Showing posts sorted by relevance for query fungsi uterus. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fungsi uterus. Sort by date Show all posts

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya. Alat Reproduksi Wanita, Fungsi dari Alat Reproduksi Wanita, Bagian-Bagian dari Alat Reproduksi Wanita, Penjelasan Lengkap Mengenai Tiap-Tiap Bagian dari Alat Reproduksi Wanita. Alat Reproduksi Wanita Bagian Dalam dan Luar.

Pengertian Alat Reproduksi Wanita

Sumber: softilmu.com
Alat Reproduksi wanita yakni organ – organ yang melakukan tindakan dalam rangkaian proses yang memiliki tujuan untuk berkembang biak atau memperbanyak keturunan.

Agar manusia dapat memiliki anak, harus memiliki organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi ke dalam dua golongan, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

Alat Reproduksi (Genetalia) Luar 

Mons Pubis

Mons Pubis yakni sisi yang sedikit menonjol dan sisi yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Sisi ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Pubis juga sering kali disebut dengan nama gunung venus, ketika dewasa sisi Mons Pubis akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membuat pola seperti segitiga terbalik.

Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan) 

Seperti namanya, Sisi ini berwujud seperti bibir. Labia Mayora yaitu sisi kelanjutan dari mons veneris yang berwujud lonjong, menuju ke bawah dan menyatu membentuk perineum. Sisi Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut–rambut kemaluan yang disebut rambut dari mons veneris.

Sedangkan selaput lemak yang tidak mempunyai rambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf hingga peka ketika melakukan hubungan seksual.

Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan) 

Labia Minora yaitu organ berwujud lipatan yang ada di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah hingga sangat mungkin akan membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengitari Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

Klitoris 

Klitoris yakni organ berwujud erektil yang sangat sensitif pada rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan miliki sifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

Vestibulum 

Vestibulum yakni rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

Vestibulum yaitu tempat bermuaranya: 
  1. Uretra (saluran kencing) 
  2. Muara Vagina (liang Senggama) 
  3. Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis) 
Himen (Selaput Dara) 

Himen yaitu selaput membran tidak tebal yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sampai dapat dijadikan satu di antara aspek untuk menilainya keperawanan. Sewajarnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berwujud seperti lingkaran.

Himen yaitu tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen rata-rata akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan ketinggalan sisa – sisa himen yang disebut juga dengan caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

Alat Reproduksi (Genetalia) Dalam 

Sumber: kelas-bidan.blogspot.co.id
Vagina 

Vagina yakni muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang lebih kurang 8 – 10 cm, ada di antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, susunan terluarnya yaitu selaput lendir, susunan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan susunan paling dalam berupa jaringan ikat yang mempunyai serat.

Vagina berperan sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina yaitu otot yang datang dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sampai otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya datang dari kelenjar yang ada pada rahim.

Uterus (Rahim) 

Uterus yakni organ berongga yang berwujud seperti buah pir dengan berat lebih kurang 30 gram, dan tersusun atas susunan – susunan otot. Ruang pada rahim (Uterus) ini berupa segitiga dengan segi atas yang lebih lebar. Manfaatnya yakni sebagai tempat tumbuh dan mengembangnya janin.

Otot pada uterus berwujud elastis hingga dapat menyesuaikan serta melindungi janin ketika proses kehamilan sepanjang 9 bulan.

Pada bagian uterus ada Endometrium (dinding rahim) yang terbagi dalam sel –sel epitel dan membatasi uterus. Susunan endometrium ini akan menebal pada ketika ovulasi dan akan meluruh pada ketika menstruasi. Untuk melindungi posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa sisi: 
  1. Korpus Uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti segitiga pada bagian atas 
  2. Serviks uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti silinder 
  3. Fundus Uteri, yaitu sisi korpus yang ada di atas kedua pangkal tuba fallopi 
Pada saat persalinan, rahim yaitu jalan lahir yang penting karena ototnya bisa mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk menghindari terjadinya perdarahan pasca persalinan. Sesudah proses persalinan, rahim akan kembali lagi ke bentuk semula dalam waktu lebih kurang 6 minggu.

Tuba Fallopi (Oviduk) 

Tuba Fallopi (Oviduk) yakni organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering kali disebut juga dengan saluran telur karena mempunyai bentuk seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm.

Tuba Fallopi berperan untuk: 
  1. Sebagai saluran spermatozoa dan ovum 
  2. Penangkap ovum 
  3. Bisa jadi tempat pembuahan (fertilisasi) 
  4. Sebagai tempat perkembangan hasil pembuahan saat sebelum bisa masuk ke sisi dalam Uterus (Rahim). 
Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 sisi: 
  1. Infundibulum, yaitu sisi berupa seperti corong yang ada di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berperan untuk menangkap ovum 
  2. Pars ampularis, yaitu sisi agak lebar yang disebut tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi) 
  3. Pars Ismika, yaitu sisi tengah tuba yang sempit 
  4. Pars Interstitialis, yaitu sisi tuba yang letaknya dekat dengan uterus. 
Ovarium (Indung Telur) 

Ovarium yakni kelenjar reproduksi paling penting pada wanita yang berperan untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks paling penting. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2, 5 – 4 cm. Ada sepasang Ovarium yang ada di kanan dan kiri, serta dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi.

Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang sudah pubertas memiliki 300.000-an, dan beberapa sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sampai benih sehat yang ada lebih kurang 300 - 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian lewat proses menstruasi.

Sampai saat benih telur habis, terjadilah menopause. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang bertindak dalam proses Menstruasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Wanita di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Wanita. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia. Pengertian Hormon, Fungsi Hormon, Mekanisme Kerja Hormon pada Manusia, dan Segala Hal yang terkait dengan Hormon.

Pengertian Hormon

Sumber: menstruasi.com
Hormon yakni senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga dengan kelenjar buntu lantaran tidak memiliki saluran sendiri. Sekresi kelenjar endokrin disebut juga sebagai sekresi internal. Hormon yang dihasilkan dikembalikan ke darah dan mengedar mengikuti aliran darah. Hormon itu akan mempengaruhi organ tujuan.

Dengan hal itu dapat dikatakan bila sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan atau organ-organ tujuan yang letaknya jauh dari kelenjar.

Tidak seperti sistem saraf, efek hormon berjalan lambat, tetapi lantaran hormon mempengaruhi metabolisme sel, pengaruhnya pada jaringan dan organ menetap. Tidak cuma dihasilkan dari kelenjar endokrin, ada pula hormon yang dihasilkan dari beberapa sel saraf spesifik yang disebut juga dengan sel neurosekretori. Hormon yang dihasilkan oleh sel saraf itu dinamakan dengan neurohormon.

Hormon diproduksi bersumber pada mekanisme kerja umpan balik. Artinya kekurangan atau keunggulan hormon spesifik dapat mempengaruhi produksi hormon lain.

Perbedaan sistem saraf dengan sistem hormone 

Sistem saraf 

Sumber: hrysainsbiologi.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat impuls saraf 
  2. Impuls saraf berjalan cepat lantaran dihantarkan lewat serabut saraf 
  3. Organ tujuan umumnya khusus, contoh apabila kaki terserang paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki 
  4. Respon organ tujuan berjalan cepat 

Sistem hormon 

Sumber: fembrisma.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat cairan hormon 
  2. Efek hormon berjalan lambat lantaran dihantarkan lewat sistem peredaran darah 
  3. Organ tujuan ada yang khusus ada pula yang umum. Misalnya hormon vasopressin miliki dampak pada penyerapan air di ginjal, sedangkan hormon perubahan miliki dampak ke seluruh tubuh. 
  4. Respon organ tujuan ada yang cepat, ada yang lambat. 
Di dalam tubuh manusia ada 9 kelenjar endokrin yang berperan menghasilkan hormon, yaitu hipotalamus, pituitari, pineal, tiroid, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), dan testis (pada lelaki).

Hipotalamus

Sumber: youtube.com
Hipotalamus ada di otak depan dan berperan penting dalam pengaturan homeostasis. Hipotalamus mempunyai beberapa sel saraf khusus yang menghasilkan neurohormon. Neurohormon ada yang berperan sebagai aspek pencetus dan ada pula yang berperan sebagai aspek penghalang.

Hormon yang berperan sebagai aspek pencetus akan dihasilkan dan dibawa lewat pembuluh darah portahipotalamohipofisis menuju ke hipofisis. Apabila hormon itu tiba di hipofisis, hipofisis akan mengeluarkan hormon yang sesuai.
  1. Berikut ini yaitu hormon yang dihasilkan hipotalamus bersama fungsi atau peranannya: 
  2. Hormon pencetus kortikotropin atau Corticotrophic Releasing Factor (CRF) à Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Adenocorticotropic Hormone (ACTH) 
  3. Hormon pencetus hormon perkembangan atau Growth Hormone Releasing Factor (GRF) à Merangsang pengeluaran hormon perkembangan Somatotrophic Hormone (STH) 
  4. Hormon pencetus tirotropik atau Tyrotrophic Releasing Factor (TRF) à Merangsang lobus anterior agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) 
  5. Hormon pencetus hormon FSH atau Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi FSH (Follicle Stimulating Hormone) 
  6. Hormon pencetus hormon LH atau Luteinizing Hormone Releasing Factor (LRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi LH (Luteinizing Hormone) 
  7. Neurohormon yang bekerja sebagai aspek penghambat, misalnya Prolactin Inhibiting Factor (PIF) berperan untuk menghambat pengeluaran prolaktin. Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukan aspek pencetus. Hormon ini diangkut oleh neurit beberapa sel neurosekresi ke dalam hipofisis sisi belakang. Hormon-hormon itu yakni vasopressin (mempengaruhi pengeluaran air pada urine) dan oksitosin (mempengaruhi kontraksi uterus). 

Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Sumber: psychologymania.com
 Kelenjar hipofisis ada di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi jadi 3 sisi (lobus), yaitu untuk anterior, tengah, dan posterior. Lobus tengah hanya ada pada saat kita bayi, lantas akan hanya tinggal sisa ketika telah beranjak dewasa.

Kelenjar hipofisis memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh, sampai kelenjar ini disebut juga dengan “master of glands” lantaran sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin yang lain. Kelenjar endokrin lain baru mensekresi hormon setelah mendapatkan kiriman tanda (berwujud hormon) dari kelenjar hipofisis.

Kelenjar Pineal 

Sumber: terapishalatbahagia.net
Kelenjar pineal ada di otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang bernama melatonin. Konsentrasi melatonin dalam darah naik-turun sama seperti siklus diurnal. Kandungan melatonin paling tinggi terjadi saat malam hari sampai membuat kita mengantuk.

Sedangkan pada siang hari kandungannya hanya sedikit. Kelenjar pineal diduga membantu mengatur siklus proses fisiologi siang dan malam sampai mempengaruhi pola tidur, selera makan, dan suhu tubuh.

Kelenjar Tiroid 

Sumber: amazine.co
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terdiri dari dua lobus yang ada pada bagian kanan dan kiri trakea. Sekresi kelenjar tiroid ditata oleh satu hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yaitu hormon tirotropik.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berperan mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan O2 dan CO2, mempengaruhi perubahan tubuh dan mental.

Kekurangan hormon tiroksin pada beberapa masa anak-anak dapat menyebabkan kretinisme, yaitu terjadinya perkembangan kerdil dan kemunduran mental.

Kekurangan homo tiroksin pada orang dewasa menyebabkan mixudema, dengan tanda tanda proses metabolisme mengalami penurunan, berat tubuh jadi bertambah, gerakan lamban, berpikir serta bicara lamban, kulit tebal, dan rambut rontok.

Kelebihan tiroksin pada orang dewasa akan mengakibatkan penyakit “Grave’s disease” atau penyakit gondok eksoftalmus. Tanda tanda penyakit itu yakni mata menonjol, mudah gugup, denyut nadi jadi bertambah, mata lebar, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, dan insomnia.

Tidak cuma nafsu makan jadi bertambah tetapi diiringi dengan berkurangnya berat tubuh lantaran meningkatnya metabolisme dan permasalahan pencernaan.

Tiroksin mempunyai kandungan banyak iodin, kekurangan iodin kurun waktu lama dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi lantaran kelenjar harus berupaya keras agar produksi tiroksin terjamin.

Menyebabkan kelenjar gondok mengembang serta nampaklah penyakit gondok. Penyakit ini seringkali ditemui di beberapa daerah yang kekurangan iodin, misalnya daerah pegunungan atau daerah perbukitan. Pencegahan dapat dikerjakan dengan mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan cukup iodin, misalnya ikan laut, atau menggunakan garam beriodin.

Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid) 

Sumber: psychologymania.com
Di setiap sisi kelenjar tiroid ada sepasang kelenjar kecil, yaitu kelenjar anak gondok atau disebut juga dengan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini berperan untuk menghasilkan hormon paratiroid untuk mengatur kandungan ion fosfat (PO4) dan ion kalsium (Ca) dalam darah dan tulang. Kerja hormon ini sinergis dengan vitamin D.

Apabila seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) hormon paratiroid akan mengakibatkan tetani, dengan tanda tanda kejang pada tangan dan kaki, gelisah, susah tidur, dan merasa kesemutan.

Kebalikannya juga, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan kelainan juga, yaitu menyebabkan kalsium dan fosforus dalam tulang akan dikeluarkan dan dialirkan ke dalam serum darah sampai pasien akan mudah untuk mengalami patah tulang

Dan dalam urine akan memiliki kandungan banyak kapur dan fosforus, sampai memperbesar peluang untuk mengakibatkan batu ginjal yang apabila telah kronis dapat mengakibatkan kegagalan ginjal.

Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal) 

Sumber: psychologymania.com
Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) atau kelenjar suprarenal ada di atas (kutub) setiap ginjal. Kelenjar ini terbagi dalam segi luar berwarna kekuningan yang disebut juga dengan korteks dan sisi dalam yang disebut juga dengan medula. Setiap sisi itu menghasilkan hormon yang tidak sama.

Bagian Medula 

Sumber: avisiasuryaningtyas.wordpress.com
Hormon adrenalin (epinefrin) à mempercepat kerja jantung, menaikkan tekanan darah, mempercepat pengubahan glikogen jadi glukosa pada hati, menaikkan gula darah, dan mengubah glikogen jadi asam laktat pada otot.

Hormon noradrenalin (norepinefrin) à menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Biasanya adrenalin dan noradrenalin bekerja antagonis

Bagian Korteks 

Hormon Glukokortikoid (kortisol, kortikosteron) à menurunkan metabolisme hidrat arang dan lemak, meningkatkan metabolisme protein dan lemak, serta mengurangi kekebalan.

Hormon Mineral kortikoid (aldosteron) à Regulasi Na+ dan K+, meningkatkan metabolisme hidrat arang, menahan Na+ dan Cl- dalam tubuh, dan regulasi air.

Adrenalin berperan mengubah glikogen jadi glukosa. Hormon adrenalin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. Kedua hormon itu bekerja secara berlawanan, namun tujuannya sama yaitu mengatur kandungan gula dalam darah agar tetap normal.

Bila kita terkejut, hormon adrenalin akan dilepaskan yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. Hormon adrenalin diedarkan ke seluruh tubuh untuk mengubah glikogen jadi glukosa yang digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan daya.

Hormon adrenalin juga mengakibatkan saluran bronkiolus melebar, pupil mata melebar, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

Kurang berperannya kelenjar adrenal akan mengakibatkan penyakit Addison, yang mempunyai tanda tanda kelelahan, nafsu makan menyusut, mual, muntah, merasa sakit di dalam tubuh, dan meningkatnya pigmen melanin pada kulit.

Hiperfungsi kelenjar adrenal mengakibatkan tumor kelenjar adrenal yang menyebabkan penyakit sindrom cushing dengan tanda tanda yang terlihat yakni tubuh gemuk, anggota gerak kurus, muka seperti “bulan purnama”, ada “punuk lembu” di punggung, dan perutnya menggantung. Kulit muka juga memerah, hipertensi dan mudah stress.

Pankreas 

Sumber: tabloidbekam.wordpress.com
Pada pankreas ada kelompok sel yang disebut juga dengan pulau Langerhans. Pulau Langerhans berperan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini membantu mengubah gula jadi glikogen pada hati dan otot lurik.

Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan gula darah tidak dapat dirubah jadi glikogen untuk disimpan di dalam otot sampai mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Tidak cuma menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bertindak menaikkan gula darah dengan mengubah glikogen jadi glukosa.

Ovarium 

Sumber: endometriosiscare.wordpress.com
Ovarium berbentuk seperti buah kenari dan ada di kanan dan kiri uterus. Tidak cuma menghasilkan ovum (sel telur), ovarium juga membuahkan hormon. Ada dua bentuk hormon yang dihasilkannya, yaitu estrogen dan progesteron.
  1. Estrogen, dihasilkan oleh folikel Graff. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Peranan hormon estrogen yakni merangsang perkembangan ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual. 
  2. Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukan progesteron dirangsang oleh LH. Peranan hormon ini yakni untuk memelihara kehamilan, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu. 

Testis 

Sumber: afairgo.net
Testis yakni organ reproduksi lelaki, berperan untuk menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron. Sekresi hormon ini dirangsang oleh LH. Sekresi hormon testosteron bertambah pada beberapa masa pubertas. Hormon testosteron mempunyai dampak pada perubahan ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hormon di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hormon. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com