Showing posts sorted by relevance for query gelombang bunyi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query gelombang bunyi. Sort by date Show all posts
23 March 2017

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang. Pengertian Gelombang, Sifat – Sifat dari Tiap – Tiap Gelombang, Macam – Macam Gelombang, Gelombang Mekanik, Gelombang Elektromagnetik, Gelombang Transversal, Gelombang Longitudinal, Gelombang Berjalan, dan Gelombang Diam.

Pengertian Gelombang 

Sumber: belajarronline.wordpress.com
Gelombang yakni tanda-tanda rambatan dari satu getaran/usikan. Gelombang yang senantiasa terjadi bila sumber getaran ini bergetar secara terus menerus. Gelombang membawa daya dari satu tempat ke tempat yang lain.

Contoh sederhana gelombang, bila kita mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung talinya lagi digoyangkan, akan terbentuk banyak bukit dan lembah di tali yang digoyangkan tadi, inilah yang disebut dengan gelombang.

Rangkuman: Gelombang adalah Tanda-tanda rambatan dari satu getaran.

Ragam Macam Gelombang 

Bersumber pada Mediumnya Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu: 

Gelombang Mekanik 
Sumber: pustakapedia.net
Gelombang mekanik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya memerlukan medium (zat penghubung). Artinya apabila tidak ada medium, gelombang ini tidak akan terjadi. Umpamanya yakni Gelombang Bunyi yang zat perantaranya udara, jadi apabila tidak ada udara, bunyi tidak akan terdengar.

Gelombang Elektromagnetik 
Sumber: anneahira.com
Gelombang Elektromagnetik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya tidak memerlukan medium (zat penghubung). Artinya gelombang ini bisa merambat dalam keadaan seperti apa pun tanpa memerlukan medium. Umpamanya yakni gelombang sinar yang senantiasa ada dan tidak memerlukan zat penghubung.

Bersumber pada Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi jadi dua, yaitu: 

Gelombang Transversal 
Sumber: softilmu
Gelombang Transversal yakni gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berwujud lembah dan bukit.

Bersumber pada gambar di atas dapat saya terangkan bila: 

Arah rambat gelombang di atas yakni ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya yakni ke atas dan ke bawah. Jadi begitulah yang disebut dengan arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Umpamanya yakni gelombang pada tali yang saya contohkan sebelumnya di paragraf atas.

Gelombang Longitudinal 
Sumber: softilmu
Gelombang longitudinal yakni gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan.

Bersumber pada gambar di atas, kita dapat mengerti bila:

Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan juga. Oleh karena itu gelombang ini yakni gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar.

Contoh gelombang ini yakni Gelombang bunyi, di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini bisa bergetar.

Walau demikian getarannya hanya akan gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbangan, hingga tidak membentuk bukit dan lembah.

Bersumber pada Amplitudonya (simpangan paling jauh) Gelombang juga dibagi jadi dua: 

Gelombang Berjalan 
Sumber: perpustakaancyber.blogspot.co.id
Gelombang berjalan yakni gelombang yang amplitudonya tetap pada setiap titik yang dilalui gelombang, misalnya gelombang pada tali.

Gelombang diam 
Sumber: tutorialgitar.com
Gelombang diam yakni gelombang yang amplitudonya berubah, misalnya gelombang pada senar gitar yang dipetik.

Sifat dan Pembawaan Gelombang 

Sumber: adjiebrotots.com
Dipantulkan (Refleksi) 

Tentunya kita sudah sangat paham dan terbiasa dengan apa yang dimaksud pemantulan ini, jadi secara garis besar saya rasa kita telah sepaham.

Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu:
Besar sudut datangnya gelombang sama saja dengan sudut pantul gelombang.
Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal ada pada satu sisi datar.

Dibiaskan (refraksi) 

Pembiasan gelombang yakni pembelokan arah rambat gelombang karena lewat medium yang tidak sama kerapatannya.

Digabungkan (interferensi) 

Gabungan gelombang terjadi bila ada gelombang dengan frekuensi dan beda fase sama-sama bertemu. Hasil interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif (saling menguatkan) dan destruktif (saling melemahkan).

Interferensi Konstruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama, sedangkan interferensi destruktif terjadi saat 2 gelombang berjumpa pada fase yang berlawanan.

Dibelokkan/disebarkan (Difraksi) 

Difraksi gelombang yakni pembelokkan/penyebaran gelombang apabila gelombang itu lewat celah. Geja difraksi akan semakin tampak jelas bila celah yang dilewati semakin sempit.

Dispersi Gelombang 

Dispersi yakni penyebaran bentuk gelombang ketika merambat lewat satu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat lewat udara atau ruangan hampa. Medium yang dapat melindungi bentuk gelombang itu disebut juga dengan medium nondispersi.

Dispolarisasi (diserap arah getarnya) 

Polarisasi yakni peristiwa terserapnya beberapa arah getar gelombang hingga hanya tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada gelombang transversal, karena arah gelombang sama seperti arah polarisasi, dan demikian sebaliknya, akan terserap apabila arah gelombang tidak sama seperti arah polarisasi celah itu.

Pemakaian Gelombang 

Sangat banyak pemakaian dari gelombang dengan mempertimbangkan beragam karakter gelombang yang ada di sekitar kita. Beberapa diantaranya yaitu:
  1. Gelombang TV dan Radio untuk komunikasi. 
  2. Gelombang Micro yang dipakai untuk memasak makanan atau yang kita kenal dengan microwave 
  3. Gelombang bunyi yang sangat membantu mereka yang kerja di bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada perlengkapan USG untuk mengecek ada tidaknya penyakit.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gelombang di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gelombang. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
09 May 2017

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi. Pengertian Energi, Satuan Energi, dan Beragam Macam Jenis Bentuk Energi.

Pengertian Energi

Sumber: imavarmepumpar.se
Energi yakni kemampuan untuk melakukan satu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” datang dari bahasa yunani yang maknanya yaitu “ergon” yang mempunyai arti kerja. Dalam melakukan sebuah hal kita selalu menggunakan serta memerlukan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Umpamanya ketika kita jalan kita memerlukan energi.

Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang tidak sama. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Umpamanya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik jadi energi panas.

Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi yakni Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi yakni Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori yakni sebagai berikut ini:

1 kalori = 4, 2 Joule atau 1 Joule = 0, 24 kalori 

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain:

1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2 

Hukum Kekekalan Energi 

Sumber: eksplorasi.id
Bersumber pada Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bila:

Energi Tidak dapat di buat maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Oleh sebab Itu Jumlah keseluruhnya energi dalam satu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya satu energi.

Bentuk-Bentuk Energi 

Dalam melakukan kehidupan sehari-hari, kenyataannya ada beragam macam jenis bentuk energi yang kita pakai. Dan, kita akan bahas tuntas, apa saja bentuk energi itu.

Energi Mekanik 

Energi mekanik yakni energi yang dimiliki satu benda karena karakter geraknya. Energi Mekanik dibagi lagi jadi dua, yaitu:

Energi Potensial

Sumber: annida-online.com
Energi potensial yaitu energi yang dimiliki satu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda itu diam pada posisi spesifik. Beragam macam bentuk energi dapat dikelompokkan sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi potensial dihubungkan dengan satu bentuk gaya yang bekerja pada keadaan fisik satu materi.

Umpamanya yakni ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan karakter fisik karena adanya gaya elastik, dan inilah yang disebut juga dengan energi potensial elastik. Secara Fisika Rumus Energi Potensial yakni sebagai berikut ini:

Ep = m x g x h 

Keterangan (Satuan):
Ep = Energi Potensial (Joule) m = Massa (kg) g = Gravitasi (m/s2) h = Ketinggian (m) 

Energi Kinetik

Sumber: benergi.com
Energi Kinetik yakni Energi yang dimiliki satu benda karena gerakan atau kelajuannya. Energi kinetik secara jelas dapat diambil kesimpulannya yakni sebagai satu kemampuan untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa spesifik hingga mencapai satu kecepatan spesifik.

Semakin tinggi kecepatan satu benda semakin besar juga energi kinetiknya. Umpamanya yakni ketika satu mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil itu, semakin tambah juga energi kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Yakni Sebagai Berikut ini:

Ek = ½ x m x v2 

Keterangan (Satuan):
Ek = Energi Kinetik (Joule) m = Massa (kg) v = Kecepatan (m/s) 
Energi Mekanik = Energi Potensial + Energi Kinetik 

Energi Bunyi 

Sumber: lebih-unik.blogspot.co.id
Energi Bunyi yakni energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda jelas ada energi bunyi, namun tidak semua bunyi itu akan terdengar.

Semakin kuat getarannya, semakin besar juga energi bunyi yang dihasilkan. Umpamanya yakni ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan.

Energi Panas (Kalor) 

Sumber: williamtanzilblog.blogspot.co.id
Energi Panas yakni energi yang terjadi karena gerakan internal partikel penyusun dalam satu benda. Energi panas yaitu energi yang berpindah dari satu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Umpamanya ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air hingga membuat air dapat mendidih.

Energi Cahaya 

Energi Cahaya yakni Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Umpamanya yakni ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya semakin sedikit efek cahaya itu pada pandangan.

Energi Kimia 

Energi Kimia yakni Energi yang dihasilkan karena adanya hubungan secara kimia dari reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya yakni Makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dipakai oleh tubuh, dan saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.

Energi Nuklir 

Energi Nuklir yakni Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti atom. Umpamanya yakni penggunaan bom nuklir.

Penggunaan dan Pemanfaatan Energi Dalam Kehidupan 

Sumber: gohijau.wordpress.com
  • Beragam macam energi dapat dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, dan berikut ini akan kami berikan contoh penggunaan energi dengan mengubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain, antara lain:
  • Energi Kimia Jadi Energi Gerak (Mekanik) yakni Makanan yang kita makan di proses lewat reaksi kimia jadi sumber energi untuk melakukan aktivitas 
  • Energi Listrik Jadi Energi Panas yakni Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Bunyi yakni Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Gerak (Mekanik yakni Penggunaan kipas angin. 
  • Energi Gerak (Mekanik) Jadi Energi Panas yakni Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas. 
  • Energi Cahaya Jadi Energi Kimia yakni Penggunaan cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Energi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Energi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
05 May 2017

Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika

Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika. Pengertian Hukum Termodinamika, Prinsip Hukum Termodinamika, Kesetimbangan Hukum Termodinamika, Konsep Dasar Hukum Termodinamika, dan Hukum-Hukum Termodinamika.

Pengertian Termodinamika

Sumber: physics.mef.hr
Termodinamika datang dari bahasa Yunani di mana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika yaitu pengetahuan yang menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan daya yang dipicu oleh adanya perbedaan suhu) jadi daya serta beberapa karakter pendukungnya.

Termodinamika terkait erat dengan fisika daya, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga terkait dengan mekanika statik. Cabang pengetahuan fisika ini mendalami pelajaran mengenai pertukaran daya dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan.

Aplikasi dan penerapan termodinamika dapat terjadi pada tubuh manusia, momen meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.

Prinsip Termodinamika 

Sumber: sutantiakin.wordpress.com
Prinsip termodinamika sebenarnya yakni hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengembangnya ilmu serta pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sampai jadi bentuk mekanisme yang dapat bantu manusia dalam kegiatannya.

Aplikasi termodinamika yang demikian meluas, kemungkinan karena perubahan pengetahuan termodinamika mulai sejak era 17. Pengembangan pengetahuan termodinamika dengan diawali pendekatan makroskopik yaitu tingkah laku umum partikel zat sebagai media pembawa daya.

Hukum-Hukum Termodinamika 

Termodinamika memiliki hukum-hukum pendukungnya. Hukum-hukum ini menjelaskan bagaimana dan apa saja ide konsep yang perlu diperhatikan. Seperti momen perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika.

Mulai sejak perumusannya, hukum-hukum ini udah jadi hukum penting dalam dunia fisika yang terkait dengan termodinamika. Aplikasi hukum-hukum ini juga diperlukan dalam beragam macam bidang seperti bidang pengetahuan lingkungan, otomotif, pengetahuan pangan, pengetahuan kimia dan lain sebagainya. Berikut ini hukum-hukum termodinamika:

Hukum I termodinamika (Kekekalan Daya dalam Sistem) 

Sumber: softilmu.com
Daya tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Manusia hanya dapat mengubah bentuk daya dari bentuk daya satu ke daya yang lain. Dalam termodinamika, bila sebuah hal diberikan kalor, kalor itu akan berguna untukusaha luar dan mengubah daya dalam.

Bunyi Hukum I Termodinamika “untuk setiap proses bila kalor Q diberikan pada sistem dan sistem melakukan usaha W, akan terjadi perubahan daya dalam ΔU = Q – W”.

Di mana U memperlihatkan karakter dari satu sistem, sedangkan W dan Q tidak. W dan Q bukanlah fungsi Variabel kondisi, tetapi termasuk juga ke dalam proses termodinamika yang dapat merubah kondisi. U yaitu fungsi variabel kondisi (P, V, T, n).

W bertanda positif apabila sistem melakukan usaha pada lingkungan dan negatif apabila menerima usaha lingkungan.

Hukum Termodinamika 1 

Q bertanda positif apabila sistem menerima kalor dari lingkungan dan negatif apabila melepas kalor pada lingkungan.

Perubahan daya dari sebuah sistem hanya tergantung pada transfer panas ke dalam sistem dan kerja yang dikerjakan oleh sistem dan tidak bergantung pada proses yang terjadi. Pada hukum ini tidak ada panduan, adanya hanya arah perubahan serta beberapa batasan lain.

Hukum II termodinamika (Arah reaksi sistem dan batasan) 

Sumber: mechanicals.wordpress.com
Hukum kedua ini membatasi perubahan daya mana yang dapat terjadi dan yang tidak. Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagai cara, yaitu:
  1. Hukum II termodinamika dalam menyebutkan aliran kalor. Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya. 
  2. Hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor 
  3. Tidak mungkin saja buat satu mesin kalor yang bekerja dalam satu siklus yang hanya menyerap kalor dari satu reservoir dan mengubah semua jadi usaha luar. 
  4. Hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi (besaran termodinamika yang mengikuti perubahan setiap kondisi dari awal sampai akhir sistem dan mengatakan ketidakteraturan satu sistem) 
Keseluruhan entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah ketika proses irreversible terjadi.

Hukum III termodinamika 

Sumber: ardi-thermodynamics.blogspot.co.id
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur 0 absolut. Hukum ini mengatakan bila pada saat satu sistem mencapai temperatur 0 absolut (temperatur Kelvin) semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimal. hukum ini jugga menyatakn bila entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur 0 absolut bernilai 0.

Kesetimbangan Termodinamika 

Sebuah benda bisa dapat dikatakan dalam keadaan kesetimbangan termodinamika jika nilai dari besaran keadaan makroskopiknya tidak lagi berubah dalam periode waktu yang lama. Termodinamika hanya akan meninjau besaran dalam keadaan sistem yang setimbang.

Termodinamika tidak meninjau bagaimana proses perubahan sistem mencapai kondisi kesetimbangan termodinamika, karena itu tidak ada variabel waktu dalam realisasi-realisasi termodinamika.

Tetapi, dalam keadaan nyata, kesetimbangan termodinamika yakni hal yang tidak mungkin saja terjadi. Hal semacam ini karena satu benda tidak akan lepas dari interaksinya dengan lingkungan yang merubah kondisi benda sampai perubahan dapat terjadi demikian cepat.

Pengecualian apabila kondisi benda mendekati kesetimbangan termodinamika, realisasi termodinamika dapat ditrerapkan. Sebagai contoh hukum radiasi benda hitam dapat diterapkan pada matahari dan bintang meskipun tidak benar-benar dalam keadaan setimbang. Sampai analisa spektrum gelombang dapat dilakukan.

Kesetimbangan Termal 

Pencapaian kesetimbangan termal terjadi bila dalam kondisi adanya kesempatan hubungan antara partikel kedua sistem, tidak ada keseluruhan perpindahan daya panas antara keduanya (tidak ada lagiperubahan makro).

Relasi kesetimbangan termal yakni satu relasiekuivalensi sampai dapat dikelompokkan benda-benda yang ada pada keadaan setimbang termal dan memiliki parameter. Fakta ini dikenal sebagai hukum ke 0 termodinamika.

Benda yang mencapai kesetimbangan termal satu sama lainnya, diambil kesimpulan bila dengan memiliki temperatur yang sama. Termodinamika ke 0 ini menjelaskan adanya besaran temperatur. Besaran temperatur tidak bergantung pada nilai partikel.

Walaupun satu benda tidak secara keseluruhnya ada pada kesetimbangan termal, beberapa segi dari benda itu mungkin saja ada pada keadaan kesetimbangan termal lokal.

Kesetimbangan Mekanik 

Apabila di dalam satu sistem ada kesetimbangan sedemikian sampai tidak terjadi perubahan (makro) volume sistem dan lingkungan bisa dapat dikatakan bila sistem dan lingkungan ada pada keadaan kesetimbangan mekanik. Pada kondisi ini, sistem dan lingkungan akan memiliki nilai tekanan P yang sama.

Kesetimbangan Jumlah Partikel 

Satu sistem akan dapat dikatakan setimbang jumlah partikelnya apabila partikel yang keluar masuk sistem dalam jumlah yang sama, ada kesetimbangan jumlah partikel antara sistem dan lingkungan. Ketika itu antara sistem dan lingkungan akan memiliki tekanan yang sama.

Ide konsep Dasar Termodinamika 

Pembagian dalam termodinamika mengarah pada pembagian dunia jadi sistem yang dibatasi oleh kenyataan atau keidealan batasannya. Sistem yang tidak termasuk juga ke dalam pertimbangan dikelompokkan sebagai lingkungan.

Dan pembagian yang sistem jadi subsistem jadi sistem amat mungkin saja terjadi, atau barangkali saja pembentukan sistem yang lebih besar. Biasanya sistem ini bisa di uraikan jadi beberapa parameter.

Dari prinsip-prinsip dasar termodinamika secara umum bisa diturunkan hubungan antara jumlah contoh, koefisian ekspansi, kompresibilitas, panas bentuk, transformasi panas dan koefisien elektrik terutama beberapa karakter yang dipengaruhi temperatur.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Termodinamika di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hukum Termodinamika. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com