Showing posts sorted by relevance for query fungsi enzim. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fungsi enzim. Sort by date Show all posts
27 March 2017

Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim

Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim. Pengertian Enzim, Fungsi Enzim, Sifat Enzim, Berbagai Macam Enzim, dan Penjelasan Lengkap mengenai segala hal yang berkaitan dengan Enzim.

Pengertian Enzim 

Sumber: wikiwand.com
Enzim yaitu satu biomolekul yang berbentuk protein serta berupa bulat. Enzim terbagi dalam satu atau lebih rantai polipeptida.

Enzim ini akan merubah senyawa serta mempercepat proses reaksi dengan merubah molekul awal yang dikenali serta diikat secara khusus oleh enzim (substrat) jadi molekul lain (product). Kekuatan enzim untuk mengaktifkan senyawa lain lewat cara khusus disebut juga dengan biokatalisator.

Ikatan enzim dengan substrat yaitu satu ikatan yang khusus, jadi cuma enzim-enzim spesifik yang bisa mengikat substrat tertentu. Kemudian barulah substrat itu aktif serta barulah terbentuk perubahan kimiawi.

Secara umum, Pengertian Enzim yaitu molekul protein kompleks yang dihasilkan dari sel hidup yang berperan sebagai katalisator dalam proses kimia dalam tubuh makhluk hidup.

Enzim tidak bisa bereaksi namun cuma bisa mempercepat proses reaksi, namun susunan enzim tidak berubah baik itu saat sebelum dan setelah reaksi, dengan hal tersebut, enzim tidak memengaruhi keseimbangan reaksi dalam peranannya.

Enzim disentetis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif (zimogen) lantas diaktifkan pada lingkungan dengan keadaan yang baik/tepat. Susunan Enzim yang tersusun jadi dua sisi yang sama-sama berpasangan yakni apoenzim serta gugus prostetik diantaranya sebagai berikut ini:

Apoenzim 
Sumber: jenerik.xyz
Apoenzim yaitu sisi protein enzim yang sifatnya tidak tahan panas, serta berperan sebagai penentu kekhususan dari enzim. Misalnya: dari substrak yang sama bisa jadi senyawa berbeda yang tergantung dari enzimnya

Koensim 
Sumber: bitkiselkremler.net
Koensim yaitu ko-faktor molekul organik kecil yang tahan panas dan memiliki kandungan ribosa serta fosfat dan larut di air. Koensim bisa disebut juga dengan gugus prostetik jika terikat oleh apoenzim, namun koenzim gampang terpisah dari apoenzim.

Manfaat koenzim yaitu sebagai penentu karakter serta reaksinya. Misalnya: Koensim NADP (Nicotiamida adenin Denukleotid Phosfat), reaksinya yaitu dehidrogenase. Dalam soal ini NADP berperan sebagai akseptor hidrogen/penerima.

Macam-Macam Enzim 

Macam-Macam Enzim Berdasarkan Penggolongannya

Golongan Enzim Karbohidrase 
Sumber: trobos.com
  1. Enzim Amilase yaitu enzim yang bertindak merubah amilum/polisakarida jadi senyawa maltosa yakni senyawa disakarida. 
  2. Enzim Sukrase yaitu enzim yang bertindak merubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa 
  3. Enzim Laktosa yaitu enzim yang bertindak merubah senyawa laktosa jadi glukosa serta galaktosa 
  4. Enzim Maltosa yaitu enzim yang bertindak serta berperan mengurai maltosa jadi senyawa glukosa 
  5. Enzim Selulosa yaitu enzim yang bertindak mengurai selulosa/polisakarida jadi senyawa selabiosa atau disakarida 
  6. Enzim Pektinase yaitu enzim yang bertindak atau berperan merubah petin jadi senyawa asam pektin 
Golongan Enzim Protease 
Sumber: jokowarino.id
  1. Enzim tripsin yaitu enzim yang berperan mengurai pepton jadi senyawa asam amino 
  2. Enzim peptidase yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi senyawa peptide jadi senyawa asam amino 
  3. Enzim renin yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi senyawa kasein serta susu 
  4. Enzim galaktase yaitu enzim yang bertindak mengurai senyawa gelatin 
  5. Enzim entrokinase yaitu enzim yang berperan dalam mengurai senyawa pepton jadi sentawa asam amino 
  6. Enzim pepsin yaitu enzim yang bertindak dalam memecah senyawa protein jadi asam amino 
Golongan Enzim Esterase 
  1. Enzim lipase yaitu enzim yang bertindak atau berperan dalam mengurangi lemak jadi senyawa gliserol serta asam lemak. 
  2. Enzim fostatase yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi ester serta mendorong pelepasan asam fosfor. 
Macam-Macam Enzim Berdasarkan Proses Metabolisme atau Tipe Reaksi Kimia yang Dikatalis 
  1. Enzim katalase yaitu enzim yang berperan dalam membantu merubah hidrogen peroksida jadi H2O (air) serta O2 (Oksigen) 
  2. Enzim oksidase yaitu enzim yang berperan mempercepat penggabungan oksigen (O2) pada substrat spesifik yang sewaktu bersamaan juga mereduksikan oksigen (O2), hingga membentuk air (H2O). 
  3. Enzim hidrase yaitu enzim yang berperan memberi atau mengurangi air (H2O) dari senyawa spesifik tanpa mengakibatkan terurainya senyawa yang berkaitan. Misalnya: akonitase, fumarase, serta enolase. 
  4. Enzim dehidrogenase yaitu enzim yang berperan dalam memindahkan hidrogen dari sebuah zat ke zat yang lain. 
  5. Enzim transphosforilase yaitu enzim yang berperan dalam memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul yang lain yang dibantu oleh ion Mg2+. 
  6. Enzim karbosilase yaitu enzim yang berperan dalam merubah asam organik secara bolak balik. Misalnya: merubah asam piruvat jadi asetaldehida yang dibantu oleh karbosilase piruvat 
  7. Enzim desmolase yaitu enzim yang berperan dalam membantu perpindahan/penggabungan ikatan karbon. Contoh: aldolase diubah dalam pemecahan fruktosa jadi gliseraldehida serta dehidroksiaseton 
  8. Enzim peroksida yaitu enzim yang berperan dalam membantu oksidasi senyawa fenolat, sedangkan dari oksigen yang dipakai, di ambil dari H2O2. 
Macam-Macam Enzim Pencernaan Manusia dan Fungsinya 

Enzim dalam pencernaan manusia ada dalam beberapa organ tubuh yang menghasilkan enzim, yakni mulut, lambung, usus halus, serta pankreas.

Macam-Macam Enzim Mulut 
  • Enzim ptialin berperan dalam merubah amilum jadi maltosa 
Macam-Macam Enzim Lambung 
  • Enzim renin berperan merubah kasionogen jadi kasein (protein susu) serta mengendapkan kasein susu 
  • Enzim pepsin berperan dalam merubah protein jadi pepton 
  • Enzim lipase gastrik berperan dalam merubah trigliserida jadi asam lemak 
Macam-Macam Enzim Usus Halus 
  • Enzim maltase berperan dalam merubah maltosa jadi glukosa 
  • Enzim laktase berperan dalam merubah laktosa jadi glukosa serta galaktosa 
  • Enzim lipase berperan dalam merubah lemak jadi asam lemak serta gliserol 
  • Enzim peptidase berperan dalam merubah polipeptida jadi asam amino 
  • Enzim enterokinase berperan dalam merubah tripsinogen jadi tripsin 
  • Enzim sukrase berperan dalam merubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa 
Macam-Macam Enzim Pankreas 
  • Enzim amilase berperan dalam menguraikan amilum jadi maltosa atau disakarida 
  • Enzim tripsin berperan dalam merubah pepton (protein) jadi asam amino 
  • Enzim lipase pankreas berperan dalam melakukan imulsi lemak jadi asam lemak serta gliserol 
  • Enzim karbohidrase berperan dalam mengolah amilum jadi maltosa atau disakarida lainnya 

Fungsi Enzim 

Manfaat Enzim yaitu sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya laju satu reaksi. Di dalam tubuh manusia, enzim berperan untuk memperlancar proses pencernaan. Diawali dari:

Mulut
Sumber: riauaktual.com
  • Enzim Amilase, ada di dalam saliva (air ludah), dihasilkan oleh kelenjar parotis (kelenjar ludah) serta pankreas. Manfaat untuk merubah amilum jadi maltosa (molekul yang lebih sederhana). Misalnya bila kita makan nasi serta mengunyahnya selama 3 menit atau lebih, kita dapat merasakan rasa manis. Hal itu terjadi lantaran ada dampak dari enzim amilase 
Lambung
Sumber: wahanaguru.blogspot.co.id/
  • Enzim Renin, ada di dalam lambung, kerjanya dibantu oleh HCl (asam) lambung. Manfaat untuk merubah kaseinogen jadi kasein. 
  • Enzim Pepsin, ada di dalam lambung, kerjanya dibantu oleh HCl (asam) lambung. Manfaat untuk merubah protein jadi pepton, proteosa serta polipeptida. 
  • Enzim Lipase, berperan dalam merubah trigliserida jadi asam lemak 
Usus Halus
Sumber: budisma.net
  • Enzim Laktase, manfaat merubah laktosa jadi galaktosa serta glukosa 
  • Enzim Maltase, manfaat merubah maltosa (hasil dari kerja Amilase disaliva) jadi glukosa 
  • Enzim Lipase, manfaat merubah lemak jadi gliserol serta asam lemak 
  • Enzim Enterokinase, manfaat merubah tripsinogen jadi tripsin 
  • Enzim Peptidase, manfaat merubah polipeptida (hasil dari kerja Tripsin dipankreas) jadi asam amino (protein yang diserap ke dalam darah) 
  • Enzim Sukrase, manfaat merubah sukrosa (didapat dari mengkonsumsi buah-buahan seperti tebu dan lain-lain) jadi fruktosa serta glukosa 
Pankreas
Sumber: artikelsiana.comartikelsiana.com
  • Enzim Tripsin, manfaat merubah protein jadi polipeptida 
  • Enzim Lipase, manfaat merubah lemak jadi asam lemak serta gliserol (supaya bisa diolah) 
  • Enzim Amilase, manfaat merubah amilum jadi maltosa atau disakarida 
  • Enzim Karbohidrase, manfaat mengolah amilum jadi maltosa
Sifat Enzim 
  1. Enzim cuma disintesis oleh sel serta di dalam sel 
  2. Enzim ini memiliki tempat spesial di dalam sel, umpamanya enzim pada siklus Krebs terdapat di dalam matriks ekstraseluler, sedangkan enzim pada proses glikolisis terdapat pada sitoplasma sel 
  3. Enzim cuma akan diproduksi atau di sintesis bila sel mempunyaui gen untuk enzim tersebut 
  4. Suhu enzim yaitu sama juga dengan sel, kecepatan laju reaksi yang dikatalisis oleh enzim bertambah bersamaan dengan peningkatan suhu. Pada suhu yang sangat tinggi enzim akan mengalami denaturasi. 
  5. Sedangkan pada suhu 0 derajat celsius, enzim jadi tidak aktif. 
  6. Tingkat keasaman enzim pada lingkungan sekitarnya yaitu netral (tidak asam ataupun basa). 
  7. Pada saat pH sangat asam ataupun sangat basa, enzim jadi kurang aktif. 
  8. Makin tinggi konsentrasi enzim, reaksi akan bertambah sampai batas-batas tertentu 
  9. Kecepatan laju reaksi akan bertambah apabila konsentrasi subtrat bertambah pula 
  10. Enzim amat spesifik akan ikatannya pada molekul 
  11. Enzim tidak merubah sebuah tetapan proses reaksi, akan tetapi cuma mempercepat tercapainya tetapan tersebut 
  12. Enzim bisa mempercepat proses laju reaksi 107 – 1013 kali 
  13. Enzim memiliki karakter biokatalisator. Katalis yakni kapabilitas memindahkan atau membawa sebuah senyawa/molekul ke kondisi yang lain 
  14. Secara umum, enzim memiliki empat karakter khas, yang mana suatu hal bisa disebut juga dengan enzim bila memiliki empat karakter berikut ini, yang terbagi dalam: 
Protein

Semua karakter protein yaitu sama juga dengan enzim, akan tetapi karakter enzim tidak berlaku untuk protein. Oleh sebab itu nyaris lebih dari separuh jumlah protein di dalam sel adalah enzim.

Katalis

Enzim adalah katalis yang bisa merubah laju reaksi, dengan tanpa ikut bereaksi. Kegiatan enzim bisa di atur. Enzim dapat meningkatkan laju reaksi pada keadaan yang umum, yakni dari tekanan, suhu, serta pH. Tingkat katalisasi yang didapatkan dari enzim juga lebih tinggi di banding katalis umum dalam segi peningkatan laju reaksinya.

Aktif

Molekul yang awalannya hanya substrat diaktifkan jadi product oleh enzim. Molekul yang teraktivasi ini akan mengalami kenaikan dalam sisi energi kinetiknya.

Spesifik

Enzim spesifik cuma dapat mengikat substrat spesifik (khusus) juga, hingga barulah terjadi pengaktifan substrat serta perubahan kimiawi juga terjadi pada molekul atau senyawa yang diikat.

Struktur Enzim

Enzim disebut juga dengan Holoenzim, yang terbagi jadi dua, yakni apoenzim serta kofaktor.
Apoenzim adalah penyusun paling utama enzim, yakni sisi enzim aktif yang terdiri atas protein yang miliki sifat tidak stabil serta mudah berubah.

Hingga diperlukan kofaktor untuk melindungi fungsi enzim tetap normal. Kofaktor adalah satu komponen berbentuk molekul yang miliki sifat nonprotein. Kofaktor dapat memiliki ikatan yang kuat ataupun lemah pada protein enzim.

Bila kofaktor memiliki ikatan yang kuat dengan protein enzim, disebut juga dengan prostetik. Bila kofaktor terdiri atas molekul organik nonprotein yang terikat secara tidak kuat/renggang pada protein enzim, maka disebut juga dengan koenzim.

Kofaktor terbagi jadi dua lagi, yakni molekul organik serta non-organik. Molekul organik (koenzim) misalnya yaitu Vitamin. Sedangkan molekul non-organik (ion logam) misalnya yaitu Fe+2, Mn+2

Akan tetapi, perlu untuk di ketahui, kalau tidak seluruh enzim mempunyai susunan yang komplit (mempunyai apoenzim serta kofaktornya). Misalnya saja seperti enzim ribonuklease pankreas yang cuma terdiri atas polipeptida saja, serta tidak memiliki kandungan gugus kimiawi lain.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Enzim di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Enzim. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. lahiya.id 
18 May 2017

Pengertian, Fungsi, dan Struktur Pankreas

Pengertian, Fungsi, dan Struktur Pankreas. Pengertian Pankreas, Fungsi Pankreas, dan Struktur Pankreas.

Pengertian Pankreas 

Sumber: alodokter.com
Pankreas yaitu kelenjar dengan panjang 12-15 cm serta lebar 4 cm yang terdapat pada perut serta mempunyai 2 peranan paling utama, yakni menghasilkan enzim pencernaan (Fungsi Eksokrin) serta Menghasilkan hormon (Fungsi Endokrin). Pankreas terdapat pada perut atas memanjang ke arah kiri, serta sisi kepalanya terlihat melekat pada duodenum (Usus 12 jari) jika digambarkan.

Beberapa Sisi Pankreas 

Sumber: bestrong.org.gr
  • Pankreas dibagi jadi 4 sisi paling utama, yakni kepala, leher, tubuh, serta ekor:
  • Kepala Pankreas yaitu sisi yang tampak melekat pada usus halus, Kepala adalah sisi terluas dari pankreas. 
  • Leher Pankreas adalah sisi pankreas yang panjangnya kurang lebih 2,5 cm serta terdapat di antara kepala serta tubuh. 
  • Tubuh Pankeras, yakni sisi pankreas yang terdapat di antara leher serta ekor, disebut juga dengan sisi yang paling penting dari pankreas. 
  • Ekor Pankreas adalah sisi meruncing yang terdapat pada perut kiri, ekor adalah sisi paling akhir dari tubuh pankreas. 
Saluran Pankreas (Duktus Pankreatikus), adalah saluran dari pankreas yang akan menyatu dengan duktus koledukus (saluran empedu) serta akan bermuara di duodenum (Usus 12 jari). Saluran pankreas akan mengeluarkan beragam enzim dari pankreas untuk membantu system pencernaan.

Fungsi Pankreas 

Pankreas adalah organ Eksokrin serta Organ Endokrin hingga mempunyai 2 Peranan Paling utama, yaitu sebagai berikut ini:

Pankrean Sebagai Organ Eksokrin 

Sumber: tabloidbekam.wordpress.com
Saat makanan mulai keluar dari lambung menuju ke usus halus pertama atau duodenum, duodenum akan menghasilkan hormon Kolesistokinin yang akan merangsang pankreas untuk mengeluarkan enzim-enzimnya (getah pankreas) lewat duktus pankreatikus tadi.

Getah Pankreas atau enzim-enzim pencernaan tadi dihasilkan oleh Asini yang disebut sebagai himpunan sel pankreas. Beberapa Kandungan Getah Pankreas antara Lain:

NaCHO3 yaitu adalah cairan yang berperan memberikan kondisi basa pada makanan yang masuk ke duodenum, lantaran makanan yang datang dari lambung punya sifat asam akibat dampak asam lambung.

Jika makanan ini terus punya sifat asam ketika melalui usus maka bisa melukai dinding usus. Tidak hanya itu kondisi asam dapat juga mengakibatkan enzim lain dari getah pankreas tidak aktif.

Lipase Pankreas, adalah enzim yang berperan untuk memecah lemak jadi asam lemak + Gliserol. Tidak hanya bertindak dalam pencernaan lemak, Lipase dapat juga mengatur simpanan lemak supaya tidak terlalu berlebihan dalam tubuh.

Tripsinogen, adalah komponen Proteinase (Pemecah) protein yang belum aktif, Saat aktif, dia akan berubah jadi Enzim Tripsin serta berperan untuk memecah pepton jadi beberapa asam amino.

Amilase Pankreas yaitu Enzim yang berperan mengubah Amilum yang disebut sebagai poliksarida jadi Monosakarida (zat gula paling sederhana). Hal semacam ini dilakukan lantaran tubuh cuma dapat menyerap gula dalam bentuk monosakarida.

Enzim Karbohidrase Pankreas, adalah enzim yang berperan untuk memecah gula pada makanan. Beragam enzim ini berperan memecah disakarida jadi 2 monosakarida (bentuk gula paling simpel). Hal semacam ini dilakukan lantaran tubuh cuma dapat menyerap gula dalam bentuk monosakarida. Contoh Enzim Karbohidrase Pankreas yaitu maltase, laktase, sukrase, dan lain-lain.

Rangkuman: 

Pankreas mempunyai banyak peran sebagai organ Eksokrin, tetapi secara gari besar bisa dibagi jadi 2 peran paling utama:
  • Pankreas berperan untuk menetralisir pH makan yang masuk ke duodenum supaya ada dalam kondisi basa. Maksudnya yaitu supaya makanan tidak punya sifat asam, lantaran makanan yang punya sifat asam bisa melukai dinding usus, serta bisa membuat enzim pankreas lain tidak berfungsi 
  • Pankreas berperan untuk menghasilkan beragam enzim yang bisa mengolah makanan yang masuk ke usus halus. Enzim-enzim ini mempunyai fungsi masing-masing tetapi secara keseluruhnya mereka berperan untuk memecah molekul kompleks jadi molekul yang lebih sederhana supaya bisa diserap oleh badan 

Pankrean Sebagai Organ Endokrin 

Sumber: dosenbiologi.com
Pada Pankreas manusia terdapat pulau langerhans yang menjalani fungsi Endokrin dari pankreas. Pulau Langerhans ini adalah kelompok sel-sel kecil yang menyebar di semua pankreas, kaya akan pembuluh darah serta menyusun 1-2% dari semua massa pankreas.

Pulau Langerhans terdiri atas 4 jenis sel, serta tiap sel menghasilkan hormon yang tidak sama, serta tiap hormon ini mempunyai peranan yang tidak sama juga. 4 sel tersebut yaitu:
  • Sela Alfa Pankreas, adalah sel yang berperan untuk menghasilkan Hormon Glukagon. Hormon Glukagon berperan untuk meningkatkan kandungan gula dalam darah, serta memecah cadangan gula dalam hati lantas membawanya ke darah. 
  • Sel Beta Pankreas, adalah sel yang berperan untuk menghasilkan hormon Insulin. Hormon Insulin berperan untuk menurunkan kandungan gula dalam darah, jika kandungan gula dalam darah berlebihan, maka insulin akan menyimpan gula berlebih itu dalam hati. Jika hormon insulin tidak ada, atau sedikit orang itu akan terserang penyakit diabetes militus. 
  • Sel F Pankreas (Sel Gamma Pankreas), adalah sel yang berperan menghasilkan Polipeptida pankreas. Polipeptida ini bisa berperan untuk memperlambat penyerapan makanan, tetapi fungsi intinya masih tetap belum di ketahui. 
  • Sel Delta Pankreas, adalah sel yang berperan untuk menghasilkan somatostatin. Hormon Somatostatin berperan untuk menghambat sekresi Glukagon oleh sela Alfa pankreas, serta menghambat sekresi Insulin oleh sel beta pankreas, dan menghambat produksi polipeptida oleh Sel F pankreas. Intinya Hormon Somatostatin akan menghambat sekresi sel yang lain. 
Kesimpulan:

Pankreas sebagai Organ Endokrin berperan untuk Mengontrol kandungan gula (Glukosa) di dalam darah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Struktur Pankreas, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pankreas di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pankreas. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
29 March 2017

Pengertian dan Proses Metabolisme

Pengertian dan Proses Metabolisme. Pengertian Metabolisme, Proses Metabolisme, Fungsi Metabolisme, Metabolisme dalam Tubuh Manusia, Jenis-Jenis Metabolisme, Beragam Macam Metabolisme, Metabolisme Karbohidrat, Metabolisme Lemak, dan Metabolisme Protein.

Pengertian Metabolisme 

Sumber: cosmopolitan.co.id
Metabolisme yaitu sebuah proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme yaitu pertukaran zat atau organisme dengan lingkungannya. Istilah Metabolisme datang dari bahasa Yunani, yakni dari kata metabole yang memiliki arti perubahan.

Hingga dapat dikatakan kalau metabolisme yaitu makhluk hidup memperoleh, memproses serta merubah sebuah zat lewat proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya. Metabolisme terdiri atas beberapa bentuk bersumber pada dua arah lintasan metabolic diantaranya sebagai berikut ini:

Beberapa Jenis Metabolisme 

Katabolisme yaitu penguraian sebuah zat ke partikel yang lebih kecil untuk diubah jadi energi.
Anabolisme yaitu reaksi untuk merangkai senyawa organik yang datang dari molekul-molekul spesifik untuk diserap oleh tubuh.

Proses Metabolisme 

Dalam tubuh ada 3 proses metabolisme yang paling utama diantaranya sebagai berikut ini:

Proses Metabolisme Karbohidrat 
Sumber: ebiologi.com
Metabolisme berjalan dalam organisme secara mekanis serta kimiawi. Metabolisme terbagi dalam dua proses yakni anabolisme sebagai pembentukan molekul serta katabolisme sebagai penguraian molekul.

Proses metabolisme karbohidrat Makanan diolah, lantas karbohidrat mengalami proses hidrolisis atau penguraian dengan memanfaatkan molekul air yang mengurai polisakarida jadi monosakarida. Sewaktu makanan dikunyah, makanan akan bercampur air liur yang memiliki kandungan enzim ptialin (sebuah a amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).

Enzim ini menghidrolisis pati (satu diantara polisakarida) jadi maltosa serta gugus glukosa kecil dengan terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan dalam waku singkat ada dalam mulut dengan ada tidak lebih 3-5% dari pati yang sudah terhidrolisis pada saat makanan ditelan.

Ptialin bisa berlangsung terus-terusan memecah makanan jadi maltosa sepanjang 1 jam sesudah makanan memasuki lambung, dan sewaktu isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.

Selanjutnya kegiatan ptialin dihambat oleh zat asam yang diekskresikan oleh lambung. Hal itu bisa terjadi lantaran ptialin adalah enzim amilase yang tidak aktif pada PH medium turun di bawah 4,0.

Sesudah makan dikosongkan dari lambung serta masuk ke duodenum (usu dua belas jari), makanan lantas akan bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum dipecah akan diolah oleh amilase yang berperan sama juga dengan a-amilase pada air liur yakni sebagai pemecah pati menajdi maltosa serta polimer glukosa kecil yang lain.

Tetapi, pati biasanya nyaris seutuhnya di ubah jadi maltosa serta polimer glukosa kecil saat sebelum melewati lambung. Hasil akhir proses pencernaan yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa serta monosakarida yang lain. Senyawa-senyawa lantas diabsorpsi lewat dinding usus di bawah ke hati oleh darah.

Proses Metabolisme Protein 
Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Protein makanan, beberapa ada pada daging serta sayur-sayuran. Protein diolah di dalam lambung memakai enzim pepsin yang aktif pada pH 2-3. Pepsin bisa mengolah seluruh bentuk protein pada makanan yang mencerna kolagen.

Kolagen yaitu bahan mendasar yang paling utama dalam jaringan ikat pada kulit serta tulang rawan. Dari mulai proses pencernaan protein, pepsin mencakup 10-30% dari pencernaan protein keseluruhan. Pada proses ini, pemecahan protein adalah proses hidrolisis pada rantai polipeptida.

Proses pencernaan protein beberapa terjadi di usus dengan bentuk yang sudah berubah yakni proteosa, pepton, serta polipeptida besar.

Sesudah memasuki usus, beberapa produk yang sudah pecah beberapa akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah dampak enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin, serta peptidase. Baik tripsin ataupun kimotripsin memecah molekul protein jadi polipeptida kecil. Lantas peptidase melepas asam-asam amino.

Asam amino yang ada di dalam darah bersumber dari penyerapan lewat dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel, serta hasil protein sintetis asam amino dalam sel, serta hasil sintetis asam amino dalam sel.

Asam amino yang disentetis dalam sel ataupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati lantas di bawah darah untuk dipakai dalam jaringan. Pada hal semacam ini, hati berperan sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, tetapi akan dirombak dalam hati jadi senyawa yang memiliki kandungan unsur N, seperti NH3 (amonia) serta NH4OH (amonium hidroksida), dan senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N.

Senyawa memiliki kandungan unsur N disentesis jadi urea. Pembentukan urea yang berlangsung dalam hati lantaran beberapa sel hati bisa menghasilkan enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh, hingga diangkut bersama beberapa zat yang lain menuju ginjal, lantas di keluarkan lewat urin.

Demikian sebaliknya terjadi, pada senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N disentetis kembali jadi bahan baku karbodihdrat serta lemak, hingga bisa dioksidasi dalam tubuh supaya menghasilkan daya atau energi.

Proses Metabolisme Lemak 
Sumber: slideshare.net
Pencernaan lemak terjadi dalam usus, lantaran usus memiliki kandungan enzim lipase. Proses metabolisme lemak yaitu lemak keluar dari lambung, masuk ke usus dengan menyebabkan ransangan pada hormon kolesistokinin.

Hormon ini mengakibatkan kantung empedu berkontraksi dengan mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Dalam empedu ada garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Emulsi lemak yaitu pemecahan lemak yang memiliki ukuran besar jadi butiran lemak memiliki ukuran lebih kecil.

Lemak memiliki ukuran lebih kecil yaitu trigeliserida yang teremulsi berfungsi mempermudah hidrolisis lemak oleh lipase dari hasil pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi jadi kombinasi asam lemak serta monogliserida (gliserida tnggal).

Pengeluaran cairan pankreas didesain oleh hormon sekretin yang berfungsi dalam meningkatkan jumlah senyawa penghantar listrik (elektrolik) serta cairan pankreas dan pankreoenzim dengan peran merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Kurang lebih 70% absorpsi hasil pencernaan lemak terjadi dalam usus halus. Asam lemak serta monogliserida di absorpsi lewat beberapa sel mukosa yang ada pada dinding usus, lantas keduanya diubah kembali jadi lemak trigliserida berupa partikel-partikel kecil. Jaringan lemak ketika diperlukan, timbunan lemak kemudian diangkut menuju hati.

Fungsi Proses Metabolisme 

Sumber: plus.google.com
Proses metabolisme mempunyai peranan penting untuk makhluk hidup diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Untuk mendapatkan energi kimia berbentuk ATP, hasil dari degradasi beberapa zat makanan kaya energi yang datang dari lingkungan 
  2. Sebagai pengubah molekul beberapa zat makanan (nutrisi) jadi perkursor unit pembangun untuk biomolekul sel 
  3. Sebagai penyusun unit-unit pembangun jadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida, serta komponen sel lain. 
  4. Sebagai pembentuk serta perombak biomolekul
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Proses Metabolisme, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Proses Metabolisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Metabolisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak. Pengertian Lemak, Fungsi Lemak, Beragam Macam Jenis Lemak, Sifat-Sifat Lemak, dan Proses Metabolisme Lemak.

Tubuh manusia memerlukan daya untuk melakukan seluruh kegiatan tiap harinya. Lemak adalah satu diantara sumber daya yang kita gunakan untuk berbagai macam hal itu, dan untuk memahami lebih lanjut mengenai lemak, langsung saja kita bahas sama-sama, ya.

Pengertian Lemak

Sumber: dosenpendidikan.com
Lemak yaitu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), serta Oksigen (O). Lemak miliki sifat hidrofobik (tidak larut di air), untuk melarutkan lemak diperlukan pelarut khusus seperti eter, klorofom serta benzen.

Seperti karbohidrat serta protein, lemak juga adalah sumber daya untuk tubuh manusia. Lemak termasuk juga pembangun dasar jaringan tubuh lantaran turut bertindak dalam membangun membran sel serta membran beberapa organel sel.

Bobot daya yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibanding karbohidrat serta protein. 1 gr lemak bisa menghasilkan 9 kalori, sedangkan 1 gr karbohidrat serta protein cuma menghasilkan 4 kalori.

Sepanjang proses pencernaan lemak akan dipecah jadi asam lemak serta gliserol supaya bisa diserap oleh organ pencernaan serta lantas dibawa ke organ yang membutuhkannya.

Fungsi Lemak

Lemak mempunyai banyak fungsi, beberapa fungsi penting lemak untuk tubuh diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Jadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang kita konsumsi berlebihan, lemak itu akan disimpan di beberapa tempat misalnya di susunan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi atau daya. 
  2. Pelindung organ penting ketika terjadi goncangan lantaran mempunyai susunan seperti bantalan. 
  3. Membuat perlindungan bagi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa membuat perlindungan bagi tubuh dari suhu yang rendah. 
  4. Satu diantara bahan dasar yang diperlukan untuk produksi hormon vitamin, membran sel serta membran organel sel. 
  5. Pelarut vitamin A, D, E, serta K. 
  6. Sebagai bahan penyusun empedu serta asam kholat. 
  7. Memaksimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat system pencernaan ketika proses pencernaan berjalan hingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat. 

Struktur Kimia Lemak

Sumber: duniafitnes.com
Unsur penyusun lemak diantaranya yaitu Unsur Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Lemak terbagi dalam 3 asam lemak serta satu gliserol. Secara Umum Susunan Kimia Lemak yaitu seperti ini:

Struktur Kimia Lemak R1, R2, R3. Jika ketiga susunan R1, R2 serta R3 sama disebut dengan lemak sederhana, tetapi jika tidak sama disebut dengan lemak campuran.

Beberapa Sifat Lemak 

Sifat Fisis (Fisika) Lemak 
Sumber: duniafitnes.com
Biasanya lemak hewan berupa padatan pada suhu kamar serta lemak tumbuhan berupa cairan pada suhu Lemak yang titik leburnya lebih tinggi memiliki kandungan asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang memiliki kandungan titik lebur rendah memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh.

Titik lebur lemak bergantung pada panjang pendeknya rantai karbon yang dipunyai. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius serta kembali memadat pada 36 derajat celcius.

Lemak netral tidak larut di air, tetapi larut dengan baik pada kloroform serta benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tetapi lemak tidak sangat larut dalam alkohol dingin.

Sifat Kimia Lemak 
Sumber: simpelmenarik.id
Reaksi Saponifikasi (Penyabunan) 

Lemak bisa dihidrolisis dengan beragam macam cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan memakai alkali disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan). Satu diantara hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali yaitu garam asam lemak, atau yang umum kita sebut sabun.

Reaksi Halogenasi (Iodium) 

Asam lemak tidak jenuh, baik bebas ataupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Lantaran derajat penyerapan lemak sepadan dengan adanya banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, jumlah halogen bisa dipakai untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yakni bilangan yang menyebutkan banyaknya gr iodium yang bisa bereaksi dengan 100 gr lemak. Oleh karena ini makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar juga bilangan iodiumnya.

Reaksi Hidrogenasi 

Proses konversi minyak jadi lemak di kenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yakni lewat cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang memiliki kandungan katalis nikel terdispersi.

Beragam Macam Jenis Bentuk Lemak

Bersumber pada Sumber Lemaknya Terdiri jadi 2, yakni:
  1. Lemak Hewani, adalah lemak yang bersumber dari hewan. 
  2. Lemak Nabati, adalah lemak yang bersumber dari tumbuhan. 
Bersumber pada Struktur kimianya
  1. Lemak Sederhana, adalah lemak yang disusun oleh trigliserida, yakni tiga asam lemak serta satu gliserol. Contoh lemak ini yaitu lilin serta minyak. 
  2. Lemak Campuran, adalah lemak yang terbagi dalam asam lemak serta gugus tambahan lain selain lemak. Misalnya yaitu lipoprotein (memiliki kandungan protein) serta fosfolipid (memiliki kandungan fosfat). 
  3. Lemak Derivat, adalah senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya cholesterol serta asam lemak. Bersumber pada ikatan kimianya dibagi lagi jadi dua yakni asam lemak jenuh serta asam lemak tidak jenuh. 
Bersumber pada Ikatan Kimianya
  1. Lemak Jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang beresiko untuk tubuh manusia lantaran bisa menempel serta dan menggumpal hingga bisa mengganggu system peredaran darah. Lemak jenuh rata-rata berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dan lain-lain. 
  2. Lemak tidak jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang bisa menguntungkan tubuh. Lemak tidak jenuh rata-rata berasal dari tumbuhan, misalnya lemak dari buah alpukat serta kacang-kacangan. 

Metabolisme serta Proses Pencernaan Lemak

Sumber: slideshare.net
Proses metabolisme lemak berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat serta protein. Hal semacam ini dikarenakan oleh susunan rantai molekul lemak yang panjang serta ikatannya yang kuat. Pada saat makanan memasuki rongga mulut, gigi melakukan tugasnya untuk menghancurkan serta melembutkan lemak secara mekanis.

Juga di bagian bawah lidah ada kelenjar yang menghasilkan enzim lipase, enzim ini bertugas memecah lemak di mulut jadi bentuk yang lebih sederhana. Kemudian terjadi proses menelan yang akan membawa lemak lewat esofagus, lantas menuju ke lambung.

Pada esofagus serta lambung lemak tidak bisa diolah lantaran tidak ada enzim yang bisa mengolahnya, hingga lemak cuma bercampur dengan makanan yang lain serta tersimpan sementara di lambung.

Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi lantas di dalam sel, mukosa asam lemak serta gliserol mengalami resintesis (penggabungan kembali) jadi trigliserida. Cholesterol juga mengalami reesterifikasi jadi ester cholesterol.

Trigliserida serta ester cholesterol bersatu diselubungi oleh protein jadi kilomikron. Protein penyusun selubung kilomikron disebut dengan apoprotein. Selubung protein berperan menghindari menyatunya antar molekul lemak serta membentuk bulatan besat yang bisa mengganggu aliran darah.

Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksotisosis lantas diangkut lewat system limfatik dan berikutnya masuk ke dalam aliran darah. Kandungan kilomikron bertambah 2-4 jam setelah makan. Kilomikron dalam darah dihidrolisis oleh enzim lipase endotel jadi asam lemak dan gliserol.

FFA atau asam lemak dibebaskan dari kilomikron dan berikutnya disimpan dalam jaringan lemak atau jaringan perifer.

Kilomikron yang sudah kehilangan asam lemak dengan hal tersebut maka banyak mengandung cholesterol dan tetap ada di dalam aliran disebut dengan chylomicron remnant dan pada akhirnya menuju ke hati yang berikutnya didegradasi di dalam lisosom. Sedangkan gliserol langsung diabsorpsi ke pembuluh darah porta hepatica.

FFA dipakai sebagai sumber daya atau disimpan dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Hati memanfaatkan asam lemak sebagai cadangan daya, pembentukan cholesterol, dan menyimpan trigliserida sebagai lemak jaringan atau bisa pula diubah jadi protein atau asam amino.

Dari keseluruhan total lemak yang dikonsumsi, sebesar 95 persen akan diserap oleh tubuh dan 5 persen yang lainnya akan masuk ke usus besar dan dibuang lewat anus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lemak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lemak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com
05 May 2017

Transpor Zat Melalui Membran Sel

Transpor Zat Melalui Membran Sel. Pengertian Membran Sel, Fungsi dari Membran Sel, dan Proses Terjadinya Transpor Zat Melalui Membran Sel.

Membran Sel

Sumber: noviabio.blogspot.co.id
Manfaat membran sel yaitu sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk peroleh pH yang sesuai, dan konsentrasi beberapa zat jadi teratasi. Sel bisa pula memperoleh masukan beberapa zat dan ion-ion yang diperlukan serta membuang beberapa zat yang tidak diperlukan. Semua pengontrolan itu bergantung pada transpor lewat membran.

Transpor pasif yakni perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan daya sel. Perpindahan molekul itu terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif yakni difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.

Transpor aktif yakni perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan daya dari sel itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif yakni pompa Natrium (Na+) -Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.

Difusi 

Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Difusi yakni penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan daya. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.

Sebagai contoh, setetes wangi-wangian akan menyebar ke seluruh ruang (difusi gas di dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air di gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air), hingga kerapatan zat itu rata.

Osmosis 

Sumber: keywordsuggest.org
Osmosis yakni perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan lewat satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membran.

Zat yang dapat melewati membran sel 

Membran sel dapat dilewati beberapa zat khusus yang larut dalam lemak, beberapa zat yang tidak bermuatan (netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, dan air.

Beberapa zat yang disebut sebagai elektrolit lemah lebih cepat lewat membran dari pada elektrolit kuat. Contoh beberapa zat yang dapat melalui membran dari yang paling cepat hingga yang paling lambat salah satunya: Na+, K+, Cl‑, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membran sel miliki sifat permeabel pada beberapa zat yang mudah melalui membran.

Zat yang tidak dapat melewati membran 

Membran sel tidak dapat melalui beberapa zat gula (seperti pati, polisakarida), protein, dan beberapa zat yang mudah larut dalam pelarut organik. Membran berbentuk impermeabel pada beberapa zat itu. Oleh karena membran permeabel pada zat khusus dan impermeabel pada zat yang lain bisa dapat dikatakan miliki sifat semipermeabel atau selektif permeabel.

Proses osmosis berjalan dari larutan yang memiliki potensial air paling tinggi menuju larutan dengan potensial air rendah. Potensial air yakni kapabilitas air untuk berdifusi, yang nilainya dalam unit tekanan. Sama seperti kesepakatan, potensial air (PA) air murni yakni 0 atmosfer. Besarnya PA larutan bergantung pada potensial osmotik (PO) dan potensial tekanan (PT). Persamaannya:

PA = PO + PT
PA = potensial air
PO = potensial osmotik
PT = potensial tekanan

Potensial tekanan satu larutan yakni pelengkap tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Pada tumbuhan, potensial tekanan didapat berupa tekanan turgor. Tekanan turgor yakni tekanan balik dari dinding sel pada tekanan air isi sel.

Tekanan turgor menyebabkan tumbuhan jadi tegak dan segar. Sebaliknya apabila tekanan turgor menyusut, tumbuhan jadi lemas dan layu.

Potensial osmotik lebih memerlihatkan satu status larutan, yaitu memerlihatkan perbandingan antara pelarut dengan zat terlarut yang dinyatakan dalam unit daya. Potensial osmotik memerlihatkan kecenderungan molekul air pada satu larutan untuk melakukan osmosis bersumber pada konsentrasi molekulnya.

Plasmolisis, Krenasi, dan Lisis 

Sumber: labsinfo.wordpress.com
Adakalanya, proses osmosis dapat membahayakan sel. Sel yang mempunyai sitoplasma pekat (mempunyai arti kerapatan airnya rendah), apabila ada pada kondisi hipotonis akan kemasukan air hingga tekanan osmosis sel jadi tinggi.

Keadaan yang demikian dapat memecah sel itu. Bisa dapat dikatakan bila sel itu mengalami lisis, yaitu hancurnya sel lantaran rusak atau robeknya membran plasma.

Sebaliknya, apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonis dibanding sel itu, air di dalam sel akan mengalami osmosis keluar sel. Sel akan mengalami krenasi yang menyebabkan sel berkeriput lantaran kekurangan air.

Kondisi yang ideal untuk sel terang saja apabila konsentrasi larutan sitoplasma seimbang dengan lingkungan sekitarnya (isotonis).

Pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume sitoplasma mengecil. Oleh sebab itu membran plasma akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut juga dengan plasmolisis. Plasmolisis yang kronis dapat menyebabkan kematian sel.

Difusi Terfasilitasi 

Sumber: pt.slideshare.net
Difusi dapat diperlancar oleh adanya protein pada membran sel. Contohnya pada saat proses pengangkutan glukosa dari lumen usus ke dalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak dapat berdifusi secara spontan tanpa adanya protein pembawa. Prosesnya yakni sebagai berikut ini:

Semula molekul glukosa diikat oleh protein yang ada di membran sel. Selanjutnya, protein pembawa ini alami perubahan informasi dan mendorong glukosa ke dalam sel. Lantas protein pembawa kembali pada informasi semula. Protein pembawa bisa pula membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl- dan Ca2+.

Pompa Natrium-Kalium 

Sumber: edubio.info
Pompa Natrium-Kalium termasuk juga ke dalam transpor aktif, artinya sel mengeluarkan daya untuk mengangkut kedua bentuk ion itu. Pada transpor aktif, zat dapat berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Jadi perjalanan zat dapat melawan gradien konsentrasi atau gradien kadar.

Ion K+ perlu untuk melindungi kegiatan listrik di dalam sel saraf dan meningkatkan transpor aktif beberapa zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melalui membran. Karena keperluan akan ion K+ sangat tinggi, diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel.

Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Demikian sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Apabila terjadi proses osmosis, akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel.

Walau demikian yang terjadi bukanlah osmosis, karena gerakan ion-ion itu melawan gradien kandungan, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kandungan itu diperlukan daya ATP dengan pertolongan protein yang ada pada membran.

Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel disertai dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. itu disebut juga dengan pompa natrium-kalium. Beberapa zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon.

Endositosis dan Eksositosis 

Sumber: myrightspot.com
Endositosis artinya pemasukan zat ke dalam sel, sedangkan eksostosis artinya pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk juga transpor aktif dan melawan dapat gradien kandungan (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis yakni fagositosis dan pinositosis.

Fagositosis (phagein = mengkonsumsi ; chytos = sel) yakni proses di mana membran plasma satu sel membungkus partikel dari lingkungan luar dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Vakuola lalu menyatu dengan lisosom membentuk heterofagosom dan lisosom memproses atau menghancurkan partikel itu.

Umpamanya sel darah putih dan sel ameba yang mengkonsumsi bakteri. Beberapa sel itu membungkus bakteri dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Selanjutnya bakteri akan di proses oleh lisosom.

Pinositosis (pinein = meminum) yakni momen sel mengkonsumsi sel mengkonsumsi zat cair dan membentuk satu gelembung. Cairan yang dikonsumsi itu dimasukkan ke dalam vakuola makanan.

Contoh eksostosis yakni proses pengeluaran zat dari dalam beberapa sel kelenjar ada peristiwa sekresi, misalnya beberapa sel penghasil enzim pencernaan mensekresikan enzim itu ke dalam usus.

Caranya yakni enzim-enzim itu dimasukkan ke dalam vakuola atau kantong-kantong kecil. Vakuola itu menuju tepi sel, membrannya membuka dan mengeluarkan enzim-enzim itu dari sel. Proses pengeluaran enzim ini memerlukan daya sel. Tanpa daya, sel tidak akan bisa mengeluarkannya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Transpor Zat Melalui Membran Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Membran Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Membran Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
10 May 2017

Fungsi dan Macam-Macam Sel Darah

Fungsi dan Macam-Macam Sel Darah. Pengertian Darah, Pengertian Sel Darah, Fungsi Darah, Fungsi Sel Darah, dan Beragam Macam Jenis Sel Darah.

Pengertian Darah

Sumber: ilmupengetahuan.org
Darah yaitu jaringan yang sangat penting di dalam tubuh makhluk hidup lantaran ia memegang fungsi yang sangat vital, yakni sebagai media transpor nutrisi serta oksigen pada seluruh jaringan tubuh supaya bisa melakukan metabolisme.

Pada manusia atau mamalia, volume darahnya kurang lebih 8% dari berat tubuhnya. Contoh, seseorang yang berat tubuhnya 50 kg, berat darahnya kurang lebih 0,08 × 50 kg liter darah. Kurang lebih volume darah dalam tubuh yang memiliki massa 50 kg yaitu 4 liter.

Fungsi Darah di dalam tubuh, yakni: 

  • Sebagai media transportasi nutrisi serta oksigen ke semua jaringan tubuh supaya bisa melakukan metabolisme untuk menghasilkan ATP. 
  • Membawa karbon dioksida serta sisa metabolisme untuk diekskresi. 
  • Membawa hormon dari tempat produksinya ke organ tujuan. 
  • Mempertahankan/menjaga suhu tubuh lantaran darah yang ada dalam arteri mempunyai panas. 
  • Sel darah putih sebagai pertahanan tubuh dari infeksi mikroorganisme. 
  • Mengatur keseimbangan asam basa untuk menghindari rusaknya jaringan dengan memakai hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, serta protein plasma. 

Sel-sel Darah 

Beberapa sel darah dibedakan jadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), serta sel darah pembeku (trombosit).

Sel darah merah 

Sumber: widylusandy.blogspot.co.id
Sel darah merah yaitu penyusun jaringan darah paling besar. Pada wanita, jumlahnya kurang lebih 4,5 juta/mm3 darah, sedangkan pada lelaki kurang lebih 5 juta/mm3 darah.

Beberapa sel darah merah berupa cakram dengan diameter 75 nm, dan ketebalan di pinggir 2 nm serta ketebalan di dalam 1 nm. Sel darah merah pada orang dewasa dibentuk di dalam sumsum tulang. Beberapa sel pembentuk sel darah merah ini disebut dengan eritroblast, namun pada embrio, beberapa sel darah merah dibentuk di dalam hati serta limpa.

Warna sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut dengan hemoglobin (Hb). Hemoglobin yaitu sebuah protein yang terdiri atas hemin serta globin. Hemin memiliki kandungan zat besi (Fe). Hb ini memiliki daya ikat tinggi pada O2.

Dalam peredarannya ke semua tubuh, darah diikat oleh Hb yang lantas dinamakan oksihemoglobin. Tidak hanya mengikat O2, Hb dapat juga mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang ke luar tubuh lewat organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut dengan karbominohemoglobin.

Eritrosit dihasilkan pertama kalinya di dalam kantong kuning, saat setelah embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut dengan eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, serta kelenjar sumsum tulang.

Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Makin bertambah umur seseorang, produktivitas sumsum tulang akan makin turun.

Sel pembentuk eritrosit yaitu hemositoblas yakni sel batang mieloid yang ada di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk beragam macam bentuk leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah).

Rata-rata usia sel darah merah lebih kurang 120 hari. Beberapa sel darah merah jadi rusak serta dihancurkan dalam system retikulum endotelium terlebih dalam limfa serta hati.

Globin serta hemoglobin dipecah jadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan serta zat besi dalam hem dari hemoglobin di keluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi.

Sisa hem dari hemoglobin diubah jadi bilirubin (warna kuning empedu) serta biliverdin, yakni yang berwarna kehijau-hijauan yang bisa dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.

Sel darah putih 

Sumber: obatpengencerdarahkental.com
Sel darah putih yaitu satu diantara mekanisme pertahanan tubuh pada infeksi luar. Ketika terjadi luka, sel darah putih akan berkumpul di tempat luka yang disebut dengan jalur masuk untuk bakteri serta virus.

Ketika ada bakteri atau virus yang masuk, sel darah putih akan melakukan pola penyerangan yang hasilnya akan menyebabkan nanah. Nanah tersebut adalah kombinasi dari sel darah putih yang mati, mikroorganisme, sel tubuh sekitar, serta cairan tubuh.

Sel darah putih memiliki nukleus dengan bentuk yang bervariasi. Ukurannya berkisar antara 10 nm–25 nm. Peranan sel darah putih ini yaitu untuk membuat perlindungan tubuh dari infeksi penyakit dan pembentukan antibodi di dalam tubuh.

Jumlah sel darah putih lebih sedikit dari pada sel darah merah dengan perbandingan 1:700. Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu–9 ribu butir/mm3, tetapi jumlah ini dapat naik atau turun. Aspek pemicu turunnya sel darah putih, diantaranya lantaran infeksi kuman penyakit.

Keadaan sel darah putih yang turun di bawah normal disebut dengan leukopenia, sedangkan keadaan di mana jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebut dengan leukositosis.

Sel darah putih dibentuk di dalam sumsum tulang, limfe, serta kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit serta granulosit. Agranulosit apabila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit apabila plasmanya bergranuler.

Granulosit (leukosit bergranula) 

  • Neutrofil, plasmanya punya sifat netral, inti selnya kerap kali berjumlah banyak dengan bentuk berbagai macam, punya sifat fagositosis pada eritrosit, kuman serta jaringan mati. 
  • Eosinofil, plasmanya punya sifat asam hingga akan berwarna merah tua apabila ditetesi eosin, punya sifat fagosit serta jumlahnya akan bertambah bila tubuh terserang infeksi. 
  • Basofil, plasmanya punya sifat basa hingga akan berwarna biru bila ditetesi larutan basa, jumlahnya jadi bertambah banyak bila terjadiinfeksi, punya sifat fagosit, memiliki kandungan Heparin, yakni zat kimia anti penggumpalan. 

Agranulosit (leukosit tidak bergranula) 

  • Limfosit, tidak bisa bergerak, berinti satu, ukuran ada yang besar serta ada yang kecil, berperan untuk membentuk antibodi. 
  • Monosit, bisa bergerak seperti Amoeba, memiliki inti yang bulat atau bulat panjang, di produksi pada jaringan limfa serta punya sifat fagosit. 

Jenis sel darah putih 

Sel pembekuan 

Di dalam darah ada protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen jadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman serta terisi keping darah, hingga menyebabkan penyumbatan serta pada akhirnya darah dapat membeku.
  • Kulit terluka mengakibatkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit turut keluar juga bersama darah, kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar serta mengakibatkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut dengan trombokinase.  
  • Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah serta akan mengubah protrombin jadi enzimaktif yang disebut dengan trombin. Perubahan itu di pengaruhi ion kalsium (Ca2+) di dalam plasma darah. Protrombin yaitu senyawa protein yang larut dalam darah yang memiliki kandungan globulin. Zat ini adalah enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. 
  • Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen jadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin mengakibatkan luka akan tertutup hingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen yaitu semacam protein yang larut dalam darah. 

Cairan darah (plasma darah) 

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.i
Plasma adalah cairan yang mengikuti beberapa sel darah. Plasma ini berwarna kekuning-kuningan. Plasma darah manusia tersusun atas 90% air serta 10% beberapa zat terlarut. Beberapa zat itu diantaranya seperti berikut ini:
  • Zat makanan serta mineral, diantaranya glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, cholesterol, serta garam mineral. 
  • Zat hasil produksi dari beberapa sel, diantaranya enzim, hormon, serta antibodi. 
  • Karbon dioksida, oksigen, serta nitrogen.
Protein, terdiri atas:
  • Antiheofilik berperan dalam mencegah terjadinya anemia; 
  • Tromboplastin berperan untuk proses pembekuan darah saat terluka; 
  • Protrombin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah; 
  • Fibrinogen yang juga berperan penting dalam proses pembekuan darah; 
  • Albumin yang berperan melindungi keseimbangan tekanan osmotik darah; 
  • Gammaglobulin berfungsi dalam pembentukan antibodi.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Fungsi dan Macam-Macam Sel Darah, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sel Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sel Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com