Showing posts sorted by relevance for query fungsi tulang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fungsi tulang. Sort by date Show all posts
13 March 2017

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya. Pengertian Telinga, Bagian – Bagian Telinga, Bagian Dalam Telinga, Bagian Luar Telinga, Fungsi dari Tiap – tiap bagian Telinga itu sendiri. Struktur Telinga lengkap dengan Nama dan penjelasan Fungsi – Fungsinya. Contoh Gambar Struktur Telinga, Lengkap!

Pengertian Telinga

Sumber: merdeka.com
Telinga yaitu organ pendengaran yang mempunyai fungsi penting dalam melindungi keseimbangan tubuh. Bagian - Bagian telinga yang berfungsi dalam pendengaran terdiri atas tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah serta koklea.

Bagian - Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan terdiri atas tiga bagian yakni kanal semisirkular, utrikel serta sakulus.

Bagian - Bagian Telinga atau Struktur Telinga 

Berikut ini akan kami terangkan mengenai bagian - bagian telinga bersumber pada tiga pembagian yang ada yakni bagian telinga luar, bagian telinga dalam serta koklea.

Bagian telinga luar 

Telinga eksterna atau telinga bagian luar terdiri atas dua bagian yakni aurikula serta meatus akustik eksterna. Aurikula (Kuping telinga) menonjol dari samping kepala, yang terdiri atas fibrokartilago yang tidak tebal serta elastis, ditutupi oleh kulit yang menyerupai bentuk corong atau kuping telinga yang mengantar gelombang suara menuju meatus akustik eksterna.

Meakus akustik eksterna yaitu bagian telinga yang mempunyai bentuk lintasan tubular kurang lebih 4 cm memanjang ke bagian temporal. Sepertiga bagian luar tersusun atas dinding kartilago serta dua pertia bagian dalam yaitu tulang.

Eksterna akustik meatus ini membentuk kanal yang melengkung, yakni lenkungan depan-atas, lengkungan belakang atas serta lengkungan depan serta sedikit mengalami penurunan.

Di bagian ujung eksternal meatus bagian dalam ditutupi oleh membran timpani (Gendang telinga). Pada pinggir kulit kartilago meatus bisa diketemukan rambut rambut halus serta banyak kelenjar yang mengekskresikan serumen.

Serumen yaitu zat yang berfungsi untuk melindungi kanal atau saluran telinga dari debu serta benda asing lain.

Walau demikian, serumen bisa jadi gangguan untuk telinga yakni saat terjadinya penumpukan serumen hingga jadi penghambat untuk suara.

Untuk mengeluarkan seruman butuh dilakukan penyemprotan ke saluran telinga.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian telinga Tengah 

Telinga bagian tengah yaitu ruangan kecil yang terdapat di dalam tulang temporal.

Bagian telinga tengah dipisahkan dengan bagian telinga luar oleh membran timpani. Di dalam bagian telinga tengah ada dinding yang dibuat atau dibentuk oleh dinding bagian lateral telinga dalam.

Rongga itu dikelilingi oleh membran mukosa. Rongga itu juga memiliki kandungan udara yang masuk dari faring lewat saluran pendengaran.

Hal ini juga yang akhirnya membuat tekanan udara di kedua sisi membran timpani sama atau seimbang.

Di bagian telinga tengah ada tiga tulang tidak tebal atau tipis yang disebut dengan osikel. Fungsi tulang osikel yaitu menghantarkan getaran ke membran timpani lewat telinga dalam. Osikel terdiri atas tiga tulang tidak tebal atau tipis yakni Maleus, Inkus serta Stapes.

Tulang Maleus atau tulang martil yaitu sisi osikel pada telinga tengah yang ada di dekat (menempel pada) membran timpani. Kemudian, ada tulang inkus atau tulang landasan yang berartikulasi (membentuk sendi) dengan tulang maleus serta tulang stapes.

Tulang Stapes atau tulang sanggurdi yaitu tulang kecil (osikel) yang ada di bagian dasar osikel yang melekat pada fenestra vestibuli serta menghadap ke sisi dalam telinga.

Dinding posterior telinga tengah terbuka tidak beraturan, menghadap ke mastoid antrum serta membelok ke sekumpulan sel udara mastoid seperti sinus nasal yang terinfeksi.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian Telinga Dalam 

Telinga bagian dalam ada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua sisi yakni tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) serta membran labyringth.

Tulang labyrinth berikutnya terdiri atas tiga bagian yakni vestibula, koklea serta kanal semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melalui dua lubang yakni fenestra vestibuli yang ditempati oleh dasar stapes serta fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa.

Pada bagian belakang ada muara yang menuju kanal semisirkular serta di bagian depan ada muara yang menghadap ke koklea.

Koklea adalah bagian telinga yang penting untuk fungsi pendengaran.

Koklea yaitu saluran berupa spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengelilingi pusat tulang yang disebut dengan modiolus.

Bersumber pada panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yakni membran basilar serta membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.

Pada saluran bagian luar, ada skala vestibuli pada bagian atas serta skala timpani pada bagian bawah.

Saluran ini memuat perilimfe serta bergabung dengan puncak modiolus. Sisi ujung skala timpani yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.

Bagian tengah saluran koklea disebut dengan duktus koklear serta memuat endolimfe. Memiliki bentuk sama juga dengan tulang labyrinth serta disebut dengan membran labyrinth.

Di dalam duktus koklear ada ujung ujung saraf pendengaran yang disebut dengan sel sel rambut.

Pada koklea, ada tiga kanal semisirkular yang terdapat di atas serta di belakang vestibula dalam tiga ruangan yang tidak sama, satu vertikal, satu horisontal serta yang lain transversal. Seluruh ruangan ini memuat perilimfe.

Dalam fungsi keseimbangannya, jika posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan merangsang sel sel khusus yang mempunyai tonjolan seperti rambut rambut yang ada di ujung tiap kanal.

Pada bagian dalam tulang labyrinth ada labyrinth membranosa yang berbentuk membran memiliki ukuran kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea.

Utrikel serta sakulus yaitu dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dikaitkan oleh saluran penyambung (connecting tube).

Kantung kantung itu memuat potongan kecil saraf sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang melekat pada sel sel itu.

Bentuk duktus semisirkular sama juga dengan kanal semisirkular terdapat di dalam duktus itu, namun diameter duktus semisirkular cuma 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular memiliki kandungan endolimfe.

Duktus koklear yaitu saluran spiral yang ada didalam kanal koklea yang menonjol serta membentang di sepanjang dinding luar.

Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran vestibular serta bagian dasarnya oleh membran basiler serta kedua dinding luarnya oleh tonjolan dinding koklea.
Sumber: artikelbermutu.com
Sesudah anda membaca bagian bagian telinga di atas, anda tentu udah mengerti mengenai anatomi telinga tersebut. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengingat bagian telinga di atas, kita akan berikan review secara singkat berikut ini: 

Review Singkat Bagian Bagian Telinga: 
  1. Bagian telinga luar: Aurikula, Meatus Akustik Eksterna, serta membran timpani 
  2. Ada cairan serumen. 
  3. Bagian telinga tengah: Ada tiga tulang Osikel yakni tulang Maleus, Inkus, serta tulang Stapes. 
  4. Bagian telinga dalam: Tulang Labyrinth serta membran labyrinth 
  5. Tulang labyrinth terdiri atas vestibula, koklea serta kanal semisirkular 
  6. Koklea tersusun atas duktus koklear yang ada sel sel rambut, fibrosa fenestra koklea 
  7. Labyrinth Membranosa terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea 
  8. Bagian bagian tulang telinga serta fungsinya 
  9. Bagian bagian telinga serta fungsinya 

Fungsi Bagian Telinga 

Sesudah memahami bagian bagian telinga, mari kita belajar mengenai fungsinya yakni:
  1. Aurikula yang disebut dengan sebagai kuping telinga berperan untuk menghantarkan gelombang suara menuju ke meatus akustik eksterna. 
  2. Meatus akustik eksterna berperan untuk menghantarkan gelombang suara dari aurikula ke bagian telinga selanjutnya yakni membran timpani atau gendang telinga. Pada Meatus akustik eksterna juga ada rambut rambut halus serta mempunyai kelenjar yang berperan untuk mengekskresikan serumen untuk melindungi saluran telinga. 
  3. Osikel yang tersusun atas tiga tulang berperan untuk memperbesar getaran suara yang ditimbulkan oleh membran timpani (gendang telinga) hingga vestibuli fenestra bergetar yang menyebabkan perilimfe bergetar. 
  4. Kanal Semisirkular dengan sel sel khususnya berperan untuk mengetahui posisi kepala berubah oleh karena adanya gerakan endolimfe yang menyentuh ujung kanal. 
  5. Koklea berperan sebagai wadah untuk sel sel yang dipakai untuk mendengar dan melindungi keseimbangan 
  6. Utrikel serta sakulus berperan untuk melindungi keseimbangan tubuh manusia oleh karena adanya otolith serta saraf sel rambut.
Sumber: health.detik.com
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Telinga di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Bagian – Bagian Telinga dan Fungsinya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelbermutu.com 
09 May 2017

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Sendi

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Sendi. Pengertian Sendi, Fungsi Sendi, Beragam Macam Jenis Sendi, dan Segala Hal yang Berhubungan dengan Sendi-Sendi Manusia.

Pengertian serta Fungsi Sendi

Sumber: binauralbeats.co.id
Sendi yaitu Sebuah struktur spesial seperti ruang yang berperan sebagai penghubung antar tulang supaya tulang bisa bergerak. Hubungan antara dua tulang itu di kenal dengan sebutan artikulasi.

Fungsi paling utama sendi yaitu untuk memberi fleksibilitas serta gerakan pada tempatnya, juga sebagai poros anggota gerak. Ada beberapa sendi dalam tubuh yang cuma memberi sedikit gerakan, tetapi tetap saja amat berperan untuk memberi stabilitas pada tubuh kita.

Jumlah Sendi yang Ada Dalam Tubuh Manusia 

Jumlah sendi dalam tubuh manusia yakni 360 untuk totalnya, seperti yang sudah disabdakan Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Muslim no. 1.675. Sesuai sama hadist itu, Dr. Hamid Ahmad Hamid mengatakan dalam bukunya yang berjudul Rihlah Al-Imam fi Jism Al-Insan secara detil jumlah sendi itu, yakni:

Tulang Belakang mempunyai 147 sendi: 

Sumber: kankertulangbelakang.com
  • 25 Sendi antartulang belakang 
  • 72 Sendi Pada tulang belakang serta tulang rusuk 
  • 50 sendi pada tulang belakang pada jalan makanan samping 

Tulang Dada Mempunyai 24 sendi: 

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
  • 2 Sendi pada tulang dada serta rongga dada 
  • 18 Sendi pada tulang dada serta kepala 
  • 2 Sendi pada tulang selangka serta belikat 
  • 2 sendi pada belikat serta tulang batang dada 

Sisi Atas Tubuh mempunyai 86 Sendi:

  • 2 Sendi pada tulang bahu 
  • 6 sendi pada tulang siku 
  • 8 sendi pada tulang pergelangan tangan 
  • 70 sendi pada tulang-tulang tangan 

Sisi Bawah Tubuh mempunyai 92 Sendi: 

  • 2 sendi tulang paha 
  • 6 sendi pada tulang-tulang dua lutut 
  • 6 sendi pada pergelangan kaki 
  • 74 sendi pada tulang-tulang telapak kaki 
  • 4 sendi pada tulang lutut 

Daerah sekitar perut, mempunyai 11 sendi: 

  • 4 Sendi pada tulang ekor 
  • 6 Sendi pada tulang pinggul 
  • 1 sendi pada sambungan tulang kemaluan 

Komponen yang Membentuk Sendi

  • Ligamen, berperan untuk menghubungkan sisi luar ujung tulang supaya menyatukan dengan sendi, serta melindungi supaya tidak terjadi perubahan tempat sendi dan tulang saat bergerak. 
  • Kapsul Sendi, berperan untuk menghubungkan dua tulang pada sendi itu, adalah sisi berserabut yang melapisi sendi serta mempunyai rongga di dalamnya. 
  • Tulang Rawan Hialin, yakni sisi yang melapisi kedua ujung tulang, berperan untuk melindungi tulang dari bentrokan atau gesekan ketika terjadinya gerakan. 
  • Cairan Sinovial, yakni cairan pelumas pada ruang sendi. 

Beragam Macam Jenis Sendi 

Bersumber pada Karakter Gerakannya: 
  • Sinartosis (Sendi Mati), yakni persendian yang tidak bisa digerakkan, umumnya tulang-tulang pada persendian Sinartosis dipersatukan oleh serabut jaringan ikat atau tulang rawan hialin. Misalnya sendi antar tulang tengkorak. 
  • Amfiartrosis (Sendi Kaku), yakni persendian yang cuma memungkinkan terjadinya sedikit gerakan (sendi gerakan terbatas). Misalnya sendi antar tulang rusuk. 
  • Diartosis (Sendi Gerak), yakni persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah, dua arah, ataupun ke semua arah. Misalnya yaitu sendi pada lutut (satu arah), ruas telapak tangan (dua arah), sendi bahu (ke semua arah) 

Bersumber pada Arah Gerakannya: 

  • Sendi Engsel, yakni sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan cuma pada satu arah saja, sendi engsel umumnya cuma bisa ditekuk atau diluruskan. Misalnya pada tulang lutut serta siku. 
  • Sendi Pelana, yakni sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan pada dua arah. Misalnya yaitu ruas telapak tangan. 
  • Sendi Peluru, yakni sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan ke semua arah, misalnya yaitu sendi pada tulang paha serta bahu. 
  • Sendi Putar, yakni sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan satu diantara tulang yang berputar pada tulang yang lain. Misalnya yaitu sendi pada tulang atlas. 

Bersumber pada Strukturnya: 

  • Sendi Fibrosa, yakni sendi yang tidak mempunyai tulang rawan, satu tulang dengan tulang yang lain dikaitkan dengan jaringan ikat fibrosa. Hingga banyak ditemui tidak bisa digerakkan. Misalnya pada sutura tulang tengkorak. 
  • Sendi Kartilago, yakni sendi yang ujung ujung tulangnya dikaitkan oleh kartilago, serta disokong oleh ligamen. Sendi Kartilago dikategorikan lagi jadi 2, yakni: 
  • Sinkondrosis, adalah sendi yang semua persendiannya diliputi oleh tulang rawan. Misalnya Sendi-sendi Kostokondral. 
  • Simfisis, adalah sendi yang tulang-tulangnya memilii hubungan fibrokartilago serta selapis tulang rawan hialin yang menyelimuti permukaan sendi. Contonya sisi simfisis pubis. 
  • Sendi Sinovial, yakni sendi yang mempunyai ruangan antar sendi hingga memungkinkan terjadi banyak gerakan, ujung-ujung tulangnya dilapisi oleh tulang rawan hilain yang tidak tebal untuk melindungi bentrokan serta gesekan antartulang. Misalnya sadalah pada lutut. 

Proses Singkat Terjadinya Gerakan

Sumber: pustakapedia.net
Otot, tulang, serta sendi bekerja sama dalam proses kita bergerak. Seperti yang sudah kita pelajari kalau otot terlekat pada tulang, serta otot bisa berkontraksi (tertarik), nah otot ini akan menempel pada beberapa segi sendi dalam tubuh kita.

Jadi ketika terjadi gerakan, otot pada bagian spesifik pada sendi sesuaikan perintah yang kita berikan untuk menggerakkan tulang hingga kita dapat bergerak. Untuk menyesuaikan gerakan yang kita inginkan otot akan berkontraksi serta sendi akan bantu menggerakkan tulang.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Sendi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sendi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sendi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 January 2015

Jenis Olahraga yang Baik untuk Jantung

Tidak perlu menjadi atlet untuk menjadi bugar. Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang. Meningkatkan kebugaran sangat baik bagi jantung, paru-paru, tulang, dan persendian. Manfaatnya juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker. Jika sudah mengalami satu atau lebih gangguan kesehatan ini, berolahraga akan membantu tubuh mengendalikan berbagai masalah kesehatan lainnya sehingga tubuh merasa lebih baik.

Seberapa jauh latihan aerobik dapat meningkatkan kebugaran tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan oksigen. Manfaat ini tergantung pada kondisi jantung, paru-paru, dan otot. Setiap aktivitas yang membuat jantung berdetak lebih cepat dapat meningkatkan kebugaran. Kebugaran yang diperoleh dari latihan aerobik ini disebut juga ‘kardio’ Kardio adalah singkatan dari latihan kardiovaskular, yaitu setiap latihan yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk sementara waktu. Latihan ini termasuk jogging, bersepeda, atau berenang. Seperti dilansir HealthDay, Kamis (15/3/2012), berikut adalah aktivitas fisik yang dibutuhkan agar jantung tetap sehat.

Lakukan aktivitas aerobik dalam taraf sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Misalnya, dengan berjalan rutin dengan variasi waktu sebagai berikut.
  • Berjalan kaki selama 11 menit dua kali sehari secara rutin atau 22 menit sekali setiap hari.
  • Berjalan-jalan setengah jam 3 hari dalam seminggu dan pada 4 hari sisanya disi dengan 15 menit berjalan kaki.
  • Berjalan-jalan selama 45 menit setiap hari.
Bisa juga dengan melakukan aktivitas yang lebih berat seperti berlari minimal 75 menit dalam seminggu. Kegiatan ini membuat napas lebih lega dan detak jantung lebih cepat daripada saat beristirahat. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa juga dengan:
Berlari selama 25 menit 3 kali seminggu.
Berlari selama 15 menit 5 kali seminggu.
Anak-anak membutuhkan lebih banyak aktivitas. Doronglah agar anakanak berusia 6 - 17 tahun mau melakukan olahraga dalam taraf sedang hingga berat minimal 1 jam setiap hari.

Salah satu cara untuk mengetahui seberapa keras olahraga yang dilakukan adalah mengukur tingkat detak jantung. Detak jantung yang aktif tidak hanya membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga membantu tubuh tetap fit.
Kesimpulan : Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang.
Tubuh manusia dibuat untuk banyak bergerak. Olahraga membuat otot dan rangka tubuh bergerak, denyut jantung meningkat sehingga darah beserta oksigen dan nutrisi bisa disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Jarang berolahraga membuat distribusi oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Dampaknya, otot tubuh akan kekurangan oksigen sehingga membuat badan terasa pegal-pegal dan kaku. Kekurangan oksigen juga membuat kerja otak tidak maksimal sehingga mudah pusing dan susah konsentrasi.

Tulang-tulang pada rangka manusia harus dirawat supaya tetap sehat. Cara merawat tulang di antaranya dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang bergizi. Sebagai contoh, dengan olahraga jalan kaki maka tulang, otot, dan persendian lutut manusia akan menjadi sehat. Ingatkah kamu bagianbagian rangka tubuh manusia yang telah dipelajari pada buku tema 4?

Berdasarkan bentuknya, tulang rangka dibagi menjadi 3 macam, sebagai berikut.
  • Tulang pipa. Tulang pipa berbentuk panjang seperti pipa. Kedua ujung tulang pipa membesar, membentuk bonggol yang tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengah di antara kedua bonggol disebut diafise. Berbeda dengan epifise, diafise merupakan tulang kompak dan di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan atas.
  • Tulang Pendek. Tulang pendek berbentuk silinder kecil (bulat pendek). Contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan.
  • Tulang Pipih. Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Contoh tulang pipih adalah tulang dada, tulang tempurung kepala, tulang rusuk, dan tulang belikat.
Apa fungsi rangka manusia? Bersama teman-temanmu satu kelas, diskusikanlah fungsi rangka tubuh kita. Tuliskan hasil diskusimu dalam kolom berikut!
  • Rangka tubuh manusia memberi bentuk, contohnya pada tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah/kepala anda.
  • Rangka tubuh manusia juga berfungsi sebagai penopang tubuh kita,  contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
  • Melindungi organ-organ dalam, contohnya tulang-tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.
  • Rangka tubuh juga berfungsi sebagai alat gerak pasif.
  • Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.
Tuliskan yang dimaksud menggambar komik pada kotak berikut.
Menggambar komik adalah: Menggambar komik adalah Suatu Bentuk Seni Yang Menggunakan Gambar Gambar Tidak Bergerak Yang Disusun Sedemikian Rupa Sehingga Membentuk Jalinan Cerita.
Langkah membuat komik :
  • Cara pertama, Saat timbul ide cerita, kita bisa membuat ceritanya terlebih dahulu. Buat cerita tersebut menjadi bagian-bagian, seperti membuat story line . Setelah cerita dirapihkan dalam frame-frame yang ada, mulailah membuat sketsa gambarnya, sampai akhirnya disempurnakan menjadi sebuah komik.
  • Cara kedua, Jika kita memiliki daya ingat yang kuat, kita bisa memakai cara yang satu ini. Saat ide cerita dan gambar sudah ada, simpan cerita tersebut dalam ingatan kita. Pastikan bahwa cerita tersebut tidak akan hilang dalam ingatan kita. Mulailah dengan menggambar sketsa cerita, frame demi frame , sehingga jadi rangkaian cerita. sudah selesai, barulah buat narasi dan dialognya, itu akan mengalir dengan sendirinya karena kita sudah mengingat ide ceritanya.
05 May 2017

Sistem Saraf Tepi Manusia

Sistem Saraf Tepi Manusia. Pengertian Sistem Saraf Tepi Manusia, Bagian-Bagian dari Sistem Saraf Tepi Manusia, Beragam Macam Sistem Saraf Tepi Manusia, dan Fungsi dari Sistem Saraf Tepi Manusia.

Sistem Saraf Tepi Manusia

Sumber: satuharapan.com
Sistem saraf tepi/perifer terdiri dari Saraf Kranial (yang berkaitan dengan otak) dan Saraf Spinal (yang berkaitan dengan medula spinalis), termasuk juga ganglia (kumpulan saraf). Sistem saraf tepi terbagi dalam beberapa sel saraf dan serabutnya yang ada di luar otak dan medulla spinalis, yang disebut sebagai penghubung ke segi tubuh yang lain. Tipe sel saraf pada sistem saraf tepi:
  1. Aferen/sensorik, yaitu sel saraf yang menghantarkan informasi dari reseptor sensorik pada tubuh menuju sistem saraf pusat. 
  2. Eferen/motorik, yaitu sel saraf yang menghantarkan informasi dari sistem saraf pusat menuju otot/kelenjar. 
Secara fungsional, sistem saraf tepi dikelompokkan lagi jadi sistem saraf somatik dan sistem saraf viseral, yang masing-masing mempunyai divisi sensorik dan motorik. Pembagian sistem saraf tepi secara fungsional yakni:

Sistem Saraf Somatik, Divisi Aferen terbagi dalam beberapa sel saraf yang menerima dan memproses input sensorik dari kulit, otot, rangka, tendon, sendi, mata, lidah, hidung dan teliga, serta menghantarkannya lewat saraf spinal dan kranial.

Divisi Eferen tersusun oleh jaras-jaras neuronal yang turun dari otak dan medulla spinalis untuk mengatur lower motor neuron. Sistem ini meregulasi kontraksi volunteer (bawah sadar) otot rangka.

Sistem Saraf Viseral, Divisi Aferen, Mencangkup susunan neural yang menghantarkan informasi sensorik dari reseptor orgar viseral (cardivaskuler, respirasi, pencernaan, reproduksi).

Divisi Eferen = Susunan saraf Otonom (SSO) yang terdiri dari serabut saraf yang datang dari otak dan medulla spinalis untuk memicu inhibisi atau eksitasi otot polos, otot jantung dan kelenjar kulit serta organ viseral. Sistem ini yaitu koordinator kegiatan viseral involunteer seperti denyut jantung dan sekreasi kelenjar.

Sistem Saraf Sadar (Saraf Kranial), Sistem saraf sadar yakni saraf yang mengatur gerakan yang dikerjakan secara sadar, di bawah kendali kesadaran kita, umpamanya tangan kita sadar bergerak untuk mengambil gelas.

Sistem saraf sadar (kraniospinal), meliputi sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf kepala disusu oleh 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kepala terutama yang terkait dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Dua belas saraf itu meliputi:
  1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu nomor I, II, dan VIII 
  2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf III, IV, VI, XI, dan XII 
  3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor V, VII, IX, dan X 

Sistem saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf tulang punggung melayani reseptor dan efektor lain (tidak cuma reseptor dan efektor yang disarafi oleh otak). Bersumber pada aslinya, saraf itu dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan 1 pasang saraf ekor.

Pada tubuh manusia ditemui adanya pleksus (gabungan), yaitu beberapa urat saraf menyatu membentuk jaringan urat saraf. Ada 3 jenis pleksus yaitu sebagai berikut ini:
  1. Pleksus servikalis, yaitu gabungan urat saraf leher yang mengubah segi leher, bahu, dan diafragma. 
  2. Pleksus brakialis, yaitu gabungan urat saraf lengan atas yang mengubah segi tangan 
  3. Pleksus lumbo sakralis, yakni gabungan urat saraf punggung dan pinggang yang mengubah segi pinggul dan kaki. 
Sistem Saraf tidak Sadar (Saraf Otonom). Beragam macam jenis sistem saraf yang udah dibicarakan di awal yaitu sistem saraf sadar. Di samping sistem saraf sadar, kita memeliki sistem saraf tidak sadar atau otonom, yang bekerja secara otomatis, tidak di bawah kehendak saraf pusat, umpamanya yakni denyut jantung, gerak alat pencernaan, dan pengeluaran keringat.

Sistem saraf ini terdapat khusus di sumsum tulang belakang. Susunan saraf otonom terdiri atas susunan saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Perbedaan susunan antara saraf simpatetik dan parasimpatetik terdapat pada posisi ganglion.

Saraf simpatetik memiliki ganglion yang terdapat di sepanjang tulang punggung yang menempel pada sumsum tulang belakang sampai memiliki serabut preganglion pendek dan memiliki serabut postganglion yang panjang.

Demikian sebaliknya, saraf parasimpatetik memiliki serabut praganglion yang panjang dikarenakan ganglion menempel pada organ yang dibantu efektor dan memiliki serabut postganglion pendek. Serabut praganglion yang disebut di sini yakni serabut saraf yang keluar dari ganglion.

Sistem saraf simpatetik. Sistem saraf simpatetik terdapat di depan ruas tulang belakang dan terkait serta bersambung dengan sumsum tulang belakang lewat serabut saraf.

Sistem saraf parasimpatetik. Susunan saraf parasimpatetik berupa jaringan susunan saraf yang berkaitan dengan ganglion-ganglion yang menyebar di seluruh tubuh. Peranan susunan saraf parasimpatetik yaitu kebalikan dari fungsi saraf simpatetik.

Biasanya kedua sistem dari saraf otonom bekerja di satu organ atau organ yang sama, umpamanya saja sistem simpatetik yang mengeluarkan hormon norepinephrin yang meningkatkan kecepatan dari denyut jantung, dan sistem parasimpatetik yang mengeluarkan hormon asetikolin. Di mana hormon ini akan memperlambat denyut jantung lantaran kerja dari hormon norepinephrin itu.

Sistem Saraf Kraniospinal. Yang ketiga yakni sistem saraf Kraniospinal. Sistem saraf Kraniospinal dibagi jadi dua bentuk, yaitu sistem saraf spinal dan sistem saraf cranial. Untuk sistem saraf spinal dibangun dari 31 pasang saraf, di mana kesemuanya keluar lewat sumsum tulang belakang.

Lantas itu, untuk sistem saraf Kranial dibangun dari 12 pasang saraf, di mana kesemuanya keluar langsung dari otak. Saraf spinal melayani efektor lain dan reseptor yang ada di dalam tubuh. Lantas itu untuk saraf cranial berkaitan ke efektor daerah kepala dan reseptor daerah kepala itu.

Saraf Spinal 

Pasangan saraf terbentuk pada sumsum tulang belakang. Di tubuh manusia ada 31 pasang saraf. Dan setiap saraf yang keluar lewat celah, di mana celah itu terbentuk di antara 2 vertebra.

Perlu Anda pahami bila setiap pasang saraf itu akan merespon rangsang dari aktivitas tubuh, terlebih di luar daerah kepala. Semua saraf spinal yakni gabungan antara motorik atau eferen dan saraf sensorik atau aferen. Untuk saraf spinal berhubungan ke sistem kerja dari saraf otonom.

Saraf Kranial 

12 pasang saraf yang keluar dari permukaan belakang otak manusia, dibagi jadi saraf motorik dan saraf sensorik. Keduabelas pasang saraf cranial itu menerima informasi juga mengaturnya ke dalam bentuk tindakan, lewat beragam macam sisi kepala dan organ tubuh, misalnya saja telinga, mata, lidah, hidung, bersama muka.

Walaupun apabila dilihat saraf cranial ini umumnya Cuma merespon rangsang pada sekitar daerah kepala, namun ada beberapa pasang saraf yang juga merespon kotak suara, detak jantung, pangkal tenggorokan, saluran pencernaan, dan paru-paru.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Saraf Tepi Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Saraf Tepi Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Saraf Tepi Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
25 July 2015

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pertolongan pertama pada kecelakaan ialah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter. Sifat dari pertolongan pertama ialah memberikan perasaan ketenangan kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah, dan mengurangi bahaya yang lebih besar.

Tujuan P3K
Orang selalu berusaha menghindari penyakit atau kecelakaan. Tetapi tidak seorang pun tahu kapan penyakit atau kecelakaan itu akan datang. Karena itu kita harus selalu berusaha untuk memperkecil akibat dari musibah atau kecelakaan yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa diri atau sanak keluarga kita.

Kecelakaan itu berjenis-jenis macamnya dan penanganannyapun memerlukan keterampilan dan pengetahuan sendiri-sendiri. Kecelakaan dapat terjadi di mana-mana, dirumah, diperjalanan, di sekolah, di tempat kerja, di kolam renang, di tempat-tempat rekreasi dan di tempat-tempat lain. Sebagai akibat kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat dan luka ringan.

Korban kecelakaan yang masih hidup memerlukan pertolongan secepat mungkin, supaya korban terhindar dari bahaya maut. Pada kondisi tersebut terletak fungsi pertolongan pertama sebelum dokter datang. Bila dilakukan dengan benar, pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menolong jiwa seseorang. Namun demikian, bila dilakukan dengan salah, bahkan dapat membahayakan
jiwa korban.

Oleh karena itu, orang yang memberikan pertolongan pertama harus mempunyai pengetahuan, keterampilan P3K serta mampu melihat situasi dan kondisi korban sebelum melakukan pertolongan pertama. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama, antara lain:
  • Panggillah dokter secepat mungkin atau bila dokter tak mungkin segera datang, kirimkanlah penderita segera ke rumah sakit.
  • Hentikan perdarahan.
  • Cegah dan atasi shock atau gangguan keadaan umum yang lainnya.
  • Cegahlah infeksi.
Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
  • Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban.
  • Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu.
  • Mencari dan mengatasi pendarahan.
b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
  • Mengadakan diagnose.
  • Menangani korban dengan prioritas yang logis.
  • Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
c. Menunjang penyembuhan
  • Mengurangi rasa sakit dan rasa takut.
  • Mencegah infeksi.
  • Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat.
Prinsip-Prinsip P3K
Prinsip-prinsip atau sikap kita ketika melakukan usaha pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
  1. Bersikap tenang dan tidak panik.
  2. Berikan pertolongan dengan cara yang cepat dan tepat.
  3. Sebelum mengetahui berat ringannya cidera yang dialami, jangan cepatcepat memindahkan atau menggeser korban.
  4. Jika ada luka, diusahakan agar korban tidak melihatnya, sebab dapat membuat korban menjadi panik.
  5. Setelah mendapat pertolongan pertama, korban sebaiknya segera dibawa ke dokter, rumah sakit, Puskesmas untuk penanganan selanjutnya.
Peralatan P3K dan Cara Penggunaannya
Peralatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan minimal yang perlu dipersiapkan dalam usaha memberikan pertolongan, antara lain sebagai berikut
1. Peralatan P3K
  1. Kasa Pembalut (Perban). Perban terbuat dari kain yang jarang dan tipis. Perban ini dipergunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril.
  2. Kasa Steril. Kasa yang sudah disterilkan digunakan untuk menutup luka. Kasa steril adalah kain yang bebas dari kuman-kuman penyakit.
  3. Plester. Plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas. Dalam meletakkan kasa penutup, plester ditempatkan pada beberapa tempat dan jangan melewati bagian tengah luka.
  4. Plester obat. Plester obat (plester yang mengandung obat) biasanya digunakan untuk menutup luka kecil yang telah dibersihkan, misalnya akibat teriris atau tersayat benda tajam. Pada permukaan tengah plester terdapat lapisan yang mengandung obat.
  5. Pembalut Segitiga. Pembalut segitiga (mitella) biasanya digunakan untuk korban yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang lengan, luka di kepala atau cedera pada sendi lutut. Pembalut segitiga terbuat dari kain putih dengan ukuran 90 cm dan 125 cm. Pinggirnya tidak dijahit agar ketika dipakai tidak menekan luka atau cedera.
  6. Kapas. Kapas digunakan untuk membersihkan luka atau mengoleskan obat. Biasanya sebelum digunakan, kapas terlebih dahulu dibasahi dengan air bersih yang steril atau larutan pembersih luka, setelah itu baru dipakai untuk membersihkan luka yang kotor.
  7. Gunting. Gunting yang digunakan sebaiknya gunting perban tahan karat.
  8. Lampu senter. Lampu senter digunakan untuk melihat luka tertentu agar lebih jelas, misalnya suatu benda yang masuk ke telinga atau melihat benda yang sangat kecil di dalam luka.
  9. Jepitan. Jepitan (pinset) digunakan untuk mengambil suatu benda yang kecil di dalam luka atau mengambil kotoran yang melekat pada permukaan luka. Pinset juga biasanya dipakai untuk menjepit kapas atau kasa steril. Sebelum dipakai sebaiknya pinset dibersihkan dahulu dengaan alkohol 70% atau direbus.
Obat-obatan P3K
a. Obat Penghilang Rasa Sakit
  • Jenis Obat :Balsem, Minyak kayu putih, Minyak angin
  • Cara Penggunaannya. Obat diusapkan atau dioleskan pada dada, kening, leher dan perut atau diciumkan.
  • Kegunaannya. Memberi rasa segar, menghilangkan rasa sakit, melonggarkan pernapasan atau menghangatkan tubuh.
b. Obat Luka Bakar
  • Jenis Obat :Salep minyak ikan
  • Cara penggunaannya. Oleskan salep ke permukaan luka bakar.
  • Kegunaannya. Pada luka bakar yang kecil dan ringan sangat efektif dan cepat menyembuhkan.
c. Obat Luka Ringan
  • Jenis Obat: Obat merah, Betadin
  • Cara penggunaannya:. Bersihkan luka dengan obat pencuci luka terlebih dahulu, kemudian oleskan obat pada luka.
  • Kegunaannya:. Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.
d. Obat Penyadar Orang Pingsan
  • Jenis Obat: Amoniak cair 25%, Eau de cologne
  • Cara penggunaannya: Basahi kapas dengan Amoniak atau Eau de cologne. Kemudian kapas didekatkan atau diciumkan ke hidung korban sampai korban sadar.
e. Obat Pencuci Luka
  • Jenis Obat: Larutan betadin, Alkohol 70%, Boorwater (larutan boric)
  • Cara Menggunakannya Basahi kapas dengan larutan betadine, alkohol atau boorwater. Kemudian luka bersihkan dengan kapas yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut di atas.
Kecelakaan yang Sering Terjadi dan Cara Pertolongannya
1. Shock
Shock adalah gangguan keadaan umum yang disebabkan karena pembuluh darah kurang terisi sehingga aliran darah terganggu.
a. Gejala-gejalanya
  1. Kulit dan muka korban pucat dan terasa dingin.
  2. Nadinya cepat
  3. Pernapasan cepat
  4. Korban tidak mengacuhkan keadaan sekeliling dan sering menguap
  5. Korban merasa haus
  6. Kesadarannya hilang atau berkurang
b. Usaha Pencegahannya
  1. Letakkan korban terlentang dengan kepala lebih tinggi dari kaki.
  2. Selimutilah tubuh korban dengan selimut yang tebal supaya hangat.
  3. Jika masih sadar berilah minuman yang hangat. Kalau ada luka dalam perut, jangan sekali-kali diberi minum.
  4. Kalau korban pingsan, letakkan amoniak di bawah hidungnya.
  5. Sedapat mungkin hilangkan perasaan sakit.
  6. Pindahkan korban ke tempat yang aman dengan hati-hati.
2. Pendarahan
Pada tiap-tiap luka akan terjadi pendarahan. Pendarahan dapat terjadi di dalam atau di luar badan. Supaya tidak terjadi infeksi, tiap luka baik itu luka luar maupun di dalam badan harus diambil tindakan yang cepat. Kita harus membedakan dari mana darah itu keluar, apakah pendarahan itu keluar dari arteri, vena (pembuluh darah balik), atau kapiler (pembuluh darah rambut).

Pendarahan arteri warnanya merah muda, dan darah keluar dengan memancar sesuai dengan denyutan jantung. Pendarahan vena warnanya merah tua, keluarnya cepat, tidak ada pancaran. Pendarahan kapiler warnanya merah tua atau merah muda, tidak cepat dan berdenyut, menyelubungi permukaan luka.
Tindakan terhadap Pendarahan Luar
Berikut adalah beberapa tindakan terhadap pendarahan luar..
  1. Menekan dengan pembalut tekan. Cara melakukannya: di atas luka diletakkan kain kasa, kemudian dibalut dengan kain pembalut. Kain kasa akan menutupi dan menekan darah yang keluar. Pendarahan vena dan pendarahan yang tidak berat dapat dihentikan dengan cara tersebut. Kalau tidak ada kain kasa, dapat juga dipergunakan sapu tangan yang bersih. Jika terjadi pendarahan di tangan atau di kaki, tangan atau kaki harus diangkat ke atas.
  2. Menekan dari atas tempat tekanan. Kalau terjadi pendarahan arteri dan pendarahan lain yang tidak dapat dihentikan setelah 5 menit dengan pembalut tekan, maka tekanan harus dilakukan pada tempat-tempat tertentu, yaitu tempat di mana arteri menyilang pada tulang. Tempat yang harus ditekan, yaitu tempat antara luka dan jantung, tempat yang paling dekat dengan luka arteri menyilang tulang. Setelah pendarahan berhenti, lakukan penekanan dengan pembalut tekan.
  3. Menahan pendarahan dengan tourniquet. Menahan pendarahan dengan tourniquet hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang memaksa sekali, karena penggunaan tourniquet ada bahayanya. Jika penolong menggunakan tourniquet, ia harus segera diberitahukan kepada dokter, bahwa ia menggunakan tourniquet.
3. Pernapasan Berhenti
Pernapasan berhenti (asphyxia) disebut dengan “mati lemas”. Dalam bahasa Yunani asphyxia berarti “tidak berdenyut”, tidak tepat sebab pada kematian karena asphyxia nadi sebenarnya masih dapat berdenyut untuk beberapa menit setelah pernapasan berhenti. Pernapasan berhenti (asphyxia) adalah kekurangan oksigen yang disebabkan oleh terganggunya saluran pernapasan.
a. Sebab-sebab terhentinya pernapasan
  1. Terhalangnya udara yang masuk ke dalam paru-paru, misalnya karena tercekik, kemasukan benda asing ke dalam tenggorokan atau kemasukan air karena tenggelam.
  2. Kelumpuhan pada pusat pernapasan di otak, misalnya karena pukulan keras di kepala atau perut, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, terkena aliran listrik.
  3. Sel-sel darah merah tidak dapat bekerja dengan baik.
  4. Kurangnya oksigen dalam udara, misalnya di ruangan yang tertutup rapat.
b. Pertolongan pertama
  1. Memindahkan korban ke tempat yang udaranya bersih.
  2. Mengeluarkan segala benda yang menyumbat tenggorokan.
  3. Menutup badan korban dengan selimut supaya hangat.
  4. Melakukan pernapasan buatan.
4. Luka
Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab.
a. Jenis-Jenis Luka
Luka memar (kena pukul), Luka bacok, Luka gores, Luka robek, Luka tusuk, Luka tembak, Luka potong, Luka bakar
b. Dasar-dasar pertolongannya:
  1. Hentikan pendarahan.
  2. Tinggikan anggota badan yang terluka.
  3. Ulas luka ulas dengan mercurrohchoom 2%, tutup dengan kasa steril dan tambahkan kapas di atasnya, kapas lalu di perban. Setelah luka ditaburi obat dapat juga langsung dibalut dengan pembalut cepat.
  4. Bila luka lebar dan dalam segera bawa ke rumah sakit.
5. Patah Tulang
a. Ada Dua Macam Patah Tulang, yaitu
  • Patah tulang tertutup, kalau tidak ada kerusakan pada kulit.
  • Patah tulang terbuka, kalau ujung-ujung tulang yang patah menusuk kulit sampai kelihatan keluar.
b. Tanda-Tanda Patah Tulang
  • Terasa sakit pada tempat yang patah, lebih-lebih kalau digerakkan.
  • Tidak mungkin dapat bergerak.
  • Kalau ujung-ujung tulang yang patah mendorong ke dalam, lengan atau kaki akan menjadi lebih pendek.
  • Tempat patah tulang membengkak.
c. Upaya Pertolongan:
  • Pada patah tulang terbuka, pertama-tama harus dihentikan pendarahannya lalu ditutup dengan kain bersih, kemudian dipasang bidai agar tidak bergerak sewaktu dibawa ke dokter, rumah sakit atau Puskesmas.
  • Pada patah tulang tertutup, korban diusahakan agar tidak banyak bergerak, sehingga tidak bertambah sakit dan memperburuk keadaan patah tulangnya.
  • Bila tidak ada bidai pada tempat kecelakaan patah tulang kaki, bantal dapat dipakai sebagai ganjal atau apa saja, agar korban merasa enak dan tidak bertambah sakit
6. Terkena Aliran Listrik
Shock listrik terjadi bila tubuh seseorang dilalui arus listrik, badannya kena kawat listrik, kena pesawat listrik atau kena halilintar.
a. Gejala-Gejalanya
  • Kesadaran hilang
  • Pernapasan berhenti, karena lumpuhnya pusat pernapasan.
  • Kadang-kadang luka terbakar hebat.
  • Terdapat pendarahan halus pada kulit.
b. Cara Melepaskan dari Arus Listrik
  • Pertama-tama melepaskan kontak antara korban dengan pembawa arus listrik. Sangat berbahaya melepaskan korban dengan tangan, atau memegang badan atau pakaiannya, terlebih-lebih jika badan atau pakaian korban basah, misalnya karena keringat.
  • Kalau sekering listrik dekat, putuskan sekering dengan segera. Kalau tidak ada sekering, lakukanlah hal-hal sebagai berikut. Berdirilah di atas papan yang kering atau di atas pakaian kering. Balutlah tangan dengan pakaian kering dan tebal, atau memakai sarung tangan karet.
  • Tariklah korban pada pakaiannya yang kering untuk melepaskan korban dari pembawa arus listrik.
  • Tindakan selanjutnya, kalau korban tidak bernapas, buatlah pernapasan buatan. Pernapasan buatan harus dilakukan sampai korban dapat bernapas kembali. Setelah korban dapat bernapas kembali, balutlah lukanya.
7. Pingsan
Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak tidak mendapatkan cukup oksigen.
pingsan
a. Penyebab Pingsan
  • Postural hipotensi adalah suatu kondisi umum. Hal ini terjadi ketika seseorang telah duduk selama beberapa saat dan kemudian tiba-tiba mengalami perasaan pusing ketika berdiri.
  • Dehidrasi parah juga menyebabkan pingsan. Hal ini terutama terlihat pada anak-anak yang banyak olahraga di luar ruangan selama musim panas. Hilangnya cairan diterjemahkan kurangnya darah tersedia di otak dan otot. Penurunan volume darah adalah yang menyebabkan pingsan pada anak-anak.
  • Anemia adalah suatu kondisi kurangnya salah satu sel darah merah atau hemoglobin. Hal ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen mencapai otak yang menyebabkan pingsan.
  • Setiap jenis perubahan irama jantung dapat mengakibatkan fluktuasi dalam jumlah darah yang dipompa ke berbagai bagian tubuh atau yang disebut arrhythmia. Kondisi katup jantung juga dapat menyebabkan arrhythmia, sekali lagi yang dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hati. Ketersediaan oksigen dalam tubuh yang tiba-tiba menurun dapat menyebabkan pingsan.
  • Serangan jantung ringan atau segala jenis kematian jantung mendadak juga dapat menyebabkan seseorang pingsan.
  • Vasovagal syncope atau neurocardiogenic syncope adalah suatu kondisi di mana penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus dan membuat orang pingsan. Hal ini biasanya terlihat ketika seseorang tibatiba mendengar berita buruk atau melihat gambar berdarah, dan lainnya.
  • Pingsan selama kehamilan juga umumnya terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan pingsan selama kehamilan. Kurang gizi, anemia, telentang untuk waktu lama, bisa menyebabkan pingsan selama kehamilan.
  • Penurunan gula darah tiba-tiba menyebabkan penurunan glukosa yang tersedia untuk fungsi otak. Hal ini dapat dilihat pada penderita diabetes yang cenderung overdosis insulin. Jika orang kehilangan dosis, mungkin tergoda mengambil dosis insulin tambahan untuk menebus  dosis yang terabaikan. Dalam kasus tersebut, gula darah cenderung tibatiba jatuh, dan membuat orang menjadi shock insulin.
  • Occupational syncope merupakan orang yang pingsan karena pemicu yang merupakan fungsi tubuh normal, seperti batuk, bersin, jatuh dari bangku, mengejan pada saat buang air besar, atau lainnya.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat juga membuat seseorang merasa pusing. Ini karena perubahan konsentrasi cairan dalam tubuh dan juga secara langsung mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.
  • Kadang-kadang, seseorang pingsan sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap beberapa obat atau pengobatan.
b. Gejala-gejala Pingsan
Gejala-gejala pingsan dapat diketahui ketika seseorang mengalami pusing ketika duduk atau berdiri, mual, badan panas, dingin, berkeringat, dan kulit pucat sebelum mereka akan pingsan.
c. Pertolongan
Langkah pertama yang harus diambil ada yang pingsan adalah seperti berikut.
  • Mengembalikan kesadarannya dengan memberikan bau-bauan yang menyengat seperti parfum atau minyak kayu putih.
  • Buat kepalanya lebih rendah dari kaki agar darah bisa mengalir ke otak.
  • Jika korban pingsan muntah miringkan kepalanya agar jalur pernapasannya bisa lancar kembali.
  • Jika sudah sadar beri air minum.
Pertolongan Kecelakaan di Air Menggunakan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)
Pernapasan buatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menolong jiwa seseorang dengan jalan menimbulkan pernapasan yang spontan dan teratur. Orang tanpa hidup dengan bernafas lebih dari beberapa menit saja. Oleh karena itu, pernapasan buatan harus dilakukan dengan segera dan cara yang benar.

a. Pedoman dalam Melakukan Pernapasan Buatan
Yang harus dikerjakan sebelum melakukan pernapasan buatan adalah membersihkan saluran pernapasan dan melonggarkan pakaian yang menjepit leher, dada, dan perut. Kemudian, lakukanlah pernapasan buatan dengan pedoman sebagai berikut.
  • Lakukanlah pernapasan dengan segera. Apabila terlambat, jiwa penderita tidak akan tertolong.
  • Lakukan pernapasan buatan yang telah kamu kuasai betul. Jangan mencoba cara lain meskipun lebih baik jika kamu belum menguasai cara-caranya.
  • Lakukanlah pernapasan buatan sampai penderita/korban bernafas kembali.
b. Cara Memberikan Pernapasan Buatan (dari mulut ke mulut)
Pernapasan buatan metode mulut ke mulut adalah metode yang paling efektif dalam membantu korban ketika mengalami kesulitan bernapas. Caranya dengan menghembuskan udara ke paru-paru korban dengan mulut kamu sendiri. Cara melakukan pernapasan buatan pada dasarnya adalah sebagai
berikut.
  • Tempatkan korban pada punggungnya seketika. Putar kepala dan bersihkan daerah kerongkongan dari air, lendir, barang-barang asing atau makanan.
  • Miringkan kepala korban ke belakang untuk membuka aliran udara.
  • Angkat dagu korban keatas supaya lidah tidak menghalangi aliran udara.
  • Pencet lubang hidung korban sehingga tertutup untuk mencegah kebocoran udara ketika kamu meniup.
  • Tempelkan bibir kamu sekitar mulut korban.
  • Hembus mulut korban sehingga kamu melihat kenaikan dada.
  • Lepaskan mulut kamu untuk membiarkan pengeluaran udara secara alami.
  • Ulangi 12 sampai 18 kali/menit, amati untuk melihat naik turunnya dada sampai pernapasan alami mulai.
c. Cara Menolong orang yang pingsan
  • Prinsipnya sederhana. Kamu bernapas bagi korban yang tidak bereaksi. Keluarkan napasmu dari paru-paru dan masukkan ke tubuh korban melalui mulutnya. Apabila mulutnya cedera dan tidak bisa dibuka, hembuskan napas ke dalam hidungnya.
  • Posisi di samping kanan bahu korban. Miringkan kepalanya, angkat dagunya dan pencet hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk mu. Tujuannya agar napas yang ditiupkan ke dalam mulut korban tidak keluar melalui hidung.
  • Tarik napas dalam-dalam. Buka mulutmu lebar-lebar, rapatkan sedekat mungkin ke mulut korban. Hembuskan napas ke dalamnya. Setelah itu jauhkan mulut dari korban. Berikan dua kali pernapasan yang dalam. Amati dada korban untuk memastikan udara yang ditiupkan telah dapat mengembangkan paru-parunya. Sebelum memasukkan napas berikutnya, pastikan korban sudah menghembuskan napas. Jika perut korban jadi membesar, kemungkinan saluran napasnya tersumbat atau napas yang dihembuskan terlalu banyak.
  • Periksa adanya tanda-tanda sirkulasi, misalnya bernapas, batuk, atau gerakan. Hal ini perlu waktu tak sampai 10 detik.
  • Bila tak ada tanda-tanda sirkulasi, lakukan tekanan pada jantung untuk mengalirkan darah ke otak. Bila korban menunjukkan tanda- tanda kehidupan namun tidak bernapas, lanjutkan pernapasan mulut ke mulut hembuskan udara sebanyak-banyaknya setiap 5 detik, berarti dua belas kali pernapasan setiap menit.
  • Bila napasnya lemah, dangkal atau tampak susah payah, pernapasan buatan dari mulut ke mulut mungkin masih bisa membantu. Namun bantuan pernapasanmu harus dikoordinasikan dengan napas korban. Hembuskan udara selagi ia menarik napas dan biarkan dia mengeluarkan napas dulu, baru kamu hembuskan napas lagi.
  • Telepon dokter bila kamu belum dapat mengatasinya. Lanjutkan napas buatan sambil menunggu bantuan.
14 March 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 
10 May 2017

Fungsi dan Macam-Macam Sel Darah

Fungsi dan Macam-Macam Sel Darah. Pengertian Darah, Pengertian Sel Darah, Fungsi Darah, Fungsi Sel Darah, dan Beragam Macam Jenis Sel Darah.

Pengertian Darah

Sumber: ilmupengetahuan.org
Darah yaitu jaringan yang sangat penting di dalam tubuh makhluk hidup lantaran ia memegang fungsi yang sangat vital, yakni sebagai media transpor nutrisi serta oksigen pada seluruh jaringan tubuh supaya bisa melakukan metabolisme.

Pada manusia atau mamalia, volume darahnya kurang lebih 8% dari berat tubuhnya. Contoh, seseorang yang berat tubuhnya 50 kg, berat darahnya kurang lebih 0,08 × 50 kg liter darah. Kurang lebih volume darah dalam tubuh yang memiliki massa 50 kg yaitu 4 liter.

Fungsi Darah di dalam tubuh, yakni: 

  • Sebagai media transportasi nutrisi serta oksigen ke semua jaringan tubuh supaya bisa melakukan metabolisme untuk menghasilkan ATP. 
  • Membawa karbon dioksida serta sisa metabolisme untuk diekskresi. 
  • Membawa hormon dari tempat produksinya ke organ tujuan. 
  • Mempertahankan/menjaga suhu tubuh lantaran darah yang ada dalam arteri mempunyai panas. 
  • Sel darah putih sebagai pertahanan tubuh dari infeksi mikroorganisme. 
  • Mengatur keseimbangan asam basa untuk menghindari rusaknya jaringan dengan memakai hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, serta protein plasma. 

Sel-sel Darah 

Beberapa sel darah dibedakan jadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), serta sel darah pembeku (trombosit).

Sel darah merah 

Sumber: widylusandy.blogspot.co.id
Sel darah merah yaitu penyusun jaringan darah paling besar. Pada wanita, jumlahnya kurang lebih 4,5 juta/mm3 darah, sedangkan pada lelaki kurang lebih 5 juta/mm3 darah.

Beberapa sel darah merah berupa cakram dengan diameter 75 nm, dan ketebalan di pinggir 2 nm serta ketebalan di dalam 1 nm. Sel darah merah pada orang dewasa dibentuk di dalam sumsum tulang. Beberapa sel pembentuk sel darah merah ini disebut dengan eritroblast, namun pada embrio, beberapa sel darah merah dibentuk di dalam hati serta limpa.

Warna sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut dengan hemoglobin (Hb). Hemoglobin yaitu sebuah protein yang terdiri atas hemin serta globin. Hemin memiliki kandungan zat besi (Fe). Hb ini memiliki daya ikat tinggi pada O2.

Dalam peredarannya ke semua tubuh, darah diikat oleh Hb yang lantas dinamakan oksihemoglobin. Tidak hanya mengikat O2, Hb dapat juga mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang ke luar tubuh lewat organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut dengan karbominohemoglobin.

Eritrosit dihasilkan pertama kalinya di dalam kantong kuning, saat setelah embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut dengan eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, serta kelenjar sumsum tulang.

Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Makin bertambah umur seseorang, produktivitas sumsum tulang akan makin turun.

Sel pembentuk eritrosit yaitu hemositoblas yakni sel batang mieloid yang ada di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk beragam macam bentuk leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah).

Rata-rata usia sel darah merah lebih kurang 120 hari. Beberapa sel darah merah jadi rusak serta dihancurkan dalam system retikulum endotelium terlebih dalam limfa serta hati.

Globin serta hemoglobin dipecah jadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan serta zat besi dalam hem dari hemoglobin di keluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi.

Sisa hem dari hemoglobin diubah jadi bilirubin (warna kuning empedu) serta biliverdin, yakni yang berwarna kehijau-hijauan yang bisa dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.

Sel darah putih 

Sumber: obatpengencerdarahkental.com
Sel darah putih yaitu satu diantara mekanisme pertahanan tubuh pada infeksi luar. Ketika terjadi luka, sel darah putih akan berkumpul di tempat luka yang disebut dengan jalur masuk untuk bakteri serta virus.

Ketika ada bakteri atau virus yang masuk, sel darah putih akan melakukan pola penyerangan yang hasilnya akan menyebabkan nanah. Nanah tersebut adalah kombinasi dari sel darah putih yang mati, mikroorganisme, sel tubuh sekitar, serta cairan tubuh.

Sel darah putih memiliki nukleus dengan bentuk yang bervariasi. Ukurannya berkisar antara 10 nm–25 nm. Peranan sel darah putih ini yaitu untuk membuat perlindungan tubuh dari infeksi penyakit dan pembentukan antibodi di dalam tubuh.

Jumlah sel darah putih lebih sedikit dari pada sel darah merah dengan perbandingan 1:700. Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu–9 ribu butir/mm3, tetapi jumlah ini dapat naik atau turun. Aspek pemicu turunnya sel darah putih, diantaranya lantaran infeksi kuman penyakit.

Keadaan sel darah putih yang turun di bawah normal disebut dengan leukopenia, sedangkan keadaan di mana jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebut dengan leukositosis.

Sel darah putih dibentuk di dalam sumsum tulang, limfe, serta kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit serta granulosit. Agranulosit apabila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit apabila plasmanya bergranuler.

Granulosit (leukosit bergranula) 

  • Neutrofil, plasmanya punya sifat netral, inti selnya kerap kali berjumlah banyak dengan bentuk berbagai macam, punya sifat fagositosis pada eritrosit, kuman serta jaringan mati. 
  • Eosinofil, plasmanya punya sifat asam hingga akan berwarna merah tua apabila ditetesi eosin, punya sifat fagosit serta jumlahnya akan bertambah bila tubuh terserang infeksi. 
  • Basofil, plasmanya punya sifat basa hingga akan berwarna biru bila ditetesi larutan basa, jumlahnya jadi bertambah banyak bila terjadiinfeksi, punya sifat fagosit, memiliki kandungan Heparin, yakni zat kimia anti penggumpalan. 

Agranulosit (leukosit tidak bergranula) 

  • Limfosit, tidak bisa bergerak, berinti satu, ukuran ada yang besar serta ada yang kecil, berperan untuk membentuk antibodi. 
  • Monosit, bisa bergerak seperti Amoeba, memiliki inti yang bulat atau bulat panjang, di produksi pada jaringan limfa serta punya sifat fagosit. 

Jenis sel darah putih 

Sel pembekuan 

Di dalam darah ada protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen jadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman serta terisi keping darah, hingga menyebabkan penyumbatan serta pada akhirnya darah dapat membeku.
  • Kulit terluka mengakibatkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit turut keluar juga bersama darah, kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar serta mengakibatkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut dengan trombokinase.  
  • Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah serta akan mengubah protrombin jadi enzimaktif yang disebut dengan trombin. Perubahan itu di pengaruhi ion kalsium (Ca2+) di dalam plasma darah. Protrombin yaitu senyawa protein yang larut dalam darah yang memiliki kandungan globulin. Zat ini adalah enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. 
  • Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen jadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin mengakibatkan luka akan tertutup hingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen yaitu semacam protein yang larut dalam darah. 

Cairan darah (plasma darah) 

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.i
Plasma adalah cairan yang mengikuti beberapa sel darah. Plasma ini berwarna kekuning-kuningan. Plasma darah manusia tersusun atas 90% air serta 10% beberapa zat terlarut. Beberapa zat itu diantaranya seperti berikut ini:
  • Zat makanan serta mineral, diantaranya glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, cholesterol, serta garam mineral. 
  • Zat hasil produksi dari beberapa sel, diantaranya enzim, hormon, serta antibodi. 
  • Karbon dioksida, oksigen, serta nitrogen.
Protein, terdiri atas:
  • Antiheofilik berperan dalam mencegah terjadinya anemia; 
  • Tromboplastin berperan untuk proses pembekuan darah saat terluka; 
  • Protrombin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah; 
  • Fibrinogen yang juga berperan penting dalam proses pembekuan darah; 
  • Albumin yang berperan melindungi keseimbangan tekanan osmotik darah; 
  • Gammaglobulin berfungsi dalam pembentukan antibodi.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Fungsi dan Macam-Macam Sel Darah, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sel Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sel Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 April 2017

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi. Pengertian Gigi, Struktur Gigi, Fungsi Gigi, dan Berbagai Macam Jenis Gigi. Mulai dari usia anak hingga usia dewasa.

Pengertian serta Fungsi Gigi Manusia

Sumber: ibu-zahraa.blogspot.co.id
Gigi yakni alat pencernaan mekanik yang ada pada bagian mulut. Gigi bertindak untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan, seperti saat sebelum makanan itu akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki susunan keras sehingga memudahkan untuk menjalani fungsinya.

Bagian–Bagian Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Setiap gigi manusia memiliki 3 sisi paling penting, yakni:
  1. Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu segi gigi yang kelihatan dari luar, segi ini dilapisi oleh susunan pelindung yang disebut juga dengan e-mail gigi. 
  2. Leher Gigi, yaitu segi gigi yang telah tertanam oleh gusi, segi ini ada di bawah mahkota gigi dan di atas akar gigi. 
  3. Akar Gigi, yaitu segi gigi yang tertanam di bawah rahang dan tidak kelihatan dari luar, masing-masing bentuk gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang tidak sama. 
Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 susunan, yaitu:

E-mail Gigi, yaitu susunan yang melapisi segi mahkota gigi. E-mail gigi yaitu segi yang sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Segi e-mail gigi paling keras ada pada bagian mahkota yang peranannya sebagai pelindung, lalu semakin ke bawah e-mail gigi semakin tipis hingga pada akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.

Sementum Gigi, yaitu segi gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berperan untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Susunan Sementum tidaklah sekeras e-mail pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal bersamaan dengan bertambahnya usia.

Tulang Gigi (Dentin), yaitu susunan gigi yang ada setelah susunan e-mail gigi pada mahkota dan ada setelah susunan sementum pada akar gigi.

Dentin memiliki susunan seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karenanya ia sering kali disebut juga dengan Tulang Gigi. Dentin yaitu susunan terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.

Rongga Gigi (Pulpa), yaitu jaringan lunak pada tengah gigi yang berupa rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf.

Pulpa berperan untuk memberi nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berperan untuk mengidentifikasi bila ada zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga bertindak untuk membuat susunan dentin.

Jenis Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu:

Gigi Seri, yaitu gigi yang mempunyai satu akar dan berperan untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berupa tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Taring, yaitu gigi yang memiliki satu akar dan berperan untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berupa tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Geraham Depan (Premolar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 akar dan berperan untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berupa rendah dan ada beberapa benjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.

Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berperan untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan melembutkan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama juga dengan gigi Premolar di atas.

Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah. Bersumber pada usianya Gigi terbagi jadi 2 bentuk, yaitu:

Gigi Susu, yaitu gigi yang tumbuh pertama kalinya pada manusia, seiring waktu berjalan dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Umumnya gigi susu mulai berkembang sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh yakni gigi seri pada rahang bawah.

Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Lalu akan tanggal satu per satu mulai sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah semuanya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.

Gigi Permanen, yaitu gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain selama kehidupan. Gigi permanen semuanya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

Susunan Gigi Pada Manusia 

Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

S = Gigi Seri
T = Gigi Taring
G = Geraham

Struktur Sekitar Gigi 

Ligamen Periodontal, yaitu susunan jaringan ikat yang melekat pada akar gigi dan melekat ke tulang. Ligamentum periodontal akan berlanjut dengan jaringan gingiva (gusi) dan terkait dengan ruang pembuluh darah yang ada pada tulang.

Oral Mukosa, yakni rongga mulut yang dilapisi sel epitel gepeng berlapis. Oral mukosa memiliki peranan paling penting untuk melindungi jaringan atau organ lain yang ada pada rongga mulut.

Gingiva (Gusi), yaitu mukosa mulut yang menutupi tulang maksila dan mandiula di dalam rongga mulut. Jaringan gingiva ini sendiri sebenarnya berwarna transparan, warna merah terbentuk karena banyak pembuluh darah di bagian itu. Peranan gusi yakni untuk melindungi akar gigi dan jaringan sekitar akar gigi.

Saraf dan pembuluh darah, seperti pada organ yang lain, di sekitar gigi ada juga pembuluh saraf dan pembuluh darah. Pembuluh saraf berperan untuk menerima dan memberikan rangsangan, sedangkan pembuluh darah berperan untuk memberikan konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh susunan di sekitarnya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gigi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gigi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com