Showing posts sorted by relevance for query contoh otot polos. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh otot polos. Sort by date Show all posts
26 April 2017

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah. Pengertian Pembuluh Darah, Fungsi Pembuluh Darah, Struktur Pembuluh Darah dan Macam-Macam Pembuluh Darah.

Pengertian Pembuluh Darah

Sumber: icpcapsule.co.id
Pembuluh darah yaitu sisi dari system peredaran darah. Pembuluh darah umum di sebut oleh orang awam dengan sebutan urat. Pembuluh darah merupakan jaringan elastis membawa darah dari jantung ke semua tubuh, lantas mengembalikannya lagi ke dalam jantung.

Pembuluh darah termasuk juga ke dalam system pembuluh darah, yang mana pada mamalia, system ini terdiri jantung, arteri besar, arteriol (arteri kecil), kapiler (pembuluh darah kecil di ujung jaringan serta sel), venula (vena kecil) serta vena.

Fungsi paling utama system ini yaitu menyalurkan darah yang memiliki kandungan oksigen ke sel serta jaringan serta mengembalika darah vena ke paru-paru untuk pertukaran gas oksigen (O2) dengan karbon dioksida (CO2).

Struktur Pembuluh Darah

Pembuluh darah terbagi dua, yakni arteri serta vena:

Arteri 

Sumber: artikelsiana.com
Arteri membawa darah dari jantung ke semua tubuh. Pembuluh darah arteri terdiri atas beberapa susunan sebagai berikut ini:

Tunika intima yaitu susunan terdalam dari pembuluh darah yang terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Di bawah susunan endotel yaitu susunan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung jarang halus yang terkadang memiliki kandungan sel otot polos yang bertindak untuk kontraksi pembuluh darah.

Tunika media ini yaitu susunan tengah yang terbagi dalam serat otot polos yang tersusun melingkar. Pada arteri yang lebih besar, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh sebuah lamina elastik interna.

Membran ini terdiri atas serat elastik, umumnya berlubang-lubang hingga beberapa zat bisa masuk lewat lubang-lubang yang ada dalam membran serta memberi suplai O2 serta makanan yang lain pada sel-sel yang terdapat jauh di dalam dinding pembuluh.

Pada pembuluh besar, kerap ditemukan lamina elastika eksternal yang tidak tebal yang memisahkan tunika media dari tunika adventitia yang terdapat diluar.

Tunika adventitia atau susunan terluar terdiri atas dengan jaringan ikat kolagen serta elastik, terlebih kolagen type I. Pada pembuluh yang lebih besar, ada vasa vasorum bercabang-cabang luas dalam adventitia.

Anastomosis Arteriovenosa yaitu hubungan langsung antara aliran arteri serta vena. Anastomosis arteriovenosa ini menyebar di semua tubuh serta biasanya ada pada pembuluh-pembuluh kecil berperan mengatur sirkulasi pada daerah spesifik, terlebih pada jari, kuku, serta telinga.

System ini memiliki fungsi penyusunan aliran pada beragam organ serta berperanan pada beberapa fenomena fisiologi seperti menstruasi, perlindungan pada suhu yang rendah, serta ereksi.

Anastomosis arteriovenosa banyak dipersarafi oleh system saraf simpatis serta parasimpatis (system saraf otonom). Tidak hanya mengatur aliran darah pada beragam organ, anastomosis ini memiliki fungsi termoregulator atau pengatur suhu yang terutama dapat dibuktikan pada kulit anggota gerak (ekstremitas).

Vena 

Sumber: apaperbedaan.com
Vena berperan membawa darah dari perifer (ujung) kembali pada jantung serta paru-paru. Vena terbagi dalam beberapa susunan, yakni:

Tunica intima: terbagi dalam susunan endothelium yang memiliki kandungan sel pipih selapis, serta susunan subendothelium yang memuat jaringan ikat tipis langsung terkait dengan tunica adventitia.

Tunica media: susunan ini tipis, otot polosnya bercampur dengan jaringan ikat.

Tunica adventitia: yaitu susunan paling tebal pada vena, susunan ini dapat susunan yang paling berkembang. Jaringan ikat longgar dengan serabut kolagen yang membentuk berkas-berkas longitudinal, sel fibroblas terlihat diantaranya. Beberapa sel otot polos juga kerap terlihat juga.

Vasa vasorum yaitu pembuluh darah kecil yang memberi supply metabolit-metabolit untuk beberapa sel di tunika adventitia serta tunika media pembuluh-pembuluh darah besar, apakah itu vena besar ataupun arteri besar, lantaran lapisan-lapisannya sangat tebal untuk di beri makanan oleh difusi langsung dari aliran darah.

Fungsi Pembuluh Darah

Sumber: pembuluhdarah.com
Pembuluh darah berperan membawa darah yang dipompa dari ventrikel kiri jantung ke seluruh tubuh, darah itu memiliki kandungan oksigen yang diikat oleh hemoglobin atau Hb di dalam darah. Di dalam darah juga ada protein serta glukosa yang mana komponen itu diperlukan oleh jaringan serta sel nantinya.

Setelah sampai ke semua tubuh atau organ targetnya lewat anastomosis arteriovenosa serta kapiler. Oksigen serta metabolit tersebut di pasok ke organ tujuan sampai tercapailah tujuan dengan oksigen serta metabolit seperti glukosa itu, beberapa sel di seluruh tubuh bisa mengalami metabolisme aerob (memakai O2) untuk menjalani fungsinya.

Lantas oksigen itu ditukar dengan karbon dioksidan, lantas kembalilah darah itu darah ke jantung lewat vena kecil lantas vena besar, setelah sampai dijantung, darah itu dipompa oleh ventrikel kanan jantung kedalam paru, atau system ini disebut juga dengan dengan aliran pulmoner.

Hingga diparu, darah yang membawa CO2 itu ditukar kembali dengan O2 yang baru kita hirup, lewat mekanisme difusi.

Pembuluh darah juga berperan untuk membawa sel darah putih saat terjadi infeksi untuk mekanisme pengobatan, sel darah putih itu yang merupakan imun tubuh seseorang akan melawan kuman maupun benda asing yang masuk ke dalam tubuh, hingga saat imunitas seseorang melemah maupun kuman yang masuk ke dalam tubuh sangat kuat, disitulah seseorang terserang penyakit.

Macam-Macam Pembuluh Darah

Sumber: ilmuveteriner.com
Secara garis besar, pembuluh darah terbagi jadi dua, yakni arteri serta vena.

Beberapa jenis arteri

Arteri elastik: yaitu pembuluh paling besar di tubuh, contoh arteri ini yaitu aorta (pembuluh darah paling besar yang menyambut darah setelah baru di keluarkan dari ventrikel kiri jantung), trunkus pulmonalis (pembuluh darah yang menyambut darah yang keluar dari pompaan ventrikel kanan jantung), serta cabang-cabang pokoknya.

Dinding pembuluh darah jenis ini khususnya terbagi dalam jaringan ikat elastik, menunjukkan daya tahan serta kelenturan saat darah mengalir. Dinding pembuluh ini sangat melebar sepanjang sistol (kontraksi jantung atau pompa jantung). Pada saat diastol (relaksasi jantung), dinding kembali mengerut (recoil) serta mendorong darah maju.

Arteri muskular: dinding memiliki kandungan banyak otot polos, juga mengontrol aliran darah lewat vasokontriksi (menguncup) serta vasodilatasi (mengembang), mekanisme ini diatur oleh system saraf otonom.

Arteriol: arteri kecil dengan satu hingga lima susunan otot polos, arteriol terminal akan mengalirkan darah ke pembuluh darah paling kecil, yakni kapiler.

Beberapa jenis kapiler 

  1. Vas capillare continuum: yaitu jenis yang paling banyak, endotel membentuk susunan utuh. 
  2. Vas capillare fenestratum: memiliki kandungan fenestra maupun pori-pori pada endotelnya. Ada di kelenjar endokrin, usus halus, serta glomerulus ginjal 
  3. Vas capillare sinusoideum: menunjukkan diameter lebar dengan celah diantara beberapa sel endotel. Membrana basalisnya tidak terbentuk sempurna. Kapiler ini terdapat di hati, limpa, serta sumsum tulang.

Beberapa jenis vena 

Vena cava: vena ini yaitu pembuluh darah yang menyambut darah dari semua tubuh yang memiliki kandungan CO2 saat akan masuk ke dalam jantung, vena ini adalah vena paling besar, vena cava ada dua yakni vena cava superior yang letaknya di atas jantung, serta vena cava superior yang terdapat di bawah vena cava inferior.

Vena pulmonalis: vena ini membawa darah dari paru atau aliran pulmoner ke dalam jantung, vena ini memiliki kandungan darah yang memuat O2. Vena pulmonalis juga terbagi dua yakni vena pulmonalis dextra yang membawa darah dari paru-paru kanan, serta vena pulmonalis sinistra yang membawa darah dari paru-paru kiri.

Vena cutanea: yaitu vena yang terlihat di bawah kulit, yang umum ditusuk ketika seseorang di infus.

Deep vein: yaitu vena yang terletak lebih dalam serta berdekatan dengan arteri, vena ini tidak terlihat dari luar kulit.

Venula: ini yaitu vena dengan ukuran paling kecil, serta terkait langsung dengan kapiler.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pembuluh Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pembuluh Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com