Showing posts sorted by relevance for query dimensi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dimensi. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni. Pengertian Seni, Fungsi dari sebuah Seni, Unsur yang terdapat dalam sebuah Seni, Cabang-Cabang Seni, Beragam Macam Seni, Manfaat Seni untuk Kehidupan sehari-hari.

Pengertian Seni 

Sumber: kinerjaaktif.com
Awalannya seni diartikan sebagai suatu hal yang mempunyai karakter indah, halus, dan baik serta mulia, namun seiring berjalannya waktu udah banyak tokoh-tokoh yang memiliki pendapat tentang pengertian Seni.
  1. Menurut filosof Yunani bernama Plato (428-348 SM), seni yakni hasil tiruan alam (artimitator natural).
  2. Lalu pada era ke 19, Benedetto Croce mengatakan bila seni yakni ungkapan kesan-kesan.
  3. Sedangkan menurut pelukis termuka di Indonesia, S. Sugjojo, seni yakni jiwa yang tampak
  4. Dan menurut tokoh pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, seni yakni semua perbuatan manusia yang muncul dari perasaan yang hidup dan mempunyai karakter indah, hingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat di ambil kesimpulan bila Seni yakni bagian komunikasi manusia yang berdasarkan pada pengalaman, perasaan serta memiliki keindahan.

Karakter Dasar Seni 

Seni mempunya beberapa karakter mendasar salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Kreatif, Karyanya belum pernah di buat sebelumnya (merupakan hal baru) 
  2. Individualistis, Karya yang di buat memberikan ciri khas penciptanya (jati diri pencipta) 
  3. Ekspresif, Karyanya memiliki emosi yang terpancar saat orang lain melihatnya 
  4. Abadi, Karya yang udah di buat miliki sifat abadi walaupun penciptanya telah tiada nantinya 
  5. Semesta (Universal), Karyanya didedikasikan untuk orang-orang sepanjang zaman 

Fungsi Seni 

Sumber: geniusmart.net
Manfaat seni dapat dibagi jadi dua, yaitu manfaat perseorangan dan manfaat sosial.

Manfaat Perseorangan Seni 

Manfaat perseorangan seni terdiri jadi dua, yaitu sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik 

Seni yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia yang juga disebut sebagai penikmat seni. Misalnya, pada saat membeli pakaian, manusia mengutamakan model, warna, dan bahan, maka dari itu seni digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan emosional 

Seni yaitu tempat membeberkan emosi si penciptanya, yang nantinya akan terpancar serta dapat dirasakan juga bagi pencinta seni, sampai apa yang dirasakan pencipta dirasakan juga oleh penikmat seni itu sendiri.

Manfaat Sosial Seni 

Fungsi sosial seni dibagi jadi empat, yaitu sebagai media penerangan, pendidikan, agama, dan hiburan.

Seni sebagai media penerangan 

Seni digunakan sebagai media untuk menyampaikan pemahaman seseorang pada orang lain, karena sifatnya yang menyenangkan, hingga mudah untuk dipahami oleh orang lain.

Seni sebagai media pendidikan 

Seni digunakan juga dalam metode evaluasi, oleh karena itu banyak instansi pendidikan yang menggunakan seni dalam penyampaian materinya

Seni sebagai media agama 

Dalam dakwah seni juga diperlukan guna mempermudah proses penyampaiannya, seperti irama membaca Al-Quran yang berguna untuk mempermudah menghafalnya, atau nasyid yang berguna menyampaikan ajaran agama lewat syair yang pasti lebih meyenangkan dibanding mendengarkan ceramah yang hanya ucapan seseorang saja.

Seni sebagai media hiburan 

Manfaat paling mendasar pada seni yakni sebagai media hiburan. Di mana penikmatnya akan merasa senang dan bahagia.

Cabang–Cabang Seni 

Sumber: anneahira.com
Bersamaan dengan bertambahnya waktu, kebutuhan, dan pemahaman manusia, seni juga makin berkembang. Hal semacam ini diikuti dengan lahirnya seni-seni baru di masyarakat. Oswald Kulpe membagi cabang–cabang seni jadi:

Seni penglihatan/visual art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat untuk menikmati seni. Seni penglihatan terdiri jadi tiga, yaitu seni dua dimensi, seni tiga dimensi, dan seni integral.

Seni dua dimensi 
  1. Seni dua dimensi tanpa gerak: seni rupa (lukis, gambar) 
  2. Seni dua dimensi dengan gerak: seni perfilman 
Seni tiga dimensi 
  1. Seni tiga dimensi tanpa gerak: seni ukir dan pahat 
  2. Seni tiga dimensi dengan gerak: seni tari dan pantomim 
Seni integral 

Seni yang menggabungkan untuk permukaan dan bentuk. Misalnya arsitektur

Seni Pendengaran/Auditory Art 

Pada seni ini digunakan indra pendengar untuk nikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk, yaitu seni suara, seni kata, dan seni interal.

Seni suara 
  1. Musik instrumental dari alat tunggal: piano dan biola 
  2. Musik instrumental dari gabungan beberapa alat musik: band dan orkestra 
Seni kata 
  1. Puisi mempunyai irama: sajak 
  2. Puisi tidak mempunyai irama: novel dan cerpen 
Seni integral 

Seni yang memadukan suara dan kata, misalnya lagu, muikalisasi puisi, dan tembang

Seni penglihatan dan pendengaran/Audiotory-visual Art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat dan pendengar untuk menikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk yaitu:
  1. Seni gerak dan suara: Tarian 
  2. Seni gerak, kata, dan penglihatan: Drama 
  3. Seni gerak, kata, penglihatan, dan suara: Opera 
Namun cabang-cabang seni yang seringkali kita kenal terbagi lagi menjadi lima cabang yaitu, seni rupa, seni tari/gerak, seni nada/vocal/musik, seni sastra, dan seni teater/drama.

Seni rupa 
Sumber: ragamseni.com
Seni rupa yaitu seni dua dimensi/tiga dimensi yang bersumber pada peranannya terdiri mendai dua bentuk yaitu, seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni rupa murni cuma memiliki maksud untuk dilihat keindahannya saja, misalnya lukisan dan patung, sedangkan seni rupa terapan tidak cuma untuk keindahan, tetapi dapat pula digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya meja ukir.

Unsur – unsur seni rupa diantaranya yakni titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Dalam membuatnya, seni rupa memiliki beberapa prinsip satu diantaranya kesatuan, keselarasana, penekanan, irama, gradasi, pembagian, kecocokan, komposisi, keseimbangan, dan aksentuasi.

Seni tari/gerak 
Sumber: yenirahmaniyah.blogspot.co.id
Seni tari yaitu seni tiga dimensi yang bersumber pada pada gerak tubuh manusia. Tari yakni keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh yang diperhalus lewat estetika.

Seni tari dibagi jadi seni tari classic, kreasi baru, tradisional, dan modern. Sekarang banyak lahir seni tari kreasi baru seperti break dance, capoera, shuffle, dan sebagainya.

Unsur – unsur tari dibagi jadi dua yaitu, pertama unsur keindahan tari salah satunya gerak, iringan internal-eksternal, tata rias dan pakaian, tema, tempat dan panggung. Kedua unsur penilaian tari diantanya wiraga, wieama, dan wirasa.

Seni suara/vocal/musik 
Sumber: pandaibelajar.com
Seni musik yaitu cabang seni yang menggunakan media bunyi sebagai sarana pengungkapan ekspresi senimannya. Kata musik dalam Bahasa Indonesia yakni terjemahan dari Bahasa Inggris music atau Bahasa Belanda muziek.

Menurut beberapa ahli sejarah, kata musik datang dari beberapa kumpulan nama dewi kesenian bangsa Yunani Purba, yaitu musae. Musik juga terdiri jadi banyak bentuk, diantaranya musik classic, tradisional, kasidah, blues, jazz, rock, pop, dan R&B.

Unsur – unsur dalam seni musik terdiri dari dua unsur, yaitu vocal dan instrumen. Vokal yakni alunan beberapa nada yang keluar dari suara manusia sendankan instrumen yakni beberapa nada yang keluara dari alat musik yang digunakan.

Seni sastra 
Sumber: kliping.co
Seni sastra merupak seni yang lahir dari gagasan/ide manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam kamus besar berbahasa Indonesia, Sastra mempunyai arti mengarahkan, mengajar, memberi panduan, atau instruksi.

Sedangkan Fananie mengemukakan bila sastra yakni karya seni yang merupakan ekspresi kehidupan. Beberapa jenis seni sastra salah satunya yakni puisi, cerpen, pantun, prosa, sajak, novel, dan sebagainya.

Unsur-unsur sastra terbagi dalam fikiran, perasaan, pengalaman, ide-ide, semangat, keyakinan, dan ekspresi. Seni sastra menonjolkan pemilihan bahasa yang digunakan untuk mengutarakan maksud hati si penulis.

Seni teater/drama 
Sumber: djarumfoundation.org
Seni teater yaitu seni yang paling kompleks, karena dalam visualisasinya ia menggabungkan cabang seni yang lain. Beberapa jenis teater salah satunya teater lama, komedi, baru, dan sendratasik (seni darama dan musik).

Unsur-unsur teater salah satunya yakni naskah/skenario, pemain, sutradara, properti, penataan, serta penonton.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cabang Seni di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Seni. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa Terapan

Apresiasi (bahasa Inggris appreciate) artinya menghargai atau menilai. Apresiasi sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan estetis, menumbuhkan kreativitas, belajar menghargai karya seni, serta melatih untuk menumbuhkan kecintaan dan keaktifan dalam berbagai kegiatan seni. Apresiasi timbul setelah melihat dan mengamati berbagai bentuk karya seni yang diciptakan, termasuk karya seni. terapan daerah setempat. Kegiatan apresiasi dapat berupa apresiasi aktif dan apresiasi pasif. Seorang seniman yang aktif berkarya bisa dikatakan melakukan apresiasi aktif, sedangkan masyarakat yang bertindak sebagai pengagum atau pengamat karya seni digolongkan pada apresiasi pasif.

Seni rupa terapan daerah setempat dengan segenap keunikan gagasannya patut mendapatkan apresiasi, baik secara aktif maupun pasif. Gagasan (ide kreatif) tersebut merupakan awal proses penciptaan karya seni, termasuk karya seni rupa terapan daerah setempat yang diciptakan berdasarkan nilai guna tanpa mengesampingkan nilai seni. Dalam penciptaan karya seni tersebut, masing-masing daerah memiliki keunikan atau kekhasan tersendiri, baik dalam teknik maupun ketersediaan bahan yang ada di sekitarnya.

Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat kebanyakan masih tradisional dan dibuat dengan keterampilan tangan. Misalnya, untuk membuat keramik, seorang pengrajin keramik cukup menggunakan teknik putar dengan menggunakan alat yang terbuat dari kayu. Pengrajin ukir kayu cukup menggunakan alat pahat sederhana untuk mengukir. Teknik pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat terdiri atas karya seni rupa terapan dua dimensi dan tiga dimensi.

A. Dua dimensi
Teknik pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat dengan wujud dua dimensi, antara lain sebagai berikut.

a. Teknik kerajinan kain batik
Teknik membatik telah mengalami perkembangan tanpa meninggalkan teknik lama yang telah diwariskan secara turun-temurun. Teknik batik yang kita kenal di Nusantara, antara lain sebagai berikut.
  • Batik tulis, yaitu batik yang dibuat dengan teknik menggambar motif di atas kain menggunakan canting. Canting adalah alat khusus untuk menggambar motif batik di atas kain yang berisi cairan lilin atau malam panas untuk menutup bagianbagian tertentu sesuai dengan pola yang dibuat. Batik tulis memiliki keunggulan nilai seni dibandingkan dengan batik yang lain.
  • Batik cap, yaitu batik yang dibuat dengan menggunakan teknik cap (stempel), biasanya dibuat dari tembaga dan dibubuhi malam (cairan lilin panas).
  • Batik sablon, yaitu batik yang dibuat dengan menggunakan klise (hand printing). Motif batik yang sudah dibuat kemudian dibuat klise lalu dicetak.
  • Batik printing, yaitu batik yang dibuat dengan teknik printing atau menggunakan alat mesin. Teknik pembuatannya mirip dengan batik sablon.
  • Batik lukis, yaitu batik yang dibuat dengan teknik melukiskan langsung di atas kain. Alat yang digunakan dan motif yang dibuat pun lebih bebas.
b. Teknik kerajinan wayang kulit
Wayang kulit dibuat dengan teknik pahat dan sungging (digambar) dengan bahan cat dan alat sederhana. Desain wayang kulit dibuat sesuai dengan pakem yang sudah ditetapkan dari warisan nenek moyang. Sungging adalah dari kata jowo kuno yaitu sunggi dan ing yang artinya meninggikan atau meningkatkan dari bentuk yang masih sederhana diperindah menjadi bentuk yang paling indah.

Kulit yang digunakan untuk membuat wayang kulit terdiri dari beberapa macam, yaitu kulit mentah dan kulit split. Kulit mentah adalah kulit yang langsung digunakan untuk proses pembuatan wayang kulit tanpa melalui proses kimiawi. Sedangkan kulit split adalah kulit yang sudah melalui proses kimiawi di pabrik. Kulit yang digunakan untuk membuat wayang kulit biasanya berasal dari kulit kerbau, sapi, dan kambing. 

c. Teknik kerajinan kain tenun
Kain tenun dibuat dengan cara memintal benang sedikit demi sedikit dengan alat tenun, hingga menjadi kain ragam hias yang indah. Alat tenun terbuat dari kayu atau bambu. Tenun sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin, biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami. Pewarna alami tersebut biasanya dibuat dari akar-akar pohon dan ada pula yang menggunakan dedaunan.

d. Teknik kerajinan sulaman atau bordir
Sulaman atau bordir dibuat dengan menggunakan mesin jahit atau dengan teknik tusuk jarum. Sulaman dilakukan dengan menjahitkan benang sulaman atau benang emas pada kain dasar yang dipola.

Pada sulam tangan, jenis tusuk yang dipakai lebih bervariasi Contoh macam tusuk sulam tangan:
  • Tusuk balik/tusuk tikam jejak. Biasa digunakan untuk membuat tangkai, membentuk garis dan untuk menjahit lipatan dan menyambung kain. 
  • Tusuk batang/tangkai. Tusuk tangkai digunakan untuk mebuat batang, ranting dan untuk mengisi bidangTusuk rumani
  • Tusuk rumani biasa digunakan untuk membuat daun dan bunga- bunga dan bentuk bidang yang panjang. 
  • Tusuk veston. Tusuk veston biasa digunakan untuk membuat bunga, lubang kancing, untuk memperkuat dan menghias bagian tepi kain 
  • Tusuk bunga. Tusuk bunga biasa digunakan untuk membuat bentuk bunga. 
  • Tusuk rantai. Tusuk rantai digunakan untuk membuat garis pembatas, dahan dan ranting 
  • Tusuk datar. Tusuk datar digunakan untuk membuat bentuk bunga, daun, dan mengisi bidang
  • Tusuk flanel. Tusuk flanel biasa digunakan untuk membuat hiasan tepi dan garis  pembatas. 
  • Tusuk daun. Tusuk daun dapat digunakan untuk membuat berbagai bentuk daun 
  • Tusuk bullion. Tusuk bullion dapat digunakan untuk membuat bentuk bunga kecil dan hiasan bulir-buliran. 
  • Tusuk lurus. Tusuk lurus dapat digunakan untuk membuat bentuk bunga dan rumput 
  • Tusuk satin. Tusuk satin digunakan untuk membuat helai daun dan bentuk- bentuk bebas 
  • Tusuk jelujur. Tusuk jelujur dapat digunakan untuk membuat garis dan menjelujur sambungan dan lipatan kain.
Jenis teknik sulam bodir antara lain sebagai berikut :
  • Sulam bebas atau sulam benang. Dalam sulam benang,  benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol seperti bordir tradisional Cina dan Jepang.
  • Sulam hitung jahitan. Sulaman dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman dilakukan di atas kain tenunan sejajar seperti kain kanvas, kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan adalah kruistik, sulam Assisi, needlepoint, dan blackwork. 
  • Sulam (bordir) Mesin. Yaitu sulam (bordir) yang proses pembuatanya dikerjakan dengan mesin, adakalanya dengan mesin jahit, mesin bordir ataupun bordir komputer. Pada sulam mesin, jenis tusuk yang dipakai hanya sedikit variasi. Macam-macam bordir mesin adalah : (1) Tusuk lurus. Tusuk lurus biasa digunakan untuk membuat kerangka motif sebelum dibordir, untuk membuat isian pada motif, untuk mengisi bidang yang lebar dan untuk membuat motif yang berupa garis baik garis lurus maupun lengkung, dan (2) Tusuk zig-zag. Tusuk zig-zag digunakan untuk berbagai bentuk motif, baik  berupa garis, bentuk geometris, bentuk flora fauna, dan sebagainya.
2. Tiga dimensi
Teknik pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat dengan wujud tiga dimensi, antara lain sebagai berikut.
  • Teknik cetak (cor tuang).Teknik cetak untuk pembuatan karya seni terapan, yaitu tuang berulang (bivalve) dan tuang sekali pakai (a cire perdue). Teknik bivalve menggunakan dua jenis cetakan yang terbuat dari batu, gips, dan semen yang bisa dipakai berulang-ulang sesuai kebutuhan. Teknik bivalve sering digunakan untuk mencetak benda-benda sederhana yang tidak terlalu rumit pembuatannya. Sedangkan teknik a cire perdue biasanya menggunakan benda dari logam (tembaga, besi) yang bentuk dan hiasannya lebih rumit.
  • Teknik pahat/ukir. Teknik ini digunakan untuk memahat, menggores, menoreh, dan membentuk pola permukaan benda. Bahan-bahan yang dapat diukir atau dipahat, antara lain kayu, batu, atau bahan lain yang sejenis. Alat yang digunakan untuk mengukir adalah tatah (pahat ukir) yang terbuat dari besi atau baja. Hasil karya seni dari pahat ukir, antara lain terdapat pada alat-alat kebutuhan rumah tangga, seperti kursi, meja, lemari, dan hiasan dinding.
  • Teknik tempa. Teknik tempa biasanya digunakan untuk membuat benda-benda dari logam (besi, baja, dan kuningan). Logam terlebih dahulu dipanaskan di perapian khusus kemudian ditempa (dibentuk) sesuai keinginan. Contoh benda-benda tradisional dari hasil teknik tempa adalah aneka senjata tradisional dan benda-benda perhiasan.
  • Teknik anyaman. Hasil karya seni rupa terapan yang menggunakan teknik anyaman, misalnya tikar, topi, tas, kipas, dan benda-benda hiasan lainnya. Bahan yang digunakan untuk membuat anyaman terdiri atas bahan alam, seperti rotan, bambu, serat kayu, dan eceng gondok.
Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan dan diwujudkan dalam bentuk rupa. Seni rupa ditinjau dari segi fungsi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Karya seni rupa terapan berdasarkan wujud fisiknya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) dan karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimarta). Seni rupa terapan daerah setempat dengan segenap keunikan gagasannya patut mendapatkan apresiasi, baik secara aktif maupun pasif. Teknik pembuatan karya seni dua dimensi menggunakan teknik batik, pahat dan sungging, pintal, dan tusuk jarum. Teknik karya seni tiga dimensi menggunakan teknik cetak, pahat atau ukir, tempa, dan anyaman.

Cabang-Cabang Seni Rupa dan Apresiasi Seni

Berdasarkan bentuknya, karya seni rupa terbagi atas seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra). Ciri seni rupa dua dimensi hanya dapat dinikmati dari satu arah, karena hanya memiliki ukuran panjang dan lebar, misalnya lukisan, kain batik, seni fotografi, dan sebagainya. Sedangkan seni rupa tiga dimensi dapat dilihat atau dinikmati dari berbagai arah, karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, misalnya patung, meja, kursi, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai seni pakai (applied art) dan seni yang berfungsi sebagai hiasan saja (fine art).

A. Cabang-Cabang Seni Rupa
Seni patung telah hadir jauh sebelum manusia mengenal peradaban modern. Di zaman itu patung dihadirkan sebagai alat ritual dan dianggap sebagai benda keramat serta disucikan. Namun saat ini patung lebih sebagai medium aspirasi pribadi si pematung. Setiap jenis karya seni rupa memiliki bentuk dan ciri khusus. Menurut cirinya, karya seni rupa dapat dibagi dalam beberapa cabang, yaitu sebagai berikut.

1. Seni patung
Seni patung merupakan perwujudan ekspresi dan gagasan ke dalam karya tiga dimensi. Kemajuan seni patung di Indonesia ditandai sejak zaman Hindu-Buddha yang diwujudkan dalam bentuk arca dan relief dari batu. Patung yang berukuran besar sering diwujudkan sebagai monumen, misalnya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, patung Selamat Datang di Jakarta, dan patung-patung bertema perjuangan yang tersebar di wilayah tanah air. Seni patung dalam ukuran kecil umumnya terdapat pada benda-benda kerajinan yang kebanyakan berbahan kayu, batu marmer, dan fiber.

2. Seni lukis
Seni lukis berwujud dua dimensi. Seni lukis biasanya dibuat di atas media kain kanvas, kertas, dan kaca. Peralatan yang digunakan untuk menggambar atau melukis dapat berupa cat minyak (acrylic), cat air, cat poster, dan sebagainya. Gaya penggambaran dalam Aliran atau corak dalam seni lukis ini merupakan ciri khas dan keunikan yang terdapat pada karya-karya tersebut. Ada aliran realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, abstrak, surealis, maupun romantis. Sejarah seni lukis di Indonesia dipenuhi para pelukis handal seperti Raden Saleh (perintis seni lukis Indonesia, yang hidup pada zaman perang Diponegoro), S. Sudjojono, Henk Ngantung, Affandi, Basoeki Abdullah, Pirngadi, dan masih banyak lagi.

3. Seni grafis
Seni grafis adalah seni membuat gambar dengan alat cetak (klise). Misalnya, sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasahan pada bahan metal), dan percetakan dengan bahan batu litho.

4. Seni kriya
Seni kriya berwujud dua atau tiga dimensi. Seni kriya sering disebut sebagai seni kerajinan, yaitu seni yang dibuat untuk menyajikan kebutuhan hidup sehari-hari. Tumbuh suburnya seni kriya di tanah air erat kaitannya dengan nilai komersial. Setiap pengrajin akan membuat beberapa benda pada setiap jenis seni kriya yang dibuatnya. Termasuk dalam golongan seni kriya, antara lain seni pahat, seni anyam, keramik, batik, dan tenun.

5. Seni desain
Desain dalam pengertian yang sebenarnya adalah suatu gambar rancangan. Namun pengertian seni desain di sini penekanannya ialah pada produk yang dihasilkan. Sejalan dengan perkembangan industrialisasi, seni desain telah dianggap sebagai cabang seni tersendiri dalam seni rupa, karena proses, teknik, dan bentuknya yang juga memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan perkembangan teknologi modern.
Seni desain terbagi dalam beberapa cabang, namun ada dua kelompok seni desain yang sudah populer, yaitu sebagai berikut.
  • Desain Komunikasi Visual (Graphic Design/ Sequential Art). Perwujudan dari desain komunikasi visual mengarah ke desain grafis, seperti poster iklan, brosur, sampul buku atau majalah, kemasan, logo, undangan, dan lain-lain.
  • Desain Produk (Product Design). Desain produk berwujud peralatan dan benda kebutuhan sehari-hari. Misalnya, perlengkapan rumah tangga, alat transportasi, pakaian, perumahan, peralatan elektronik, dan sebagainya.
B. Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa
Apresiasi memiliki arti penting, baik bagi pencipta karya seni maupun bagi pengguna karya seni. Apresiasimerupakan sarana penghubung di antara keduanya. Pencipta karya seni dalam hal ini adalah seniman, desainer, atau pengrajin yang telah memvisualisasikan ide-ide kreatifnya. Sedangkan pengguna karya seni adalah penikmat atau masyarakat.

Arti kata apresiasi sendiri adalah suatu penghargaan (appreciate). Dengan demikian, jika masyarakat memilikiapresiasi yang tinggi terhadap suatu karya seni maka hal itu ibarat lahan yang subur untuk tumbuh dan berkembangnya karya-karya kreatif berikutnya.

1. Bentuk apresiasi
Kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atau tidak langsung.
  • Apresiasi secara langsung. Proses apresiasi secara langsung dilakukan apabila pengamat berhadapan langsung dengan wujud karya seni yang diapresiasi. Dalam hal ini, pengamat dapat menilai dengan jelas bentuk, warna, tekstur, dan unsurunsur lainnya. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat pusat kerajinan, ke museum, galeri, dan lain-lain.
  • Apresiasi secara tidak langsung. Proses apresiasi secara tidak langsung dilakukan melalui bantuan media tertentu. Misalnya, dari buku, foto reproduksi, media cetak, media elektronik, dan lain-lain. Apresiasi secara tidak langsung ini memang dapat dilakukan di sembarang tempat. Namun pengamatan terhadap objek karya tidak didapatkan dengan penghayatan secara mendalam.
2. Tahapan dalam proses apresiasi
Untuk melakukan kegiatan apresiasi, setidaknya perlu diketahui bentuk dan tahapan dalam proses apresiasi, yaitu sebagai berikut.
  • Pengamatan terhadap objek karya. Kegiatan apresiasi diawali dengan pengamatan terhadap objek karya. Dalam hal ini, pengamat berhadapan dengan karya yang diapresiasi, misalnya patung, karya batik, wayang, karya kerajinan, dan sebagainya.
  • Pemahaman atau penghayatan terhadap karya seni. Tahap kedua adalah upaya memahami atau menghayati karya seni tersebut. Melalui pemahaman atau penghayatan tersebut, pengamat telah melakukan usaha untuk mengetahui lebih jauh tentang unsur-unsur rupa serta keunikan lainnya yang terdapat pada objek karya.
  • Penilaian dan penghargaan (apresiasi). Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan tentang seberapa bernilai atau berharganya suatu karya. Penilaian tersebut tentunya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif.
3. Mengidentifikasi keunikan karya seni rupa terapan Nusantara
Langkah pertama dalam proses identifikasi ini adalah menentukan objek yang hendak diapresiasi. Aspek yang diapresiasi bisa keseluruhan dari unsur-unsur objek yang menyertai atau hanya unsur-unsur tertentu dari objek tersebut. Keseluruhan dari unsur-unsur yang menyertai objek, misalnya dari fungsi karya, bentuk, ragam hias, makna simbolik, bahan, teknik, dan lain-lain. Sedangkan bagianbagian tertentu yang menyertai objek karya, misalnya apresiasi yang penekanannya sebatas ragam hias dan fungsinya saja, atau sebatas teknik atau bentuknya saja.

Semua itu tergantung pada tema pengamatan yang sedang dikerjakan. Tema pengamatan yang dimaksud, misalnya melakukan pengamatan terhadap hiasan-hiasan yang dipakai pada perahu tradisional yang ada di suatu tempat atau daerah. Maka fokus identifikasi adalah unsur-unsur yang berkaitan dengan ragam hiasan, antara lain motif hiasan, penempatan hiasan, teknik pembuatan hiasan, atau unsur-unsur lainnya yang diperlukan. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh tabel identifikasi tema dan makna beberapa karya seni rupa terapan.
No.Jenis dan Teknik KaryaDaerahBentukRagam Hias/MotifBahanFungsi
1.Tenun songketAcehSelendangGeometrik, Flora, Garis putus-putusBenang sutraUpacara adat, status
sosial, upacara cukur putus-putus bayi, katam Quran, upacara perkawinan
2.Tenun ikat dan SongketBatak (Sumut)Selendang ikat kepalaGaris putus-putusBenang kapasUpacara adat, status
sosial
3.Tenun ikat dan SongketBaliPakaian adat, Sarung Kain panjang perempuan, selendangGeometri, Flora dan FaunaBenang sutra, Benang Perak, Benang Kapas, katunSarung, kemben, kain panjang perempuan, Selendang
4.Tenun IkatFloresSarung PerempuanHias bambu, Flora, Fauna, dan ManusiaBenang KapasUpacara adat, Pesta
Pembagian kolom pada tabel-tabel tersebut bisa berbeda pada setiap pengamat. Bisa juga pengelompokan benda atau karya berdasarkan dimensinya. Fungsi tabel tersebut adalah untuk membantu dan memudahkan melakukan pemaparan secara teratur dan sistematis. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap dan akurat (benar), perlu juga secara aktif mencari informasi secara langsung kepada pembuat karya seni, misalnya pengrajin, pematung, perancang, seniman, atau para pekerja seni lainnya yang terlibat dalam pembuatan karya seni.

Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Manusia tidak bisa lepas dari seni, karena seni adalah salah satu kebudayaan yang mengandung nilai keindahan. Sedangkan setiap manusia menyukai keindahan. Melalui seni orang dapat memperoleh kenikmatan secara batiniah. Plato, filsuf yang terkenal dengan sebutan dewa estetika, mengatakan bahwa seni dan masyarakat merupakan hubungan yang tak terpisahkan. Seni integral dengan masyarakatnya, satu konsep yang tidak terpisahkan, yaitu terwujud di antaranya pada hubungan manusia dengan lingkungannya.

Menurut Ensiklopedia Indonesia, pengertian seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya. Namun tidak semua keindahan (estetika) itu selalu bernilai seni (artistik), karena kenyataannya tidak semua yang indah itu bernilai seni. Banyak keindahankeindahan yang tidak termasuk dalam karya seni.

Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.

Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa. Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.

A. Fungsi dan Bentuk Seni Rupa
Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut.
  • Seni rupa murni (fine art), yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
  • Seni rupa terapan (applied art), yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan seharihari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.
Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  • Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebardan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik.
  • Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung.
B. Jenis-Jenis Karya Seni Rupa Terapan DaerahSetempat
Hasil karya seni rupa terapan setiap daerah tidak sama. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Bendabenda seni rupa terapan yang dihasilkan di berbagai daerah, di antaranya sebagai berikut.

1. Kerajinan batik
Sejarah batik di Nusantara berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas di atas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis. Daerah-daerah penghasil batik di Nusantara, antara lain sebagai berikut.

a. Jawa Tengah dan Yogyakarta
Jawa Tengah merupakan daerah penghasil kain batik terbesar di Nusantara. Batik Jawa Tengah memiliki corak yang khas dan sarat dengan filosofi. Daerah penghasil batik di Jawa Tengah yang paling menonjol adalah Pekalongan, Solo, dan Semarang. Pusat penghasil kain batik terkenal lainnya adalah Yogyakarta.

1) Batik Yogyakarta dan Solo (Surakarta)
Sejarah batik Yogyakarta adalah pengembangan dari batik Solo. Hubungan dari kedua daerah tersebut sangat erat. Batik Yogyakarta dan Solo sarat filosofi dan lebih banyak didominasi warna cokelat dan biru tua. Ada sekitar 4.000 motif batik Yogyakarta, yang cukup terkenal, di antaranya adalah motif parang, babon angrem, dan wahyu tumurun. Motif batik Solo, antara lain sidomukti, sidoluruh, dan lereng.

2) Batik Pekalongan dan Semarang
Batik Pekalongan memiliki ciri pesisir dengan corak ragam hias alami. Corak ragam hiasnya banyak mendapat pengaruh dari Cina yang dinamis dan kaya akan warna. Batik Pekalongan banyak didominasi warna cerah, hijau, kuning, merah, dan merah muda, serta didominasi motif bunga (buketan). Batik Semarang banyak didominasi warna cokelat, kuning, hijau, dan hitam dengan motif alam, seperti bunga, dedaunan, dan burung.

b. Jawa Timur
Jawa Timur termasuk daerah penghasil batik, antara lain Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Mojokerto, Tuban, dan lain-lain. Batik Madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan pola daun-daunan. Di daerah ini terdapat beberapa motif batik tertua, yaitu ramok, sebar jagab, rumput laut, okel, dan panji lintrik. Warna yang digunakan kebanyakan diambil dari bahan alam dengan warna yang mencolok.
Batik Tulungagung berwarna sogan (cokelat) dan biru tua dengan motif Lung (tumbuhan) dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah batik gedog yang berciri khas golongan batik pesisir. Motif ini didominasi motif burung dan bunga. Sedangkan batik Banyuwangi lebih dikenal dengan motif batik gajah uling, dengan dasar kain berwarna putih.

c. Jawa Barat
Daerah penghasil batik di Jawa Barat, antara lain Cirebon dan Tasikmalaya. Batik Cirebon memiliki
kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif gabungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu, dan bunga. Batik tulis khas Tasikmalaya banyak menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam)

d. Bali
Daerah penghasil batik di Bali, antara lain Gianyar dan Denpasar. Corak batik Bali banyak kesamaan gaya dengan batik di Jawa. Namun batik Bali menggunakan warna-warna yang lebih cerah.

e. Sumatra
Daerah penghasil batik Sumatra antara lain Padang (Sumatra Barat) dan Jambi. Padang terkenal dengan batik tanah liek. Bahan pewarna batik Sumatra umumnya berasal dari bahan-bahan alami, termasuk akar-akaran yang dicampur tanah liat sehingga memiliki ciri khas tersendiri.

f. Kalimantan
Salah satu penghasil batik terkenal di Kalimantan adalah Banjarmasin (Kalimantan Timur). Kain batik yang digunakan adalah berjenis santung, katun, sutra, yuyur, dan satin. Batik Banjarmasin memiliki motif yang bervariatif dan banyak mengambil objek alam. Motif-motif batik Banjar, antara lain berbentuk irisan daun pudak, daun bayam, dan jamur kecil.

2. Kerajinan ukir
Kerajinan ukir di Nusantara, antara lain berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam. Daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura, dan Sumatra. Kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Proses pembuatan kerajinan logam banyak menggunakan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyepuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara, antara lain Jawa Tengah dan Yogyakarta.

3. Kerajinan anyaman
Anyaman banyak kita jumpai, baik berupa benda pakai maupun benda hias. Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Bahan-bahan alami yang digunakan, antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang.

4. Kerajinan topeng
Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang bisa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. Kerajinan topeng umumnya dibuat dari bahan kayu. Daerah penghasil kerajinan topeng di Nusantara, antara lain Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap daerah memiliki ciri khas topeng yang berbeda.

5. Kerajinan tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan tradisional yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibuat pun berlainan di setiap daerah. Berbagai motif tenun dari Palembang, antara lain mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bunga cino.

Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya berbeda dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda dengan tenun ikat, pada songket mendapat tambahan benang emas yang diletakkan dengan teknik tusuk dan cukit

6. Kerajinan wayang
Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yang ceritanya berasal dari budaya Hindu India. Wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. Jenis wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Daerah penghasil kerajinan wayang, di antaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.

7. Kerajinan keramik
Keramik merupakan hasil karya seni kerajinan yang berbahan dasar dari tanah. Hasil kerajinan keramik sangat beragam, seperti vas bunga, guci, mangkuk, cangkir, dan lain-lain. Daerah penghasil kerajinan keramik yang terkenal di Nusantara, di antaranya Kasongan (Yogyakarta), Sompok, dan Mayong (Jepara).

Merancang dan Membuat Seni Kriya

Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

Seni kriya dikenal sejak zaman Neolithikum (Batu Muda). Hal ini ditunjukkan dengan benda-benda peninggalan zaman itu yang sudah mengenal rasa estetika. Salah satu peninggalan penting yang ditemukan adalah tembikar. Tembikar sebagian besar berfungsi sebagai wadah dan telah dihiasi dengan motif-motif yang sederhana.Fungsi seni kriya secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
  • Hiasan (dekorasi). Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentukbentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.
  • Benda mainan. Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dan kipas kertas.
A. Jenis-Jenis Seni Kriya
Jenis-jenis seni kriya banyak sekali dan sangat mudah ditemukan di berbagai daerah. Berdasarkan dimensinya, jenisjenis seni kriya dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Seni kriya dua dimensi
Karya seni kriya dua dimensi meliputi sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

2. Seni kriya tiga dimensi
Karya seni kriya tiga dimensi meliputi sebagai berikut.
  • Kerajinan keramik.Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga.
  • Kerajinan logam. Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kerajinan logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
  • Kerajinan kulit. Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana.
  • Kerajinan kayu. Kayu banyak menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.
  • Kerajinan anyaman. Kerajinan anyaman biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastik untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.
  • Kerajinan lainnya. Masih banyak jenis kerajinan lain yang dapat kita jumpai di berbagai daerah, antara lain kerajinan rotan, kerajinan payung, dan kerajinan membuat lampu hias.

B. Merancang dan Membuat Karya Seni Kriya
Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. Berdasarkan rancangan tersebut, selanjutnya karya seni kriya dapat diwujudkan dalam bentuk karya jadi. Pembuatan karya seni kriya umumnya dikerjakan dengan tangan sehingga hasilnya tergantung dari keterampilan tangan pembuatnya.

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat karya seni kriya adalah sebagai berikut.
  • Kegunaan. Faktor kegunaan dalam seni kriya menempati porsi yang utama. Misalnya, pada kendi terdapat leher yang dibuat untuk pegangan saat menuangkan air ke dalam gelas. Jika tidak diberi leher atau pegangan, benda tersebut menjadi tidak berguna.
  • Kenyamanan. Karena kegunaan menempati porsi yang utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan. Kenyamanan dalam hal ini berarti enak dipakai. Dengan adanya unsur kenyamanan, berarti suatu benda telah memenuhi fungsinya dengan baik. Misalnya, sebuah kursi harus disesuaikan dengan ukuran duduk sehingga nyaman untuk diduduki.
  • Bahan dan teknik. Pengetahuan terhadap bahan serta penguasaan teknik pembuatan harus dimiliki seorang pencipta kriya. Setiap bahan selalu memiliki sifat yang berbeda-beda. Tanah liat berbeda dengan lilin. Semen berbeda dengan gips. Bahkan setiap jenis kayu mempunyai karakter yang berbeda pula. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan seni kriya harus dipilih sesuai karakteristik benda yang dibuat. Misalnya, keramik dibuat dari tanah liat yang baik agar tidak mudah retak (pecah). Pemilihan bahan tersebut disesuaikan pula dengan kemampuan teknis penciptaannya.
  • Nilai seni. Daya tarik terhadap karya seni kriya ditentukan oleh tampilan keindahannya. Jika dikaitkan dengan tujuan komersial (penjualan), selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti selera konsumen dan ide kreatif.
C. Teknik dan Corak Seni Kriya Daerah Setempat
Karya seni kriya di setiap daerah memiliki teknik dan corak yang beragam. Teknik pembuatan karya seni kriya pada umumnya masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional. Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir (menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.

Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem,
monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya. Corak karya seni kriya biasanya mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak tersebut umumnya bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni (artistik). Fungsi seni kriya dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai hiasan (dekorasi), sebagai benda terapan, dan sebagai benda mainan. Berdasarkan dimensinya, seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi. Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. Rancangan dan pembuatan karya seni kriya harus mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik, serta nilai seni. Teknik pembuatan karya seni kriya umumnya masih sederhana denganmenggunakan keterampilan tangan, coraknyapun masih tradisional. Penggunaan pola hias karya seni kriya ada yang masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga yang sudah mengalami pengembangan.

Pameran Karya Seni Rupa

Pameran memiliki arti yang penting bagi siswa, yaitu sebagai kegiatan penyajian visual untuk menyampaikan ide kreatifnya kepada khalayak umum. Melalui apresiasi dari khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan, tanggapan, respon, atau kritikan sehingga dapat meningkatkan kualitas karya berikutnya. Pameran karya seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun saat ini sudah banyak seniman cilik yang menampilkan karyanya lewat pameran kelas atau sekolah. Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa.

Kegiatan pameran kelas atau sekolah sangat penting bagi siswa dan memberikan manfaat sebagai berikut.
  • Siswa mampu menunjukkan apresiasinya melalui kreativitas di bidang seni, khususnya seni rupa.
  • Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkarya sekaligus sebagai ajang prestasi dan kompetisi di bidang seni.
  • Memperbesar rasa percaya diri siswa sehingga dapat memotivasi kreativitasnya untuk berkarya.
  • Melatih siswa berorganisasi dan bekerjasama, mengambil mufakat dengan bermusyawarah, dan menghormati pendapat orang lain.

A. Jenis-Jenis Pameran
Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  • Pameran umum. Pameran umum adalah pameran yang diselenggarakan oleh masyarakat luas. Karena pameran ini bersifat umum, maka siapapun bisa menyelenggarakannya, misalnya seniman atau instansi.
  • Pameran khusus. Pameran khusus adalah pameran yang diselenggarakan oleh kalangan tertentu, misalnya sekolah mengadakan pameran kelas atau sekolah. Kegiatan pameran kelas atau sekolah merupakan bagian dari proses pembelajaran siswa dalam bidang pendidikan seni rupa.
B. Tahapan Persiapan Pameran
Untuk menyelenggarakan pameran kelas atau sekolah dibutuhkan persiapan yang matang agar kegiatan pameran dapat berjalan dengan lancar. Berikut tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah.

1. Tahap perencanaan (persiapan awal)
Tahap perencanaan (persiapan awal) meliputi pembentukan panitia, pembuatan proposal, penyusunan
jadwal, dan tempat.

a. Pembentukan panitia
Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mengurus suatu kegiatan. Pembentukan panitia hendaknya dilakukan melalui musyawarah di tingkat kelas yang dipimpin ketua kelas dan di tingkat sekolah yang dipimpin oleh ketua OSIS. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut.
  • Pelindung dijabat oleh kepala sekolah. Tugasnya sebagai penanggung jawab terlaksananya kegiatan pameran di kelas atau sekolah, baik yang menyangkut urusan ke dalam maupun ke luar.
  • Penanggung jawab dijabat oleh guru mata pelajaran Kesenian. Tugasnya memberikan arahan dan bimbingan tentang kegiatan yang akan dilakukan.
  • Ketua dijabat oleh ketua kelas atau ketua OSIS. Tugasnya mengoordinasi dan memimpin semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pameran.
  • Wakil ketua dijabat oleh siswa. Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan pameran.
  • Sekretaris dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang administrasi.
  • Bendahara dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang keuangan.
  • Seksi-seksi dijabat oleh siswa. Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karyakarya yang akan dipamerkan. Seksi dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran menjadi lebih indah dan menarik. Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan semua yang berhubungan dengan kegiatan pameran. Seksi publikasi, bertugas mempublikasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan kegiatan pameran. Seksi keamanan, bertugas menjaga keamanan selama pameran berlangsung sampai berakhirnya pameran. Seksi usaha, bertugas mencari dana yang dibutuhkan, misalnya dengan mencari sponsor atau donatur. Seksi perlengkapan, bertugas mempersiapkan semua perlengkapan dan alat-alat yang dibutuhkan selama pameran berlangsung. Tanggung jawab ini dimulai dari pengadaan sampai pengembalian barang. Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggung jawab berbagai hal yang berkaitan dengan konsumsi.
b. Pembuatan proposal
Sebelum pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah, perlu dibuatkan proposal untuk mendapat persetujuan pimpinan sekolah. Proposal kegiatan berisi tentang semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah mulai dari awal sampai akhir kegiatan.

c. Penentuan tema
Tema merupakan pokok pikiran yang menjiwai seluruh kegiatan. Dalam menentukan tema harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran. Misalnya, “Dengan Pameran Seni Rupa Kita Tingkatkan Prestasi Belajar dan Kreativitas”. Isi tema bisa disesuaikan dengan momen hari-hari tertentu, misalnya hari-hari besar nasional.

d. Penyusunan jadwal
Jadwal kegiatan pameran perlu disusun dengan baik dan terprogram agar pelaksanaan kegiatan dapat
berjalan dengan lancar. Pada jadwal tertera hari dan tanggal, waktu, dan jenis kegiatan yang dilakukan.

e. Tempat
Tempat pameran perlu dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan kegiatan. Syarat-syarat tempat
pameran yang baik, antara lain strategis, mudah dijangkau, luas, aman, bersih, dan dekat keramaian.

2. Tahap pengumpulan karya
Karya-karya seni yang akan dipamerkan dikumpulkan pada panitia, ketua kelas, atau guru kesenian. Hasil karya yang terkumpul perlu dikelompokkan sesuai dengan jenis karyanya, baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.

3. Tahap seleksi karya
Karya yang terkumpul diseleksi kelayakannya sebelum dipamerkan. Dalam proses penyeleksian, dapat meminta pertimbangan guru kesenian, siswa yang memiliki kelebihan di bidang seni rupa, atau bisa juga melibatkan seniman, agar karya yang dipamerkan berkualitas.

4. Tahap persiapan akhir (gladi bersih)
Sebelum pelaksanaan pameran, perlu diadakan persiapan akhir atau gladi bersih untuk mengecek kesiapan akhir panitia. Dengan gladi bersih akan dapat diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki. Pelaksanaan gladi bersih dapat dilakukan satu hari menjelang pelaksanaan pameran.

5. Tahap pelaksanaan pameran
Setelah semua persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat. Keberhasilan suatu pameran tergantung darikesiapan dan kerjasama panitia. Jangan sampai jalannya pameran kacau karena kurangnya koordinasi yang baik.

Pada pameran sekolah, bisa disediakan pemandu pameran untuk memandu pengunjung melihat kegiatan pameran. Pemandu pameran akan memberikan penjelasan tentang karya-karya yang dipajang serta menunjukkan tempat dan posisi suatu karya. Salah satu tanda keberhasilan suatu pameran seni rupa dapat dilihat dari jumlah pengunjung. Maka tiap kelas yang mengadakan pameran dapat berusaha untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin melalui poster dan selebaran.

C. Peralatan dan Perlengkapan Pameran
Ketersediaan peralatan dan perlengkapan sangat diperlukan dalam penataan karya seni rupa yang hendak dipamerkan. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran kelas atau sekolah adalah sebagai berikut.
  • Sketsel atau panil, digunakan untuk meletakkan karya seni dua dimensi, seperti lukisan, gambar, atau karya kerajinan hiasan.
  • Level, digunakan untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau kriya. Bentuk level bisa bervariasi, yang penting dapat membantu penampilan karya agar lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran.
  • Meja dan kursi, digunakan untuk buku tamu dan kursi digunakan untuk para undangan pada saat acara pembukaan pameran.
  • Tata lampu atau pencahayaan, penataan pencahayaan perlu ditata sedemikian rupa agar berfungsi sebaikbaiknya demi penerangan terhadap karya yang dipamerkan. Tingkat pencahayaan dilakukan sewajarnya, tidak terlalu terang dan atau terlalu redup. Pencahayaan terutama diarahkan ke karya yang dipamerkan, bukan ke arah pengunjung. Arah pencahayaanyang tepat juga sangat membantu keindahan karya.
  • Dekorasi ruangan, dibuat untuk mempercantik ruangan pameran, terlebih untuk pameran yang diadakan di dalam gedung (in door).
  • Katalog, dapat dibuat berbentuk brosur atau buku yang berisi informasi tentang materi yang ditampilkan dalam pameran. Katalog memuat kata sambutan, jenisjenis karya, data peserta pemeran beserta hasil karyanya (bisa juga diikuti foto).
  • Brosur, digunakan untuk sarana informasi dan promosi tentang adanya kegiatan pameran yang ditulis secara singkat tetapi lengkap. Brosur berupa cetakan kertas yang umumnya terdiri atas beberapa halaman dalam bentuk lipatan. Brosur dicetak sesuai kebutuhan untuk disebarkan ke masyarakat atau lingkungan sekolah.
  • Buku tamu atau buku kesan dan pesan, diletakkan di meja dekat pintu masuk pengunjung dan pintu keluar. Dalam buku tamu berisi kolom catatan yang diisi oleh pengunjung tentang kesan dan pesan atau kritikan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran.
  • Sound system, diperlukan pada saat acara pembukaan pameran dan selama acara berlangsung bila ada pemberitahuan penting yang perlu disampaikan kepada panitia ataupun pengunjung.
D. Penataan Karya Seni Rupa
pada penempatan karya sekaligus ruangannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan karya, yaitu sebagai berikut.
  1. Penempatan karya seni rupa hendaknya mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
  2. Karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel (panil) atau dinding.
  3. Karya tiga dimensi diletakkan di atas meja (level). Bila ukurannya terlalu besar, boleh diletakkan di lantai.
  4. Karya kerajinan tangan dapat ditempatkan di meja khusus yang telah disediakan.
  5. Penataan lampu diatur agar karya yang dipajang dapat terlihat jelas dan menarik.
Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.

Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa. Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pameran umum dan pameran khusus. Tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah meliputi tahap perencanaan (persiapan awal), tahap pengumpulan karya, tahap seleksi karya, persiapan akhir (gladi bersih), dan pelaksanaan pameran. Tahap perencanaan meliputi pembentukan panitia, pembuatan proposal, penyusunan jadwal, dan tempat. Susunan kepanitiaan terdiri atas pelindung, pembimbing, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi. Peralatan dan perlengkapan pameran terdiri atas sketsel (panil), level, tata lampu, dekorasi, katalog, brosur, buku tamu (buku kesan dan pesan), dan sound system.

Menggambar Bentuk Objek Tiga Dimensi

Menggambar merupakan proses pengungkapan gagasan seseorang melalui bahasa gambar. Misalnya, seorang desainer ingin membuat guci, tentu ia akan membuat rancangan dalam bentuk gambar sebelum dibuat bentuk guci yang sesungguhnya. Untuk dapat membuat gambar yang baik, seseorang harus menguasai kemampuan menggambar terutama menggambar bentuk. Menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan meniru objek dan mengutamakan kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat semakin sempurna. Objek gambar bentuk bisa dari benda-benda mati, flora, fauna, manusia, atau alam sekitar.

Manusia diketahui telah berusaha membuat karya gambar sejak masa prasejarah. Kegiatan ini kemudian menyebar di Eropa sejak tahun 1400-an seiring dengan penggunaan kertas. Sejak saat itu, setiap abad telah menghasilkan karya-karya gambar hebat. Ditinjau dari jenis benda yang akan digambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
  • Menggambar bentuk benda kubistis. Benda kubistis adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil, kulkas, dan sebagainya.
  • Menggambar bentuk benda silindris. Benda silindris adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai silinder (elips). Misalnya, botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan sebagainya.
  • Menggambar bentuk benda bebas. Benda yang memiliki bentuk bebas adalah bendabenda yang bentuknya tidak beraturan. Misalnya, buahbuahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda-benda alam lainnya.

A. Prinsip Menggambar Bentuk
Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik dan benar, diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dan langkah kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

1. Model
Model adalah objek yang dijadikan acuan untuk menggambar. Menggunakan model berarti menggambar bentuk terfokus pada objek yang digambar, bukan sekadar ingatan. Model gambar dapat dibuat secara langsung atau tidak langsung. Menggambar secara langsung, yaitu dengan menatap model yang ada di depan mata. Menggambar secara tidak langsung, yaitu menggambar model dari foto (reproduksi). Foto berasal dari majalah, koran, buku, atau media lainnya.

2. Proporsi
Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal.

3. Komposisi
Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memerhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.
  • Keseimbangan (balance). Keseimbangan adalah penggambaran objek benda yang memberikan adanya kesan keseimbangan antarbagian-bagiannya, artinya tidak terkesan berat di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain.
  • Kesatuan (unity). Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah.
  • Irama (rhythm). Irama adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan pergerakan dengan alur yang teratur. Gambar yang terkesan ritmisnya akan terasa enak dipandang mata, lain dengan gambar yang acak-acakan dan tidak jelas pengaturan objeknya.
  • Keselarasan (harmony). Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau benda yang satu dengan benda yang lain dipadukan.
4. Perspektif
Benda yang letaknya lebih dekat dengan pandangan mata, tampak lebih besar ukurannya bila dibandingkan dengan benda-benda yang letaknya jauh dari pandangan mata. Semakin jauh benda tersebut maka akan hilang dari pandangan mata (menuju suatu titik), misalnya saat melihat rel kereta api. Sesungguhnya rel kereta api itu besarnya sama, tetapi karena kesan pandangan mata, rel tersebut akan semakin menyempit dan menuju ke satu titik. Jadi, perspektif adalah penggambaran objek berdasar kesan pandangan mata.

Perspektif yang baik akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga dimensi dalam bentuk gambar. Bila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah perspektif maka akan terkesan janggal.

5. Gelap-terang
Sinar yang jatuh pada suatu benda (baik sinar yang jatuh secara langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan efek terang di satu sisi dan bayangan (gelap) di sisi yang lain.

B. Alat dan Bahan Menggambar Benruk
Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Alat dan bahan untuk menggambar bentuk dapat dibedakan berdasarkan penggunaan medianya, yaitu sebagai berikut.

1. Media kering
Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan kering. Praktik penggunaannya digoreskan langsung pada permukaan bidang gambar. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut.
  • Pensil, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (objek). Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil keras (hard), misalnya pensil HB. Coretan yang dihasilkan pensil HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang sket awal sebelum tahap penyempurnaan gambar (finishing). Tahap berikutnya menggunakan pensil lunak (2B, 3B, 4B, 5B, dan 6B). Pensil jenis B ini memiliki sifat lunak dan hasilnya lebih pekat sehingga cocok untuk teknik blok, arsir, atau dussel.
  • Krayon, memiliki sifat padat dan lunak sehingga cocok untuk membuat gambar blok dan gradasi (kesan semburan warna).
  • Spidol, terdiri atas beragam pilihan warna. Sesuai untuk menggambar dengan teknik arsir atau blok.
  • Konte, merupakan sejenis pensil dari bahan lunak berwarna hitam pekat, sering untuk membuat gambar gradasi atau benda-benda bertekstur halus.
  • Drawing pen, alat menggambar yang sering digunakan untuk teknik arsir dan blok.
2. Media basah
Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan basah. Bahan warnanya tersimpan dalam bentuk tube, botol, atau kaleng. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut
  • Cat air, dapat digunakan menggambar dengan campuran air atau tanpa menggunakan air.
  • Cat poster (cat plakat), memiliki kemiripan dengan cat air, tetapi lebih padat dan lebih pekat sehingga sangat cocok untuk teknik blok.
  • Tinta bak, biasa juga dinamakan tinta Cina, terbuat dari bahan cair pekat. Sangat cocok untuk menggambar teknik blok atau siluet.
  • Cat minyak (acrylic), untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain.
  • Ecolin, terbuat dari bahan cair dengan berbagai warna. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna.
C. Teknik Menggambar Bentuk
Setiap orang memiliki teknik yang berbeda dalam menggambar bentuk. Teknik-teknik yang bisa digunakan dalam menggambar bentuk, antara lain sebagai berikut.
  • Teknik arsir. Teknik arsir dibuat dengan cara menorehkan pensil,spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi.
  • Teknik sapuan basah (aquarel) Teknik sapuan basah dapat menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.
  • Teknik dussel (gosok). Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.
  • Teknik siluet (blok). Teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet (blok).
  • Teknik pointilis. Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk objek
Menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan meniru objek dan mengutamakan kemiripan rupa. Berdasarkan jenis benda yang akan digambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri atas menggambar bentuk benda kubistis, benda silindris, dan benda bebas. Prinsip menggambar bentuk, yaitu model, proporsi, komposisi, perspektif, dan gelap-terang. Menggambar bentuk dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Alat-alat untuk menggambar bentuk dapat dibedakan menurut media yang digunakan, yaitu media kering dan media basah. Teknik-teknik yang bisa digunakan dalam menggambar bentuk, di antaranya adalah teknik arsir, teknik sapuan basah, teknik dussel, teknik siluet, dan teknik pointilis.

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop. Pengertian Mikroskop, Fungsi dari Mikroskop, Bagian – Bagian Mikroskop, Macam – Macam Lensa Mikroskop, Mikroskop Modern, Jenis – Jenis Mikroskop, Macam – Macam Mikroskop, Cara Menggunakan Mikroskop, Penjelasan lengkap mengenai Mikroskop.

Pengertian Mikroskop 

Sumber: berkahkhair.com
Kata mikroskop datang dari bahasa bahasa Yunani yaitu micros (kecil) serta scopein (melihat). Jadi pengertian mikroskop yaitu alat bantu pandangan untuk mencermati objek berukur renik, hingga objek terlihat lebih besar serta jelas. Mikroskop modern disusun minimum oleh dua buah lensa, adapun 2 lensa pada mikroskop modern yakni:
  1. Lensa objek. 
  2. Lensa okuler. 
Perbesaran yang dihasilkan mikroskop optik modern mencapai 1.250 kali. Mikroskop yang kerap dipakai disekolah yaitu mikroskop monokuler atau cahaya (Latin:mono=satu serta oculus=mata). Mikroskop ini dipakai dengan satu mata, hingga bayangan yang tampak cuma mengenai panjang serta lebar benda yang dilihat.

Mikroskop mempunyai dua fungsi serta manfaat, adapun 2 manfaat mikroskop yaitu sebagai berikut ini: 

Manfaat utama mikroskop 

Manfaat utama mikroskop yaitu agar bisa melihat dan mencermati objek benda dengan bentuk ukuran yang amat kecil yang tidak bisa diliat oleh mata telanjang (mata secara langsung).

Manfaat lainnya 

Manfaat dan kegunaan yang lain dari mikroskop yaitu tidak akan jauh dari manfaat utama. Tujuannya yaitu adanya ketidaksamaan dari beberapa bentuk mikroskop yang tujuan dibuatnya untuk sebuah fungsi yang lebih men-detail/rinci.

Misalnya yaitu seperti ada bentuk mikroskop yang cuma di buat untuk melihat serta mencermati satu bentuk objek mikroskopis saja. Jadi, mikroskop bentuk itu termasuk lebih detil serta rinci.

Bentuk serta beberapa macam Mikroskop 

Mikroskop ada dua bentuk serta jenis yang di ketahui berdasarkan sumber energinya. Adapun 2 jenis bentuk mikroskop yakni diantaranya sebagai berikut ini: 

Mikroskop cahaya 
Sumber: bresser.de
Mikroskop cahaya yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan cahaya sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan dilihat, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis cahaya ini memakai cahaya sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Mikroskop cahaya ini memiliki 3 lensa pembesaran. Adapun 3 lensa pembesaran mikroskop cahaya yaitu diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Lemah (4 kali/10 kali) 
  2. Sedang (40 kali) 
  3. Kuat (100kali) 
Serta lensa okuler mempunyai pembesaran 10 kali. Jadi mikroskop cahaya ini rata-rata memiliki pembesaran yang maksimum sebanyak 1000 kali dari ukuran yang sesungguhnya.

Pada bentuk mikroskop cahaya, ada juga ketidaksamaan pada lensa yang dipunyainya, antara lain seperti: 
  1. Mikroskop cahaya yang cuma memiliki 1 lensa okuler (monokuler) 
  2. Jenis satu lensa okuler (monokuler) ini cuma mampu untuk melihat panjang serta lebar dari objek yang akan diamati. 
  3. Mikroskop cahaya yang memiliki 2 lensa okuler (binokuler) 
  4. Jenis satu lensa okuler (binokuler) atau yang juga dikenal dengan Mikroskop Stereo ini mampu untuk melihat panjang, lebar serta tinggi objek yang akan diamati secara 3 dimensi (3D). 
Mikroskop elektron 

Mikroskop elektron yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan elektron sebagai sumber dayanya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain kalau mikroskop bentuk elektron ini memakai elektron sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Pada mikroskop jenis elektron, magnet dipakai untuk pengganti dari lensa dengan fungsi untuk memusatkan elektron (sumber daya) ke objek. Ada 2 bentuk mikroskop elektron yakni diantaranya sebagai berikut ini:

Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) 
Sumber: jeolusa.com
Mikroskop transmisi elektron (TEM) bekerja lewat cara menembuskan elektron pada objek yang akan diamati serta deskripsi dari objek yang akan diamati akan tampak di monitor.

Mikroskop Elektron Scanning 
Sumber: pik-instruments.pl
Mikroskop Elektron Scanning bekerja lewat cara memberikan deskripsi permukaan, jaringan serta susunan objek yang diamati serta dapat menghadirkan deskripsi objek yang akan diamati itu dengan deskripsi 3 dimensi (3D).

Benda atau objek yang akan diamati dengan mikroskop mesti mempunyai ukuran yang kecil serta tipis hingga bisa ditembus cahaya.

Bagian-bagian mikroskop 

Sisi mekanik 

Di bagian mekanik terdiri dari:

Kaki mikroskop

Kaki mikroskop yaitu sisi yang berperan untuk menyokong mikroskop.

Pilar (sendi inklinasi) 

Pilar atau sendi inklinasi yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung pada kaki dengan lengan mikroskop.

Pengatur kondensor 

Pengatur kondensor yaitu sisi yang berperan untuk menambah serta menurunkan kondensor.

Kondensor 

Kondensor yaitu sisi yang berperan untuk memfokuskan cahaya ke benda yang tengah diamati.

Lengan mikroskop 

Lengan mikroskop yaitu sisi yang berperan sebagai pegangan mikroskop.

Engsel penggerak 

Engsel penggerak yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop.

Meja preparat 

Meja preparat yaitu sisi yang berperan untuk menempatkan preparat yang akan diamati.

Penjepit preparet (pemegang sendiaan) 

Penjepit preparet atau pemegang sendiaan yaitu sisi yang berperan untuk menjepit preparet yang akan diamati supaya tidak bergeser.

Tabung 

Tabung yaitu sisi yang berperan untuk menghubungkan antara lensa objektif serta lensa okuler.

Revolver 

Revolver yaitu sisi yang berperan untuk meletakkan lensa objektif.

Sekrup pemutar kasar 

Sekrup pemutar kasar yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.

Sekrup pemutar halus 

Sekrup pemutar halus yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung ke arah atas serta bawah secara lambat. Alat ini digunakan bila objek sudah terfokus dengan memutar pemutar kasar.

Sisi optik 

Di bagian optik terdiri dari:

Dua buah cermin 

Dua cermin yaitu satu cermin datar serta satu cermin cekung. Manfaat cermin yaitu untuk mencari, menyatukan serta mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang serta cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang.

Diafragma 

Manfaat diafragma yaitu mengatur banyak sekurang-kurangnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.

Lensa objektif 

Manfaat lensa objektif yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat pada revolver.

Lensa okuler 

Manfaat lensa okuler yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat di bagian atas tabung.

Cara memakai mikroskop 

Cara pemakaian mikroskop yaitu antara lain sebagai berikut ini:

Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran 

Cara untuk menghasilkan lapang pandang yaitu dengan mengatur cermin sembari melihat lensa okuler supaya sinar masuk ke diafragma, hingga menghasilkan pemantulan yang maksimal. Sisi yang terang berupa bulat diberi nama lapang pandang.

Mengatur konsentrasi mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah 

Tempatkan prepared diatas meja preparet, dijepit dengan penjepit sembari mencermati mikroskop dari samping tabung mikroskop di turunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati sampai lensa objektif tidak menyentuh preparat. Lantas lihatlah lewat lensa okuler serta dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop hingga objek tampak jelas.

Setelah objek terlihat, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang hingga mendapat bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop didapat lewat cara mengalihkan angka pada lensa objektif dengan angka yang tercantum pada lensa okuler. Umpamanya 5x lensa objektif serta 10x lensa okuler, perbesaran yang dihasilkan sebesar 50x.

Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) 

Untuk mendapatkan bayangan, bisa dilakukan dengan merubah lensa objektif yang mempunyai perbesaran lemah dengan yang kuat. Umpamanya lensa objektif perbesaran 5x bisa ditukar dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver hingga terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang supaya didapat objek yang lebih jelas.

Mengatur mikroskop dengan posisi disimpan 

Sesudah mikroskop selesai dipakai, susunlah mikroskop dengan posisi siap disimpan lewat cara sebagai berikut ini:
  1. Tabung mikroskop dinaikkan. 
  2. Preparet di ambil. 
  3. Lensa objektif terlemah di turunkan serendah-rendahnya diputar persis hingga lubang meja mikroskop. 
  4. Diafragma ditutup kembali. 
  5. Kondensor di turunkan serta cermin dalam posisi tegak. 
  6. Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikroskop serta topeng kaki mikroskop dengan tangan kiri lantas masukkan ke tempatnya serta dikunci.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Mikroskop di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Mikroskop. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. materibelajar.id 

Pengertian Design Grafis : Prinsip Dan Unsur Desain Grafis



Pengertian Design Grafis

Desain diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, serta beragam pencapaian kreatif yang lain. Dalam satu kalimat, kata “desain” dapat dipakai baik sebagai kata benda ataupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” mempunyai arti “proses untuk bikin serta membuat object baru”. Sebagai kata benda, “desain” dipakai untuk menyebutkan hasil akhir dari satu proses kreatif, baik itu berwujud satu gagasan, proposal, atau berupa object riil.

Grafika yaitu semua langkah pengungkapan serta perwujudan berbentuk huruf, tanda, serta gambar yang diperbanyak lewat proses percetakan manfaat di sampaikan pada khalayak. Misalnya yaitu photo, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, lambang, design geometris, peta, gambar tehnik, dan sebagainya. Kerapkali berbentuk gabungan teks, ilustrasi, serta warna.

Desain grafis yaitu sebuah bentuk komunikasi visual yang memakai gambar untuk mengemukakan informasi atau pesan seefektif mungkin saja. Dalam disain grafis, teks juga dikira gambar lantaran adalah hasil abstraksi beberapa lambang yang dapat dibunyikan. disain grafis diaplikasikan dalam disain komunikasi serta fine art. Seperti bentuk design yang lain, disain grafis bisa mengacu pada proses pembuatan, metoda membuat, product yang dibuat (rancangan), maupun disiplin pengetahuan yang dipakai (disain).

Pemodelan yaitu membuat sebuah benda-benda atau object. Bikin serta mendesain object itu hingga tampak seperti hidup. Sesuai sama object serta basisnya, proses ini secara keseluruhnya ditangani di computer. Lewat ide konsep serta proses design, keseluruhnya object dapat dipertunjukkan secara 3 dimensi, hingga banyak yang menyebutkan hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D jenisling).

Desain pemodelan grafis yaitu sebuah pengetahuan yang pelajari mengenai bikin serta membuat object baru berbentuk seni terapan, arsitektur, serta beragam pencapaian kreatif yang lain yang direkayasa piranti lunak adalah sebuah hal yang dikerjakan di bagian awal untuk pembuatan, penyimpanan, serta manipulasi jenis serta citra.

Unsur-Unsur Desain Grafis

Supaya design yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang perlu dipelajari yakni unsur dalam design grafis. Seluruh unsur itu tidak mesti dimasukkan sekalian dalam satu karya design lantaran ada beberapa design yang menuntut satu diantara unsur itu mesti diutamakan jadi ada penekanan-penekanan dalam tiap unsur.

  • Garis (Line) 

Satu garis yaitu unsur design yang menghubungkan pada satu titik poin dengan titik poin yang lain hingga dapat berupa gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis yaitu unsur mendasar untuk bangun bentuk atau konstruksi design. Didalam duni a komunikasi visual kerapkali kita memakai dotted line, solid line, serta garis putus-putus.

  • Bentuk (Shape) 


Bentuk yaitu segalanya yang mempunyai diameter tinggi serta lebar. Bentuk mendasar yang di kenal orang yaitu kotak (rectangle), lingkaran (circle), serta segitiga (triangle).

  • Struktur (Texture) 


Struktur yaitu penampilan permukaan (corak) dari sebuah benda yang bisa dinilai lewat cara diliat atau diraba. Yang pada prakteknya, struktur kerap digolongkan sebagai corak dari sebuah permukaan benda, umpamanya permukaan karpet, pakaian, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, serta lain sebagainya.

  • Ruangan (Space) 

Ruangan adalah jarak pada sebuah bentuk dengan bentuk yang lain, pada praktik design bisa jadikan unsur untuk berikan dampak estetika design serta dinamika design grafis. Berbentuk fisiknya pengidentifikasian ruangan dikelompokkan jadi dua unsur, yakni object (profile) serta latar belakang (latar belakang).

  • Ukuran (Size) 

Ukuran yaitu unsur lain dalam design yang mendeskripsikan besar kecilnya sebuah object. Dengan memakai unsur ini Anda bisa membuat kontras serta penekanan (emphasis) pada object design anda hingga orang bakal tahu mana yang bakal diliat atau di baca terlebih dulu.

  • Warna (Color) 

Warna adalah unsur perlu dalam object design. Lantaran dengan warna orang dapat menghadirkan jati diri, mengemukakan pesan atau membedakan karakter dari bentuk-bentuk bentuk visual secara terang

Prinsip Desain Grafis

Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.

  • Kesederhanaan 


Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

  • Keseimbangan


Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu:

  1. Keseimbangan formal (simetris)  
  2. Keseimbangan informal.

Untuk menciptakan keseimbangan:


  1. Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
  2. Pusat elemen pada halaman.
  3. Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
  4. Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
  5. Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
  6. Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap. 
  7. Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.

  • Kesatuan

Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Untuk membuat persatuan:


  1. Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  2. Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  3. Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
  4. Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
  5. Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.
  6. Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.

  • Penekanan (aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Untuk membuat penekanan:


  1. Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
  2. Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
  3. Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
  4. Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
  5. Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
  6. Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
  7. Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

  • Irama (repetisi)


Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Untuk membuat rhythm:


  1. Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
  2. Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme yang progresif.
  3. Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
  4. Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
  5. Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
  6. Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan seperti newsletter.

  • Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.