Showing posts sorted by relevance for query hukum newton. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hukum newton. Sort by date Show all posts
09 May 2017

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya. Pengertian Gaya, Rumus Gaya, Satuan Gaya, dan Beragam Macam Jenis Gaya.

Pengertian Gaya 

Sumber: thefamouspeople.com
Gaya yakni tarikan atau dorongan yang terjadi pada suatu benda. Gaya dapat mengakibatkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk juga ke dalam besaran Vektor, karena memiliki nilai dan arah. Satu Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Unit Internasional) yakni Newton, disingkat dengan N.

Pengukuran gaya dapat dilakukan dengan alat yang disebut juga dengan dinamometer atau neraca pegas. Untuk menjalankan satu gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya yang akan dilakukan, akan semakin besar juga Usaha (tenaga) yang perlu dikeluarkan.

Sifat-Sifat Gaya 

Bersumber pada keterangan di atas, dapat di ambil kesimpulan bila gaya memiliki beberapa karakter seperti berikut ini:
  1. Gaya dapat mengubah arah gerak benda 
  2. Gaya dapat mengubah bentuk benda 
  3. Gaya dapat mengubah posisi benda lewat cara menggerakkan atau memindahkannya 

Rumus dan Satuan Gaya 

Gaya dirumuskan dengan tiga rumusan mendasar yang menjelaskan kaitan gaya dengan gerak benda. Tiga Rumusan mendasar ini yakni Hukum Newton 1, 2, serta 3.

Hukum Newton 1 

Apabila Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda sama saja dengan 0, benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.

Jadi Rumus Hukum Newton 1 yakni:

∑F = 0 

Keterangan:

∑F = resultan gaya (Kg m/s2) 

Hukum Newton 2 

Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda.

Jadi Rumus Hukum Newton 2 yakni:

∑F = m. a 

Keterangan:

∑F = resultan gaya (Kg m/s2) 
m = Massa Benda (Kg) 
a = percepatan (m/s2) 

Hukum Newton 3 

Setiap Tindakan akan mengakibatkan reaksi, artinya Apabila Satu benda melakukan gaya pada benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda pertama dengan arah yang berlawanan.

Jadi Rumus Hukum Newton 3 yakni:

∑FAKSI = -∑FREAKSI

Jenis-Jenis Gaya 

Bersumber pada Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi jadi 2, yaitu:

Gaya Sentuh 

Sumber: tzuchischool.com
Gaya Sentuh yakni gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Satu gaya akan menghasilkan efek bila terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya itu, bila tidak terjadi sentuhan, gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan keluar ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya.

Umpamanya, ketika seseorang akan memindahkan meja, ia harus menyentuh meja itu lalu mendorongnya ke tempat yang dimaksud, pada permasalahan ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya, dan meja sebagai tempat yang dimaksud yang hendak diberikan gaya.

Bila tidak terjadi sentuhan antara satu sama lain, maka meja tidak akan berpindah sama seperti apa yang dikehendaki.

Gaya Tak Sentuh 

Gaya Tak Sentuh yakni gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap dapat dirasakan oleh benda walaupun mereka tidak bersentuhan.

Umpamanya yakni Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi, pada gaya magnet, ketika kita meletakkan besi di dekat magnet (tanpa bersentuhan), besi itu akan tertarik ke arah magnet karena merasakan efek dari gaya yang dikeluarkan oleh magnet itu.

Bersumber pada Bentuk Gaya, Secara Umum dikenal 7 Bentuk Gaya paling utama, yaitu: 

Gaya Otot 

Sumber: tempo.co
Sesuai sama namanya Gaya otot yaitu gaya yang dikerjakan oleh makhluk hidup yang memiliki otot. Gaya keluar dari koordinasi dari susunan otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot Termasuk juga ke dalam golongan Gaya Sentuh.

Umpamanya yakni seseorang yang mengangkat batu. Untuk mengangkat batu itu, otot di dalam tubuhnya bekerjasama sampai bisa menggerakan tangan untuk mengangkat batu.

Gaya Pegas 

Sumber: aqieb.com
Gaya Pegas yakni gaya di buat oleh satu pegas. Gaya pegas disebut juga dengan gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya karakter keelastisan satu benda. Gaya Pegas termasuk juga ke dalam golongan Gaya Sentuh.

Gaya Pegas keluar karena pegas dapat memapat dan merenggang sampai bentuknya dapat kembali seperti semula setelah terjadi gaya itu.

Umpamanya yakni ketika seseorang pemanah menarik anak panah kebelakang, busur pada panah itu akan mengikuti arah busur yang ditarik, lalu setelah anak panah dilepaskan, pegas pada busur panah akan kembali ke bentuk semulanya. Contoh yang lain yakni ketapel, sistem kerjanya semacam dengan busur panah.

Gaya Gesek 

Sumber: pixabay.com
Gaya Gesek yakni gaya yang keluar karena terjadinya persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek yaitu gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek termasuk juga ke dalam golongan gaya sentuh.

Besar kecilnya gaya gesekan diputuskan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, semakin kecil gaya gesekan yang keluar hingga gaya yang dibutuhkan untuk buat benda itu bergerak semakin kecil juga.

Umpamanya bila batu yang sama saja dengan jumlah gaya luar yang sama di gerakan pada 2 permukaan, satu di lantai keramik (Halus), satu lagi di lantai semen (kasar), gerakan batu di lantai keramik makin lebih cepat serta lebih mudah bila dibandingkan gerakan batu pada lantai semen.

Gaya Gesek terbagi jadi 2, yaitu: 

Gaya Gesek Statis, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda diam. Gaya gesek statis terjadi bila gaya luar yang diperoleh pada benda nilainya sama saja dengan gaya gesekan yang terjadi sampai benda itu akan diam tidak bergerak karena resultan (penjumlahan) gaya yang terjadi kepadanya sama saja dengan 0.

Umpamanya, ketika ada satu benda ditempatkan pada bagian miring dan benda itu kita tahan dengan tangan, benda itu tidak akan bergerak (tetap diam) karena resultan gaya dari tangan kita sama saja dengan resultan gaya gesek yang terjadi, namun bila kita melepaskannya, benda itu akan kembali bergerak.

Gaya Gesek Kinetik, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda dalam keadaan bergerak. Gaya Gesek Kinetik terjadi ketika nilai gaya gesek selalu lebih kecil dibanding dengan gaya luar yang bekerja padanya, sampai gaya luar menang dan buat benda itu bergerak.

Umpamanya yakni gaya gesek pada permukaan mobil dengan aspal ketika mobil bergerak, gaya gesek yang terjadi lebih kecil, dari gaya mesin hingga mobil bisa bergerak.

Gaya Mesin 

Sumber: apapengertianya.blogspot.co.id
Gaya Mesin yakni gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin, bersamaan dengan mengembangnya teknologi, mesin yang dibuatpun semakin canggih. Gaya Mesin sangat membantu dalam memperingan kegiatan manusia. Umpamanya yakni Kerja Mobil dan Motor.

Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat) 

Sumber: unikamu.blogspot.co.id
Gaya Gravitasi Bumi yakni Gaya tarik bumi pada seluruh benda bermassa yang ada pada permukaannya. Sahabat jelas sudah tahu bila oleh karena adanya gravitasi bumi, kita dapat berdiri tanpa permasalahan dipermukaannya, bila tidak ada gaya gravitasi bumi, setiap benda akan melayang seperti di luar angkasa.

Gaya Magnet 

Gaya Magnet yakni gaya pada magnet yang bisa menarik benda-benda spesifik. Benda yang bisa ditarik oleh magnet disebut juga dengan benda magnetis, umumnya terbuat dari besi atau baja, ataupun logam yang lainnya. Semakin dekat magnet dengan benda magnetis, gaya tarik magnet itu semakin besar.

Gaya magnet dapat menarik benda meskipun tanpa menyentuhnya, oleh karenanya Gaya magnet termasuk juga ke dalam golongan Gaya Tak Sentuh. Umpamanya yakni paku bila didekatkan ke satu magnet, ia akan tertarik ke arah magnet itu, paku yaitu benda magnetis.

Gaya Listrik 

Gaya Listrik yakni gaya yang dihasilkan oleh benda-benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Umpamanya yakni kipas angin bekerja dengan mengubah daya listrik jadi daya gerak.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gaya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gaya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
20 April 2017

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi. Pengertian Hukum Gravitasi, Rumus Hukum Gravitasi, Aplikasi atau Penerapan Hukum Gravitasi. Dan, contoh hal-hal yang termasuk ke dalam Gaya Gravitasi.

Pengertian Hukum Gravitasi

Sumber: sukasaya.com
Hukum ini diperkenalkan oleh seorang pakar fisika dan matematikawan asal Inggris bernama Isaac Newton (1642-1727). Pada sejarahnya, Newton temukan hukum ini ketika dia memperhatikan peristiwa apel jatuh.

Ketika itu dia memikirkan ada satu gaya yang belum di pahami, yakni gaya yang menyebabkan benda yang awalannya diam jadi bergerak. Newton juga memahami bila gaya itu juga yang menyebabkan bulan selalu ada didekat bumi dan tetap dalam lintasan orbit yang mengitari bumi.

Newton mengatakan gaya itu sebagai gaya ‘gravitasi’ dan memutuskan bila gaya ini jelas ada diantara semua benda.

Pada sejarahnya, sebenarnya hukum gravitasi udah pernah dipikirkan oleh beberapa orang pada zaman Yunani kuno dulu.

Permasalahan yang menjadi dasar pemikiran mereka tentang fenomena gravitasi yaitu, pertama, mengapa benda-benda selalu jatuh ke permukaan tanah serta yang kedua tentang gerakan planet-planet. Ini juga merupakan pemikiran mendasar Newton tentang gravitasi.

Namun, yang membedakan antar keduanya yakni beberapa orang Yunani pada saat itu beranggapan antara momen benda yang jatuh dengan gerakan planet yaitu dua hal yang tidak sama. Sedangkan Newton melihat kedua momen itu disebabkan oleh satu hal saja dan diikat oleh hukum yang sama yakni gaya gravitasi.

Gaya gravitasi yakni gaya tarik menarik antar dua benda yang memiliki massa. Gravitasi matahari menyebabkan benda-benda di sekitar matahari beredar mengelilinginya. Begitu juga halnya dengan gravitasi bumi yang menarik benda di sekitarnya baik itu di dalam atau di luar angkasa (bulan, meteor, satelit dan sebagainya) asalkan benda itu memiliki massa.

Hukum gravitasi universal mengatakan bila setiap massa benda menarik massa benda yang lain dengan gaya yang menghubungkan kedua benda.

Besar gaya ini yaitu berbanding lurus dengan perkalian kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa benda itu.

Apabila dua buah benda bermassa m1 dan m2 dipisahkan oleh jarak R, besar gaya gravitasi antara kedua benda yakni:
Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

F = gaya tarik gravitasi (N)
G = konstanta gravitasi umum (6, 673 x 10–11 Nm2/kg2)
m1, m2 = massa masing-masing benda (kg)
R2 = jarak antara kedua benda (m)
Sumber: softilmu.com
Pada gambar di atas, F12 yaitu gaya gravitasi yang dilakukan m1 pada m2 sedangkan F21 yaitu gaya yang dilakukan m2 pada m1. F12 bekerja pada m2 menuju m1, begitu juga sebaliknya dengan F21 bekerja pada m1 dan menarik m1 menuju m2.

F12 dan F21 mempunyai besar yang sama saja dengan arah yang saling berlawanan sampai disebut juga dengan pasangan aksi reaksi. Pada gambar ada juga unsur r, di mana r yaitu jarak antara pusat m1 dan pusat m2.

Pada gambar telah terdeskripsikan bagaimana hubungan antara gaya, massa dan jarak. Namun, ada yang kurang jika dilihat bersumber pada rumusnya yaitu nilai konstanta gravitasi umum.

Nilai konstanta gravitasi umum (G) ditetapkan dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan menggunakan perlengkapan neraca Cavendish.
Sumber: softilmu.com
Seperti yang terlihat pada gambar di atas neraca Cavendish mempunyai dua bola kecil yang bermassa masing-masing m1 yang diletakkan di ujung batang kecil yang digantungkan dengan seutas tali. Tidak cuma bola kecil, tetapi ada pula dua bola besar dengan massa m2.

Di bagian atas serat penggantung diletakkan satu cermin kecil untuk memantulkan berkas cahaya yang akan diamati puntiran seratnya. Dengan keberadaan gaya gravitasi antara kedua bola serat akan terpuntir. Puntiran ini menggeser berkas cahaya pada skala pengukur.

Setelah gaya antara dua massa dan massa masing-masing bola terarah, akan didapat konstanta gravitasi umum seperti yang diketemukan Cavendish yaitu sebesar 6, 673 x 10–11 Nm2/kg2.

Penerapan Hukum Gravitasi 

Sumber: uniqpost.com

Mengkalkulasi Massa Bumi 

Massa bumi dapat dihitung dengan menggunakan nilai konstanta gravitasi umum (G). Bersumber pada rumus dari percepatan gravitasi bumi, setelah di ketahuinya besar jari-jari bumi yaitu R = 6, 37 × 106 m (bumi di anggap bulat sempurna) kita dapat mengkalkulasi massa bumi, lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Massa Matahari 

Di ketahui rata-rata jari-jari lintasan orbit bumi yaitu sebesar rB=1, 5 x 1011m dan periode revolusi bumi selama 1 tahun = 3 x 107 s. Bersumber pada itu, kita dapat mencari massa matahari lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Kecepatan Satelit 

Satelit yaitu benda luar angkasa yang mengelilingi benda yang lain yang memiliki massa yang lebih besar dari massa satelit itu, seperti bulan yang juga merupakan satelitnya bumi. Mengkalkulasi kecepatan satelit dapat dipakai dalam dua cara yaitu dengan hukum gravitasi dan gaya sentrifugal.

Bersumber pada hukum kedua Newton kita dapat mengkalkulasi kecepatan satelit yaitu dengan menggunakan nilai massa Bumi (M) dan jari-jari bumi (R). Rumus dan caranya yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Jarak Satelit yang Mengorbit Bumi 

Dengan rumus gaya sentripetal dan rumus gaya gravitasi kita dapat mencari nilai dari jarak satelit yang mengorbit bumi, yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Gravitasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gravitasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
13 March 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III)

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III). Pengertian Hukum Kepler, Fungsi dari Hukum Kepler itu sendiri, Bunyi dari Hukum Kepler I, juga Bunyi Hukum Kepler II, dan Bunyi dari Hukum Kepler III. Lantas, seperti apa contoh soal dari Hukum Kepler itu sendiri? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Pengertian Hukum Kepler 

Sumber: physics.usyd.edu.au
yang disebut dengan Hukum Kepler atau hukum yang diketemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seseorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630). Penemuannya dilandasi oleh data yang dicermati oleh Tycho Brahe (1546-1601), seorang astronom populer dari Denmark.

Saat sebelum diketemukannya hukum ini, manusia jaman dahulu menganut paham geosentris, yaitu satu paham yang membenarkan kalau bumi yaitu pusat alam semesta.

Asumsi ini dilandasi pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mencermati matahari, bulan serta bintang bergerak, sedangkan bumi terlihat dan dirasakan hanya diam.

Asumsi ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) serta bertahan sampai 1400 tahun. Menurut dia, bumi ada di pusat tata surya. Matahari serta planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Lantas pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya bumi bersama planet-planet yang lain mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Jelas saja pendapat ini lebih baik di banding pendapat sebelumnya. Namun, ada yang masih tetap kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam yang masih tetap memakai lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.
Sumber: gurupendidikan.com
Pada tahun 1596 Kepler menerbitkan buku pertamanya pada bidang astronomi dengan judul The Mysteri of the Universe. Di dalam buku itu ia menuturkan kekurangan dari kedua model di atas yaitu tidak ada keselarasan pada lintasan - lintasan orbit planet dengan data penilaian Tycho Brahe.

Oleh karena itu Kepler meninggalkan model Copernicus juga Ptolemeus lantas mencari model baru. Pada tahun 1609, barulah diketemukan bentuk orbit yang pas dengan data penilaian Brahe, yaitu bentuk elips.

Lantas penemuannya itu dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Astronomia Nova yang juga disertai hukum keduanya. Sedangkan hukum ketiga Kepler tercatat dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.

Fungsi Hukum Kepler 

Sumber: anfasriders.wordpress.com
Fungsi hukum Kepler di kehidupan modern yaitu dipakai untuk memprediksi lintasan planet - planet atau benda luar angkasa yang lain yang mengorbit Matahari seperti asteroid atau planet luar yang belum ditemukan semasa Kepler hidup.

Hukum ini dapat juga digunakan pada pengorbitan yang lain tidak hanya matahari saja. Seperti bulan yang mengorbit bumi. Bahkan juga sekarang dengan menggunakan dasar dari hukum Kepler ditemukan satu benda baru yang mengorbit bumi selain bulan.

Benda ini yaitu satu asteroid yang memiliki ukuran 490 kaki (150 meter) yang dijuluki dengan Asteroid 2014 OL339. Asteroid berada cukup dekat dengan bumi hingga tampak seperti satelitnya.

Asteroid itu mempunyai orbit elips. Ia memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengelilingi Matahari. Nyaris sama juga dengan bumi yang mempunyai periode 365, 25 hari.

Bunyi Hukum Kepler 

Sumber: sariwaran.com
Hukum I Kepler 

Hukum I Kepler di kenal sebagai hukum lintasan elips. Hukum I Kepler berbunyi :

“Semua planet bergerak pada lintasan elips mengelilingi matahari dengan matahari ada di salah satu fokus elips”

Hukum I Kepler menyebutkan bentuk orbit planet, namun tidak dapat memprediksi kedudukan planet pada suatu saat. Oleh karena itu, Kepler berupaya memecahkan persoalan itu, yang berikutnya sukses menemukan hukum II Kepler.

Hukum II Kepler 

Hukum II Kepler mengulas mengenai gerak edar planet yang berbunyi sebagai berikut ini.

“Suatu gads khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama”

Dalam selang waktu yang sama, Ll, Lii, serta Liii. dari hukum II Kepler dapat di ketahui kalau kelajuan revolusi planet paling besar saat planet ada paling dekat ke matahari (perihelium). Demikian sebaliknya, kelajuan planet paling kecil saat planet ada di titik paling jauh (aphelium).

Hukum III Kepler 

Pada hukum ini Kepler menerangkan mengenai periode revolusi tiap planet yang melilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi:
Kuadrat perioda sebuah planet sepadan dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Secara matematis Hukum Kepler bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:
  1. T1= Periode planet pertama 
  2. T2= Periode planet kedua 
  3. r1 = jarak planet pertama dengan matahari 
  4. r2 = jarak planet kedua dengan matahari 
Kesamaan ini dapat di turunkan dengan memadukan 2 kesamaan hukum Newton, yakni hukum gravitasi Newton serta hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan. Penurunan rumusnya yakni sebagai berikut ini:

Persamaan hukum Newton II: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. m = massa planet yang mengelilingi matahri 
  2. a = percepatan sentripetal planet 
  3. v = kecepatan rata-rata planet 
  4. r = jarak rata-rata planet dari matahari 
Persamaan hukum gravitasi Newton: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. Fg = Gaya gravitasi matahari 
  2. m1 = massa matahari 
  3. m2 = massa planet 
  4. r = jarak rata-rata planet serta matahari 
Digabungkan kedua rumus di atas hingga menjadi:
Sumber: gurupendidikan.com
m2 pada ruas kiri serta m pada ruas kanan merupakan sama-sama massa planet hingga bisa di hilangkan.
Sumber: gurupendidikan.com
Panjang lintasan yang dilalui planet adalah keliling lintasan orbit planet. Keliling orbit planet bisa dirumuskan dengan 2 x phi x r, di mana r yaitu jarak rata-rata planet dari matahari. Di ketahui kalau kecepatan rata-rata planet adalah perbandingan antara keliling orbit serta periode panet, hingga:
Sumber: gurupendidikan.com
Konstanta k = T2/r3 juga yang diperoleh oleh Kepler ditemukan lewat cara perhitungan memakai data astronomi Tycho Brahe. Hasilnya sama juga dengan yang didapat memakai rumus kedua Hukum Newton di atas.

Contoh Soal Hukum Kepler 

Waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari yakni 1 tahun serta jarak rata-rata antara bumi dengan pusat tata surya nya yakni 1, 5 x 1011 m. Apabila di ketahui ternyata periode orbit planet venus yaitu 0, 615 tahun, berapakah jarak antara matahari dengan venus?

Di ketahui:

Periode bumi = Tb = 1 tahun
Jarak matahari ke bumi Rm-b = 1, 5 x 1011 m
Periode venus = Tv = 0, 615 tahun

Ditanyakan
Rm-v = …?

Jawab:
Sumber: gurupendidikan.com
Jadi dengan memakai hukum kepler III didapat jawaban jarak antara matahari serta planet venus yaitu 1, 084 x 1011 m (lebih dekat dari pada bumi)

Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Kepler di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Hukum Kepler I, II, maupun III. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 
27 March 2017

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke. Pengertian Hukum Hooke, Konsep yang digunakan dalam Hukum Hooke, Rumus dari Hukum Hooke, Satuan yang dipakai dalam Hukum Hooke, dan Aplikasi atau Penerapan Hukum Hooke dalam Kehidupan Sehari-hari.

Pengertian Hukum Hooke 

Sumber: 4muda.com
Hukum Hooke serta elastisitas yaitu dua arti yang sama-sama berkaitan. Untuk mengerti arti kata elastisitas, beberapa orang menganalogikan istilah itu dengan benda-benda yang terbuat dari karet, meskipun pada intinya tidak semua benda dengan bahan dasar karet miliki sifat elastis.

Kita ambil dua contoh karet gelang serta permen karet. Apabila karet gelang itu ditarik, panjangnya selalu bertambah hingga batas tertentu. Lantas, Bila tarikan dilepaskan panjang karet gelang akan kembali seperti semula.

Tidak sama halnya dengan permen karet, Apabila ditarik panjangnya selalu bertambah hingga batas tertentu namun bila tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali seperti semula. Hal semacam ini dapat terjadi lantaran karet gelang sifatnya elastis sedangkan permen karet miliki sifat plastis.

Namun, bila karet gelang ditarik terus-terusan ada kalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya karakter elastisnya udah hilang. Hingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana benda yang sifatnya elastis serta plastis.

Jadi, dapat diambil kesimpulan kalau elastisitas yakni kapabilitas sebuah benda untuk kembali pada bentuk awal setelah gaya pada benda itu di hilangkan. Kondisi di mana sebuah benda tidak dapat lagi kembali pada bentuk semula akibat gaya yang didapatkan pada benda sangat besar disebut sebagai batas elastis.

Sedangkan hukum Hooke yaitu ide yang dikenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu pegas/benda elastis yang lain agar benda itu bisa kembali pada bentuk seluruh atau tidak melampaui batas elastisitasnya.

Dengan hal tersebut, bisa diambil kesimpulan kalau Hukum Hooke mengulas jumlah gaya maksimum yang bisa diberikan pada suatu benda yang sifatnya elastis (biasanya pegas) supaya tidak melewati batas elastisnya serta menghilangkan karakter elastis benda itu.

Aplikasi Hukum Hooke

Sumber: maghfiroherdan.wordpress.com
Dalam pengaplikasian hukum Hooke amat berhubungan erat dengan benda benda yang prinsip kerjanya menggunakan pegas serta yang miliki sifat elastis. Prinsip hukum Hooke udah diaplikasikan pada beberapa benda-benda berikut ini:
  1. Mikroskop yang peranannya untuk melihat jasad-jasad renik yang amat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang 
  2. Teleskop yang peranannya untuk melihat benda-beda yang letaknya jauh agar terlihat dekat, seperti benda luar angkasa 
  3. Alat pengukur percepatan gravitasi bumi 
  4. Jam yang menggunakan peer sebagai pengatur waktu 
  5. Jam kasa atau kronometer yang digunakan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang ada di laut 
  6. Sambungan tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil 
  7. Ayunan pegas 
Beberapa benda yang udah disebutkan di atas memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan Hooke memberi efek positif pada mutu hidup manusia.

Bunyi Hukum Hooke 

Hukum Hooke berbunyi kalau besarnya gaya yang bekerja pada benda sepadan dengan pertambahan panjang bendanya. Jelas hal semacam ini berlaku padan lain yang elastis (bisa merenggang).

F = k. x

Keterangan:

F = gaya yang bekerja pada pegas (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang pegas (m)

Besaran Dan Rumus Dalam Hukum Hooke Serta Elastisitas 

Tegangan 

Tegangan yaitu sebuah kondisi di mana satu benda mengalami pertambahan panjang saat satu benda di beri gaya pada satu diantara ujungnya sedangkan ujung yang lain ditahan.

Misalnya. seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang awal mula x meter ditarik dengan gaya sebesar N pada satu diantara ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter.

Fenomena ini mengambarkan sebuah tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ serta secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

Regangan 

Regangan yaitu sebuah perbandingan antara pertambahan panjang kawat dalam x meter dengan panjang awal kawat dalam x meter.

Regangan ini dapat terjadi karena gaya yang diberikan pada benda maupun kawat itu di hilangkan, hingga kawat kembali pada bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

e = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang awal mula (m)

Sesuai sama persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan karena pertambahan panjang (ΔL) serta panjang awal (Lo) yaitu besaran dengan satuan yang sama

Modulus Elastisitas (Modulus Young) 

Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan sebuah perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sepadan dengan tegangan serta berbanding terbalik regangan.
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

Mampatan 

Mampatan yaitu sebuah kondisi yang nyaris sama dengan regangan. Ketidaksamaannya terdapat pada arah perpindahan molekul benda setelah di beri gaya. Berbeda halnya pada regangan di mana molekul benda akan terdorong keluar sesudah di beri gaya. Pada mampatan, setelah di beri gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).

Hubungan Antara Gaya Tarik serta Modulus Elastisitas 

Apabila ditulis secara matematis, hubungan pada gaya tarik serta modulus elastisitas mencakup:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang awal mula (m)

Hukum Hooke 

Hukum Hooke menyebutkan bahwa “bila gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya luar yang diberikan (N)
k = Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

Hukum Hooke untuk Susunan Pegas 

Susunan Seri 

Bila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, panjang pegas jadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yakni sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

Ks = Persamaan pegas
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya serta disusun seri ditulis seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

n = Jumlah pegas

Susunan Paralel 

Bila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas penampangnya jadi lebih 2x dari semula apabila pegas disusun 2 buah. Mengenai persamaan pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yakni:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

Kp = Persamaan pegas susunan paralel
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama serta disusun secara paralel, akan dihasilkan pegas yang lebih kuat lantaran tetapan pegasnya jadi lebih besar. Persamaan pegasnya bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

n = Jumlah pegas

Contoh Soal Hukum Hooke 

Sebuah pegas mempunyai sebuah pertambahan panjang 0,25 meter setelah diberikan gaya. Apabila pada pegas bertuliskan 400 N/m. Berapakah gaya yang dikerjakan ada pegas itu?

Diketahui:

x = 0, 25 m
k = 400 N/m

Ditanya: F….?

Jawaban:

F = k. x
F = 400 N/m x 0, 25 m
F = 100 N

Jadi gaya yang diberikan pada pegas tersebut yaitu 100 Newton.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Hooke di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hukum Hooke. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 
08 November 2016

Pengertian Energi : Hukum Dan Satuan Energi

Pengertian Energi

Apa itu Energi? Apa pengertian Energi? Dalam keseharian sering kita dengan kata berenergi atau orang kuat yang memiliki banyak energi. Orang yang mampu mendorong mobil dikatakan sangat berenergi, air yang mampu mendorong kapal di laut dikatakan memiliki energi, begitupun dengan angin. Aki mampu menyalakan motor dikarenakan memiliki energi dan seterusnya.

Pengertian energi berdasarkan ilmu fisika adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Kemampuan ini diukur dengan variabel waktu dan besarnya usaha yang dilakukan. Tidak ada pengertian energi selain ini yang sangat menggambarkan apa itu energi.
Dalam sistem SI, Energi memiliki satuan Joule. Satuan lain dari energi seperti KWh, Erg dan kalori digunakan dalam bidang tertentu untuk memudahkan. Konversi satuan energi dapat dilakukan melalui ketetapan bahwa 1 kalori=4.2 Joule dan 1 joule=1 watt sekon.

Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Contohnya ketika kita berjalan kita memerlukan energi. Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-beda. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik menjadi energi panas.


Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi adalah Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi adalah Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori adalah sebagai berikut :

  • 1 kalori = 4,2 Joule atau 1 Joule = 0,24 kalori

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain :

  • 1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2


Hukum Kekebalan Energi

Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Energi Tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena Itu Jumlah total energi dalam suatu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya suatu energi.


Macam-Macam Energi

  • Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena keadaan atau kedudukannya. Kita mengenal beberapa energi potensial, antara lain energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, dan energi potensial listrik. Namun, di sini kita akan fokuskan pada energi potensial gravitasi. Energi potensil gravitasi timbul karena adanya gaya gravitasi. Sebagai contoh, jika kita melepaskan benda dari ketinggian tertentu, benda itu selalu jatuh ke bawah. Hal ini terjadi karena benda itu memiliki potensial untuk jatuh. Dengan kata lain, benda itu memiliki energi potensial gravitasi.

  • Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda saat bergerak. Energi itu akan dilepaskan (hilang) jika benda berhenti (diam). Besar energi kinetik benda ditentukan oleh massa benda dan kecepatan gerak benda. Semakin besar massa benda dan semakin cepat gerak benda, energi kinetiknya semakin besar. Benda yang bergerak lurus beraturan, bergerak lurus berubah beraturan, dan bergerak melingkar memiliki energi kinetik. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap memiliki energi kinetik konstan.

  • Energi Kimia

Energi Kimia adalah energi yang tersimpan dalam bahan makanan dan bahan bakar. Energi itu akan dilepaskan jika bahan makanan atau bahan bakar mengalami reaksi kimia. Sebagai contoh, tubuh kita memperoleh energi dari bahan makanan yang kita makan setelah bahan makanan itu mengalami perubahan (bereaksi dengan oksigen) di dalam tubuh. Demikian pula dengan bensin atau solar. Energi kimia dari bensin atau solar dapat diambil (dimanfaatkan) setelah bahan bakar itu dibakar.

  • Energi Cahaya dan Energi Panas

Energi cahaya dan energi panas adalah dua bentuk energi yang erat sekali hubungannya. Benda yang memancarkan cahaya biasanya disertai dengan panas, contohnya sinar matahari dan api. Sinar matahari sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Sinar matahari diperlukan oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Keberadaan tumbuhan hijau sangat diperlukan oleh hewan dan manusia.

  • Energi Listrik

Energi listrik ditimbulkan oleh arus listrik. Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh manusia secara langsung. Hal itu karena energi listrik mudah dibangkitkan dan mudah diubah bentuknya menjadi energi bentuk lain, misalnya energi cahaya, panas, dan gerak. Dalam kehidupan sehari-hari, energi listrik banyak digunakan untuk penerangan dan menyalakan mesin-mesin industri.

  • Energi Bunyi

Energi bunyi terdapat pada segala jenis bunyi: orang bercakap-cakap, suara kicau burung, suara alat musik dan sebagainya. Betulkan bunyi adalah energi? Jika mendengar bunyi yang sangat keras, telinga kita terasa sakit. Hal itu menunjukkan bahwa bunyi memiliki energi. Energi itulah yang merambat dari satu tempat ke tempat yang lain.


Perubahan Bentuk Energi


  1. Energi dapat berubah bentuk, kira-kira seperti itulah yang dinyatakan dalam Hukum Kekekalan Energi. Energi yang kita gunakan untuk berlari atau berjalan disebut energi kinetik (gerak). Energi tersebut merupakan hasil reaksi kimia dalam tubuh kita. Oleh karena itu, makanan yang kita makan dikatakan memiliki energi kimia. Jadi, dalam hal ini energi kimia berubah menjadi energi kinetik. Demikian pula yang terjadi pada benda jatuh.
  2. Benda yang jatuh dari ketinggian tertentu, kecepatan awalnya nol. Semakin mendekati permukaan tanah, kecepatan benda jatuh semakin besar. Kecepatan maksimal benda jatuh adalah saat menyentuh permukaan tanah. Besarnya kecepatan maksimal tersebut tergantung pada ketinggian benda dari permukaan tanah. Dalam hal ini, dapat dianggap bahwa energi potensial benda berubah menjadi energi kinetik. Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda berkaitan dengan kedudukannya (tinggi tempat).

Dua contoh kasus diatas menunjukkan bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh perubahan bentuk energi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Energi listrik berubah bentuk menjadi energi cahaya, contohnya arus listrik dapat digunakan untuk menyediakan lampu penerangan (bohlam atau neon).
  • Energi listrik berubah bentuk menjadi energi kalor (panas), contohnya arus listrik dapat digunakan untuk memasak atau menyetrika.
  • Energi gerak berubah menjadi energi bunyi, contohnya senar yang bergetar (gitar) dapat menghasilkan bunyi.
  • Energi kimia dapat berubah bentuk menjadi energi listrik, contohnya aki atau baterai dapat digunakan untuk menghidupkan tape recorder atau radio.

Biasanya, perubahan bentuk energi yang terjadi tidak berlangsung dari satu bentuk ke satu bentuk lainnya. Akan tetapi, berlangsung dari satu bentuk ke beberapa bentuk lain. Misalnya, pada bohlam yang sedang menyala terjadi perubahan bentuk energi listrik menjadi energi cahaya dan energi panas, pada dua buah logam yang digesekkan terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi panas dan energi bunyi, pada tubuh kita terjadi perubahan energi kimia menjadi energi kinetik (aktivitas) dan energi panas.
09 May 2017

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi. Pengertian Energi, Satuan Energi, dan Beragam Macam Jenis Bentuk Energi.

Pengertian Energi

Sumber: imavarmepumpar.se
Energi yakni kemampuan untuk melakukan satu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” datang dari bahasa yunani yang maknanya yaitu “ergon” yang mempunyai arti kerja. Dalam melakukan sebuah hal kita selalu menggunakan serta memerlukan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Umpamanya ketika kita jalan kita memerlukan energi.

Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang tidak sama. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Umpamanya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik jadi energi panas.

Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi yakni Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi yakni Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori yakni sebagai berikut ini:

1 kalori = 4, 2 Joule atau 1 Joule = 0, 24 kalori 

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain:

1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2 

Hukum Kekekalan Energi 

Sumber: eksplorasi.id
Bersumber pada Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bila:

Energi Tidak dapat di buat maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Oleh sebab Itu Jumlah keseluruhnya energi dalam satu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya satu energi.

Bentuk-Bentuk Energi 

Dalam melakukan kehidupan sehari-hari, kenyataannya ada beragam macam jenis bentuk energi yang kita pakai. Dan, kita akan bahas tuntas, apa saja bentuk energi itu.

Energi Mekanik 

Energi mekanik yakni energi yang dimiliki satu benda karena karakter geraknya. Energi Mekanik dibagi lagi jadi dua, yaitu:

Energi Potensial

Sumber: annida-online.com
Energi potensial yaitu energi yang dimiliki satu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda itu diam pada posisi spesifik. Beragam macam bentuk energi dapat dikelompokkan sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi potensial dihubungkan dengan satu bentuk gaya yang bekerja pada keadaan fisik satu materi.

Umpamanya yakni ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan karakter fisik karena adanya gaya elastik, dan inilah yang disebut juga dengan energi potensial elastik. Secara Fisika Rumus Energi Potensial yakni sebagai berikut ini:

Ep = m x g x h 

Keterangan (Satuan):
Ep = Energi Potensial (Joule) m = Massa (kg) g = Gravitasi (m/s2) h = Ketinggian (m) 

Energi Kinetik

Sumber: benergi.com
Energi Kinetik yakni Energi yang dimiliki satu benda karena gerakan atau kelajuannya. Energi kinetik secara jelas dapat diambil kesimpulannya yakni sebagai satu kemampuan untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa spesifik hingga mencapai satu kecepatan spesifik.

Semakin tinggi kecepatan satu benda semakin besar juga energi kinetiknya. Umpamanya yakni ketika satu mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil itu, semakin tambah juga energi kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Yakni Sebagai Berikut ini:

Ek = ½ x m x v2 

Keterangan (Satuan):
Ek = Energi Kinetik (Joule) m = Massa (kg) v = Kecepatan (m/s) 
Energi Mekanik = Energi Potensial + Energi Kinetik 

Energi Bunyi 

Sumber: lebih-unik.blogspot.co.id
Energi Bunyi yakni energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda jelas ada energi bunyi, namun tidak semua bunyi itu akan terdengar.

Semakin kuat getarannya, semakin besar juga energi bunyi yang dihasilkan. Umpamanya yakni ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan.

Energi Panas (Kalor) 

Sumber: williamtanzilblog.blogspot.co.id
Energi Panas yakni energi yang terjadi karena gerakan internal partikel penyusun dalam satu benda. Energi panas yaitu energi yang berpindah dari satu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Umpamanya ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air hingga membuat air dapat mendidih.

Energi Cahaya 

Energi Cahaya yakni Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Umpamanya yakni ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya semakin sedikit efek cahaya itu pada pandangan.

Energi Kimia 

Energi Kimia yakni Energi yang dihasilkan karena adanya hubungan secara kimia dari reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya yakni Makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dipakai oleh tubuh, dan saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.

Energi Nuklir 

Energi Nuklir yakni Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti atom. Umpamanya yakni penggunaan bom nuklir.

Penggunaan dan Pemanfaatan Energi Dalam Kehidupan 

Sumber: gohijau.wordpress.com
  • Beragam macam energi dapat dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, dan berikut ini akan kami berikan contoh penggunaan energi dengan mengubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain, antara lain:
  • Energi Kimia Jadi Energi Gerak (Mekanik) yakni Makanan yang kita makan di proses lewat reaksi kimia jadi sumber energi untuk melakukan aktivitas 
  • Energi Listrik Jadi Energi Panas yakni Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Bunyi yakni Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Gerak (Mekanik yakni Penggunaan kipas angin. 
  • Energi Gerak (Mekanik) Jadi Energi Panas yakni Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas. 
  • Energi Cahaya Jadi Energi Kimia yakni Penggunaan cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Energi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Energi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
13 April 2017

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com