Showing posts sorted by relevance for query fungsi tulang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fungsi tulang. Sort by date Show all posts

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya. Pengertian Telinga, Bagian – Bagian Telinga, Bagian Dalam Telinga, Bagian Luar Telinga, Fungsi dari Tiap – tiap bagian Telinga itu sendiri. Struktur Telinga lengkap dengan Nama dan penjelasan Fungsi – Fungsinya. Contoh Gambar Struktur Telinga, Lengkap!

Pengertian Telinga

Sumber: merdeka.com
Telinga yaitu organ pendengaran yang mempunyai fungsi penting dalam melindungi keseimbangan tubuh. Bagian - Bagian telinga yang berfungsi dalam pendengaran terdiri atas tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah serta koklea.

Bagian - Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan terdiri atas tiga bagian yakni kanal semisirkular, utrikel serta sakulus.

Bagian - Bagian Telinga atau Struktur Telinga 

Berikut ini akan kami terangkan mengenai bagian - bagian telinga bersumber pada tiga pembagian yang ada yakni bagian telinga luar, bagian telinga dalam serta koklea.

Bagian telinga luar 

Telinga eksterna atau telinga bagian luar terdiri atas dua bagian yakni aurikula serta meatus akustik eksterna. Aurikula (Kuping telinga) menonjol dari samping kepala, yang terdiri atas fibrokartilago yang tidak tebal serta elastis, ditutupi oleh kulit yang menyerupai bentuk corong atau kuping telinga yang mengantar gelombang suara menuju meatus akustik eksterna.

Meakus akustik eksterna yaitu bagian telinga yang mempunyai bentuk lintasan tubular kurang lebih 4 cm memanjang ke bagian temporal. Sepertiga bagian luar tersusun atas dinding kartilago serta dua pertia bagian dalam yaitu tulang.

Eksterna akustik meatus ini membentuk kanal yang melengkung, yakni lenkungan depan-atas, lengkungan belakang atas serta lengkungan depan serta sedikit mengalami penurunan.

Di bagian ujung eksternal meatus bagian dalam ditutupi oleh membran timpani (Gendang telinga). Pada pinggir kulit kartilago meatus bisa diketemukan rambut rambut halus serta banyak kelenjar yang mengekskresikan serumen.

Serumen yaitu zat yang berfungsi untuk melindungi kanal atau saluran telinga dari debu serta benda asing lain.

Walau demikian, serumen bisa jadi gangguan untuk telinga yakni saat terjadinya penumpukan serumen hingga jadi penghambat untuk suara.

Untuk mengeluarkan seruman butuh dilakukan penyemprotan ke saluran telinga.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian telinga Tengah 

Telinga bagian tengah yaitu ruangan kecil yang terdapat di dalam tulang temporal.

Bagian telinga tengah dipisahkan dengan bagian telinga luar oleh membran timpani. Di dalam bagian telinga tengah ada dinding yang dibuat atau dibentuk oleh dinding bagian lateral telinga dalam.

Rongga itu dikelilingi oleh membran mukosa. Rongga itu juga memiliki kandungan udara yang masuk dari faring lewat saluran pendengaran.

Hal ini juga yang akhirnya membuat tekanan udara di kedua sisi membran timpani sama atau seimbang.

Di bagian telinga tengah ada tiga tulang tidak tebal atau tipis yang disebut dengan osikel. Fungsi tulang osikel yaitu menghantarkan getaran ke membran timpani lewat telinga dalam. Osikel terdiri atas tiga tulang tidak tebal atau tipis yakni Maleus, Inkus serta Stapes.

Tulang Maleus atau tulang martil yaitu sisi osikel pada telinga tengah yang ada di dekat (menempel pada) membran timpani. Kemudian, ada tulang inkus atau tulang landasan yang berartikulasi (membentuk sendi) dengan tulang maleus serta tulang stapes.

Tulang Stapes atau tulang sanggurdi yaitu tulang kecil (osikel) yang ada di bagian dasar osikel yang melekat pada fenestra vestibuli serta menghadap ke sisi dalam telinga.

Dinding posterior telinga tengah terbuka tidak beraturan, menghadap ke mastoid antrum serta membelok ke sekumpulan sel udara mastoid seperti sinus nasal yang terinfeksi.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian Telinga Dalam 

Telinga bagian dalam ada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua sisi yakni tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) serta membran labyringth.

Tulang labyrinth berikutnya terdiri atas tiga bagian yakni vestibula, koklea serta kanal semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melalui dua lubang yakni fenestra vestibuli yang ditempati oleh dasar stapes serta fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa.

Pada bagian belakang ada muara yang menuju kanal semisirkular serta di bagian depan ada muara yang menghadap ke koklea.

Koklea adalah bagian telinga yang penting untuk fungsi pendengaran.

Koklea yaitu saluran berupa spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengelilingi pusat tulang yang disebut dengan modiolus.

Bersumber pada panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yakni membran basilar serta membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.

Pada saluran bagian luar, ada skala vestibuli pada bagian atas serta skala timpani pada bagian bawah.

Saluran ini memuat perilimfe serta bergabung dengan puncak modiolus. Sisi ujung skala timpani yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.

Bagian tengah saluran koklea disebut dengan duktus koklear serta memuat endolimfe. Memiliki bentuk sama juga dengan tulang labyrinth serta disebut dengan membran labyrinth.

Di dalam duktus koklear ada ujung ujung saraf pendengaran yang disebut dengan sel sel rambut.

Pada koklea, ada tiga kanal semisirkular yang terdapat di atas serta di belakang vestibula dalam tiga ruangan yang tidak sama, satu vertikal, satu horisontal serta yang lain transversal. Seluruh ruangan ini memuat perilimfe.

Dalam fungsi keseimbangannya, jika posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan merangsang sel sel khusus yang mempunyai tonjolan seperti rambut rambut yang ada di ujung tiap kanal.

Pada bagian dalam tulang labyrinth ada labyrinth membranosa yang berbentuk membran memiliki ukuran kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea.

Utrikel serta sakulus yaitu dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dikaitkan oleh saluran penyambung (connecting tube).

Kantung kantung itu memuat potongan kecil saraf sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang melekat pada sel sel itu.

Bentuk duktus semisirkular sama juga dengan kanal semisirkular terdapat di dalam duktus itu, namun diameter duktus semisirkular cuma 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular memiliki kandungan endolimfe.

Duktus koklear yaitu saluran spiral yang ada didalam kanal koklea yang menonjol serta membentang di sepanjang dinding luar.

Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran vestibular serta bagian dasarnya oleh membran basiler serta kedua dinding luarnya oleh tonjolan dinding koklea.
Sumber: artikelbermutu.com
Sesudah anda membaca bagian bagian telinga di atas, anda tentu udah mengerti mengenai anatomi telinga tersebut. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengingat bagian telinga di atas, kita akan berikan review secara singkat berikut ini: 

Review Singkat Bagian Bagian Telinga: 
  1. Bagian telinga luar: Aurikula, Meatus Akustik Eksterna, serta membran timpani 
  2. Ada cairan serumen. 
  3. Bagian telinga tengah: Ada tiga tulang Osikel yakni tulang Maleus, Inkus, serta tulang Stapes. 
  4. Bagian telinga dalam: Tulang Labyrinth serta membran labyrinth 
  5. Tulang labyrinth terdiri atas vestibula, koklea serta kanal semisirkular 
  6. Koklea tersusun atas duktus koklear yang ada sel sel rambut, fibrosa fenestra koklea 
  7. Labyrinth Membranosa terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea 
  8. Bagian bagian tulang telinga serta fungsinya 
  9. Bagian bagian telinga serta fungsinya 

Fungsi Bagian Telinga 

Sesudah memahami bagian bagian telinga, mari kita belajar mengenai fungsinya yakni:
  1. Aurikula yang disebut dengan sebagai kuping telinga berperan untuk menghantarkan gelombang suara menuju ke meatus akustik eksterna. 
  2. Meatus akustik eksterna berperan untuk menghantarkan gelombang suara dari aurikula ke bagian telinga selanjutnya yakni membran timpani atau gendang telinga. Pada Meatus akustik eksterna juga ada rambut rambut halus serta mempunyai kelenjar yang berperan untuk mengekskresikan serumen untuk melindungi saluran telinga. 
  3. Osikel yang tersusun atas tiga tulang berperan untuk memperbesar getaran suara yang ditimbulkan oleh membran timpani (gendang telinga) hingga vestibuli fenestra bergetar yang menyebabkan perilimfe bergetar. 
  4. Kanal Semisirkular dengan sel sel khususnya berperan untuk mengetahui posisi kepala berubah oleh karena adanya gerakan endolimfe yang menyentuh ujung kanal. 
  5. Koklea berperan sebagai wadah untuk sel sel yang dipakai untuk mendengar dan melindungi keseimbangan 
  6. Utrikel serta sakulus berperan untuk melindungi keseimbangan tubuh manusia oleh karena adanya otolith serta saraf sel rambut.
Sumber: health.detik.com
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Telinga di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Bagian – Bagian Telinga dan Fungsinya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelbermutu.com 

Jenis Olahraga yang Baik untuk Jantung

Tidak perlu menjadi atlet untuk menjadi bugar. Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang. Meningkatkan kebugaran sangat baik bagi jantung, paru-paru, tulang, dan persendian. Manfaatnya juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker. Jika sudah mengalami satu atau lebih gangguan kesehatan ini, berolahraga akan membantu tubuh mengendalikan berbagai masalah kesehatan lainnya sehingga tubuh merasa lebih baik.

Seberapa jauh latihan aerobik dapat meningkatkan kebugaran tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan oksigen. Manfaat ini tergantung pada kondisi jantung, paru-paru, dan otot. Setiap aktivitas yang membuat jantung berdetak lebih cepat dapat meningkatkan kebugaran. Kebugaran yang diperoleh dari latihan aerobik ini disebut juga ‘kardio’ Kardio adalah singkatan dari latihan kardiovaskular, yaitu setiap latihan yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk sementara waktu. Latihan ini termasuk jogging, bersepeda, atau berenang. Seperti dilansir HealthDay, Kamis (15/3/2012), berikut adalah aktivitas fisik yang dibutuhkan agar jantung tetap sehat.

Lakukan aktivitas aerobik dalam taraf sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Misalnya, dengan berjalan rutin dengan variasi waktu sebagai berikut.
  • Berjalan kaki selama 11 menit dua kali sehari secara rutin atau 22 menit sekali setiap hari.
  • Berjalan-jalan setengah jam 3 hari dalam seminggu dan pada 4 hari sisanya disi dengan 15 menit berjalan kaki.
  • Berjalan-jalan selama 45 menit setiap hari.
Bisa juga dengan melakukan aktivitas yang lebih berat seperti berlari minimal 75 menit dalam seminggu. Kegiatan ini membuat napas lebih lega dan detak jantung lebih cepat daripada saat beristirahat. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa juga dengan:
Berlari selama 25 menit 3 kali seminggu.
Berlari selama 15 menit 5 kali seminggu.
Anak-anak membutuhkan lebih banyak aktivitas. Doronglah agar anakanak berusia 6 - 17 tahun mau melakukan olahraga dalam taraf sedang hingga berat minimal 1 jam setiap hari.

Salah satu cara untuk mengetahui seberapa keras olahraga yang dilakukan adalah mengukur tingkat detak jantung. Detak jantung yang aktif tidak hanya membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga membantu tubuh tetap fit.
Kesimpulan : Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang.
Tubuh manusia dibuat untuk banyak bergerak. Olahraga membuat otot dan rangka tubuh bergerak, denyut jantung meningkat sehingga darah beserta oksigen dan nutrisi bisa disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Jarang berolahraga membuat distribusi oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Dampaknya, otot tubuh akan kekurangan oksigen sehingga membuat badan terasa pegal-pegal dan kaku. Kekurangan oksigen juga membuat kerja otak tidak maksimal sehingga mudah pusing dan susah konsentrasi.

Tulang-tulang pada rangka manusia harus dirawat supaya tetap sehat. Cara merawat tulang di antaranya dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang bergizi. Sebagai contoh, dengan olahraga jalan kaki maka tulang, otot, dan persendian lutut manusia akan menjadi sehat. Ingatkah kamu bagianbagian rangka tubuh manusia yang telah dipelajari pada buku tema 4?

Berdasarkan bentuknya, tulang rangka dibagi menjadi 3 macam, sebagai berikut.
  • Tulang pipa. Tulang pipa berbentuk panjang seperti pipa. Kedua ujung tulang pipa membesar, membentuk bonggol yang tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengah di antara kedua bonggol disebut diafise. Berbeda dengan epifise, diafise merupakan tulang kompak dan di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan atas.
  • Tulang Pendek. Tulang pendek berbentuk silinder kecil (bulat pendek). Contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan.
  • Tulang Pipih. Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Contoh tulang pipih adalah tulang dada, tulang tempurung kepala, tulang rusuk, dan tulang belikat.
Apa fungsi rangka manusia? Bersama teman-temanmu satu kelas, diskusikanlah fungsi rangka tubuh kita. Tuliskan hasil diskusimu dalam kolom berikut!
  • Rangka tubuh manusia memberi bentuk, contohnya pada tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah/kepala anda.
  • Rangka tubuh manusia juga berfungsi sebagai penopang tubuh kita,  contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
  • Melindungi organ-organ dalam, contohnya tulang-tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.
  • Rangka tubuh juga berfungsi sebagai alat gerak pasif.
  • Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.
Tuliskan yang dimaksud menggambar komik pada kotak berikut.
Menggambar komik adalah: Menggambar komik adalah Suatu Bentuk Seni Yang Menggunakan Gambar Gambar Tidak Bergerak Yang Disusun Sedemikian Rupa Sehingga Membentuk Jalinan Cerita.
Langkah membuat komik :
  • Cara pertama, Saat timbul ide cerita, kita bisa membuat ceritanya terlebih dahulu. Buat cerita tersebut menjadi bagian-bagian, seperti membuat story line . Setelah cerita dirapihkan dalam frame-frame yang ada, mulailah membuat sketsa gambarnya, sampai akhirnya disempurnakan menjadi sebuah komik.
  • Cara kedua, Jika kita memiliki daya ingat yang kuat, kita bisa memakai cara yang satu ini. Saat ide cerita dan gambar sudah ada, simpan cerita tersebut dalam ingatan kita. Pastikan bahwa cerita tersebut tidak akan hilang dalam ingatan kita. Mulailah dengan menggambar sketsa cerita, frame demi frame , sehingga jadi rangkaian cerita. sudah selesai, barulah buat narasi dan dialognya, itu akan mengalir dengan sendirinya karena kita sudah mengingat ide ceritanya.

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pertolongan pertama pada kecelakaan ialah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter. Sifat dari pertolongan pertama ialah memberikan perasaan ketenangan kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah, dan mengurangi bahaya yang lebih besar.

Tujuan P3K
Orang selalu berusaha menghindari penyakit atau kecelakaan. Tetapi tidak seorang pun tahu kapan penyakit atau kecelakaan itu akan datang. Karena itu kita harus selalu berusaha untuk memperkecil akibat dari musibah atau kecelakaan yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa diri atau sanak keluarga kita.

Kecelakaan itu berjenis-jenis macamnya dan penanganannyapun memerlukan keterampilan dan pengetahuan sendiri-sendiri. Kecelakaan dapat terjadi di mana-mana, dirumah, diperjalanan, di sekolah, di tempat kerja, di kolam renang, di tempat-tempat rekreasi dan di tempat-tempat lain. Sebagai akibat kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat dan luka ringan.

Korban kecelakaan yang masih hidup memerlukan pertolongan secepat mungkin, supaya korban terhindar dari bahaya maut. Pada kondisi tersebut terletak fungsi pertolongan pertama sebelum dokter datang. Bila dilakukan dengan benar, pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menolong jiwa seseorang. Namun demikian, bila dilakukan dengan salah, bahkan dapat membahayakan
jiwa korban.

Oleh karena itu, orang yang memberikan pertolongan pertama harus mempunyai pengetahuan, keterampilan P3K serta mampu melihat situasi dan kondisi korban sebelum melakukan pertolongan pertama. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama, antara lain:
  • Panggillah dokter secepat mungkin atau bila dokter tak mungkin segera datang, kirimkanlah penderita segera ke rumah sakit.
  • Hentikan perdarahan.
  • Cegah dan atasi shock atau gangguan keadaan umum yang lainnya.
  • Cegahlah infeksi.
Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
  • Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban.
  • Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu.
  • Mencari dan mengatasi pendarahan.
b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
  • Mengadakan diagnose.
  • Menangani korban dengan prioritas yang logis.
  • Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
c. Menunjang penyembuhan
  • Mengurangi rasa sakit dan rasa takut.
  • Mencegah infeksi.
  • Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat.
Prinsip-Prinsip P3K
Prinsip-prinsip atau sikap kita ketika melakukan usaha pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
  1. Bersikap tenang dan tidak panik.
  2. Berikan pertolongan dengan cara yang cepat dan tepat.
  3. Sebelum mengetahui berat ringannya cidera yang dialami, jangan cepatcepat memindahkan atau menggeser korban.
  4. Jika ada luka, diusahakan agar korban tidak melihatnya, sebab dapat membuat korban menjadi panik.
  5. Setelah mendapat pertolongan pertama, korban sebaiknya segera dibawa ke dokter, rumah sakit, Puskesmas untuk penanganan selanjutnya.
Peralatan P3K dan Cara Penggunaannya
Peralatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan minimal yang perlu dipersiapkan dalam usaha memberikan pertolongan, antara lain sebagai berikut
1. Peralatan P3K
  1. Kasa Pembalut (Perban). Perban terbuat dari kain yang jarang dan tipis. Perban ini dipergunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril.
  2. Kasa Steril. Kasa yang sudah disterilkan digunakan untuk menutup luka. Kasa steril adalah kain yang bebas dari kuman-kuman penyakit.
  3. Plester. Plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas. Dalam meletakkan kasa penutup, plester ditempatkan pada beberapa tempat dan jangan melewati bagian tengah luka.
  4. Plester obat. Plester obat (plester yang mengandung obat) biasanya digunakan untuk menutup luka kecil yang telah dibersihkan, misalnya akibat teriris atau tersayat benda tajam. Pada permukaan tengah plester terdapat lapisan yang mengandung obat.
  5. Pembalut Segitiga. Pembalut segitiga (mitella) biasanya digunakan untuk korban yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang lengan, luka di kepala atau cedera pada sendi lutut. Pembalut segitiga terbuat dari kain putih dengan ukuran 90 cm dan 125 cm. Pinggirnya tidak dijahit agar ketika dipakai tidak menekan luka atau cedera.
  6. Kapas. Kapas digunakan untuk membersihkan luka atau mengoleskan obat. Biasanya sebelum digunakan, kapas terlebih dahulu dibasahi dengan air bersih yang steril atau larutan pembersih luka, setelah itu baru dipakai untuk membersihkan luka yang kotor.
  7. Gunting. Gunting yang digunakan sebaiknya gunting perban tahan karat.
  8. Lampu senter. Lampu senter digunakan untuk melihat luka tertentu agar lebih jelas, misalnya suatu benda yang masuk ke telinga atau melihat benda yang sangat kecil di dalam luka.
  9. Jepitan. Jepitan (pinset) digunakan untuk mengambil suatu benda yang kecil di dalam luka atau mengambil kotoran yang melekat pada permukaan luka. Pinset juga biasanya dipakai untuk menjepit kapas atau kasa steril. Sebelum dipakai sebaiknya pinset dibersihkan dahulu dengaan alkohol 70% atau direbus.
Obat-obatan P3K
a. Obat Penghilang Rasa Sakit
  • Jenis Obat :Balsem, Minyak kayu putih, Minyak angin
  • Cara Penggunaannya. Obat diusapkan atau dioleskan pada dada, kening, leher dan perut atau diciumkan.
  • Kegunaannya. Memberi rasa segar, menghilangkan rasa sakit, melonggarkan pernapasan atau menghangatkan tubuh.
b. Obat Luka Bakar
  • Jenis Obat :Salep minyak ikan
  • Cara penggunaannya. Oleskan salep ke permukaan luka bakar.
  • Kegunaannya. Pada luka bakar yang kecil dan ringan sangat efektif dan cepat menyembuhkan.
c. Obat Luka Ringan
  • Jenis Obat: Obat merah, Betadin
  • Cara penggunaannya:. Bersihkan luka dengan obat pencuci luka terlebih dahulu, kemudian oleskan obat pada luka.
  • Kegunaannya:. Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.
d. Obat Penyadar Orang Pingsan
  • Jenis Obat: Amoniak cair 25%, Eau de cologne
  • Cara penggunaannya: Basahi kapas dengan Amoniak atau Eau de cologne. Kemudian kapas didekatkan atau diciumkan ke hidung korban sampai korban sadar.
e. Obat Pencuci Luka
  • Jenis Obat: Larutan betadin, Alkohol 70%, Boorwater (larutan boric)
  • Cara Menggunakannya Basahi kapas dengan larutan betadine, alkohol atau boorwater. Kemudian luka bersihkan dengan kapas yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut di atas.
Kecelakaan yang Sering Terjadi dan Cara Pertolongannya
1. Shock
Shock adalah gangguan keadaan umum yang disebabkan karena pembuluh darah kurang terisi sehingga aliran darah terganggu.
a. Gejala-gejalanya
  1. Kulit dan muka korban pucat dan terasa dingin.
  2. Nadinya cepat
  3. Pernapasan cepat
  4. Korban tidak mengacuhkan keadaan sekeliling dan sering menguap
  5. Korban merasa haus
  6. Kesadarannya hilang atau berkurang
b. Usaha Pencegahannya
  1. Letakkan korban terlentang dengan kepala lebih tinggi dari kaki.
  2. Selimutilah tubuh korban dengan selimut yang tebal supaya hangat.
  3. Jika masih sadar berilah minuman yang hangat. Kalau ada luka dalam perut, jangan sekali-kali diberi minum.
  4. Kalau korban pingsan, letakkan amoniak di bawah hidungnya.
  5. Sedapat mungkin hilangkan perasaan sakit.
  6. Pindahkan korban ke tempat yang aman dengan hati-hati.
2. Pendarahan
Pada tiap-tiap luka akan terjadi pendarahan. Pendarahan dapat terjadi di dalam atau di luar badan. Supaya tidak terjadi infeksi, tiap luka baik itu luka luar maupun di dalam badan harus diambil tindakan yang cepat. Kita harus membedakan dari mana darah itu keluar, apakah pendarahan itu keluar dari arteri, vena (pembuluh darah balik), atau kapiler (pembuluh darah rambut).

Pendarahan arteri warnanya merah muda, dan darah keluar dengan memancar sesuai dengan denyutan jantung. Pendarahan vena warnanya merah tua, keluarnya cepat, tidak ada pancaran. Pendarahan kapiler warnanya merah tua atau merah muda, tidak cepat dan berdenyut, menyelubungi permukaan luka.
Tindakan terhadap Pendarahan Luar
Berikut adalah beberapa tindakan terhadap pendarahan luar..
  1. Menekan dengan pembalut tekan. Cara melakukannya: di atas luka diletakkan kain kasa, kemudian dibalut dengan kain pembalut. Kain kasa akan menutupi dan menekan darah yang keluar. Pendarahan vena dan pendarahan yang tidak berat dapat dihentikan dengan cara tersebut. Kalau tidak ada kain kasa, dapat juga dipergunakan sapu tangan yang bersih. Jika terjadi pendarahan di tangan atau di kaki, tangan atau kaki harus diangkat ke atas.
  2. Menekan dari atas tempat tekanan. Kalau terjadi pendarahan arteri dan pendarahan lain yang tidak dapat dihentikan setelah 5 menit dengan pembalut tekan, maka tekanan harus dilakukan pada tempat-tempat tertentu, yaitu tempat di mana arteri menyilang pada tulang. Tempat yang harus ditekan, yaitu tempat antara luka dan jantung, tempat yang paling dekat dengan luka arteri menyilang tulang. Setelah pendarahan berhenti, lakukan penekanan dengan pembalut tekan.
  3. Menahan pendarahan dengan tourniquet. Menahan pendarahan dengan tourniquet hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang memaksa sekali, karena penggunaan tourniquet ada bahayanya. Jika penolong menggunakan tourniquet, ia harus segera diberitahukan kepada dokter, bahwa ia menggunakan tourniquet.
3. Pernapasan Berhenti
Pernapasan berhenti (asphyxia) disebut dengan “mati lemas”. Dalam bahasa Yunani asphyxia berarti “tidak berdenyut”, tidak tepat sebab pada kematian karena asphyxia nadi sebenarnya masih dapat berdenyut untuk beberapa menit setelah pernapasan berhenti. Pernapasan berhenti (asphyxia) adalah kekurangan oksigen yang disebabkan oleh terganggunya saluran pernapasan.
a. Sebab-sebab terhentinya pernapasan
  1. Terhalangnya udara yang masuk ke dalam paru-paru, misalnya karena tercekik, kemasukan benda asing ke dalam tenggorokan atau kemasukan air karena tenggelam.
  2. Kelumpuhan pada pusat pernapasan di otak, misalnya karena pukulan keras di kepala atau perut, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, terkena aliran listrik.
  3. Sel-sel darah merah tidak dapat bekerja dengan baik.
  4. Kurangnya oksigen dalam udara, misalnya di ruangan yang tertutup rapat.
b. Pertolongan pertama
  1. Memindahkan korban ke tempat yang udaranya bersih.
  2. Mengeluarkan segala benda yang menyumbat tenggorokan.
  3. Menutup badan korban dengan selimut supaya hangat.
  4. Melakukan pernapasan buatan.
4. Luka
Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab.
a. Jenis-Jenis Luka
Luka memar (kena pukul), Luka bacok, Luka gores, Luka robek, Luka tusuk, Luka tembak, Luka potong, Luka bakar
b. Dasar-dasar pertolongannya:
  1. Hentikan pendarahan.
  2. Tinggikan anggota badan yang terluka.
  3. Ulas luka ulas dengan mercurrohchoom 2%, tutup dengan kasa steril dan tambahkan kapas di atasnya, kapas lalu di perban. Setelah luka ditaburi obat dapat juga langsung dibalut dengan pembalut cepat.
  4. Bila luka lebar dan dalam segera bawa ke rumah sakit.
5. Patah Tulang
a. Ada Dua Macam Patah Tulang, yaitu
  • Patah tulang tertutup, kalau tidak ada kerusakan pada kulit.
  • Patah tulang terbuka, kalau ujung-ujung tulang yang patah menusuk kulit sampai kelihatan keluar.
b. Tanda-Tanda Patah Tulang
  • Terasa sakit pada tempat yang patah, lebih-lebih kalau digerakkan.
  • Tidak mungkin dapat bergerak.
  • Kalau ujung-ujung tulang yang patah mendorong ke dalam, lengan atau kaki akan menjadi lebih pendek.
  • Tempat patah tulang membengkak.
c. Upaya Pertolongan:
  • Pada patah tulang terbuka, pertama-tama harus dihentikan pendarahannya lalu ditutup dengan kain bersih, kemudian dipasang bidai agar tidak bergerak sewaktu dibawa ke dokter, rumah sakit atau Puskesmas.
  • Pada patah tulang tertutup, korban diusahakan agar tidak banyak bergerak, sehingga tidak bertambah sakit dan memperburuk keadaan patah tulangnya.
  • Bila tidak ada bidai pada tempat kecelakaan patah tulang kaki, bantal dapat dipakai sebagai ganjal atau apa saja, agar korban merasa enak dan tidak bertambah sakit
6. Terkena Aliran Listrik
Shock listrik terjadi bila tubuh seseorang dilalui arus listrik, badannya kena kawat listrik, kena pesawat listrik atau kena halilintar.
a. Gejala-Gejalanya
  • Kesadaran hilang
  • Pernapasan berhenti, karena lumpuhnya pusat pernapasan.
  • Kadang-kadang luka terbakar hebat.
  • Terdapat pendarahan halus pada kulit.
b. Cara Melepaskan dari Arus Listrik
  • Pertama-tama melepaskan kontak antara korban dengan pembawa arus listrik. Sangat berbahaya melepaskan korban dengan tangan, atau memegang badan atau pakaiannya, terlebih-lebih jika badan atau pakaian korban basah, misalnya karena keringat.
  • Kalau sekering listrik dekat, putuskan sekering dengan segera. Kalau tidak ada sekering, lakukanlah hal-hal sebagai berikut. Berdirilah di atas papan yang kering atau di atas pakaian kering. Balutlah tangan dengan pakaian kering dan tebal, atau memakai sarung tangan karet.
  • Tariklah korban pada pakaiannya yang kering untuk melepaskan korban dari pembawa arus listrik.
  • Tindakan selanjutnya, kalau korban tidak bernapas, buatlah pernapasan buatan. Pernapasan buatan harus dilakukan sampai korban dapat bernapas kembali. Setelah korban dapat bernapas kembali, balutlah lukanya.
7. Pingsan
Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak tidak mendapatkan cukup oksigen.
pingsan
a. Penyebab Pingsan
  • Postural hipotensi adalah suatu kondisi umum. Hal ini terjadi ketika seseorang telah duduk selama beberapa saat dan kemudian tiba-tiba mengalami perasaan pusing ketika berdiri.
  • Dehidrasi parah juga menyebabkan pingsan. Hal ini terutama terlihat pada anak-anak yang banyak olahraga di luar ruangan selama musim panas. Hilangnya cairan diterjemahkan kurangnya darah tersedia di otak dan otot. Penurunan volume darah adalah yang menyebabkan pingsan pada anak-anak.
  • Anemia adalah suatu kondisi kurangnya salah satu sel darah merah atau hemoglobin. Hal ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen mencapai otak yang menyebabkan pingsan.
  • Setiap jenis perubahan irama jantung dapat mengakibatkan fluktuasi dalam jumlah darah yang dipompa ke berbagai bagian tubuh atau yang disebut arrhythmia. Kondisi katup jantung juga dapat menyebabkan arrhythmia, sekali lagi yang dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hati. Ketersediaan oksigen dalam tubuh yang tiba-tiba menurun dapat menyebabkan pingsan.
  • Serangan jantung ringan atau segala jenis kematian jantung mendadak juga dapat menyebabkan seseorang pingsan.
  • Vasovagal syncope atau neurocardiogenic syncope adalah suatu kondisi di mana penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus dan membuat orang pingsan. Hal ini biasanya terlihat ketika seseorang tibatiba mendengar berita buruk atau melihat gambar berdarah, dan lainnya.
  • Pingsan selama kehamilan juga umumnya terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan pingsan selama kehamilan. Kurang gizi, anemia, telentang untuk waktu lama, bisa menyebabkan pingsan selama kehamilan.
  • Penurunan gula darah tiba-tiba menyebabkan penurunan glukosa yang tersedia untuk fungsi otak. Hal ini dapat dilihat pada penderita diabetes yang cenderung overdosis insulin. Jika orang kehilangan dosis, mungkin tergoda mengambil dosis insulin tambahan untuk menebus  dosis yang terabaikan. Dalam kasus tersebut, gula darah cenderung tibatiba jatuh, dan membuat orang menjadi shock insulin.
  • Occupational syncope merupakan orang yang pingsan karena pemicu yang merupakan fungsi tubuh normal, seperti batuk, bersin, jatuh dari bangku, mengejan pada saat buang air besar, atau lainnya.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat juga membuat seseorang merasa pusing. Ini karena perubahan konsentrasi cairan dalam tubuh dan juga secara langsung mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.
  • Kadang-kadang, seseorang pingsan sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap beberapa obat atau pengobatan.
b. Gejala-gejala Pingsan
Gejala-gejala pingsan dapat diketahui ketika seseorang mengalami pusing ketika duduk atau berdiri, mual, badan panas, dingin, berkeringat, dan kulit pucat sebelum mereka akan pingsan.
c. Pertolongan
Langkah pertama yang harus diambil ada yang pingsan adalah seperti berikut.
  • Mengembalikan kesadarannya dengan memberikan bau-bauan yang menyengat seperti parfum atau minyak kayu putih.
  • Buat kepalanya lebih rendah dari kaki agar darah bisa mengalir ke otak.
  • Jika korban pingsan muntah miringkan kepalanya agar jalur pernapasannya bisa lancar kembali.
  • Jika sudah sadar beri air minum.
Pertolongan Kecelakaan di Air Menggunakan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)
Pernapasan buatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menolong jiwa seseorang dengan jalan menimbulkan pernapasan yang spontan dan teratur. Orang tanpa hidup dengan bernafas lebih dari beberapa menit saja. Oleh karena itu, pernapasan buatan harus dilakukan dengan segera dan cara yang benar.

a. Pedoman dalam Melakukan Pernapasan Buatan
Yang harus dikerjakan sebelum melakukan pernapasan buatan adalah membersihkan saluran pernapasan dan melonggarkan pakaian yang menjepit leher, dada, dan perut. Kemudian, lakukanlah pernapasan buatan dengan pedoman sebagai berikut.
  • Lakukanlah pernapasan dengan segera. Apabila terlambat, jiwa penderita tidak akan tertolong.
  • Lakukan pernapasan buatan yang telah kamu kuasai betul. Jangan mencoba cara lain meskipun lebih baik jika kamu belum menguasai cara-caranya.
  • Lakukanlah pernapasan buatan sampai penderita/korban bernafas kembali.
b. Cara Memberikan Pernapasan Buatan (dari mulut ke mulut)
Pernapasan buatan metode mulut ke mulut adalah metode yang paling efektif dalam membantu korban ketika mengalami kesulitan bernapas. Caranya dengan menghembuskan udara ke paru-paru korban dengan mulut kamu sendiri. Cara melakukan pernapasan buatan pada dasarnya adalah sebagai
berikut.
  • Tempatkan korban pada punggungnya seketika. Putar kepala dan bersihkan daerah kerongkongan dari air, lendir, barang-barang asing atau makanan.
  • Miringkan kepala korban ke belakang untuk membuka aliran udara.
  • Angkat dagu korban keatas supaya lidah tidak menghalangi aliran udara.
  • Pencet lubang hidung korban sehingga tertutup untuk mencegah kebocoran udara ketika kamu meniup.
  • Tempelkan bibir kamu sekitar mulut korban.
  • Hembus mulut korban sehingga kamu melihat kenaikan dada.
  • Lepaskan mulut kamu untuk membiarkan pengeluaran udara secara alami.
  • Ulangi 12 sampai 18 kali/menit, amati untuk melihat naik turunnya dada sampai pernapasan alami mulai.
c. Cara Menolong orang yang pingsan
  • Prinsipnya sederhana. Kamu bernapas bagi korban yang tidak bereaksi. Keluarkan napasmu dari paru-paru dan masukkan ke tubuh korban melalui mulutnya. Apabila mulutnya cedera dan tidak bisa dibuka, hembuskan napas ke dalam hidungnya.
  • Posisi di samping kanan bahu korban. Miringkan kepalanya, angkat dagunya dan pencet hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk mu. Tujuannya agar napas yang ditiupkan ke dalam mulut korban tidak keluar melalui hidung.
  • Tarik napas dalam-dalam. Buka mulutmu lebar-lebar, rapatkan sedekat mungkin ke mulut korban. Hembuskan napas ke dalamnya. Setelah itu jauhkan mulut dari korban. Berikan dua kali pernapasan yang dalam. Amati dada korban untuk memastikan udara yang ditiupkan telah dapat mengembangkan paru-parunya. Sebelum memasukkan napas berikutnya, pastikan korban sudah menghembuskan napas. Jika perut korban jadi membesar, kemungkinan saluran napasnya tersumbat atau napas yang dihembuskan terlalu banyak.
  • Periksa adanya tanda-tanda sirkulasi, misalnya bernapas, batuk, atau gerakan. Hal ini perlu waktu tak sampai 10 detik.
  • Bila tak ada tanda-tanda sirkulasi, lakukan tekanan pada jantung untuk mengalirkan darah ke otak. Bila korban menunjukkan tanda- tanda kehidupan namun tidak bernapas, lanjutkan pernapasan mulut ke mulut hembuskan udara sebanyak-banyaknya setiap 5 detik, berarti dua belas kali pernapasan setiap menit.
  • Bila napasnya lemah, dangkal atau tampak susah payah, pernapasan buatan dari mulut ke mulut mungkin masih bisa membantu. Namun bantuan pernapasanmu harus dikoordinasikan dengan napas korban. Hembuskan udara selagi ia menarik napas dan biarkan dia mengeluarkan napas dulu, baru kamu hembuskan napas lagi.
  • Telepon dokter bila kamu belum dapat mengatasinya. Lanjutkan napas buatan sambil menunggu bantuan.

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi. Pengertian Gigi, Struktur Gigi, Fungsi Gigi, dan Berbagai Macam Jenis Gigi. Mulai dari usia anak hingga usia dewasa.

Pengertian serta Fungsi Gigi Manusia

Sumber: ibu-zahraa.blogspot.co.id
Gigi yakni alat pencernaan mekanik yang ada pada bagian mulut. Gigi bertindak untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan, seperti saat sebelum makanan itu akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki susunan keras sehingga memudahkan untuk menjalani fungsinya.

Bagian–Bagian Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Setiap gigi manusia memiliki 3 sisi paling penting, yakni:
  1. Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu segi gigi yang kelihatan dari luar, segi ini dilapisi oleh susunan pelindung yang disebut juga dengan e-mail gigi. 
  2. Leher Gigi, yaitu segi gigi yang telah tertanam oleh gusi, segi ini ada di bawah mahkota gigi dan di atas akar gigi. 
  3. Akar Gigi, yaitu segi gigi yang tertanam di bawah rahang dan tidak kelihatan dari luar, masing-masing bentuk gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang tidak sama. 
Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 susunan, yaitu:

E-mail Gigi, yaitu susunan yang melapisi segi mahkota gigi. E-mail gigi yaitu segi yang sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Segi e-mail gigi paling keras ada pada bagian mahkota yang peranannya sebagai pelindung, lalu semakin ke bawah e-mail gigi semakin tipis hingga pada akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.

Sementum Gigi, yaitu segi gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berperan untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Susunan Sementum tidaklah sekeras e-mail pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal bersamaan dengan bertambahnya usia.

Tulang Gigi (Dentin), yaitu susunan gigi yang ada setelah susunan e-mail gigi pada mahkota dan ada setelah susunan sementum pada akar gigi.

Dentin memiliki susunan seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karenanya ia sering kali disebut juga dengan Tulang Gigi. Dentin yaitu susunan terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.

Rongga Gigi (Pulpa), yaitu jaringan lunak pada tengah gigi yang berupa rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf.

Pulpa berperan untuk memberi nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berperan untuk mengidentifikasi bila ada zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga bertindak untuk membuat susunan dentin.

Jenis Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu:

Gigi Seri, yaitu gigi yang mempunyai satu akar dan berperan untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berupa tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Taring, yaitu gigi yang memiliki satu akar dan berperan untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berupa tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Geraham Depan (Premolar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 akar dan berperan untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berupa rendah dan ada beberapa benjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.

Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berperan untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan melembutkan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama juga dengan gigi Premolar di atas.

Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah. Bersumber pada usianya Gigi terbagi jadi 2 bentuk, yaitu:

Gigi Susu, yaitu gigi yang tumbuh pertama kalinya pada manusia, seiring waktu berjalan dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Umumnya gigi susu mulai berkembang sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh yakni gigi seri pada rahang bawah.

Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Lalu akan tanggal satu per satu mulai sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah semuanya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.

Gigi Permanen, yaitu gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain selama kehidupan. Gigi permanen semuanya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

Susunan Gigi Pada Manusia 

Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

S = Gigi Seri
T = Gigi Taring
G = Geraham

Struktur Sekitar Gigi 

Ligamen Periodontal, yaitu susunan jaringan ikat yang melekat pada akar gigi dan melekat ke tulang. Ligamentum periodontal akan berlanjut dengan jaringan gingiva (gusi) dan terkait dengan ruang pembuluh darah yang ada pada tulang.

Oral Mukosa, yakni rongga mulut yang dilapisi sel epitel gepeng berlapis. Oral mukosa memiliki peranan paling penting untuk melindungi jaringan atau organ lain yang ada pada rongga mulut.

Gingiva (Gusi), yaitu mukosa mulut yang menutupi tulang maksila dan mandiula di dalam rongga mulut. Jaringan gingiva ini sendiri sebenarnya berwarna transparan, warna merah terbentuk karena banyak pembuluh darah di bagian itu. Peranan gusi yakni untuk melindungi akar gigi dan jaringan sekitar akar gigi.

Saraf dan pembuluh darah, seperti pada organ yang lain, di sekitar gigi ada juga pembuluh saraf dan pembuluh darah. Pembuluh saraf berperan untuk menerima dan memberikan rangsangan, sedangkan pembuluh darah berperan untuk memberikan konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh susunan di sekitarnya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gigi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gigi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati. Pengertian Hati, Nama Lain Hati, Fungsi dari Hati, Bagian-Bagian yang terdapat dalam Hati, Organ Hati, Peran Penting Hati pada tubuh manusia dan dalam menjalani kehidupan.

Pengertian serta Struktur Hati 

Sumber: sv.tubgit.com
Hepar (hati) yakni kelenjar yang paling besar dalam tubuh dengan berat lebih kurang 1.300-1.550 gr dan berwarna merah kecokelatan, mempunyai banyak pembuluh darah serta lunak.

Hepar berbentuk baji dengan permukaan dasarnya pada sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, ada di kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan). Permukaan atasnya bersebelahan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggir kosta kanan.

Setiap lobulus terbagi dalam vena sentral yang dikelilingi oleh beberapa sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Beberapa sel ini melakukan pekerjaan hati. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam satu lobulus. Sinusoid memberikan hati struktur kenyal dan amat mungkin untuk menyimpan beberapa besar darah.

Hati memiliki sistem suplai darah yang tidak umum. Seperti organ tubuh yang lain, hati menerima darah yang mempunyai kandungan oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati lewat arteri hepatik.

Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang di proses, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati lewat vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.

Beberapa sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir lewat sinusoid. Mereka juga menyaring limbah serta racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat yang lain ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang berhimpun membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati lewat vena hepatika.

Setiap lobulus juga mempunyai kandungan kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh beberapa sel hati. Kapiler empedu berhimpun untuk membuat saluran empedu, yang membawa empedu dari hati.

Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu berhimpun bersama, membuat duktus hepatika. Hati menghasilkan empedu secara terus menerus, bahkan apabila usus kecil tidak memproses makanan.

Keunggulan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan di lain waktu. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir ke dalam usus kecil lewat saluran empedu.

Hati yakni organ padat paling besar dalam tubuh. Beberapa orang mungkin saja tidak tahu bila hati juga merupakan kelenjar paling besar dalam tubuh. Hati sebenarnya yakni dua bentuk kelenjar. Ini yakni kelenjar sekresi karena memiliki susunan spesial yang di desain untuk memungkinkan dan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu.

Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin, maka itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu yaitu cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa beberapa product limbah kedalam usus.

Ada seluruh bentuk kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk juga pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin yang lain (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

Hepar terbagi dalam: 

  1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibanding dengan lobus kiri. 
  2. Lobulus. Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom. 
  3. Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus. Vena berhimpun jadi vena yang lebih besar dan membuat vena hepatika yang lalu menuju ke dalam vena kava inferior 
  4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus yang lain. 

Lokasi Hati 

Sumber: penyakithati.org
Hati ada di bawah diafragma (membran otot yang memisahkan dada dari perut), terutama pada bagian kanan atas perut, terutama di bawah tulang rusuk. Namun, juga meluas di dalam perut segi atas dan segi jalan ke perut segi atas kiri.

Satu struktur berwujud tidak teratur, yang solid seperti kubah, hati terbagi dalam dua segi paling penting (lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil) dan dua lobus kecil.

Batas atas lobus kanan yakni pada tingkat atas kosta ke-5 (sedikit kurang dari 1/2 inci di bawah puting), dan batas atas dari lobus kiri yakni tepat di bawah tulang rusuk ke-5 (lebih kurang 3/4 inci di bawah puting).

Selama inspirasi (menghirup), hati didorong turun oleh diafragma dan tepi bawah hati turun di bawah margin tulang rusuk paling rendah (batas kosta).

Fungsi Hati 

Sumber: softilmu.com
Menawarkan racun 

Fungsi paling penting dari hati yakni menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun itu bisa datang dari makanan, minuman, ataupun obat-obatan.

Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya jadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber daya yang disimpan di dalam otot.

Metabolisme protein akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang memiliki resiko bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya jadi urea dan nantinya akan dikeluarkan bersama urine.

Metabolisme karbohidrat 

Glukosa dan monosakarida lain seperti fruktosa dan galaktosa akan dirubah jadi glikogen. Glikogen yakni karbohidrat yang terbentuk dari beberapa ratus unit glukosa yang terikat bersama.

Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan, yakni sebagai berikut:
  1. Cepat dipecah untuk menghasilkan daya 
  2. Produksi dayanya tinggi 
  3. Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel 
Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan pertolongan dua hormon yaitu insulin dan glukagon yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kandungan glukosa dalam darah naik insulin akan dilepaskan untuk mengubah glukosa jadi glikogen dan disimpan di hati dan jaringan otot.

Saat kandungan glukosa di dalam darah turun, glukagon akan dilepaskan untuk memecah glikogen yang disimpan jadi glukosa dan lalu akan dimetabolisme untuk menghasilkan daya.

Metabolisme protein 

Beberapa asam amino dirubah jadi glukosa lewat proses glukoneogenesis. Asam amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh lalu dirubah jadi urea dan asam urat yang dikeluarkan dari sel hati ke dalam darah untuk diekskresi oleh ginjal dan dibuang lewat urine.

Metabolisme lemak 

Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut lewat darah menuju ke hati dan dipecah jadi asam lemak dan gliserol.

Sintesis kolesterol dan protein plasma 

Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta product protein plasma seperti fibrinogen, protrombin, dan beberapa globulin.

Penyimpanan beragam zat 

Hati yakni daerah untuk menyimpan glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.

Tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah 

Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru lalu produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang.

Pada saat darah lewat hati, lebih kurang 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, dan hasil penghancurannya masih tetap ada zat yang akan digunakan untuk membuat sel darah merah yang baru.

Menghasilkan zat yang melarutkan lemak 

Hati menghasilkan lebih kurang 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu inilah yang akan melarutkan lemak yang ada di dalam usus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian-Bagian Hati di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hati. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Karya seni rupa merupakan sesuatu yang dapat memuaskan perasaan seseorang karena kehalusan dan keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa. Di wilayah Nusantara ini, beragam karya seni rupa terapan daerah tumbuh dan berkembang sehingga menciptakan beragam karya seni seperti yang kita nikmati saat ini.Karya seni rupa terapan Nusantara adalah  karya seni rupa yang berwujud dua atau tiga dimensi yang memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat di wilayah Nusantara. Di wilayah Nusantara ini, terdapat beragam karya seni rupa terapan daerah. Ragam seni daerah tersebut tumbuh dan berkembang dalam sukusuku di wilayah Nusantara melalui proses waktu selama ratusan bahkan ribuan tahun.

1. Fase prasejarah
Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa prasejarah tampak pada beberapa benda yang ditemukan pada masa itu.
  • Peninggalan zaman Palaeolithikum berupa benda-benda yang terbuat dari batu dan tulang yang dikerjakan secara kasar, misalnya kapak genggam.
  • Peninggalan zaman Mesolithikum, berupa kapak batu yang hasil pengerjaannya lebih halus, peralatan tulang, dan sejumlah gambar pada gua.
  • Peninggalan zaman Megalithikum, berupa benda-benda dalam ukuran besar yang berfungsi sebagai perlengkapanritual, antara lain dolmen, menhir, kubur batu, sarkofagus, punden berunduk, dan relief batu.
  • Zaman logam, mulai digunakan logam sebagai karya terapan. Teknik pengolahan barang-barang perunggu dilakukan dengan pengecoran. Benda-benda peninggalannya, antara lain kapak corong, candrasa, nekara, moko, emas, dan bejana.

2. Fase sejarah
Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa sejarah tampak jelas pada wujud dibangunnya rumah-rumah berukir oleh para pendatang yang masuk Indonesia, yang sebelumnya berkediaman di Indo-Cina. Sejak adanya hubungan Indonesia-India, lahirlah seni Hindu-Indonesia, terutama di Jawa dan Bali. Peninggalan-peninggalannya yang hingga kini masih ada adalah bangunan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran.

A. Fungsi Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Karya seni rupa terapan Nusantara memiliki dua fungsi sebagai berikut.
  • Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
  • Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
B. Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Bentuk karya seni rupa terapan tersebut, di antaranya terdapat pada bentuk rumah adat, senjata tradisional, transportasi tradisional, dan seni kriya.

1. Rumah adat
Rumah adat di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapatmembedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk, dan bahan bakunya. Misalnya, rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping dan rumah adat Minahasa bentuknya memanjang ke belakang.
Rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap bubungan tinggi di Jambi, rumah beratap gonjong di Minangkabau, dan rumah beratap limas terpenggal di Papua. Bentuk rumah dengan tiang yang berkolong, atau yang biasa disebut rumah panggung terdapat di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.

2. Senjata tradisional
Berbeda dengan masa lalu, beragam senjata tradisional saat ini lebih sering digunakan sebagai peralatan untuk bekerja. Selain itu juga digunakan sebagai perlengkapan acara ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukkan seni tradisional, dan sebagai benda hias.

a. Pedang, badik, dan pisau tradisional
Termasuk dalam jenis ini adalah parang dari Ambon, mandau dari Kalimantan, sundu dari NTT, celurit dari Madura, pasa timpo dari Sulawesi Tengah, karih dari Sumatra Barat, piso surit dari Sumatra Utara, golok dari Jakarta, dan rencong dari Aceh. Sebagaimana senjata tradisional umumnya, bilah senjata dibuat dari bahan logam besi. Bilah mandau yang berkualitas terbuat dari batu gunung yang dilebur secara khusus dengan hiasan berasal dari bahan perak, tembaga, bahkan emas.
Ragam hias senjata jenis rencong seringkali menggunakan motif ular, bunga, dan lipan. Hiasan berupa jumbai-jumbai menyerupai rambut terdapat pada sebagian senjata mandau. Pada sarungnya yang terbuat dari bahan kayu masih diberi hiasan manik-manik dan bulu burung. Senjata khas Suku Dayak Kalimantan ini memang penuh hiasan yang estetik.

b. Keris
Keris adalah senjata tradisional berujung lancip dan bermata dua yang merupakan karya asli bangsa Indonesia yang adiluhung. Termasuk dalam jenis ini adalah senjata kujang dari Jawa Barat. Ada dua kelompok jenis keris, baik dari segi kegunaan, bahan, teknik pembuatan, dan kualitasnya. Ada keris yang digunakan untuk keperluan ritual-ritual adat, dibuat dari bahan-bahan pilihan dengan teknik yang lebih rumit dan lama. 

Kebanyakan keris ini diciptakan oleh para Mpu pada zaman dahulu. Kelompok kedua adalah jenis keris yang kegunaannya lebih sebagai hiasan atau untuk pertunjukan kesenian tradisional, termasuk untuk pelengkap busana dalam acara adat perkawinan. Para pengrajin sekarang kebanyakan membuat keris jenis ini. Bilah keris terbuat dari perpaduan logam besi dan baja, bahkan ada yang berlapis emas. Dibuat dan dibentuk dengan teknik tempaan. Gagang dan warangkanya umumnya terbuat dari kayu pilihan. Bentuk bilahnya ada yang lurus ada yang berlekuk-lekuk. 

Secara umum motif hiasan terdapat di setiap bagian keris. Permukaan bilah keris umumnya terdapat tekstur yang membentuk alur tertentu yang disebut pamor. Warnanya keperak-perakan karena terbuat dari baja putih. Para Mpu zaman dahulu membuatnya dari bahan batu meteor yang sangat langka.

3. Transportasi tradisional
Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah Nusantara. Misalnya, perahu, kereta kuda, pedati, dan becak.

a. Perahu
Perahu yang digunakan di Nusantara memiliki bentuk dan ragam hias yang beragam. Keragaman tersebut sebagai akibat perbedaan latar budaya, pengaruh budaya asing, daya kreasi pembuatnya, dan ketersediaan sumber daya alamnya. Semua pola hiasnya menggunakan warna, sebagian lagi paduan warna dan pahatan. Sebagian besar perahu tersebut bermotif garis dan bidang, baik bidang geometrik maupun bidang organik, sebagian lagi bermotif hewan, tumbuhan, stilasi, pilin berganda, serta motif huruf 
Posisi hiasan ada yang di seluruh bagian kapal, ada yang separuh bagian kapal, atau salah satu bagian saja. Misalnya, perahu penangkap ikan jenis compreng di Jawa Barat yang penempatan hiasannya di seluruh bagian kapal.

b. Andong, pedati, dan becak
Kendaraan ini terbuat dari bahan kayu, termasuk bagian rodanya. Hanya bagian-bagian tertentu yang harus menggunakan besi. Andong ditarik dengan tenaga kuda. Di Jawa Timur andong disebut dokar. Setiap daerah memiliki pola khas yang sudah menjadi tradisi dalam menghias andongnya. Motif hiasan dokar di Jawa, terutama di Jawa Timur cenderung memiliki ciri khas khusus yang ditempatkan di beberapa bagian. Warna hitam mendominasi seluruh bagian dokar dengan motif hiasan warna cerah.

Selain andong, alat transportasi konvensional yang masih banyak dimanfaatkan adalah pedati. Meski sudah jarang terlihat, namun di beberapa daerah masih seringkali ditemukan kendaraan jenis ini. Kendaraan pengangkut bertenaga sapi ini biasanya untuk mengangkut barang dengan beban berat.

Jenis transportasi tradisional lainnya adalah becak. Becak dapat dijumpai di Jawa, Sulawesi, dan Sumatra. Becak bermotor terdapat di Gorontalo dan Pematang Siantar (Sumatra Utara). Becak motor merupakan kombinasi antara motor dan becak. Keunikannya adalah karena sebagian motor yang digunakan adalah motormotor tua yang kebanyakan peninggalan zaman Belanda.

4. Seni kriya
Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni kriya anyaman, dan seni kriya keramik.

a. Seni kriya pahat
Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jenis ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan. Bali merupakan daerah yang banyak menghasilkan seni pahat berupa ukiran, patung, hingga barang-barang kerajinan. Patung arca dengan bahan batu andesit juga dibuat di Bali. Bentuknya menyerupai benda-benda purbakala.

Salah satu hasil dari seni pahat yang unik adalah wayang kulit dan wayang beber yang terbuat dari kulit binatang, serta wayang golek yang terbuat dari kayu. Kerajinan wayang kulit dan wayang beber terdapat di daerah Yogyakarta, Surakarta, dan Sragen. Sedangkan wayang golek banyak diproduksi di Jawa Barat.

Di Jepara (Jawa Tengah) tersohor dengan seni ukir khas Jawa. Daerah lain di Jawa penghasil seni pahat dalam bentuk topeng, patung, ukiran, dan lain-lain adalahKudus, Bojonegoro, dan Cirebon. Seni patung Suku Asmat dan Kamoro di Papua terkenal dengan kekhasannya, dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

Di Palembang, karya ukir kayu juga diwujudkan pada perabot rumah tangga dengan ciri khas menggunakan warna emas dan cokelat tua. Di Sumatra Utara, seni pahat masyarakat Batak selain berupa ukiran hias pada bangunan rumah adat, juga terdapat pada bendabenda yang berfungsi sebagai perlengkapan ritual.

b. Seni kriya tekstil
Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik, ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis karya tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya batik dan karya tenun.

1) Karya batik
Proses pembuatan kain batik dapat dilakukan dengan teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis. Teknik batik tulis merupakan teknik yang paling banyak diterapkan di Indonesia. Selain di Jawa, batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Bali.
Corak batik Jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna-warna yang beragam. Corak batik pesisir umumnya menunjukkan adanya pengaruh asing. Pekalongan merupakan penghasil batik yang terkenal dan termasuk dalam golongan batik pesisir. Daerah batik bercorak pesisir yang lain adalah Madura, Tuban, dan Cirebon. Batik daerah ini didominasi perpaduan warna yang kontras, seperti merah, kuning, cokelat, dan putih. Sedangkan Batik Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya umumnya menggunakan warna-warna redup, seperti cokelat, biru, hitam, dan hijau.

2) Karya tenun
Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikatdan tenun songket. Yang membedakan keduanya adalah pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Pada songket ada tambahan benang emas, perak, atau benang sutra. Daerah yang terkenal sebagai penghasil tenun ikat, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi, Bali, Sulawesi Tengah, Toraja (Sulawesi Selatan), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT, Flores, dan Maluku.  Sedangkan penghasil songket yang terkenal, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Riau Palembang, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Ragam hias pada kain tenun di Nusantara beragam coraknya. Ragam hias dengan motif geometrik, flora, dan fauna mendominasi ragam hias karya tekstil di Nusantara. Kain tenun kebanyakan dipakai untuk selendang, sarung, kebaya, dan ikat kepala seperti pada pakaian adat.

Bahan yang dipakai untuk membuat kain tenun ditentukan oleh ketersediaan alam daerah setempat. Di Sumbawa (NTT) semua produk kain tenun dibuat dari benang kapas. Kain songket berbahan benang sutra dapat dijumpai di Aceh, Sumatra Barat, Palembang, dan Bali, sedangkan yang berbahan dasar benang katun dapat dijumpai di Flores.

c. Kriya anyaman
Bahan untuk membuat anyaman kebanyakan dari kulit bambu, batang rotan, dan daun pandan. Bahan-bahan alam lainnya adalah pelepah pisang, enceng gondok, dan serat kayu. Teknik pembentukan anyaman adalah dengan memanfaatkan jalur lungsi (vertikal), jalur pakan (horizontal), dan jalur gulungan (diagonal). Pembentukan pola motif anyaman diperoleh dengan cara memanfaatkan perbedaan warna.
Kerajinan anyaman yang tersebar di Nusantara terdiri atas bentuk-bentuk tradisional yang masih bertahan, pengembangan dari bentuk-bentuk tradisional, hingga bentuk-bentuk desain baru. Tasikmalaya (Jawa Barat) adalah salah satu pusat kerajinan anyaman dari berbagai bahan dan bentuk. Di Halmahera (Maluku) rotan diproduksi menjadi tas punggung.

Di Papua, anyaman dapat ditemukan pada produksi gelang khas masyarakat Papua yang terbuat dari serat kayu dan batang anggrek hutan.

d. Kriya keramik
Bahan dasar keramik adalah tanah liat. Benda keramik dibentuk dengan berbagai teknik, antara lain teknik cetak, lempeng, pijit, dan pilin. Setelah dibentuk, kemudian diberi hiasan. Jika sudah melalui proses pengeringan, dibakar dengan suhu tertentu.
Keramik diproduksi untuk benda-benda hias atau benda pakai dengan keragaman variasi bentuk, misalnya guci, pot bunga, vas bunga, dan sebagainya. Daerah-daerah penghasil keramik tersebar luas di Nusantara, antara lain di Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan Banjarnegara

B. Apresiasi Terhadap Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciate yang artinya menghargai atau menilai. Apresiasi terhadap karya seni adalah suatu sikap atau kegiatan menghargai nilai-nilai estetika ataupun nilai-nilai budaya yang terdapat pada karya seni tersebut.

Apresiasi dilakukan dengan melihat, mengamati, mengerti, dan memahami nilai keindahan suatu karya seni untuk kemudian memberikan penilaian atau penghargaan. Apresiasi dapat melatih kepekaan batin dan daya pikir dalam mengamati karya seni. Adapun sikap atau kegiatan apresiasi dapat digolongkan dalam 3 tingkatan sebagai berikut.
  • Apresiasi empatik, yaitu apresiasi yang menilai kualitas karya seni sebatas tangkapan indrawi.
  • Apresiasi estetis, yaitu apresiasi yang menilai karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.
  • Apresiasi kritik, yaitu apresiasi yang bertujuan menganalisa suatu karya seni dan memberikan kesimpulan kritik atas hasil pengalamannya. Teknik apresiasi kritik dapat dilakukan dengan mengamati benda secara langsung atau tidak langsung.
2. Makna dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Karya-karya seni rupa terapan yang berkembang di wilayah Nusantara umumnya sarat dengan makna atau simbol-simbol tertentu. Makna tersebut berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai simbolis tersebut bisa dalam pemilihan warna, bentuk, atau motifnya. Misalnya, di Sumatra, kain tenun bagi masyarakat Melayu memiliki nama dan simbol tertentu, begitu pula warna-warna yang digunakan, masing-masing pewarnaan erat kaitannya dengan makna-makna tertentu.

3. Ragam hias dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Ragam hias di setiap daerah sangat beragam. Ragam hias di daerah Jawa umumnya bermotif tumbuhan, hewan, dan ada pula yang bermotif bidang geometrik atau bidang organik. Di Toraja, Papua, dan Sumatra Utara sering dijumpai ragam hias yang berpola geometrik. Motif manusia dan hewan banyak digunakan pada ragam hias masyarakat Dayak di Kalimantan, Batak, dan Papua. Motif atau corak ragam hias di Nusantara dapat digolongkan dalam dua kelompok sebagai berikut.
  • Pola hias abstrak, di antaranya adalah motif-motif geometrik dan organik, seperti motif tumpal, baji, kawung, meander, pilin, swastika, dan lain-lain.
  • Pola hias abstraksi, antara lain diambil dari bentuk flora, fauna, dan manusia. Ragam hias abstraksi berkembang pesat setelah pengaruh Islam masuk Nusantara, yaitu dengan berkembangnya bentuk stilasi dan deformasi.
4. Ragam teknik penciptaan karya seni rupa terapan
Nusantara Teknik penciptaan karya seni rupa terapan Nusantara sangat beragam, antara lain sebagai berikut.
  1. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan dengan menggunakan alat pahat, seperti patung, relief, dan ukir.
  2. Teknik butsir, yaitu mengurangi dan menambah bahan sehingga menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya kerajinan keramik atau gerabah.
  3. Teknik lukis, yaitu membuat karya seni dengan cara menggoreskan kuas atau peralatan lainnya pada bahan kertas, kain, kaca, dan kulit. Misalnya, lukisan di atas kain kanvas, lukisan pada kain batik, dan lukisan kaca.
  4. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat patung.
  5. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain sehingga membentuk karya seni yang unik. Misalnya, membuat patung kontemporer.
  6. Teknik konstruksi, yaitu menggabungkan bahan bangunan yang satu ke bangunan yang lain. Misalnya, rumah dan mesin.
  7. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat mal (cetakan) terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung.
  8. Teknik tempa, yaitu membuat karya seni dengan cara ditempa (dibentuk)melalui proses perapian. Misalnya, membuat keris, kujang, dan benda-benda perhiasan.