Showing posts sorted by relevance for query getaran. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query getaran. Sort by date Show all posts

Pengertian Gempa Bumi : Penyebab terjadinya gempa bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran pada bumi yang berasal dari peristiwa-peristiwa di dalam kulit bumi. Gempa Tektonik diakibatkan oleh peristiwa patah dan bergesernya suatu massa batuan. Gempa Vulkanik disebabkan oleh gerakan magma menuju permukaan bumi. Disamping itu, ada pula gempa runtuhan atau terban. Gempa runtuhan atau terban adalah gempa yang disebabkan oleh runtuhnya gua-gua kapur atau terowongan tambang. Diantara tiga jenis gempa tersebut yang paling banyak terjadi adalah gempa tektonik, lebih dari 90%. Kekuatannya besar dan meliputi daerah yang sangat luas. Gempa vulkanik terjadi menjelang letusan gunung api dan hanya dirasakan di sekitar gunung itu sendiri.

Gempa runtuhan paling jarang terjadi dan hanya dirasakan disekitar runtuhan. Pusat timbulnya gerakan di dalam kerak bumi disebut hiposentrum (fokus). Titik pada permukaan bumi di atas hiposentrum disebut episentrum. Dari episentrum, gelombang permukaan merambat ke segala arah seperti gelombang air kolam yang hanya terjadi jika kita melempar batu ke dalamnya. Berdasarkan arah gelombang, gempa dapat dibedakan atas tiga jenis antara lain :
  • Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh letusan gunung api. Pada umumnya getaran yang kuat hanya ada di sekitar gunung api itu saja. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama letusan gunung api terjadi.
 Sebab sebab terjadinya gempa vulkanik yaitu :
  1. Tumbukan antara magma dengan dinding-dinding gunung api.
  2. Tekanan gas pada letusan yang sangat kuat.
  3. Perpindahan mendadak dari magma di dalam dapur magma.
  4. Gempa vulkanik hanya sekitar 7% dari seluruh gempa yang pernah terjadi di dunia.
  • Gempa runtuhan/ tanah terban, terjadi pada daerah yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah. Misalnya :
  1. Daerah kapur yang banyak sungai-sungai atau gua-gua di bawah tanah yang tidak sanggup lagi menahan atap gua.
  2. Daerah pertambangan yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah untuk mengambil bahan tambang. Pada daerah ini sering terjadi tanah terban. Gempa runtuhan / tanah terban ini jarang sekali terjadi dan hanya menempati 3 % dari jumlah gempa yang terjadi.
  • Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergeseran tiba-tiba di dalam kulit bumi dan hal ini sangat erat hubungannya dengan pembentukan pegunungan. Gempa tektonik disebut pula gempa dislokasi. Gempa tektonik terjadi jika terbentuk patahan-patahan yang baru, atau terjadi pergeseran-pergeseran di sepanjang patahan akibat ketegangan di dalam kerak bumi. Gempa tektonik meliputi 90 % dari gempa yang terjadi di bumi.
Getaran gempa bumi merambat sebagai gelombang sesuai dengan syarat-syarat dalam ilmu fisika. Perambatan gelombang gempa dapat disamakan dengan gelombang yang terjadi karena sebuah batu dijatuhkan di dalam air. Di tempat jatuhan batu gelombang yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan tempat lain.

Demikian pula gempa, pada tempat yang dekat dengan pusat gempa getarannya lebih kuat. Makin jauh dari pusat gempa getarannya makin lemah. Sumber gempa bumi yang terdapat di dalam bumi disebut hiposentrum sedangkan daerah yang tegak lurus dengan pusat gempa disebut episetrum. Kekuatan gempa tidak selalu sama walaupun terjadi dalam satu daerah.

Kekuatan gempa di suatu daerah selain dipengaruhi oleh jaraknya dengan episentrum, juga sangat tergantung pada kekuatan gempa itu sendiri dan kedalaman pusat gempa di dalam bumi. Makin dangkal hiposentrumnya, makin kuat gempa yang dirasakan di permukaan bumi.

Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, ada 3 jenis gempa bumi, yaitu :
  1. Gempa dangkal, dengan kedalaman hiposentrum kurang dari 60 km.
  2. Gempa menengah dengan kedalaman hiposentrum antara 60 km-300 km.
  3. Gempa dalam dengan kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km.
Gempa bumi sendiri memiliki berberapa macam macam gempa bumi. Macam macam gempa bumi dapat dilihat berdasarkan lokasinya, gelombangnya, penyebabnya, serta kedalamannya.

Berdasarkan Lokasinya

Gempa bumi berdasarkan lokasinya adalah, gempa bumi yang dibagi berdasarkan lokasi terjadinya. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu darat dan laut.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Darat

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi di darat. Gempa bumi ini, terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di darat. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, tetapi mampu menghancurkan gedung, bahkan membuat kebakaran pada kota.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Laut

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di dasar laut. Gempa bumi memiliki potensi menciptakan tsunama, akibat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah gempa, menyebabkan air menjadi naik, dan menciptakan tsunami (Baca: Penyebab Tsunami dan Akibatnya).

Berdasarkan Gelombang

Gelombang adalah salah satu penyebab terjadinya gempa bumi. Gelombang ini berasal dari pusat gempa yang disebut hiposentrum. Hiposentrum adalah titik utama dari gempa yang sedang terjadi. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu primer dan sekunder.

  • Gempa Berdasarkan Gelombang Primer

Gempa yang berdasarkan gelombang primer, adalah gempa yang bersifat merambat. Gelombang ini berasal dari pusat gempa dengan kecepatan hingga 14 km per detik. Gempa ini adalah gempa permulaan, sebelum gempa susulan.

  • Gempa Bumi Berdasarkan Gelombang Sekunder 

Gempa yang diakibatkan dari gelombang ini, sama dengan gelombang primer. Yang membedakan adalah, gempa ini meliki kecepatan yang lebih lambat. Kecepatan gelombang ini hanya sekitar 7 km per detik. Gempa ini biasanya susulan dari gempa pertama yang lebih kuat.

Berdasarkan Penyebabnya

Gempa bumi ini berasal dari sebab yang berbeda- beda. Gempa bumi dapat terjadi akibat kejadian alam, maupun kejadian yang diciptakan oleh manusia. Berikut ini 4 jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya.
  1. Gempa Tektonik  adalah gempa yang terjadi akibat bergesernya lempeng-lempeng tektonik. Lempeng tektonik adalah lempeng yang ada didunia. Lempeng- lempeng ini membentuk benua- benua di dunia. Gerakan lempeng- lempeng ini bisa saling mendekat maupun menjauh. Jika lempeng- lempeng ini saling bersinggungan, memiliki potensi menciptakan gempa bumi yang sangat besar.
  2. Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi pra dan pasca letusan gunung api. Letusan gunung api, berasal dari terjadinya tekanan panas di dapir magma yang ini keluar, mencari tekanan yang lebih rendah. Akibatnya, tekanan tersebut menggerakkan lapisan bumi, dan mengetarkannya. Gunung api yang mau meletus, akan mengakibatkan gempa bumi kecil yang terjadi berulang- ulang. Dan saat meletus, akan menghasilkan getaran yang kuat (Baca: Gejala Vulkanisme Gunung Berapi).
  3. Gempa Bumi Akibat Runtuhan dan Benturan adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya longsor. Longsor ini bisa diakibatkan oleh erosi atau gunung kapur yang runtuh (Baca: Proses Terjadinya Longsor dan Penyebabnya). Jatuhnya batuan dan tanah akibat longsor, menyebabkan getaran kecil pada kulit bumi. Selain itu, benturan dari meteor yang jatuh ke bumi, juga menyebabkan terjadinya gempa bumi.
  4. Gempa Bumi Akibat Manusia, Gempa bumi tidak hanya disebabkan oleh alam. Manusia juga memiliki kemampuan dalam menciptakan gempa bumi. Gempa bumi ini, terjadi akibat pemakaian bahan peledak berkekuatan besar. biasanya bahan peledak ini, dipakai untuk menghancurkan gedung- gedung yang sudah tidak terpakai, atau melubangi gunung yang dipakai untuk pertambangan. Pertambangan yang hancur, juga dapat menyebabkan gempa bumi.

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang. Pengertian Gelombang, Sifat – Sifat dari Tiap – Tiap Gelombang, Macam – Macam Gelombang, Gelombang Mekanik, Gelombang Elektromagnetik, Gelombang Transversal, Gelombang Longitudinal, Gelombang Berjalan, dan Gelombang Diam.

Pengertian Gelombang 

Sumber: belajarronline.wordpress.com
Gelombang yakni tanda-tanda rambatan dari satu getaran/usikan. Gelombang yang senantiasa terjadi bila sumber getaran ini bergetar secara terus menerus. Gelombang membawa daya dari satu tempat ke tempat yang lain.

Contoh sederhana gelombang, bila kita mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung talinya lagi digoyangkan, akan terbentuk banyak bukit dan lembah di tali yang digoyangkan tadi, inilah yang disebut dengan gelombang.

Rangkuman: Gelombang adalah Tanda-tanda rambatan dari satu getaran.

Ragam Macam Gelombang 

Bersumber pada Mediumnya Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu: 

Gelombang Mekanik 
Sumber: pustakapedia.net
Gelombang mekanik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya memerlukan medium (zat penghubung). Artinya apabila tidak ada medium, gelombang ini tidak akan terjadi. Umpamanya yakni Gelombang Bunyi yang zat perantaranya udara, jadi apabila tidak ada udara, bunyi tidak akan terdengar.

Gelombang Elektromagnetik 
Sumber: anneahira.com
Gelombang Elektromagnetik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya tidak memerlukan medium (zat penghubung). Artinya gelombang ini bisa merambat dalam keadaan seperti apa pun tanpa memerlukan medium. Umpamanya yakni gelombang sinar yang senantiasa ada dan tidak memerlukan zat penghubung.

Bersumber pada Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi jadi dua, yaitu: 

Gelombang Transversal 
Sumber: softilmu
Gelombang Transversal yakni gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berwujud lembah dan bukit.

Bersumber pada gambar di atas dapat saya terangkan bila: 

Arah rambat gelombang di atas yakni ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya yakni ke atas dan ke bawah. Jadi begitulah yang disebut dengan arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Umpamanya yakni gelombang pada tali yang saya contohkan sebelumnya di paragraf atas.

Gelombang Longitudinal 
Sumber: softilmu
Gelombang longitudinal yakni gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan.

Bersumber pada gambar di atas, kita dapat mengerti bila:

Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan juga. Oleh karena itu gelombang ini yakni gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar.

Contoh gelombang ini yakni Gelombang bunyi, di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini bisa bergetar.

Walau demikian getarannya hanya akan gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbangan, hingga tidak membentuk bukit dan lembah.

Bersumber pada Amplitudonya (simpangan paling jauh) Gelombang juga dibagi jadi dua: 

Gelombang Berjalan 
Sumber: perpustakaancyber.blogspot.co.id
Gelombang berjalan yakni gelombang yang amplitudonya tetap pada setiap titik yang dilalui gelombang, misalnya gelombang pada tali.

Gelombang diam 
Sumber: tutorialgitar.com
Gelombang diam yakni gelombang yang amplitudonya berubah, misalnya gelombang pada senar gitar yang dipetik.

Sifat dan Pembawaan Gelombang 

Sumber: adjiebrotots.com
Dipantulkan (Refleksi) 

Tentunya kita sudah sangat paham dan terbiasa dengan apa yang dimaksud pemantulan ini, jadi secara garis besar saya rasa kita telah sepaham.

Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu:
Besar sudut datangnya gelombang sama saja dengan sudut pantul gelombang.
Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal ada pada satu sisi datar.

Dibiaskan (refraksi) 

Pembiasan gelombang yakni pembelokan arah rambat gelombang karena lewat medium yang tidak sama kerapatannya.

Digabungkan (interferensi) 

Gabungan gelombang terjadi bila ada gelombang dengan frekuensi dan beda fase sama-sama bertemu. Hasil interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif (saling menguatkan) dan destruktif (saling melemahkan).

Interferensi Konstruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama, sedangkan interferensi destruktif terjadi saat 2 gelombang berjumpa pada fase yang berlawanan.

Dibelokkan/disebarkan (Difraksi) 

Difraksi gelombang yakni pembelokkan/penyebaran gelombang apabila gelombang itu lewat celah. Geja difraksi akan semakin tampak jelas bila celah yang dilewati semakin sempit.

Dispersi Gelombang 

Dispersi yakni penyebaran bentuk gelombang ketika merambat lewat satu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat lewat udara atau ruangan hampa. Medium yang dapat melindungi bentuk gelombang itu disebut juga dengan medium nondispersi.

Dispolarisasi (diserap arah getarnya) 

Polarisasi yakni peristiwa terserapnya beberapa arah getar gelombang hingga hanya tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada gelombang transversal, karena arah gelombang sama seperti arah polarisasi, dan demikian sebaliknya, akan terserap apabila arah gelombang tidak sama seperti arah polarisasi celah itu.

Pemakaian Gelombang 

Sangat banyak pemakaian dari gelombang dengan mempertimbangkan beragam karakter gelombang yang ada di sekitar kita. Beberapa diantaranya yaitu:
  1. Gelombang TV dan Radio untuk komunikasi. 
  2. Gelombang Micro yang dipakai untuk memasak makanan atau yang kita kenal dengan microwave 
  3. Gelombang bunyi yang sangat membantu mereka yang kerja di bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada perlengkapan USG untuk mengecek ada tidaknya penyakit.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gelombang di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gelombang. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis. Pengertian Kalor, Rumus untuk Kalor, Kapasitas yang dimiliki oleh Kalor, Perpindahan yang bisa terjadi pada Kalor, Kalor Jenis dan penjelasan lengkapnya, Satuan Kalor dan segala hal yang berhubungan dengan Kalor.

Pengertian Kalor 

Sumber: datasoal.com
Kalor yakni satu di antara bentuk daya yang dapat berpindah dari satu benda ke benda yang lain karena adanya perbedaan suhu. Ketika dua benda yang memiliki perbedaan suhu berjumpa atau bertemu, kalor akan mengalir (berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Umpamanya ketika kita mencampurkan air dingin dengan air panas, kita akan mendapat air hangat. Banyak yang tidak tahu perbedaan antara suhu dan kalor, Suhu yakni nilai yang terarah pada termometer, sedangkan kalor yakni daya yang mengalir dari satu benda ke benda yang lain.

Adapula ilmuan dari Amerika bernama Benjamin Thompson mengemukakan bila kalor bukanlah merupakan zat alir, namun daya yang terjadi karena adanya proses mekanik, seperti gesekan.

Rumus dan Satuan Kalor 

Satuan kalor yakni Kalori (Kal) atau Joule (J). Kalori yakni banyak kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air agar suhunya jadi 1 derajat Celcius.

1 Kalori = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori

Rumus Kalor: 
Sumber: softilmu.com
Keterangan:

Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Kalor dan Perubahan Pada Benda 

Kalor Dapat Mengubah Suhu Zat 

Pada dasarnya, setiap benda yang suhunya melebihi dari 0 mutlak, benda itu memiliki Kalor. Kandungan kalor berikut inilah yang akan memastikan berapakah suhu itu.

Bila benda ini dipanaskan benda itu akan terima tambahan kalor sampai suhunya meningkat. Sedangkan bila benda itu didinginkan benda itu akan kembali melepas kalor sampai suhunya mengalami penurunan.

Kalor Dapat Mengubah Bentuk Zat 

Beberapa benda apabila diberikan kalor dalam satuan spesifik, benda itu akan alami perubahan bentuk. Umpamanya yakni ketika es dipanaskan (diberi kalor) es (bentuk padat) itu akan jadi air (Bentuk Cair), dan bila pemanasan selalu dilakukan air tadi akan jadi Gas. Titik dimana satu zat akan berubah jadi Zat Cair disebut juga dengan Titik Cair atau Titik Lebur benda.

Kalor Jenis dan Kemampuan Kalor 
Sumber: softilmu.com
Bersumber pada penelitian yang didapat bahwa apabila kalor diberikan pada dua benda yang tidak sama, akan menghasilkan suhu yang tidak sama juga, Umpamanya ketika minyak dan air dipanaskan dengan suhu yang sama minyak akan memiliki perubahan suhu 2 kali lebih besar dibanding air.

Hal Ini dipicu oleh perbedaan kalor jenis yang dimiliki suatu benda. Kalor Jenis Benda yakni banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 1 kg massa benda itu jadi 1 derjat celcius.

Satuan dari Kalor Jenis yakni Kalori/GramoCelcius atau dalam Sistem Internasional ditetapkan dengan Joule/KilogramoCelcius. Kalor Jenis dapat dituliskan dalam persamaan berikut ini:

Rumus Kalor Jenis 
Sumber: softilmu.com
Keterangan:

Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Sedangkan kemampuan kalor yakni jumlah kalor yang diperlukan untuk memberi suhu zat itu sejumlah 1 derajat Celcius. Apabila kalor Q menghasilkan suhu sebesar t kemampuan kalor dapat dirumuskan
Sumber: softilmu.com
Perpindahan Kalor 

Seperti yang udah kami jelaskan di awal bila perpindahan kalor terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Ada tiga bentuk perpindahan kalor yang dapat terjadi, yaitu:

Perpindahan Kalor Secara Konduksi 

Perpindahan Kalor secara konduksi yakni perpindahan kalor lewat satu zat penghubung (logam) tanpa diimbangi perpindahan partikel – partikel zat itu secara permanen. Umpamanya yakni ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, ujung logam yang lain akan ikut panas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Ketika memanaskan satu diantara ujung logam, partikel yang ada pada ujung logam itu akan bergetar dan membuat getaran terjadi pada partikel lain yang tersambung dengannya. Sampai seluruh partikel logam itu akan bergetar walaupun hanya satu ujung logam yang dipanaskan, nah hal sejenis ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.

Perpindahan Kalor Secara konveksi 

Perpindahan kalor secara konveksi yakni perpindahan kalor lewat satu zat yang diimbangi dengan perpindahan beberapa sisi zat itu. Konveksi dapat terjadi pada zat cair atau gas. Ada dua bentuk perpindahan kalor secara konveksi, yaitu:

Konveksi Alamiah 

Konveksi alamiah yakni konveksi yang dipengaruhi style apung tanpa faktor luar, dan dipicu oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Umpamanya yakni pada pemanasan air, massa jenis partikel air yang telah panas akan naik menjauh dari api dan digantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses ini mengakibatkan seluruh partikel zat cair itu akan panas secara prima.

Konveksi Paksa 

Konveksi paksa yakni konveksi yang terjadi karena adanya efek faktor luar (contoh tekanan), dan perpindahan kalor dijalankan dengan sengaja/dipaksakan.

Artinya aliran panas kalor dipaksa menuju ke tempat yang ingin dituju dengan pertolongan faktor luar seperti tekanan. Umpamanya yakni pada kipas angin yang akan membawa udara dingin ke tempat yang panas, dan radiator mobil yang memiliki sistem pendingin mesin.

Perpindahan Kalor Secara Radiasi 

Perpindahan kalor secara Radiasi yakni proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat penghubung. Perpindahan kalor secara radiasi tidak sama juga dengan konduksi dan konveksi. Pada Radiasi, agar terjadinya perpindahan kalor, ke-2 benda tidak harus bersentuhan karena kalor dapat berpindah tanpa zat penghubung.

Artinya kalor itu akan di pancarkan ke seluruh arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke seluruh arah. Umpamanya yakni saat kita dekat dengan api unggun dari pojok manapun, kita tetap akan merasakan kehangatan dari sumber api, contoh yang lain yakni panas matahari yang sampai ke bumi dan planet – planet lain.

Mencegah perpindahan kalor 

Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi dapat dicegah dengan mengisolasi ruangan itu. Contoh simpel penerapan langkah itu yakni pada termos. Termos digunakan untuk melindungi suhu air tetap panas dengan mencegah atau menghambat perpindahan kalornya.

Kalorimeter 

Kalorimeter ini terdiri atas dua buah bejana dari tembaga yang kalor jenisnya belum di ketahui. Bejana tembaga kecil diletakkan dalam bejana lain yang lebih besar. Agar kedua bejana tidak bersentuhan, diantara kedua bejana itu diletakkan isolator sebagai bahan penyekat kalor, umpamanya gabus.

Bahan isolator ini berperan untuk menahan kalor yang ada di dalam kalorimeter agar tidak keluar serta tidak ada kalor yang masuk dari luar. Umumnya tutup yang digunakan terbuat dari bahan kayu yang bisa pula berperan sebagai isolator yang baik.

Pada tutupnya ada dua buah lubang yang berguna untuk meletakkan termometer dan pengaduk. Pada saat sampel logam dimasukkan ke dalam kalorimeter, air di dalamnya tidak perlu diaduk agar sistem dapat mencapai keseimbangan termal dengan secepatnya. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dari bahan yang sama saja dengan bejana kalorimeter.
Sumber: pratamarendy.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kalor dan Kalor Jenis di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kalor dan Kalor Jenis. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya. Pengertian Telinga, Bagian – Bagian Telinga, Bagian Dalam Telinga, Bagian Luar Telinga, Fungsi dari Tiap – tiap bagian Telinga itu sendiri. Struktur Telinga lengkap dengan Nama dan penjelasan Fungsi – Fungsinya. Contoh Gambar Struktur Telinga, Lengkap!

Pengertian Telinga

Sumber: merdeka.com
Telinga yaitu organ pendengaran yang mempunyai fungsi penting dalam melindungi keseimbangan tubuh. Bagian - Bagian telinga yang berfungsi dalam pendengaran terdiri atas tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah serta koklea.

Bagian - Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan terdiri atas tiga bagian yakni kanal semisirkular, utrikel serta sakulus.

Bagian - Bagian Telinga atau Struktur Telinga 

Berikut ini akan kami terangkan mengenai bagian - bagian telinga bersumber pada tiga pembagian yang ada yakni bagian telinga luar, bagian telinga dalam serta koklea.

Bagian telinga luar 

Telinga eksterna atau telinga bagian luar terdiri atas dua bagian yakni aurikula serta meatus akustik eksterna. Aurikula (Kuping telinga) menonjol dari samping kepala, yang terdiri atas fibrokartilago yang tidak tebal serta elastis, ditutupi oleh kulit yang menyerupai bentuk corong atau kuping telinga yang mengantar gelombang suara menuju meatus akustik eksterna.

Meakus akustik eksterna yaitu bagian telinga yang mempunyai bentuk lintasan tubular kurang lebih 4 cm memanjang ke bagian temporal. Sepertiga bagian luar tersusun atas dinding kartilago serta dua pertia bagian dalam yaitu tulang.

Eksterna akustik meatus ini membentuk kanal yang melengkung, yakni lenkungan depan-atas, lengkungan belakang atas serta lengkungan depan serta sedikit mengalami penurunan.

Di bagian ujung eksternal meatus bagian dalam ditutupi oleh membran timpani (Gendang telinga). Pada pinggir kulit kartilago meatus bisa diketemukan rambut rambut halus serta banyak kelenjar yang mengekskresikan serumen.

Serumen yaitu zat yang berfungsi untuk melindungi kanal atau saluran telinga dari debu serta benda asing lain.

Walau demikian, serumen bisa jadi gangguan untuk telinga yakni saat terjadinya penumpukan serumen hingga jadi penghambat untuk suara.

Untuk mengeluarkan seruman butuh dilakukan penyemprotan ke saluran telinga.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian telinga Tengah 

Telinga bagian tengah yaitu ruangan kecil yang terdapat di dalam tulang temporal.

Bagian telinga tengah dipisahkan dengan bagian telinga luar oleh membran timpani. Di dalam bagian telinga tengah ada dinding yang dibuat atau dibentuk oleh dinding bagian lateral telinga dalam.

Rongga itu dikelilingi oleh membran mukosa. Rongga itu juga memiliki kandungan udara yang masuk dari faring lewat saluran pendengaran.

Hal ini juga yang akhirnya membuat tekanan udara di kedua sisi membran timpani sama atau seimbang.

Di bagian telinga tengah ada tiga tulang tidak tebal atau tipis yang disebut dengan osikel. Fungsi tulang osikel yaitu menghantarkan getaran ke membran timpani lewat telinga dalam. Osikel terdiri atas tiga tulang tidak tebal atau tipis yakni Maleus, Inkus serta Stapes.

Tulang Maleus atau tulang martil yaitu sisi osikel pada telinga tengah yang ada di dekat (menempel pada) membran timpani. Kemudian, ada tulang inkus atau tulang landasan yang berartikulasi (membentuk sendi) dengan tulang maleus serta tulang stapes.

Tulang Stapes atau tulang sanggurdi yaitu tulang kecil (osikel) yang ada di bagian dasar osikel yang melekat pada fenestra vestibuli serta menghadap ke sisi dalam telinga.

Dinding posterior telinga tengah terbuka tidak beraturan, menghadap ke mastoid antrum serta membelok ke sekumpulan sel udara mastoid seperti sinus nasal yang terinfeksi.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian Telinga Dalam 

Telinga bagian dalam ada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua sisi yakni tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) serta membran labyringth.

Tulang labyrinth berikutnya terdiri atas tiga bagian yakni vestibula, koklea serta kanal semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melalui dua lubang yakni fenestra vestibuli yang ditempati oleh dasar stapes serta fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa.

Pada bagian belakang ada muara yang menuju kanal semisirkular serta di bagian depan ada muara yang menghadap ke koklea.

Koklea adalah bagian telinga yang penting untuk fungsi pendengaran.

Koklea yaitu saluran berupa spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengelilingi pusat tulang yang disebut dengan modiolus.

Bersumber pada panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yakni membran basilar serta membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.

Pada saluran bagian luar, ada skala vestibuli pada bagian atas serta skala timpani pada bagian bawah.

Saluran ini memuat perilimfe serta bergabung dengan puncak modiolus. Sisi ujung skala timpani yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.

Bagian tengah saluran koklea disebut dengan duktus koklear serta memuat endolimfe. Memiliki bentuk sama juga dengan tulang labyrinth serta disebut dengan membran labyrinth.

Di dalam duktus koklear ada ujung ujung saraf pendengaran yang disebut dengan sel sel rambut.

Pada koklea, ada tiga kanal semisirkular yang terdapat di atas serta di belakang vestibula dalam tiga ruangan yang tidak sama, satu vertikal, satu horisontal serta yang lain transversal. Seluruh ruangan ini memuat perilimfe.

Dalam fungsi keseimbangannya, jika posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan merangsang sel sel khusus yang mempunyai tonjolan seperti rambut rambut yang ada di ujung tiap kanal.

Pada bagian dalam tulang labyrinth ada labyrinth membranosa yang berbentuk membran memiliki ukuran kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea.

Utrikel serta sakulus yaitu dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dikaitkan oleh saluran penyambung (connecting tube).

Kantung kantung itu memuat potongan kecil saraf sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang melekat pada sel sel itu.

Bentuk duktus semisirkular sama juga dengan kanal semisirkular terdapat di dalam duktus itu, namun diameter duktus semisirkular cuma 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular memiliki kandungan endolimfe.

Duktus koklear yaitu saluran spiral yang ada didalam kanal koklea yang menonjol serta membentang di sepanjang dinding luar.

Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran vestibular serta bagian dasarnya oleh membran basiler serta kedua dinding luarnya oleh tonjolan dinding koklea.
Sumber: artikelbermutu.com
Sesudah anda membaca bagian bagian telinga di atas, anda tentu udah mengerti mengenai anatomi telinga tersebut. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengingat bagian telinga di atas, kita akan berikan review secara singkat berikut ini: 

Review Singkat Bagian Bagian Telinga: 
  1. Bagian telinga luar: Aurikula, Meatus Akustik Eksterna, serta membran timpani 
  2. Ada cairan serumen. 
  3. Bagian telinga tengah: Ada tiga tulang Osikel yakni tulang Maleus, Inkus, serta tulang Stapes. 
  4. Bagian telinga dalam: Tulang Labyrinth serta membran labyrinth 
  5. Tulang labyrinth terdiri atas vestibula, koklea serta kanal semisirkular 
  6. Koklea tersusun atas duktus koklear yang ada sel sel rambut, fibrosa fenestra koklea 
  7. Labyrinth Membranosa terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea 
  8. Bagian bagian tulang telinga serta fungsinya 
  9. Bagian bagian telinga serta fungsinya 

Fungsi Bagian Telinga 

Sesudah memahami bagian bagian telinga, mari kita belajar mengenai fungsinya yakni:
  1. Aurikula yang disebut dengan sebagai kuping telinga berperan untuk menghantarkan gelombang suara menuju ke meatus akustik eksterna. 
  2. Meatus akustik eksterna berperan untuk menghantarkan gelombang suara dari aurikula ke bagian telinga selanjutnya yakni membran timpani atau gendang telinga. Pada Meatus akustik eksterna juga ada rambut rambut halus serta mempunyai kelenjar yang berperan untuk mengekskresikan serumen untuk melindungi saluran telinga. 
  3. Osikel yang tersusun atas tiga tulang berperan untuk memperbesar getaran suara yang ditimbulkan oleh membran timpani (gendang telinga) hingga vestibuli fenestra bergetar yang menyebabkan perilimfe bergetar. 
  4. Kanal Semisirkular dengan sel sel khususnya berperan untuk mengetahui posisi kepala berubah oleh karena adanya gerakan endolimfe yang menyentuh ujung kanal. 
  5. Koklea berperan sebagai wadah untuk sel sel yang dipakai untuk mendengar dan melindungi keseimbangan 
  6. Utrikel serta sakulus berperan untuk melindungi keseimbangan tubuh manusia oleh karena adanya otolith serta saraf sel rambut.
Sumber: health.detik.com
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Telinga di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Bagian – Bagian Telinga dan Fungsinya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelbermutu.com 

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

Pengertian Psikologi

Psikologi terdiri dari dua kata, yaitu psyche dan logos. Psyche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan sebagai “ilmu jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai roh (soul), tetapi lebih kepada mempelajari gejala gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang (spirit) dari manusia sebagai makhluk yang berjiwa.

Psikologi juga dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari sifat sifat dari kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi kepribadian dan perilakunya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Pengertian Psikologi menurut para Ahli


  • Menurut Bigot : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari adanya jiwa dan kehidupan jiwa.
  • Menurut Garrett : Pengertian Psikologi adalah suatu studi sistematik mengenai tingkah laku.
  • Woodworh dan Marquis : mengemukakan pengertian psikologi, psikologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak di dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia di dalam hubungannya dengan alam sekitar.
  • Zimbardo : mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu mengenai tingkah laku organisme.
  • Menurut Hilgard dan Atkinson : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
  • Pengertian Psikologi menurut pendapat Morgan : King dan Robinson, Psikologi ialah ilmu mengenai tingkah laku manusia yang meliputi penerapannya kepada manusia.
  • Singgih Dirgagunarsa : mengemukakan bahwa Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dari manusia.
  • Menurut John Broadus Watson : Pengertian Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dari lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons).
  • Pengertian Psikologi menurut Wilhelm Wundt : ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman pengalaman yang timbul di dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling) dan kehendak.
  • Knight : mengemukakan pengertian psikologi,Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis mengenai pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial.
  • Menurut Ruch : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia, oleh karena itu berhubungan dengan ilmu ilmu lainnya, sebagaimana berhubungan dengan sosiologi dan biologi.
  • Pendapat Edwin G Boring dan Herbert S Langfeld : mengenai psikologi, Psikologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai hakikat manusia.
  • Pengertian Psikologi menurut Ahmad Fauzi : ilmu yang mempelajari respons yang diberikan dari makhluk hidup terhadap lingkungannya (garden murphy).
  • Nigel C benson dan Simon Grove : mengatakan bahwa jiwa atau psyche dalam bahasa Yunani diartikan juga sebagai “napas kehidupan” dan pikiran. Dalam mitologi Yunani, psyche digambarkan sebagai seekor kupu-kupu yang menjadi istri Eros, yakni Dewa Cinta yang oleh bangsa Romawi dinamakan Cupid.

Sebagai psyche yang artinya napas kehidupan, ada dua konsep kehidupan manusia, yaitu akal dan hati. Biasanya, akal diartikan sebagai alat untuk berpikir, sedangkan hati alat untuk merasa. Akan tetapi, akal dan hati bekerja sama dalam mempertimbangkan terbentuknya perilaku manusia, karena sebelum bertindak perlu dipertimbangkan oleh akal sehat dan hati yang bersih. Akan tetapi, tidak semua perilaku manusia atau tindakan manusia didasarkan pada cara berpikir yang sehat dan pertimbangan perasaan atau hati yang bersih sehingga wujud tindakan berbeda-beda. Namun, di sisi lain, wujud tindakan masyarakat berbentuk sama, sebagaimana tindakan sosial normatif yang merujuk pada adat yang telah bertahan ratusan tahun dan sebagai bagian dari norma sosial yang berlaku turun-temurun.

Menurut Nigel C benson dan Simon Grove, semua tindakan manusia dipelajari oleh psikologi dari sisi latar belakang dan gejala psikologisnya. Oleh karena itu, perbedaan mendasar antara psikologi dan sosiologi adalah pada titik sentral objek kajiannya. Psikologi merupakan ilmu yang mengkaji secara ilmiah terhadap jiwa dan tingkah laku manusia dan hewan, sedangkan sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji kompleksitas manusia sebagai masyarakat dan budaya yang terdapat di sekitamya. Psikologi lebih eksperimentalistik dibandingkan sosiologi yang mengedepankan pendekatan observatif.

Dilihat dari beberapa pengertian psikologi dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, psikologi merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan tingkah laku manusia, dan psikologi sebagai ilmu yang memiliki karakteristik yang sama dengan cabang ilmu lainnya dalam ilmu ilmu sosial dilihat dari berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengetahui gejala kejiwaan manusia, yaitu mengacu pada segala sesuatu yang tampak untuk mengetahui segala yang tidak tampak.

Dalam sosiologi, segala yang tampak sebagaimana adanya pada yang tampak yang sifatnya fenomenologis, sedangkan dalam psikologi, segala yang tampak tidak berarti yang senyatanya dari gejala jiwa karena kejiwaan bukan sesuatu yang awalnya menampakkan diri. Jadi, hakikat jiwa berada pada hasil penjelasan observatif psikologis terhadap individu yang diteliti, sedangkan dalam sosiologi, gejala kejiwaan bukan objek yang seharusnya dikaji, karena apa yang ada adalah kenyataan yang sebenamya dan tidak diperlukan keharusan menyatakan yang senyatanya yang berasal dari luar kenyataannya.

Seseorang yang sedang menangis, bukan berarti ia sedang sedih dan menderita, meskipun tangisan merupakan bagian dari ciri kesedihan dan rasa sakit. Seorang pengantin baru menangis karena rasa haru, rasa bahagia yang paling dalam dan getaran hidup yang menerawang ke arah kehidupan yang baru dalam pembentukan mahligai rumah tangga. Bayangkan, psikologi dan sosiologi, bagaikan tangisan kesedihan dan kebahagiaan. Sedih dan bahagia adalah keadaan yang berbeda, tetapi yang tampak adalah air mala yang sama, menetes dari kelopak mata, bukan kelopak yang lain. Dengan demikian, berikanlah apa yang tampakbagi sosiologi dan biarkan psikologi mengungkap gejala yang tampak untuk menemukan sisi yang tidak tertampakkan. Tidak ada jiwa jika tak ada raga. Demikian juga, dengan raga yang bergantung pada jiwa. Manusia dalam psikologi adalah individu yang kompleks dengan berbagai perilakunya, sedangkan manusia dalam sosiologi adalah individu yang merupakan bagian dari masyarakat, dan kompleksitas kehidupan sosial merupakan latar belakang terciptanya dinamika kebudayaan.

Dengan pandangan di atas, terjadilah kesepakatan di kalangan psikolog bahwa pengertian psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dari sisi gejala dan latar belakang kejiwaannya yang dikaji secara observatif dan eksperimentalistik.

Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kesehatan sangat penting dipelajari oleh semua orang, apalagi bagi para ahli kecantikan. UU Pokok Kesehatan No. 9/69 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sempurna jasmani, rohani, dan sosial. Jadi tidak hanya terbebas dari penyakit dan kelemahan. Apabila semua orang mematuhi dan melaksanakan sesuai dengan undang-undang kesehatan tersebut tentunya semua orang dalam keadaan sehat jasmani, rohani, dan sosial. Apalagi bagi seorang ahli kecantikan K3 merupakan suatu langkah kerja yang harus dipatuhi dengan disiplin tinggi karena ahli kecantikan akan selalu berhubungan dengan banyak orang.

Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu usaha di bidang kesehatan. Secara prinsip kesehatan ini adalah untuk melindungi , memelihara badan dan jiwa yang memiliki tujuan mempertinggi kesejahteraan dan daya guna perikehidupan manusia. 

Kesehatan memiliki sasaran yang sangat luas, artinya mencakup semua aspek kehidupan manusia. Luasnya cakupan keselamatan kerja di bidang tata kecantikan, maka pada tulisan ini dibatasai pada bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan bidang di atas. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan selamat  serta pelanggan puas. Untuk itu peraturan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi beberapa hal penting, yakni sebagai berikut:

1. Kesehatan Perorangan
Maksudnya usaha-usaha yang berguna untuk menyehatkan tubuh, tetapi sekaligus memperhatikan, memelihara dan memupuk integritas jiwa, yamg dalam hal ini terkelompok menjadi:

a. Kesehatan jasmaniah; artinya menjamin kesehatan tubuh lebih optimal dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Pemeliharaan tubuh dan alat-alat tubuh seperti (mandi, menyikatgigi, pemeliharaan rambut, kuku dan sebagainya secara teratur).
  • Perhatikan dengan seksama pakaian yang dikenakan baik berupa busana itu sendiri maupun pelengkapnya, apakah ada bersih dan rapi, sesuai dengan keadaan lingkungan hidup dan lingkungan kerja.
  • Makanlah dengan menu seimbang (4 sehat 5 sempurna).
  • Lakukanlah senam atau olahraga lainnya sebagai latihan jasmani secara teratur, guna memperkuat otot dan melancarkan peredaran darah.
  • Berusahalah selalu untuk memperhatikan sikap tubuh yang baik seperti: sikap berdiri, duduk ataupun berjalan, agar tidak terjadi ketegangan dan kelelahan otot yang tidak perlu terjadi.
  • Selalulah menjadikan hidup ini menjadi suatu irama yang teratur, guna pemeliharaan kesehatan, seperti: waktu kerja, istirahat, makan/minum, latihan jasmani, rekreasi dan pembinaan jiwa.
b. Kesehatan rohani; maksudnya adalah cerminan jiwa saat kita melakukan pekerjaan, seperti:
  • Sebelum memulai pekerjaan pasanglah niat dengan baik.
  • Amati jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan dengan cermat, bukan gegabah.
  • Lakukan suatu pekerjaan dengan hati yang tenang dan damai, bukan melakukan pekerjaan secara terpaksa, sebab bila terpaksa tidak dapat dicapai hasil yang maksimal.
2. Kesehatan Perusahaan
Pada dasarnya kesehatan perusahaan bertujuan untuk melindungi, memelihara dan mempertinggi tingkat kesehatan jasmani dan rohani manusia yang bekerja dalam suatu perusahaan, baik ia sebagai pimpinan perusahaan, karyawan/penata kecantikan maupun sebagai orang/tamu yang datang dan berurusan dengan perusahaan atau untuk dilayani dalam bidang kecantikan. Usaha ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti:
  • Menjaga dan memelihara bangunan perusahaan sehingga aman dan nyaman bagi yang bekerja maupun yang berkunjung.
  • Memenuhi penerangan yang cukup, aliran udara yang baik, penyediaan air yang cukup dan bersih, tersedianya kamar kecil yang memenuhi syarat kesehatan, tempat sampah yang tertutup dan kebersihan ruangan kerja yang terpelihara.
  • Menjaga dan memelihara agar karyawan terbebas dari penyakit menular atau mengindap penyakit menular, sehingga tidak membahayakan terhadap karyawan ataupun pelanggan.
  • Menyiapkan beberapa perangkat peralatan untuk pencegahan penyakit menular seperti: masker penutup mulut, sarung tangan karet yang dipakai untuk merawat pelanggan serta menjaga kebersihan.
  • Menyediakan berbagai larutan antiseptik dan desinfektan yang efektif dan aman digunakan.
3. Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan bertujuan untuk menjadikan lingkungan hidup mampu memberi kemungkinan terbaik sebagai penunjang kesehatan. Cara ini dapat dilakukan dengan:
  • Menjaga agar lingkungan hidup tidak tercemar oleh kotoran, bahan kimia dan air limbah hasil buangan proses industri.
  • Menjaga agar lingkungan bebas dari polusi udara dan polusi suara berupa kebisingan yang merugikan kesehatan jasmani dan rohani.
  • Menjaga agar sumber air dan tumbuh-tumbuhan sebagai paru-paru lingkungan yang terpelihara keseimbangannya.
Ketiga bidang kesehatan di atas merupakan usaha yang saling mengait, saling mendukung dan menunjang. Karenanya ketiga bidang tersebut harus mendapat perhatian yang serius. Di samping hal di atas beberapa hal penting lainnya adalah dalam bidang keamanan bekerja. Keamanan bekerja perlu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja dalam bekerja. Penyebab kecelakaan kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian:
  • Penyebab yang berasal dari manusia itu sendiri Dari hasil penelitian ditemukan ± 85% dari kecelakaan ringan bersumber dari manusia itu sendiri, contoh dari gejolak emosi, ketegangan jiwa, rasa jemu, benci dan putus asa serta kelelahan. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor psikologis sebagai latar belakangnya.
  • Penyebab yang berasal secara mekanis dan lingkungan Kecelakaan yang terjadi pada usaha kecantikan/salon, secara umum karena faktor mekanis, maksud kecelakaan ini terjadi adalah akibat beberapa peralatan yang menggunakan arus listrik, yang bisa menyebabkan kontak dengan tubuh sipemakai/pelanggan. Hal ini disebabkan karena kelalaian dan kurang perawatan dari peralatanperalatan tersebut.
Dari penyebab-penyebab di atas dibutuhkan perhatian yang serius agar para pelanggan terjaga dengan baik kesehatan dan keselamatannya.
ahli kecantikan
Menyediakan Lingkungan Tenang dan Nyaman Bagi Pelanggan
Pekerjaan yang sangat penting dilakukan bagi penata kecantikan adalah mengutamakan dan menyediakan lingkungan tenang dan nyaman bagi para pelanggan. Untuk itu ada beberapa faktor fisik yang perlu diperhatikan:

1. Kebisingan.
Di dalam ruangan kecantikan, kebisingan perlu diperhatikan dan dijaga, agar pekerjaan dapat dilakukan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi serta semua pekerjaan berjalan dengan lancar.

2. Radiasi.
Maksud dari radiasi adalah yang menyangkut penggunaan alat-alat listrik frekwensi tinggi dan alat berupa vapozone disertai radiasi sinar ultraviolet, lampu infra merah dan lampu-lampu pijar yang memancarkan gelombang-gelombang sinar panas. Secara prinsip radiasi ini hanya berlangsung selama pemakaian peralatan, akan tetapi harus hati-hati dan gunakanlah peralatan tersebut tepat
pada waktunya, sebab efek samping dari gelombang-gelombang sinar panas tersebut, akan berakibat pada lensa mata dan sinar ultraviolet berakibat pada radang selaput ikat mata.

3. Getaran mekanis
Sekalipun dalam bidang kecantikan hal ini tidak merupakan suatu problema, namun bila lalai tentu juga akan memberikan efek samping.

4. Iklim kerja, tata bangunan, letak tempat kerja,
Pertukaran udara yang baik, terdapatnya alat-alat yang memancarkan panas, sangat berpengaruh terhadap iklim kerja, untuk itu perlu diperhatikan kondisi dari peralatan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan tetapi memberi kenyamanan. Iklim kerja yang lebih baik dapat diciptakan antara lain dengan cara air conditioning tempat kerja. Satu hal yang harus diciptakan adalah jangan mengatur suhu terlalu rendah, karena ini dapat menyebabkan keluhan-keluhan dan kadangkadang meningkatnya penyakit saluran pernapasan. Sebaliknya jangan pula menggunakan suhu yang tinggi, karena akan menimbulkan kejang-kejang akibat kepanasan.

5. Penerangan di tempat kerja;
Hal ini mutlak diperhatikan karena penerangan yang baik adalah berasal dari cahaya matahari, atau dari sumber cahaya buatan memungkinkan karyawan melihat objek yang dikerjakannya secara jelas, cepat, mudah.
a. Sifat-sifat penerangan yang baik ditentukan oleh:
  • Pembahagian kecerahan dalam lapangan penglihatan.
  • Derajat kesilauan.
  • Arah datangnya sinar.
  • Warna yang ditimbulkan.
  • Panas yang disebabkan oleh sumber cahaya.
b. Akibat-akibat dari penerangan buruk dapat berwujud sebagai:
  • Kelelahan mata disertai dengan menurunya daya kerja dan efesiensi kerja.
  • Kelelahan mental.
  • Rasa pegal-pegal/sakit kepala disekitar mata.
  • Kerusakan mata.
  • Meningkatnya kecelakaan.
6. Pada kenyamanan ruang kecantikan harus terbatas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan bau yang tidak mengenakkan atau menimbulkan masalah. Adanya bau tersebut perlu di atasi sejak awal, sehingga dirasakan benar-benar nyaman.

7. Kebersihan sebagaimana yang disemboyankan di dalam kehidupan bahwa kebersihan adalah sebagian dari keimanan. Untuk itu kebersihan di dalam tata kecantikan sangat perlu diperhatikan baik kebersihan di luar ruangan, di dalam ruangan maupun semua peralatan, bahan/pakaian, lenan dan kemasan kosmetika haruslah selalu dalam kondisi bersih.

Pengemasan dan Perawatan Kerajinan dari Bahan Lunak

Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembunkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada didalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi.

Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkemnangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian. Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia.


Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakankerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya. Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut.
  • Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan.
  • Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.
  • Kemasan dapat mendukung program pemasaran. Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.
  • Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan.
Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Manfaat pengemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.

  • Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik, dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
  • Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya (ciri pembeda produk).
  • Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian konsumen (menambah daya tarik produk).
  • Kemasan dapat menambah nilai jual produk. 
Jenis bahan kemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.
1. Kemasan Kertas
Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya yang luas. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas adalah sifanya yang sensitif terhadapair dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan. 
2. Kemasan Kayu
Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia dan secara tradisional digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain. Kayu adalah bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak. Tetapi saat ini penyediaan kayu untuk pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena makin langkanya hutan penghasil kayu.

Desain kemasan kayu bergantung pada sifat dan berat produk, konstruksi kemasan, bahan kemasan, dan kekuatan kemasan, dimensi kemasan, metode dan kekuatan. Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti, tong kayu atau palet sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional.

Pengiriman produk kerajinan seperti keramik seringdibungkus dengan peti kayu agar dapat melindungi keramik dari risiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya. Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses alternatif dan bahan-bahan teknik yang tepat untuk membuat kemasan yang lebih ekonomis.

3. Kemasan Plastik
Kemasan yang paling banyak kita temui adalah kemasan plastik. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, poliester, nilon, dan vinil film. Enam puluh persen penjualan plastik yang ada di dunia menggunakan kemasan plastik polistiren, polipropilen, polivinil klorida, dan akrilik. Produk kerajinan banyak menggunakan kemasan plastik jenis akrilik. Akrilik adalah nama kristal termoplastik yang jernih dengan nama dagang Lucie, Barex dan Plexiglas. Beberapa sifat akrilik adalah kaku dan transparan, penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya, titik leburnya rendah. Akrilik banyak digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan keras, dan dahulu digunakan untuk gigi palsu dan kacamata. 

Produk karya kerajinan yang siap dipasarkan sebaiknya dikemas dengan baik agar terlihat lebih menarik dan terlindung dari kerusakan. Kemasan dibuat dengan memperhatikan jenis bahan dan bentuk produk kerajinannya. Kemasan untuk produk kerajinan yang terbuat dari bahan alam dapat diberi silica antijamur yang dapat dibeli di toko kimia. Kemasan tidak hanya disiapkan untuk karya kerajinan yang dijual, tetapi juga karya kerajinan yang akan dipamerkan. Bahan untuk kemasan bisa dibuat dari bahan alam, maupun bahan sintetis. Misalnya karya keramik diberi kemasan kotak kayu, aksesori batu diberiwadah kotak dari kardus, perhiasan perak diberi wadah kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya.

Perawatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan perlu perawatan yang baik dan benar. Berikut dijelaskan alternatif perawatan produk kerajinan tanah liat dan serat alami.

1. Perawatan Kerajinan Tanah Liat
Perkembangan produk kerajinan dari tanah liat sekarang banyak berupa kerajinan keramik. Berikut salah satu cara perawatan kerajinan keramik.
  • Cuci keramik dengan air sabun yang hangat, kemudian lap keramik sampai kering.
  • Jangan pernah menumpuk peralatan keramik karena akan merusak warna dan motif, pastikan ada ruang dalam penataan antara keramik yang satu dan keramik yang lainnya. Hal ini untuk menghindari adanya gesekan pada keramik yang akan mengakibatkan retak atau cacat.
  • Selain melalui perawatan di atas, dapat juga digunakan belimbing wuluh. Belimbing wuluh memiliki kadar asam yang tinggi sehingga mampu menghilangkan noda pada paralatan apa pun yang terbuat dari keramik. Untuk melakukannya, bahan yang diperlukan adalah belimbing wuluh (sayur), sikat plastik atau sikat gigi, lap kering atau basah, sabun colek, dan sarung tangan plastik. Kupas bagian dalam belimbing wuluh. Setelah itu, gosokkan ke permukaan keramik secara merata, lalu diamkan selama 10 menit supaya kadar asamnya bekerja. Bersihkan keramik dengan menggunakan sikat plastik dan gosokan satu arah baik horizontal ataupun vertikal sampai semua noda terangkat. Lap keramik dengan kain basah atau kering, lap secara perlahan dan sedikit ditekan sehingga keramik akan bersih kembali. 
2. Perawatan Kerajinan Serat Alami
Produk kerajinan dengan bahan dari serat alami seperti: serat jerami, enceng gondok, pandan, mendong, dan sebagainya, memerlukan perawatan yang baik dan tepat karena produk kerajinan dari serat alami mudah rusak. Berikut beberapa cara untuk merawat benda kerajinan yang terbuat dari serat alami.
  • JIka noda tidak berlebihan, jangan dicuci. Bahan-bahanserat alami ketika di musim lembab atau hujan biasanya timbul lapisan-lapisan seperti debu berwarna abu-abu keunguan. Lapisan debu ini adalah jamur yang dapat tumbuh ketika bahan serat alami mulai lembab/basah. Untuk membersihkan noda tersebut cukup dengan menjemurnya kemudian sikatlah dengan sikat yang kering.
  • Semua bahan yang berasal dari serat alami biasanya cepat mudah rusak jika terlalu lama terkena air. Ketika barangbarang kamu kotor, usahakan jangan dicelup, terlebih lagi merendamnya. Kandungan air yang terlalu banyak pada bahan serat alami membuat bahan tersebut menjadi cepat rusak.
  • Ketika membersihkan debu/kotoran pada benda kerajinan dari serat alami, gunakan sikat yang lembut, dan sikatlah hanya pada bagian yang kotor saja.
  • Deterjen untuk mencuci pakaian mengandung bahan yang terlalu keras. Jika digunakan untuk bahan dari serat alami, deterjen dapat membuat bahan menjadi rusak. Gunakan sabun mandi atau sampo, tetapi jangan terlalu banyak. Gunakan sabun hanya pada bagian yang kotor saja.
  • Panas matahari yang menyengat dapat membuat bahan menjadi berubah seperti berubah bentuk, ukuran, atau warna. Ketika mencuci barang-barang berbahan serat alami, jangan menjemurnya dalam keadaan matahari yang terlalu terik. Seperti layaknya baju, kerajinan berbahan serat alami bisa cepat pudar jika terkena matahari langsung terlalu lama. Ada juga beberapa bahan yang dapat berubah bentuk maupun ukuran jika terlalu lama dijemur.
  • Ketika tidak dipakai atau digunakan, simpanlah barangbarangtersebut di lemari atau tempat lain yang tidak lembab. Atau, masukkan/simpanlah barang-barang tersebut ke dalam plastik dan bungkus dengan rapat. Ruang yang sedikit udara akan menghambat tumbuhnya jamur secara cepat sekaligus menjaga debu dan kotoran.
  • Jangan lupa memberikan pengawet bahan ke dalam plastik sebelum menyimpannya. Silica gell diberikan sesuai dengan jenis bahan serta tingkat pertumbuhan jamur yang ditimbulkan. Jika bahan tersebut sangat mudah timbul jamur, masukkan silica gell 3-4 kantong kecil.