Showing posts sorted by relevance for query hukum kepler. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hukum kepler. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III)

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III). Pengertian Hukum Kepler, Fungsi dari Hukum Kepler itu sendiri, Bunyi dari Hukum Kepler I, juga Bunyi Hukum Kepler II, dan Bunyi dari Hukum Kepler III. Lantas, seperti apa contoh soal dari Hukum Kepler itu sendiri? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Pengertian Hukum Kepler 

Sumber: physics.usyd.edu.au
yang disebut dengan Hukum Kepler atau hukum yang diketemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seseorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630). Penemuannya dilandasi oleh data yang dicermati oleh Tycho Brahe (1546-1601), seorang astronom populer dari Denmark.

Saat sebelum diketemukannya hukum ini, manusia jaman dahulu menganut paham geosentris, yaitu satu paham yang membenarkan kalau bumi yaitu pusat alam semesta.

Asumsi ini dilandasi pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mencermati matahari, bulan serta bintang bergerak, sedangkan bumi terlihat dan dirasakan hanya diam.

Asumsi ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) serta bertahan sampai 1400 tahun. Menurut dia, bumi ada di pusat tata surya. Matahari serta planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Lantas pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya bumi bersama planet-planet yang lain mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Jelas saja pendapat ini lebih baik di banding pendapat sebelumnya. Namun, ada yang masih tetap kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam yang masih tetap memakai lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.
Sumber: gurupendidikan.com
Pada tahun 1596 Kepler menerbitkan buku pertamanya pada bidang astronomi dengan judul The Mysteri of the Universe. Di dalam buku itu ia menuturkan kekurangan dari kedua model di atas yaitu tidak ada keselarasan pada lintasan - lintasan orbit planet dengan data penilaian Tycho Brahe.

Oleh karena itu Kepler meninggalkan model Copernicus juga Ptolemeus lantas mencari model baru. Pada tahun 1609, barulah diketemukan bentuk orbit yang pas dengan data penilaian Brahe, yaitu bentuk elips.

Lantas penemuannya itu dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Astronomia Nova yang juga disertai hukum keduanya. Sedangkan hukum ketiga Kepler tercatat dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.

Fungsi Hukum Kepler 

Sumber: anfasriders.wordpress.com
Fungsi hukum Kepler di kehidupan modern yaitu dipakai untuk memprediksi lintasan planet - planet atau benda luar angkasa yang lain yang mengorbit Matahari seperti asteroid atau planet luar yang belum ditemukan semasa Kepler hidup.

Hukum ini dapat juga digunakan pada pengorbitan yang lain tidak hanya matahari saja. Seperti bulan yang mengorbit bumi. Bahkan juga sekarang dengan menggunakan dasar dari hukum Kepler ditemukan satu benda baru yang mengorbit bumi selain bulan.

Benda ini yaitu satu asteroid yang memiliki ukuran 490 kaki (150 meter) yang dijuluki dengan Asteroid 2014 OL339. Asteroid berada cukup dekat dengan bumi hingga tampak seperti satelitnya.

Asteroid itu mempunyai orbit elips. Ia memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengelilingi Matahari. Nyaris sama juga dengan bumi yang mempunyai periode 365, 25 hari.

Bunyi Hukum Kepler 

Sumber: sariwaran.com
Hukum I Kepler 

Hukum I Kepler di kenal sebagai hukum lintasan elips. Hukum I Kepler berbunyi :

“Semua planet bergerak pada lintasan elips mengelilingi matahari dengan matahari ada di salah satu fokus elips”

Hukum I Kepler menyebutkan bentuk orbit planet, namun tidak dapat memprediksi kedudukan planet pada suatu saat. Oleh karena itu, Kepler berupaya memecahkan persoalan itu, yang berikutnya sukses menemukan hukum II Kepler.

Hukum II Kepler 

Hukum II Kepler mengulas mengenai gerak edar planet yang berbunyi sebagai berikut ini.

“Suatu gads khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama”

Dalam selang waktu yang sama, Ll, Lii, serta Liii. dari hukum II Kepler dapat di ketahui kalau kelajuan revolusi planet paling besar saat planet ada paling dekat ke matahari (perihelium). Demikian sebaliknya, kelajuan planet paling kecil saat planet ada di titik paling jauh (aphelium).

Hukum III Kepler 

Pada hukum ini Kepler menerangkan mengenai periode revolusi tiap planet yang melilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi:
Kuadrat perioda sebuah planet sepadan dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Secara matematis Hukum Kepler bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:
  1. T1= Periode planet pertama 
  2. T2= Periode planet kedua 
  3. r1 = jarak planet pertama dengan matahari 
  4. r2 = jarak planet kedua dengan matahari 
Kesamaan ini dapat di turunkan dengan memadukan 2 kesamaan hukum Newton, yakni hukum gravitasi Newton serta hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan. Penurunan rumusnya yakni sebagai berikut ini:

Persamaan hukum Newton II: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. m = massa planet yang mengelilingi matahri 
  2. a = percepatan sentripetal planet 
  3. v = kecepatan rata-rata planet 
  4. r = jarak rata-rata planet dari matahari 
Persamaan hukum gravitasi Newton: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. Fg = Gaya gravitasi matahari 
  2. m1 = massa matahari 
  3. m2 = massa planet 
  4. r = jarak rata-rata planet serta matahari 
Digabungkan kedua rumus di atas hingga menjadi:
Sumber: gurupendidikan.com
m2 pada ruas kiri serta m pada ruas kanan merupakan sama-sama massa planet hingga bisa di hilangkan.
Sumber: gurupendidikan.com
Panjang lintasan yang dilalui planet adalah keliling lintasan orbit planet. Keliling orbit planet bisa dirumuskan dengan 2 x phi x r, di mana r yaitu jarak rata-rata planet dari matahari. Di ketahui kalau kecepatan rata-rata planet adalah perbandingan antara keliling orbit serta periode panet, hingga:
Sumber: gurupendidikan.com
Konstanta k = T2/r3 juga yang diperoleh oleh Kepler ditemukan lewat cara perhitungan memakai data astronomi Tycho Brahe. Hasilnya sama juga dengan yang didapat memakai rumus kedua Hukum Newton di atas.

Contoh Soal Hukum Kepler 

Waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari yakni 1 tahun serta jarak rata-rata antara bumi dengan pusat tata surya nya yakni 1, 5 x 1011 m. Apabila di ketahui ternyata periode orbit planet venus yaitu 0, 615 tahun, berapakah jarak antara matahari dengan venus?

Di ketahui:

Periode bumi = Tb = 1 tahun
Jarak matahari ke bumi Rm-b = 1, 5 x 1011 m
Periode venus = Tv = 0, 615 tahun

Ditanyakan
Rm-v = …?

Jawab:
Sumber: gurupendidikan.com
Jadi dengan memakai hukum kepler III didapat jawaban jarak antara matahari serta planet venus yaitu 1, 084 x 1011 m (lebih dekat dari pada bumi)

Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Kepler di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Hukum Kepler I, II, maupun III. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com