Showing posts sorted by relevance for query iklim adalah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query iklim adalah. Sort by date Show all posts

Keadaan Iklim Indonesia

Alam Indonesia dikenal sangat indah dan kaya akan berbagai sumber daya alam. Tidak heran jika banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik dan datang ke Indonesia. Kegiatan pariwisata pun berkembang di sejumah wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lain-lain sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Tuhan telah berikan pada kita semua berupa hutan, sungai, danau, gunung dan pegunungan yang tampak memesona. Ingatlah, keindahan tersebut tidak semua negara memilikinya. Banyak negara yang sebagian wilayahnya hanya berupa padang pasir, hamparan es, padang rumput, dan lain-lain.

Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fisografis) yang kemudian akan menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman dan sebarannya.

Keadaan Iklim Indonesia
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama. Cuaca adalah keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin, sinar matahari pada waktu dan tempat tertentu. Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis. Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata tidak kurang dari 18° C, yaitu sekitar 27° C. Di daerah tropis, tidak ada perbedaan yang jauh atau berarti antara suhu pada musim hujan dan suhu pada musim kemarau. Ciri daerah tropis lainnya adalah lama siang dan lama malam hampir sama yaitu sekitar 12 jam siang dan 12 jam malam.
iklim
Keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut.
  1. Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan.
  2. Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan.
  3. Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan.
Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Curah hujan di Indonesia bervariasi antarwilayah, tetapi umumnya sekitar 2.500 mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antarwilyah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah hujan tergolong besar. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan.

Hal yang menarik bagi Indonesia adalah terjadinya angin muson. Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. Pada saat samudra menerima penyinaran matahari, diperlukan waktu yang lebih lama untuk memanaskan samudra. Sementara itu, benua lebih cepat menerima panas. Akibatnya, samudra bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan benua, maka bergeraklah udara dari samudra ke benua.

Pada saat musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya corioli sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat. Gaya coriolis adalah gaya semu akibat pengaruh rotasi bumi sehingga angin seolah-olah dibelokkan ke arah kanan dari Belahan Bumi Utara (BBU) dan dibelokkan ke kiri dari Belahan Bumi Selatan. Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia. 

Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia.

Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau.

Unsur-unsur Iklim
Walaupun cuaca dan iklim berbeda, tetapi unsur-unsur yang membentuknya adalah sama. Unsur-unsur pembentuk cuaca dan iklim adalah sebagi berikut

1.Penyinaran Matahari
Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.

2.Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda-beda pada daerah tertentu. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

3.Kelembapan Udara (humidity)
Dalam udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini berarti, makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah higrometer.

4. Awan
Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca.

5.Curah Hujan
Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge).

6.Angin
Angin adalah udara yang berggerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.

Ciri-ciri Iklim Panas/Tropis
Letak astronomis indonesia terletak di antara 6° LU-11° LS dan 95° BT-141° BT sehingga Indonesia termasuk dalam iklim tropis. Berikut adalah karakteristik iklim tropis.
  1. Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20–23° C. bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
  2. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1°C – 5°C, sedangkan amplitudo hariannya lebih besar.
  3. Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
  4. Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
  5. Di pengaruhi oleh pergerakan peredaran matahari yang menyebabkan peredaran pola angin sehingga terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
  6. Di beberapa pulau besar seperti sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, dan papua terdapat gunung-gunung yang tinggi sehingga memengaruhi variasi unsur iklim di setiap wilayahnya.
  7. Indonesia juga memiliki iklim tropis, hal ini di pengaruhi bentuk wilayah indonesia yang berupa kepulauan. Sebagian besar tanah daratan indonesia di kelilingi oleh laut atau samudra. Itulah sebabnya di indonesia terdapat iklim laut. Sifat iklim ini lembab dan banyak mendatangkan hujan.

Pengertian Biosfer : Tingkatan Dan Faktor Terjadinya Biosfer

Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer adalah lapisan lingkungan habitat makhluk hidup yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Menurut ilmu Biologi, pengertian biosfer adalah lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan bumi. Menurut Ilmu Geografi, pengertian lapisan tempat tinggal makhluk hidup atau seluruh ruang hidup yang ditempati organisme. Secara etimologi, Istilah biosfer berasal dari dua kata yaitu bio yang berarti makhluk hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi biosfer merupakan lapisan kehidupan (flora dan fauna).

Dalam pengertian luas menurut Geofisiologi, Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksi dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.  Biosfer diperkirakan telah berlangsung di bumi selama 3,5 milliar tahun dari 4,5 milliar tahun usi bumi.

Biosfer secara arti kata terbentuk dari dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang memiliki arti lapisan. Jadi, bila digabungkan biosfer adalah lapisan dimana tempat makhluk hidup itu tumbu atau menjadi habitat bagi makhluk hidup baik manusia, flora dan fauna serta mikroorganisme lainnya. Lapisan biosfer sejajar dengan tiga lapisan atmosfer lainnya yaitu litosfer, hidrosfer dan antroposfer. Ke-empat lapisan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Biosfer sendiri lebih fokus pada kajian mengenai flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia binatang) baik yang ada di daratan, air laut dan air tawar.

Biosfer merupakan lapisan yang sangat tipis dari keseluruhan lapisan bumi, hanya berkisar 9000 meter saja dan merupakan sistem kehidupan dan organisasi terkompleks di dunia bahkan hanya ada satu-satunya yang seperti biosfer di sistem tata surya. Entah di planet lain ada atau tidak namun sepanjang sejarah belum ditemukan yang seperti lapisan biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli 


  • Eduard Suess: Menurut Eduard Sues seorang ahli geoglogi di austria tahun 1875 yang mengatakan bahwa pengertian biosfer adalah tempat pada permukaan bumi dimana kehidupan berdiam. 
  • James Lovelock: Menurut James Lovelock, pengertian biosfer adalah sebuah organisme hidup, yang hidsebut sebagai hipotesa gaia. Hipotesa gaia menjelaskan bagaimana faktor abiotik dan biotik berinteraksi dalam lingkungan. 
  • Vladimir wanouich veinadsky: Biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah bumi. 
  • Jhon Wiley: Menurut Jhon Wiley, pengertian biosfer adalah zona dari planet bumi dimana kehidupan terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer yang lebih rendah. 
  • Michael Allaby: Menurutnya, pengertian biosfer adlaah bagian lingkungan hidup organisme yang ditemukan dan mereka berinteraksi membentuk sistem kelompok yang stabil, efektif untuk keseluruhan ekosistem di planet. 

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Protoplasma, adalah zat hidup dalam sel dan terdiri dari senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, dan sejenisnya. 
  • Sel, adalah satuan dasar organisme yang terdiri dari protoplasma dan inti yang terdapat di membran. 
  • Jaringan, merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.  
  • Organ, yaitu bagian suatu organisme dengan fungsi tertentu, seperti kaki atau telinga pada hewan, dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.  
  • Sistem Organ, adalah kerja sama antara struktural dan fungsional yang harmonis, seperti kerja sama antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.  
  • Organisme merupakan makhluk hidup. 
  • Populasi, adalah kelompok organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah tertentu. Seperti populasi manusia di jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi badak di Ujung Kulon. 
  • Komunitas, adalah semua populasi dari berbagai jenis yang berada di suatu daerah tertentu. 
  • Ekosistem, adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

  • Iklim

Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

  • Kondisi Geologi

Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

  • Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

  • Faktor Biotik

Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.

Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem



Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara tamu dengan lingkungan. Ekosistem dapat dianggap sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara semua elemen lingkungan yang mempengaruhi satu sama lain.

Dalam ekosistem, organisme berkembang di masyarakat bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk hidup. Ide ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: “organisme, dalam mikroorganisme tertentu, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga negara di bumi cocok untuk kehidupan”.

Komponen pembentuk



Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang substrat atau di mana kelangsungan hidup, atau lingkungan di mana untuk hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi organisme, yaitu:

Suhu
Proses biologis dipengaruhi oleh suhu. Mamalia dan burung membutuhkan energi untuk mengatur suhu di dalam tubuh.

Air
Ketersediaan air mempengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.
Garam, Konsentrasi garam mempengaruhi keseimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.

Sinar matahari 
Intensitas dan kualitas cahaya mempengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan matahari yang terjangkau. Di padang pasir, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan mengalami depresi.
Tanah dan batu, Beberapa karakteristik meliputi struktur fisik tanah, pH dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada isi sumber makanan mereka di tanah.

Iklim
kondisi cuaca untuk waktu yang lama di daerah. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro termasuk iklim di daerah yang dihuni oleh komunitas tertentu.

Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk merujuk kepada sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah komponen yang membentuk suatu ekosistem selain komponen abiotik (tak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsi makhluk hidup dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrofik terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanan. Komponen heterotrofik disebut konsumen makro (fagotrof) karena makanan dimakan lebih kecil. Diklasifikasikan manusia heterotrofik, hewan, jamur, dan mikroba.

Pengurai / dekomposer
Pengurai pengurai adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai konsumen juga disebut makro (sapotrof) karena makanan dimakan dalam ukuran yang lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Diklasifikasikan sebagai pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada juga pengurai disebut detritivor, hewan yaitu yang memakan membusuk sisa-sisa bahan organik, misalnya, adalah kutu kayu. Ada tiga jenis dekomposisi, yaitu:

Aerobik: oksigen adalah akseptor elektron / oksidan
Anaerobik: oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai akseptor elektron / oksidan
fermentasi: oksidasi anaerobik bahan organik tetapi juga sebagai akseptor elektron. komponen ini di satu tempat dan berinteraksi membentuk suatu ekosistem yang teratur. Misalnya, dalam suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrofik, tanaman air sebagai komponen autotrof, plankton mengambang di air sebagai komponen pengurai, sedangkan termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
Ketergantungan

Rantai makanan
perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan oleh urutan tertentu. Setiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau tingkat trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan nabati, tingkat trofi pertama selalu diduduki oleh tanaman hijau sebagai produsen.

Antar komponen biotik dan abiotik


siklus karbon
siklus air
siklus nitrogen
siklus sulfur

Tipe-tipe Ekosistem


Ekosistem air tawar
Ekosistem laut
Ekosistem estuari
Estuari (muara)
Ekosistem pantai
Ekosistem sungai
Ekosistem terumbu karang
Ekosistem laut 
Ekosistem lamun

Terestrial (darat)
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem darat dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa ekosistem terestrial berada pada tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.

Hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis berada di daerah tropis dan subtropis. Karakteristik adalah 200-225 cm curah hujan per tahun. Relatif banyak spesies pohon, spesies berbeda satu sama lain tergantung pada geografi. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun untuk membentuk hood (kanopi).

Sabana
Sabana tropis berada di daerah dengan curah hujan 40-60 inci per tahun, tapi temepratur dan kelembaban masih tergantung pada musim. Sabana adalah terluas di dunia adalah di Afrika; tetapi di Australia juga ada savana yang luas.

Padang rumput
Padang rumput di daerah yang membentang dari daerah tropis ke subtropis. Ciri-ciri padang rumput adalah sekitar 25-30 cm dari curah hujan per tahun, curah hujan tidak teratur, porositas (penyerapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat.

Gurun
Gurun yang terletak di daerah tropis yang berbatasan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun gersang dan curah hujan rendah (25 cm / tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.

Hutan gugur.
Apakah hutan gugur di daerah beriklim yang memiliki empat musim, karakteristik curah hujan merata sepanjang tahun. Spesies pohon kecil (10 s / d 20) dan tidak terlalu ketat.

Taiga
Taiga yang terkandung di belahan bumi utara dan di pegunungan tropis, fitur-fiturnya adalah suhu rendah di musim dingin. Hutan Taiga biasanya terdiri dari satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.

Tundra
Tundra di belahan bumi utara di Lingkaran Arktik dan ditemukan di puncak gunung yang tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari.

Karst (batu gamping /gua)
Kawasan karst berasal dari nama batu kapur di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata memiliki karakter yang sama, yaitu, tanah yang kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, erosi, rentan terhadap pori aerasi rendah, gaya permeabilitas lambat dan didominasi oleh pori-pori mikro.

Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Subsidi energi, manfaat ekosistem buatan dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi oleh pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah:

bendungan
produksi tanaman seperti hutan jati dan pinus
bentuk agroekosistem dari tadah hujan
sawah irigasi
Perkebunan kelapa
ekosistem seperti pemukiman pedesaan dan perkotaan
ruang ekosistem

Keunggulan Lokasi Indonesia

Indonesia yang memiliki letak astronomis 6° – 11°LS dan 95° – 141°BT, dan letak geografis di antara benua Asia dan benua Australia, serta di antara samudera Hindia dan samudera Pasifik, menjadikan Indonesia memiliki keunggulan lokasi. Keunggulan lokasi ini dapat ditunjukkan berdasarkan iklim, geostrategis, serta kondisi tanahnya.

Berdasarkan pembagian iklim matahari yang meliputi iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin/kutub, maka Indonesia terletak di daerah yang beriklim tropis. Indonesia juga terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, hal itu menyebabkan Indonesia memiliki pola arah angin yang selalu berganti setiap setengah tahun sekali, yakni angin musim Barat dan angin musim Timur. Akibatnya adalah : wilayah negara Indonesia memiliki iklim musim/muson. Keberadaan Indonesia yang terletak di daerah tropis sekaligus dipengaruhi oleh angin musim, karena itu Indonesia memiliki iklim musim/muson tropis.

Keunggulan iklim di Indonesia adalah iklim muson tropis, artinyaIndonesia memiliki iklim yang panas dengan musim penghujan dan musim kemarau yang senantiasa berganti setiap 6 bulan (setengah tahun) sekali, sehingga aktivitas pertanian dan ekonomi lainnya dapat berlangsung sepanjang tahun.

Keunggulan iklim muson tropis diantaranya adalah temperatur yang tidak terlalu ekstrim (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin). Di samping itu, iklim muson tropis juga mengakibatkan terjadinya musim penghujan dan musim kemarau yang senantiasa berganti setiap setengah tahun (6 bulan) sekali. Keadaan ini menyebabkan masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Keadaan ini berbeda dengan beberapa negara lain seperti di Eropa dan Australia. Pada saat musim dingin, masyarakat kesulitan melaksanakan kegiatan ekonomi.

Keunggulan masyarakat yang tinggal di daerah beriklim muson tropis misalnya dapat bekerja sepanjang tahun dan dapat menanam tanaman sepanjang tahun. Sedangkan kekurangan masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis misalnya ada yang menjadi pemalas, karena tidak memiliki tantangan berat.

Keunggulan Geostrategis di Indonesia
Keunggulan letak geostrategis di Indonesia berkaitan dengan letak Indonesia yang berada di antara 2 benua, yaitu benua Asia dan Australia, serta di antara 2 samudera, yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik. Posisi ini membuat Indonesia dikatakan strategis karena lokasinya membuat Indonesia berada di persimpangan lalu lintas perjalanan internasional. Contohnya saja, perdagangan antara bangsa-bangsa di Asia dan Australia, bahkan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia akan selalu melewati wilayah Indonesia. Selain perdagangan yang dilakukan melalui jalur laut, perdagangannya juga dilakukan melalui jalur darat dan udara. Keunggulan geostrategis Indonesia dalam beberapa bidang, antara lain:
keunggulan geostrategis
Dalam bidang ekonomi keunggulan geostrategis yang dimiliki Indonesia mengakibatkan terjadinya proses ekspor dan impor yang luas, kaya akan hasil laut, kaya akan SDA, Indonesia merupakan daerah yang strategis untuk perdagangan internasional, banyak pendapatan dari pajak dan cukai dari pedagang yang berasal dari luar negeri, dan Indonesia memiliki pasar yang luas karena memiliki wilayah yang luas dan penduduknya banyak

Dalam bidang transportasi keunggulan geostrategis Indonesia antara lain, Indonesia mempunyai laut  yang digunakan untuk alat menyeberang dari pulau satu ke pulau lainnya, Indonesia menjadi jalur transit internasional, Indonesia sebagai jalur lalu lintas perdagangan, Indonesia menerima dampak modern dari negara maju. Dengan mudahnya Indonesia sebagai objek pariwisata bisnis transportasi menuju kawasan wisata pun meningkat.

Dalam bidang komunikasi keunggulan geostrategis Indonesia mengakibatkan Indonesia mempunyai banyak variasi bahasa, Indonesia mudah berkomunikasi dan menjalani relasi dengan negara lain, Indonesia mempunyai bahasa Nasional yaitu bahasa indonesia,  Indonesia bisa mempelajari bahasa asing. Kemajuan ilmu dan teknologi modern mendorong ditemukannya alat komunkasi yang lebih maju,

Keunggulan Tanah di Indonesia
Indonesia memiliki tanah yang subur. Salah sartu penyebabnya adalah karena Indonesia berada di daerah vulkanis dimana Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang letusannya dapat menyuburkan tanah. Letusan gunung berapi memang dapat menyuburkan tanah karena menyemburkan abu vulkanis sebagai penyubur kembali tanah yang kurang subur. Kondisi tanah yang subur inilah yang menyebabkan Indonesia fapat ditumbuhi dengan berbagai jenis tanaman dan tumbuh dengan baik. Kondisi tanah yang subuh didukung pula oleh iklim yang tropis dan sinar matahari serta curah hujan yang seimbang sehingga memberikan keunggulan komparatif tersendiri bagi wilayah negara Indonesia. Dengan kata lain, tanah yang subur dan dapat ditanami dengan berbagai jenis tanaman itu pastinya akan memberikan hasil yang besar bagi kehidupan masyarakat di Indonesia.

Tanah yang subur juga membuat Indonesia menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna yang dapat hidup dengan baik. Kondisi ini otomatis membuat Indonesia memiliki sejumlah persediaan makanan yang cukup dan dapat diperoleh dari beragam jenis tanaman dan hewan yang dipelihara di Indonesia untuk dijadikan bahan pangan.

Makanan Khas Daerah

Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan hendaknya senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang tidak putus-putusnya diberikan kepada kita. Tuhan telah memberikan karunian-Nya kepada manusia berupa akal pikiran dan kemampuan berpikir melebihi makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dengan akal dan pikiran, kita dapat memanfaatkan bahan nabati dan hewani menjadi produk yang beraneka ragam. Salah satunya adalah produk makanan khas daerah. Makanan khas merupakan identitas suatu daerah yang dapat membedakan keberadaan dengan daerah lain. 

Indonesia merupakan negara yang terdiri atas berbagai suku bangsa dan memiliki keanekaragaman di berbagai bidang, salah satunya adalah makanan khas daerah. Pada awalnya kita hanya bisa menemukan makanan-makanan khas daerah di tempat asalnya saja. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, kini kita dapat menemukan makanan khas daerah di berbagai macam tempat, tidak hanya didaerah asalnya saja. Contohnya, pempek dan tekwan adalah makanan khas Palembang, kita bisa menemukan penjual pempek dan tekwan di berbagai daerah, bahkan di mancanegara.

Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa di konsumsi di suatu daerah. Karakter masakan di suatu daerah biasanya mencerminkan karakter masyarakatnya. Daerah pegunungan menghasilkan masakan dari sayurmayur karena iklim pegunungan yang dingin, umumnya masakannya serba panas atau pedas, untuk menghangatkan badan. Penduduk di daerah pesisir sering kontak dengan orang asing atau daerah lain sehingga melahirkan banyak masakan campuran yang ikut memperkaya produk makanan khas daerah.

Aneka Jenis Produk Makanan Khas Daerah
Negara kita sangat luas dan jumlah sukunya yang banyak telah melahirkan kebudayaan yang sangat beragam, termasuk makanan. Perbedaan budaya membuat pengolahan produk makanan khas berbeda di setiap daerah sehingga menghasilkan aneka jenis produk makanan yang beranekaragam pula. Masakan khas daerah memiliki ciri khas dan karakter tertentu, seperti berikut.

a. Masakan dari Jawa Barat
  • Banyak menggunakan sayur-mayur mentah seperti karedok atau sekadar lalap mentah yang disantap bersama sambal.
  • Sedikit pedas dan asam.
  • Dominan masakan yang terbuat dari ikan.
  • Contoh makanan khas dari Jawa Barat ialah pepes ikan dan karedok.
b. Masakan Jawa Tengah
  • Bawang putih sering jadi bumbu dominan.
  • Banyak ditemukan masakan bersantan.
  • Rasa manis lebih disukai daripada rasa lainnya.
  • Contoh makanan khas dari Jawa Tengah ialah gudeg.
c. Masakan Jawa Timur
  • Banyak menggunakan terasi dan petis sebagai pemberi rasa pada masakan.
  • Agak pedas.
  • Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, digoreng, dipepes, dan dibakar.
  • Contoh makanan khas dari Jawa Timur ialah rujak cingur
d. Masakan Sumatra
Makanan Khas Daerah Nusantara
  • Menggunakan banyak bumbu terutama masakan Sumatra Barat.
  • Masakannya menggunakan banyak cabai hingga rasanya relatif pedas.
  • Daerah Sumatra Selatan sangat suka masakan yang asam rasanya.
  • Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, dibakar, dan digoreng.
  • Waktu memasaknya relatif lama.
  • Masakan dari Sumatra Barat banyak menggunakan santan yang kental.
  • Masakan dari sayur-mayur tidak banyak jumlahnya. Kalaupun ada, jenis sayurnya tidak bervariasi. Sayur yang sering dipakai antara lain daun singkong, kacang panjang, buncis, dan nangka muda.
  • Contoh makanan khas dari Sumatra ialah rendang

    Berikut ini beberapa makanan khas yang ada di beberapa provinsi di Indonesia.
    • Aceh, Mie Aceh. Aceh Terkenal dengan Mie Acehnya. Mie kuning tebal dengan irisan daging disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Makanan ini kaya bumbu dan nikmat abis!
    • Sumatera Utara. Makanan khas di Sumatera Utara khususnya Medan adalah Bika Ambon. Bika Ambon ini enak banget! Kadang juga dijual dengan rasa lain, seperti durian dan keju. Rasanya manis dan lembut.
    • Sumatera Barat. Sumatera Barat terkenal dengan makanan Padang yang berasal dari kota Padang. Makanan yang banyak rempahnya ini mempunyai rasa yang kuat. Rendang adalah salah satu masakan Padang yang menjadi favorit banyak orang Indonesia bahkan sampai luar negeri.
    • Jambi, Gulai Ikan Patin. Gulai Ikan Patin adalah masakan yang populer di masyarakat Jambi.Gulai ini dimasak dengan menggunakan tempoyak yaitu daging buah durian yang telah difermentasi. Tetapi ada sebagian orang yang memilih untuk mengganti tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari bau dan rasa tempoyak yang cukup menyengat.
    • Bengkulu. Makanan khas Bengkulu ini terbuat dari ikan dibumbi dengan bumbu yang beraneka ragam. Pendap ini memiliki rasa pedas dan gurih.
    • Riau, Gulai Belacan. Gulai Belacan salah satu masakan khas dari Riau, gulai ini dibuat dengan kuah campuran belacan atau terasi. Bahannya biasanya memakai udang atau ikan.
    • Kepulauan Riau. Otak-otak adalah salah satu makanan khas di Kepulauan Riau, baik di Batam, Tanjung Pinang, maupun di Pulau Penyengat. Di sini terdapat dua jenis otak-otak yaitu otak-otak yang terbuat dari ikan dan dari cumi yang lebih pedas. Otak-otak ini dibungkus dengan daun berwarna hijau sekalian dengan lidinya, yang kemudian dibakar dengan bara api. Bikin ketagihan!
    • Sumatera Selatan, Empek-empek. Di Sumatera Selatan terkenal makanan Pempek. Pempek terbuat dari ikan dan sagu. Penyajiannya ditemani dengan kuah coklat yang disebut cuko. Cuko terbuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam.
    • Bangka Belitung, Mi Bangka. Mie atau Mi Bangka adalah salah satu dari sekian banyak ciri khas masyarakat pulau bangka, terbuat dari mie basah (kuning) biasa yang disiram dengan kuah berbumbu yang biasanya terbuah dari ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.
    • Lampung, Seruit. Seruit adalah makanan khas provinsi Lampung, yaitu masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambel terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga.
    • Banten, Sate Bandeng. Sate Bandeng merupakan makanan khas Banten. Berbeda dengan ikan bandeng biasa, daging sate bandeng empuk dan tidak bertulang. Sate bandeng menggunakan gula coklat dan santan. Karena kekhasannya, sate bandeng menjadi oleh-oleh dari Banten.
    • Jakarta, Kerak Telor. Kerak Telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir. Saya sudah pernah coba dan ini enak banget!
    • Jawa Barat, Serabi Kadang . Serabi Kadang biasa disebut srabi terbuat dari tepung beras dan kuah cair manis. Manis dan menggugah selera!
    • Jawa Tengah, Lumpia Semarang. Lunpia adalah makanan khas Jawa Tengah khususnya kota Semarang. Makanan ini berisi rebung, telur, dan daging udang. Setelah dibungkus bisa dimakan langsung, bisa juga digoreng. Saya suda pernah makan lunpia di Semarang dan rasanya bikin ketagihan!
    • D.I. Yogyakarta, Gudeg. Nasi Gudeg, makanan khas D.I. Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek. Mantap!
    • Jawa Timur, Rujak Cingur  Rujak Cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Cingur sendiri berrati mulut. Makanan ini memang menyajikan mulut sapi. Biasanya dihidangkan dengan sayuran kemudian diberi bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam dan irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Rsanya sedap!
    • Bali, Ayam Betutu. Salah satu makanan khas Bali adalah ayam betutu. Ayam betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Nikmat dan mantap!
    • Nusa Tengara Barat, Ayam Taliwang. Ayam Taliwang adalah makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar ayam yang disajikan bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat merah, terasi goreng, kencur, gula Jawa, dan garam. Biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya seperti Plecing kangkung.
    • Nusa Tenggara Timur, Catemak Jagung. Catemak Jagung adalah makanan khas Nusa Tenggara Timur. Catemak jagung adalah makanan penutup yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau yang dimasak dengan bumbu masak penyedap rasa. Rasanya asin tapi lezat!
    • Kalimantan Barat, Bubur Pedas Sambas .Bubur Pedas Sambas adalah makan khas dari wilayah sambas di Kalimantan Barat. Meski nama makanan khas tersebut berbanderol kata “pedas” yang akan membuat pencinta kuliner yang tidak suka rasa pedas bergidik ngeri, saat disuguhkan pasti akan minta tambah lagi. Karena, bubur pedas adalah bubur yang terbuat dari campuran sayur mayur dan saat diolah tidak ada dicampurkan bahan cabai sedikitpun.
    • Kalimantan Selatan, Soto Banjar. Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat. Melihatnya saja sudah tidak tahan untuk mencoba. Soto banjar enak dan mantap!
    • Kalimantan Tengah, Soto Banjar. Juhu Singkah adalah makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah, yang sangat lezat. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalteng. Makanan yang terbuat dari umbut rotan ini lebih lezat bila dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan diperoleh warga dengan mencarinya di sekitar hutan tempat mereka tinggal.
    • Kalimantan Timur, Ayam Cincane . Ayam Cincane adalah salah satu kuliner andalan di kota Samarinda. Biasanya, kuliner ini dijadikan hidangan utama ketika masyarakat Samarinda menyelanggarakan pesta pernikahan atau acara menyambut tamu kehormatan. aging ayam kampung yang disajikan bersama bumbu berwarna kemerahan menjadi ciri khas tersendiri dari Ayam Cincane.
    • Sulawesi Selatan, Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif “kuat” akibat digunakannya ketumbar. Sup ini mantap abis!
    • Sulaweisi Tengah, Sup Ikan Jantung Pisang. Sup Ikan Jantung Pisang adalah makanan khas sulawesi tengah, Tepatnya di kota Palu. Makanan dengan cita rasa yang asam pedas yang segar ini, menggunakan ikan kakap sebagai bahan utama.
    • Sulawesi Tenggara, Lapa-Lapa. Lapa-Lapa adalah makanan khas sulawesi tenggara, lapa-lapa mempunyai rasa yang guri dan enak, apalagi dikonsumsi dengan ikan kaholeonarore (ikan asin) semakin menambah selerah makan.
    • Gorontalo, Binte Biluhuta. Binte Biluhuta adalah makanan khas Gorontalo. Makanan ini biasa juga disebut dengan milu siram, karena terbuat dari milu (bahasa setempat berarti jajung). Makanan ini terbuat dari jagung, udang, kelapa setengah tua, belimbing sayur, daun bawang, daun kemangi, bawang merah, jeruk nipis.
    • Sulawesi Utara, Bubur Manado. Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado, ibukota Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.
    • Maluku. Ikan Asar adalah ikan cakalang atau tongkol yang dipanggang dengan asap. Karena proses pembuatannya diasap, terkadang disebut juga ikan asap.
    • Maluku Utara, Gohu Ikan. Gohu Ikan adalah Salah satu masakan khas Ternate. Penyebutannya harus lengkap: gohu ikan. Soalnya, kalau hanya disebut gohu, maka artinya adalah rujak pepaya muda yang juga populer di Sulawesi Utara. Gohu ikan khas Ternate dibuat dari ikan tuna mentah. Tidak heran bila banyak orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate.
    • Papua Barat, Ikan Bakar Manokwari. Ikan Bakar Manokwari adalah makanan khas Manokwari, Papua. Tidak seperti ikan bakar yang biasa kita temui di kebanyakan warung ataupun rumah makan, ikan bakar ini memiliki rasa khas yang bisa membuat lidah bergoyang karena tambahan sambal khas Papua yang disiramkan di atasnya. Ikan yang biasa dijadikan bahan masakan ini adalah ikan tongkol.
    • Papua Timur, Papeda. Papeda atau Bubur Sagu, merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua. Papeda dibuat dari tepung sagu. Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
    • Papua Tengah, Kue Sagu. Kue Sagu atau Bagea adalah kue yang berasal dari papua, bahan dasar pembuatan kue ini adalah tepung sagu. Kue sagu ini agak keras saat digigit tetapi kalau sudah ada di dalam mulut atau di celup ke air akan cepat lunak/ lembek.
    • Kalimantan Utara. Di Kalimantan Utara khususnya kota Tarakan, terkenal dengan hidangan laut. Salah satu yang patut dicoba adalah Kepiting Soka. Kepiting ini bisa kita makan keseluruh bagian tubuhnya. Kepiting Soka memiliki cangkang yang lunak sehingga bisa dimakan. Kepiting ini juga bisa di buat camilan atau kerupuk.

    Kandungan dan Manfaat Makanan Khas Daerah
    Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan nabati atau hewani. Kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada setiap bahan, bergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, citarasa, dan warna.
    • Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia. Umumnya, karbohidrat terdapat pada bahan pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan umbi-umbian. Contoh makanan khas daerah yang mengandung karbohidrat adalah nasi liwet, nasi jamblang, getuk.
    • Protein memiliki fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya, protein terdapat pada hasil hewani seperti daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya. Contoh makanan khas daerah yang banyak mengandung protein adalah telur asin dan ayam betutu.
    • Lemak merupakan sumber tenaga kedua setelah karbohidrat dan dapat melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak yang dapat dilihat dan lemak yang tidak dapat dilihat. Lemak yang dapat dilihat, seperti mentega, margarin, minyak goreng. Lemak yang tidak dapat dilihat, seperti lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu. Contoh makanan khas daerah yang banyak mengandung lemak adalah rendang daging dan bika ambon karena pada proses pembuatannya menggunakan santan kental.
    • Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjaga daya tahan dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil hewani, seperti danging, susu, dan telur. Sumber vitamin dari hasil nabati, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Contoh makanan khas daerah yang mengandung vitamin adalah karedok, keripik pisang.
    Teknik Pengolahan Makanan Khas Daerah
    Untuk mengolah suatu makanan, diperlukan teknik-teknik tertentu agar dihasilkan suatu produk makanan seperti yang diharapkan yang bercitarasa baik. Adapun teknik-teknik proses pengolahan untuk membuat makanan khas daerah di antaranya adalah sebagai berikut.

    a. Persiapan Bahan
    • Menimbang, Menyiang, Mencuci, Memotong, Mengocok, Merendam dalam cairan bumbu, Menggiling, dan Memanir
    b. Teknik Memasak dengan Pemanasan Kering
    • Memanggang (baking dan roasting). Memanaskan dengan udara panas dan kering di sekelilingnya, biasanya di dalam oven.
    • Menggoreng dalam minyak (deep frying)
    • Menggoreng dengan wajan dangkal (shallowfrying/pan frying)
    • Memasak dengan sedikit minyak (Saute/Menumis)
    c. Memasak Dengan Pemanasan Basah
    • Perebusan/Boiling. Memasak dengan cara pencelupan semua bahan dalam air/kaldu mendidih, yaitu pada suhu 100 0C sampai matang.
    • Blanching. Memasak dengan cara mencelupkan makanan dalam air mendidih/minyak panas dalam waktu pendek (sebentar).
    • Simmering. Memasak dengan mendidihkan secara perlahanlahan.
    • Braising. Memasak dengan sedikit air dan tertutup rapat.
    • Setup (stewing). Memasak makanan secara perlahan (95 - 99 0C) dengan sedikit air dan dihidangkan dengan air rebusannya.
    • Merebus (poaching). Memasak dalam cairan dengan suhu antara 71-82 0C
    • Mengukus (steaming). Memasak bahan makanan dengan uap air panas/mendidih.

    Pengertian Pemanasan Global : Penyebab Dan Dampaknya

    Pengertian pemanasan global

    Pengertian pemanasan global (global warming) banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

    Pengertian Pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

    Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

    Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

    Penyebab Pemanasan Global karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

    Pengertian Pemanasan Global secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

    Penyebab Pemanasan Global (Global Warming) - Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

    Penyebab Pemanasan Global adalah sebagai berikut :

    • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
    • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
    • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
    • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
    • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
    • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
    • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
    • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
    • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

    Dampak Pemanasan Global (Global Warming)

    Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :
    • Gunung-gunung es akan mencair 
    • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
    • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
    • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
    • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
    • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
    • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
    • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
    • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
    • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
    • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
    • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

    Pengertian Global Warming : Dampak Dan Penyebab Global Warming

    Pengertian Global Warming

    Pengertian global warming (pemanasan global global) warming banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

    Pengertian global warming adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

    Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

    Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

    Penyebab global warming karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

    Pengertian global warming secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

    Penyebab global warming (Pemanasan Global). Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

    Penyebab global warming adalah sebagai berikut :

    • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
    • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
    • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
    • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
    • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
    • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
    • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
    • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
    • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

    Dampak global warming (Pemanasan Global)

    Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :

    • Gunung-gunung es akan mencair 
    • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
    • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
    • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
    • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
    • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
    • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
    • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
    • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
    • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
    • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
    • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

    Pengertian Variabel : Macam Dan Fungsi Variabel

    Pengertian Variabel

    Dahulu, orang menganggap bahwa penelitian berhubungan dengan tabung reaksi, dan berbagai percobaan (eksperimen). Setidaknya suatu penelitian dianggap menghasilkan sesuatu yang baru. Seperti halnya seorang pembuat kue, dia tidak akan puas dengan satu hasil kue, namun dia akan berusaha untuk menghasilkan produk kue yang baru dan belum pernah ada atau dibuat oleh orang lain sebelumnya.

    Pengertian Variable Menurut Para Ahli


    • Menurut Hatch & Farhady (1981) : Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. 
    • Kerlinger (1973) : Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. 
    • Kidder (1981) : Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian, Variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. 
    • Bhisma Murti (1996) : variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. 
    • Menurut Sutrisno hadi : Pengertian variabel adalah objek penelitian yang bervariasi. Contohnya ukuran tinggi manusia yang divariasikan menjadi tingkatan umur, kelamin serta lokasi tempat tinggal manusia tersebut.
    • Bagja Waluya :Pengertian variabel adalah konsep yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap eksperimen/penelitina (research).
    • Tia Mutiara : Pengertian variabel adalah sesuatu yang menjadi fokus perhatian yang memberikan pengaruh dan mempunyai nilai (value).
    • Sugiarto : Pengertian variabel adalah karakter yang dapat diobservasi dari unit amatan yang merupakan suatu pengenal atau atribut dari sekelompok objek. Maksud dari variabel tersebut adalah terjadinya variasi antara objek yang satu dengan objek yang lainnya dalam kelompok tertentu.
    • Sudigdo Sastroasmoro : variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek ke subyek lainnya. 
    • Er. Ahmad Watik Pratiknya (2007) : variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable.

    Pengertian variabel sangat bermacam-macam bergantung dari mata pelajaran pengertian variabel dimaksudkan seperti dalam mata pelajaran, sains, matematika, ilmu komputer, dan logika matematika. Berikut pengertian variabel dari setiap macam-macam pelajaran antara lain sebagai berikut :

    • Dalam Sains, Pengertian variabel adalah objek penilitian. artinya segala sesuatu yang harus diteliti Variabel terdiri atas nama dan nilai atau dapat dikosongkan dan diisi nilainya.
    • Dalam Matematika, Pengertian variabel adalah karakter atau abjad yang menggunakan jumlah yang belum ditentukan. Setiap variabel mengandung nilai. variabel dalam matematika memudahkan mengerjakan soal, terutama soal aljabar.
    • Dalam Ilmu Komputer, Pengertian variabel adalah  nama yang umumnya berupa abjad, karakter, atau kata yang mewakili beberapa nilai dalam memori komputer
    • Dalam Logika Matematika, Pengertian variabel adalah salah satu simbol yang mewakili sebuah simbol 

    Macam-Macam Variabel

    Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Banyak sekali definisi variable yang diungkapkan para ahli, dan definisi tersebut berpotensi membingungkan para peneliti pemula.

    Secara peribadi, variabel penelitian adalah atribut yang mencerminkan pengertian atau bangunan pengertian dan memiliki nilai. Contoh, tinggi badan, kenapa dianggap sebagai variable, karena memiliki nilai, dan antara satu dan yang lain memiliki tinggi badan yang berbeda. Kalau masih membingungkan. Jika masih membingungkan, perhatikan contoh berikut; masalah banyaknya kosakata dalam buku pelajaran menyulitkan siswa, maka variable yang bisa diambil adalah ukuran banyaknya kosakata, dan ukuran kemampuan siswa. Jadi konsep yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, itulah yang menjadi variable penelitian.

    Variabel penelitian sangat penting dalam sebuah penelitian, karena variabel bertujuan sebagai landasar mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data, dan sebagai alat menguji hipotesis. Itulah sebabnya, sebuah variable harus dapat diamati dan dapat diukur.

    Variabel penelitian dapat dibedakan menjadi :

    1. Variabel Independen biasa juga diistilahkan dengan Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, Variable Bebas, dan Variabel Eksogen. Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan demikian karena variable ini bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Contoh, pengaruh zikir terhadap mental siswa. Variable dzikir bebas mempengaruhi mental
    2. Variabel Dependen. Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat, Variabel Tergantung, dan Variabel Indogen. Variabel Dependen merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent. Contoh : pengaruh zdikir terhadap mental siswa. Mental siswa adalah variable dependen
    3. Variabel Moderator. Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Contoh: Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/ lingkungan belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar. Variable moderatornya adalah kuat dan rendah
    4. Variabel Kontrol. Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental. Variable ini sefatnya sebagai penengah.

    Fungsi Variabel

    Kegunaan atau fungsi variabel dalam penelitian mengikuti pada jenis variabel yang digunakan dalam penelitian itu sendiri. Sesuai penjabaran macam dan jenis variabel di atas dapat didefinisikan kegunaan variabel sebagai berikut.

    Menurut Sandjaja dan Albertus (2006: 84), variabel dalam penelitian terdiri dari berbagai jenis yaitu variabel bebas, variabel tergantung, variabel moderator, variabel kontrol, dan variabel anatara.

    Variabel bebas berfungsi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain. Contoh: Pupuk Z adalah variabel bebas. Disebut demikian karena pupuk Z akan mempengaruhi tanaman kacang. Pupuk Z jumlahnya dapat dimanipulasi dengan menambah atau mengurangi jumlahnya selama proses penelitian.

    Variabel tergantung berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. Contoh: Dalam penelitian di atas, tanaman kacang atau lebih spesifiknya, kesuburan tanaman kacang merupakan variabel tergantung.

    Variabel moderator berfungsi untuk memberi pengaruh hubungan antara variabel bebas dengan varibel tergantung. Contoh: Mengenai pupuk Z, dapat diduga ada beberapa faktor yang mempengaruhi jalannya penelitian seperti misalnya tanah, air, pot sebagai media tanam, dan sinar matahari.

    Variabel kontrol berfungsi untuk menetralkan pengaruhnya terhadap variabel tergantung. Contoh: Tanah, air sinar matahari dikontrol oleh peneliti untuk menghilangkan pengaruhnya  dengan jalan menyamakan faktor-faktor tadi baik pada tanaman kacang pertama, maupun tanaman kacang kedua.

    Variabel antara merupakan variabel yang tidak dapat diamati dan diukur serta tidak disebut dalam kajian oprasional, namun disebutkan keberadaannya dalam kajian teoritik. Contoh: proses tanaman kacang menjadi subur.

    Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi

    Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi. Pengertian Revolusi Bumi, Akibat dari Terjadinya Revolusi Bumi, Perubahan Musim, Perubahan Musim di Indonesia, Musim Hujan, Musim Kemarau, Musim Dingin, Musim Salju, Musim Panas, Musim Semi, Musim Pancaroba, dan Musim Gugur.

    Pengertian Revolusi Bumi 

    Sumber: tandapagar.com
    Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengitari matahari. 365¼ hari bumi mengitari matahari pada orbitnya dalam sekali. Saat 365¼ itu atau 1 tahun surya disebut dengan masa revolusi bumi.

    Poros bumi nyatanya tidak tegak lurus dengan bidang ekliptika tetapi miring di arah yang sama dan membuat sudut 23, 50 pada matahari, sudut itu diukur dari garis imajiner yang menghubungkan antara kutub utara dengan kutub selatan disebut juga dengan sumbu rotasi.

    Revolusi bumi menyebabkan beberapa gejala alam yang berlangsung berulang setiap tahunnya, salah satunya adanya ketidaksamaan lama siang serta malam, perubahan musim, kalender masehi, gerak semu tahunan matahari, serta perubahan penampakan rasi bintang.

    Akibat Revolusi Bumi 

    Sumber: satujam.com
    Berikut ini akibat revolusi bumi, salah satunya: 
    • Ketidaksamaan Waktu Lama Siang serta Malam 
    Satu diantara akibat revolusi bumi yaitu adanya ketidaksamaan waktu lama siang dan malam. Gabungan antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi dengan bidang ekliptika bisa menyebabkan beberapa gejala alam yang bisa dilihat secara berulang tiap tahun. Momen itu nampak jelas dilihat pada sekitar kutub utara dan kutub selatan.

    Adanya pergeseran garis edar matahari bisa menyebabkan perubahan dan ketidaksamaan antara lamanya siang dengan malam. Pada saat spesifik sebuah tempat bisa mengalami malam yang lebih panjang dibandingkan dengan siang demikian pula sebaliknya pada sebuah tempat yang lain mengalami siang yang lebih lama dibandingkan malam.

    Pada daerah kutub utara bisa mengalami malam hari yang berjalan sepanjang 24 jam serta demikian sebaliknya di kutub selatan mengalami siang hari yang berjalan sepanjang 24 jam.

    Pada tanggal antara 21 Maret hingga 23 September 
    1. Daerah kutub utara mendekati matahari, sedangkan daerah kutub selatan menjauhi matahari. 
    2. Belahan bumi sisi utara mendapatkan cahaya matahari yang jumlahnya lebih banyak dibanding belahan bumi sisi selatan. 
    3. Lamanya siang di daerah bumi sisi utara yang lebih lama dibanding dengan belahan bumi sisi selatan. 
    4. Ada sebuah daerah pada sekitar kutub utara yang mengalami lama siang 24 jam dan ada pula sebuah daerah pada sekitar kutub selatan yang mengalami lama malam 24 jam. 
    5. Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat berpindah ke utara. 
    6. Kutub utara posisinya akan paling dekat dengan matahari pada 21 Juni. Pada saat itu pengamat di khatulistiwa bisa lihat matahari berpindah 23,50 ke arah utara. 
    Pada tanggal antara 23 September hingga 21 Maret 
    1. Kutub selatan posisinya semakin lebih dekat mendekati matahari, sedangkan pada kutub utara menjauhi matahari. 
    2. Belahan bumi sisi selatan akan mendapatkan cahaya matahari yang lebih banyak dibanding pada belahan bumi sisi utara. 
    3. Lamanya siang di daerah bumi sisi selatan yang lebih lama dibanding dengan belahan bumi sisi utara. 
    4. Ada sebuah daerah pada sekitar kutub utara yang mengalami lama malam 24 jam dan ada pula sebuah daerah pada sekitar kutub selatan yang mengalami lama siang 24 jam. 
    5. Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat berpindah ke selatan. 
    6. Kutub selatan posisinya bakal paling dekat dengan matahari pada 22 Desember. Pada saat itu pengamat di khatulistiwa bisa lihat matahari berpindah 23,50 ke arah selatan. 
    Pada tanggal antara 21 Maret hingga 23 Desember 
    1. Antara kutub selatan serta kutub utara memiliki jarak yang sama ke matahari. 
    2. Belahan bumi sisi selatan serta belahan bumi sisi utara akan menerima cahaya matahari yang sama banyaknya. 
    3. Lamanya siang serta malam sama pada semua belahan bumi. 
    4. Pada daerah khatulistiwa matahari akan terlihat melintas tepat di atas kepala. 
    Gerak Semu Tahunan Matahari 

    Adanya momen pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi sisi utara pada tanggal 22 Desember - 21 Juni serta adanya momen pergeseran posisi matahari dari arah belahan bumi sisi utara ke arah belahan bumi sisi selatan pada tanggal 21 Juni – 21 Desember disebut dengan gerak semu harian matahari.

    Disebut dengan demikian karena hal semacam ini sebenernya matahari itu tidak bergerak. Gerak itu akibat adanya revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

    Musim 

    Musim adalah satu diantara dalam pembagian utama tahun. Musim adalah hasil dari adanya revolusi tahunan bumi yang mengitari Matahari dan kemiringan sumbu bumi relatif dengan bidang revolusi.

    Pada sebuah daerah yang memiliki iklim sedang serta kutub, musim ditandai adanya perubahan intensitas cahaya matahari hingga ke permukaan bumi, macam itu menyebabkan hewan-hewan pergi untuk hibernasi ataupun bermigrasi, dan tanaman yang akan aktif. Dalam 1 tahun, umumnya dibagi jadi 4 musim, diantaranya: 

    Musim semi 
    Sumber: pernikdunia.com
    Musim semi adalah satu diantara 4 musim yang berlaku untuk daerah nontropis, peralihan antara musim dingin ke musim panas. Pada belahan bumi sisi utara, bisa diprediksikan kalau musim semi (spring) terjadi pada 21 Maret hingga 21 Juni.

    Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, bisa diprediksikan kalau musim semi (spring) terjadi pada 23 September hingga 21 Desember.

    Musim panas 
    Sumber: dwinrynt.blogspot.co.id
    Musim panas atau Summer adalah musim yang berlaku untuk negara yang beriklim sedang. Bergantung pada letak satu negara itu, musim panas sendiri bisa terjadi pada saat yang tidak sama. Pada belahan bumi sisi utara, bisa diprediksikan musim panas (summer) terjadi tanggal 21 Juni hingga 23 September.

    Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, bisa diprediksikan musim panas (summer) terjadi tanggal 21 Desember hingga 21 Maret. Pada beberapa negara, jika terjadi musim panas adalah musim liburan sekolah.

    Pada musim inilah beberapa orang di berbagai negara suka pergi ke pantai untuk berjemur. Sedangkan pada musim panas beragam bentuk buah-buahan dan tumbuhan mengalami masa-masa perkembangan sepenuhnya.

    Musim gugur 
    Sumber: basabasi.co
    Musim gugur atau Autumn adalah musim yang berlaku untuk daerah yang memiliki iklim sedang. Musim gugur adalah masa-masa di mana peralihan antara dari musim panas ke musim dingin.

    Dalam zona yang mempunyai iklim sedang, musim gugur adalah musim yang rata-rata berbagai bentuk tumbuhan dipanen atau ditunai, dan pohon deciduous akan menggugurkan daunnya. Musim gugur adalah musim di mana hari-hari akan berjalan lebih pendek serta dingin, dan adanya penambahan presipitasi pada beberapa sisi dunia.

    Pada belahan bumi sisi utara, musim gugur (autumn) akan diawali sekitar tanggal 23 September sampai 21 Desember. Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, musim gugur (autumn) akan diawali sekitar tanggal 21 Maret sampai 21 Juni.

    Musim dingin/musim salju 
    Sumber: j-cul.com
    Musim dingin adalah musim di mana masa-masa ini mempunyai suhu yang paling dingin. Musim dingin atau musim salju jadi satu diantara 4 musim yang berlaku untuk beragam negara beriklim subtropis serta sedang.

    Pada belahan bumi sisi utara, musim dingin akan diawali pada 21 Desember sampai 21 Maret. Sedangkan untuk belahan bumi sisi selatan, musim dingin akan diawali pada 21 Juni sampai 23 September.

    Untuk negara Indonesia termasuk juga ke dalam daerah tropis, oleh sebab itu Indonesia memiliki musim-musim sebagai berikut ini: 

    Musim kemarau 
    Sumber: nasionalpos.com
    Musim kemarau adalah satu diantara musim yang berlaku untuk daerah beriklim tropis yang di pengaruhi oleh adanya system muson. Musim kemarau bisa di kenal musim kering. Musim kemarau mempunyai curah hujan yang di bawah 60 mm/bulan.

    Negara-negara yang ada musim kemarau terdapat di lokasi tropika, yakni Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Australia di bagian timur laut, dan juga beberapa dari benua Amerika Selatan.

    Musim hujan 
    Sumber: hidupsecarasehat.blogspot.co.id
    Musim hujan adalah musim di mana meningkatnya curah hujan pada sebuah lokasi dibanding dengan waktu umumnya serta dalam periode waktu yang lebih spesifik secara tetap. Musim hujan sendiri cuma ada pada lokasi beriklim tropis. Musim hujan mempunyai curah hujan yang melebihi 100 mm/m2 per dasarian dan berlanjut secara terus-terusan.

    Musim pancaroba 
    Sumber: anakcerdas.info
    Musim pancaroba adalah musim peralihan antara dua musim paling utama pada daerah iklim muson, yakni antara musim kemarau serta musim hujan. Pada masa-masa pancaroba ditandai dengan meningkatnya frekwensi badai, angin yang bertiup kencang, dan hujan yang amat deras disertai gemuruh.

    Pada masa-masa pancaroba umumnya banyak orang yang terkena penyakit saluran pernapasan atas (batuk, pilek, dan lain-lain). Pada musim pancaroba banyak juga ditandai dengan adanya tingkah laku yang sesuai dengan ciri khasnya masing-masing pada beberapa jenis hewan serta tumbuhan.

    Perubahan Kenampakan Rasi Bintang 
    Sumber: mobomarket.co.id
    Perlu di ketahui juga kalau rasi bintang adalah susunan beragam bintang yang terlihat dari bumi serta membuat beragam bentuk pola spesifik. Bintang-bintang itu membuat satu rasi yang sesungguhnya bintang-bintang tersebut tidak ada pada tempat yang berdekatan. Lantaran letak berbagai bentuk bintang itu amat jauh, maka jika dilihat dari bumi akan seolah-olah terlihat berdekatan.

    Manusia di bumi cuma bisa melihat bintang-bintang saat malam hari saja. Pada saat posisi bumi ada pada bagian timur matahari, maka cuma bisa melihat beragam bentuk bintang yang ada pada bagian timur matahari.

    Sedangkan jika bumi ada disamping utara matahari, maka cuma bisa melihat beragam bentuk bintang yang ada pada bagian utara matahari. Hal semacam ini lantaran adanya revolusi bumi, bintang-bintang itu yang terlihat dari bumi akan senantiasa berubah. Memiliki arti juga kalau rasi bintang yang terlihat dari bumi juga berubah.

    Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Revolusi Bumi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

    Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Revolusi Bumi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

    Referensi:
    1. woocara.blogspot.co.id

    Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi

    Bangsa Indonesia harus selalu bersyukur, karena dikaruniai Tuhan lokasi yang sangat strategis. Adanya lokasi strategis tersebut, berbagai kegiatan ekonomi, komunikasi, dan transportasi dapat berkembang pesat di Indonesia. Bagaimana pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan ekonomi, transportasi, dan komunikasi di Indonesia? Untuk memahami materi tersebut kamu pelajari uraian di bawah ini.

    Kegiatan Ekonomi
    Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, ada tiga yaitu: (1) produksi, (2) distribusi, dan (3) konsumsi. Ketiga kegiatan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dan saling bergantung. Mata rantai dari ketiga kegiatan ekonomi tersebut  dapat kita pahami dengan cara membaca uraian berikut. Produksi memerlukan adanya distribusi dan konsumsi, dengan kata lain, kegiatan produksi tanpa kegiatan distribusi dan konsumsi, tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kegiatan distribusi tidak mungkin ada, tanpa adanya barang yang diproduksi dan yang mengonsumsi barang tersebut. Kegiatan konsumsi tidak akan tercapai jika tidak ada yang memproduksi barang dan yang mendistribusikan barang tersebut. 

    1) Kegiatan Produksi
    Produksi sering diartikan sebagai : membuat barang. Produksi mengandung makna yang lebih luas. Setiap saat manusia memerlukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Barang dan jasa, tidak akan dapat tersedia dengan sendirinya, tetapi harus dibuat terlebih dahulu. Kegiatan yang dilakukan oleh pabrik perakitan mobil, petani, nelayan, dan dokter, adalah contoh dari produksi. Mobil, ikan, padi, dan jasa pengobatan yang dihasilkan, memberikan manfaat bagi manusia. Produksi dalam arti sempit, dapat diartikan sebagai: kegiatan yang menghasilkan atau menciptakan barang dan jasa.

    Petani menghasilkan padi dan ketela juga merupakan kegiatan produksi. Tepung ketela digunakan oleh pabrik roti untuk menghasilkan roti. Perubahan tepung ketela menjadi sebuah roti mengalami perubahan bentuk maupun kegunaannya. Ketela dalam bentuknya yang asli memiliki kegunaan yang relatif lebih sedikit dibanding setelah menjadi roti. Kegiatan pabrik roti yang merubah tepung ketela menjadi roti juga termasuk dalam kegiatan produksi. Kegiatan produksi tidak sekadar menciptakan manfaat suatu barang tetapi juga menambah daya guna suatu barang.

    Dalam arti luas kegiatan produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh: Delanggu, daerah di Cianjur adalah penghasil beras yang kualitasnya termasuk baik. Beras yang ada di daerah tersebut nilai kegunaannya tidak terlalu besar karena hasil produksinya melebihi yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah itu. Hal ini mengakibatkan harga beras di daerah tersebut menjadi relatif lebih murah jika dibandingkan dengan daerah lain yang kondisi tanahnya tidak memunginkan untuk usaha pertanian padi. Beras yang dihasilkan di daerah Delanggu dan Cianjur dibawa ke Jakarta maka nilai kegunaan beras tersebut akan lebih tinggi, karena yang membutuhkan beras di Jakarta relatif lebih banyak. Hal ini mengakibatkan harga beras di Jakarta menjadi lebih tinggi. Kegiatan memindahkan beras dari Delanggu ke Jakarta juga termasuk kegiatan produksi.

    Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menciptakan atau menambahkan kegunaan suatu barang atau jasa. Pelaku kegiatan produksi, disebut produsen. Dalam contoh di atas petani adalah produsen padi dan ketela, nelayan adalah produsen ikan, perusahan roti adalah produsen roti dan dokter adalah produsen jasa pengobatan. Nah, perlu kalian ketahui bahwa roti yang dihasilkan perusahaan roti tidak akan bermakna sebelum sampai ke tangan konsumen, karena perusahaan roti tidak akan mendapatkan pendapatan sebelum rotinya dibeli oleh konsumen. Jika ikan tidak dibeli oleh konsumen maka nelayan tidak akan bisa melakukan aktivitas produksi secara berkelanjutan. Agar  ikan sampai ke tangan konsumen maka diperlukan kegiatan distribusi.

    Faktor produksi dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan menjadi empat yaitu :
    • Faktor Produksi Alam (Sumber Daya Alam). Faktor produksi alam terdiri dari : tanah, air, tenaga alam, barang tambang, iklim.
    • Faktor produksi Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia). Faktor produksi tenaga kerja merupakan segala kegiatan manusia yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menciptakan atau menambah nilai guna barang atau
    • jasa. Faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang memegang peranan penting dalam proses produksi. Tanpa tenaga kerja, sumber daya alam yang dianugerahkan oleh Tuhan YME kepada kita tidak akan ada gunanya.
    • Faktor Produksi Modal. Manusia dapat melakukan proses produksi tidak hanya dengan mengandalkan faktor produksi alam dan faktor produksi tenaga kerja. Petani dapat saja menanam padi hanya dengan menggunakan tanah dan tenaga yang dimilikinya. Dalam pengertian ekonomi segala benda atau alat buatan manusia yang dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi dalam menghasilkan barang atau jasa disebut modal. 
    • Faktor Produksi Kewirausahaan atau Entrepreneurship Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan intelektual seseorang untuk mengelola atau menyatukan ketiga faktor produksi di atas dalam suatu proses produksi.
    2) Kegiatan Distribusi
    Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani antara dua kegiatan, yaitu  produksi dan kegiatan konsumsi. Walaupun dalam kenyataan sehari-hari, penyaluran barang dari produsen kepada konsumen memang tidak selalu harus melalui distributor. Barang yang dihasilkan oleh produsen, akan bermanfaat dan dapat dikonsumsi oleh konsumen, jika barang tersebut dapat disalurkan. Semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang dan jasa dari produsen ke konsumen, disebut "Distribusi", atau "Saluran Distribusi", kadang-kadang juga disebut dengan "Saluran Perdagangan".

    Saluran distribusi merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus pada bidang distribusi. Pelaku distribusi yang disebutkan di atas, dapat berupa agen, pedagang besar, pengecer dan distributor industri apabila pasarnya industri. Secara umum distributor memegang peranan penting dalam menjaga stabilisasi harga. Kelancaran barang sampai pada pasar atau konsumen diharapkan dapat dilakukan oleh para distributor. Jika suatu ketika barang yang didistribusikan mengalami hambatan, baik disengaja atau tidak, maka dampaknya adalah terjadinya kelangkaan atau tidak tersedianya barang di pasar dan mengakibatkan harga barang menjadi naik.

    Saluran distribusi bertugas menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi itu melakukan sejumlah tugas, yaitu :
    • Melakukan pengumpulan dan penyebaran informasi melalui riset pemasaran tentang potensi konsumen, pesaing, dan kekuatan lainnya dalam lingkungan pemasaran.
    • Melakukan pengembangan dan penyebaran komunikasi mengenai penawaran barang atau jasa.
    • Melakukan komunikasi mengenai minat membeli oleh anggota saluran distribusi ke produsen.
    • Melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penawaran.
    Penyaluran barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen tersebut bisa dilakukan dengan bermacam-macam cara. Bisa langsung dari produsen ke konsumen, tetapi bisa juga dengan melewati para perantara dan para pedagang. Dengan demikian sistem distribusi dibedakan menjadi dua macam :
    • Distribusi Langsung. Dalam sistem distribusi ini, hasil produksi disalurkan langsung oleh produsen ke konsumen, tanpa perantara. Dengan kata lain, para produsen menjual hasil produksinya langsung kepada konsumen
    • Distribusi Tidak Langsung, Dalam Sistem ini, hasil produksi tidak disalurkan langsung oleh produsen kepada konsumen, malainkan melalui para penyalur.
    3)   Kegiatan Konsumsi
    Dalam uraian materi sebelumnya, telah dipaparkan bahwa produksi dan distribusi, tidak bisa berjalan kalau barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen tidak ada konsumen yang mengonsumsinya.  Kebutuhan hidup seseorang, tak selalu sama dengan kebutuhan hidup orang yang lain. Kebutuhan seorang pelajar, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang guru. Kebutuhan seorang petani, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang nelayan.

    Kedua kegiatan konsumsi di atas, merupakan contoh kegiatan dalam mengonsumsi barang. Selain mengonsumsi barang, manusia juga mengonsumsi jasa. Contoh kegiatan mengonsumsi jasa, misalnya : Fahmi pergi ke dokter, Syahmi memotong rambut ke salon, Rizki menjahitkan baju ke penjahit.

    Pihak yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Konsumen tidak harus selalu berupa manusia yang bertindak sebagai makhluk individu. Organisasi perusahaan dan pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi, sehingga keduanya juga disebut konsumen. Konsumen harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan tertentu untuk melakukan kegiatan konsumsi. Pengorbanan yang harus dikeluarkan itu lebih dikenal dengan istilah pengeluaran konsumsi. Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
    1. Penghasilan. Seseorang perlu memiliki penghasilan untuk melakukan kegiatan konsumsi. Penghasilan tersebut kemudian digunakan untuk membeli barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi sendiri. Semakin besar penghasilan seorang konsumen maka kemampuan konsumen tersebut melakukan pengeluaran konsumsi juga akan semakin besar.
    2. Selera. Keputusan seseorang konsumen untuk mengonsumsi suatu barang atau jasa sangat ditentukan oleh selera konsuman yang bersangkutan. Bila seseorang sangat menyukai suatu barang, maka dia akan dengan senang hati membeli barang tersebut. Sebaliknya jika dia tidak menyukainya, maka mustahil dia akan bersedia mengeluarkan uang untuk membelinya.
    3. Adat Istiadat. Adat istiadat adalah perilaku turun menurun yang diyakini masyarakat harus dilakukan. Sebagai contoh dalam masyarakat Jawa, peristiwa kelahiran seorang bayi selalu disertai serangkaian upacara adat yang dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai beberapa bulan setelah bayi tersebut dilahirkan. Contoh lain, pada masyarakat Bali dikenal upacara Ngaben, yaitu upacara pembakaran mayat bagi kerabat yang meninggal dunia. Upacara-upacara adat tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak. Jadi semakin banyak upacara adat yang diyakini oleh masyarakat tertentu, maka akan semakin banyak juga pengeluaran yang dilakukan masyarakat tersebut.
    4. Mode. Istilah mode terkait dengan sesuatu hal yang sedang hangat terjadi dalam masyarakat. Mode sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama di perkotaan. Pada umumnya yang paling mudah terpengaruh oleh mode adalah kalangan remaja. Remaja akan merasa ketinggalan jaman apabila tidak mengikuti mode yang terbaru. Sementara itu untuk bisa mengikuti mode terkini, diperlukan pengeluaran konsumsi yang lebih besar.
    5. Demonstration Effect. Seringkali kita temui seseorang mengonsumsi barang atau jasa tanpa memperhitungkan apakah ia benar-benar memerlukan barang tersebut. Ia membelinya sekadar karena khawatir dianggap kalah atau lebih rendah daripada orang lain yang juga telah mengonsumsinya. Contoh: Ibu Ani membeli smartphone, karena melihat tetangganya juga membelinya, padahal smartphone bukanlah kebutuhan mendesak bagi Ibu Ani.
    6. Iklan. Iklan sangat berpengaruh terhadap pola konsumsi seseorang. Ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Seseorang akan tergoda mengonsumsi suatu barang tertentu karena ia mengenal atau mengetahui barang tersebut. Agar konsumen mengenal barang produksinya, maka produsen biasanya mengiklankan produk tersebut. Semakin banyak dan gencar iklan dilakukan, maka diharapkan akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat.
    7. Prakiraan harga. Prakiraan harga di masa mendatang sangat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk pengeluaran konsumsi. Bila konsumen berharap bahwa harga suatu barang akan naik di masa mendatang, maka ia akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya bila konsumen memprediksi bahwa harga suatu barang akan turun di masa mendatang, maka ia akan menunda pengeluaran konsumsinya menunggu sampai harga barang tersebut benar-benar turun. Contoh: Ketika pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan harga bbm, maka masyarakat akan beramai-ramai membeli bensin sebelum harganya benar-benar naik.

    Beberapa faktor tersebut merupakan faktor yang menentukan pengeluaran konsumsi seseorang. Sebaiknya kita sebagai konsumen melakukan kegiatan konsumsi dengan bijaksana. Hanya mengonsumsi barang atau jasa yang benar-benar dibutuhkan, sehingga pengeluaran konsumsi yang dilakukan bukan merupakan suatu pemborosan.

    Pengaruh Keunggulan Iklim terhadap Kegiatan Ekonomi.
    Indonesia memiliki iklim muson tropis. Keunggulan dari adanya iklim muson tropis adalah adanya hujan yang cukup (curah hujan tidak terlalu besar), kondisi suhunya normal (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin), dan adanya musim hujan dan kemarau. Kondisi ini akan menyebabkan manusia dapat melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Contoh: Petani dapat melakukan produksi dengan menanam padi sepanjang tahun. Padi yang dihasilkan petani akan digiling menjadi beras dan akan didistribusikan oleh distributor kepada konsumen untuk dikonsumsi. Contoh lain pedagang dapat berdagang sepanjang tahun, dokter dapat melakukan pekerjaannya sebagi dokter sepanjang tahun.

    Pengaruh Keunggulan Geostrategis terhadap Kegiatan Ekonomi.
    Indonesia adalah berkaitan dengan letak Indonesia yang berada di antara dua benua yakni benua Asia dan Australia, serta terletak di antara dua samudra yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi tersebut akan menyebabkan perdagangan bangsa-bangsa Asia dan Australia akan selalu melewati wilayah Indonesia.
    jalur perdagangan
    Dengan demikian akan menyebabkan terjadinya pengembangan perdagangan di Indonesia. Hal ini menyebabkan terjadinya kegiatan ekonomi di Indonesia terkait dengan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.  Komoditas perdagangan yang dihasilkan bangsa Indonesia yang berupa hasil bumi seperti rempah-rempah menjadi incaran bangsa-bangsa Barat pada masa lalu. Berbagai hasil bumi Indonesia tidak hanya menjadi konsumsi bangsa-bangsa Asia, tetapi juga menjadi salah satu incaran bangsa-bangsa Barat. Rempah-rempah menjadi salah satu komoditas penting yang banyak dibutuhkan bangsa-bangsa Eropa. Tentunya kamu sudah mengetahui betapa pentingnya rempah-rempah bagi bangsa-bangsa Eropa. Pada awalnya bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah Indonesia melalui para pedagang Arab.

    Para pedagang bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari para pedagang Asia di sekitar negara Turki. Kamu tentu dapat memberikan alasan, harga rempahrempah di tempat tersebut sudah mahal karena para pedagang Asia sudah mengambil keuntungan. Selanjutnya oleh para pedagang Eropa, rempah-rempah tersebut dijual di pasar Eropa, yang tentu harganya sudah menjadi sangat mahal. Alasan itulah yang menyebabkan bangsa Eropa ingin menguasai kekayaan rempah-rempah Indonesia agar memperoleh keuntungan yang besar.

    Jauh sebelum abad XV, Indonesia telah menjadi pusat perdagangan dunia. Kamu tentu masih ingat dengan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra Selatan. Kerajaan Sriwijaya merupakan terminal penting para pelaut Asia. Para pedagang Arab, India, dan China sangat banyak ditemui di Kerajaan Sriwijaya. Indonesia menjadi strategis sebagai pusat perdagangan internasional, disebabkan oleh letak yang berada pada posisi silang lalu lintas pelayaran perdagangan dunia. Perdagangan laut dari Asia Barat ke Asia Tenggara dan Asia Timur maupun sebaliknya akan selalui melewati Indonesia.

    Selat Malaka sangat penting artinya bagi mobilitas pelayaran bangsa-bangsa dunia. Pelayaran dari Asia Barat ke Asia Timur pasti akan melewati Selat Malaka. Selain menjadi tempat persinggahan para pedagang dari berbagai bangsa, Indonesia memiliki hasil bumi yang melimpah. Tentu saja hal tersebut menarik minat bangsabangsa asing.

    Pengaruh Keunggulan Tanah terhadap Kegiatan Ekonomi.
    Iklim muson tropis membawa dampak pergantian musim di Indonesia. Keberadaan musim hujan dan kemarau di Indonesia memungkinkan berbagai tanaman mudah tumbuh dan berkembang. Tanaman untuk kebutuhan sehari-hari dapat ditanam di setiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa yang memiliki empat musim yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur. Kondisi tersebut tidak memungkinkan melakukan aktivitas pertanian dengan baik. Kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia menyebabkan seseorang juga dapat mengolah tanahnya untuk pertanian dan perkebunan dengan baik.

    Keunggulan iklim di Indonesia menyebabkan kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi dapat berlangsung sepanjang tahun. Keunggulan geostrategis negara Indonesia yaitu lokasinya yang strategis karena berada pada posisi silang antara dua benua dan dua samudra, sehingga perdagangan antar bangsa di Indonesia menjadi sangat ramai. Kesuburan tanah di Indonesia menyebabkan kegiatan pertanian maupun perkebunan dapat berlangsung dengan baik, dengan hasil yang beraneka ragam.