prinsip-prinsip yang ada dalam sebuah budaya.

2. Penggunaan dan interpretasi simbol yang sangat penting dalam budaya organisasi. Disaat seseorang memahami simbol itu, maka seseorang akan dapat bertindak menurut budaya dari organisasinya.

3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam. Dimana tiap-tiap organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda dan tiap-tiap individu dalam organisasi itu mempunyai penafsiran budaya dengan berbeda. Umumnya, perbedaan budaya dalam organisasi malah menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya. 

Sumber-sumber Budaya Organisasi

Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001 : 264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yakni :
1. Pengaruh umum dari luar yang luas
Meliputi beberapa aspek yang tidak bisa dikendalikan atau hanya sedikit bisa dikendalikan oleh organisasi.

2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas umpamanya kesopansantunan dan kebersihan.

3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik permasalahan eksternal ataupun internal organisasi akan memperoleh penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Kesuksesan menangani berbagai permasalahan itu adalah dasar untuk tumbuhnya budaya organisasi.

Unsur-Unsur Budaya Organisasi

1. Asumsi dasar
2. Seperangkat nilai dan Kepercayaan yang dipercayai
3. Pemimpin
4. Pedoman mengatasi permasalahan
5. Berbagai nilai
6. Pewarisan
7. Acuan perilaku
8. Citra dan Brand yang khas
9. Penyesuaian

Jenis-Jenis Budaya Organisasi

1. Berdasarkan Proses Informasi
a. Budaya Rasional
b. Budaya Idiologis
c. Budaya Konsensus
d. Budaya Hierarkis

2. Berdasarkan Tujuannya
a. Budaya Organisasi Perusahaan
b. Budaya Organisasi Publik
c. Budaya Organisasi Sosial

+10 Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli

+10 Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli. Hai semuanya, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli. Pembahasan yang lumayan banget buat dijadiin bekal kehidupan, lho. Dan, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Pengertian Implementasi Menurut Beberapa Pakar

Sumber: learn slideshare.net
Implementasi yaitu sebuah tindakan atau proses gagasan yang sudah disusun dengan begitu cermat dan detail. Implementasi ini umumnya tuntas sesudah di anggap permanen.

Implementasi ini tidak cuma aktivitas, namun sebuah kegiatan yang direncanakan serta dikerjakan dengan serius dengan berpedoman pada beberapa norma spesifik mencapai maksud kegiatan. Oleh sebab itu, proses tidak berdiri dengan sendirinya namun dipengaruhi juga oleh objek selanjutnya.

Berkaitan dengan hal semacam ini, kami akan sampaikan pemaparan implentasi menurut para ahli.
Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut Pressman serta Wildavsky (1973) 

Implementasi sebagai “Accomplishing, fulfilling, carrying out, producing and completing a policy”.

  • Sementara itu Tornanatzky serta Johnson (1982) 

Membuat batasan mengenai implementasi sebagai ”…the translation of any tool technique process or method of doing from knowledge to practice” (Subandijah, 1996:305).

  • Kemudian Solichin Abdul Wahab 

“Implementasi yaitu beberapa aksi yang dikerjakan baik oleh individu-individu, beberapa petinggi, atau golongan – golongan pemerintah atau swasta yang diarahkan untuk tercapainya tujuan – tujuan yang sudah digariskan dalam keputusan kebijakan” (1997:63).

  • Pandangan Van Meter serta Van Horn 

Proses tindakan oleh individu, petinggi, lembaga pemerintah atau golongan swasta yang mempunyai tujuan untuk mencapai tujuan yang sudah digariskan dalam keputusan spesifik. Badan-badan ini menjalankan beberapa pekerjaan pemerintahan yang berefek pada warga.

Tetapi dalam praktinya lembaga pemerintah kerap menghadapi pekerjaan di bawah mandat UU, hingga bikin mereka jadi tidak jelas untuk mengambil keputusan apa yang perlu dikerjakan serta apa yang tidak boleh dikerjakan.

  • Menurut guru besar pengetahuan administrasi UNPAD, Prof. H. Tachjan 

“Implementasi kebijakan umum yaitu proses kegiatan administrasi yang dikerjakan sesudah kebijakan ditetapkan /disetujui.

Kegiatan ini terdapat di antara perumusan kebijakan serta Implementasi Kebijakan mempelajari kebijakan yang mengandung logika yang top-down, yang memiliki arti lebih rendah /alternatif menginterpretasikan.

Alternatif masih tetap abstrak atau bersfat alternatif makro atau mikro-beton “ (2006:25).

Selanjutnya, di bawah ini adalah pengertian teori dan konsep implementasi menurut para ahli lainnya, di dalam sebuah implementasi kebijakan, dan mengenai makna implementasi itu sendiri adalah sebagai berikut:

Implementasi datang dari bahasa Inggris yakni to implement yang memiliki arti mengimplementasikan. Implementasi adalah penyediaan fasilitas untuk melakukan suatu hal yang menyebabkan efek atau akibat pada suatu hal.

Suatu hal itu dikerjakan untuk menyebabkan efek atau akibat itu bisa berbentuk undang-undang, ketentuan pemerintah, ketentuan peradilan serta kebijakan yang dibuat oleh beberapa instansi pemerintah dalam kehidupan kenegaraan.

  • Pendapat Cleaves yang diambil (dalam Wahab 2008;187) yang secara tegas mengatakan kalau:

Implementasi itu meliputi “Proses bergerak menuju tujuan kebijakan melalui langkah langkah administratif serta politik”.

Kesuksesan atau kegagalan implementasi sebagai demikian bisa dievaluasi dari sudut kemampuannya secara fakta dalam melanjutkan atau mengoperasionalkan program-program yang sudah dirancang sebelumya.

Demikian sebaliknya seluruh proses implementasi kebijakan bisa dievaluasi lewat cara mengukur atau membandingkan antara hasil akhir dari program-program itu dengan sebagian tujuan kebijakan.

  • Menurut Friedrich (dalam Wahab 2008:3)

Kebijakan yaitu sebuah tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, golongan atau pemerintah dalam lingkungan spesifik berkenaan dengan adanya beberapa kendala tertentu seraya mencari beberapa kesempatan untuk menggapai tujuan atau mewujudkan tujuan yang dikehendaki.

Secara sederhananya implementasi dapat disimpulkan sebagai proses atau aplikasi.

  • Browne serta Wildavsky (dalam Nurdin serta Usman, 2003:7) menyampaikan kalau:

“Implementasi yaitu pelebaran aktivitas yang saling menyesuaikan”.

  • Jenis manajemen implementasi menurut Riant Nugroho (2004:163)

Menggambarkan dengan jelas proses atau implementasi kebijakan di dalam konteks manajemen ada di dalam kerangka organizing-leading-controlling.

Jadi saat kebijakan udah di buat, pekerjaan selanjutnya yaitu mengorganisasikan, melakukan kepemimpinan untuk memimpin proses serta melakukan pengendalian proses itu.

Secara detail kegiatan di dalam menejemen implementasi kebijakan bisa disusun lewat: 
  1. Implementasi strategi 
  2. Pengorganisasian 
  3. Penggerakkan serta kepemimpinan 
  4. Pengendalian 
Implementasi melibatkan usaha dari policy makers untuk merubah apa yang disebut dengan “street level bureaucrats” oleh Lipsky untuk memberikan pelayanan atau mengatur perilaku kelompok sasaran.

Untuk kebijakan yang sederhana, implementasi cuma melibatkan satu badan yang berperan sebagai implementor, contohnya, kebijakan pembangunan infrastruktur umum untuk membantu orang-orang supaya mempunyai kehidupan yang tambah baik,

Demikian sebaliknya untuk kebijakan makro, contohnya, kebijakan pengurangan kemiskinan di pedesaan, usaha-usaha implementasi bakal melibatkan beragam institusi, seperti birokrasi kabupaten, kecamatan, pemerintah desa.

Kesuksesan implementasi kebijakan bakal ditetapkan dengan banyaknya variabel atau aspek, serta masing-masing variabel itu sama-sama berkaitan satu sama lain.

Dengan Adanya Implementasi Kebijakan mengorganisasikan, menjalankan kepemimpinan untuk melaksanakan atau untuk memimpin proses serta melaksanakan pengendalian proses secara detail.

Kegiatan implementasi kebijakan di dari mulai implementasi strategi, pengorganisasian, gerakan kepemimpinan serta pengendalian bakal berjalan dengan lancar sesuai sama yang diinginkan.

Dan pengorganisasian yakni merumuskan prosedur implementasi, yang ditata dalam jenis dasar mengorganisasi, memimpin serta mengatur dengan beberapa rencananya: 
  1. Design organisasi serta susunan organisasi. 
  2. Pembagian pekerjaan serta design pekerjaan. 
  3. Integrasi serta koordinasi. 
  4. Perekrutan serta peletakan sumber daya manusia. 
  5. Hak, wewenang serta kewajiban. 
  6. Pendelegasian. 
  7. Pengembangan kemampuan organisasi serta kemampuan sumber daya manusia. 
  8. Budaya organisasi. 
Aspek berikutnya yakni penggerakan serta kepemimpinan yaitu melakukan alokasi sumber daya, menyesuaikan prosedur implementasi dengan sumber daya yang dipakai.

Ketika kebijakan pada fase ini sekaligus diberikan pijakan diskresi atau ruang gerak untuk individu pelaksana untuk memilih tindakan sendiri yang otonom dalam batas wewenang jika menghadapi kondisi khusus serta mengaplikasikan prinsip-prinsip mendasar dari good governance.

Dengan beberapa rencananya:
  1. Efektivitas kepemimpinan. 
  2. Motivasi. 
  3. Norma. 
  4. Mutu. 
  5. Kerja sama tim. 
  6. Komunikasi organisasi. 
  7. Negoisasi 
Aspek yang selanjutnya yaitu pengendalian yakni mengatur proses dengan melakukan proses monitoring secara berkala serta beberapa rencananya: 
  1. Design pengendalian. 
  2. System informasi manajemen. 
  3. Monitoring. 
  4. Pengendalian biaya atau keuangan. 
  5. Audit. 
Implementasi kebijakan pada prinsipnya yaitu langkah supaya satu kebijakan bisa menggapai tujuannya.

Untuk mengimplementasikan kebijakan umum, ada dua pilihan langkah yang ada, yakni langsung mengimplementasikan dalam bentuk program – program atau lewat formulasi kebijakan derivat atau turunan dari kebijakan umum itu.

Secara umum bisa digambarkan sebagai berikut ini: 
Implementasi adalah tindakan untuk menggapai tujuan yang sudah digariskan dalam ketentuan kebijakan, tindakan itu dikerjakan baik oleh individu, petinggi pemerintah maupun swasta.

Bersumber pada uraian itu bisa diambil kesimpulan kalau implementasi adalah sebuah proses yang dinamis, di mana pelaksana kebijakan mengerjakan aktivitas atau kegiatan, hingga pada akhirnya bakal mendapatkan sebuah hasil yang sesuai sama maksud atau tujuan kebijakan tersebut.

  • Menurut Syaukani dkk (2004:295) 

Implementasi yaitu proses rangkaian kegiatan dalam rencana untuk memberikan kebijakan umum hingga kebijakan bisa membawa hasil, seperti yang diinginkan.

Mereka termasuk juga ke dalam rangkaian kegiatan, dan dalam hal ini ada tiga persiapan tersendiri:
  1. Pertama maju menentukan peraturan yang disebut interpretasi dari kebijakan itu.
  2. Kedua, menyiapkan sumber daya untuk mendorong proses kegiatan termasuk juga infrastruktur, sumber daya keuangan serta jelas saja pemilihan siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan kebijakan ini.
  3. Ketiga, bagaimana mengahantarkan kebijaksanaan konkret untuk umum. 
Bersumber pada pandangan ini di ketahui kalau proses pelaksanaan keresahan kebijakan yang sesungguhnya tidak cuma tingkah laku badan administratif bertanggung jawab untuk melakukan program serta menyebabkan ketaatan pada diri kelompok tujuan.

Tetapi menyangkut jaringan kemampuan politik, ekonomi, sosial dan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi tingkah laku dari seluruh pihak yang ikut serta untuk menentukan arah dan tujuan kebijakan umum bisa terwujud sebagai hasil dari aktivitas pemerintah.

  • Sementara itu, menurut Daniel A. Mazmanian serta Paul A. Sabatier di Wahab (2005:65)

Memaparkan arti dari proses ini dengan menyampaikan kalau pemahaman yang sesungguhnya apa yang terjadi setelah program dinyatakan berlaku atau dirumuskan fokus kebijakan pelaksanaan,

yakni peristiwa serta bekerja dengan kegiatan yang muncul setelah pedoman disahkannya kebijakan negara, yang mencakup usaha untuk mengelola dan atas konsekuensi / dampak nyata pada beberapa orang atau peristiwa.

  • Menurut Syukur dalam Surmayadi (2005:79) 

Syukur dalam Surmayadi (2005:79) menyampaikan ada tiga unsur penting dalam proses implementasi, yakni:
  1. Adanya program atau kebijakan yang sedang dikerjakan
  2. Kelompok sasaran, yakni golongan orang-orang yang menjadi sasaran serta ditetapkan untuk manfaat dari program, perubahan atau perbaikan
  3. Mengaplikasikan elemen (Pelaksana) baik untuk organisasi atau individu yang bertanggung jawab untuk memperoleh proses serta pengawasan proses implementasi. 

  • Menurut Nurdin Usman (2002:70) 

Menurut Nurdin Usman dalam buku berjudul Konteks Berbasiskan Implementasi Kurikulum nya menyebutkan gagasannya tentang implementasi atau proses sebagai berikut ini:

Implementasi diarahkan untuk kegiatan, tindakan, atau mekanisme system Implementasi tidak cuma aktivitas, namun kegiatan serta untuk menggapai tujuan dari kegiatan yang direncanakan.

  • Menurut Guntur Setiawan (2004:39) 

Menurut Guntur Setiawan dalam bukunya yang berjudul Implementasi Dalam Pembangunan Birokrasi mengutarakan gagasannya tentang implementasi atau proses sebagai berikut ini:

Implementasi yaitu perluasan aktivitas yang sama-sama menyesuaikan proses hubungan antara tujuan serta tindakan untuk menggapai serta membutuhkan eksekutif jaringan, birokrasi yang efisien.

  • Menurut Hanifah Harsono (2002:67) 

Menurut Hanifah Harsono dalam bukunya yang berjudul Implementasi Kebijakan serta Politik menyebutkan gagasannya tentang implementasi atau proses sebagai berikut ini:

Implementasi yaitu proses untuk melakukan kebijakan itu ke dalam tindakan kebijakan politik dalam pembangunan Kebijakan administrasi dalam rangka meningkatkan program.

Pengertian-pengertian di atas memerlihatkan kalau kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya perbuatan, tindakan, atau mekanisme sebuah system.

Ungkapan mekanisme mengandung arti kalau implementasi bukanlah sebatas aktivitas, namun sebuah kegiatan yang terencana serta dikerjakan secara sungguh-sungguh bersumber pada referensi norma spesifik untuk menggapai tujuan kegiatan.

Oleh sebab itu, implementasi tidak berdiri dengan sendirinya namun di pengaruhi oleh obyek berikutnya yakni kurikulum.

Pada kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan adalah proses untuk melakukan gagasan, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain bisa menerima serta melakukan perubahan.

Dalam konteks implementasi kurikulum pendekatan-pendekatan yang sudah dikemukakan di atas memberikan tekanan pada proses.

Esensinya implementasi yaitu sebuah proses, sebuah aktivitas yang dipakai untuk mentransfer gagasan /ide, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum design (tercatat) supaya dikerjakan sesuai dengan design itu.

Masing-masing pendekatan itu mencerminkan tingkat proses yang tidak sama.

Dalam hubungannya dengan pendekatan yang disebut, Nurdin serta Usman (2004) menerangkan kalau pendekatan pertama, menggambarkan implementasi itu dikerjakan saat sebelum penyebaran (desiminasi) kurikulum design.

Kata proses dalam pendekatan ini yaitu aktivitas yang terkait dengan penjelasan tujuan program, mendeskripsikan sumber-sumber baru serta mendemonstrasikan cara pengajaran yang digunakan.

Pendekatan kedua, menurut Nurdin serta Usman (2002) mengutamakan pada fase penyempurnaan. Kata proses dalam pendekatan ini lebih mengutamakan pada hubungan antara pengembang serta guru (praktisi pendidikan).

Pengembang melakukan kontrol pada program baru yang direncanakan, sumber-sumber baru, serta memasukan isi/materi baru ke program yang udah ada bersumber pada hasil eksperimen di lapangan serta pengalaman-pengalaman guru.

Hubungan antara pengembang serta guru terjadi dalam rangka penyempurnaan program, pengembang mengadakan lokakarya atau diskusi-diskusi dengan guru-guru untuk mendapatkan masukan. Implementasi dianggap tuntas pada saat proses penyempurnaan program baru dilihat udah lengkap.

Sedangkan pendekatan ketiga, Nurdin serta Usman (2002) melihat implementasi sebagai sisi dari program kurikulum. Proses implementasi dikerjakan dengan mengikuti perubahan serta megadopsi program-program yang udah direncanakan dan udah diorganisasikan dalam bentuk kurikulum design (dokumentasi).

Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disimpulkan sebagai proses atau penerapan. Artinya yang dikerjakan serta diaplikasikan yaitu kurikulum yang sudah dirancang /di desain untuk lantas dilakukan seutuhnya.

Bila dimisalkan dengan satu rancangan bangunan yang di buat oleh seseorang Insinyur bangunan mengenai rancangan satu tempat tinggal pada kertas kalkirnya.

Maka impelementasi yang dijalankan oleh beberapa tukang yaitu rancangan yang sudah dibuat tadi dan sangat tidak mungkin atau mustahil bakal melenceng atau tidak sesuai dengan rancangan.

Jika yang dijalankan oleh beberapa tukang tidak sama juga dengan hasil rancangan bakal terjadi permasalahan besar dengan bangunan yang sudah di buat karena rancangan yaitu satu proses yang panjang, rumit, susah dan sudah sempurna dari sisi perancang serta rancangan itu.

Implementasi kurikulum juga dituntut untuk melakukan seutuhnya apa yang sudah direncanakan dalam kurikulumnya untuk dilakukan dengan segenap hati dan hasrat kuat.

Permasalahan besar bakal terjadi apabila yang dijalankan bertolak belakang atau menyimpang dari yang telah dirancang terjadilah kesia-sian antara rancangan dengan implementasi.

Rancangan kurikulum serta impelemntasi kurikulum yaitu satu system danmembentuk satu garis lurus dalam hubungan (konsep linearitas) dalam artiimpementasi mencerminkan rancangan.

Sangat penting sekali pemahaman guru serta aktor lapangan lain yang ikut serta dalam proses belajar mengajar sebagai intikurikulum untuk mengerti perancangan kuirkulum dengan baik serta benar.

Contoh Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam
Sumber: tiga http://kebumennews.com/
Wawasan nusantara jadi pola yang memicu cara berpikir, bersikap, bertindak dalam rangka menghadapi, menanggapi, atau mengatasi beragam persoalan menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.

Implementasi wawasan nusantara sentiasa bertujuan pada kebutuhan rakyat dan lokasi tanah air secara utuh serta menyeluruh sebagai berikut ini: 
  1. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik, bakal membuat iklim 
  2. penyelenggara negara yang sehat serta dinamis. 
  3. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi, bakal membuat tatanan ekonomi yang betul-betul menanggung pemenuhan serta peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil serta merata. 
  4. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya, bakal menciptakan sikap batiniah serta lahiriah yang mengakui, menerima serta menghormati semua bentuk perbedaan atau ke Bhinekaan sebagai fakta hidup sekaligus karunia Sang Pencipta. 
  5. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan hankam, bakal menumbuh-kembangkan kesadaran cinta tanah air serta bangsa yang lebih lanjut bakal membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. 
Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara

Saat ini kita melihat kalau kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara tengah mengalami perubahan.

Serta kita juga mengerti kalau aspek terpenting yang mendorong terjadinya proses perubahan itu yaitu nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kemampuan penetrasi globalnya.

Jika kita menengok sejarah kehidupan manusia serta alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu yaitu sebuah hal yang lumrah, alamiah.

Dalam dunia ini, yang kekal serta abadi itu yaitu perubahan. Terkait dengan wawasan nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia serta di bentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa.

Apakah wawasan bangsa Indonesia mengenai persatuan serta kesatuan itu dapat terhanyut tanpa bekas atau dapat tetap kokoh serta sanggup bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang Wawasan Persatuan bangsa.

Tantangan itu di antaranya yaitu pemberdayaan rakyat yang maksimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, serta kesadaran warga negara.

Itulah tadi pembahasan tentang +10 Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan pembahasan kali ini dapat menambah atau memperluas pengetahuan kita lagi ya, sahabat semuanya.

Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk bermain sambil belajar di sini.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
  2. materibelajar.id
  3. dosenpendidikan.com
  4. el-kawaqi.blogspot.co.id
  5. dianpuspaharuniasari.wordpress.com