Showing posts sorted by relevance for query hewan langka di indonesia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hewan langka di indonesia. Sort by date Show all posts

Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Karya seni rupa merupakan sesuatu yang dapat memuaskan perasaan seseorang karena kehalusan dan keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa. Di wilayah Nusantara ini, beragam karya seni rupa terapan daerah tumbuh dan berkembang sehingga menciptakan beragam karya seni seperti yang kita nikmati saat ini.Karya seni rupa terapan Nusantara adalah  karya seni rupa yang berwujud dua atau tiga dimensi yang memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat di wilayah Nusantara. Di wilayah Nusantara ini, terdapat beragam karya seni rupa terapan daerah. Ragam seni daerah tersebut tumbuh dan berkembang dalam sukusuku di wilayah Nusantara melalui proses waktu selama ratusan bahkan ribuan tahun.

1. Fase prasejarah
Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa prasejarah tampak pada beberapa benda yang ditemukan pada masa itu.
  • Peninggalan zaman Palaeolithikum berupa benda-benda yang terbuat dari batu dan tulang yang dikerjakan secara kasar, misalnya kapak genggam.
  • Peninggalan zaman Mesolithikum, berupa kapak batu yang hasil pengerjaannya lebih halus, peralatan tulang, dan sejumlah gambar pada gua.
  • Peninggalan zaman Megalithikum, berupa benda-benda dalam ukuran besar yang berfungsi sebagai perlengkapanritual, antara lain dolmen, menhir, kubur batu, sarkofagus, punden berunduk, dan relief batu.
  • Zaman logam, mulai digunakan logam sebagai karya terapan. Teknik pengolahan barang-barang perunggu dilakukan dengan pengecoran. Benda-benda peninggalannya, antara lain kapak corong, candrasa, nekara, moko, emas, dan bejana.

2. Fase sejarah
Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa sejarah tampak jelas pada wujud dibangunnya rumah-rumah berukir oleh para pendatang yang masuk Indonesia, yang sebelumnya berkediaman di Indo-Cina. Sejak adanya hubungan Indonesia-India, lahirlah seni Hindu-Indonesia, terutama di Jawa dan Bali. Peninggalan-peninggalannya yang hingga kini masih ada adalah bangunan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran.

A. Fungsi Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Karya seni rupa terapan Nusantara memiliki dua fungsi sebagai berikut.
  • Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
  • Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
B. Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Bentuk karya seni rupa terapan tersebut, di antaranya terdapat pada bentuk rumah adat, senjata tradisional, transportasi tradisional, dan seni kriya.

1. Rumah adat
Rumah adat di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapatmembedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk, dan bahan bakunya. Misalnya, rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping dan rumah adat Minahasa bentuknya memanjang ke belakang.
Rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap bubungan tinggi di Jambi, rumah beratap gonjong di Minangkabau, dan rumah beratap limas terpenggal di Papua. Bentuk rumah dengan tiang yang berkolong, atau yang biasa disebut rumah panggung terdapat di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.

2. Senjata tradisional
Berbeda dengan masa lalu, beragam senjata tradisional saat ini lebih sering digunakan sebagai peralatan untuk bekerja. Selain itu juga digunakan sebagai perlengkapan acara ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukkan seni tradisional, dan sebagai benda hias.

a. Pedang, badik, dan pisau tradisional
Termasuk dalam jenis ini adalah parang dari Ambon, mandau dari Kalimantan, sundu dari NTT, celurit dari Madura, pasa timpo dari Sulawesi Tengah, karih dari Sumatra Barat, piso surit dari Sumatra Utara, golok dari Jakarta, dan rencong dari Aceh. Sebagaimana senjata tradisional umumnya, bilah senjata dibuat dari bahan logam besi. Bilah mandau yang berkualitas terbuat dari batu gunung yang dilebur secara khusus dengan hiasan berasal dari bahan perak, tembaga, bahkan emas.
Ragam hias senjata jenis rencong seringkali menggunakan motif ular, bunga, dan lipan. Hiasan berupa jumbai-jumbai menyerupai rambut terdapat pada sebagian senjata mandau. Pada sarungnya yang terbuat dari bahan kayu masih diberi hiasan manik-manik dan bulu burung. Senjata khas Suku Dayak Kalimantan ini memang penuh hiasan yang estetik.

b. Keris
Keris adalah senjata tradisional berujung lancip dan bermata dua yang merupakan karya asli bangsa Indonesia yang adiluhung. Termasuk dalam jenis ini adalah senjata kujang dari Jawa Barat. Ada dua kelompok jenis keris, baik dari segi kegunaan, bahan, teknik pembuatan, dan kualitasnya. Ada keris yang digunakan untuk keperluan ritual-ritual adat, dibuat dari bahan-bahan pilihan dengan teknik yang lebih rumit dan lama. 

Kebanyakan keris ini diciptakan oleh para Mpu pada zaman dahulu. Kelompok kedua adalah jenis keris yang kegunaannya lebih sebagai hiasan atau untuk pertunjukan kesenian tradisional, termasuk untuk pelengkap busana dalam acara adat perkawinan. Para pengrajin sekarang kebanyakan membuat keris jenis ini. Bilah keris terbuat dari perpaduan logam besi dan baja, bahkan ada yang berlapis emas. Dibuat dan dibentuk dengan teknik tempaan. Gagang dan warangkanya umumnya terbuat dari kayu pilihan. Bentuk bilahnya ada yang lurus ada yang berlekuk-lekuk. 

Secara umum motif hiasan terdapat di setiap bagian keris. Permukaan bilah keris umumnya terdapat tekstur yang membentuk alur tertentu yang disebut pamor. Warnanya keperak-perakan karena terbuat dari baja putih. Para Mpu zaman dahulu membuatnya dari bahan batu meteor yang sangat langka.

3. Transportasi tradisional
Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah Nusantara. Misalnya, perahu, kereta kuda, pedati, dan becak.

a. Perahu
Perahu yang digunakan di Nusantara memiliki bentuk dan ragam hias yang beragam. Keragaman tersebut sebagai akibat perbedaan latar budaya, pengaruh budaya asing, daya kreasi pembuatnya, dan ketersediaan sumber daya alamnya. Semua pola hiasnya menggunakan warna, sebagian lagi paduan warna dan pahatan. Sebagian besar perahu tersebut bermotif garis dan bidang, baik bidang geometrik maupun bidang organik, sebagian lagi bermotif hewan, tumbuhan, stilasi, pilin berganda, serta motif huruf 
Posisi hiasan ada yang di seluruh bagian kapal, ada yang separuh bagian kapal, atau salah satu bagian saja. Misalnya, perahu penangkap ikan jenis compreng di Jawa Barat yang penempatan hiasannya di seluruh bagian kapal.

b. Andong, pedati, dan becak
Kendaraan ini terbuat dari bahan kayu, termasuk bagian rodanya. Hanya bagian-bagian tertentu yang harus menggunakan besi. Andong ditarik dengan tenaga kuda. Di Jawa Timur andong disebut dokar. Setiap daerah memiliki pola khas yang sudah menjadi tradisi dalam menghias andongnya. Motif hiasan dokar di Jawa, terutama di Jawa Timur cenderung memiliki ciri khas khusus yang ditempatkan di beberapa bagian. Warna hitam mendominasi seluruh bagian dokar dengan motif hiasan warna cerah.

Selain andong, alat transportasi konvensional yang masih banyak dimanfaatkan adalah pedati. Meski sudah jarang terlihat, namun di beberapa daerah masih seringkali ditemukan kendaraan jenis ini. Kendaraan pengangkut bertenaga sapi ini biasanya untuk mengangkut barang dengan beban berat.

Jenis transportasi tradisional lainnya adalah becak. Becak dapat dijumpai di Jawa, Sulawesi, dan Sumatra. Becak bermotor terdapat di Gorontalo dan Pematang Siantar (Sumatra Utara). Becak motor merupakan kombinasi antara motor dan becak. Keunikannya adalah karena sebagian motor yang digunakan adalah motormotor tua yang kebanyakan peninggalan zaman Belanda.

4. Seni kriya
Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni kriya anyaman, dan seni kriya keramik.

a. Seni kriya pahat
Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jenis ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan. Bali merupakan daerah yang banyak menghasilkan seni pahat berupa ukiran, patung, hingga barang-barang kerajinan. Patung arca dengan bahan batu andesit juga dibuat di Bali. Bentuknya menyerupai benda-benda purbakala.

Salah satu hasil dari seni pahat yang unik adalah wayang kulit dan wayang beber yang terbuat dari kulit binatang, serta wayang golek yang terbuat dari kayu. Kerajinan wayang kulit dan wayang beber terdapat di daerah Yogyakarta, Surakarta, dan Sragen. Sedangkan wayang golek banyak diproduksi di Jawa Barat.

Di Jepara (Jawa Tengah) tersohor dengan seni ukir khas Jawa. Daerah lain di Jawa penghasil seni pahat dalam bentuk topeng, patung, ukiran, dan lain-lain adalahKudus, Bojonegoro, dan Cirebon. Seni patung Suku Asmat dan Kamoro di Papua terkenal dengan kekhasannya, dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

Di Palembang, karya ukir kayu juga diwujudkan pada perabot rumah tangga dengan ciri khas menggunakan warna emas dan cokelat tua. Di Sumatra Utara, seni pahat masyarakat Batak selain berupa ukiran hias pada bangunan rumah adat, juga terdapat pada bendabenda yang berfungsi sebagai perlengkapan ritual.

b. Seni kriya tekstil
Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik, ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis karya tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya batik dan karya tenun.

1) Karya batik
Proses pembuatan kain batik dapat dilakukan dengan teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis. Teknik batik tulis merupakan teknik yang paling banyak diterapkan di Indonesia. Selain di Jawa, batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Bali.
Corak batik Jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna-warna yang beragam. Corak batik pesisir umumnya menunjukkan adanya pengaruh asing. Pekalongan merupakan penghasil batik yang terkenal dan termasuk dalam golongan batik pesisir. Daerah batik bercorak pesisir yang lain adalah Madura, Tuban, dan Cirebon. Batik daerah ini didominasi perpaduan warna yang kontras, seperti merah, kuning, cokelat, dan putih. Sedangkan Batik Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya umumnya menggunakan warna-warna redup, seperti cokelat, biru, hitam, dan hijau.

2) Karya tenun
Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikatdan tenun songket. Yang membedakan keduanya adalah pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Pada songket ada tambahan benang emas, perak, atau benang sutra. Daerah yang terkenal sebagai penghasil tenun ikat, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi, Bali, Sulawesi Tengah, Toraja (Sulawesi Selatan), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT, Flores, dan Maluku.  Sedangkan penghasil songket yang terkenal, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Riau Palembang, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Ragam hias pada kain tenun di Nusantara beragam coraknya. Ragam hias dengan motif geometrik, flora, dan fauna mendominasi ragam hias karya tekstil di Nusantara. Kain tenun kebanyakan dipakai untuk selendang, sarung, kebaya, dan ikat kepala seperti pada pakaian adat.

Bahan yang dipakai untuk membuat kain tenun ditentukan oleh ketersediaan alam daerah setempat. Di Sumbawa (NTT) semua produk kain tenun dibuat dari benang kapas. Kain songket berbahan benang sutra dapat dijumpai di Aceh, Sumatra Barat, Palembang, dan Bali, sedangkan yang berbahan dasar benang katun dapat dijumpai di Flores.

c. Kriya anyaman
Bahan untuk membuat anyaman kebanyakan dari kulit bambu, batang rotan, dan daun pandan. Bahan-bahan alam lainnya adalah pelepah pisang, enceng gondok, dan serat kayu. Teknik pembentukan anyaman adalah dengan memanfaatkan jalur lungsi (vertikal), jalur pakan (horizontal), dan jalur gulungan (diagonal). Pembentukan pola motif anyaman diperoleh dengan cara memanfaatkan perbedaan warna.
Kerajinan anyaman yang tersebar di Nusantara terdiri atas bentuk-bentuk tradisional yang masih bertahan, pengembangan dari bentuk-bentuk tradisional, hingga bentuk-bentuk desain baru. Tasikmalaya (Jawa Barat) adalah salah satu pusat kerajinan anyaman dari berbagai bahan dan bentuk. Di Halmahera (Maluku) rotan diproduksi menjadi tas punggung.

Di Papua, anyaman dapat ditemukan pada produksi gelang khas masyarakat Papua yang terbuat dari serat kayu dan batang anggrek hutan.

d. Kriya keramik
Bahan dasar keramik adalah tanah liat. Benda keramik dibentuk dengan berbagai teknik, antara lain teknik cetak, lempeng, pijit, dan pilin. Setelah dibentuk, kemudian diberi hiasan. Jika sudah melalui proses pengeringan, dibakar dengan suhu tertentu.
Keramik diproduksi untuk benda-benda hias atau benda pakai dengan keragaman variasi bentuk, misalnya guci, pot bunga, vas bunga, dan sebagainya. Daerah-daerah penghasil keramik tersebar luas di Nusantara, antara lain di Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan Banjarnegara

B. Apresiasi Terhadap Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciate yang artinya menghargai atau menilai. Apresiasi terhadap karya seni adalah suatu sikap atau kegiatan menghargai nilai-nilai estetika ataupun nilai-nilai budaya yang terdapat pada karya seni tersebut.

Apresiasi dilakukan dengan melihat, mengamati, mengerti, dan memahami nilai keindahan suatu karya seni untuk kemudian memberikan penilaian atau penghargaan. Apresiasi dapat melatih kepekaan batin dan daya pikir dalam mengamati karya seni. Adapun sikap atau kegiatan apresiasi dapat digolongkan dalam 3 tingkatan sebagai berikut.
  • Apresiasi empatik, yaitu apresiasi yang menilai kualitas karya seni sebatas tangkapan indrawi.
  • Apresiasi estetis, yaitu apresiasi yang menilai karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.
  • Apresiasi kritik, yaitu apresiasi yang bertujuan menganalisa suatu karya seni dan memberikan kesimpulan kritik atas hasil pengalamannya. Teknik apresiasi kritik dapat dilakukan dengan mengamati benda secara langsung atau tidak langsung.
2. Makna dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Karya-karya seni rupa terapan yang berkembang di wilayah Nusantara umumnya sarat dengan makna atau simbol-simbol tertentu. Makna tersebut berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai simbolis tersebut bisa dalam pemilihan warna, bentuk, atau motifnya. Misalnya, di Sumatra, kain tenun bagi masyarakat Melayu memiliki nama dan simbol tertentu, begitu pula warna-warna yang digunakan, masing-masing pewarnaan erat kaitannya dengan makna-makna tertentu.

3. Ragam hias dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Ragam hias di setiap daerah sangat beragam. Ragam hias di daerah Jawa umumnya bermotif tumbuhan, hewan, dan ada pula yang bermotif bidang geometrik atau bidang organik. Di Toraja, Papua, dan Sumatra Utara sering dijumpai ragam hias yang berpola geometrik. Motif manusia dan hewan banyak digunakan pada ragam hias masyarakat Dayak di Kalimantan, Batak, dan Papua. Motif atau corak ragam hias di Nusantara dapat digolongkan dalam dua kelompok sebagai berikut.
  • Pola hias abstrak, di antaranya adalah motif-motif geometrik dan organik, seperti motif tumpal, baji, kawung, meander, pilin, swastika, dan lain-lain.
  • Pola hias abstraksi, antara lain diambil dari bentuk flora, fauna, dan manusia. Ragam hias abstraksi berkembang pesat setelah pengaruh Islam masuk Nusantara, yaitu dengan berkembangnya bentuk stilasi dan deformasi.
4. Ragam teknik penciptaan karya seni rupa terapan
Nusantara Teknik penciptaan karya seni rupa terapan Nusantara sangat beragam, antara lain sebagai berikut.
  1. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan dengan menggunakan alat pahat, seperti patung, relief, dan ukir.
  2. Teknik butsir, yaitu mengurangi dan menambah bahan sehingga menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya kerajinan keramik atau gerabah.
  3. Teknik lukis, yaitu membuat karya seni dengan cara menggoreskan kuas atau peralatan lainnya pada bahan kertas, kain, kaca, dan kulit. Misalnya, lukisan di atas kain kanvas, lukisan pada kain batik, dan lukisan kaca.
  4. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat patung.
  5. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain sehingga membentuk karya seni yang unik. Misalnya, membuat patung kontemporer.
  6. Teknik konstruksi, yaitu menggabungkan bahan bangunan yang satu ke bangunan yang lain. Misalnya, rumah dan mesin.
  7. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat mal (cetakan) terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung.
  8. Teknik tempa, yaitu membuat karya seni dengan cara ditempa (dibentuk)melalui proses perapian. Misalnya, membuat keris, kujang, dan benda-benda perhiasan.

      12 Tempat Wisata di Kabupaten Blora yang Terkenal Indah


      12 Tempat Wisata di Kabupaten Blora yang Terkenal Indah, Tempat Wisata Terindah - Bora merupakan sebuah kabupaten yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Blora ini di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Pati, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro Jawa Timur, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Grobogan. Kabupaten Blora dikenal sebagai penghasil kayu jati dengan kualitas yang bagus. Kayu jati ini berasal dari hutan jati yang banyak dikelola oleh Perhutani dan juga oleh masyarakat setempat.

      Di bidang pariwisata sendiri Kabupaten Blora memiliki beberapa tempat wisata yang cukup indah dan menjadi tujuan wisata para wisatawan dari berbagai daerah. Berikut adalah 12 Tempat Wisata di Kabupaten Blora yang Terkenal Indah.
      [1]


      1. Goa Terawang




      Tempat wisata di Kabupaten Blora yang pertama akan kita bahas disini adalah Goa Terawang. Goa Terawang merupakan tempat wisata berupa goa alam yang terletak di tepi Jalan Todanan-Blora, Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Goa ini berada di tengah hutan jati yang dikelola oleh Perhutani. Kawasan wisata Goa terawang ini memiliki luas 13 hektar yang didalamnya terdapat satu goa induk yang berukuran agak besar, 5 goa kecil dan 1 sendang. Goa Terawang ini menjadi tujuan wisata karena keunikannya berupa goa yang terbentuk secara alami dan memiliki pemandangan yang luar biasa. Selain goa, di kawasan wisata ini juga sudah dibengun arena bermain anak.


      2. Waduk Bentolo




      Wisata alam di Kabupaten Blora lainnya yang dapat anda kunjungi adalah Waduk Bentolo. Waduk Bentolo di Blora ini terletak tidak jauh dari Goa Terawang sehingga anda dapat mengunjungi tempat ini sekaligus beserta Goa Terawang. Seperti waduk pada umumnya, Waduk Bentolo difungsikan sebagai sarana penampung air yang kemudian digunakan untuk mengairi persawahan di sekitar waduk. Namun selain untuk tujuan irigasi, Waduk Bentolo juga banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat keidahan waduk yang terkenal di Kabupaten Blora ini.


      3. Waduk Tempuran




      Selain Waduk Bentolo, Waduk di Kabupaten Blora yang layak dijadikan sebagai tempat wisata anda bersama keluarga adalah Waduk Tempuran. Waduk ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan khususnya yang berasal dari daerah sekitar Blora seperti Pati, Kudus, Rembang, Grobogan dll terutama saat liburan tiba. Waduk ini memiliki pemandangan yang indah serta merupakan lokasi latihan atlit dayung, meskipun untuk latihannya hanya pada hari-hari tertentu saja. Di sekitar Waduk Tempuran anda dapat menikmati berbagai sajian khas Blora yang dijajakan warung milik penduduk setempat


      4. Waduk Greneng




      Kabupaten Blora memang memiliki beberapa waduk yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata yang otensial. Wisata alam berupa waduk yang terdapat di Blora lainnya adlaah Waduk Greneng. Waduk ini dinamai sesuai dengan lokasinya yang terdapat di Greneng desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Jarak Waduk Greneng sendiri dari pusat Kota Blora adalah sekitar 12 km. Lokasi Waduk Greneng ini berdekatan dengan hutan Jati milik PErhutani sehingga menambah keindahan alami dari Waduk Greneng ini.


      5. Gunung Manggir




      Nah, satu lagi wiata alam di Kabupaten Blora yeng memiliki penadangan yang sangat indah, yaitu wisata di Gunung Manggir. Gunung Manggir di Blora ini merupakan sebuah perbukitan kapur yang terdapat di perbukitan Manggir, desa Ngumbul Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Wisata Gunung Manggir ini menawarkan pemandangan berupa perbukitan kapur yang diselimuti pepohonan serta terdapat beberapa goa alami yang banyak diminati wisatawan. Selain goa, juga terdapat sendang dengan air yang jernih. 


      6. Loko Wisata Cepu




      Nah tempat wisata di Blora yang keenam ini merupakan wisata yang sangat unik, yaitu menikmati loko wisata yang merupakan lokomotif kuno peninggalan jaman Belanda dulu. Lokomotif ini merupakan loko buatan Berliner Maschinnenbaun  Jerman tahun 1928. Dahulu loko ini digunakan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil hutan jati di Kabupaten Blora. Saat ini loko ini difungsikan sebagai loko wisata yang dikelola oleh Perhutani KPH Cepu. Namun sayangnya biaya operasional untuk menghidupkan loko ini lumayan tinggi sehingga biaya untuk berkeliling dengan loko ini juga relatif mahal.


      7. Taman Sarbini




      Taman Sarbini sering dikenal dengan water splash, yang merupakan sebuah taman wisata yang terdapat di pusat Kota Blora. Taman Sarbini di Blora ini sangat cocok apabila digunakan sebagai tempat wisata keluarga, karena di tempat ini banyak terdapat permainan anak. Selain itu di Taman Sarbini juga sudah ada patung binatang, perpustakaan, mainan anak-anak, sepeda roda tiga, mobil anak-anak dll. Taman Sarbini ini menjadi alternatif obyek wisata bagi warga Blora dan sekitarnya disamping harganya murah, juga fasilitasnya cukup lengkap, daripada harus jauh-jauh ke tempat wsiata yang berada di luar kota.


      8. Monumen Hutan Jati Alam




      Selain wisata alam dan wisata keluarga, di Kabupaten Blora anda juga dapat menemukan sebuah wisata edukasi yang sangat menarik yaitu Monumen Hutan jati alam. Monumen Hutan Jati Alam ini dibangun diatas sebuah hutan jati yang dikelola Perhutani KPH Cepu yang sering juga dikenal dengan tempat wisata alam Gubug Payung. Di tempat ini anda dapat menjumpai banyak tanaman jati dengan umur lebih dari 100 tahun dengan diameter lebih dari 80 cm. 


      9. Pemandian Sayuran




      Wisata keluarga di Kabupaten Blora juga merupakan wisata yang banyak diminati, salah satunya adalah Pemandian Sayuran. Di lokasi pemandian sayuran ini terdapat 2 buah kolam renang yang dapat digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak. Di sekitar kawasan wisata Pemandian sayuran ini terdapat perbukitan yang hijau sehingga menimbulkan hwa sejuk yang menenangkan. Pemandian Sayuran ini terdapat di Desa Soko, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora dan merupakan tempat wisata yang banyak diminati oleh wisatawan pada waktu itu. Namun sayangnya kondisi sekarang kurang terawat sehingga sepi pengunjung.


      10. Agrowisata Temanjang




      Luasnya hutan di Kabupaten Blora kemudian banyak dikembangkan sebagai tempat wisata alam yang menarik. Salah satu wisata yang berbasis pada pengembangan hutan adalah Agrowisata Temanjang. Agrowisata Temanjang dikenal juga dengan Agrowisata Dungmandur, karena di tempat ini terdapat kedung yang tidak pernah habis airnya. Di tempat wisata agro ini banyak terdapat pepohonan jati dan buah. Agrowisata Temanjang ini dapat dijadikan sebagai alternatif wisata terutama bagi warga Blora pada saat musim liburan tiba.


      11. Wisata Geologi




      Istilah wisata geologi nampaknya masih sangat asing di telinga kita. Wisata Geologi sebenarnya hampir mirip dengan wisata pendidikan dimana fokus utama pembahasan adalah pada ilmu geologi. Seperti kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Blora merupakan salah satu lokasi penambangan minyak bumi di Indonesia. Sampai saat ini pengebran minyak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora masih tetap berlangsung. Selain itu banyak juga pengeboran minyak skala kecil yang dilakukan oleh penduduk sekitar di pedalaman hutan Kabupaten Blora. Kondisi ini tentunya sangat sangat menarik bagi anda yang sedang mempelajari ilmu geologi karena dapat belajar banyak dari aktifitas di Kabupaten Blora ini.


      12. Taman Budaya dan Seni Tirtonadi




      Pembanhasan tentang obyek wisata di Kabupaten Blora kali ini akan kita akhiri dengan wisata terakhir yaitu Taman Budaya dan Seni Tirtonadi. Taman budaya ini banyak diminati oleh warga Blora khususnya para remaja dan anak-anak. Lokasi Taman budaya Tirtonadi sendiri terdapat di Kota Blora sehingga untuk aksesnya snagatlah mudah. Taman Budaya dan Seni Tirtonadi ini sudah berdiri sejak lama, bahkan di tahun 1960 an taman ini sempat menjadi primadona, karena di tempat ini banyak terdapat koleksi hewan langka. Pada waktu itu masyarakat menyebutnya dengan Kebun Binatang Taman Tirtonadi.
      Baca Juga :
      Tempat wisata Terindah di Kabupaten Pati[2]
      Tempat wisata Terindah di Kabupaten Rembang[3]
      Tempat wisata Terindah di Kabupaten Kudus[4]

      Demikian tadi pembahasan tentang 12 Tempat Wisata di Kabupaten Blora yang Terkenal Indah. Semoga informasi wisata Blora kali ini dapat menambah wawasan anda khususnya tentang dunia pariwisata di Indonesia.




      12 Tempat Wisata di Kabupaten Blora yang Terkenal Indah

      Rating: 4.5
      Diposkan Oleh:
      Diana Salsabila




      References

      1. ^ Tempat Wisata di Kabupaten Blora (tempatwisatadaerah.blogspot.com)
      2. ^ Tempat wisata Terindah di Kabupaten Pati (tempatwisatadaerah.blogspot.com)
      3. ^ Tempat wisata Terindah di Kabupaten Rembang (tempatwisatadaerah.blogspot.co.id)
      4. ^ Tempat wisata Terindah di Kabupaten Kudus (tempatwisatadaerah.blogspot.com)

      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat Bagaikan Surga Kecil yang Menakjubkan


      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat Bagaikan Surga Kecil yang Menakjubkan, Tempat Wisata Terindah - Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat Bagaikan Surga Kecil yang menakjubkan - Pulau Misool merupakan sebuah Pulau wisata yang terletak di kawasan Tempat Wisata di kepulauan Raja Ampat. Pulau Misool[1] juga merupakan salah satu dari 4 pulau terbesar yang ada di Kepulauan Raja Ampat. perairan di Pulau Misool ini berbatasan langsung dengan perairan Laut Lepas dan Laut Seram, yang merupakan jalur migrasi dari berbagai macam hewan laut seperti ikan Paus dan Hiu. Pulau Misool memiliki air yang sangat menyejukan mata berwarna Hijau jernih atau turquoise, memberikan kesan Damai pada saat anda melihatnya.

      Pulau yang juga masih jarang orang dikunjungi wisatawan tersebut menyimpan banyak sekali keindahan, baik dari pantai, Daratan, maupun Alam bawah lautnya. Seperti yang telah anda ketahui selama ini, bahwa kepulauan raja ampat adalah daerah segitiga karang dunia yang memiliki sekitar 75 persen spesies ikan dan terumbu karang yang amat langka. Biota laut yang hidup di perairan tersebut akan membuat anda semakin betah berada disana, terlebih lagi anda dapat mengabadikan moment anda tersebut, pastinya akan menjadi sebuah pengalaman yang jarang orang lain dapatkan deh. Tidak hanya memiliki keindahan Alam yang menakjubkan saja, Tempat Wisata Pulau Misool juga memiliki kebudayaan dan Adat yang sangat kental dari masyarakat lokal. salah satu bukti sejarah disini yaitu lukisan yang terdapat pada dinding - dinding Gua di kawasan tersebut.


      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat



      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat



      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat



      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat


      Di Pulau Misool ini anda dapat menjumpau berbagai fasilitas seperti penginapan yang terbilang cukup lengkap, mulai dari kelas ekonomi sampai dengan kelas mewah dan ekslusif yang cukup mahal. Misool Eco Resort adalah sebuah Resort yang dijadikan Icon pada Pulau tersebut. Akan tetapi Resort tersebut dibatasi oleh pihak pengelola dan hanya untuk menampung sekitar 32 orang saja. Apabila anda ingin berwisata di Pulau Misool, alangkah baiknya apabila anda pergi dengan kelompok, agar ketika anda berada disana bisa lebih menghemat, mengingat perjalanan yang cukup mahal dan juga harga barang yang jauh lebih mahal dari tempat - tempat wisata lainnya di Indonesia. Para wisatawan yang ingin menyelam dan menikmati keindahan Pulau Misool dari Misool Eco Resort sebaiknya untuk tidak pergi pada Bulan Juni sampai dengan Bulan Septermber, karena Cuaca dan angin disana kurang mendukung sehingga Resort tersebut ditutup sementara.
      (Baca : 10 Tempat Wisata Terindah di Indonesia Termasuk Raja Ampat[2] )


      Keindahan Pulau Misool di Raja Ampat Bagaikan Surga Kecil yang Menakjubkan

      Rating: 4.5
      Diposkan Oleh:
      Diana Salsabila




      References

      1. ^ Pulau Misool (tempatwisatadaerah.blogspot.com)
      2. ^ 10 Tempat Wisata Terindah di Indonesia Termasuk Raja Ampat (tempatwisatadaerah.blogspot.com)

      Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yang Unik


      Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yang Unik - Tempat Wisata Terindah - Di Kota Solo saat ini terdapat sebuah Kerajaan bercorak Islam yaitu Kasunanan Surakarta. Kasunanan Surakarta meruakan salah sat hasil pemisahan dari Kerajaan Mataram Islam. Sampai saat ini di Kerajaan Kasunanan Surakarta ini masih berdiri dan memiliki raja yang berkuasa. Berbeda dengan Kasultanan Yogyakarta yang diberi keistimewaan untuk menmerintah Provinsi Yogyakarta, Kasunanan Surakarta tidak memiliki keistimewaan itu. Meskipun Kasunanan Surakarta masih berdiri namun tunduk pada Pemerintahan Republik Indonesia sepenuhnya.

      Sebagai sebuah kerajaan Islam, Kasunanan surakarta masih melestarikan berbagai macam budaya yang bernafaskan Islam, salah satunya adalah ketika memasuki Bulan Muharram atau malam tahun baru Islam, Kasunanan Surakarta menyelenggarakan Kirab Budaya berupa kirab Kebo Bule Kyai Slamet. Dalam Penanggalan Jawa, Bulan Muharram dikenal dengan Bulan Suro, sehingga kirab Kebo Bule ini sering dikenal dengan Korab Malam 1 Suro. Kebo Bule yang ada di Kasunanan Surakarta ini merupakan hewan yang dikeramatkan pihak keraton. Kebo bule merupakan jenis Kerbau albino, sehingga dari penampakannya berbeda dengan kerbau kebanyakan. Karena albino, warna kerbau ini cenderung putih. Menurut pihak Keraton Kasunanan, Kebo Kyai Slamet sendiri sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kebo bule yang sekarang masih ada ini adalah keturunan dari Kebo Bule Kyai Slamet.
      [1]


      Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo



      Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo



      Asal Mula Kebo Bule Kyai Slamet


      Nama Kyai Slamet sebenarnya bukanlah nama dari hewan kerbau bule, namun nama dari pusaka kerajaan yang kasat mata. Kerbau bule inilah yang bertugas menjaga pusaka kerajaan Kasunanan Surakarta ini. Namun karena pusaka ini bersifat kasat mata dan hanya raja sendiri yang bisa melihatnya, maka banyak orang yang menganggap Kebo bule itu sebagai Kyai Slamet.


      Sejarah Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro


      Pada saat Pemerintahan Pakoe Boewono II, sekitar abad ke 17 yaitu saat Kerajaan Mataram masih di Kraton Kartasura, diceritakan bahwa di kerajaan terjadi sebuah pemberontakan yang dilancarkan oleh Pangeran Mangkubumi yang membuat Raja Pakoe Boewono II harus melarikan diri ke Ponorogo. Di Ponorogo beliau ditampung oleh Bupati Ponorogo dan tinggal di sana untuk beberapa waktu hingga kondisi aman. Pada masa pelariannya di Ponorogo tersebut, Sang Raja Kartasura itu mendapatkan petunjuk gaib atau wangsit bahwa pusaka Kyai Slamet harus ‘direkso’ atau dijaga oleh sepasang ‘kebo bule’ atau kerbau albino jika ingin kerajaan aman dan langgeng. Atas Kuasa Tuhan yang maha Agung, seolah gayung bersambut, Sang Bupati Ponorogo tiba-tiba ingin menunjukkan bhaktinya kepada rajanya dengan mempersembahkan sepasang ‘kebo bule’ kepada sinuwun. Kebo bule atau kerbau albino adalah hewan peliharaan yang sangat langka, hanya orang tertentu yang memilikinya.  Maka sinuwun Pakue Boewono II menerima dengan baik ‘pisungsung’ (persembahan) sang bupati dan berterimakasih atas persembahan yang sangat sesuai dengan kebutuhannya. Sinuwun membawa sepasang kerbau bule itu kembali ke Kraton Kartasura setelah pemberontakan usai dan hingga kerajaan berpindah tempat ke Desa Sala dan berganti nama menjadi Kraton Surakarta Hadiningrat.

      Dalam peringatan naik takhta Paku Boewono VI, sekaligus pergantian tahun dalam penanggalan Jawa malam 1 Sura, muncul kreativitas menghadirkan sosok kebo bule yang dipercaya sebagai penjelmaan pusaka Kyai Slamet dalam kirab pusaka.


      Keunikan Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro


      Adanya event peringatan malam Tahun Baru Islam pada 1 Suro dengan kirab Kebo Bule Kyai Slamet menjadkan satu atraksi budaya yang menarik bagi masyarakat sekitar. Bahkan pengunjung yang datang tidak hanya dari Kota Solo sendiri namun juga dari berbagai kabupaten disekitarnya. Selama kirab berlangsung, para abdi dalem yang ikut dalam kirab diwajibkan untuk tidak bicara atau tapa bisu. Di sepanjang perjalanan, banyak warga yang berebut untuk menyentuh kerbau yang dianggap keramat ini. Bahkan ada sebagian masyarakat yang memiliki kepercayaan bahwa kotoran kerbau bule ini dapat memberikan berkah. Oleh karena itu kotoran kebo bule yang keluar di sepanjang perjalanan pun tak hampir selalu ada yang mengambilnya.

      Ada banyak cerita menarik berhubungan dngan Kebo Bule Kyai Slamet ini. Konon Kerbau Bule ini dibiarkan bebas berkeliaran di mana saja, bahkan sampai pergi ke luar Kota Solo. Apabila kerbau ini memakan sesuatu, misalnya tanaman pertanian, maka biasanya petani membiarkannya dan tidak mengusirnya. Petani bahkan merasa senang apabila tanamannya dimakan Keebo Kyai Slamet karena hal itu dapat menjadi keberkahan yang tersendiri. Pada saat Kirab malam 1 Suro, keberlangsungan kirab juga tergantung dari Kebo Bule Kyai Slamet ini. Kalau sudah saatnya kirab dia tidak mau keluar, ya berarti kirab akan dibatalkan. Sering kejadian Kirab Malam 1 Suro sampai mundur karena Kebo Bule ngambek gak mau keluar kandang.

      Berebut Kotoran Kebo Bule Kyai Slamet
      Berebut Kotoran Kebo Bule Kyai Slamet

      Demikian tadi informasi tentang Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, yang merupakan Sebuah Tradisi yang Unik. Terakhir kami hanya ingin mengingatkan bahwa jangan sampai memiliki kepercayaan yang berlebihan terhadap Kebo bule ini. Karena sebagai umat Islam pasti tahu bahwa hanya Allah Swt lah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu.
      (Baca : 12 Tempat Wisata di Kota Solo Jawa Tengah[2] )


      Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yang Unik

      Rating: 4.5
      Diposkan Oleh:
      Diana Salsabila




      References

      1. ^ Kirab Budaya berupa kirab Kebo Bule Kyai Slamet (tempatwisatadaerah.blogspot.com)
      2. ^ 12 Tempat Wisata di Kota Solo Jawa Tengah (tempatwisatadaerah.blogspot.com)

      Iringan Tari

      Beni, Ayah, dan Ibu tiba di rumah Kakek. Kakek dan Nenek menyambut dengan gembira kedatangan anak dan cucu mereka. Beni mencium tangan Nenek, lalu Kakek.
      Kemudian, Nenek dan Kakek mengajak mereka semua masuk. Tiba di dalam rumah, Beni melihat sebuah gendang. Beni mendekati gendang itulalu memukulnya. Tak tak tak dung dung dung. Begitu bunyi gendang itu. Kakek tertawa melihat Beni memukul gendang itu. Kakek meminta Beni menari dan Kakek yang akan mengiringi dengan pukulan gendang. Beni senang sekali. Beni menarikan Tari Dut Bidut.

      Apa fungsi iringan tari? Apa yang harus diperhatikan dalam menentukan iringan tari?
      Fungsi iringan tari:
      • Sebagai iringan penyajian tari
      • Menambah semarak dan dinamisnya tari
      • Mengatur dan memberi tanda efektif gerak tari
      • Pengendali dan pemberi tanda perubahan bentuk gerak
      • Penuntun dan pemberi tanda awal dan akhir tari
      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih iringan tari:

      Iringan atau karawitan merupakan teman yang tidak dapat  dipisahkan dengan tari, sebab tari dan musik (karawitan) merupakan  paduan yang harmonis. Musik atau iringan selain sebagai pengiring atau  iringan tari juga berfungsi sebagai pemberi suasana tari yang ditampilkan. Demikian juga warna bunyi untuk iringan tari, tentu disesuaikan dengan gerakan tarinya. Apabila gerak tarinya dinamis, cepat, dan bersemangat, maka warna bunyinya, juga yang berirama cepat, bersemangat, dan keras. Sebaliknya gerak tari yang lemah gemulai, lembut, tenang, maka iringan musiknya juga dipilih yang tenang, syahdu, dan lembut.

      Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih iringan antara lain :
      • Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari
      • Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari
      • Iringan disesuaikan dengan penari. Maksudnya, yang menari anak-anak atau dewasa.
      • Iringan disesuaikan dengan kemampuan berkreasi para siswa.
      • Iringan disesuaikan dengan musik yang ada.
      Setelah selesai menari, Kakek mengajak Beni ke kebun. Beni berjalan sambil membawa kompas sederhana yang telah dia buat. Beni ingin menguji kompas buatannya itu. Beni memutar-mutar piring kompas berkali-kali. Tetapi ternyata jarum tetap menunjuk ke arah tertentu. Artinya, kompas yang dibuat Beni sudah benar.

      Kamu pernah mendengar negara Thailand? Negara itu terkenal dengan usaha pertanian dan perkebunannya Berbagai jenis tanaman buah-buahan dikembangkan di negara itu dan dikembangkan dengan baik. Misalnya, buah mangga. Thailand berhasil mengembangbiakkan aneka jenis mangga dan semua enak rasanya. Dengan usaha yang sungguh-sungguh, Thailand kini terkenal sebagai pengekspor buah dalam perdagangan internasional. Manfaat yang diperoleh bukan hanya dalam bidang ekonomi, melainkan juga dalam bidang politik, sosial, serta bidang pertahanan dan keamanan.

      Manfaat perdagangan internasional bagi Indonesia dalam bidang pertahanan dan keamanan:
      Perdagangan internasional juga berfungsi untuk pertahanan keamanan. Misalnya, suatu negara nonnuklir mau mengembangkan senjata nuklir. Negara ini dapat ditekan dengan dikenai sanksi ekonomi. Artinya, negara lain tidak diperbolehkan menjalin hubungan dagang dengan negara tersebut. Biasanya upaya seperti ini harus dengan persetujuan PBB. Hal ini dilakukan demi terciptanya keamanan dunia. 

      Setiap negara tentu membutuhkan senjata untuk mempertahankan wilayahnya. Padahal, tidak semua negara mampu memproduksi senjata. Maka diperlukan impor senjata. Untuk mencegah perdagangan barang-barang yang membahayakan, diperlukan kerjasama internasional. Barang yang membahayakan tersebut misalnya senjata gelap, obat-obatan terlarang, hewan langka, ternak yang membawa penyakit menular, dsb. Untuk kepentingan inilah pemerintah semua negara memiliki bea cukai. Instansi ini dibentuk pemerintah suatu negara untuk memeriksa barang-barang dan bagasi ketika memasuki suatu negara.Pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat apakah pajaknya telah dibayar. Pemeriksaan juga untuk mengecek barang-barang tersebut barang selundupan ataupun barang terlarang atautidak. Cara yang digunakan dalam pemeriksaan antara lain dengan melihat dokumen barang, menggunakan detektor barang berbahaya, atau menggunakan anjing pelacak.